Lembaga Wakaf MUI Bekerja Sama dengan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Bangun Pusat Pariwisata Halal Buya Hamka

Maninjau — 1miliarsantri.net : Lembaga Wakaf MUI (LWMUI) bekerja sama dengan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia (BI) membangun pusat pariwisata halal Buya Hamka yang berlokasi di Maninjau, Sumatera Barat. Sekretaris LWMUI Guntur Subagja mengatakan, pembangunan tersebut rencananya akan dimulai pada awal 2024. Dibangunannya wisata Buya Hamka karena pariwisata halal diyakini memiliki potensi yang sangat besar sebagai kekuatan pariwisata nasional di Indonesia. “Alasannya, selain memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki sejumlah objek dan destinasi wisata halal yang cukup banyak yang tersebar di Nusantara,” terang Guntur dalam keterangan resmi, yang dikutip, Jumat (22/12/2023). Guntur juga mengatakan, pembangunan pusat pariwisata halal Buya Hamka ini sebagai salah satu upaya untuk mendukung pengembangan pariwisata yang mengusung nilai-nilai islam dan etika universal. “Insya Allah, awal 2024 sudah mulai dibangun Halal Tourism Hub Buya Hamka yang akan menjadi role model pariwisata ramah muslim di Indonesia, model bisnisnya berbasis wakaf produktif,” urainya. Dia menambahkan, pembangunan ini juga sebagai alah satu penghormatan MUI kepada Buya Hamka sebagai ulama besar, tokoh bangsa, figur teladan, yang menginspirasi umat Muslim bukan hanya di Indonesia, melainkan juga di mancanegara. “Buya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka) adalah founding father yang menjadi salah satu pendiri MUI dan Ketua Umum MUI pertama,” ujarnya. Pembangunan ini, lanjut Guntur, akan melengkapi Museum Hama dan Masjid Syech Amrullah di Manjau yang saat ini banyak dikunjungi wisatawan mancanegara seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura. “Buya Hamka selain sebagai sosok figur teladan, tapi juga brand yang memberikan nilai tambah tinggi dan memiliki daya tarik wisatawan,” jelasnya. Sebagai informasi, pembangunan pusat pariwisata halal Buya Hamka tidak hanya menggandeng DEKS BI, namun juga melibatkan Politeknik Pariwisata NHI Kementerian Pariwisata, Yayasan Keluarga Besar Buya Hamka, Keluarga Besar Fatimah Karim Amrullah, dan Buya AR Sutan Mansur, Nagari Sungai Batang dan Komunitas Masyarakat Sungai Batang. (mik) Baca juga :

Read More

Perbedaan Sifat Dua Pemimpin Muda Mataram

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Sultan Agung naik tahta menjadi pemimpin muda Mataram pada tahun 1613. Gubernur Jenderal Kompeni JP Coen menduga Sultan Agung berusia 20 tahun saat naik tahta. Pada usia 45 tahun, tahun 1628, Sultan Agung mengirim pasukan untuk menyerbu Batavia. Sebelum menyerbu Kompeni di Batavia, Sultan Agung rajin melakukan penaklukan, hingga wilayah kekuasaannya mencapai luar Jawa. Baru setahun naik tahta, pada 1614 ia menyerbu Surabaya, tetapi tidak langsung ke Surabaya, melainkan ke wilayah-wiayah sekutu Surabaya. Maka, sejak itu, penaklukan demi penaklukan dilancarkan. “Pada 1620 akan dimulai perang habis-habisan dengan Surabaya yang kuat,” tulis HJ de Graaf. Hingga akhirnya Surabaya takluk pada 1625, berarti Sultan Agung melakukan peperangan dengan Surabaya selama lima tahun. Bahkan ia sempat meminta bantuan Kompeni untuk bisa mengalahkan Surabaya, kendati Kompeni menolak permintaan itu. Sumber-sumber Jawa menyebut Sultan Agung meninggal pada 1645, tetapi De Graaf memperkirakan Sultan Agung meninggal pada pertengahan Februari 1646, setelah 32-33 tahun memerintah. “Di bawah penjagaan ketat pengawal pribadi, putra mahkota diumumkan menjadi Susuhunan Ingalaga Matara,” tulis De Graaf. Putra Mahkota Pangeran Adipati Anom telah menjadi Susuhunan Amangkurat I. Ia menjadi pemimpin muda Mataram, naik tahta pada pertengahan Februari 1646 di usia 26 tahun. Perilaku amoral pada usia 18 tahun ketika menculik istri Tumenggung Wiroguno lalu menikahinya tanpa sepengetahuan Sultan Agung tidak menghalanginya untuk menjadi raja baru. Ia tetap dipertahankan menjadi putra mahkota, lalu naik tahta setelah Sultan Agung meninggal dunia. “Mengenai putranya yang muda ini … diusahakannya dengan sangat hati-hati dan bijaksana, supayakekuasaan putranya atas kerajaan Jawa bahkan juga mendapat dukungan dari Wiroguno,” tulis De Graaf mengutip catatan utusan Kompeni Van Goens. Menurut De Graaf, van Goens memuji Sultan Agung yang meminta Wiroguno mendukung Amangkurat I kendati ia pernah punyamasalah dengan Amangkurat I. “Sebab, Sultan Agung merasa khawatir akan terjadi pertikaian antara kedua putranya dan paman mereka, Pangeran Purboyo, kakak sulungnya sendiri,” tulis De Graaf. Pada awal menjadi raja, Amangkurat I memupuk kesenangan. Ia memindahkan keraton, membangun danau disekeliling istana agar ia bisa menghabiskan waktu dengan bermain perahu di danau. Orang-orang yang menentang pemindahan ibu kota kerajaan ia ikat lalu ia jemur. Untuk membangun danau, ia kerahkan 300 ribu orang untuk bekerja secara paksa. Setahun setelah Amangkurat I menduduki tahta, Pangeran Alit pada 1647 mencoba mengkudetanya. Adik Amangkurat I ini baru berusia 19 tahun. Pangeran Alit seharusnya mengawasi pembangunan ibu kota baru, tetapi malah melakukan pemberontakan. Banyak pengikut Pangeran Alit yang sudah dibunuh oleh Amangkurat I. Ketika Pangeran Alit datang kepadanya untuk memenuhi undangannya, Amangkurat I melemparkan kepala para pengikutnya kepada Pangeran Alit. “Beginilah tampang orang-orangmu yang ingin mengangkatmu sebagai raja,” kata Amangkurat I. Amangkurat I pun meminta Pangeran Alit menyerahkan semua anak buah. Tak puas dengan langkah itu, para kiai dan santri yang mendukung Pangeran Alit dibasmi habis. Hamka menyebut ada sekitar 7.000 kiai-santri yang dibunuh. Amangkurat I meninggal pada 1677, digantikan oleh Amangkurat II, memerintah selama 31 tahun. Ia meninggal di pelarian, ketika keratonnya direbut oleh Trunojoyo. (mif) Baca juga :

Read More

Kesepakatan Peraturan Baru Mengenai Imigrasi di Uni Eropa

Brussel — 1miliarsantri.net : Uni Eropa mencapai kesepakatan mengenai peraturan baru yang dirancang untuk membagi biaya dan pekerjaan dalam menampung para migran secara lebih merata dan membatasi jumlah orang yang masuk. Perwakilan Parlemen Eropa dan pemerintah Uni Eropa mencapai kesepakatan setelah melakukan pembicaraan sepanjang malam mengenai undang-undang kolektif Uni Eropa yang disebut Pakta Baru tentang Migrasi dan Suaka. Undang-undang ini akan mulai berlaku tahun depan. Undang-undang tersebut mencakup penyaringan migran tidak resmi ketika mereka tiba di Uni Eropa, prosedur untuk menangani permohonan suaka, aturan untuk menentukan negara Uni Eropa mana yang bertanggung jawab untuk menangani permohonan tersebut dan cara-cara untuk menangani krisis. Kedatangan migran di Uni Eropa sudah jauh menurun dibanding kansaat puncaknya pada 2015 yang mencapai lebih dari 1 juta orang. Tetapi terus merangkak naik dari titik terendah pada tahun 2020 menjadi 255 ribu pada tahun ini hingga November. Lebih dari separuhnya menyeberangi Mediterania dari Afrika, terutama ke Italia. Menteri Dalam Negeri Italia Matteo Piantedosi menyebut pakta tersebut sebagai “kesuksesan besar” bagi Eropa dan Italia. Ia mengatakan dengan undang-undang ini negara-negara perbatasan Uni Eropa yang paling terpapar migrasi tidak akan lagi merasa sendirian. Sebelumnya Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan kesepakatan ini melegakan negara-negara yang terkena dampaknya imigrasi termasuk Jerman. Upaya-upaya sebelumnya untuk membagi tanggung jawab menampung para migran mengalami kegagalan. Karena anggota Uni Eropa khususnya di wilayah timur tidak mau menerima orang-orang yang tiba di Yunani, Italia dan negara-negara lain. Dengan sistem yang baru, negara-negara yang tidak berada di perbatasan harus memilih antara menerima 30 ribu pemohon suaka atau membayar setidaknya 20 ribu euro atau 21.870 dolar AS per orang ke dana Uni Eropa. Sistem penyaringan diharapkan dapat membedakan antara mereka yang membutuhkan perlindungan internasional dan yang tidak. Orang-orang yang permohonan suakanya memiliki peluang kecil untuk berhasil, seperti mereka yang berasal dari India, Tunisia, atau Turki dapat dicegah untuk memasuki Uni Eropa dan ditahan di perbatasan, seperti halnya orang-orang yang dianggap sebagai ancaman bagi keamanan. Pemrosesan aplikasi juga akan dipercepat. Amnesty International mengatakan pakta ini akan membuat hukum suaka Uni Eropa mundur beberapa dekade dan menyebabkan penderitaan yang lebih besar bagi orang-orang yang mencari suaka dan merupakan sistem yang dirancang untuk mempersulit orang untuk mengakses keamanan. “Pakta ini hampir pasti akan menyebabkan lebih banyak orang dimasukkan ke dalam penahanan de facto di perbatasan Uni Eropa, termasuk keluarga dengan anak-anak dan orang-orang yang berada dalam situasi yang rentan,” katanya dilansir the Associated Press. (tok/AP) Baca juga :

Read More

Jelang Peringatan Hari Amal Bhakti 2024, Kemenag Adakan Sejumlah Kegiatan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Jelang memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) ke-78 pada 3 Januari 2024 mendatang, Kemeneterian Agama (Kemenag) akan mengadakan sejumlah rangkaian acara yanh telah disiapkan dengan mengusung tema Indonesia Hebat Bersama Umat. “Kita akan menyongsong HAB ke-78 dengan tema Indonesia Hebat Bersama Umat. Tema ini terinspirasi dari sebuah kesadaran akan pentingnya kebersamaan dan kerukunan umat dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” ubgkap Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo di Jakarta, Kamis (21/12/2023). Wibowo menambahkan, HAB ke-78 diperingati dalam suasana pemilu. Pihaknya ingin menyampaikan pesan bahwa perbedaan pilihan tidak boleh merusak kebersamaan umat. Sebab, kebersamaan umat itulah kunci menuju Indonesia hebat. Logo HAB ke-78, kata Wibowo, dikemas sedemikian rupa dengan motif batik kawung dan dominan warna hijau dan ungu. Logo ini ingin menyampaikan pesan bahwa Kemenag ingin terus melaju tanpa melupakan asal usulnya (batik kawung), saling gotong royong dan menguatkan, mewujudkan Indonesia maju berdasarkan Pancasila. Warna hijau melambangkan ketenangan, kedamaian, dan kesegaran. Sementara warna ungu mewakili kebijaksanaan dan spiritualitas. Menurut Wibowo, sejumlah acara telah dirumuskan dalam rangka memeriahkan HAB ke-78 sekaligus menerjemahkan semangat yang akan dipendarkan setahun ke depan. Acara itu ada yang bernuansa peneguhan syukur dan komitmen kebangsaan dalam bentuk Apel HAB yang akan dipusatkan di Tugu Proklamasi pada 3 Januari 2024 dan Bakti Sosial. Giat yang sama digelar Kanwil Kemenag provinsi dan Kankemenag Kab/Kota di seluruh Indonesia. HAB juga diisi dengan gerakan kepedulian terhadap sesama dalam bentuk doa dan pentas puisi untuk Palestina pada 2 Januari 2024. Sejumlah penyair yang dijadwalkan berpartisipasi dalam Sejuta Puisi untuk Palestina, yaitu Gus Mus, D Zawawi Imron, Sutardji Calzoum Bachri, Sosiawan Leak, Ine Febriyanti, dan Olivia Zaliyanti. “Kita akan serahkan juga hasil penggalangan dana Kemenag Peduli sebagai wujud kepedulian keluarga besar Kementerian Agama kepada Palestina. Dana yang terhimpun akan kita salurkan melalui LazisNU dan LazisMu. Untuk internalisasi nilai dan tema, sekaligus pencanangan program Kemenag 2024, Gus Men akan menyapa para ASN Kemenag RI di seluruh Indonesia dalam Meet and Brief secara luring dan daring di Plenary Hall – JCC, Senayan, Jakarta, pada 4 Januari 2024,” lanjutnya. Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam yang juga Ketua Panitia HAB ke-78 Ahmad Zainul Hamdi menambahkan, sebagai ajang aktualisasi, HAB juga akan dimeriahkan dengan sejumlah perlombaan, antara lain The Creator dan Talent Show. The Creator dikemas sebagai kompetisi kreasi konten dengan tema “MY DREAMS COME TRUE”. Konten yang diikutkan berisi harapan dan rencana para ASN muda Kemenag tentang Kemenag RI di masa depan. Sementara The Talent didesain sebagai kompetisi berbagai bakat yang dimiliki para ASN Kemenag berusia muda. Puncak acara HAB ke-78 dikemas dalam bentuk Devotion Experience atau Dev-X. Ajang ini dikemas secara Pop Festival, menggabungkan antara dialog, edukasi, inovasi, inspirasi, serta jejaring & hiburan. Dev -X akan berlangsung tiga hari, 5 – 7 Januari 2024 di JCC Jakarta. “Dev-X akan menyajikan pameran kinerja 11 Unit Eselon I Kementerian Agama RI. Ada juga bazaar yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM. Dev-X juga akan dimeriahkan penampilan seni dan para artis Indonesia di bidang musik, serta penampilan para finalis Kemenag Talents Show,” tandasnya. (Iin) Baca juga :

Read More

Misi Menyelamatkan Pohon Zaitun Berusia 2.000 Tahun di Yordania

Amman — 1miliarsantri.net : Setiap pagi petani Yordania Ali Saleh Atta menelan dua siung bawang putih dengan secangkir minyak zaitun sebelum keluar untuk memeriksa pohon zaitun kuno miliknya. “Pohon-pohon ini mewakili sejarah Yordania,” terang pria berusia 84 tahun itu, sambil memandangi pohon-pohon berusia 2.000 tahun yang batangnya berbonggol-bonggol besar dengan cabang dengan daun halus berwarna hijau pucat, dilansir di Malay Mail, Kamis (21/12/2023). Pohon zaitun adalah simbol nasional yang dicintai di Yordania. Namun, mereka juga terancam oleh perluasan kota, pembalakan liar untuk kayu bakar, dan pencabutan rumah dan kebun orang kaya untuk dekorasi. Lahan milik Atta, ayah 10 anak tersebut, berada di Al-Hashimiyya, kawasan hutan sekitar 70 kilometer barat laut Amman. “Saya telah memberikan wasiat tertulis kepada anak cucu saya bahwa setelah saya meninggal, mereka harus memeliharanya dan (hidup) dari apa yang mereka hasilkan,” urainya. Menurut Dewan Zaitun Dunia, Yordania adalah produsen zaitun terbesar kesepuluh secara global. Banyaknya pohon kuno yang bertahan ribuan tahun merupakan bagian integral dari identitas dan budaya negara ini. “Anda hampir tidak dapat mengunjungi sebuah rumah tanpa menemukan pohon zaitun di setiap kebun. Kami dibesarkan sejak kecil dalam budaya ini,” tukas Direktur Jenderal Pusat Penelitian Pertanian Nasional Nizar Haddad. Namun saat ini, katanya, keindahan pepohonan justru membahayakan mereka. “Beberapa hotel, villa, pengusaha dan perusahaan suka menambahkan sentuhan pada dekorasi mereka sehingga mereka membeli pohon tersebut dan membawanya pergi,” paparnya. Pepohonan sering kali tidak dapat bertahan dari perpindahan tersebut. Haddad menambahkan undang-undang baru bertujuan melindungi pohon zaitun. “Undang-undang Yordania yang baru melindungi pohon-pohon ini agar tidak tumbang atau ditebang, dan ada koordinasi antara Kementerian Dalam Negeri, pusat kami, dan polisi untuk mencegah operasi transportasi kecuali dalam kasus yang sangat luar biasa,” ujarnya. Yordania memiliki 11 juta pohon zaitun yang mencakup 20 persen dari seluruh lahan pertanian di negara tersebut. Mereka menghasilkan 50 ribu ton zaitun dan 25 ribu ton minyak zaitun setiap tahun. Komoditas ini menyumbang 120 juta dinar Yordania (sekitar Rp 2,6 triliun) terhadap perekonomian. Haddad mencatat pohon zaitun memiliki makna simbolis bagi umat Muslim dan Kristen di Yordania. Pohon zaitun disebutkan dalam Alquran dan Nabi Isa menghabiskan jam-jam terakhirnya berdoa di Bukit Zaitun. “Pohon-pohon ini harus dilestarikan agar tetap menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat, apalagi pohon-pohon tersebut merupakan jenis pohon yang mampu beradaptasi terhadap segala tantangan lingkungan yang dihadapi tidak hanya di wilayah kami, tetapi juga dunia,” lanjutnya. Kepala Masyarakat Koperasi Mehras Amer Gharaibeh mengatakan varietas pohon tersebut dikenal dengan nama Roman atau Mehras. Menurutnya, pohon ini harus dilestarikan sebagai harta nasional . “Di sini Anda bisa melihat pohon-pohon zaitun tertua. Pohon-pohon itu sudah ada di sini sejak Romawi menguasai wilayah ini, sebelum umat Islam menguasainya,” sambungnya. Penelitian menunjukkan Mehra memiliki nenek moyang yang sama dengan buah zaitun yang dibudidayakan di Italia, Siprus, dan Spanyol. Bersamaan dengan Kementerian Kebudayaan Yordania, organisasi Gharaibeh berupaya menambahkan pohon-pohon tersebut ke dalam Daftar Warisan Dunia Takbenda Unesco Harapannya, hal ini pada akhirnya akan berkontribusi dalam melestarikan dan melindunginya. Yordania sedang menyusun rencana untuk melibatkan masyarakat dengan pepohonan dengan memasang kode QR pada setiap botol minyak zaitun yang diproduksi. Dokumen tersebut mencantumkan lokasi pohon, nama pemiliknya, sejarahnya, kualitas minyak, dan umur pohon tersebut. “Kami tidak hanya akan menjual minyak zaitun, tetapi kami menyebarkan cerita yang relevan sehingga kami dapat memasarkan negara kami sepenuhnya,” kata Haddad, yang organisasinya mengerjakan proyek tersebut. (mil) Baca juga :

Read More

Setelah Membunuh 7.000 Santri dan Kiainya, Amangkurat I Beri Imbalan 3.000 Pikul Beras kepada Kompeni

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Susuhunan Amangkurat I marah besar, lalu menangkapi para kiai dan para santrinya yang mendukung upaya kudeta. “Yang banyaknya tidak kurang dari 7.000 orang. Kemudian menyuruh mereka naik tiang gantungan,” tulis Hamka. Kemarahan Amangkurat I muncul setelah ada kudeta di Mataram yang dilakukan Pangeran Danupoyo. Namun kudeta itu gagal. Setelah pembunuhan terhadap para kiai dan santri, ketidakpuasan terhadap Amangkurat I pun muncul di mana-mana. Di Madura, misalnya, ketidakpuasan itu juga diperparah oleh Adipati Madura Cakraningrat II yang lebih berpihak kepada Mataram, mengabaikan Madura. Itulah yang melatari Trunojoyo melakukan pemberontakan terhadap Mataram. Tindakan Kompeni yang merugikan Sulawesi juga memunculkan ketidakpuasan, sehingga membuat Arung Palaka dari Sopeng dan Karaeng Galesong dari Makassar memilih lari ke Jawa mendukung pemberonatakan di Jawa. Karaeng Galesong bertemu Trunojoyo. Mereka lalu bersekutu, bersama Pangeran Giri yang mewakili kalangan ulama. Amangkurat I pun meminta bantuan kepada Kompeni. Amangkurat I menawarkan imbalan berupa 3.000 pikul beras (setara dengan 180 ton) dan uang 250 ribu riyal. Jika perangnya tidak bisa cepat selesai, Amangkurat I siap menambah imbalan 20 ribu riyal. Kompeni tidak langsung menerima. Kompeni mengajukan syarat agar dibebaskan dari pungutan cukai untuk barang-barang yang akan dimasukkan ke seluruh pelabuhan di Jawa. Itu pun belum cukup. Kompeni juga minta dibebaskan untuk membangun loji dan mendapatkan imbalan lagi 4.000 pikul beras dari pembangunan loji itu. Setelah Amangkurat I menyetujuinya, barulah Belanda membantu Mataram menumpas pemberotakan Trunojoyo dan sekutunya. Di Keraton Plered, rakyat mendukung Trunojoyo. Ada pula petinggi keraton yang memilih mendukung Trunojoyo. Tertekan, Amangkurat I diam-diam keluar dari istana Plered. Maka, posisi yang ia tinggalkan diisi oleh Pangeran Anom, menjadi Amangkurat II. Kompeni yang mengangkatnya membuat perjanjian baru dengan Amangkurat II. Semakin lemahlah posisi Mataram. “Setelah kekuasaan yang sebenarnya berada dalam tangan Kompeni dan tentara Mataram sendiri pada hakikatnya pun telah berada di bawah komando Kompeni, mulailah dilancarkan gerakan ‘membasmi pemberontak’,” tulis Hamka. Trunojoyo, Karaeng Galesong, dan Pangeran Giri terus terdesak. Kompeni juga memanfaatkan Arung Palaka yang lebih mmilih berpihak kepada Kompeni untuk melawan Karaeng Galesong. Setelah Karaeng Galesong dikalahkan oleh Arung Palaka, Kompeni dengan mudah mendesak Trunojoyo dan pengikutnya ke lereng Gunung Kelud. Di kepung tentara Kompeni, Trunojoyo akhirnya menyerah pada 27 Desember 1679. “Saya serahkan diriku kepadamu, Kapten. Karena aku lihat engkau sekarang satria yang teguh janji. Aku hanya menyerah kepadamu, bukan kepada Susuhunan. Engkau harus memperlakukan aku sebagai tawanan perang,” ujar Trunojoyo kepada Kapten Jonker, yang memimpin pengepungan terhadap Trunojoyo. Kapten Jonker adalah orang Ambon yang menjadi tentara Kompeni. Atas desakan Kompeni, Kapten Jonker tidak bisa memenuhi janjinya kepada Trunojoyo. Ia lalu menyerahkan Trunojoyo kepada Kompeni. Oleh Kompeni, Trunojoyo diserahkan kepada Susuhunan Amangkurat II. Nasib Trunojoyo kemudian ditentukan oleh keris Amangkurat II pada 1680. Kapten Jonker pun sakit hati sehingga ia berbalik menentang Kompeni di Batavia pada 1689. (mif) Baca juga :

Read More

Rasulullah SAW Mengajarkan Baca Doa Ini Agar Mendapatkan Rahmat Allah

Surabaya — 1miliarsantri.net : Rahmat Allah SWT begitu luas kepada makhluk-Nya. Bahkan dalam sebuah riwayat, tentang perandaian luasnya rahmat tersebut, Allah SWT baru memberikan satu rahmat dari 100 rahmat yang Dia miliki. Kendati demikian, Rasulullah SAW senantiasa mengajarkan kita berdoa meminta rahmat-Nya. Sebab sebagai umat Islam, penting kiranya untuk membaca doa-doa. Sebab doa merupakan ‘senjata’ bagi orang yang beriman. Dengan berdoa dalam waktu susah maupun senang, Allah SWT akan senantiasa memudahkan segala perkara yang hamba-Nya lalui. Dalam buku Kumpulan Doa Doa terbitan Kementerian Agama disebutkan sejumlah bacaan doa harian. Salah satunya adalah doa memohon keluasan rahmat. Doa ini disarikan dari surat Ghafir ayat 7-8. Berikut lafaznya: رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذذَابَ الْجَحِيمِ رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ “Robbana wasi’ta kulla syai’in rohmatan wa ilman faghfir lilladzina taabuu wattaba’u sabilaka waqihim adzabal jahim. Robbana wa adkhilhum jannati adnin allati wa adatahum wa man sholaha min aabaa-ihim wa azwaajihim wa dzurriyatihim innaka antal azizul hakim.” Yang artinya, “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertauba dan mengikuti jalan-Mu serta peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala. Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga yang Engkau janjikan kepada mereka dari orang-orang shalih di antara bapak-bapak mereka, istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sungguh Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dan peliharalah mereka dari balasan kejahatan.” Buya H Muhammad Alfis Chaniago dalam Indeks Hadits dan Syarah yang diterbitkan oleh Pustaka Kalbu, menjelaskan, doa adalah senjatanya orang beriman. Setiap kita punya kebutuhan, maka hendaklah manusia berdoa kepada Allah SWT, mohonlah kepada Allah SWT agar keinginan terpenuhi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al Baqarah ayat 186). Sebanyak apa pun kebutuhan manusia, mintalah kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan mengabulkan doa hamba-Nya. Dalam surat Al-Mumin ayat 60, Allah SWT berfirman: وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ “Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” Buya Alfis Chaniago menjelaskan, janganlah manusia berdoa kepada selain Allah SWT. Karena, tidak ada satu pun yang mengabulkan doa manusia selain Allah SWT. Dalam surat Al Ahqaf ayat 5, Allah SWT berfirman: وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّن يَدْعُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَن لَّا يَسْتَجِيبُ لَهُۥٓ إِلَىىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ وَهُمْ عَن دُعَآئئِهِمْ غَٰففِلُونَ “Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa)-nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?” (yat) Baca juga :

Read More

Angka Kemiskinan di Israel Semakin Meroket

Tel Aviv — 1miliarsantri.net : Menurut temuan Alternative Poverty Report, serangan militer zionis Israel di Gaza mempunyai dampak yang sangat negatif terhadap perekonomian negara tersebut. Dari data laporan tahunan mengungkap, meningkatnya keadaan darurat sosial-ekonomi dan semakin parahnya kemiskinan sejak serangan Israel yang memakan banyak korban jiwa di Gaza, yang secara luas dianggap sebagai genosida. Menurut data laporan itu yang dikutip Middle East Monitor, pembunuhan tanpa pandang bulu yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Gaza telah secara signifikan merusak pendapatan 19,7 persen masyarakat Israel, dengan 45,5 persen menyatakan kekhawatiran akan semakin memburuknya kesulitan ekonomi. Yang mengejutkan, 100 persen badan amal yang didedikasikan untuk mendukung masyarakat miskin melaporkan tidak menerima bantuan dari pemerintah Israel sejak dimulainya invasi, meskipun ada peningkatan jumlah permintaan bantuan. Garis kemiskinan alternatif, yang mewakili biaya hidup minimum, didefinisikan sebagai 5.107 shekel (1.401 dolar AS) per bulan untuk seorang individu dan 12.938 shekel (3.551 dolar AS) untuk sebuah keluarga yang terdiri dari dua orang dewasa dan dua anak. Menurut laporan itu, 81,8 persen penerima bantuan terlilit utang, 85,1 persen menderita kekurangan energi, 79,3 persen menderita penyakit kronis, 81,6 persen penerima bantuan lanjut usia hidup dalam kemiskinan, dan 31,5 persen menghadapi kerawanan pangan yang parah. Laporan ini menyoroti keberadaan segmen populasi yang tidak secara resmi diklasifikasikan sebagai kelompok miskin berdasarkan Asuransi Nasional, namun pada kenyataannya, hidup dalam kemiskinan. Keluarga dengan pendapatan per kapita di atas garis kemiskinan namun di bawah biaya hidup minimum menghadapi tantangan dalam memenuhi kondisi kehidupan yang penting, yang mengakibatkan tingkat kemiskinan yang bervariasi. Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa 50,9 persen penerima bantuan mengurangi atau mengabaikan makanan karena kendala keuangan. Hampir 40 persen melaporkan bahwa anak-anak mereka harus mengurangi porsi makan atau tidak makan karena dana tidak mencukupi, sehingga menyebabkan kompromi dalam memberikan nutrisi yang direkomendasikan untuk anak-anak mereka. Sebagai respons terhadap kesulitan ekonomi, 62,1 persen melaporkan situasi ekonomi yang memburuk selama setahun terakhir. Selain itu, 20,8 persen menyatakan kemungkinan besar harus meninggalkan rumah mereka karena kesulitan membayar sewa atau pinjaman perumahan. Ketegangan ekonomi memaksa 66,2 persen responden menahan diri untuk tidak memperbaiki kerusakan yang signifikan di apartemen mereka. Selain itu, 73 persen penerima bantuan menyatakan bahwa kesulitan ekonomi memaksa mereka untuk tidak lagi membeli peralatan belajar dasar dan buku pelajaran untuk anak-anak mereka. Kurangnya sumber daya keuangan mengakibatkan 69,4 persen dari mereka tidak memiliki akses terhadap komputer untuk kebutuhan pendidikan anak-anak mereka. Demikian pula, 85,1 persen terpaksa berhenti mengikuti kursus tambahan, kegiatan sekolah, dan perjalanan wisata karena kendala keuangan. Di antara populasi lansia yang menerima bantuan, 81,6 persen hidup dalam kemiskinan, dan 50,5 persen mengalami kemiskinan ekstrem. Yang meresahkan adalah 35,5 persen mengalami kerawanan pangan yang serius, dan 64 persen sudah berhenti membeli obat-obatan atau mencari perawatan medis karena kendala keuangan. Laporan ini menggarisbawahi memburuknya kesulitan ekonomi pasca perang di Gaza. Meskipun terjadi peningkatan jumlah keluarga yang membutuhkan dukungan sebesar 58,1 persen, semua badan amal melaporkan tidak menerima bantuan pemerintah sejak pecahnya perang. Kurang dari sepertiga asosiasi menerima bantuan dari pemerintah daerah, hal ini menunjukkan adanya situasi yang memerlukan perhatian segera. Kondisi kemiskinan yang melonjak ini diperkirakan bisa makin parah kedepannya. Selain anggaran negara yang dialihkan untuk perang, pasukan Houthi di Yaman juga tengah mencegat kapal-kapal kargo melintasi Laut Merah ke Israel. Hal ini bisa membuat harga-harga barang di Israel melonjak hingga 300 persen karena kapal-kapal harus memutar jauh dan mengeluarkan biaya lebih melalui benua Afrika. Sementara sepinya kunjungan ke Bandara Ben Gurion di Tel Aviv memaksa 600 karyawannya dipecat. Hal ini juga akan memukul industri pariwisata Israel. Sebaliknya, serangan Israel ke Gaza juga memperparah kemiskinan di wilayah terkepung itu. Sebelumnya, blokade Israel sejak 2016 terhadap wilayah berpopulasi 2,5 juta jiwa itu telah membuat Gaza jadi salah satu wilayah termiskin di dunia. Penjajahan brutal Israel membuat sukar bagi warga Gaza dan juga Tepi Barat untuk mengangkat derajat hidup mereka. Sejak 2017 itu, angka kemiskinan di Gaza sekitar 45 persen populasi. Jumlahnya kini, merujuk Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia Barat (ESCWA), bisa mencapai 96 persen. (sur) Baca juga :

Read More

Tak Ingin Terlihat Kumuh, Ponpes Tebuireng Buat Program Bank Sampah

Jombang — 1miliarsantri.net : Dirasa banyak nya sampah yang menumpuk, Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng Jombang menggandeng sekaligus mengadakan penandatanganan Piagam Kerjasama dengan Danone-AQUA guna mewujudkan pondok bersih melalui program Bank Sampah Tebuireng. Pesantren di Diwek, Jombang, Jawa Timur ini mengelola sampah secara baik dan mengedukasi pengelolaan sampah terus menerus. Acara yang berlangsung sukses dengan tema “Bersih, Berkah dan Berlimpah” ini diikuti perwakilan unit sekolah Tebuireng, santri, dan mahasiswa, pada Senin (18/12/ 2023) di aula lantai 3 gedung Yusuf Hasyim Tebuireng. KH. Mochamad Irfan Yusuf selaku Dzuriyah Hadratussyaikh KH. M Hasyim Asy’ari mengakui, pondok pesantren digambarkan sebagai sebuah kawasan yang kumuh dan kotor. “Tapi alhamdulillah, perlahan pandangan tersebut hilang dengan segala upaya pihak Pondok Pesantren. Dengan berbagai upaya dan kerja keras, pesantren sudah mampu mengelola kebersihan pondok pesantren dan tidak lagi dikonotasikan sebagai tempat yang kumuh dan kotor,” ungkapnya. Gus Irfan Yusuf mengakui, di Pesantren Tebuireng sendiri kekumuhan itu sudah hilang. Selain itu di Pesantren Tebuireng juga dinilai sudah baik dalam mengelola sampah. “Apalagi saat ini sudah hadir Bank Sampah Tebuireng yang mengurusi perihal sampah di Pesantren Tebuireng, Agama Islam sangat memperhatikan persoalan kebersihan, banyak ayat Al Qur’an yg menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan, bahkan dalam Al Quran juga menjelaskan tentang kerusakan lingkungan di muka bumi ini banyak disebabkan oleh tangan manusia terhadap lalainya menjaga kebersihan,” tegasnya. Bank Sampah Tebuireng yang dioptimalkan kembali sejak Juli 2022 telah mampu mengelola sampah dari aktifitas di pondok. Santri di pondok tercatat bisa menghasilkan sampah hingga 50 ton sampah perbulan sampah inilah yang kemudian dikelola oleh BST yang bergerak dengan moto Bersih, Berkah, Berlimpah. Dengan upaya tersebut, Tebuireng telah menjadi pelopor dalam pengelolaan sampah di lingkungan pondok. Direktur Sustainable Development Danone Indonesia, Karyanto Wibowo mengungkapkan, Pesantren Tebuireng adalah pondok pesantren yang telah melahirkan pemimpin besar di negeri ini. “Tidak hanya melahirkan pemimpin-pemimpin besar di negeri ini. Pesantren Tebuireng luar biasa dengan menjadi pionir dalam segala bidang, pentingnya pengelolaan sampah yang tidak hanya sekadar sebuah kegiatan sosial saja. Tetapi kegiatan ini bisa berkelanjutan sampai seterusnya,” ungkap Karyanto. Karyanto menambahkan, bagaimana kita dapat mewujudkan pengelolaan sampah yang Berkelanjutan dan pengelolaan sampah yang menjadi referensi untuk pondok pesantren ga dan bagi masyarakat. Seringkali program seperti ini berjalan kemudian selesai begitu saja.Terkadang pembangunan infrastruktur pemerintah tidak dibekali dengan sumber daya yang baik. Menurutnya, agar kegiatan pengelolaan sampah tidak berhenti begitu saja, maka para pengelolaan sampah juga bisa menjadi bisnis, tidak hanya menjadi program sosial saja. Karyanto juga mengkonfirmasi bahwa dari Danone memberikan perhatian khusus terhadap botol-botol bekas sehingga bisa diolah menjadi bahan utama daur ulang. Botol tersebut melalui proses daur ulang dengan teknologi tinggi sehingga dijamin kebersihan dan kehalalannya sesuai dengan standar pangan. Danone mendukung Pesantren Tebuireng dalam pengelolaan sampah sebagai pesantren referensi bagi pondok-pondok pesantren lainnya dalam edukasi pengelolaan sampah serta dalam hal edukasi kesehatan. Kolaborasi dengan Tebuireng ini menjadi bagian dari program Inclusive Recycling Indonesia (IRI), yaitu program peningkatan pengelolaan sampah di Indonesia yang terbuka terhadap keterlibatan banyak pihak baik dari segi bisnis, lembaga pemerintah, lembaga pendidikan bahkan unit pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Keterlibatan banyak pihak tersebut diharapkan mampu membuka jejaring seluas-luasnya untuk membentuk suatu sistem pengelolaan sampah yang berkenlanjutan di Indonesia. “Semoga langkah kecil ini bisa berlanjut kedepannya dengan baik dan bisa memberikan dampak positif kepada kita semua,” tutupnya. (tin) Baca juga :

Read More

Ini Adab Mengkritik Dalam Ajaran Islam

Surabaya — 1miliarsantri.net : Dalam Islam mengajarkan sebuah prinsip kritis yang penuh adab. Kritik di dalam Islam dianggap sebagai instrumen perbaikan, namun dengan syarat-syarat tertentu. Adab mengkritik menjadi landasan utama, di mana setiap kritik haruslah dilakukan dengan keahlian dan tanpa meninggalkan jejak penghinaan. Islam mengajarkan bahwa kritik yang konstruktif adalah jalan untuk mencapai perbaikan, sementara penghinaan hanya akan merusak esensi dari pesan yang ingin disampaikan. Para ulama terdahulu memberikan petunjuk mengenai pedoman dalam memberikan kritik. Mereka menggunakan penilaian yang adil, memiliki standar yang jelas dalam mengkritik orang dan pernyataan. Contohnya, ulama hadits pada masa lampau sangat ketat dalam menilai sebuah riwayat hadits. Namun, mereka juga memahami bahwa tidak selalu diperlukan untuk mengevaluasi lawan atau lawan bicara dalam setiap kondisi. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengungkapkan kritik. Ada beberapa adab yang harus diperhatikan jika ingin melakukan kritik: “Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya, dan seseorang mendapatkan ganjaran sesuai niatnya.” (HR. Bukhari no. 6953). “Hendaknya kalian berdua ucapkan perkataan yang lemah lembut, mudah-mudahan ia akan ingat atau takut kepada Allah” (QS. Thaha: 44). Orang yang menyampaikannya disebut orang yang melakukan kebodohan. Allah ta’ala berfirman: “Wahai orang- orang yang beriman, jika ada seorang faasiq datang kepada kalian dengan membawa suatu berita penting, maka tabayyunlah (telitilah dulu), agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menjadi menyesal atas perlakuan kalian” (QS. Al-Hujurat: 6). “Tahrisy adalah memancing pertengkaran antara orang-orang satu sama lain” (Jami’ Al Ushul, 2/754). Dengan kata lain, tahrisy adalah provokasi. Tahrisy adalah perbuatan langkah setan untuk memecah belah kaum Muslimin. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya setan telah putus asa membuat orang-orang yang shalat menyembahnya di Jazirah Arab. Namun setan masih bisa melakukan tahrisy di antara mereka” (HR. Muslim no. 2812). Melakukan provokasi atau tahrisy ini termasuk namimah (adu domba). Al Imam Ibnu Katsir mengatakan: “Namimah ada dua macam: terkadang berupa tahrisy (provokasi) antara orang-orang dan mencerai-beraikan hati kaum Mu’minin. Maka ini hukumnya haram secara sepakat ulama” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/371, Asy Syamilah). Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, beliau mengatakan bahwa ketika Nabi Muhammad SAW sedang berkumpul berdiskusi suatu kaum, tiba-tiba datanglah seorang Arab Badui dan bertanya, “Kapankah hari kiamat tiba?” Namun Nabi SAW tetap melanjutkan pembicaraannya. Beberapa orang berkata, “Dia mendengar kata-katanya, tetapi dia tidak menyukai apa yang dia katakan.” Dan ada pula yang berkata, “Dia tidak mendengarkan perkataannya.” Hingga akhirnya Nabi SAW menyudahi pembicaraannya sambil bersabda, “Di manakah orang-orang yang bertanya tentang hari kiamat?” Orang (yang bertanya) menjawab, “Saya ya Rasulullah!” Maka Nabi SAW bersabda, “Bila kamu sudah kehilangan kepercayaan, maka tunggulah hari kiamat.” Orang itu bertanya, “Bagaimana kepercayaan itu bisa hilang?” Nabi SAW bersabda, “Jika urusan itu tidak diserahkan kepada ahlinya, maka tunggulah hari kiamat.” (HR.Bukhari) Kisah Nabi Ibrahim dan ayahnya dapat menjadi contoh, yang diabadikan dalam Surat Maryam ayat 43: “Wahai ayahku! Sungguh, telah sampai kepadaku sebagian ilmu yang tidak diberikan kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.” (yat) Baca juga :

Read More