Musala Al Fauz Berkonsep Ramah Lingkungan Diresmikan Pjs Gubernur DKI Jakarta

Jakarta — 1miliarsantri.net : Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meresmikan Musala Al Fauz yang berlokasi di halaman Kantor Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Heru berharap tempat ibadah ini dapat dimanfaatkan oleh warga setempat. Pembangunan musala tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam bentuk penyediaan sarana dan prasarana, serta memberikan kemudahan bagi warga sekitar dan pegawai untuk beribadah. “Ini menjadi bagian dari perhatian Wali Kota dan Pak Camat untuk melengkapi gedung kantor kecamatan dengan sarana ibadah, yaitu musala,” ujar Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dalam keterangan resmi, Jumat (29/12/2023). Musala Al Fauz telah dibangun selama tiga bulan terakhir, dimana peletakan batu pertama dilakukan pada 8 September 2023. Bangunan ini memiliki luas sebesar 35 meter persegi yang dapat menampung sekitar 40 jemaat. “Musala telah dilengkapi dengan perizinan yang disyaratkan berupa izin mendirikan bangunan yang diterbitkan oleh unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kecamatan Cempaka Putih,” terang Camat M Fauzi. Fauzi melanjutkan, Musala Al Fauz memiliki bentuk estetik yang diharapkan dapat menjadi daya tarik masyarakat sekitar maupun pengunjung. Tempat ibadah ini pun di desain dengan konsep yang ramah lingkungan dengan dikelilingi pohon dan rumput. Tempat ibadah tersebut juga tidak menggunakan Air Conditioner (AC), menurut Fauzi hal ini untuk mempertahankan keasrian, sekaligus ruang terbuka hijau yang bisa dinikmati oleh masyarakat. “Pembangunan musala sebagai bentuk layanan kepada masyarakat. Kemudian kebahagiaan kami karena hari ini diresmikan langsung oleh bapak Pj Gubernur Provinsi DKI Jakarta,” jelasnya. Sebagai informasi, pembangunan Musala Al Fauz dilakukan secara sinergi antara Aparatur Sipil Negara (ASN) Kecamatan Cempaka Putih, yaitu dari Suku Dinas (Sudin) PTSP, serta dibantu Sudin Sumber Daya Air (SDA), Sudin Bina Marga, Sudin Pertamanan dan Hutan Kota DKI, dan dinas terkait lainnya. (rid) Baca juga :

Read More

Ketika Kenduri di Kraton Tiba-tiba Bubar

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Ambengan (nasi hidangan untuk kenduri) sudah tersaji dengan segala lauk-pauknya. Patih, para sentana, para adipati, para bupati, sudah hadir. Namun, kenduri belum juga bisa dimulai karena penghulu belum datang. Sultan Agung pun segera meminta abdi dalem untuk menjemput Penghulu Keraton. Ketika Penghulu Keraton memimpin doa, kenduri malah bubar setelah mendapat sahutan amin yang ketiga kalinya. Sebelum penghulu datang, beberapa abdi dalem berangkat ke rumah penghulu memenuhi perintah Sultan Agung untuk menjemputnya. Tiba di rumah penghulu, keadaan sangat sepi. Pendopo rumah kosong, tak ada orang. Hal itu membuat mereka langsung menuju ke rumah utama di belakang pendopo. Namun, mereka mendapati pintu yang terkunci rapat. Memberi salam tak ada jawaban, mencoba membuka pintu tak ada yang berhasil. Melihat ke sekeliling, mereka juga tidak menemukan sesuatu. Hewan piaraan yang biasanya ada di kandang, juga tidak ada. Tiba-tiba ada suara dari dalam rumah utama. Pintu utama terbuka, disusul pintu samping dan belakang juga terbuka. Tetapi, mereka juga tidak menemukan siapa-siapa, selain rodayang terus berputar. Rumah yang biasanya ada perabot, kali ini pun kosong. Para abdi dalem itu tentu saja heran. Kemudian memutuskan untuk segera pulang, melapor kepada Sultan Agung. Ketika mereka melaporkan bahwa tidak bisa menemukan penghulu, Sultan Agung menyatakan jika penghulu sudah hadir di acara kenduri. Para abdi dalem semakin heran. Sultan Agung segera meminta Penghulu Keraton memulai kenduri. Artinya Penghulu Keraton harus segera membacakan doa. Namun, penghulu itu menolak berdoa. Ia menyatakan hanya bersedia menghadiri kenduri, tetapi tidak mau berdoa, lalu menyarankan kepada Sultan Agung agar menunjuk khatib yang berdoa. Megapa Penghulu Keraton menolak memimpin doa? “Duh Gusti, jika saya yang memimpin doa, hidangan hajat Gusti pasti tidak bisa disantap,” kata Penghulu Keraton kepada Sultan Agung. Sultan Agung menolak saran menunjuk khatib memimpin doa. Sultan Agung hanya menginginkan penghulu yang memimpin doa kenduri hari itu. Penghulu Keraton melihat Sultan Agung marah. Oleh karena itu, ia pun segera memulai memimpin doa. Baru mendapat sahutan sekali amin dari yang hadir, terdengar suara berisik dari ambengan. Mendapat dua amin, ambengan bergerak-gerak, dan pada sahutan amin ketiga, suara dari ambengan semakin riuh. Nasi telah menjadi beras lagi, ingkung menjadi ayam hidup lagi, ikan hidup lagi, besek bambu jadi bambu batangan lagi, membuat yang hadir pada kaget. Sultan Agung pun dibuat kaget karenanya. Tetapi, di dalam hati Sultan Agung memuji kehebatan Penghulu Keraton. Lalu ia meminta yang hadir untuk bubar. Juru masak akan menyiapkan ambengan lagi untuk kenduri ulang di sore hari. Kenduri akan dilakukan lagi pada jika ambengan sudah siap lagi. Orang-orang pun membicarakan kehebatan Penghulu Keraton, sebagai orang yang layak memegang hukum keraton. Penghulunya saja memiliki kesaktian luar biasa, maka mereka bangga jika saat itu Sultan Agung sudah ditakuti oleh penguasa negeri-negeri lain. Artinya, yang sakti tentu saja tidak hanya penghulu. (mif) Baca juga :

Read More

Pemerintah Arab Saudi Sudah Membuka Pendaftaran Jamaah Haji 2024

Jeddah — 1miliarsantri.net : Pemerintah Kerajaan Arab Saudi resmi membuka pendaftaran haji 2024 untuk jamaah internasional sejak Senin (25/12/2023) lalu. Jamaah haji dari benua Asia, Afrika, Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan dan Oceania dapat mengajukan pendaftaran haji melalui aplikasi Nusuk Haji. “Jamaah haji dari seluruh dunia kini bisa mendaftar bersama keluarganya untuk haji 1445/2024 melalui aplikasi Nusuk Haji di bawah Kementerian Haji dan umrah,” ungkap Pusat Komunikasi Internasional (CIC), di bawah Kementerian Media kepada media, Selasa (26/12/2023). Otoritas Arab Saudi menyebut, informasi lebih lengkap mengenai pendaftaran dapat diperoleh di website hajj.nusuk.sa. Haji Nusuk merupakan platform one-stop-shop yang diawasi langsung oleh Kementerian Haji dan Umrah Saudi. Platfom ini menjadi pintu gerbang bagi para calon jamaah haji untuk mendaftar perjalanan ibadah. Nusuk menawarkan berbagai paket haji dari penyedia layanan resmi, sekaligus memastikan pengalaman spiritual seumur hidup yang lancar. Para jamaah dapat mendaftar melalui web resmi Nusuk dengan membuat akun pribadi yang mencantumkan alamat e-mail dan negara tempat tinggal saat ini. Sebagai rukum Islam kelima, ibadah haji bersifat wajib bagi setiap Muslim yang mampu. Seperti halnya amalan penting lain dalam Islam, haji terdiri dari serangkaian ritual yang harus diikuti selama perjalanan ibadah. Sebagai informasi, Arab Saudi memberikan kuota penuh pertama pada haji 2023 pasca pandemi. Sebanyak 1.845.045 jamaah, terdiri dari 1.660.915 jamaah asing dan 184.130 jamaah dalam negeri, melangsungkan haji tahun lalu. Jumlah tersebut terbagi menjadi jamaah laki-laki sebanyak 969.694 orang dan jamaah perempuan mencapai 875.351 orang. Sementara jamaah haji dari negara-negara Asia berjumlah 1.056.317 orang atau mencakup 63,5 persen, sedangkan dari negara-negara Arab berjumlah 346.214 orang atau mewakili 21 persen dari total jamaah haji. (dul) Baca juga :

Read More

Zionis Israel Serang dan Tembaki Pengungsi yang Sedang Berlindung di Sekolah

Gaza — 1miliarsantri.net : Mayat-mayat ditumpuk. Peluru meninggalkan bekas lobang di beberapa dinding. Bagian lainnya tampak hangus karena terbakar api. Keluarga-keluarga pengungsi saat itu sedang berlindung di sekolah Shadia Abu Ghazala yang dikelola PBB di sebelah barat kamp pengungsi Jabalia di Gaza utara. Tentara penjajah Israel tiba-tiba datang memasuki gedung tersebut. Menurut para saksi dan keluarga mereka yang terbunuh dalam serangan pada awal bulan Desember itu, tentara pengecut Israel langsung melakukan pembantaian. ‘’Para saksi mata mengatakan beberapa orang, termasuk perempuan, anak-anak dan bayi, dibunuh dengan gaya eksekusi oleh pasukan Israel ketika mereka berlindung di dalam sekolah,’’ terang Aljazeera. Video dan gambar yang diperoleh Aljazeera, menunjukkan mayat-mayat yang ditemukan pada 13 Desember itu menumpuk di dalam sekolah. Setelah beberapa hari, anggota keluarga korban dan para penyintas serangan brutal Israel tersebut baru bisa kembali ke sekolah untuk mencari orang yang mereka cintai. Seorang ayah dari salah satu korban mengatakan dia sedang tidur bersama istri dan enam anaknya ketika tentara Israel tiba-tiba menyerbu sekolah tersebut. ‘’Mereka memasuki ruang kelas tempat kami berada dan menembak langsung ke arah mereka yang hadir tanpa mengucapkan sepatah kata pun,” ujarnya. Pria tersebut yakin dia diperintahkan untuk meninggalkan sekolah karena alasan usia tuanya. ‘Tentara Popok’ (IDF, Israel Diapers Force) mengusir sekitar 20 orang dari sekolah, melucuti pakaian mereka, dan menginterogasi mereka. Rekaman video tersebut menunjukkan bekas darah dan sisa-sisa barang milik korban yang ada bersama mereka sebelum dibantai. Sementara, peluru menembus dinding kelas tempat ditemukannya mayat. Saeed Jumaa yang adik perempuannya jadi korban pembantaian bersama suami dan anak-anaknya, mengatakan tentara pengecut Israel membunuh mereka dengan menembak mereka secara langsung. Menurut Jumaa, tentara Israel menulis sesuatu dalam bahasa Ibrani di wajah keponakannya. “Kami tidak mengerti maksudnya. Kami terburu-buru menguburkan mereka beberapa hari kemudian karena jenazah mereka sudah membusuk. Di dalam kamar ada suami saudara perempuan saya. Di sampingnya, ada putra mereka Maysara dan Ahmed. Adikku di pojok sedang memeluk anak-anaknya yang tersisa. Pasukan Israel membunuh mereka dengan menembak mereka secara langsung,’’ kata Jumaa. Saksi lain yang menemukan mayat-mayat di ruang kelas, mengatakan tidak ada tanda-tanda serangan rudal atau peluru apa pun di dalam ruang kelas. Ia menambahkan bahwa para korban ditembak langsung oleh pasukan darat Israel. Secara total, setidaknya tujuh mayat ditemukan di dalam tiga ruang kelas berbeda. Empat berada di satu ruangan, dua di kamar kedua, dan satu di kamar ketiga. (zul/AZ) Baca juga :

Read More

Keseimbangan Hubungan Vertikal dengan Allah SWT dan Horizontal Dengan Sesama Makhluk

Surabaya — 1miliarsantri.net : Abu Hurairah meriwayatkan, suatu hari Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat, “Tahukan kalian, siapakah orang yang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut di antara kami adalah yang tidak memiliki dirham (uang) dan barang.” Mendengar jawaban para sahabat tersebut, Nabi SAW menimpali, “Orang bangkrut dari umatku adalah orang yang pada hari kiamat membawa (pahala) shalat, puasa, dan zakat. Tapi bersama itu dia juga pernah menghina si Fulan, menuduh si Fulan, memakan harta si Fulan, menumpahkan darah si Fulan, dan memukul si Fulan. Akibatnya, si Fulan membalas dengan mengambil sebagian kebaikannya, si Fulan yang lain juga mengambil sebagian kebaikannya. Jika semua kebaikannya habis sebelum dapat menebus semua kejahatan yang dilakukannya, maka dosa orang-orang yang menjadi korban kejahatannya itu ditimpakan kepadanya, sehingga dia dilemparkan ke dalam neraka.” (HR Muslim). Bangkrut merupakan hal yang tidak diinginkan oleh setiap orang. Naluri manusia pasti menginginkan keberuntungan, terutama bagi yang berprofesi sebagai pebisnis. Tetapi ada yang lebih parah daripada bangkrut di dunia, yaitu bangkrut amal kebaikan di hari pembalasan yang lebih dahsyat akibatnya. Berdasarkan hadis di atas dapat dipahami, penyebab bangkrut di hari akhirat karena manusia tidak menyeimbangkan antara hubungan dengan Allah SWT (hablun min Allah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablun min an-Nas) saat hidup di dunia. Akibatnya, pahalanya ludes untuk menebus dosanya terhadap orang lain. Orang yang bangkrut hanya memikirkan hubungan vertikal dengan Allah SWT, tetapi melupakan hubungan baik dengan sesama manusia. Padahal karakter positif telah diperlihatkan para sahabat Rasulullah SAW dalam menyeimbangkan hubungan. Kekuatan iman dan takwa mereka kepada Allah SWT, berbanding lurus dengan ukhuwah Islamiyah yang terjalin di antara mereka sehingga terwujudnya persaudaraan yang kokoh. Kesalehan orang yang bangkrut terlihat secara ritual, seperti rajin shalat, berpuasa, dan mengeluarkan zakat. Namun semangat ibadahnya itu tidak berimbang dengan tingkah lakunya dalam pergaulan. Hubungan vertikalnya kepada Allah SWT berjalan dengan baik, tetapi bermasalah secara horizontal terhadap sesama. Hal ini ditandai dengan perbuatan zalim yang ia perbuat, seperti menghina, menuduh tanpa bukti, memakan harta yang bukan miliknya, membunuh, dan melakukan tindakan kekerasan terhadap orang lain. Tanpa disadari, ia telah mentransfer pahala kebaikannya kepada korban kejahatannya. Semakin banyak orang yang ia zalimi, maka semakin banyak pahalanya yang terkuras. Sebagai langkah preventif, Rasulullah SAW memperingatkan umatnya untuk berhati-hati terhadap perbuatan zalim agar tidak menjadi orang bangkrut. Rasulullah SAW bersabda, “Takutlah kalian terhadap perbuatan zalim, sesungguhnya kezaliman itu kegelapan pada hari kiamat.” (HR Muslim). Dalam khutbah pada haji Wada’, Rasulullah SAW mengingatkan, “Sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kalian haram (untuk ditumpahkan, dirampas, dan dicemarkan), seperti haramnya hari kalian ini, di negeri ini (Makkah) dan bulan kalian ini.” (HR al-Bukhari). Islam sangat menjaga hak hidup setiap umat manusia. Rasulullah SAW menegaskan, mencaci sesama Muslim merupakan tanda kefasikan dan membunuh sesama Muslim adalah kekufuran (HR al-Bukhari dan Muslim). Perbuatan zalim akan menjadi senjata pemusnah bagi seluruh amal kebaikan yang dikumpulkan semasa di dunia. Secara horizontal, bukan hanya hubungan dengan sesama manusia yang harus diperhatikan, tetapi juga hubungan dengan makhluk lain sebagai sesama ciptaan Allah SWT. Ada dua kisah dalam hadis sahih yang menceritakan tentang dua orang yang memperlakukan hewan dengan cara berbeda. Keduanya mendapat balasan yang berbeda sesuai dengan perbuatannya. Kisah pertama, sebagaimana diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Seorang wanita pezina telah mendapatkan ampunan. Dia melewati seekor anjing yang menjulurkan lidahnya di pinggir sumur karena kehausan. Melihat ini, si wanita pelacur itu melepaskan sepatunya lalu mengikatnya dengan penutup kepalanya, lalu dia mengambilkan air untuk anjing tersebut. Atas kebaikannya itu dia mendapatkan ampunan dari Allah Azza wa Jalla.” (HR al-Bukhari). Kisah kedua, sebagaimana diriwayatkan Abdullah bin Umar, Rasulullah SAW bersabda, “Ada seorang wanita disiksa karena seekor kucing yang dia kurung hingga mati kelaparan, lalu dengan sebab itu dia masuk neraka. Dia tidak memberinya makan dan minum ketika mengurungnya, dan dia juga tidak melepaskannya supaya ia bisa memakan serangga tanah.” (HR al-Bukhari dan Muslim). Dari kedua kisah ini, kita dapat mengambil pelajaran bahwa memperlakukan hewan dengan cara baik atau buruk ada ganjarannya. Jika dengan hewan saja kita diharuskan untuk berlaku baik, maka sudah tentu dalam hubungan dengan sesama manusia harus baik pula. Kesalehan yang bernilai adalah keseimbangan hubungan secara vertikal dengan Allah SWT dan secara horizontal dengan sesama makhluk. Perpaduan antara kesalehan individual dengan kesalehan sosial akan melahirkan keharmonisan dalam kehidupan. (yat) Baca juga :

Read More

Ketua PWNU Jawa Timur Diberhentikan Dari Jabatan nya

Jakarta — 1miliarsantri.net : Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Amin Said Husni mengatakan, pemberhentian Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar merupakan masalah internal organisasi. “Ini hal biasa. Soal internal organisasi,” kata Amin Said menjawab beragam pertanyaan dari Media terkait proses pemberhentian KH Marzuki Mustamar, Jumat (29/12/2023), . Menurut Amin, karena bersifat biasa, maka semua pihak diminta tidak perlu membesar-besarkan masalah ini. “Jadi jangan dibesar-besarkan, apalagi ini sifatnya internal organisasi. Siapa pun, apalagi yang tidak memahami masalahnya tidak perlu ikut berkomentar,” ujarnya. Pemberhentian KH Marzuki juga telah diproses sejak lama sehingga tidak ada kaitannya dengan kepentingan politik praktis 2024. “Proses pemberhentian juga sesuai AD/ART dan ketentuan yang ada. Soal siapa penggantiannya, juga sudah ada aturannya,” ungkapnya. Sementara itu terkait pemberhentian KH Marzuki Mustamar, pada Rabu (27/12/2023) malam, PBNU juga telah mensosialisasikan dan mengumpulkan seluruh ketua PCNU dan pengurus PWNU Jawa Timur di Surabaya. (rid) Baca juga :

Read More

Aa Gym : Orang Qonaah Dijamin Kebahagiaan nya Oleh Allah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pendakwah Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym menyebut orang qanaah tidak akan pernah merasa kekurangan sehingga selalu merasa bahagia. Bahkan, kata Aa Gym, Allah akan menambah karunianya pada orang yang bersyukur. “Orang bahagia itu qanaah dan dia dijamin oleh Allah kebahagiaan nya,” terang Aa Gym, Kamis (28/12/2023). Beruntunglah seseorang yang memeluk Islam, diberi kecukupan rezeki dan Allah jadikan ia qana’ah dengan apa didatangkan kepadanya”. (HR Muslim). Menurut pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhid ini, orang qanaah akan menerima apapun yang diberikan Allah SWT dengan rasa syukur. “Puas hatinya itu dengan Allah. Walaupun rumahnya kecil, kontrakan, puas. Walaupun kendaraannya sederhana, puas. Diberi apa saja, puas” terang Aa Gym. Aa Gym menepis anggapan apabila orang yang menerima apa adanya susah maju. “Justru karena dia qanaah, Allah menganggapnya bersyukur. Allah tambah. Walaupun tidak terpikirkan, tidak ingin, tapi kalau Allah memberi, maka tambah. Jadi qanaah itu tidak menghentikan pemberian Allah namun menambah,” tegas Aa Gym. Khalid Abu Shalih dalam buku Qanaah: Obat Anti Stres, menyebutkan ada beberapa manfaat yang didapat dari sifat terpuji ini, yaitu: Sifat qanaah menjadikan manusia merasa puas dan sadar atas takaran yang diberikan Allah SWT. Seperti disinggung Aa Gym, qanaah malah menambah rezeki dari Allah Ta’ala. Suatu hari telah datang Hakim bin Hizam ra kepada Rasulullah SAW, kemudian ia meminta kepada beliau dan beliau memberinya. Lalu beliau bersabda, “Wahai Hakim, sesungguhnya harta ini hijau dan manis. Barangsiapa mengambilnya dengan hati rela, akan diberkahi untuknya. Dan barangsiapa mengambilnya dengan hati yang sombong, tidak akan diberkahi baginya di dalam harta itu sehingga seperti orang makan yang tidak kunjung kenyang. Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang dibawah.” (HR. Muttafaq alaih). Orang dengan sifat qanaah akan senantiasa bersyukur dalam segala hal. Qanaah adalah gerbang dalam menunjukkan betapa banyaknya nikmat Allah SWT yang sudah diberikan kepada kita. Rasulullah SAW bersabda,”Jadilah orang yang wara’, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling ahli ibadah. Dan jadilah orang yang paling puas, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling bersyukur.” (Ditakhrij Al Baihaqi dan dishahihkan Al Albani). Dengan sikap qanaah, maka seseorang sudah berusaha untuk mencintai dan meyakini Allah SWT. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Zuhudlah di dunia, niscaya engkau akan dicintai Allah: dan zuhudlah dari apa yang ada di tangan orang, niscaya engkau akan dicintai orang.” (Ditakhrij Al Hakim dan Al Baihaqi, dishahihkan Al Albani). (yan) Baca juga :

Read More

Santri Diajak Menguasai Digital dengan Tradisi Jalur Pesantren

Tangerang — 1miliarsantri.net : Pondok pesantren saat ini menghadapi tantangan bagaimana mengisi media sosial dan perangkat digital sebagai ruang untuk memanusiakan manusia. Santri juga diajak mengisi ruang digital dengan beragam tradisi pesantren. Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani menilai, keterlibatan para santri di media sosial sangat penting untuk menjaga tradisi pesantrem sebagai lokomotif peradaban yang bersendikan nilai dan norma keagamaan yang kokoh. Pesan ini disampaikan M Ali Ramdhani saat memberi sambutan pada “Transformasi dan Penguatan Layanan Data Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam” yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kamis (21/12/2023), di Tangerang, Banten. Ramdhani mengatakan, kegiatan ini pada dasarnya merupakan bagian dari Program Transformasi Digital sebagai program prioritas Kementerian Agama yang telah dicanangkan oleh Menteri Agama Gus Yaqut Cholil Qoumas. “Berdasarkan perjalanan historis yang panjang, pesantren senantiasa mampu beradaptasi dengan berbagai dinamika perubahan. Maka, dunia pesantren jangan sampai menjadi lembaga yang dilindas oleh dinamika zaman,” terang Guru Besar UIN Bandung itu kepada 1miliarsantri.net, Kamis (28/12/2023). Dirjen Pendis menjelaskan, makna sebuah teknologi dianalogikan sebilah pisau, ketika digunakan oleh penjahat maka akan bernilai jahat. Sebaliknya, jika pisau digunakan oleh orang yang mengabdi di masyarakat, maka pisau tersebut akan bernilai baik. “Hadirnya internet, maka kita akan menyebut sebagai perangkat (washilah), sedangkan tujuan (ghayah) dari pendidikan kita adalah memanusiakan manusia. Maka washilah hari ini ada perangkat baru yang bisa digunakan oleh pesantren,” ungkapnya. Dhani, panggilan akrabnya, menyebutkan bahwa kehidupan harus selaras dengan dinamika zaman. Ia menyoroti, Youtube dahulu menjadi perangkat yang digunakan untuk mempromosikan lagu dan teater. Karena banyak penggunanya, kemudian ulama-ulama menilai tidak ada salahnya menggunakan Youtube sebagai media dakwah. “Hal yang sama perah dilakukan oleh Wali Songo yang menggunakan lakon-lakon wayang untuk mengenalkan agama Islam,” terang Dhani. Pihaknya berharap, kemampuan pesantren dalam beradaptasi dengan teknologi tetap terjaga. Salah satu indikatornya adalah penyelenggaraan pesantren terintegrasi dengan berbagai perkembangan teknologi. “Sejatinya kehadiran teknologi menjadi perangkat yang tidak terpisahkan bagi pesantren dalam menjalankan seluruh fungsinya, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat,” harapnya. Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Pendis juga mengungkapkan betapa negeri ini berutang banyak kepada pesantren sebagai soko guru terbentuknya Republik Indonesia. Jauh sebelum kemerdekaan, bangsa Indonesia tidak memperoleh akses pendidikan, karena pendidikan formal saat itu menjadi kemewahan dan hanya kelompok tertentu yang bisa mengakses pendidikan. Sedangkan pesantren saat itu sudah hadir dengan pendidikan yang khas. (yan) Baca juga :

Read More

Menelusuri Sejarah Hari Ibu dan Dilaksanakan nya Kongres Perempuan Pertama di Indonesia

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Di Indonesia setiap tanggal 22 Desember kita memperingati Hari Ibu. Di berbagai postingan status bisa dipastikan diwarnai dengan puja puji kita atas jasa dan pengorbanan ibu kita. Tidak lupa disertai doa penuh cinta dari anak kepada orang tua khususnya ibu. Tentu ini harus diapresiasi dihargai karena merupakan hal yang terpuji dan juga mulia. Tapi tahukah kita bahwa Hari Ibu ditetapkan oleh SK Presiden RI Sukarno no 316 16 Desember tahun 1959. Berdasarkan penghormatan atas Kongres Perempoean Pertama 22 Desember 1928 di Pendapa Djojodipoeran Yogyakarta yang sekarang dipakai sebagai Kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional DIY. Kongres tersebut yang pesertanya 1000 orang, tidak hanya dihadiri oleh para perempoean ibu-ibu, tapi tapi juga para gadis bahkan juga laki-laki sebagai peninjau. Kongres Perempoean pertama tersebut didorong oleh semangat Kaoem Perempoean atas kehidupan bangsa dan nasib perempuan pada masa itu. Semangat nasionalisme dan dorongan kepekaan atas masalah sosio kultural peran perempuan sangat menonjol. Ini bisa kita amati dengan judul pidato pidato pada Konggres tersebut. Melihat judul judul pidato diatas yang menjadi kepedulian perempoen pada waktu itu tidak hanya masalah domestik tapi juga masalah sosial, kultural bahkan kebangsaan. Perkara sekarang Hari Ibu lebih difokuskan pada seluruh pengorbanan hidup sosok ibu untuk anak dan keluarga dengan cinta seluas samudera. Tentu tidak bisa kita abaikan. Itu kongres perempoean, bahkan gadis-gadis pun yang belum jadi ibu ikut aktif terlibat. Pada waktu itupun usia misalnya Siti Mugaromah, Siti Soendari, Tien Sastrodiwirjo usianya masih 20-an tahun dan belum menjadi ibu. Masih relatif muda. Pada saat itu sudah jelas menunjukkan betapa perempuan Indonesia masa itu sudah berpikir dan bertindak melampaui jaman nya. Sadar atau tidak bahwa kehormatan manusia itu, tidak peduli laki laki atau perempuan, adalah dimilikinya kesadaran dan kebebasan dalam menentukan pilihan hidupnya. Memperingati hari ibu adalah memperingati hari perempuan. Memperingati hari MANUSIA dalam pengertian sadar menentukan pilihan pilihan hidupnya. (yus) Baca juga :

Read More

Ketika Peranan Orang Tua dan Komunitas Muslim Kuatkan Literasi Keagamaan Gen Z di Inggris

Malang — 1miliarsantri.net : Para Orang Tua dan komunitas muslim berperan sangat sentral dalam menguatkan literasi keagamaan bagi Gen-Z di Inggris sebagai penerus generasi muslim. “Keluarga dan komunitas muslim berperan sentral dalam menjaga dan memastikan sustainability dakwah dan syiar Islam di Inggris bagi Gen-Z sebagai generasi penerus muslim,” terang Dr. Mahmud bin Sayyed, Dosen Muslim di University of Warwick Coventry – UK, saat interview dengan Tim Riset UIN Malang dan Universitas PTIQ Jakarta, Minggu (24/12/2023). Mahmud menambahkan, Islamofobia bukanlah satu-satunya tantangan terbesar bagi Gen-Z Muslim di UK dalam menjalankan aktivitas keislaman mereka. Tim Riset UIN Malang dan Universitas PTIQ Jakarta kembali melanjutkan pengumpulan data riset dengan tema: “Religious Literacy and the Narratives of Religiosity of Gen-Z Muslims in Indonesia and the United Kingdom”, melalui interview dengan mahasiswa (Gen Z) Muslim maupun orang tua mahasiswa di kota Coventry dan Birmingham. Zakareya Alanisi, salah satu orang tua Gen Z asal Birmingham, mengatakan peran orang tua menjadi sangat penting dan bahkan prioritas bagi pendidikan dan pembelajaran keislaman Gen-Z di Inggris raya saat ini. “Kalau para orang tua Muslim di sini sudah punya bekal pengetahuan dan pendidikan keislaman yang cukup, itu akan menjadi benteng sekaligus pondasi kokoh atas pendidikan keluarga dan masyarakat muslim di Inggris,” ucap Zakariya. Salah satu gen-Z Muslim di Birmingham, Hamzah Kapadia, menyoroti pentingnya peran komunitas Muslim dalam pendidikan keislaman. Baginya, komunitas menjadi wadah penting untuk saling memperdalam ilmu agama, berbagi pandangan keagamaan, dan saling mengenal lebih dalam satu sama lain. Hamzah melanjutkan, komunitas Muslim yang saya ikuti saat ini menjadi wadah bagi pertukaran pengetahuan dan pengalaman keagamaan, menciptakan ruang interaktif yang mendukung pembelajaran keislaman yang lebih kaya dan mendalam. Devi Pramitha, salah satu anggota Tim Riset yang juga Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, mengatakan bahwa interview ditujukan untuk mendapatkan pemahaman mendalam bagi Generasi Z Muslim di Inggris akan pentingnya nilai-nilai keagamaan dalam memahami identitas dan pandangan hidup (way of life) di tengah dinamika modernitas, termasuk Islamofobia. Devi yang didampingi oleh Dito Alif Pratama Peneliti dari Universitas PTIQ Jakarta berharap output dan outcome dari riset ini adalah dapat membuka dialog konstruktif untuk terus mendukung upaya memperkuat pondasi keagamaan dalam menghadapi dinamika modernitas dan globalisasi bagi Generasi Z Muslim di Indonesia dan Inggris. Riset yang mengambil lokasi di Indonesia dan Inggris ini terselenggara atas support dan bantuan program Litapdimas, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI tahun anggaran 2023 untuk skema kolaborasi riset internasional. (fiq) Baca juga :

Read More