Kisah Arungbinang dan Cikal Bakal Menjadi Kota Kebumen

Kebumen — 1miliarsantri.net : Kisah Arungbinang di Kebumen ini dikutip Nusantara62 dari buku Cerita Rakyat Jawa Tengah, yang diterbitkan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah (2013). Berikut Kisah Arungbinang di Kebumen, Cerita Rakyat Jawa Tengah: Di wilayah Kebumen, nama Tumenggung Arungbinang menjadi tokoh yang melegenda. Tumenggung Arungbinang adalah cikal bakal bupati Kebumen yang memerintah secara turun temurun. Setelah meninggalnya Sultan Agung Hanyokrokusumo di tahun 1645, kekuasaan Mataram diserahkan kepada Sunan Amangkurat I. Sunan Amangkurat I bersifat otoriter, keras kepada siapa saja yang menentangnya. Keadaan ini menjadikan Mataram tidak menentu. Melihat kondisi kerajaan yang tidak menentu, para pemimpin Mataram, termasuk dewan penasihatnya, berjalan sendiri-sendiri. Ada yang setuju dan ada yang tidak setuju dengan kebijakan raja. Kelompok yang setuju hidup dengan nyaman tinggal di wilayah kerajaan. Kelompok yang tidak setuju, sebagian berdiam diri dan lainnya menyingkir ke luar kota supaya terhindar dari hukuman. Salah satu anggota dewan penasihat yang menyingkir adalah Pangeran Bumidirjo yang merupakan salah satu adik Sultan Agung Hanyokrokusumo. Pangeran Bumidirjo pergi ke arah barat. Tujuannya untuk menghindari pengejaran dan penangkapan petugas kerajaan. Salah satu caranya adalah dengan melepaskan seluruh jabatan dan pakaian kerajaan serta mengganti nama dirinya dengan sebutan Ki Bumi. Perjalanan Ki Bumi sampai ke wilayah Panjer yang saat itu dipimpin oleh Ki Gede Panjer II. Oleh Ki Gede Panjer II, ia diberi tanah di sebelah utara Sungai Luk Ulo untuk dijadikan tempat tinggal. Kepergian Pangeran Bumidirjo diketahui oleh Sunan Amangkurat I. la lalu mengirim utusan untuk mencari Pangeran Bumidirjo dengan tugas membawanya kembali ke Mataram. Perjalanan utusan itu sampai ke wilayah Panjer. Mereka menyebar orang untuk mencari informasi keberadaan Pangeran Bumidirjo. Akhirnya salah satu dari mereka pun menemukannya di wilayah Panjer. “Maafkan kami, Pangeran, Sunan Amangkurat menghendaki Pangeran kembali ke Mataram,” kata utusan tersebut. “Engkau pasti tahu, Prajurit. Aku tidak mungkin kembali ke Mataram selama Sunan Amangkurat masih bersikap sewenang- wenang” jawab Pangeran Bumidirjo atau Ki Bumi tegas. “Tetapi kami harus membawa Pangeran pulang” kata utusan itu lagi. “Pulanglah kalian! Sia-sia kalian membujukku kembali ke Mataram. Aku tidak mungkin kembali,” ucap Pangeran Bumidirjo. Utusan itu semakin bingung. Di satu sisi, sebenarnya ia sangat menghormati Pangeran Bumidirjo, namun di sisi lain ia juga takut dengan hukuman Sunan Amangkurat I jika pulang tanpa membawa hasil. Akhirnya karena takut dihukum mati, utusan tersebut memilih tidak kembali ke Mataram. la kemudian menjadi pengikut Pangeran Bumidirjo atau Ki Bumi. Karena sudah diketahui keberadaannya, Ki Bumi dan pengikutnya pindah ke arah timur dan sampai di Lerep. Sepeninggal Ki Bumi, pimpinan di daerah itu diserahkan kepada pembantu setianya, yaitu Diporejo, Basek, Tromo, Taman, Banar, Mangun, dan Ketug. Diporejo tinggal di rumah Ki Bumi, sedangkan yang lainnya tersebar di sekitarnya. Bekas tempat tinggal Ki Bumi dinamakan Kabumian. Awalan ka- dan akhiran -an itu dalam bahasa Jawa berarti tempat. Dengan demikian, kata kabumian berarti tempat Ki Bumi. Selanjutnya, Kabumian dalam lidah Jawa disebut Kabumen, atau Kebumen. Tempat tinggal Basek menjadi Kebasekan. Tempat tinggal Tromo menjadi Ketraman. Tempat tinggal Taman menjadi Ketamanan. Tempat tinggal Ba- nar menjadi Kebanaran. Tempat tinggal Mangun menjadi Ke- mangunan. Demikian pula tempat tinggal Ketug menjadi Ke- tugan. Sementara itu, dari Lerep Ki Bumi pindah ke Desa Lundong. Di desa ini ia tinggal sampai akhir hayatnya. Jenazahnya dimakamkan di Desa Lundong, Kecamatan Kutowinangun. Ki Bumi sendiri memiliki anak bernama Kyai Gusti, Nyai Ageng, dan Kyai Bekel. Kedudukan Ki Bumi digantikan oleh Kyai Bekel. Selanjutnya, Kyai Bekel berputra Kyai Ragil. Kyai Ragil berputra Ki Hanggayuda. Ki Hanggayuda ini menjadi demang di Kutowinangun. Anak Ki Bumi yang lain, yaitu Nyal Ageng kawin dengan Demang Wernagaya dari Wawar dan melahirkan dua orang putri. Putri yang pertama menjadi istri Demang Hanggayuda. Sefangkan Putri yang kedua menjadi istri Pangeran Puger dari Mataram. Dari perkawinan putri Nyai Ageng dengan Pangeran Puger itu lahirlah seorang anak laki-laki. Anak itu diberi nama Jaka Sangkrib yang semasa kecil nya diasuh oleh Demang Hanggayuda. Akan tetapi, karena memiliki penyakit kulit, Jaka Sangkrib dikucilkan oleh saudara-saudaranya. Akibat perlakuan itu, Jaka Sangkrib mengembara untuk menyembuhkan penyakitnya. Setelah mengalami berbagai peristiwa dan bertapa di perut kerbau serta mandi air Bejl Kuwarasan, ia sembuh dari penyakitnya. Setelah sembuh, Jaka Sangkrib melanjutkan pengembaraannya. la mengunjungi Gua Menganti, Karangbolong, Pantai Brecong, dan menyusuri pantal selatan untuk menambah ilmu kesaktiannya. Pengembaraan itu berakhir saat bertemu dengan ibunya di Kademangan Wawar. Jaka Sangkrib kemudian membantu memadamkan pemberontakan Demang Pekacangan terhadap Demang Hanggayuda di Kutowinangun. Beberapa saat kemudian, Jaka Sangkrib mengembara kembali dengan tujuan masuk ke istana Mataram. Pada waktu bertapa di Gunung Bulupitu, Jaka Sangkrib bertemu dengan Dewi Nawangwulan. Dewi Nawangwulan bersedia membantunya untuk bertemu dengan ayahnya di Mataram. Saat itu Pangeran Puger sudah menjadi raja di Mataram dengan gelar Sunan Paku Buwana I. Dewi Nawangwulan memberi cara kepada Jaka Sangkrib, yaitu dengan mencegat petugas pembawa upeti yang akan ke istana Mataram. Jaka Sangkrib juga berganti nama menjadi Surawijaya. Usaha ini berhasil melancarkan perjalanannya ke istana Mataram. Sebelum diakui sebagai keluarga istana, Surawijaya diminta memadamkan pemberontakan di Banyumas. Setelah berhasil memadamkan pemberontakan itu, Jaka Sangkrib atau Surawijaya diangkat menjadi Mantri Gradag dengan gelar Hangabehi Hanggawangsa. Selanjutnya, Hangabehi Hanggawangsa diberi gelar Tumenggung Arungbinang. Tumenggung Arungbinang memiliki jasa yang besar, salah satunya mencari tempat untuk memindahkan istana Mataram dari Kartasura. Sesuai dengan perhitungan, Tumenggung Arungbinang menetapkan Solo sebagai ibu kota yang baru. Dinasti Arungbinang berlangsung dalam delapan turunan. Arungbinang I dan Arungbinang II menjadi bupati Sewunumbakanyar di Surakarta. Arungbinang III menjabat bupati Gunung di Kutowinangun. Arungbinang IV-VIII menjadi Bupati Kebumen.(hen) Baca juga :

Read More

Hujan meteor Quadrantid Menghiasi Langit Malam

Jakarta — 1miliarsantri.net : Hujan meteor Quadrantid akan menghiasi langit malam pada 4 Januari 2023. Saat hujan meteor Quadrantid berlangsung, ada hingga 120 bintang jatuh per jam yang bisa terlihat di langit. Bintang jatuh pada dasarnya merupakan sekumpulan meteoroid yang membentur atmosfer bumi. Seperti dilansir Space pada Selasa (2/1/2024), partikel-partikel meteorid akan memanas dan menguap saat membentur atmosfer bumi. Proses tersebut akan melepaskan energi yang bisa terlihat seperti goresan cahaya di langit. Hujan meteor Quadrantid diyakini dipicu oleh debu dan serpihan di bagian dalam sistem tata surya. Debu dan serpihan tersebut berasal dari asteroid 2003 EH1 yang mengorbit matahari setiap 5,5 tahun waktu bumi. Menurut American Meteor Society, Quadrantid berpotensi menjadi hujan meteor terkuat di sepanjang 2024. Akan tetapi, puncak hujan meteor Quadrantid relatif pendek, hanya sekitar enam jam. Dengan durasi yang pendek, klimaks hujan meteor kemungkinan akan terjadi ketika matahari sudah bersinar. Saat puncak Quadrantid terjadi, umumnya ada sekitar 25 bintang jatuh per jam yang akan terlihat di langit gelap. Namun, puncak Quadrantid tahun ini berpotensi menghadirkan bintang jatuh yang lebih banyak, hingga 120 bintang jatuh per jam. Bintang jatuh memang paling mudah diamati saat langit gelap. Akan tetapi, kurang disarankan untuk berpergian mencari langit gelap demi mengamati hujan meteor Quadrantid kali ini, karena bulan diprediksi akan bersinar terang saat puncak Quadrantid berlangsung. Cahaya bulan yang menerangi langit akan membuat tampilan bintang jatuh menjadi lebih samar, meski Quadrantid dikenal kerap menghasilkan bintang jatuh yang sangat terang. Hujan meteor biasanya diberi nama berdasarkan konstelasi bintang yang paling dekat dengan arah munculnya hujan meteor tersebut. Hal ini juga berlaku untuk hujan meteor Quadrantid. Nama Quadrantid berasal dari konstelasi Quadrans Muralis yang saat ini sudah tak lagi dikategorikan sebagai konstelasi. Quadrans Muralis terletak di antara konstelasi Bootes dan Draco, dekat dengan bagian ujung dari handle konstelasi Big Dipper. Posisi ini membuat hujan meteor Quadrantid hanya bisa terlihat di belahan bumi utara, seperti di negara Amerika Serikat. EarthSky memprediksi bahwa puncak hujan meteor Quadrantid akan terjadi pada 4 Januari 2024, jam 07.53 pagi Waktu Standar Timur (EST) atau 19.53 WIB di tanggal yang sama. Di wilayah Amerika Utara, waktu terbaik untuk melihat Quadrantid adalah di jam 04.53 pagi EST atau 16.53 WIB. (wink) Baca juga :

Read More

Membaca Istighfar Ternyata Mampu Mengempaskan Kegundahan

Surabaya — 1miliarsantri.net : Istighfar merupakan salah satu dzikir yang mudah dilafazkan. Dengan membaca lafaz Astaghfirullah, hati akan menjadi tenang pada saat gundah, emosi bakan ditimpa musibah. Karena itu, tidak heran jika kita terbiasa membaca istighfar selepas menunaikan ibadah shalat. Memperbanyak membaca istighfar juga ternyata dapat menjadi jalan pembuka terhadap segala kemudahan urusan. Di dalam QS Hud ayat 52, Allah SWT berfirman tentang istighfar. “Dan (dia berkata): “Hai kaumku, beristighfarlah kepada Rabb-mu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan atasmu hujan yang sangat deras dan Dia akan menambahkan kekuatan pada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, Nabi Hud memerintahkan kaumnya untuk beristighfar (memohon ampun kepada Allah) agar dosa mereka dihapus dan apabila ampunan mereka diterima maka Allah akan memudahkan rezekinya, memudahkan urusannya, dan menjaganya. Dalam QS Nuh ayat 10-12, Allah juga menjanjikan akan memberikan rezeki kepada hamba-Nya yang memohon ampun.“Lalu aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. (Jika kamu memohon ampun), niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.” Imam Qurthubi mengatakan, ayat ini menunjukkan bahwa kita bisa meminta diturunkan rezeki dan hujan dengan melalui istighfar. Maka dari itu diperlukan kunci untuk membuka pintu rezeki tersebut. Rasulullah saw mengatakan, kuncinya adalah memperbanyak beristigfar. Dengan beristighfar, maka akan dibuka pintu-pintu rezeki itu, baik rezeki berupa harta, jodoh, anak, maupun rezeki kesehatan. Karena istighfar pada hakikatnya adalah memohon ampunan kepada Allah, sehingga dengan memperbanyak beristighfar, menjadi sarana kita untuk meraih ampunan-Nya. Tak hanya mendatangkan rezeki, membaca kalimat istighfar juga ternyata mampu mengempaskan kegundahan dan menghadirkan solusi atas masalah-masalah duniawi. Di dalam salah satu hadis dikatakan bahwa Abdullah bin Abbas ra berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa senantiasa beristigfar, niscaya Allah akan menjadikan baginya kelapangan dari segala kegundahan yang menderanya, solusi dari segala kesempitan yang dihadapinya dan Allah memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka,” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, dan al Baihaqi). Istighfar juga akan membuat seseorang keluar dari kesedihannya hingga mendatangkan rezeki dari arah yang tidak terduga.“Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas dan sanadnya dinilai shahih oleh al-hakim serta Ahmad Syakir). Dengan beristighfar, maka akan dibuka pintu-pintu rezeki itu, baik rezeki berupa harta, jodoh, anak, maupun rezeki kesehatan. Karena istighfar pada hakikatnya adalah memohon ampunan kepada Allah, sehingga dengan memperbanyak beristighfar, menjadi sarana kita untuk meraih ampunan-Nya. Ibnu Taimiyah pernah bercerita, ketika dirinya tengah mengalami kebuntuan maka dia akan melakukan istighfar kepada Allah sebanyak 1.000 kali. Menurut dia, dengan beristighfar, Allah akan membukakan jalan keluar. Salah satu sebab ketenangan hati dan pikiran adalah dengan beristighfar kepada Allah. Karena, banyak hal yang dianggap berbahaya padahal sesungguhnya mendatangkan manfaat. Imam Ahmad dalam kitab Al-Musnad menjelaskan bahwa Allah tidak akan memberlakukan sebuah qadha kepada hambaNya, kecuali itu menjadi kebaikan kepadanya. Ibnu Taimiyah bahkan sempat ditanya tentang qadha keburukan: “Sampai pun dengan kemaksiatan? Apakah qadha juga berlaku?” Kemudian Ibnu Taimiyah menjawab, “Ya, jika maksiat itu dibarengi dengan taubat dan penyesalan. Beristighfar dan dilanjutkan dengan kesadaran.” Allah SWT dalam Alquran Surat An-Nisa penggalan ayat 64 berfirman: “… wa lau annahum idz zhalamu anfusahum jaa-uka fastaghfarullaha wastaghfara lahumurrasulu la wajadullaha tawwaban rahima.” Yang artinya, “Sekiranya mereka menzalimi dirinya, maka mereka datang kepadamu (wahai Muhammad), lalu memohon ampun kepada Allah SWT. Dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Mahapenerima taubat lagi Maha Penyayang.” (yat) Baca juga :

Read More

Teroris Israel Hancurkan Situs Bersejarah Ribuan Tahun di Palestina

Gaza — 1miliarsantri.net : Hampir tiga bulan lamanya teroris Israel membombardir Jalur Gaza. Pengeboman tersebut tidak hanya menciptakan duka bagi warga sipil, namun juga menghancurkan sejumlah situs bersejarah. Dalam tayangan Aljazeera, Ahad (31/12/2023), terlihat sejauh mana kerusakan yang terjadi pada situs-situs bersejarah di Kota Gaza akibat serangan langsung Israel terhadap tempat-tempat terkenal dan bersejarah di wilayah Gaza. Video ini memulai tampilannya dengan menunjukkan bagaimana Hammam As-Samra, tempat bersejarah di Jalan Omar Al-Mukhtar di Kota Gaza, menjadi puing-puing yang terselimuti debu akibat serangan jet tempur Israel. Hammam As-Samra adalah situs bersejarah yang memiliki nilai sejarah, berfungsi sebagai tempat perawatan kesehatan dan area rekreasi vital bagi warga yang terkepung di Gaza. Hammam ini adalah satu-satunya hammam bersejarah yang masih ada dari masa Kesultanan Utsmaniyah, dibangun dan direnovasi sekitar 865 tahun yang lalu, menurut pernyataan Yusuf Al-Wazir, pejabat administratif Hammam As-Samra. Di tengah video, tampak jejak kerusakan yang signifikan di Masjid Al-Omari Al-Kabir, yang menjadi sasaran oleh pasukan Israel. Mereka menyerang menara masjid, lapangan, ruang sejarah, dan koleksinya. Masjid Al-Omari Al-Kabir adalah salah satu masjid tertua dan terkemuka di Gaza. Didirikan pada masa Khalifah Umar bin Khattab, masjid ini merupakan yang ketiga terbesar di Palestina setelah Masjid Al-Aqsa dan Masjid Ahmad Pasha Al-Jazzar. Sebelumnya, masjid ini adalah kuil pada zaman Romawi, dan setelah penaklukan Islam, berubah menjadi gereja sebelum akhirnya menjadi salah satu masjid utama di Gaza. Kemudian, kerugian tragis sejarah di Istana Al-Basha di lingkungan Al-Daraj. Seluruh fasilitasnya mengalami kerusakan dan kehancuran karena serangan Israel. Istana ini, yang menggabungkan dua bangunan dari periode Mamluk (1260-1516) dan Ottoman (1516-1917), menyimpan museum yang memamerkan artefak unik dari zaman “Yunani, Romawi, Bizantium, dan Islam.” Ribuan pengunjung mengunjungi istana ini setiap tahun. Menteri Kebudayaan Palestina menyatakan bahwa serangan Israel di Gaza telah sepenuhnya menghancurkan satu-satunya hammam bersejarah yang tersisa di wilayah tersebut, yang memiliki sejarah hampir seribu tahun. Pihak berwenang di Jalur Gaza telah menyerukan kepada UNESCO dan organisasi internasional lain yang peduli terhadap perlindungan situs-situs bersejarah dan budaya untuk mengutuk serangan yang disengaja oleh tentara Isael terhadap situs-situs bersejarah dan bersejarah di Gaza. Lebih dari 200 situs bersejarah telah menjadi target Israel, yang berasal dari berbagai zaman, mencerminkan akar budaya dan warisan bangsa Palestina. (zul) Baca juga :

Read More

Komisi Ukhuwah MUI Refleksikan 5 Hal untuk Direnungkan di Tahun 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Komisi Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) merefleksikan pergantian tahun dengan mengeluarkan lima poin utama untuk direnungkan umat Islam. Kelima poin yang dirumuskan dalam Rapat Kerja Komisi Ukhuwah MUI itu disampaikan secara terbuka melalui keterangan tertulis pada 29 Desember 2023 M atau bertepatan 16 Jumadil Akhir 1445 H. “Dengan senantiasa memohon ridha dan rahmat Allah SWT, Komisi Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI), di akhir tahun 2023 ini, menyampaikan hal-hal sebagai berikut,” demikian disampaikan Sekretaris Komisi Ukhuwah MUI Drs H Saiful Bahri. Lima hal tersebut diuraikan sebagaimana berikut: Baca juga :

Read More

Palestina Menjadikan 2023 Sebagai Tahun Paling Mematikan

Gaza — 1miliarsantri.net : Biro Pusat Statistik Palestina menyebut jumlah kematian warga Palestina di tahun 2023 lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sejak 1948. Kantor berita Xinhua mencatat, terdapat 22.404 warga Palestina tewas pada 2023, dimana 22.141 di antaranya meninggal dunia akibat konflik Israel-Hamas di Gaza yang terjadi sejak 7 Oktober 2023 lalu. Angka itu, menurut laporan biro, 98 persen korban jiwa warga Palestina berada di Gaza, dengan korban hampir 9.000 anak-anak dan 6.450 perempuan. Sementara di Tepi Barat, ada 319 warga Palestina yang tewas sejak konflik 7 Oktober lalu. Melansir The Siasat Daily, Senin (01/01/2024), Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan bahwa rakyatnya akan tetap teguh dan mematuhi hak-hak sah dan tidak akan menerima penggusuran dari tanah mereka. Dalam sebuah pernyataan yang menandai peringatan 59 tahun berdirinya gerakan Fatah, Abbas mengatakan Otoritas Palestina, yang dipimpinnya, tidak akan menyerahkan satu inci pun wilayah mereka, dan tidak akan mengabaikan tanggung jawabnya terhadap Gaza. Solusi militer, kata Abbas, alih-alih membawa perdamaian dan keamanan malah akan mengganggu stabilitas kawasan dan seluruh dunia. Abbas pun menyerukan solusi politik berdasarkan hukum dan resolusi internasional yang mengakui hak kebebasan dan kemerdekaan rakyat Palestina. (zul) Baca juga :

Read More

Alquran Mengabadikan Satu Kata Diduga Bermakna Kapur Barus

Surabaya — 1miliarsantri.net : Di kalangan mufasir ditemukan keragaman penjelasan tentang istilah kafur dalam Alquran. Allah SWT berfirman: إِنَّ الْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِنْ كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا “Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur.” Sebagian mengatakan bahwa yang dimaksud memang sejenis wewangian seperti yang dikenal umum. Akan tetapi, mufasir lain berpendapat bahwa kafur yang dimaksud dalam ayat itu adalah nama diri (proper name) sebuah mata air di surga, sebagaimana ditafsirkan oleh ayat berikutnya (al-Insan ayat 6). Menurut versi ini, kafur bukan sejenis wewangian. (lihat: Tafsir ath-Thabari juz 24 hal 93, Tafsir Ibnu Katsir juz 8 hal 287, dan Al-Tahrir wa al-Tanwir juz 15 hal 463-464, Mufradat Alfazh Alquran hal 350 entri kafa-ra, Lisân al-‘Arab juz 5 hal 144 entri kafa-ra). Seandainya yang dipilih dari tafsir di atas adalah makna pertama, yaitu sejenis wewangian, persoalan berikutnya adalah mengenai jenis dan muasal wewangian ini. Sejauh ini, para mufasir belum menjelaskan secara rinci dari manakah produk wewangian ini berasal. Hanya Thahir Ibnu Asyur, mufasir Mesir kontemporer, dalam Al-Tahrir wa al-Tanwir (Juz 15 hal 463) yang memberikan penjelasan agak panjang mengenai identitas kafur ini. Menurutnya, “Kafur adalah sejenis minyak yang diambil dari pohon yang bunganya seperti mawar. Pohon ini tumbuh di China dan Jawa. Pohon ini dapat diproduksi (menjadi wewangian) apabila sudah berumur lebih kurang 200 tahun. Kayunya dipanaskan kemudian diambil minyaknya yang disebut kafur.” Keterangan Thahir Ibnu Asyur di atas cukup menarik. Ia menyebut langsung tempat asal kafur, yaitu China dan Jawa. Bila yang dimaksud “Jawa” adalah pulau Jawa tentu tidak tepat, karena Jawa tidak dikenal sebagai penghasil kapur barus. Sangat mungkin bahwa yang dimaksud “Jawa” oleh mufasir ini adalah kawasan Melayu atau Asia Tenggara. Dalam berbagai sumber sejarah, orang-orang Arab sampai awal abad ke-20 menyebut orangorang Melayu yang datang atau bermukim di Arab sebagai orang Jawa, tidak peduli apakah dia dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bima, Semenajung Malaysia, atau dari kawasan mana pun di Asia Tenggara. Oleh sebab itu, bila dispesifikkan sangat mungkin yang dimaksud Thohir Ibnu Asyur adalah Barus di Sumatra. Bila penjelasan ini benar, cukup masuk akal apabila disimpulkan bahwa Sumatra (nusantara) memang sudah dikenal baik oleh Nabi SAW. Cukup masuk akal juga apabila Rasulullah SAW, yang dikenal memiliki pengetahuan geopolitik yang baik, menganjurkan kepada para sahabatnya untuk datang ke wilayah ini. “The prophet was also a statesman and his knowledge of the region obtained from Arab seafarers who had been there would surely have been sufficiently obvious for him to urge the sending of missionaries there to convert the peoples of the region to Islam in order to secure Muslim economic domination as a world power.” Dan apabila ini benar, semakin kuatlah argumen yang menyatakan bahwa Islam telah tersebar di Indonesia sejak abad ketujuh, seperti ditemukan dalam catatan dari zaman Dinasti Tang (671), yang menyebut bahwa di Pantai Barat Sumatra telah ditemukan permukiman orang-orang Arab yang penguasanya adalah dari kalang an mereka sendiri (Arab). Prof Syed M Naquib al-Attas, Historical Fact and Fiction (UTM, 2011) mengatakan istilah ini dapat menjadi petunjuk bahwa Nabi SAW sudah cukup mengenal baik wilayah nusantara. Kafur (kamper atau kapur barus), menurut al-Attas, adalah salah satu produk unggulan dari Timur jauh yang sudah dikenal baik oleh masyarakat Arab pada masa Nabi SAW, bahkan jauh sebelumnya. Telah dikenal pula bahwa kafur terbaik berasal dari Fansur (Barus), suatu daerah di pantai barat Sumatra, yang sekarang termasuk wilayah Sumatra Utara. Istilah kafur sendiri disinyalir al-Attas berasal dari bahasa Arab kafara yang artinya ‘tertutup’ atau ‘menutup’ (to cover). Dinamakan demikian karena bahan kafur (kapur barus) adalah getah pohon yang berada di balik kulitnya hingga tertutup dari pandangan manusia. Untuk mendapatkan getahnya, terlebih dahulu kulitnya harus disingkap. Oleh sebab itu, kemudian dinamakanlah produk ini dalam bahasa Melayu sebagai ‘kapur’, sebagai adaptasi dari istilah yang diberikan oleh orang Arab, kafur. Karena kapur terbaik berasal dari Barus, kemudian produk ini di kawasan Melayu lebih dikenal dengan istilah ‘kapur barus’. Seperti umum diketahui, kapur barus (kafur) digunakan sebagai wewangian. Apabila analisis ini benar, hampir bisa dipastikan bahwa pada zaman Nabi SAW wilayah Sumatra sudah dikenal baik sampai ke negeri Arab sana. Tidak menutup kemungkinan pula bahwa Nabi SAW pun sudah mengenalnya. Oleh sebab itu, bila ada berita bahwa Beliau menganjurkan kepada sahabatnya untuk menyebarkan Islam ke kawasan ini, seperti yang terdapat dalam Hikayat Raja Pasai, itu menjadi masuk akal. Atas dasar ini, al-Attas masih menyimpan dugaan kuat bahwa bisa jadi cerita dalam Hikayat Raja Pasai itu benar, sekali pun sampai saat ini riwayat tepercaya dari sumber Arab sezaman belum ditemukan. Dalam hikayat itu diceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah menganjurkan para sahabatnya untuk menyebarkan Islam ke suatu tempat yang bernama Samudra. Samudra yang dimaksud adalah salah satu wilayah di Pulau Sumatra. (yat) Baca juga :

Read More

Gus Ipul : Pemberhentian Ketua PWNU Jatim Jangan Dibesar-besarkan

Surabaya — 1miliarsantri.net : Sekjen Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf meminta persoalan pemberhentian KH Marzuki Mustamar dari jabatannya sebagai Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) tidak dibesar-besarkan. “Enggak usah dibesar-besarkan. Ini adalah masalah internal, dan proses-prosesnya dicoba secara internal dan sudah melalui proses yang sangat panjang sekali. Orang lain juga jangan ikut mengomentari kalau memang nggak ada urusannya,” terang Saifullah Yusuf kepada 1miliarsantri.net, Ahad (31/12/2023). PBNU menilai, Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang itu tidak menjalankan fungsi dan perannya hingga permasalahan jadi berlarut-larut. Salah satunya, tidak mampu menyelesaikan permasalahan di Pengurus Cabang NU Kabupaten Jombang. “Di Pengurus Cabang NU Kabupaten Jombang itu penyelesaiannya berlarut-larut sampai ke pengadilan karena PWNU tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kita melihat ada paling tidak tanggung jawab yang kurang dari wilayah (PWNU Jatim), dalam hal ini oleh ketua wilayah (KH Marzuki Mustamar),” ungkapnya. Wali Kota Pasuruan ini menepis bahwa pemberhentian KH Marzuki Mustamar dari jabatan Ketua PWNU Jatim terkait pilihan politik. Belakangan beredar isu bahwa KH Marzuki Mustamar dicopot karena mendukung paslon Capres-Cawapres tertentu dalam Pilpres 2024. “Bukan karena faktor politik. Ini karena semata-mata soal miss manajemen dan beberapa yang lain,” sebut Saifullah Yusuf. Pria yang akrab disapa Gus Ipul dengan tegas menyatakan, PBNU juga tidak pernah memaksakan kehendak politik apapun kepada para pengurus dan kadernya. Pihaknya membebaskan sesuai pilihan serta hati nurani masing-masing. “Jadi di NU ini bebaslah, mau milih siapa saja silakan sesuai dengan hati nurani. Kita enggak akan memaksa orang,” pungkasnya. (har) Baca juga :

Read More

Ketika Sultan Agung Mataram Merenungkan Pilihan ‘Sunat atau Mati’ untuk Tawanan

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Para utusan Kompeni yang pernah bertemu dengan Sultan Agung menggambarkan Raja Mataram itu dalam catatan-catatan mereka. Ada yang menyebut Sultan Agung memiliki keingintahuan yang tinggi, seperti singa ketika melihat sekeliling, lamban berbicara, tetapi bersifat tegas. Ketika pilihan “sunat atau mati” yang diberlakukan Sultan Agung terhadap para tawanan diprotes oleh juru mudi kapal Kompeni yang juga menjadi tawanan, Sultan Agung merenungkan isi protes itu. Para tawanan yang sedang dijemur itu kemudian diperintahkan untuk duduk di tempat yang teduh. “Ini sudah merupakan tanda pengampunan. Kemudian ia bertanya kepada apakah mereka bersedia dikhitan bila hidup mereka diperpanjang satu bulan,” tulis HJ de Graaf. Para tawanan itu lalu menyampaikan rasa terima kasihnya karena tidak jadi dihukum mati hari itu. Namun mereka tetap menyatakan memilih mati daripada harus disunat. Setelah satu bulan berlalu, ketika putusan hukuman mati belum dilakukan, para tawanan itu melarikan diri. Tetapi mereka tertangkap. Mendengar adanya tawanan yang berusaha melarikan diri, Sultan Agung meminta nama-nama mereka. Setelah membaca nama-namanya, pandangan Sultan Agung menerawang ke atas. Lalu berkata, “Orang Belanda tidak bersalah, tetapi orang-orang saya yang ditahan di Jakatra yang tidak berusaha datang kembali pada saya itu yang salah.” Lalu Sultan Agung memerintahkan agar orang-orang Belanda yang menjadi tawanan itu dijaga baik-baik. Adalah Abraham Verhulst, orang Belanda yang menjadi salah satu tawanan Mataram, yang membuat Sultan Agung merenugkan ketetapannya terhadap tawanan. Ia merupakan anak muda yang menjadi juru mudi kapal Kompeni. “Apakah agama Islam mengajarkan membunuh atau mengkhitan seseorang yang membawa hadiah bagi Raja, yang mencari damai dan yang ingin menganggap Raja sebagai sahabatnya? Raja akan berbuat aib di kalangan semua raja Islam, sebab ini bukan dalam keadaan perang,” kata Verhulst. Verhulst menyampaikan menyampaikan kata-kata protesnya itu kepada juru bahasa. Ia meminta juru bahasa meneruskannya kepada Sultan Agung. “Siapakah orang Belanda yang melarang saya berbuat demikian?” tanya Sultan Agung. “Seorang Belanda yang tidak mau dikhitan,” jawab pejabat keraton yang menyampaikan protes Verhulst kepada Sultan Agung. Lebih dari sebulan kemudian, Verhulst termasuk tawanan yang tertangkap ketika hendak melarikan diri pada 1632. Sejak 1631, Mataram memiliki tawanan orang-orang Belanda mencapai 83 orang. Verhulst dan kawan-kawan mencoba melarikan diri ketika ia dipekerjakan di kepabeanan Trayem, di perbatasan Kedu-Yogyakarta sekarang. Setelah upaya pelariannya itu, Verhulst dan kawan-kawan kemudian dipasung di dalam tahanan. Pada Januari 1635, pasung Verhulst dilepas. Bersama 10 tawanan lainnya ia dipekerjakan di kepabeanan Jogoboyo. Di kepabeanan inilah kemudian ia sukses melarikan diri bersama kawan-kawannya pada pukul tiga dini hari, Mei 1636. Ia bisa mencapai Banten, menggunakan perahu lewat laut selatan. Perahu mereka sempat terbalik, tetapi mereka bisa membalikkannya lagi. “Dari sebatang bambu dan bahan kain mereka membuat layar darurat dan melanjutkan perjalanan,” tulis De Graaf. (mif) Baca juga :

Read More

Masjid Al Akbar Surabaya Memiliki Galeri Sarung yang Bisa Dijadikan Tempat Nyangkruk

Surabaya — 1miliarsantri.net : Jika anda berkunjung ke Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), kini masjid tersebut memiliki “Galeri Sarung” yang merupakan kolaborasi antara BUMM (Badan Usaha Milik Masjid/MAS) dengan official store Behaestex untuk menempatkan galeri di area Masjid Al-Akbar Surabaya atau di samping Menara 99m. “Selain memperluas jaringan retail untuk produk Sarung BHS dan Sarung Atlas, kami mendirikan galeri itu untuk memudahkan masyarakat Surabaya dan sekitarnya, untuk mencari produk Sarung BHS dan Sarung Atlas,” terang Manager Marketing PT Behaestex, Nur Yahya, Ahad (31/12/2023). Selain itu, pihaknya mendirikan Galeri Sarung di Masjid Al-Akbar Surabaya karena MAS merupakan salah satu masjid terbesar di Jawa Timur yang banyak dikunjungi jamaah dari berbagai daerah, bahkan pengunjung dari luar negeri. “Produk yang tersedia di Galeri Sarung terdiri dari brand Sarung BHS dan Sarung Atlas dari berbagai kelas produk sarung tenun, seperti BHS Cosmo, BHS Infinity, BHS Excellent, BHS Royal, BHS Signature, dan BHS Masterpiece,” ungkapnya. Selain sarung, BHS juga menjual produk baju muslim, songkok, baju jacquard batik, serta merchandie Sarung BHS, sedangkan produk Sarung Atlas juga menjual berbagai motif sarung tenun, baju muslim, songkok, dan sarung junior. “Dengan membeli di Galeri Sarung, maka Galeri Sarung MAS sebagai official store Behaestex akan membuat pengunjung bisa menemukan produk-produk paling terbaru. Selain itu, pengunjung pun bisa merasakan pengalaman belanja dengan melihat produk lebih detail serta mendapatkan harga diskon,” lanjutnya. Ia menambahkan Galeri Sarung dibuka setiap hari mulai pukul 05.00 WIB sampai 18.00 WIB. Di samping Galeri Sarung juga ada Taman Genzi MAS yang sekakigus bisa dipakai menjadi tempat cangkruk atau ngopi. (har) Baca juga :

Read More