Akibat Pernyataan Boikot Produk Israel, Mc Donald’s Mengalami Penurunan Drastis

Jakarta — 1miliarsantri.net : CEO McDonald’s Chris Kempczinski mengungkapkan bahwa jaringan makanan cepat saji di Timur Tengah dan seluruh dunia terkena dampak seruan boikot untuk mendukung Gaza. “Saya menyadari bahwa beberapa pasar di Timur Tengah dan beberapa pasar di luar kawasan mengalami dampak bisnis yang berarti akibat perang dan misinformasi terkait yang mempengaruhi merek seperti McDonald’s,” terang CEO tersebut dalam postingan di LinkedIn. Menurutnya ini sangat mengecewakan dan tidak berdasar. Di setiap negara tempat beroperasi, termasuk negara-negara Muslim, McDonald’s dengan bangga diwakili oleh pemilik-operator lokal yang bekerja tanpa kenal lelah untuk melayani dan mendukung komunitas mereka sambil mempekerjakan ribuan warganya. Melansir Al Arabiya, Rabu (10/1/2024), McDonald’s mengalami dampak terparah setelah cabangnya di Israel mengunggah di media sosial membagikan ribuan makanan gratis kepada tentara Israel. Setelah unggahan tersebut, waralaba McDonald’s di Uni Emirat Arab, Kuwait, Yordania, Mesir, Oman, Arab Saudi, dan Lebanon mengeluarkan pernyataan yang menyangkal hubungan mereka dengan waralaba Israel. Bahkan, beberapa diantaranya menjanjikan sumbangan ke Gaza. Bisnis McDonald’s di Mesir mengalami penurunan penjualan yang signifikan hingga 70 persen pada Oktober-November dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Mayoritas pemegang waralaba McDonald’s di Timur Tengah dan Afrika Utara menerbitkan pernyataan solidaritas untuk Palestina pada awal kampanye militer Israel di Gaza, dan banyak di antara mereka yang berjanji untuk menyumbang di wilayah tersebut. “Sehubungan dengan pemberitaan bahwa McDonald’s di Israel menyumbangkan makanan. Kami menegaskan bahwa ini adalah keputusan individu mereka. Baik McDonald’s global, kami, maupun negara lain tidak memiliki peran atau hubungan dengan keputusan tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung,” kata waralaba McDonald’s di Arab Saudi dalam sebuah pernyataan. Kampanye boikot yang digaungkan berhasil menghantam sejumlah merek, seperti Starbucks dan KFC, yang diduga mendukung atau memiliki hubungan keuangan dan berinvestasi dengan Israel. Jaringan kopi tersebut menjadi target kampanye boikot setelah menggugat Starbucks Workers United yang mengunggah dukungan untuk Palestina. Seperti diketahui, imbas dari invasi udara dan darat Israel di Jalur Gaza, seruan boikot beredar luas di media sosial. Aktivis pro-Palestina menyerukan untuk menghindari merek pro Israel dan menggantinya dengan membeli produk alternatif lokal. (yan) Baca juga :

Read More

Kemenag Salurkan Bantuan Kepada 381 Madrasah di Daerah Tertinggal dan Perbatasan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama (Kemenag) menyalurkan bantuan kepada sejumlah madrasah di dearah tertinggal dan perbatasan. Bantuan ini diberikan pada akhir Desember 2023. Ada 160 madrasah di daerah tertinggal dan 122 madrasah di daerah perbatasan yang mendapat bantuan Madrasah tersebut antara lain tersebar di Provinsi Kalimantan Barat, Papua, NTT, NTB, Maluku Utara, Kepulauan Riau, Lampung, dan Papua Barat. Kemenag juga memberikan bantuan untuk 84 madrasah penyelenggara pendidikan inklusi dan 15 madrasah rintisan unggulan. Total ada 381 madrasah penerima bantuan. Jumlah bantuan yang diterima untuk masing-masing lembaga adalah Rp. 200.000.000 untuk MI, MTs dan MA dan Rp. 100.000.000 untuk RA. Direktur Jenderal Pendidikan Islam, M. Ali Ramdhani mengatakan, bantuan disalurkan sesuai petunjuk teknis. Itu dilakukan agar seluruh prosesnya berjalan secara profesional, bersih dari korupsi, dan tidak ada konflik kepentingan. “Harus ada pertanggungjawaban yang jelas dari satuan kerja penerima bantuan. Semua harus tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dan berpedoman pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” jelas Kang Dhani—sapaan akrab M. Ali Ramdhani. Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah, M. Sidik Sisdiyanto, menambahkan bantuan ini diberikan sesuai kebutuhan madrasah yang berada di daerah tertinggal dan perbatasan, serta madrasah penyelenggara pendidikan inklusi dan rintisan madrasah unggulan. “Bantuan tersebut difokuskan penggunaannya untuk pembelian alat media pembelajaran, rehab ringan, sanitasi, alat permainan edukatif dan alat pendidikan inklusi,” sebutnya. Bantuan ini, kata Sidik, merupakan upaya optimalisasi atas sisa penyaluran dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) pada Madrasah dan Bantuan Operasional Pendidikan Raudlatul Athfal (BOP RA) 2023. Optimalisasi ini dilakukan agar bantuan BOS pada Madrasah dan BOP RA ini bisa dirasakan oleh masyarakat secara optimal sehingga bisa meningkatkan mutu pembelajaran. (wink) Baca juga :

Read More

Pemerintah Indonesia akan Suarakan Nasib Palestina di Mahkamah Internasional 19 Februari

Bandung — 1miliarsantri.net : Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia akan terus berjuang untuk Palestina. Pada 19 Februari, Indonesia akan memperjuangkan nasib Palestina di Mahkamah Internasional. ‘’Di Mahkamah Internasional pada 19 Februari, saya akan datang mewakili Pemerintah Indonesia,’’ terang Menlu Retno Marsudi dalam acara Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI (PPTM) 2024 di Gedung Merdeka, Bandung, Senin (8/1/2024). Menlu Retno menambahkan dirinya akan menyampaikan pernyataan lisan untuk mendukung Mahkamah memberikan Advisory Opinion perkuat posisi hukum Palestina. ‘’Intinya, PBB tidak boleh melupakan perjuangan Bangsa Palestina baik secara politik maupun hukum internasional,’’ tegasnya. Sebagaimana diketahui, akibat serangan zionis Israel, dipastikan 22.722 warga Palestina mati syahid dan 58.166 lainnya terluka dalam serangan sejak 7 Oktober 2023. Di pihak apartheid Israel, jumlah korban tewas mencapai 1.139 orang. Juru bicara Pertahanan Sipil Palestina menyebut 8.000 warga Gaza hilang. Mereka diduga terkubur di bawah bangunan yang runtuh akibat aksi brutal dan biadab pengeboman Israel. Israel beralasan melakukan aksi brutal untuk membalas aksi Badai Al Aqsa. Pada 7 Oktober 2023, Hamas melancarkan infiltrasi ke wilayah Israel dalam sebuah operasi jenius bernama ‘Badai Al Aqsa’. Aljazeera menyebut serangan besar-besaran itu dimulai sekitar pukul 06.30 waktu setempat. Hamas melancarkan serangan fajar saat kaum Yahudi merayakan hari raya Simchat Torah. Hal yang berulang kali dilakukan Israel ketika Muslim Palestina menunaikan ibadah puasa Ramadhan dan bahkan merayakan hari raya Idul Fitri. Kala itu pejuang Hamas menembakkan 5.000 roket ke wilayah selatan Israel dalam serangan awal. Ternyata serangan roket itu hanya berfungsi sebagai pengalihan untuk infiltrasi ke berbagai titik di wilayah Israel. Pada pukul 07.40 waktu setempat, pejuang bersenjata Hamas berhasil menerobos masuk melalui penghalang keamanan yang memisahkan Gaza dan Israel. Satu tentara Hamas terekam terbang dengan parasut bermotor. Ada juga pejuang Hamas yang menggunakan perahu motor menuju Zikim, sebuah kota pesisir Israel, yang memiliki pangkalan militer. Anggota Hamas dengan mengendarai enam sepeda motor menerobos lubang penghalang logam, sementara sebuah buldoser merobohkan sebagian pagar. Operasi Badai Al Aqsa yang berlangsung sukses itu tercatat sebagai serangan paling akbar yang diderita Israel sejak Perang Yom Kippur pada 1973. Pada 50 tahun silam, pasukan Mesir dan Suriah melancarkan serangan selama hari raya Yahudi Yom Kippur dalam upaya untuk merebut kembali wilayah yang diambil Israel selama konflik singkat pada 1967. (den) Baca juga :

Read More

Ketika Nabi Adam Sempat Lakukan Kesalahan ke Setan

Surabaya — 1miliarsantri.net : Sebelum Nabi Adam AS dan keturunannya diturunkan ke bumi dan diberikan amanah sebagai khalifah, dia hidup di surga bersama sejumlah makhluk Allah. Namun siapa sangka? Nabi Adam justru berbuat beberapa kesalahan. Sebagai umat pertama di muka bumi, Nabi Adam tak luput dari kesalahan. Salah satu kesalahan Nabi Adam yang langsung ditegur Allah adalah di saat dia menatap iblis dengan hina. Allah SWT telah mengariskan takdir-takdir makhluk-Nya. Namun demikian, makhluk itu sendiri-lah yang harus mencari jalan nasibnya untuk menemui takdir. Nabi Adam diciptakan Allah dengan takdir-Nya, yang mana kebaikan harus ditempuh selama menuju takdir tersebut. Seyed G Safavi dalam bukunya berjudul Struktur dan Makna Matsnawi Rumi menjelaskan, terdapat pesan utama batiniah yang disampaikan Jalaluddin Rumi dalam kitab Matsnawi-nya. Yakni pada bab kelima di episode Adam yang menatap dengan penghinaan kepada iblis. Nabi Adam langsung mendapat teguran keras dari Allah dan membuatnya segera memohon ampunan kepada Allah. Seandainya Allah berkehendak, Dia bisa saja mempermalukan 100 Adam dan membuat 100 iblis berbalik masuk Islam. Namun Nabi Adam justru disadarkan akan tempatnya yang sesungguhnya. Hal sikapnya itu mengandung pesan yang jelas bagi salik bahwa kurangnya atau tiadanya kerendahan hati merupakan masalah khusus bagi nafs muthmainah (jiwa yang tenang). Dalam Matsnawi, Rumi mengakhiri bab kelima dengan untaian doa permintaan tolong. Bab tersebut juga diakhiri dengan sebuah ungkapan, “Segalanya selain Allah adalah kosong dan sia-sia. Rahmat Allah adalah awan yang mencurahkan karunia secara terus-menerus.” Ketika setan melakukan kesalahan dengan mengolok-olok terciptanya manusia, Allah SWT memerintahkan setan untuk bersujud kepada Nabi Adam. Namun bukannya memenuhi perintah Allah, setan justru membangkang dan rela terusir dari surga untuk selama-lamanya akibat kesombongannya. Itulah kesalahan besar yang dilakukan setan yang harus ditebus seabadi mungkin. Nabi Adam pun tak luput dari kesalahan. Ketika diperintahkan untuk tidak memakan buah terlarang yang ada di surga, Nabi Adam justru tergoda rayuan setan dan memakannya. Kedua makhluk Allah ini sama-sama mempunyai kesalahan. Namun perbedaan antara keduanya adalah setan tidak mengakui dan enggan meminta maaf atas kesalahannya, sedangkan Nabi Adam segera bertaubat. Jika Nabi Adam berdos karena tergoda nafsu, setan berdosa karena sifat sombongnya. Yang mana tidak boleh ada satu zat pun yang berhak sombong kecuali Allah SWT. (yat) Baca juga :

Read More

Kisah Ibnul Mubarak yang Berguru Pada 4.000 Ulama

Surabaya — 1miliarsantri.net : Abdullah ibnu Al Mubarak bin Wadlih Al Handzali Al Marwazi atau dikenal dengan sebutan Ibnul Mubarak, adalah seorang ulama besar yang lahir di Kota Marwa, Khurasan, pada tahun 118 H. Dalam kitab Siyar A’lam an-Nubala, Syamsuddin az-Zahabi, Jilid 8, halaman 379, dijelaskan bahwa Ibnu Mubarak merupakan ulama terkemuka pada masanya, yang dikenal dengan keilmuannya yang luas, kesalehannya, dan sifat zuhudnya. Ayahnya, Al Mubarak, berasal dari Turki, sedangkan ibunya berasal dari Khwarezmia (sekarang Khiva) yang dulunya termasuk bagian Khurasan atau sebelah barat Uzbekistan. Ibnul Mubarak lahir dari pasangan suami istri yang taat dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai ketakwaan agamanya. Ibnul Mubarak tumbuh menjadi anak yang cerdas dan gemar belajar. Sejak kecil, ia sudah mempelajari ilmu agama dari ayahnya dan ulama-ulama lainnya di Marwa. Ia juga berguru kepada ulama-ulama besar di berbagai kota di dunia Islam, seperti Basrah, Baghdad, dan Damaskus. Guru pertama yang ditemui Ibnul Mubarak adalah Rabi’ bin Anas al-Kharasyi. Ia berusaha untuk menemuinya di penjara dan mendengar sekitar 40 hadits darinya. Kemudian, melakukan perjalanan pada tahun 141 H dan mengambil hadits dari para tabi’in yang ditemuinya. Menurut catatan Syamsuddin az Zahabi, dalam kitab Siyar A’lam an-Nubala, Ibnul Mubarak berguru kepada banyak ulama, bahkan lebih dari 4.000 orang. Sementara Imam bin Hanbal menuturkan bahwa Ibnul Mubarak adalah ulama yang sangat giat mencari ilmu. Ia rela merantau ke berbagai negeri untuk belajar kepada para ulama. Sebagian besar hidupnya dihabiskan untuk menimba ilmu. Imam Ahmad bin Hanbal juga berkata, “Pada zamannya, tak ada seorang pun yang lebih giat menimba ilmu melebihi Ibnu Al-Mubarak.” Ibnu Al-Mubarak pernah belajar kepada 4.000 orang guru di berbagai negeri. ad Di antara gurunya dari kalangan tabi’in lainnya, seperti Sulaiman at-Taimi, ‘Ashim al-Ahwal, Humaid at-Tawwal, Hisyam bin ‘Urwa, al-Jariri, Ismail bin Abi Khalid, al-A’masy, Buraidah bin Abdullah bin Abi Burdah, Khalid al-Khudhari, Yahya bin Sa’id al-Anshari. Kemudian Ibnul Mubarak juga pernah berguru pada Abdullah bin Aun, Musa bin Uqbah, Ajlajah al-Kindi, Husain al-Mu’allim, Hanzhalah as-Sadusi, Huyawah bin Syarih al-Misri, Kahmas, al-Auza’i, Abu Hanifah, Ibnu Juraij, Ma’mar, at-Tsauri, Syu’bah, Ibnu Abi Dzi’b, Yunus al-Ili, al-Hammadan, Malik, al-Laits, Ibnu Lahi’ah, Hisyam, Ismail bin ‘Iyasy, Ibnu ‘Uyainah, dan Baqi’ bin al-Walid. Semasa hidupnya, Ibnul Mubarak banyak melakukan perjalanan dan mengembara hingga ia meninggal dunia dalam pencarian ilmu. Ia pernah mengunjungi berbagai kota di Irak, Suriah, Hijaz, dan Yaman. Saat mengunjungi Irak, ia berguru kepada para ulama besar seperti Sufyan ats-Tsauri, Malik bin Anas, dan Abu Hanifah. Di Suriah, ia berguru kepada para ulama besar seperti Yahya bin Sa’id al-Ansari, Abu Hazim al-A’raj, dan Malik bin Dinar. Di Hijaz, ia berguru kepada para ulama besar seperti Urwah bin Zubair. Di Yaman, ia berguru kepada para ulama besar seperti Syu’bah bin al-Hajjaj dan Hammad bin Zaid. ad Kesaksian Tabi’in tentang Abdullah Ibnu Mubarak Berdasarkan penuturan para ulama semasanya, sosok Ibnul Mubarak digambarkan sebagai ulama dan ahli hadits yang sangat mulia akhlaknya. (yat) Baca juga :

Read More

Mahmoud Bocah 11 Tahun Tetap Teguh Meski Seluruh Keluarganya Syahid Dibantai Teroris Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Rami Awad berusaha mencari tenda untuk membawa keluarganya ke sebuah tempat pegungsian di Rafah, Jalur Gaza selatan. Tetapi, dia tidak berhasil menemukan tenda. Dia berencana mengevakuasi seluruh keluarganya ke tempat pengungsian, namun sebelum itu terjadi, sebuah bom menghantam rumah rumah di Khan Yunis, Jalur Gaza selatan pada Sabtu dini hari (6/1/2023). Rami syahid bersama istri dan dua anaknya serta beberapa kerabat. Namun, putra ketiganya, Mahmoud (11 tahun), selamat dari malapetaka tersebut, karena sedang menginap di rumah pamannya. Pada pagi hari, Mahmoud pergi ke kamar jenazah di Rumah Sakit Eropa, dimana ayah dan saudara-saudaranya terbaring di rak berbalut kain kafan. Mahmoud berkata dengan tenang, napas terengah-engah seolah-olah mencoba menahan tangis, “Ibu berkata padaku: Pergi tidur malam ini di rumah pamanku, Isa. Jadi, saya tidur di rumah pamanku Isa, dan mereka (Israel) menyerang rumah (tempat keluarga tinggal).” Dia menambahkan, sambil berbicara seolah-olah mencoba menahan tangis, “Saudara-saudaraku syahid, ayah saya Rami Awad, saudara kecil saya di kelas dua, dan saudara saya yang lebih besar di kelas delapan, dan ibu saya.” Sebelum pembantaian, keluarga Awad tinggal di Kamp Shati di barat kota Gaza, yang menampung para pengungsi Palestina yang diusir dari tanah mereka pada 1948 dan keturunan mereka. Mahmoud mengatakan, “Kami tinggal di Kamp Shati, dan pasukan Israel menjatuhkan pamflet” menyatakan bahwa Kota Gaza adalah zona perang, “jadi kami pindah ke Khan Yunis dengan harapan aman, tetapi mereka juga menyerang kami.” Keluarga anak itu tinggal dengan kerabat dari sisi ibunya yang tinggal di tiga apartemen di kota Khan Yunis. “Dengan pertolongan Allah, mereka memiliki peluang untuk selamat, tetapi mereka diserang ketika mereka tidur di rumah… Satu-satunya saudaraku berputar-putar selama 5 hari dari timur ke barat untuk mendapatkan tenda, mereka ingin pergi ke barat Rafah, itu adalah takdirnya.” Dia menambahkan, sambil meneteskan air mata, “Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan. Saya tidak bisa.” (zul) Baca juga :

Read More

Perang Salib Bentuk Agresi yang Cenderung Melakukan Pembantaian Muslim

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Kebanyakan sejarawan Muslim pada akhir Abad Pertengahan menilai Perang Salib sebagai serangan brutal yang dilakukan orang asing (alien intruders) kepada penduduk lokal, yakni warga Baitul Makdis dan sekitarnya. Perang Salib merupakan serangkaian pertempuran yang terjadi secara periodik antara 1095 dan 1291 Masehi. Palagan yang memakan waktu nyaris dua abad itu dilatari ambisi para pemimpin agama dan politik Kristen Eropa Barat. Mereka berhasrat merebut Baitul Makdis atau Yerusalem dari tangan Muslimin. Pasukan Salib yang memasuki Yerusalem (1099) kemudian melakukan pembantaian besar-besaran terhadap penduduk Kota Suci itu. Haddad Wadi Z dalam artikelnya, The Crusaders through Muslim Eyes, menjelaskan para ahli sejarah itu juga menyoroti perbedaan Salibis dengan agresor lainnya pada masa itu. Kaum penjajah dari Eropa Barat ini terkesan datang bukan untuk merampas suatu wilayah, lalu memerintah dan menarik pajak dari seluruh masyarakat lokal. Alih-alih begitu, mereka justru lebih suka mendirikan koloni di wilayah taklukannya setelah membantai semua orang setempat yang berlainan iman dengannya. Dapat disimpulkan, tentara Salibis dalam perspektif sejarawan Muslim adalah gerombolan ekstremis. Bagaimanapun, yang cukup menarik perhatian adalah bahwa tidak satu pun ahli sejarah itu yang menyebut mereka sebagai pasukan salib atau namanama lain yang menunjukkan identitas keagamaan tertentu, semisal Kristen. Para agresor itu disebutnya bangsa Frank (al-Faranj atau al-Ifranj) yang menandakan asal negeri, bukan agama, mereka. Dengan demikian, apa yang dinamakan sejarawan modern kini sebagai tentara Salib, itu diidentifikasi para sarjana Muslim abad pertengahan lebih sebagai orang asing. Walaupun memang, lanjut Haddad Wadi, ada kalanya balatentara itu disebut sebagai orang kafir, seperti pada saat pertempuran berlangsung antara kedua belah pihak. Haddad meneruskan, banyak dinasti Muslim yang memerangi Romawi Timur (Bizantium) sebelum gelombang Salibis terjadi. Artinya, pertempuran melawan bangsa asing yang non-Islam bukanlah sesuatu yang luar biasa. Akan tetapi, fenomena yang dihadirkan Pasukan Salib membuka mata mereka tentang perangai barbar yang datang dari luar dunia Islam. Mereka menyaksikan dengan sedih, bagaimana Salibis tidak beretika dalam melancarkan perang. Saat menduduki Antiokia, Akra, Haifa, Jubail, dan puncaknya Baitul Makdis, gerombolan tersebut bertindak tanpa perikemanusiaan sedikit pun. Mereka membasmi semua orang Islam setempat dan membumihanguskan rumah-rumah warga sipil. Karena itu, ketika Sultan Salahuddin membebaskan Tanah Suci pada 1187, kebijakan yang diambil sang pemimpin Dinasti Ayyubiyah bertolak belakang dengan apa yang dilakukan Salibis berpuluh-puluh tahun silam. Di Masjid al-Aqsa terdapat genangan darah setinggi mata kaki, karena banyaknya kaum Muslimin yang dibantai. Fulcher of Chartress menyatakan, bahwa darah begitu banyak tertumpah, sehingga membanjir setinggi mata kaki: “If you had been there your feet would have been stained to the ankles in the blood of the slain.” Seorang tentara Salib menulis dalam Gesta Francorum, bagaimana perlakuan tentara Salib terhadap kaum Muslim dan penduduk Jerusalem lainnya, dengan menyatakan, bahwa belum pernah seorang menyaksikan atau mendengar pembantaian terhadap ‘kaum pagan’ yang dibakar dalam tumpukan manusia seperti piramid dan hanya Tuhan yang tahu berapa jumlah mereka yang dibantai: “No one has ever seen or heard of such a slaughter of pagans, for they were burned on pyres like pyramid, and no one save God alone knows how many there were.” (David R Blanks and Michael Frassetto (ed), Western Views of Islam in Medieval and Early Modern Europe, (New York, St. Martin’s Press, 1999). (yus) Baca juga :

Read More

Doa Adalah Senjata Ampuh Mengatasi Kesempitan Hidup

Surabaya — 1miliarsantri.net : Allah SWT selalu menurunkan rahmat-Nya kepada setiap makhluk. Maka ketika seorang hamba dihimpit kesusahan dan merasa hidupnya sempit, maka perbanyaklah bersimpuh. Dalam buku Kumpulan Doa Doa terbitan Kementerian Agama disebutkan mengenai doa memohon keluasan rahmat Allah. Doa ini bersumber dari Alquran surat al-Mukmin ayat 7-8. Berikut lafaznya : رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذذَابَ الْججَحِيمِ رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ “Robbana wasi’ta kulla syai’in rohmatan wa ilman faghfir lilladzina taabuu wattaba’u sabilaka waqihim adzabal jahim. Robbana wa adkhilhum jannati adnin allati wa adatahum wa man sholaha min aabaa-ihim wa azwaajihim wa dzurriyatihim innaka antal azizul hakim.” Artinya :“Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertauba dan mengikuti jalan-Mu serta peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala. Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga yang Engkau janjikan kepada mereka dari orang-orang shalih di antara bapak-bapak mereka, istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sungguh Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dan peliharalah mereka dari balasan kejahatan.” Pakar Tasawuf Haidar Bagir dalam bukunya berjudul Islam Risalah Cinta dan Kebahagiaan menyebut, sifat asli Allah dalah memberikan kebaikan setinggi-tingginya dan kebahagiaan bagi penghuni alam semesta. Sebagai konsekuensinya, Dia membentangkan juga kemungkinan jalan, termasuk jalan keluar, dari cobaan-cobaan yang diberikan. Alam ini adalah himpunan jalan-jalan dan kesempatan ke arah kebaikan tertinggi, kesempurnaan, dan kebahagiaan manusia. Maka jika suatu saat manusia sedang menjalani suatu keadaan melalui salah satu jaannya, maka yang perlu diingat adalah satu di antara banyak jalan-Nya yang terbatas. Jika melalui jalan tersebut manusia dapat melaluinya, maka bersyukurlah. Namun jika tidak, jangan putus asa. Sebab Allah SWT masih menyediakan jalan-jalan lainnya yang dapat dilalui untuk menyelesaikan cobaan dan menujua kebahagiaan. Manusia hanya butuh pindah lintasan jika tidak berhasil dengan satu jalan. Sebab Allah SWT menyediakan beragam jalan untuk dilalui dan disediakan kepada hamba-hamba-Nya. Barangkali di jalan pertama yang dilalui dan tidak berhasil itu, Allah SWT telah sisipkan hikmah sehingga di jalan atau pintasan lain lah manusia dapat mendapatkan solusi dari setiap cobaan yang mendera. Buya H Muhammad Alfis Chaniago dalam Indeks Hadits dan Syarah yang diterbitkan oleh Pustaka Kalbu, menjelaskan, doa adalah senjatanya orang beriman. Setiap kita punya kebutuhan, maka hendaklah manusia berdoa kepada Allah SWT, mohonlah kepada Allah SWT agar keinginan terpenuhi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS Al Baqarah ayat 186). Sebanyak apa pun kebutuhan manusia, mintalah kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan mengabulkan doa hamba-Nya. Dalam surat Al Mumin ayat 60, Allah SWT berfirman: وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ “Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.’” Buya Alfis Chaniago menjelaskan, janganlah manusia berdoa kepada selain Allah SWT. Sebab, tidak ada satu pun yang mengabulkan doa manusia selain Allah SWT. Dalam surat Al Ahqaf ayat 5, Allah SWT berfirman: وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّن يَدْعُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَن لَّا يَسْتَجِيبُ لَهُۥٓ إِلَىىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ وَهُمْ عَن دُعَآئئِهِمْ غَٰففِلُونَ “Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa)-nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?” (yat) Baca juga :

Read More

Kemenag Gelar Dev-X Guna Memfasilitasi Anak Muda Agar Lebih Dekat Religi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kemenag menggelar Devotion Experience (Dev-X) di Hall B Jakarta Convention Center (JCC) 5-7 Januari 2024. Kegiatan ini dikemas dengan nuansa pop culture dan serba digital sebagai upaya mendekatkan anak muda dengan dunia religi. Menag mengungkapkan ada alasan tersendiri mengapa Kemenag menyasar anak muda. Menurutnya saat ini Indonesia sedang bersiap menyongsong Indonesia Emas 2045. Pemimpin Indonesia di masa itu adalah anak-anak muda. “Sasaran kita dalam acara ini memang anak muda. Karenanya, acara ini memang sengaja kita kemas dengan nuansa pop culture. Kita ingin memfasilitasi anak-anak muda untuk lebih dekat dengan religi,” terang Menag Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Senin (8/1/2023). Menag menambahkan, sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai agama, lanjut Menag, maka penting untuk mewariskan hal baik bagi para calon pemimpin masa depan. “Itu mengapa memfasilitasi anak muda untuk lebih dekat dengan religi menjadi hal yang perlu kita lakukan. Kehidupan beragama itu bukan semata ritual ibadah lho, makanya nanti di Dev-X ini anak-anak muda dapat melihat bahkan merasakan pengalaman itu,” imbuhnya. Sejumlah kegiatan dihelat selama Dev-X, seperti nikah massal, talkshow seputar zakat dan wakaf, haji, dan sertifikasi halal. Ada juga demo dan bincang-bincang terkait kitab suci dengan huruf braille atau bahasa isyarat. “Di sini juga pengunjung dapat mencoba, misalnya, wisata religi dengan menggunakan virtual reality (VR) hingga menyaksikan launching huruf pegon digital. Kalau punya masalah yang terkait dengan keagamaan, juga bisa temukan solusinya di Dev-X,” beber Menag Yaqut. Kegiatan lainnya, pengunjung bisa belajar membaca Sloka atau menulis Jawa kuno di stan Ditjen Bimas Hindu. Ada juga sesi pemutaran film Unearthing Muarajambi di stan Ditjen Bimas Buddha atau mencoba menjelajah Candi Borobudur dengan menggunakan VR 360. Pengunjung juga dapat mengunjungi pameran berbagai produk halal hingga menikmati sajian musik. Ketua Pelaksana Dev-X Ahmad Zainul Hamdi menyampaikan, ajang ini terbuka untuk umum dan gratis. Calon pengunjung cukup melakukan registrasi diri melalui aplikasi PUSAKA Superapps yang dapat diunduh di Play Store dan App Store. “Silakan daftar melalui PUSAKA dan silakan datang ke JCC. Selain pameran kinerja satuan kerja, pengunjung juga dapat menyaksikan pameran produk halal, penampilan artis dan tokoh ternama,” tutur pria yang juga Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kemenag ini. (wink) Baca juga :

Read More

Santri Memiliki Peranan Sangat Penting Untuk Bangun Pendidikan Berkualitas di Tanah Air

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam tertua sebelum banyak bermunculan sekokah Islam lain nya di Tanah Air. Pesantren telah menjalankan peran penting dalam membangun pendidikan berkualitas melalui peran aktif santri. Santri, sebagai tulang punggung pesantren, memiliki peran yang signifikan dalam menjaga dan meneruskan nilai-nilai keagamaan, budaya, dan tradisi pesantren. Anisaul Koiriyah, salah satu santri berbakat dari pondok pesantren Khozinatul Ulum Pusat Blora berbagi pengalamannya tentang pentingnya pendidikan pesantren dan peran aktif santri dalam membangun pendidikan berkualitas. “Pendidikan Pesantren merupakan sistem pendidikan yang menjadi slah satu alternatif saat ini, perpaduan dua hal sekaligus, yaitu pendidikan karakter dan ilmu pengetahuan umum sekaligus. Pendidikan karakter yang menurut saya kerap kali tidak bisa di temukan atau didapat di sekolah umum,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Senin (8/1/2024). Pesantren juga menjadi tempat bagi para santri untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka. Anisa menambahkan di dalam pesantren santri tidak hanya diajarkan nilai-nilai agama dalam menghadapi masalah-masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Di pesantren tidak semata-mata hanya diajarkan ilmu umum, tapi juga memberikan peluang kepada santri untuk membentuk keterampilan santri melalui kegiatan-kegiatan yang sekiranya dapat menarik minat bakat dari para santri seperti pelatihan kewirausahaan, kegiatan daurah bahasa arab dan inggris, jurnalistik, public speaking melalui kegiatan khitobah. Peran santri dalam menjaga dan memperkuat tradisi pesantren juga sangat penting. sebagai seorang santri sangatlah memiliki tanggung jawab yg besar dlam mencerdaskan kehidupan bangsa apalagi dalam mengembangkan sistem pendidikan yg berkualitas di Indonesia(atau lingkungan sekitar). Mengingat peran santri dlm perjalanan sejarah Indonesia melahirkan realitas sosial baik dalam bidang pendidikan,ekonomi,budaya maupun politik, maka tentunya santri memiliki peran yg sangat berpengaruh dlm mengembangkan kualitas pendidikan. Melihat kondisi bangsa saat ini yang krisis moral, santri harus mampu menjadi pelopor sekaligus inspirator pembangkit Reformasi gerakan moral bangsa. Santri harus mampu memberikan solusi berbagai problem kemasyarakatan yang berkaitan dengan agama. Maka dengan begitu pendidikan tidak menjadi hampa dan kering dari nilai-nilai kemanusiaan. Pesantren, melalui peran aktif santri, terus berupaya untuk mempertahankan dan mengembangkan nilai-nilai keagamaan, budaya, dan tradisi yang menjadi identitas pesantren. Pesantren memberikan pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter yang kuat dan mendorong pengembangan potensi individu. “Peran santri dalam membangun pendidikan berkualitas melalui pesantren sangat penting dalam menjaga keberlanjutan pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional. Santri menjadi garda terdepan dalam menjaga dan memperkuat nilai-nilai keagamaan, budaya, dan tradisi pesantren, serta menjadi agen perubahan yang positif dalam masyarakat,” pungkasnya. (Iin) Baca juga :

Read More