Peringatan Harlah ke-101 NU Akan di Gelar Akhir Januari di Yogyakarta

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-101 NU pada akhir Januari 2024 di Yogyakarta. Keputusan tersebut berdasarkan Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU di kantor PBNU lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (10/1/2024) lalu. Wakil Ketua Umum PBNU H Amin Said Husni mengatakan, peringatan Harlah ke-101 NU bertepatan dengan tanggal 16 Rajab 1445 H atau 28 Januari 2024. “Kita akan memperingati harlah ke-101 menurut kalender hijriah atau ke-98 menurut masehi yang kebetulan antara kalender masehi dan hijriahnya itu berdekatan. Tanggal 16 rajab, tanggal lahir NU menurut kalender hijriah itu tanggal 28 Januari, sedangkan peringatan harlah menurut kalender masehi itu kan 31 Januari,” terang Amin Said kepada media. Amin Said menyampaikan, tema Harlah Ke-101 NU adalah Memacu Kinerja, Mengawal Kemenangan Indonesia. “Filosofi tema ini adalah bahwa momentum peringatan harlah ke-101 ini harus dimanfaatkan untuk memacu kinerja jam’iyah (keorganisasian),” tuturnya. Ia menjabarkan, rangkaian kegiatan harlah akan dipusatkan di Yogyakarta, dimulai sejak Senin, 29 Januari 2024 dengan Halaqah Nasional tentang Strategi Peradaban Nahdlatul Ulama, di Pondok Pesantren Krapyak KH Ali Maksum. Kegiatan selanjutnya adalah Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama yang akan berlangsung di lokasi yang sama pada Selasa, 30 Januari 2024. “Dua kegiatan ini akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Krapyak. Jadi, Halaqah dan Konbes itu tempat pelaksanaannya di Pondok Pesantren Krapyak di Yogyakarta,” tambahnya. Amin Said yang juga Ketua Steering Committee Harlah ke-101 NU itu menyampaikan, partisipan dalam Halaqah Nasional dan Konbes NU melibatkan seluruh utusan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia, baik jajaran syuriyah maupun tanfidziyah, serta dihadiri oleh undangan dari ulama dan tokoh masyarakat dengan total peserta diperkirakan mencapai 500 orang. Ia menuturkan bahwa jajaran panitia saat ini tengah mempersiapkan segala sesuatu, termasuk rancangan peraturan-peraturan perkumpulan (Perkum) yang akan dibahas dalam Konbes. Adapun rancangan Perkum mencakup bahstul masail, sistem pendidikan Nahdlatul Ulama, serta penyelenggaraan rumah sakit dan klinik Nahdlatul Ulama. Pada kesempatan tersebut, lanjut Amin Said, juga akan dibahas penyempurnaan atau revisi beberapa Perkum yang sudah ada agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan terkini Perkumpulan Nahdlatul Ulama. “Tim ini akan mempersiapkan segala sesuatunya antara lain rancangan mengenai peraturan-peraturan perkumpulan atau Perkum yang akan dibahas di Konbes nanti,” ujarnya. Dia menyebut, puncak Harlah ke-101 NU akan diselenggarakan pada 31 Januari 2024 di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta. Ia menambahkan, acara tersebut juga akan menjadi momentum peresmian gedung baru UNU Yogyakarta. “Puncak peringatan harlah tahun 2024 ini dilaksanakan di kampus Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta, peresmian gedung kampus UNU Yogyakarta oleh Presiden Jokowi, sekaligus peletakan batu pertama kampus baru UNU Yogyakarta yang merupakan kembaran dari kampus yang sudah ada dan merupakan bantuan dari Yang Mulia Muhammad Bin Zayed (MBZ) dari UEA,” jelas Amin Said. (rid) Baca juga :

Read More

Pemerintah Indonesia Hadirkan Produk Ekonomi Kreatif Dalam Perhelatan Hajj and Umrah Services Conference and Exhibition 2024

Jeddah — 1miliarsantri.net : Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengadakan kerja sama dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi guna menghadirkan produk-produk ekonomi kreatif lokal di salah satu pameran haji dan umrah terbesar di dunia, Hajj and Umrah Services Conference and Exhibition 2024. Sandiaga saat hadir di acara pameran, Selasa (9/1/2024) mengatakan, pameran yang berlangsung selama tiga hari pada 9 hingga 11 Januari 2024 di King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, Arab Saudi, itu diikuti 19 pelaku ekraf tanah air yang diharapkan dapat mendorong kebangkitan ekonomi dan terbukanya peluang usaha. “Kami secara resmi diundang oleh Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Arabia untuk turut berpartisipasi aktif dalam pertukaran informasi produk parekraf dalam penyelenggaraan event ini bersama dengan 19 pelaku usaha sektor ekonomi kreatif karya anak bangsa,” terang Sandiaga Umo kepada 1miliarsantri.net, Kamis (11/1/2024). Partisipasi aktif pelaku ekraf tanah air dalam pameran diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha parekraf, khususnya wisata ramah Muslim. Mengingat, Hajj and Umrah Services Conference and Exhibition 2023 dikunjungi oleh 105.000 pengunjung, 83 menteri dan delegasi petinggi kenegaraan. Selain itu, acara juga diramaikan oleh 360 partisipan dan mencapai 200 lebih nota kesepakatan. “Yang pasti akan berkontribusi bagi pengembangan ekosistem wisata ramah Muslim di Indonesia,” imbuhnya. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi etalase bagi parekraf Nusantara. Terlebih potensi wisata ramah Muslim sangat besar bahkan nilai investasinya mencapai 3-4 miliar dolar AS atau mencapai Rp45 triliun-Rp60 triliun. “Kami berkomitmen memfasilitasi industri parekraf Indonesia dan berharap momen ini dapat menjadi sarana efektif untuk memasarkan produk, menjalin kerja sama antar negara, dan menggali ekosistem usaha parekraf ramah Muslim seperti apa yang dapat meningkatkan neraca dagang Indonesia,” pungkas Menparekraf. (dul) Baca juga :

Read More

Kisah Mpu Sindok dan Selirnya Membangun Tiga Bendungan

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Perintah pembangunan di masa Kerajaan Mataram kuno era Mpu Sindok, konon tak hanya datang dari sang raja saja. Bahkan dikisahkan permaisuri atau seorang selir Raja Mpu Sindok konon pernah memerintahkan pembangunan tiga bangunan bendungan. Bangunan bendungan ini tercantum dalam Prasasti Wulig tahun 856 Saka atau sama dengan 935 Masehi. Di dalam Prasasti Wulig itu disebutkan perintah Rakryan Binihaji Rakryān Mangibil, permaisuri atau salah seorang selir Pu Sindok, kepada Samgat Susuhan agar memerintahkan penduduk Desa Wulig, Pangiketan, Padi Padi, Pikatan, Panghawaran, dan Busuran untuk membuat bendungan. Menariknya dalam perintahnya itu permaisuri Mpu Sindok memperingatkan jangan ada yang berani mengusik atau mengganggu pembangunan dan selama beroperasi, dengan menyatukan bendungan tersebut. Tak hanya itu, peringatan agar penduduk sekitar tidak mengambil ikan di bendungan tersebut sewaktu siang juga menjadi isi dari prasasti tersebut. Dikutip dari “Sejarah Nasional Indonesia II : Zaman Kuno” pada tanggal 8 Januari 935 M, Rakryan Binihaji meresmikan ketiga bendungan yang ada di Desa Wuatan Wulas dan Wuatan Tamya. Nama permaisuri Mpu Sindok ini pun muncul pula di dalam prasasti Géwég tahun 855 Saka atau sama dengan 933 M dan prasasti Cunggrang tahun 851 Saka atau sama dengan 929 M. Di dalam prasasti Geweg itu Mpu Sindok tidak memakai gelar mahārāja, tetapi rakryan sri mahamantri dan sang permaisuri disebut Rakryan Sri Parameswari Sri Warddhani pu Kbi. Di dalam prasasti Cunggrang sang permaisuri disebut Rakyan Binihaji Sri Parameswari Dyah Kbi. Tapi ada tafsiran dari sejarawan Stutterheim yang berpendapat, tokoh Rakryan Binihaji, bukanlah permaisuri Mpu Sindok, melainkan neneknya. Akan tetapi, karena kata kbi itu didahului oleh pu dan dyah, yang biasa mendahului nama orang, agak sulit menerima tafsiran Stutterheim itu. Sebab di sini lebih condong untuk menerimanya sebagai permaisuri atau rakryan binihaji parameswari, yang namanya Pu atau Dyah Kebi. Prasasti Cunggrang juga menyatakan bagaimana Mpu Sindok memerintahkan Desa Cunggrang, yang masuk wilayah Bawang, di bawah pemerintahan langsung dari Wahuta Wungkal, dengan penghasilan pajak sebanyak 15 süwarna emas, dan kewajiban kerja bakti. Tapi adanya bangunan suci tempat pemujaan arwah Rakryan Bawang yang telah diperdewakan, yaitu ayah dari permaisuri raja yang bernama Dyah Kebi, membuat Mpu Sindok memutuskan membebaskan wilayah tersebut dari pajak atau daerah sima. Ia pun menugaskan penduduk daerah yang dijadikan sima atau wilayah yang bebas dari pajak itu bisa memelihara pertapaan dan prasada, juga memperbaiki bangunan pancuran di Pawitra (umahayua sang hyang tirtha pancuran i pawitra). Di sisi lain Mpu Sindok konon memberikan hadiah kepada permaisurinya, yang ikut dijadikan sima sebagai sumber pembiayaan pemujaan arwah mertua raja Rakryan Bawang di Prasada, dan biaya pemujaan di pertapaan di Tirtha pada tanggal 3 tiap bulan, serta biaya persembahan caru setiap harinya. (mif) Baca juga :

Read More

Presiden Jokowi Keluarkan Kepres Tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Presiden Joko Widodo mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 1445 Hijriah/2024 Masehi yang bersumber dari Biaya Perjalanan Ibadah Haji dan Nilai Manfaat sudah terbit. Keppres Nomor 6 tahun 2024 ini ditandatangani Presiden pada 9 Januari 2024. Keppres ini mengatur Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) per embarkasi. Ketentuan biaya ini berlaku bagi jemaah haji, Petugas Haji Daerah (PHD), dan Pembimbing Kelompok Bimbingan lbadah Haji dan Umrah (KBIHU). Berikut Besaran Bipih Jemaah Haji:a. Embarkasi Aceh sebesar Rp49.995.870,00b. Embarkasi Medan sebesar Rp51.145.139,00c. Embarkasi Batam sebesar Rp53.833.934,00d. Embarkasi Padang sebesar Rp51.739.357,00e. Embarkasi Palembang sebesar Rp53.943.134,00 f. Embarkasi Jakarta (Pondok Gede dan Bekasi) sebesar Rp58.498.334,00g. Embarkasi Solo sebesar Rp58.562.008,00h. Embarkasi Surabaya sebesar Rp60.526.334,00i. Embarkasi Balikpapan sebesar Rp56.510.444,00j. Embarkasi Banjarmasin sebesar Rp56.471.105,00 k. Embarkasi Makassar sebesar Rp60.245.355,00l. Embarkasi Lombok sebesar Rp58.630.888,00m. Embarkasi Kertajati sebesar Rp58.498.334,00 Besaran Bipih jemaah haji ini dipergunakan untuk biaya: penerbangan haji, akomodasi Makkah, sebagian biaya akomodasi Madinah, biaya hidup (living cost), dan visa. Berikut besaran Bipih PHD dan Pembimbing KBIHU:a. Embarkasi Aceh sebesar Rp87.359.984,00b. Embarkasi Medan sebesar Rp88.509.253,00c. Embarkasi Batam sebesar Rp91.198.048,00d. Embarkasi Padang sebesar Rp89.103.471,00e. Embarkasi Palembang sebesar Rp91.307.248,00 f. Embarkasi Jakarta (Pondok Gede dan Bekasi) sebesar Rp95.862.448,00g. Embarkasi Solo sebesar Rp95.926.122,00h. Embarkasi Surabaya sebesar Rp97.890.448,00i. Embarkasi Balikpapan sebesar Rp93.874.558,00j. Embarkasi Banjarmasin sebesar Rp93.835.219,00 k. Embarkasi Makassar sebesar Rp97.609.469,00l. Embarkasi Lombok sebesar Rp95.995.002,00m. Embarkasi Kertajati sebesar Rp95.862.448,00 Bipih PHD dan KBIHU ini dipergunakan untuk biaya penerbangan; akomodasi; konsumsi; transportasi; pelayanan di Arafah, Mudzalifah, dan Mina; pelindungan; pelayanan di embarkasi atau debarkasi; pelayanan keimigrasian; premi asuransi dan pelindungan lainnya; dokumen perjalanan; biaya hidup (living cost); pembinaan jemaah haji di tanah air dan Arab Saudi; pelayanan umum di dalam negeri dan Arab Saudi; dan pengelolaan BPIH Keppres juga mengatur tentang Besaran BPIH Tahun 1445 Hijriah/2024 Masehi yang bersumber dari Nilai Manfaat yang digunakan untuk membayar selisih BPIH dengan besaran Bipih sebesar Rp8.200.040.638.567,00. Sementara Nilai Manfaat untuk Jemaah Haji Khusus sebesar Rp14.558.658.000,00. Sementara itu Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama telah merilis daftar nama jemaah haji reguler yang masuk alokasi kuota tahun 1445 H/2024 M. Daftar nama itu tertuang dalam Surat Edaran Dirjen PHU No 02 Tahun 2023 tentang Daftar Jemaah Haji Reguler Masuk Alokasi Kuota Tahun 1445 Hijriah/2024 Masehi. Daftar nama tersebut dapat diakses melalui Pusaka SuperApps Kementerian Agama dengan mengakses menu Daftar Jemaah Haji Reguler Masuk Alokasi Kuota 1445 H/2024 M. “Proses verifikasi daftar nama jemaah haji reguler yang masuk ke dalam alokasi kuota tahun 1445 H/2024 M sudah selesai dan sudah diterbitkan dalam bentuk surat edaran Dirjen PHU. Daftar nama tersebut sudah diumumkan dan dikirim ke Kanwil Kemenag Provinsi seluruh Indonesia untuk segera ditindaklanjuti,” terang Juru Bicara Kementerian Agama Anna Hasbie di Jeddah dikutip dari laman Kemenag, Kamis (11/1/2024). Anna Hasbie saat ini sedang berada di Arab Saudi karena mendampingi kunjungan kerja Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Kunjungan ini dalam rangka penandatanganan MoU bersama Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi. Selain itu, Menag juga memantau proses penyediaan layanan bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi, baik akomodasi, transportasi, maupun katering. Anna Hasbie mengimbau jemaah reguler yang daftar namanya tercantum dalam Surat Edaran Dirjen PHU untuk mempersiapkan proses pelunasan biaya haji. Menurutnya, pelunasan Bipih jemaah haji reguler tahap pertama dibuka mulai 10 Januari hingga 12 Februari 2024. “Jemaah yang namanya sudah masuk ke dalam alokasi kuota haji 1445 H/2024 M kami imbau agar segera melakukan pelunasan di Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH). Waktu pelunasan Bipih reguler dilakukan mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan 15.00 WIB,” jelas Anna. Anna menambahkan kepada seluruh jemaah agar jangan lupa melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Sebab, istithaah kesehatan haji mulai tahun ini menjadi syarat pelunasan. Anna merinci, pelunasan tahap pertama dapat dilakukan jemaah haji reguler yang memenuhi kriteria berikut:a) jemaah haji reguler sesuai nomor urut porsi keberangkatan 1445 H/2024 M;b) jemaah haji reguler yang masuk prioritas lanjut usia; sertac) jemaah haji reguler yang masuk dalam urutan nomor porsi cadangan. Arab Saudi telah menetapkan kuota haji Indonesia 1445 H/2024 M sebanyak 241.000. Jumlah ini terdiri atas 221.000 kuota normal dan 20.000 kuota tambahan. (yan) Baca juga :

Read More

Habib Muhammad: Raih lah Ketakwaan dengan Interaksi 3 Arah

Surabaya — 1miliarsantri.net : Manusia dapat meraih ketakwaan dengan menerapkan interaksi tiga arah. Interaksi itu dapat tercapai dengan senantiasa berbuat kebaikan kepada Allah, diri sendiri dan sesama makhluk. Hal ini diungkapkan Habib Muhammad bin Anies Shahah saat memberi kajian Universitas Airlangga (Unair) di Masjid Ulul Azmi Kampus C MERR. “Maka bertakwalah di mana pun kamu berada,” kata Habib Muhammad. Dia mengatakan, kunci menjalankan takwa adalah menyadari bahwa manusia tidak akan terlepas dari pengawasan Allah dan malaikatnya. Pihaknya juga turut menekankan agar selalu mengutamakan dan berbuat kebaikan. Habib Muhammad memaparkan, setiap kebaikan akan selalu beriringan dengan keburukan. Dua hal tersebut tidak akan mungkin terpisahkan. Maka, pihaknya menegaskan agar tidak menghindari melainkan menyelamatkan keburukan. Meskipun demikian, dia juga tetap menekankan agar setiap orang selalu menjaga diri dari keburukan. Dalam hal ini Habib bermaksud agar tidak takut menghindari lingkungan yang buruk. “Kalau berteman, temannya selalu bermaksiat, cut-off, jangan takut. Orang yang tenggelam tidak bisa menolong orang lain yang tenggelam,” terangnya. Upaya menghindari keburukan teman adalah untuk menyelamatkan. Hal itu dilakukan karena pada dasarnya manusia mudah terjerumus akan keburukan. Sehingga, jika seseorang sudah terjerumus dalam keburukan maka ia tidak akan bisa menyelamatkan keburukan itu sendiri. “Tidak akan bisa orang yang sedang bermaksiat menyelamatkan orang yang maksiat. Sehingga menghindar adalah bentuk proteksi diri,” tuturnya Habib Muhammad juga turut menuturkan upaya menghindar bermaksud agar manusia tidak turut terjerumus pada keburukan di sekitarnya. Namun arah kebaikan terhadap sesama manusia wajib terlaksana dengan senantiasa mengingatkan dan mendoakan. “Jangan takut untuk selalu berani dalam kebaikan. Tapi jangan salah menentukan kebaikan. Kebaikan yang benar adalah sesuai syariat sesuai ajaran Rasulullah,” pungkasnya. (har) Baca juga :

Read More

Baznas Gandeng Unusa Kolaborasi Mengadakan Penyediaan Pasokan Air Bersih di Pondok Pesantren

Jakarta — 1miliarsantri.net : Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia menggandeng Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) untuk menyediakan pasokan air bersih yang memadai di pondok pesantren (Ponpes). Selain itu juga mengatasi tantangan ketersediaan air bersih di lingkungan pendidikan santri di wilayah Jabodetabek. Kegiatan ini melibatkan Perhimpunan Pengembangan dan Masyarakat (P3M). Unusa memiliki research center kelas dunia yang fokus untuk menangani masalah kesehatan lingkungan pesantren di Indonesia yaitu, Center for Environmental Health of Pesantren (CEHP). Salah satu produk teknologi tepat guna yang dihasilkan oleh CEHP Unusa adalah UNU-Water. UNU-Water merupakan sistem filtrasi air yang mudah, murah dan menggunakan bahan dasar yang tersedia di sekitar pesantren. UNU-Water telah teruji mampu menjernihkan berbagai jenis air limbah dan air sungai sehingga layak untuk keperluan higyne sanitasi seperti mandi, mencuci, wudhu serta juga mampu untuk menyediakan air minum bagi pesantren. Sistem ini telah dipasang di beberapa pesantren di Jawa Timur sejak pertama kali diperkenalkan tahun 2021. CHEP Unusa memiliki komitmen untuk menyediakan air bersih untuk sekitar 16.000 pesantren tradisional di Indonesia. Oleh karena itu, kerjasama dengan beberapa pihak perlu dilakukan sehingga seluruh pesantren tradisional di Indonesia dapat memiliki air bersih yang layak bagi santrinya. Akhir tahun 2023, tepatnya 29 Desember 2023, Unusa diundang ke Baznas dengan inisiasi oleh P3M. Hadir dalam pertemuan itu adalah Ketua Baznas RI, Prof. KH. Noor Ahmad, Rektor Unusa Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng, Ketua CEHP yang juga ketua LPPM UNUSA Achmad Syafiuddin, Ph.D, Direktur P3M KH Sarmidi Husna beserta tim, dan staff Baznas RI. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa Baznas RI akan memanfaatkan UNU-Water untuk dipasang di beberapa pesantren di Jabodetabek. Dalam konteks keberlanjutan program, Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng, mengungkapkan, kerjasama ini bukan hanya mengenai pemberian bantuan, tetapi juga tentang memberdayakan Ponpes agar dapat mengelola sumber daya air bersih secara mandiri. Ini sejalan dengan visi Unusa sebagai agen perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dalam rangka memberikan penjelasan yang lebih rinci mengenai program kolaboratif ini, Ketua CEHP yang juga Ketua LPPM UNUSA, Achmad Syafiuddin, Ph.D, mengungkapkan pentingnya pendekatan holistik yang diusung dalam proyek ini. Beliau menekankan bahwa upaya penyediaan air bersih tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga melibatkan edukasi dan pelatihan untuk memberdayakan masyarakat pesantren. Dalam konteks manajemen air, Syafiuddin menjelaskan bahwa CEHP Unusa akan memberikan pendampingan dan pelatihan kepada masyarakat pesantren. Hal ini mencakup aspek-aspek seperti pemeliharaan sumber air, pengelolaan limbah, dan pentingnya menjaga kebersihan air yang disediakan. “Kami ingin memastikan bahwa ponpes memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk dapat mengelola sumber daya air bersih secara efisien dan berkelanjutan,” tambahnya. Achmad Syafiuddin menyoroti pentingnya edukasi terkait kebersihan lingkungan. “Tidak hanya soal air bersih, tetapi juga tentang bagaimana mempertahankan kebersihan lingkungan di sekitar ponpes. Ini mencakup pengelolaan sampah, sanitasi, dan perilaku hidup sehat,” terangnya. Dalam konteks ini, CEHP Unusa juga akan melibatkan mahasiswa dan dosen Unusa untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada masyarakat pesantren. “Melibatkan mahasiswa dan tenaga pengajar kami adalah langkah strategis. Mereka akan menjadi agen perubahan dalam proses edukasi ini, membawa inovasi dan semangat untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan,” jelas Syafiuddin. Sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan, Syafiuddin menegaskan bahwa CEHP Unusa akan terus memantau dan mengevaluasi dampak program ini. “Kami tidak hanya ingin memberikan solusi sementara, tetapi juga menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Monitoring dan evaluasi akan menjadi bagian penting dari langkah-langkah kami untuk memastikan program ini mencapai tujuannya dalam jangka panjang,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Sekitar 56 persen Rumah di Gaza Hancur, Kelaparan Mulai Melanda

Gaza — 1miliarsantri.net : Pelapor khusus PBB mengenai situasi hak asasi manusia (HAM) di wilayah Palestina yang diduduki, Francesca Albanese, mengatakan kelaparan dan kurangnya fasilitas permukiman akibat kehancuran yang disebabkan serangan Israel di Gaza semakin memperkuat tuduhan genosida oleh Israel. Melalui unggahan di platform X pada Rabu (10/1/2024), Albanese menyebut 45 persen penduduk Gaza mengalami kelaparan parah. “Di beberapa daerah, sembilan dari 10 keluarga hidup 24 jam tanpa makanan. Ini memperburuk tuduhan genosida, karena kehancuran fisik dapat dilakukan melalui kelaparan (ICTR),” urainya. Albanese mempertanyakan klaim Israel bahwa jumlah orang yang menderita kelaparan parah disebut “berlebihan” dan mengapa media dan pemantau HAM tidak bisa memasuki Gaza. Sementara itu, mengenai situasi perumahan, Balakrishnan Rajagopal, pelapor khusus PBB mengenai hak atas perumahan, mengatakan bahwa sekitar 56 persen rumah di Gaza hancur atau rusak. “Gaza Utara paling terkena dampaknya, hingga 82 persen permukiman hancur atau rusak,” kata Rajagopal, juga melalui X. Dia mendorong Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk mempertimbangkan fakta ini sebagai bukti genosida jika digabungkan dengan gugatan publik yang diajukan sebelumnya oleh Afrika Selatan. Afrika Selatan mengajukan gugatan pada 29 Desember 2023, dengan mengklaim bahwa Israel melanggar Konvensi PBB tahun 1948 tentang Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida terkait tindakan Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023. Afrika Selatan meminta perintah pengadilan atas dugaan genosida ini. Turki, Bolivia, Yordania, dan Malaysia termasuk negara yang telah memberikan isyarat dukungan terhadap kasus ini. Israel telah menggempur Gaza sejak serangan lintas batas dilancarkan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, pada 7 Oktober 2023. Serangan Israel membuat gugur sedikitnya 23.357 warga Palestina dan melukai 59.410 orang lainnya, menurut otoritas kesehatan Gaza. Israel mengerahkan kekuatan militernya di Gaza setelah Hamas menewaskan sekitar 1.200 warga Israel dalam serangan 7 Oktober. Sekitar 85 persen warga Gaza telah mengungsi, sementara semuanya berada dalam kondisi rawan pangan, menurut PBB. Ratusan ribu orang hidup tanpa tempat berlindung. Sementara itu, truk pembawa bantuan yang memasuki Gaza jauh berkurang dibandingkan masa sebelum konflik. (zul) Baca juga :

Read More

Kemenag Membuka Seleksi PPIH Arab Saudi dan Petugas Haji 2024

Jedah– 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (kemenag) akan membuka seleksi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi atau petugas haji untuk tingkat pusat. Pendaftaran seleksi ini dibuka dari 11 – 19 Januari 2024. “Kami mengundang para pelamar yang memenuhi syarat, untuk ikut ambil bagian dalam seleksi PPIH Arab Saudi. Pendaftaran dibuka dari 11 sampai 19 Januari 2024 melalui SuperApps Pusaka Kementerian Agama,” terang juru bicara Kemenag Anna Hasbie, Rabu (10/1/2024). Anna Hasbie saat ini berada di Arab Saudi karena sedang mendampingi kunjungan kerja Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Dalam kunjungan ini, Menag Yaqut dijadwalkan menandatangani MoU terkait Penyelenggaraan Ibadah Haji 1445 H/2024 M dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Taufiq F Al Rabiah. Dijelaskan Anna, seleksi PPIH Arab Saudi akan dilakukan dengan Computer Assisted Test (CAT) dan Wawancara. Soal CAT terkait dengan wawasan kebangsaan, moderasi beragama, regulasi perhajian, manasik haji, serta tugas dan fungsi layanan. Sementara wawancara akan menggali tentang kemampuan baca tulis Al-Quran, pendalaman tugas dan fungsi petugas haji, problem solving, integritas, serta pemahaman keagamaan yang moderat dan kepemimpinan. “Untuk CAT dan wawancara, akan dilaksanakan di Asrama Haji Pondok Gede pada 25 Januari 2024. Hasil seleksi akan diumumkan melalui akun masing-masing peserta pada 29 Januari 2024,” sambungnya. Direktur Bina Haji pada Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Arsad Hidayat menjelaskan, ada empat formasi pada seleksi PPIH Arab Saudi 1445 H/2024 M, yaitu: Media Center Haji (MCH), Pelindungan Jemaah, Layanan Jemaah Lansia, serta Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP3JH). Khusus untuk MCH, saat ini sedang berlangsung seleksi awal yang dilakukan oleh Biro Humas, Data, dan Informasi Setjen Kemenag. Untuk mendaftar, peserta harus membuat akun terlebih dahulu melalui SuperApps Pusaka Kementerian Agama. Setelah itu, peserta mengupload berkas persyaratan yang telah ditentukan. “Jika dinyatakan lulus verifikasi berkas, peserta akan mendapatkan kartu ujian. Jika tidak lulus verifikasi berkas, peserta akan mendapatkan notifikasi,” tandas Arsad. Berikut info seputar persyaratan yang harus disiapkan pelamar. B. Layanan Jemaah Lansia & Disabilitas1) Usia paling tinggi 45 tahun pada saat mendaftar;2) Diutamakan memiliki pengetahuan dan/atau pengalaman dalam menangani lansia dan/atau penyandang disabilitas;3) Diutamakan memiliki kemampuan menggunakan bahasa yang digunakan penyandang disabilitas; dan4) Diutamakan mampu berbahasa Arab dan/atau Inggris. C. Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama Pada Jemaah Haji (PKP3JH)1) Usia paling rendah 25 tahun dan paling tinggi 45 tahun pada saat mendaftar;2) Berprofesi sebagai dokter, paramedis, dan/atau penanganan bencana pada RS TNI/Polri/RS Haji/ FK UIN/BNPB/PERDOKHI;3) Berasal dari unit pelayanan kesehatan, lembaga/instansi yang menangani bencana, dan unit penanganan bencana pada organisasi kemasyarakatan Islam, lembaga pendidikan Islam dan pondok pesantren;4) Memahami dan mampu melakukan penangan krisis dan pertolongan pertama pada Jemaah Haji; dan5) Diutamakan mampu berbahasa Arab dan/atau Inggris. Baca juga :

Read More

Konser Amal Opick Berhasil Mengumpulkan Total Donasi Sebesar Rp808 juta

Jakarta — 1miliarsantri.net : Penyanyi religi Aunur Rofiq Lil Firdaus, lebih dikenal dengan Opick, sukses menggelar konser amal bertajuk “Munajat Cinta” di dua kota, Hamamatsu dan Tokyo di Jepang, pada 6-7 Januari 2024 lalu. Konser “Munajat Cinta” menjadi kali pertama pelantun “Tombo Ati” dan pencipta lagu “Dealova” itu di Negeri Sakura. Dalam konser amal tersebut berhasil mengumpulkan total donasi sebesar Rp808 juta yang akan disalurkan ke Pesantren Tahfidzul Qur’an Marhamah di Bangka, Provinsi Bangka Belitung. “Yang terpenting hari ini kita bergembira, ada shalawat, saling menasihati, saling berbagi, menginspirasi. Alhamdulillah, semoga semua bahagia dan senang,” ungkap Opick, dikutip Rabu (10/1/2024). Opick berharap konser amal tersebut selain sebagai ajang silaturahmi juga menjadi tempat bermuhasabah bagi setiap penonton yang hadir. “Pertama jadi ruang silaturahmi, itu kan pahalanya besar. Harapannya, kita semua bisa saling memperbaiki diri untuk jadi cermin kita hari ini… orang yang (ada) di depanmu adalah cerminanmu. Jadi introspeksi, muhasabah dan menghitung diri sendiri, memperbaiki diri,” terangnya. Selama konser, Opick membawakan beberapa lagu andalannya seperti “Ya Maulana”, “Rapuh”, “Bila Waktu Tlah Berakhir” dan “Alhamdulillah”. Selain menyanyikan lagu-lagu religi, “Munajat Cinta” juga diisi dengan dakwah, shalawat dan doa untuk Palestina, juga pesan-pesan bagi para WNI, terutama minoritas Muslim di Jepang. “Sederhana saja bila kamu menemukan Allah, kamu akan memenangkan Allah dalam pertempuran hari-harimu. Menangkan Allah dalam suka dukamu, dalam sepi dan bisingmu, temukan Allah, maka kau akan menemukan segalanya. Kalau kau kehilangan Allah, maka kau kehilangan segalanya meskipun kamu dalam tanda kutip sukses. Tanpa Allah, kau sia-sia,” katanya. Opick juga berharap akan ada konser-konser amal serupa di Jepang di masa mendatang. Selain WNI, konser tersebut juga dihadiri warga Jepang. WNI asal Makassar, Rifqa, mengaku mengagumi lagu-lagu Opick yang menemani masa kecilnya, terutama saat bulan suci Ramadhan. “Alhamdulillah kayak nge-charge iman. Pada saat lagu pertama itu, nangis banget, kayak kita di dunia ini sementara aja. Suka lagu-lagunya Opick karena betul-betul mendekatkan diri kita kepada Tuhan, kepada Allah, kepada Islam lagi. Semoga menjadi amal jariah untuk beliau,” ujar diaspora yang berprofesi sebagai perawat itu. Konser amal ini terselenggara atas kolaborasi Ikatan Perawat Muslim Indonesia (IPMI) dan Keluarga Muslim Indonesia (KMI) Hamamatsu, Jepang dan bekerja sama dengan Tsiqoh Peduli Indonesia. (Iin) Baca juga :

Read More

Tafsir Al Mishbah Mengenai Surat Al Mulk ayat 15 Menguraikan Lebih Lanjut Mengenai Rububiyat

Surabaya — 1miliarsantri.net : Umat Islam harus senantiasa meyakini bahwa setiap ikhtiar dan doa akan membuahkan hasil. Sebab Allah SWT sesungguhnya telah memudahkan jalan bagi orang-orang yang mencari nikmat dan rezeki-Nya. Allah SWT berfirman dalam Alquran Surat Al Mulk ayat 15: هُوَ الَّذِىۡ جَعَلَ لَـكُمُ الۡاَرۡضَ ذَلُوۡلًا فَامۡشُوۡا فِىۡ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوۡا مِنۡ رِّزۡقِهٖ‌ؕ وَاِلَيۡهِ النُّشُوۡرُ “Huwal ladzi ja’ala lakumul ardha dzulalan famsyu fi manaakibiha wa kuluu min rizqihi wa ilaihinnusyur.” Yang artinya, “Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” Pakar Ilmu Tafsir Prof Quraish Shihab dalam kitab Tafsir Al Mishbah menjelaskan kelompok ayat-ayat ini menguraikan lebih lanjut mengenai rububiyat (betapa kuasa dan wewenang Allah dalam mengatur alam semesta). Maka setelah melalui ayat yang lalu yang berisi tentang penegasan Allah atas keluasan pengetahuan-Nya, kini melalui ayat ke-15 ditegaskan sekali lagi mengenai luthf yakni kemahalembutan-Nya dalam pengaturan makhluk. Melalui ayat tersebut, Allah memberi penegasan Dialah yang menjadikan kenyamanan hidup untuk manusia di bumi yang sedang dihuni. Sehingga manusia dapat menjadi mudah untuk melakukan aneka aktivitas. Baik itu bertani, berniaga, maupun mencari rezeki di bidang apapun. Ayat tersebut juga memberikan penegasan bahwa ketika seorang hamba berjalan atau beraktivitas di penjuru manapun di muka bumi, bahkan pegunungan sekalipun, Allah akan memberikan sebagian rezeki untuknya. Sebab tidak mungkin manusia bisa menghabiskan seluruh rezeki yang Allah turunkan melebihi dari kebutuhan manusia tersebut. Dalam memudahkan urusan manusia mencari rezeki, Allah menundukkan makhluk-makhluk-Nya yang lain. Baik itu binatang maupun alam semesta. Sehingga sudah sepatutnya bagi seorang hamba untuk senantiasa berikhtiar dan bertawakal. Yakinlah bahwa sekalipun dalam proses ikhtiar tersebut dijumpai kesulitan, namun sesungguhnya kemudahan dalam mencari rezeki selalu Allah selipkan. (yat) Baca juga :

Read More