Lawan Cuaca Ekstri. saat Ramadhan Dengan Tiga Cara Ini

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Umat Islam di seluruh dunia akan menyambut bulan Ramadhan dalam hitungan hari lagi. Di momen ini setiap Muslim akan menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi kala berpuasa, salah satunya cuaca panas. Profesor Psikologi dari Reed College Paul Currie mengatakan, cuaca yang semakin panas dapat mengganggu kenyamanan untuk menjalankan ibadah puasa. Cuaca panas menimbulkan keinginan untuk mengonsumsi makanan berminyak seperti gorengan dan minuman manis dingin. Tantangan lain saat berpuasa yang disebut Paul Currie adalah perut kosong. Kondisi ini membuat kadar gula darah menurun sehingga memicu pelepasan hormon kortisol dan adrenalin yang menyebabkan seseorang menjadi lebih emosional. Paul Currie melalui siaran pers nya memberikan tiga kiat mengatasi tantangan saat berpuasa. Berolahraga disebut Paul bisa menjaga stabilitas emosi sekaligus membuat tubuh lebih segar. Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengelola hati yang panas adalah memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an, shalat atau berdzikir yang mana sesuai dengan anjuran para ulama. Langkah kedua untuk melawan cuaca panas adalah menggunakan pakaian berbahan katun yang lembut dan cepat menyerap keringat, serta hindari sinar matahari secara langsung. Jika diharuskan beraktivitas di luar ruangan, jangan lupa pakai topi agar tidak terkena langsung paparan matahari. Agar terhindar dari panas dalam, sebaiknya perhatikan asupan makanan selama bulan puasa. Misalnya untuk sahur, konsumsi makanan yang tergolong karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, oatmeal serta makanan dengan protein tinggi seperti telur maupun dada ayam. Kemudian sayur, buah-buahan dan mengonsumsi air putih sebanyak dua gelas agar gizi terpenuhi dan membuat tubuh kenyang lebih lama. “Sementara untuk menu berbuka dianjurkan membuka dengan minum segelas air putih dan kurma yang mengandung serat dan gula alami, sehingga dapat mengembalikan energi tubuh setelah berpuasa, baru setelahnya dilanjutkan dengan makanan yang lebih berat,” tutup Paul Currie. (yus) Baca juga :

Read More

Ketum MUI Ajak Umat Islam Jalankan dan Maksimalkan Ibadah di Bulan Ramadhan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ramadhan sebentar lagi akan tiba beberapa hari lagi. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar, mengajak umat Islam memaksimalkan Ramadhan untuk beribadah baik yang wajib maupun sunnah. Kiai Anwar mengatakan Ramadhan merupakan bulan yang penuh rahmat dan ampunan dari Allah SWT. “Allah telah menjanjikan maghfirah (ampunan), rahmat, berbagai kenikmatan yang akan diberikan pada umat Islam yang melaksanakan ibadah wajib maupun sunnah di bulan Ramadhan,” terangnya dalam Tarhib Ramadhan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Tarhib Ramadhan ini digelar Komisi Dakwah MUI sekaligus doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara. Dalam kesempatan ini, Kiai Anwar mengatakan, umat Islam patut bersyukur kepada Allah SWT karena diberikan kesehatan dan kesempatan untuk beribadah. Kiai Anwar mengungkapkan, Ramadhan sebagai bulan ampunan merupakan cara Allah SWT membersihkan dosa-dosa dan kesalahan umat Islam. Menurutnya, setiap manusia tidak terlepas dari yang namanya dosa. Tetapi, kata Kiai Anwar Iskandar, sebesar apapun dosa yang dilakukan apabila menunaikan ibadah Ramadhan seperti puasa dengan ikhlas dan ridha karena Allah SWT, maka akan Allah SWT memberikan ampunannya. “Begitu selesai Idul Fitri, bersih lagi. Ini namanya bentuk rahmay dan kasih sayang Allah SWT kepada kita semua. Mudah-mudahan kita semua nanti dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan ikhlas,” ungkapnya. Oleh karena itu, Kiai Anwar menyampaikan, melalui Tarhib Ramadhan ini, MUI mengajak kepada seluruh umat Islam untuk mengisi Ramadhan dengan kebaikan-kebaikan. “Insya Allah Ramadhan yang akan datang sebentar lagi ini diberikan kesempatan untuk melaksanakan ibadah-ibadah yang ada di bulan Ramadhan baik wajib maupun sunnah,” ujarnya. Kegiatan ini diawali dengan aktivitas khataman Alquran atau khatmil Alquran. Pantauan MUIDigital dilokasi, kegiatan ini dimulai pukul 16.15 WIB dan diikuti oleh ratusan peserta. Khatmil Alquran tersebut dipimpin oleh Anggota Komisi Dakwah MUI Ustadzah Dewi Ani. Ketua Komisi Dakwah MUI KH Ahmad Zubaidi mengatakan, kegiatan Tarhib Ramadhan MUI yang dimulai dengan khatmil Alquran ini untuk membiasakan umat membaca Alquran di dalam berbagai kesempatan. “Ini mempunyai pesan kepada masyarakat supaya jangan sampai meninggalkan Alquran. Jadi kita mengharap masyarakat agar membiasakan membaca Alquran, kami sarankan sampai khatam,” kata Kiai Zubaidi di sela-sela kegiatan khatmil Alquran. Kiai Zubaidi menerangkan, kegiatan ini diharapkan memberikan pelajaran kepada masyarakat untuk selalu menyempatkan waktunya untuk membaca Alquran. Jangan sampai, justru Alquran yang menunggu waktunya untuk dibaca. Kiai Zubaidi menambahkan, kegiatan ini diikuti oleh para peserta yang berasal dari ormas-ormas Islam yang tergabung di MUI, juga majelis-majelis taklim dan kampus Islam di Jakarta. “Karena Alquran ini adalah pedoman hidup kita. Lebih dari itu, orang yang suka membaca Alquran akan banyak mendapatkan pahala, karena membaca satu hurufnya adalah 10 kebaikan,” pungkasnya. (yan Baca juga :

Read More

Penentuan Awal Ramadhan 2024 Berpotensi Beda

Jakarta — 1miliarsantri.net : Awal Ramadhan tahun 2024 ini berpotensi adanya perbedaan penentuan. Hal ini terjadi setelah terbit ketetapan ormas yang berdasarkan hisab memutuskan 1 Ramadhan 1445 H jatuh pada 11 Maret 2024. Sementara berdasarkan sistem rukaytul hilal, posisi hilal, baik dari sisi tinggi maupun elongasinya tak mungkin dapat di-rukyat pada 29 Sya’ban 1445 H atau 10 Maret 2024 sehingga diprediksi 1 Ramadhan 1445 H istikmal bertepatan dengan 12 Maret 2024. Pemerintah mengimbau umat Islam untuk tetap menjaga ukhuwah islamiyah dan toleransi dalam menyikapi potensi perbedaan penetapan 1 Ramadan 1445 Hijriah/2024 Masehi. Imbauan ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 1 Tahun 2024 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1445 H/2024 M. Dalam edaran yang ditanda tangani pada 26 Februari 2024 oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ini diharapkan umat Islam tetap mengutamakan nilai toleransi. “Umat Islam diimbau untuk tetap menjaga ukhuwah islamiyah dan toleransi dalam menyikapi potensi perbedaan penetapan 1 Ramadan 1445 Hijriah/2024 Masehi,” ungkap Menag, Selasa (5/3/2024). Selain itu, dalam melaksanakan ibadah Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri umat Islam diimbau sesuai dengan syariat Islam dan menjunjung tinggi nilai toleransi. Umat Islam juga dianjurkan untuk mengisi dan meningkatkan syiar pada bulan Ramadan dengan tetap mempedomani Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala. “Umat Islam diimbau untuk melaksanakan berbagai kegiatan di masjid, mushala, dan tempat lain dalam rangka syiar Ramadhan dan menyampaikan pesan-pesan taqwa serta mempererat persaudaraan sesama anak bangsa,” tulis edaran tersebut. Sementara terkait takbiran Idul Fitri dilaksanakan di masjid, musala, dan tempat lain diimbau mengikuti Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala. Untuk takbir keliling dilakukan mengikuti ketentuan pemerintah setempat dan aparat keamanan dengan tetap menjaga ketertiban, menjunjung nilai-nilai toleransi, dan menjaga ukhuwah islamiyah. Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah/2024 Masehi dapat diadakan di masjid, mushala, dan lapangan. Materi ceramah Ramadhan dan Khutbah Idul Fitri disampaikan dengan menjunjung tinggi ukhuwah islamiyah, mengutamakan nilai-nilai toleransi, persatuan dan kesatuan bangsa, serta tidak bermuatan politik praktis sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 09 Tahun 2023 tentang Pedoman Ceramah Keagamaan. Pada Ramadhan dan Idul Fitri ini, umat Islam juga diimbau lebih mengoptimalkan zakat, infak, wakaf, dan sedekah di bulan Ramadan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan umat. (wink) Baca juga :

Read More

Kisah Bung Karno dan Cecak yang Berharap Sebutir Nasi di Sel Penjara Banceuy yang Gelap dan Lembab

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Sepenggal kisah mengenai Presiden Pertama Indonesia Bung Karno yang ditangkap lalu dipenjara di Banceuy, Bandung. Bung Karno menempati sebuah kamar sel yang gelap dan lembab. “Sesungguhnya tiada yang terlihat selain tembok dan kotoran,” ungkap Bung Karno kala itu. Di kamar sel Penjara Banceuy itu, cecak-cecak menemani. Bung Karno mengulurkan sebutir nasi setiap hari. Penjara Banceuy, menurut Bung Karno, adalah penjara tingkat rendah. “Didirikan di abad ke-19, keadaannya kotor, bobrok, dan tua,” terang Bung Karno. Ada dua jenis tahanan yg disel di sini. Yaitu tahanan politik dan pepetek. Pepetek, kata Bung Karno, adalah julukan untuk rakyat jelata. Sebenarnya, pepetek adalah nama ikan yang paling murah. Ikan ini dimakan oleh rakyat yang paling miskin. “Pepetek tidur di atas lantai. Kami tahanan tingkat atas tidur di atas pelbed besi yang dialas dengan tikar rumput setebal karton,” kata Bung Karno. Tahanan pepetek diberi makan berupa nasi yang masih mentah dengan sambal. Makanan mereka diantarkan ke sel. “Jadi apabila cicak-cicakku berkumpul, aku pun memberinya makan. Kuulurkan sebutir nasi dan menantikan seekor cicak kecil merangkak dari atas loteng,” ujar Bung Karno. Bung Karno sendiri saat itu menempati Blok F, dimana Blok ini memiliki 36 sel kamar. Sel-sel itu menghadap ke pekarangan yang kotor. Saat Bung Karno mengisi sel nomor lima, 32 sel lainnya masih kosong. Gatot Mangkupraja yang dimasukkan bersama Bung Karno, mengisi sel nomor tujuh. Besok paginya ada Maskun dan Supriadinata, juga aktivis PNI, mengisi sel nomor sembilan dan sebelas. Menurut Bung Karno, penangkapan dirinya dan teman-temannya telah dipersiapkan cukup lama. Termasuk dalam menyiapkan sel-selnya. Berbulan-bulan sebelum Bung Karno ditangkap, ia mendapat surat dari kaum pergerakan Indonesia di Belanda. Mereka meminta Bung Karno berhati-hati. “Pemerintah Belanda telah mengetahui kegiatanmu daripada yang kau ketahui sendiri. Tidak lama lagi engkau akan ditangkap,” kata Bung Karno tentang pesan dari Belanda itu. Pada saat Bung Karno dan Gatot ditangkap pada 29 Desember 1929 di Yogkakarta, Maskun dan Suriadinata juga ditangkap di Bandung. Pada saat itu Belanda melakukan penggeledahan serentak di Pulau Jawa. Ada 40 aktivis PNI yang tertangkap. Penggeledahan itu dilakukan dengan alasan untuk mencegah terjadinya pemberontakan pada awal 1930. “Ini adalah tipu muslihat agar dapat mengeluarkan perintah segera untuk menangkap Sukarno,” tambah Bung Karno. Saat Belanda melakukan penggeledahan, bukan saja rumah-rumah yang menjadi sasaran. Stasiun kereta dan terminal bus pun menjadi sasaran. Selanjutnya dari Yogyakarta, Bung Karno dan Gatot dibawa untuk dipindahkan ke Penjara Banceuy, Bandung. “Selku lebarnya satu setengah meter –separuhnya sudah terpakai untuk tempat tidur– dan panjangnya betul-betul sepanjang peti mayat,” urai Bung Karno. Sel Bung Karno tidak berjendela, tak ada pula jeruji besi. Tembok selnya berupa tembok semen. Pintunya besi berwarna hitam dengan sebuah lubang kecil. “Lubang itu ditutup dari luar. Penjaga dapat melihat ke dalam, akan tetapi ia tertutup buat kami,” papar Bung Karno. Ada celah kecil yang letaknya setinggi mata. Jika Bung Karno mengintip ke luar, hanya bisa melihat ke arah depan. Tidak bisa menengok ke bawah atau ke atas. “Hanya cicaklah yang menjadi kawanku selama berada di Banceuy,” lanjut Bung Karno. Cecak-cecak itu merayap di loteng. Jika hari sudah gelap, baru merayap ke dinding. “Bagiku ia adalah ciptaan Tuhan yang paling mengagumkan selama aku berada dalam tahanan,” ujar Bung Karno. Jika Bung Karno mengulurkan sebutir nasi, cecak itu akan merayap ke dinding. Setelah menangkap nasi, ia akan kembali ke loteng. “Lima menit kemudian ia datang lagi dan aku memberikan butiran nasi yang lain. Ya, aku menyambutnya dengan senang hati fan menjadi sangat terpikat krpada binatang ini,” kata Bung Karno. (mif) Baca juga :

Read More

UNRWA Menyatakan Sebagian Besar Warga Sipil di Gaza Sangat Membutuhkan Bantuan Kemanusiaan

Gaza — 1miliarsantri.net : Inilah kisah di antara anak-anak yang bermain di jalan di kamp pengungsi Aida dekat Betlehem di daerah pendudukan Tepi Barat, terdapat Ahmad Damaseh, 10 tahun, yang bercita-cita menjadi seorang dokter saat ia besar nanti. Ia generasi keempat dari keluarga Damaseh yang tinggal di kamp pengungsi ini sejak nenek moyangnya melarikan diri dari peristiwa Nakba dari Yerusalem, Deir Aban, 75 tahun yang lalu, ketika sekitar 750 ribu orang Palestina diusir dari rumah mereka untuk membuka jalan bagi pembentukan negara Israel. Pusat dari mimpi Damaseh adalah badan PBB yang telah membantu para pengungsi Palestina di daerah pendudukan dan negara-negara tetangga. Badan Bantuan Pengungsi PBB untuk Palestina (UNRWA) menyediakan tenda pertama bagi keluarga Damaseh di Aida. Wakil kepala Departemen Urusan Pengungsi PLO Anwar Hammam mengatakan UNRWA bertanggung jawab atas 702 sekolah yang menyediakan pendidikan bagi 500 ribu anak dan siswa. Badan ini memberikan bantuan kepada 400 ribu orang yang tinggal di kamp pengungsi Aida. Inti dari misi UNRWA adalah membantu pengungsi Palestina sampai mereka dapat kembali ke rumah mereka, sesuatu yang ditolak Israel selama beberapa generasi. Israel juga telah mengarahkan pandangannya pada UNRWA, yang kini berada di ambang kehancuran karena pendanaannya ditarik dan lebih banyak berita utama yang menyiratkan Israel dan Amerika Serikat (AS) ingin mengakhiri mandatnya. Setelah Israel menuduh UNRWA memiliki hubungan dengan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas serangan yang dilakukan Brigade Al Qassam dan pejuang Palestina bersenjata lainnya di Israel selatan pada tanggal 7 Oktober lalu, banyak donor besar dan negara donor yang menyediakan lebih dari 80 persen pendanaan UNRWA menarik dukungan keuangan mereka. Hanya beberapa negara, termasuk Belgia, Norwegia, Irlandia, dan Arab Saudi, yang telah berjanji untuk melanjutkan pendanaan. Donor terbesar, termasuk Amerika Serikat (AS), Inggris, Jerman dan Spanyol, sudah menghentikan pendanaannya. Untuk saat ini, penduduk Aida mengatakan, impian mereka tertunda dan mungkin akan hilang selamanya. Kamp pengungsi Aida, yang terletak di antara Betlehem, Beit Jala dan Yerusalem, merupakan rumah bagi lebih dari 8.000 pengungsi Palestina, dua sekolah untuk anak laki-laki dan perempuan serta klinik yang melayani para pengungsi dari semua kamp di dekat Betlehem. Selama tujuh setengah dekade, empat generasi keluarga Damaseh telah memegang harapan untuk kembali ke desa asal mereka. Sejak Nakba keluarga Damaseh mengandalkan UNRWA untuk mendapatkan makanan, perawatan kesehatan dan pendidikan selama bertahun-tahun. Kini, mereka takut akan apa yang akan terjadi pada mereka jika badan tersebut dipaksa untuk menghentikan semua operasinya dalam waktu dekat, seperti yang sudah diperingatkan. “Tidak ada entitas Palestina atau internasional yang mampu memikul tanggung jawab atas kamp-kamp tersebut, baik dalam hal pendidikan maupun kesehatan,” ungkap ayah Ahmad, Muhammad seperti dikutip dari Aljazirah, Selasa (5/3/2024). Seperti warga lainnya, ia sangat yakin penghentian pendanaan untuk UNRWA merupakan bagian dari rencana yang lebih besar untuk menindas warga Palestina. “Sebagai pengungsi, kami tahu ada rencana politik besar untuk mengakhiri keberadaan UNRWA, mencegah hak untuk kembali. Ini adalah sesuatu yang tidak akan kami biarkan. Anak saya, Ahmed, akan belajar di sekolah kamp Aida sampai dia kembali ke desa asal kami,” tambahnya dengan nada menantang. Keluarga Damesh mengatakan jika UNRWA menghilang maka hilang pula impian mereka untuk kembali ke rumah. Sebaliknya, kemungkinan besar kamp-kamp ini akan diserap sebagai kota di bawah Otoritas Palestina yang lebih luas. Sementara ayah Ahmad sangat mengkhawatirkan masa depan pendidikan putranya dan bagi cita-citanya untuk belajar kedokteran, neneknya, Haleema Damaseh, 70 tahun, mengkhawatirkan layanan kesehatan. Sebelum perang di Gaza dimulai Oktober lalu, layanan yang ditawarkan klinik-klinik UNRWA sudah berkurang. Muhammad mengatakan UNRWA hanya memberikan perawatan medis dan resep untuk kondisi kronis. Layanan itu akan berhenti jika UNRWA tidak dapat lagi beroperasi. “Klinik UNRWA berhenti menyediakan obat diabetes yang saya butuhkan. Jadi, anak saya membelinya dengan harga hampir 100 dolar AS per bulan,” kata Haleema. Ia khawatir hal ini tidak akan berkelanjutan untuk jangka panjang. Terutama dengan krisis ekonomi yang parah di daerah pendudukan Tepi Barat akibat tindakan keras di wilayah Palestina sejak perang pecah. Tindakan keras ini mencakup pemblokiran jalan, penggerebekan di kamp-kamp dan kota-kota dan jam malam yang ketat. Lapangan pekerjaan anjlok dan harga-harga melonjak, sementara Otoritas Palestina berjuang untuk membayar gaji pegawai negeri. Kepala Komite Populer untuk Pelayanan di Aida, bagian dari Departemen Urusan Pengungsi PLO, Saeed al-Azha menjelaskan kamp-kamp tersebut sering diserbu. Penggerebekan dan penangkapan semakin sering akhir-akhir ini, memperparah kondisi para pengungsi Palestina. Ia memperingatkan kondisi akan semakin memburuk jika pendanaan untuk operasi UNRWA ditangguhkan. “Para pengungsi Palestina akan berjuang untuk tidak kehilangan UNRWA. Mereka akan mengambil sikap di lima wilayah di mana badan tersebut bekerja, di Gaza, Yordania, Lebanon, dan Suriah, selain daerah pendudukan Tepi Barat. UNRWA memiliki arti penting secara politis sebagai saksi dari peristiwa Nakba dan warga Palestina tidak ingin kehilangan lembaga yang diamanat PBB sebelum para pengungsi mendapatkan hak mereka untuk kembali ke rumah mereka yang dirampas pada 1948,” tambahnya. Direktur Operasi UNRWA di Wilayah Tepi Barat Adam Pollock mengatakan penghapusan UNRWA dan layanannya “akan menjadi resep untuk meningkatkan ketegangan, terutama mengingat populasi pemuda di kamp-kamp lebih dari 30 persen”. (zul/AP) Baca juga :

Read More

Cakraningrat IV, Raja Madura yang Ditakuti Raja-Raja Tanah Jawa dan VOC

Sumenep — 1miliarsantri.net : Panembahan Cakraningrat IV, atau memiliki nama mudanya Raden Djoerit, adalah seorang pemimpin Madura Barat (bertahta 1718-1746). Seperti pendahulunya, dia menolak kekuasaan raja Mataram. Dia lebih ingin menjalin hubungan dagang langsung dengan VOC, sesuatu yang ditolak VOC. Di samping itu, Cakraningrat secara pribadi membenci Amangkurat IV, raja Mataram (bertahta 1719-1726), dan menolak untuk sowan ke keraton Kartasura. Dia juga takut akan diracuni bila singgah ke keraton. Tahun 1726 Amangkurat meninggal, digantikan puteranya yang mengambil gelar Pakubuwana II, yang berumur 16 tahun (bertahta 1726-1749). Hubungan antara Mataram dan Cakraningrat membaik, dan Cakraningrat IV menikahi R. Ayu Lengis / R. Ayu Demis, salah satu anak Pakubuwana I. Hubungan antara Cakraningrat IV dan Mataram menjadi akrab. Di akhir tahun 1730-an, kekuasaan Cakraningrat di Jawa Timur meningkat dan mengancam kedudukan orang Bali di daerah Blambangan. Akhirnya daerah orang Madura meluas dari Pasuruan hingga batas Blambangan. Penaklukan Cakraningrat ke atas daerah pesisir Jawa Tengah, mengakibatkan kekuasaan Cakraningrat meluas meliputi Jawa Tengah bagian Utara seperti Rembang, Blora dan Grobogan. Pada Juli 1741, pasukan Mataram menyerang garnisun VOC di Kartasura. Komandan garnisun, Johannas van Elsen, ditangkap kemudian dibunuh, dan benteng VOC dibongkar. Peristiwa ini adalah lanjutan dari peristiwa Geger Pacinan di Batavia (9 Oktober 1740). Pakubuwana memutuskan untuk memihak ke pemberontak Tionghoa yang menantang kekuasaan VOC di daerah Pasisir. Bangsa Belanda dan Mataram tak sanggup menghadapi pemberontak Tionghoa dan masyarakat pesisir sehingga Cakraningrat dimintai bantuan nya. Satu-satunya kekuatan militer yang bisa diharapkan VOC adalah Cakraningrat IV, Cakraningrat IV bersedia membantu dengan syarat jika berhasil maka Gunung Lawu ketimur akan di titah perintahkan kepada anak keturunannya dan keluarganya dan VOC menyetujuinya. Cakraningrat IV menyerang Jawa Timur, sedangkan VOC sanggup merebut kembali daerah pemerintahannya di Pasisir. Walau pemberontak Tionghoa sudah dikalahkan VOC, orang Jawa yang bersekutu dengan mereka bukan saja memusuhi VOC tetapi juga mencurigai Pakubuwana. Pemberontak Jawa mengangkat Raden Mas Grendi (juga disebut Sunan Kuning), salah satu cucu Amangkurat III, yang berumur 12 tahun, sebagai Susuhunan baru. Juni 1742, pemberontak menaklukkan Kartasura dan menjarahnya. Pakubuwana dan Kapten van Hohendorff lari ke Ponorogo. Akhirnya Pakubuwana minta bantuan Cakraningrat IV. Bulan November, pasukan Cakraningrat merebut Kartasura kembali. Kartasura dijarah sekali lagi. Cakraningrat IV diminta VOC untuk mengembalikan kraton ke Pakubuwana. Cakraningrat IV sudah menguasai Keraton beserta Mahkotanya, namun dengan ksatria Cakraningrat IV mengembalikan Keraton yang memang bukan haknya itu kepada yang berhak. Cakraningrat IV menganggap bahwa jasanya memberinya hak atas Jawa Timur. Dia bersekutu dengan pemimpin Surabaya dan keturunan Surapati yang masih menguasai sebagian Jawa Timur. Dia juga berhenti mengirim upeti beras dan membayar bea pelabuhan Jawa Timur ke VOC. VOC mencoba berunding dengan dia bulan Juli 1744 tetapi ditolak. Pada Februari 1745 VOC menyatakan Cakraningrat makar. Cakraningrat IV angkat senjata dan menyerang Madura Timur. Mula-mula pasukan VOC kewalahan, tetapi arus berbalik. VOC Belanda dengan tenaga penuh dan tiada lagi perlawanan dari masyarakat Jawa mengerahkan seluruh kekuatan nya (tentu saja dibantu oleh pasukan-pasukan dari berbagai Kerajaan atau Kadipaten di Jawa) sehingga Cakraningrat dipukul mundur dari seluruh kekuasaannya di pulau Jawa. Akhirnya Cakraningrat terpaksa lari ke Banjarmasin. Cakraningrat IV bersama Sasradiningrat, Ranadiningrat, Raden Ayu Roman, Raden Ayu Sugih dan Raden Ayu Demis meloloskan diri dari Sembilangan menuju Arosbaya dengan tujuan mengungsi ke Banjarmasin. Baru menjelang akhir tahun 1745 Cakraningrat IV berhasil ditangkap di Banjarmasin, saat ia sedang berusaha mencari perlindungan pada armada Inggris yang ada di wilayah tersebut. Cakraningrat dibawa ke Batavia, kemudian dibuang ke Tanjung Harapan (Belanda: Kaap de Goede Hoop) di Afrika Selatan tahun 1746. Karenanya, ia mendapat julukan rakyat sebagai Panembahan Siding Kaap, menjadi nama jalan di Bangkalan daerah Mlajah. VOC memutuskan puteranya untuk menjadi penggantinya, sebagai Cakraningrat V. Dengan kekalahan Cakraningrat IV, ikut campur Madura di Jawa berakhir. (rus) Baca juga :

Read More

Apa Yang Dimaksud Hukum Dzarrah Sebagai Pengganti Hukum Karma

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Mungkin Anda pernah mendengar bahwa dalam Islam tidak ada istilah hukum karma. Meski begitu, Islam meyakini bahwa perbuatan manusia pasti akan menghasilkan balasan yang setimpal. Hal ini disebutkan dalam surat al-Zalzalah ayat 7 dan 8 di mana perbuatan baik atau buruk sekecil biji dzarrah pun akan mendapat balasan setimpal. Dalam Islam hal itu disebut sebagai hukum zaroh. Dzarrah merupakan bagian terkecil dari sesuatu yang dalam ilmu fisika disebut atom. Dalam surat tersebut, dijelaskan perilaku baik dan buruk akan mendapat balasan setimpal, tetapi itu bisa dibalas di dunia atau nanti di akhirat. Perilaku baik dan buruk ini bisa dilakukan manusia secara sadar atau bisa juga secara tidak disengaja. Agar menjaga sikap untuk tetap memiliki hubungan baik antarsesama manusia, Islam mengajarkan untuk mengendalikan sisi emosional. Karena segala tindakan yang mendahulukan emosional, pasti berakhir buruk. Islam mengajarkan bahwa manusia dilahirkan dengan karakter yang bersih tanpa dosa dan tidak bertanggung jawab atas perbuatan orang lain. Sebab setiap diri hanya bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri, sehingga manusia dilahirkan dalam keadaan suci. Pada saat yang sama, ada agama tertentu yang meyakini bahwa kehidupan yang kita jalani saat ini adalah hasil dari kehidupan sebelumnya. Kita menerima karma buruk akibat perbuatan kita di kehidupan sebelumnya, meskipun kita tidak ingat bahwa kita berada di kehidupan sebelumnya atau apa yang telah kita lakukan sehingga pantas mendapatkan apa yang kita alami sekarang. Ada juga keyakinan lain bahwa manusia pertama membawa beban dosa. Karena dosanya, kita berada dalam kebobrokan. Kita berbuat dosa karena kita mewarisi sifat berdosa itu dari orang tua pertama kita yaitu Nabi Adam AS. Bahkan ada yang melangkah lebih jauh dengan mengatakan bahwa ada dosa warisan yang membuat kita menderita hingga hari ini. Tetapi Islam mengajarkan bahwa tidak ada yang namanya dosa warisan atau dosa asal. Kita bertanggung jawab atas perbuatan kita sendiri. Kita tidak bertanggung jawab atas apa yang dilakukan orang lain. Tidak ada kehidupan sebelumnya di dunia ini yang akan memberikan karma buruk pada kita. “Kita berada di dunia ini hanya sekali saja, dan apa pun yang kita lakukan di sini akan membentuk kehidupan kita di akhirat kelak. Kita hanya bertanggung jawab atas perbuatan kita sendiri,” ujar Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Donny Syofyan. Ini juga mengacu pada surat al-Zalzalah ayat 7 dan 8 tentang setiap perbuatan seorang manusia, balasan akan didapat seorang manusia itu sendiri. Mengenai balasan bagi orang-orang yang menzalimi orang lain, ini juga dijelaskan dalam Islam dan sering kali disebutkan bahwa doa-doa mereka terkabul. Maka dari itu, lebih baik menjaga lisan dan perilaku agar tidak sampai menyakiti hati orang lain, apalagi jika sampai mendzalimi. (yus) Baca juga :

Read More

Media Israel Selalu Kaitkan Indonesia Ada Hubungan Diplomatik dengan Zionis

Gaza — 1miliarsantri.net : Pekan ini, sebuah media Israel membuat kabar menghebohkan. Dilansir dari laman Jewishinsider.com, Israel dan Indonesia dikabarkan berencana mengumumkan pembentukan hubungan diplomatik pada pertengahan Oktober 2023 lalu. Namun menurut pemberitaan tersebut, rencana pembentukan hubungan diplomatik tertunda karena perang di Gaza. Informasi tersebut berdasarkan sumber yang terlibat dalam negosiasi. Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri Israel saat itu yakni Eli Cohen dan Presiden Indonesia Joko Widodo telah menyetujui draf final kesepakatan untuk pertukaran kantor dagang. Dari pemberitaan tersebut juga disebutkan bahwa Andi Widjajanto serta Direktur Jenderal Kemenlu dan salah satu pemain kunci Israel, Ronen Levy bertemu di Yerusalem pada September. Pertemuan itu juga dihadiri Dan Shapiro, yang saat itu menjabat sebagai penasihat senior Departemen Luar Negeri AS untuk integrasi regional. Mereka bertemu untuk merampungkan naskah perjanjian tersebut. Istana telah membantah rumor tersebut. Koordinator Staf Khusus Presiden RI, Ari Dwipayana menampik kabar bahwa Indonesia berencana menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Israel. “Terkait pemberitaan yang diangkat oleh https://jewishinsider.com/2024/02/israel-indonesia-normalization-state-department/, yang menyebutkan bahwa Indonesia memiliki rencana untuk menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Israel. Disampaikan pernyataan sebagai berikut: Informasi yang disampaikan itu sama sekali tidak benar,” kata Ari dalam keterangannya, Senin (4/3/2024). Ari juga membantah kabar bahwa Presiden Jokowi mengirim utusan khusus untuk berbicara dengan Israel terkait rencana tersebut. Ari menyebut bahwa Presiden hanya menugaskan Menteri Luar Negeri untuk semua urusan yang terkait hubungan luar negeri. “Tidak benar Presiden sampai mengirim utusan khusus untuk berbicara dengan Israel. Untuk urusan Luar Negeri, Presiden menugaskan pada Menlu atau atas koordinasi dengan Menlu,” tegasnya. Kabar bahwa Indonesia disebut-disebut akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel buka kali pertama. Pada Desember 2020, media Israel mengaitkan dua negara yakni Oman dan Indonesia akan memperbaiki hubungan diplomatik dengan Israel. Sumber diplomatik mengatakan kepada The Jerusalem Post bahwa Indonesia dan Oman adalah negara yang paling mungkin menjalin hubungan dengan Israel. Sumber yang tidak disebutkan jati dirinya itu mencatat bahwa pekerjaan atas nama normalisasi dengan negara-negara tersebut berada pada tahap yang lebih maju daripada dengan negara lain. Oman memiliki hubungan tingkat rendah dengan Israel dari 1994-2000. The Jerusalem Post melaporkan Indonesia tidak pernah memiliki hubungan dengan Israel, meski memiliki hubungan terselubung, kontak perdagangan tingkat rendah, dan hubungan antara para pemimpin negara. Namun kabar tersebut telah dibantah oleh Pemerintah RI. Israel punya alasan tersendiri mengapa ingin memiliki hubungan dengan Indonesia. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pernah menyatakan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat penting. Karena itu, mereka berkeinginan untuk meningkatkan hubungan diplomatik dengan Indonesia. “Indonesia adalah sangat-sangat penting untuk kami. Negara yang sangat penting. Penduduk Indonesia lebih dari 200 juta orang. Ada Muslim. Ada puluhan juta warga Kristen. Kita ingin melihat mereka ke sini. Kita ingin memiliki hubungan luar biasa dengan mereka,” ujarnya dalam konferensi internasional wartawan Kristen, seperti yang dikutip dari The Times of Israel. Selama ini Indonesia menjadi salah satu negara terdepan yang membela Palestina. Berulangkali lobi dan kecaman dilancarkan oleh Indonesia untuk mengecam ulah kejam zionis, termasuk serangan ke Gaza yang sudah berlangsung sejak Oktober 2024. Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi telah memberikan pernyataan lisan di Mahkamah Internasional (ICJ) tentang status dan konsekuensi hukum pendudukan Israel atas Palestina, Jumat (23/2/2024). Dalam pernyataannya, Retno menyoroti kekejaman yang terus dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina tanpa mempedulikan aturan hukum internasional. Dalam persidangan di ICJ, Retno tampil menggunakan kain tradisional Palestina, keffiyeh, yang diselendangkan pada lehernya. Keffiyeh diketahui telah menjadi simbol perlawanan Palestina. Dalam pernyataan pembukanya, Retno segera mengangkat krisis di Jalur Gaza. “Kita semua telah menyaksikan bencana kemanusiaan yang sedang berlangsung di Gaza dan eskalasi yang terjadi di seluruh wilayah tersebut, yang semakin menguatkan seruan global untuk mengatasi akar permasalahannya: pendudukan ilegal Israel di Palestina. Pendudukan Israel yang melanggar hukum serta kekejamannya harus dihentikan, dan hal ini tidak boleh dinormalisasi atau diakui,” ucap Retno di hadapan panel hakim ICJ. Dia menekankan, Israel tidak memiliki niatan untuk menghormati dan mematuhi kewajiban hukum internasionalnya. “Perdana Menteri (Israel) Benjamin Netanyahu bahkan berkata, saya kutip, ‘Tidak ada seorang pun yang akan menghentikan kami, baik Den Haag (ICJ), maupun pihak lain’,” ujar Retno. Menurut Menlu, pernyataan Netanyahu tercermin dalam tindakan Israel di Gaza. “Rupanya, kematian hampir 30 ribu jiwa tidaklah cukup bagi Israel, karena negara ini hampir melancarkan serangan lagi terhadap Rafah, yang pernah menjadi satu-satunya pintu gerbang bantuan kemanusiaan yang menyelamatkan jiwa ke Gaza,” pungkasnya. (zul/AP) Baca juga :

Read More

RMI-PWNU Jatim Lakukan Pendampingan Kasus Kekerasan Santri Kediri

Surabaya — 1miliarsantri.net : Kekerasan di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) menjadi keprihatinan di kalangan Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia atau Rabithah Ma’ahidil Islamiyah (RMI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Ketua RMI PWNU Jawa Timur, K.H. M. Iffatul Lathoif, menegaskan pihaknya menyatakan keprihatinannya atas kasus kekerasan yang menimpa santri di salah satu pesantren di Kediri. Untuk itu, pihaknya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga korban. “RMI PWNU Jatim mengawal pendampingan korban, tersangka dan pesantren sampai suasana kembali kondusif. Dengan mengoptimalkan fungsi Satgas Pesantren Ramah Santri,” terang Gus Thoif kepada 1miliarsantri.net, Senin (4/3/2024). Gus Thoif, mengimbau kepada seluruh masyarakat santri, terkhusus pondok pesantren di bawah naungan RMI, untuk melakukan doa bersama bagi Bintang Balqis Maulana (14 tahun) yang meninggal dunia diduga akibat penganiayaan di pesantren di Kediri pada 23 Februari 2024. Pondok pesantren menjadi lembaga pendidikan tertua dan khas di Nusantara dalam mengembangkan dakwah Islam ala Ahlussunnah Waljamaah. Sebagian besar menjadi bagian dari organisasi Islam moderat di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU). Pendiri NU, Hadratusy Syaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari, adalah pendiri pesantren tua pada akhir abad ke-19. Demikian pula guru para ulama dan kiai pesantren di Nusantara, yakni Syaikhona Muhammad Kholil Al-Bankalany, mempunyai sajarah panjang dalam penerapan pola pendidikan Islam di pesantren. Dari pesantren lahir para tokoh bangsa dan menjadi pendiri negara. Seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahid Hasyim, KH Abdul Wahab Hasbullah, KH As’ad Syamsul Arifin, KH Masjkur, dll. Mereka kemudian mendapat anugera Pahlawan Nasional. Dalam kasus kekerasan di Kediri, menjadi pelajaran penting bagi pengelola pondok pesantren untuk melakukan pengawasan yang ketat di antara para santri. “Ya, terus terang, kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Kami akan terus melakukan koordinasi yang mengaktifkan secara optimal Satgas Pesantren Ramah Santri,” tutur Gus Thoif, dari keluarga besar Pondok Pesantren Al-Falah Mojo Kediri. Sebelumnya, seorang santri bernama Bintang Balqis Maulana (14 tahun) meninggal diduga akibat penganiayaan di Pondok Pesantren Tartilul Quran (PPTQ) Al Hanifiyyah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Si korban, merupakan adik kelas para pelaku. Korban berasal dari Afdeling Kampunganyar, Dusun Kendenglembu, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi. Terkait hal itu, pihak pondok pesantren bersama Ketua PCNU Banyuwangi, KH Ali Makki Zaini, didampingi Rais Syuriyah MWCNU Glenmore, KH. Moh. Noer Khotib Thalib memyatakan belasungkawa. Para tokoh itu telah melakukan silaturahmi dan menyatakan prihatin atas kasus yang menimpa almarhum Bintang Balqis Maulana kepada keluarga korban. PCNU Banyuwangi pun melakukan koordinasi dengan lembaga dan badan otonom NU setempat untuk melakukan kepedulian sosial bagi keluarga korban. (har) Baca juga :

Read More

Presiden Jokowi Buka Muktamar XX IMM di Palembang

Palembang — 1miliarsantri.net : Muktamar XX Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) 2024 resmi dibuka secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Main Dining Hall, Jakabaring Sport City, Kota Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (1/32024) malam. Presiden mengapresiasi peran aktif seluruh kader IMM dalam menjalankan agenda kebangsaan. Termasuk dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 yang pemilihnya 56 persen atau 113 juta orang itu generasi milenial dan Z. “Jadi menurut saya anak muda Indonesia tidak apatis terhadap politik justru generasi muda punya kemauan besar untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” terang Presiden kepada awak media. Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi membuka acara Muktamar IMM Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang Raja Juli Antoni, Pj. Gubernur Sumatra Selatan Agus Fatoni, dan Ketua DPP IMM Abdul Musawir Yahya. Presiden mengungkapkan kehadirannya di pembukaan IMM ditengah-tengah kesibukannya karena IMM merupakan organisasi pemuda yang penting. “Karena IMM itu adalah organisasi penting dan acara Muktamar juga sangat penting,” sambungnya. Presiden menyatakan, meskipun tantangan global berat dan lanskap politik serta ekonomi dunia berubah secara dinamis, Indonesia memiliki peluang besar untuk melompat menjadi negara maju, sebagaimana dianalisis oleh lembaga-lembaga internasional seperti OECD, World Bank, dan IMF. Namun, Presiden juga menekankan bahwa terdapat tantangan besar yang harus dihadapi yang justru bisa memunculkan peluang. “Tidak ujug-ujug bisa langsung melompat, tapi tantangannya juga sangat besar,” pungkas Presiden Jokowi. (tri)

Read More