Anak Sultan Agung Ini Membunuh 60 Orang Termasuk Mertua

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Anak Sultan Agung, Amangkurat I, menetapkan Pangeran Anom sebagai putra mahkota. Ibu Pangeran Anom, yaitu Kanjeng Ratu Pangayun, adalah putri Pangeran Pekik dari Surabaya. Pada 1659, Amangkurat I membunuh Pangeran Pekik –sang mertua sekaligus paman. Pangeran Pekik juga menikahi saudara perempuan Sultan Agung. Setelah istri Amangkurat I yang bernama Ratu Wetan meninggal, ia minta dicarikan calon istri lagi. Dapatlah Roro Oyi putri bangsawan tinggi di Mataram, tapi, suatu hari Roro Oyi diculik. Cucu Pangeran Pekik, yang merupakan putra mahkota Mataram, sangat mencintai Roro Oyi. Sang kakek, yang merupakan mertua anak Sultan Agung, membantu sang cucu mendapatkan Roro Oyi. “Kakeknya yang lembut hati itu berusaha sekuat tenaga menyuap Ngabei Wirorejo dan istrinya yang bertugas menjag agadis itu, agar Putra Mahkota dapat bersatu dengan jantung hatinya,” tulis Dr HJ de Graaf. Tapi catatan-catatan Belanda menyebut, penculikan itu dilakukan Pangeran Anom bekerja sama dengan Pangeran Purboyo. De Graaf menyebut Purboyo sebagai saudara Sultan Agung, meski sebenarnya Sultan Agung tidak memiliki saudara bernama Purboyo. Yang ada, Purboyo adalah paman Sultan Agung, yang dikenal sebagai Panembahan Purboyo atau Panembahan Puruboyo, yang ikut menyerbu Batavia. Purboyo anak Prabu Anyokrowati dengan istri dari Giri. Amangkurat I, masih menurut catatan Belanda, menyebut perbuatan Pangeran Anom dan Pangeran Purboyo sebagai tindakan yang tidak baik dan akan membawa kibat buruk. Meski mencela, tetapi ia tidak menyelahkan Pangeran Anom. Ia menyebut Pangeran Anom dalam pengaruh Pangeran Purboyo. Tindakan Amangkurat I ini tujuannya adalah menjauhkan Putra Mahkota dari Pangeran Purboyo, tetapi ia salah perhitungan. Pangeran Anom mengadu kepada Pangeran Purboyo. Anak Sultan Agung pun memberi hukuman kepada Pangeran Anom, membakar tempat tinggalnya. Sumber Jawa mempunyai versi lain. Penculikan Roro Oyi itu lakukan atasdukungan para ulama. Pangeran Pekik pergi bersama istrinya, Ratu Pandan, membawa banyak hadiah untuk Wirorejo. Mereka kemudian membawa Roro Oyi menggunakan tandu, mengantarnya ke kadipaten, tempat tinggal Putra Mahkota. Cinta sang kakek kepada cucu itu berakibat fatal. Anak Sultan Agung setelah tahu kejadian itu menjatuhkan hukuman mati kepada sang mertua beserta anggota keluarganya, sebanyak 40 orang. Tempat tinggal Pangeran Anom dibakar, Pangeran Anom dibuang ke Lipuro. Sedangkan Wirorejo dan keluarganya dibuang ke hutan Lodaya di Ponorogo. Wirorejo dan keluarga kemudian juga dihukum mati. Bersama keluarga pekik dan keluarga Wirorejo, yang diberi hukuman mati mencapai 60 orang. Sebelum ada peristiwa calon istri diculik, Pangeran Pekik juga tersandung masalah dengan menantunya itu. Pangeran Pekik memelihara ayam bekisar. Pada mulanya, ayam itu seperti ayam betina. Namun, ketika dihadiahkan kepada anak Sultan Agung, berubah menjadi jantan. Amangkurat I menyangka Pangeran Pekik telah menyindirnya. Ia menganggap sang mertua itu meminta dirinya segera turun tahta dan digantikan oleh Putra Mahkota, cucu Pangeran Pekik. Gara-gara kasus ayam bekisar ini, anak Sultan Agung itu sudah berniat mengalihkan status putra mahkota kepada anaknya yang lain, yang berasal dari Ratu Wetan. Tapi ia mengurungkannya, karena ia hanya salah sangka, dan tidak perlu membunuh sang mertua pula. Bibinya, istri Pangeran Pekik, meminta agar dibunuh terlebih dulu jika Pangeran Pekik memang bersalah. Pangeran pekik pun bersumpah tak ada niat mendorong Amangkurat I turun tahta. Amangkurat I pun mengatakan, telah terjadi penyebaran berita yang tidak benar. Ia mengaku tak pernah menuduh Pangeran pekik hendak merebut tahta untuk putra mahkota. Dalam kasus ayam bekisar ini, Pangeran Pekik meminta ampun kepada Amangkurat I. Ia tak bermaksud seperti sangkaan Sang Raja. Pangeran Pekik kemudian bersama 60-an anggota keluarganya menjemur diri di bawah matahari. Anak Sultan Agung tidak membunuh sang mertua. Ia lalu membebaskannya beserta anggota keluargaanya. Namun, Pangeran Pekik tidak selamat dalam kasus calon istri diculik. Sang mertua mati di tangan sang menantu. (jeha) Baca juga :

Read More

Muhammad Ahmed Faris Kosmonot Pertama Suriah Yang Membawa Tanah Bumi ke Luar Angkasa

Jakarta — 1miliarsantri.net : Muhammad Ahmed Faris, kosmonot pertama dari Suriah dan orang Arab kedua yang terbang ke luar angkasa, meninggal dunia pada usia 72 tahun. Kematian Faris pada Jumat, 19 April 2024 diberitakan media Suriah. Menurut laporan, dia meninggal karena sakit yang berkepanjangan di Turkiye, tempat dia tinggal sebagai pengungsi sejak 2012. Dipilih pada tahun 1985 sebagai bagian dari program Interkosmos Uni Soviet, Faris lepas landas pada 22 Juli 1987 bersama kosmonot Aleksandr Viktorenko dan Aleksandr (Pavlovich) Aleksandrov dengan pesawat Soyuz TM-3. Faris menjadi orang di luar Rusia ke-12 yang terbang dengan penerbangan luar angkasa Rusia. Selama sepekan misinya, Faris melakukan observasi Suriah dari orbit dan mengambil bagian dalam penyelidikan sains, termasuk pemrosesan material dan eksperimen biologis. “Kami kini terbang di atas negara tercinta kami, Suriah. Pada momen bahagia ini, saya mengirimkan seluruh rasa hormat dan cinta saya yang terdalam… kepada seluruh rakyat saya di mana pun,” urai Faris dalam siaran langsung nya saat itu. Faris juga menjadi orang pertama yang membawa tanah Bumi ke luar angkasa. “Saya membawa botol berisi tanah dari Damaskus,” ungkapnya dalam wawancara tahun 2015 dengan The National, surat kabar Uni Emirat Arab (UEA). Pada 30 Juli 1987, Faris mendarat kembali di Bumi dengan Soyuz TM-2 bersama Viktorenko dan Aleksandr Laveykin. Itu adalah pertama kalinya kru Mir meluncurkan satu pesawat ruang angkasa dan mendarat di pesawat ruang angkasa lainnya. Faris mencatat total 7 hari, 23 jam dan 4 menit di luar angkasa. Menurut Pendaftaran Penjelajah Luar Angkasa dari Asosiasi Penjelajah Luar Angkasa, Faris adalah manusia ke-209 yang terbang ke luar angkasa dan yang ke-202 yang mengorbit Bumi. “Butuh waktu berhari-hari bagi saya untuk menggambarkan perasaan pergi ke sana, melihat planet bumi, melihat Suriah dari atas, dan rasa bangga mencapai sesuatu yang bersejarah bagi negara saya dan bangsa Arab,” katanya kepada The National. Faris lahir pada tanggal 26 Mei 1951 di Aleppo, Suriah. Ia lulus dari sekolah pilot militer di Aleppo pada tahun 1973 dan menjadi pilot di Angkatan Udara Suriah dengan spesialisasi navigasi. Faris berlatih untuk penerbangan luar angkasa bersama anggota Angkatan Udara Suriah lainnya, Munir Habib. Sementara Munir tidak pernah terbang ke luar angkasa, Faris dinobatkan sebagai Pahlawan Uni Soviet dan dianugerahi Ordo Lenin atas perannya dalam program Interkosmos. Setelah misinya, Farris kembali ke Aleppo dan terus bertugas di militer Suriah, naik pangkat menjadi jenderal. Pada tahun 2012, ia membelot dan melarikan diri bersama keluarganya ke Turkiye. Surya kemudian terjebak dalam perang saudara. Tinggal di pengasingan, Faris mengatakan dia menantikan hari dimana rezim Suriah saat ini akan digantikan, sehingga dia dan banyak orang lainnya dapat kembali ke rumah. Faris menikah dengan Gind Akil dan dikaruniai lima orang anak. “Penting untuk mengingat Suriah karena sejarahnya yang panjang dan kaya, banyaknya pionir dan bagaimana negara ini menaklukkan banyak batas, termasuk batas akhir ruang angkasa,” bebernya. (yan) Baca juga :

Read More

Program Bantuan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam 2024 Dibuka

Jakarta — 1miliarsantri.net : Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren pada Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama membuka program bantuan pesantren dan pendidikan keagamaan Islam untuk tahun anggaran 2024. Pendaftaran dibuka dari 18 April – 18 Mei 2024 untuk 10 pilihan program bantuan. Pengajuan bantuan dilakukan melalui aplikasi Pusaka dan atau Simba. Petunjuk Teknis bisa diakses dengan klik: Program Bantuan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam 2024. Kemenag menegaskan bahwa pemberian bantuan tidak dipungut biaya. Kemenag mengingatkan masyarakat agar waspada dengan segala bentuk penipuan pemberian bantuan yang mengatasnamakan Kementerian Agama. Segala informasi pengelolaan bantuan hanya disampaikan melalui tata persuratan resmi (tanda tangan elektronik) yang bisa dicek validasinya dengan mengikuti keterangan pada bagian bawah surat (Token Surat) dan/atau melalui Akun SIMBA masing-masing. Berikut daftar Program Bantuan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam Tahun Anggaran 2024: (wink) Baca juga :

Read More

Pemerintah Berikan Living Cost Jamaah Haji Indonesia Rp 3.120.000 per Orang

Jakarta — 1miliarsantri.net : Badan Pengelola keuangan Haji (BPKH) menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah menyiapkan uang saku (living cost) untuk calon jamaah haji dengan total sebesar SAR (Saudi Arabian Riyal) 159.990.000 atau sekitar Rp 665 miliar. “Kami berharap hal ini dapat bermanfaat untuk jamaah demi kenyamanan dan keamanan serta kelancaran proses ibadah haji seluruh jamaah asal Indonesia,” terang anggota Badan Pelaksana BPKH Sulistyowati dalam keterangannya di Jakarta, Senin (22/4/2024). Sulistyowati mengatakan BPKH memiliki kewajiban melakukan pengelolaan dan penyediaan keuangan haji yang setara dengan kebutuhan dua kali biaya penyelenggaraan ibadah haji. Dalam komponen Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1445 H/2024 M, Pemerintah dan DPR telah menetapkan di dalamnya termasuk komponen living cost bagi calon jamaah haji. BPKH diamanahkan untuk melakukan penyediaan banknotes SAR tersebut. Dalam keputusan antara pemerintah dan DPR telah disepakati living cost dikembalikan kepada jamaah calon haji, PHD (Petugas Haji Daerah), dan KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah) dalam mata uang SAR. “Biaya hidup tersebut akan didistribusikan kepada jamaah mengikuti jadwal yang ditetapkan Kemenag sebelum pemberangkatan kloter pertama tanggal 12 Mei 2024,” kata dia. Ia menjelaskan nominal atau besaran living cost yang dikembalikan adalah sebesar SAR 750 atau Rp 3.120.000 untuk 213.320 peserta haji reguler. Sehingga total banknotes SAR yang perlu disediakan adalah SAR 159.990.000 atau Rp 665 miliar. “Living cost didistribusikan hanya untuk jamaah reguler di embarkasi dan embarkasi antara mengikuti jumlah jamaah yang ditetapkan Kemenag,” kata dia. Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu Kemenag Ramadhan Harisman menyatakan kesiapan pemerintah memberangkatkan jamaah. “Kebutuhan akan bank notes merupakan sebuah keniscayaan, living cost ini merupakan uang yang dibayar jamaah pada saat pelunasan kemudian di kembalikan saat di embarkasi. Tujuannya agar tercipta rasa aman dan nyaman karena mereka memegang uang tunai,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Kisah Hanzhalah, Seorang Sahabat Rasulullah SAW Yang Jenazah nya Dimandikan Malaikat

Surabaya — 1miliarsantri.net : Hanzhalah bin Abi Amir bin Malik Al-Anshari adalah salah satu sahabat Nabi SAW yang meninggal dalam perang Uhud. Ia adalah syuhada yang dalam sejarah Islam terkenal sebagai sahabat Nabi SAW yang dimandikan langsung oleh malaikat. Hingga kemudian kalangan sahabat memberinya julukan Hanzhalah Al-Ghasil atau Ghasil Al-Malaikah (orang yang dimandikan Malaikat). Karena julukan itu juga orang-orang lalu memanggil keturunannya dengan Banu Ghasil Al-Malaikah. Dikutip dari buku “40 Sahabat Nabi yang Memiliki Karomah” karya Abdul Wadud Kasyful Humam, Hanzhalah bin Abi Amir merupakan anak seorang pendeta Yastrib, Abu Amir bin Shaify. Ia adalah salah satu petinggi suku Aus yang sangat benci dan memusuhi Islam. Pada masa jahiliah, ia mendapat julukan Abu Amir Ar-Rahib, namun kemudian diganti oleh Rasulullah saw., dengan julukan Abu Amir Al-Fasiq. Julukan tersebut Rasulullah berikan karena dulunya dia adalah scorang pendeta (rahib) yang mengakui akan datangnya seorang Nabi dan berpegang pada agama hanif. Tapi, ketika Muhammad sudah menjalankan risalah kenabiannya, ia justru membenci dan memusuhinya. Bahkan, dalam perang Uhud ia berada di garda depan bersama pasukan Quraisy untuk memerangi Nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya. Pada waktu pembukaan kota Makkah, Abu Amir pergi ke Romawi menemui raja Heraklius hingga akhirnya meninggal dunia pada 9 H. Tidak lama kemudian, anak Hanzhalah masuk Islam dan menjadi muslim yang baik. Bahkan ia pernah meminta izin Rasulullah untuk membunuh ayahnya, tetapi beliau tidak mengizinkan. Setelah memeluk Islam, Hanzhalah menikahi Jamilah binti Abdullah bin Ubay bin Salul, satu hari sebelum terjadinya Perang Uhud. Malam harinya, ia meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk bermalam bersama istrinya. Nabi SAW mengizinkan Hanzhalah untuk bersama dengan istri yang baru saja dinikahinya itu. Setelah melaksanakan salat Subuh, ia ingin secepatnya bergabung dengan pasukan Nabi ke Uhud. Namun sebelum berangkat, ia sempat bersenggama terlebih dahulu dengan istrinya. Tiba-tiba, ia mendengar seruan untuk berjihad, maka ia segera keluar memenuhi seruan itu dalam kondisi masih junub, belum sempat mandi besar. Dalam peperangan itu, Abdullah bin Zubair memberikan kesaksian bahwa Hanzhalah berduel dengan Abu Sufyan bin Harb. Ketika Abu Sufyan hampir dikalahkan oleh Hanzhalah, dengan pedangnya yang siap menghunus dan merobek leher Abu Sufyan, namun Abu Sya’ub atau Syadad bin Al-Aswad melihat hal itu. Abu Sya’ub lalu mengayunkan pedangnya kepada Hanzhalah hingga membuatnya jatuh tersungkur dan akhirnya gugur sebagai syuhada. Dalam syariat, orang yang mati syahid bisa langsung dimakamkan tanpa harus dimandikan, kecuali jika ia dalam keadaan junub. Karena para sahabat tidak mengetahui Hanzhalah dalam keadaan junub, mereka pun hendak langsung menguburkannya tanpa dimandikan. Lalu Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya aku melihat malaikat sedang memandikan Hanzhalah bin Abi Amir di antara langit dan bumi dengan air dari awan di sebuah tempat yang terbuat dari perak.” Abu Sa’id Sai’di, RA berkata, “Ketika Baginda Rasulullah SAW berkata demikian, aku pergi melihat jenazahya. Kulihat bulir-bulir air bekas mandi menetes dari kepala Hanzhalah.” Sepulang dari perang Uhud, para sahabat lalu bertanya kepada Istri Hanzhalah mengenai kabar suaminya. Istri Hanzhalah menjawab, “Ketika mendengar panggilan perang, Hanzhalah segera keluar dalam keadaan junub dan belum sempat mandi…” (yat) Baca juga :

Read More

Dua Relawan Medis MER-C Merasakan Suara Ledakan Hampir Setiap Waktu

Gaza — 1miliarsantri.net : Dua Relawan Medis MER-C dr. Fahmi Anshori, SpOT dan dr. Reyfal Khaidar bersama dua relawan MER-C lainya di Jalur Gaza Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan telah melakukan kunjungan ke RS Syuhada Al Aqsa untuk melakukan assessment, guna memastikan kondisi RS tersebut sebelum kedua dokter bertugas. “Karena kondisi yang terbatas, ruang kebidanan yang ada di RS Syuhada Al Aqsa saat ini digunakan untuk ruang operasi,” terang Dr. Reyfal di Gaza, Senin (22/4/2024). Pada kesempatan itu, kedua relawan medis MER-C melakukan tindakan operasi korban fraktur tulang paha yang disebabkan oleh reruntuhan rumahnya yang hancur terkena bom. Sementara itu, Dr. Fahmi mengatakan, ada situasi berbeda saat bertugas di Gaza Tengah di mana suara ledakan lebih sering terdengar dibandingkan di Gaza Selatan, yang sekarang memang menjadi satu-satunya wilayah aman serta memungkinkan bagi tim medis untuk bertugas. “Kalau di Gaza Selatan itu kita mendengar ledakan bom setiap jam, kalau di Gaza Tengah ini setiap menit. Ini cukup mendebarkan tapi Alhamdulillah Allah masih menjaga kita,” ungkap Dr. Fahmi. Ia mengungkap, untuk alasan keamanan WHO melarang Tim melakukan perjalanan saat malam hari dan menginap di Rumah Sakit, sehingga operasi yang dilakukan masih terbatas dan tim harus segera kembali ke Gaza Selatan sebelum matahari tenggelam. Dr. Fahmi menyerukan kepada dokter maupun relawan yang ingin membantu warga Gaza secara langsung bisa melalui MER-C yang saat ini tim medis di Jalur Gaza sangat membutuhkan bantuan. Sebelumnya pada Senin (18/3/2024), sebelas (11) relawan medis MER-C berhasil memasuki Jalur Gaza, tim pertama ke wilayah tersebut sejak serangan Israel pada 7 Oktober 2023. Tim ke-2 sebanyak empat orang relawan menyusul masuk ke Jalur Gaza pada 3 April 2024. MER-C secara berkelanjutan terus mengirimkan relawannya untuk bertugas di Jalur Gaza yang tergabung dalam Emergency Medical TIM (EMT). (zul) Baca juga :

Read More

Rasulullah SAW Menganjurkan Kita Memelihara dan menyayangi Anak Yatim

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Di Indonesia banyak terdapat panti-panti asuhan bagi anak yatim piatu yang didirikan oleh individu maupun kelompok dan lembaga. Ada pula yang bergerak secara individu mengasuh anak yatim tanpa mendirikan panti asuhan. Ahli hadis, As-Samarqandi dalam bukunya 200 Motivasi Nabi & Kisah Inspiratif Pembangun Jiwa mengatakan mengasuh anak yatim merupakan perbuatan mulia. Rasulullah SAW bahkan menyebut surga adalah janji bagi mereka yang mengasuh anak yatim. Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang menjamin anak yatim dan yang lainnya, maka aku dan dia seperti ini di surga.” Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya. (HR Bukhari dan Muslim). Meskipun anak yatim hidup tanpa kelengkapan keluarga, namun mereka mempunyai syafaat luar biasa. Itu sebabnya mereka yang merawatnya dijanjikan surga. Diceritakan, seorang saleh berkata, “alasan yang membuatku bertobat dari suka meneggak minuman keras dan bergaul dengan para pengangguran, adalah karena suatu hari aku berjumpa dengan seorang anak yatim yang telanjang, lalu aku memakaikannya pakaian. Ia kelaparan, lalu aku memberinya makan. Dan, aku juga memandikannya. Malam harinya, aku bermimpi seolah kiamat sudah datang. Aku didatangkan bersama makhluk yang lain. Setelah amalku dihisab, aku diperintahkan ke neraka. Di tengah perjalanan, aku melihat anak yatim itu Ia berkata kepada malaikat Zabaniyah, ‘Wahai malaikat Tuhanku, orang ini telah berbuat baik kepadaku di dunia. Tunggulah sebentar, aku akan memintakan syafaat untuknya kepada Tuhanku.’ Malaikat berkata, ‘Aku tidak diperintahkan untuk menunda-nunda.’ Tiba-tiba terdengar suara, ‘Lepaskan dia. Kami telah memberinya yang pantas untuknya berkat syafaat si anak yatim yang ia perlakukan dengan baik.’ Setelah terbangun, aku bertobat dan berhenti dari perbuatan buruk yang selalu kulakukan. Selanjutnya, aku lebih giat lagi mencurahkan kasih sayang dan membantu anak-anak yatim.” Beberapa ayat Alquran telah menyebutkan tentang perintah agar memuliakan anak yatim. Seperti dalam Surah an-Nisa’ ayat 36: وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ Wa‘budullāha wa lā tusyrikū bihī syai’aw wa bil-wālidaini iḥsānaw wa biżil-qurbā wal-yatāmā wal-masākīni wal-jāri żil-qurbā wal-jāril-junubi waṣ-ṣāḥibi bil-jambi wabnis-sabīl(i), wa mā malakat aimānukum, innallāha lā yuḥibbu man kāna mukhtālan fakhūrā(n). Artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnusabil, serta hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri.” Ayat lainnya tentang anak yatim terdapat dalam Surah al-Baqarah ayat 220: فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ۗ وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْيَتٰمٰىۗ قُلْ اِصْلَاحٌ لَّهُمْ خَيْرٌ ۗ وَاِنْ تُخَالِطُوْهُمْ فَاِخْوَانُكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ الْمُفْسِدَ مِنَ الْمُصْلِحِ ۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَاَعْنَتَكُمْ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ Fid-dun-yā wal-ākhirah(ti), wa yas’alūnaka ‘anil-yatāmā, qul iṣlāḥul lahum khair(un), wa in tukhāliṭūhum fa’ikhwānukum, wallāhu ya‘lamul-mufsida minal-muṣliḥ(i), wa lau syā’allāhu la’a‘natakum innallāha ‘azizun ḥakīm(un). Artinya: “Tentang dunia dan akhirat. Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik.” Jika kamu mempergauli mereka, mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan. Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (yus) Baca juga :

Read More

Satir Tajuddin, Sopir Bus Yang Memberikan Makan Para Penumpangnya

Palu — 1miliarsantri.net : Kisah pribadi sopir bus Borlindo, Satir Tajuddin, hingga kini terus menjadi gunjingan. Pribadinya yang baik hati, dermawan dan bersikap baik terhadap para penumpang membuat namanya kini harum bak bunga yang aroma wanginya menyebar ke seluruh nusantara. Kisahnya sederhana. Saat Satir membawa penumpang bertepatan pada hari raya lebaran Idul Fitri dari Palu menuju Makasar, tiba-tiba memiliki inisiatif mengajak para penumpang yang memenuhi bus-nya makan di rumahnya. Alasannya sederhana, saat itu, tidak ada satu pun warung yang buka. Sementara para penumpangnya sudah merasa kelaparan. Akhirnya ia spontan menawari para penumpang untuk diajak makan di rumahnya di wilayah Wono Polman. Rumahnya yang sederhana menjadi penuh karena kehadiran para penumpang bus yang ia bawa. “Saya bawa 30 penumpang. Alhamdulillah semua penumpang mau makan di rumah saya. Alhamdulillah kebetulan di rumah juga siap makanan. Ini pas Idul Fitri sehingga istri menyiapkan banyak makanan, karena untuk jaga-jaga kalau ada tamu yang halal bilhalal,” ungkapnya. Sebelumnya, dalam perjalanan juga sempat istirahat untuk mengikuti sholat Idul Fitri di masjid yang ada dilewati dalam rute perjalannya menuju Makassar. Para penumpang, usai sholat Idul Fitri, meminta untuk mencari warung agar bisa makan. Namun, dalam perjalanan, tidak ada satu pun warung yang buka. “Itulah alasan saya mengajak para penumpang mampir ke rumah makan bareng dengan keluarga,” sambungnya. Dampak dari sikap baik hatinya Satir, ia mendapatkan pujian dari masyarakat. Bahkan, banyak masyarakat yang menaruh simpatik pada dirinya untuk minta nomor rekening bank yang ia punya. Dari sikap baiknya itu, banyak transferan uang dari masyarakat yang masuk. Menurut versi perusahaan bus Borlindo, sumbangan masyarakat karena simpatik atas pribadi sopir tersebut, jumlah dana yang masuk ke rekening Satir mencapai 100 juta. Namun, Satir buru buru membantah. ”Nggak sampai segitulah. Memang ada uang yang masuk ke rekening saya dari masyarakat,” bebernya. Meskipun tidak diungkap jumlah uang simpatik dari masyarakat yang masuk ke rekening Satir secara pasti, namun tindakan terpuji yang di lakukan itu benar-benar membuat terenyuh bagi siapa pun yang mendengar atau mebaca kisah sopir bus tersebut. Dalam agama, siapa pun yang berbuat baik pada sesama, akan mendapatkan balasan yang tidak disangka sangka. Itulah yang dialami Satir. Ia tidak menyangka, perbuatan baiknya, selain berdampak luas, ternyata juga bisa mendatangkan rizki dari arah yang tidak disangka sangka. Semoga pribadi baik Satir, bisa menginspirasi sopir sopir bus yang lain, termasuk masyarakat secara luas. Apa pun yang namanya berbuat baik, akan mendapatkan balasan yang baik pula (jik) Baca juga :

Read More

Kedatangan Penumpang Kereta ke Jakarta Masih Tinggi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) Daop 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko mengatakan volume kedatangan penumpang ke Jakarta masih tinggi di H+9 Lebaran 2024. “Sejak 12 April 2024 angka penumpang yang tiba di area Daop 1 Jakarta mulai mengalami peningkatan, secara total pada hari ini Jumat 19 April 2024 terdapat sekitar 44.932 pengguna yang tiba,” terang Ixfan kepada 1miliarsantri.net, Ahad (21/4/2024). Dia menyampaikan dari jumlah tersebut 19 ribu di antaranya merupakan penumpang turun di Stasiun Pasar Senen, 13.300 penumpang turun di Stasiun Gambir, 5.700 penumpang di Stasiun Bekasi, 3.900 penumpang di Stasiun Jatinegara dan sisanya penumpang turun di Stasiun Jakarta Kota, Cikarang, Karawang dan Cikampek. “Jumlah tersebut masih tergolong tinggi, hingga dua kali lipat dari masa normal,” lanjutnya. Ixfan mengimbau seluruh pelanggan kereta api agar memeriksa kembali barang bawaannya termasuk pada area kursi penumpang karena biasanya cukup banyak barang berharga tertinggal seperti dompet, telepon selular, laptop dan lainnya. “Mayoritas pengguna jasa yang tiba di area Daop 1 Jakarta berasal dari area Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Solo, Purwokerto, Kutoarjo dan Malang,” sambung Ixfan. Lebih lanjut Ixfan mengatakan volume pengguna jasa yang berangkat di area Daop 1 pada Jumat 19 April 2024 kembali meningkat dibandingkan hari Kamis (18/4/2024). Angka tersebut masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan hari-hari biasa. Dia menyebut secara total terdapat 29 ribu pengguna berangkat meninggalkan Jakarta, 19 ribu Penumpang untuk keberangkatan awal KA dari Stasiun Pasar Senen dan 10 ribu penumpang dari Stasiun Gambir. Okupansi penumpang keseluruhan mencapai 64 persen dari total ketersediaan tempat duduk. “Hingga Sabtu kemarin KA tambahan masih dijalankan, total terdapat 79 KA yang berangkat, dimana 38 KA berangkat dari Stasiun Pasar Senen dan 41 KA lainnya berangkat dari Stasiun Gambir,” ujar Ixfan. Sementara berdasarkan data Jumat 19 April 2024 sekitar 807 ribu tiket untuk keberangkatan masa angkutan Lebaran dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen telah terjual. Dari jumlah tersebut mayoritas pemesanan dilakukan untuk jadwal keberangkatan pada tanggal favorit yakni tanggal 3-11 April 2024. Berdasarkan data tiket terjual pada tanggal tersebut, kata Ixfan menjelaskan, tingkat okupansi volume penumpang sudah mencapai 100 persen dengan volume penumpang berangkat tertinggi atau puncak arus mudik tercatat pada tanggal 4-10 April dimana tingkat okupansi atau keterisian tempat duduk pada tanggal tersebut mencapai lebih 100 persen. “Adapun sejumlah kota tujuan yang menjadi pilihan favorit diantaranya Yogyakarta, Surabaya, Purwokerto, Kutoarjo, Semarang, Tegal, Solo dan Bandung,” urai Ixfan. Dia menyebut pada masa angkutan Lebaran 2024 mulai 31 Maret (H-10) hingga 21 Mei (H+10) secara total PT KAI Daop 1 Jakarta menyiapkan hingga 968.193 tiket Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dengan 1.693 perjalanan KA untuk keberangkatan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen. Dari jumlah tersebut sudah termasuk perjalanan KA tambahan sebanyak 395 KA yang tiket nya sudah dapat dipesan sejak Rabu 06 Maret 2024. KA tambahan tersedia untuk sejumlah perjalanan relasi favorit seperti tujuan Yogyakarta, Semarang, Solo, Blitar, Surabaya dan Malang. Pemesanan tiket angkutan lebaran sudah dapat dilakukan sejak 45 hari sebelum jadwal keberangkatan melalui aplikasi Access by KAI, website kai.id, contact center 121 dan berbagai mitra penjualan resmi yang bekerja sama dengan KAI. Sementara loket di stasiun hanya melayani penjualan tiket go show mulai 3 jam sebelum jadwal keberangkatan kereta api. “Sampai saat ini, tempat duduk untuk KAJJ dengan keberangkatan Stasiun Gambir dan Pasar Senen masih tersedia sebanyak lebih dari 40 ribu seat untuk keberangkatan tanggal 21-23 April 2024,” pungkas Ixfan. (Iin) Baca juga :

Read More

KH Soleh Darat Diusulkan Menjadi Pahlawan Nasional

Semarang — 1miliarsantri.net : Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Prof KH Mudzakir Ali mengusulkan Mahaguru KH Soleh Darat dijadikan sebagai pahlawan nasional. Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas) saat ini tengah menyiapkan naskah akademik untuk melengkapi dokumen pengusulan mahaguru ulama Nusantara tersebut. Prof KH Mudzakir Ali mengatakan draft naskah akademik dibedah dalam seminar bertajuk Genealogi Nasionalisme Indonesia dalam Kitab-Kitab KH Sholeh Darat yang dilaksanakan di aula Rektorat Lantai 6 Kampus I Unwahas, Jl Menoreh Tengah X/22 Sampangan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (19/4/2024) lalu. “Salah satu perwujudan nasionalisme Kiai Sholeh Darat Semarang tercermin dari karya-karyanya berupa sejumlah kitab yang dijadikan pegangan murid-muridnya dalam menanamkan semangat cinta Indonesia pada saat Indonesia masih di bawah cengkeram penjajah,” ungkap Prof Mudzakir. Sholeh Darat dikenal sebagai guru dari para ulama Nusantara. Di antara murid-muridnya, di kemudian hari jadi ulama terkenal dan berpengaruh. Di antarannya, KH Hasyim Asy’ari pendiri NU dan KH Ahmad Dahlan pendiri Persarikatan Muhammadiyah. Dalam kitab-kitab yang ditulisnya, dia acap menggunakan nama Syeikh Haji Muhammad Shalih ibn Umar Al-Samarani. Sematan nama Darat karena beliau tinggal di kawasan dekat pantai utara Semarang, yakni tempat berlabuhnya orang-orang dari luar Jawa, yang lantas juga menjadi nama pesantren, Ponpes Darat. Hingga kini makam Mbah Sholeh Darat pun menjadi tujuan ziarah banyak orang. Salah seorang wali terkenal yang sering mengunjungi makamnya adalah Gus Miek (Hamim Jazuli). Sholeh Darat memiliki pengaruh besar dalam perkembangan Islam di Indonesia. Murid-muridnya kelak terus berdakwah Islamiyah di penjuru tanah air. Sholeh Darat juga dikenal nasionalis. Beliau adalah sosok ulama yang menentang penjajahan. (hud) Baca juga :

Read More