Ratusan Mahasiswa Pro Palestina Ditangkap Pihak Kepolisian Columbia

Columbia — 1miliarsantri.net : Mahasiswa Universitas Columbia mencela Ketua DPR AS, ketika ia mengunjungi tempat demonstrasi mahasiswa nasional mengenai perang Israel di Gaza. Tujuan Johnson berkunjung ke sana adalah untuk mendukung mahasiswa Yahudi yang diintimidasi oleh beberapa demonstran anti-Israel. Hinaan – hinaan vulgar yang diterima Johnson tidak membuatnya tenggelam, meskipun ia sulit didengar karena ia berbicara melalui mikrofon media, bukan melalui pengeras suara. “Ketika (Universitas) Columbia membiarkan kelompok radikal dan agitator yang melanggar hukum ini mengambil alih kekuasaan, virus antisemitisme telah menyebar ke kampus-kampus lain,” kata Kedua DPR AS, Mike Johnson, dikutip Sabtu (27/04/2024). Polisi menangkap lebih dari 100 mahasiswa dari Columbia pada atas tuduhan masuk tanpa izin dan lebih dari 100 staf pengajar di Columbia bergabung dengan mahasiswanya untuk menunjukan solidaritas di perkemahan tersebut. Mahasiswa pengunjuk rasa mengatakan protes mereka berlangsung damai. Selain itu, kampus lainnya juga yang mengadakan demo seperti di Universitas Texas dan dibubarkan oleh polisi patrol jalan raya negara bagian dengan perlengkapan anti huru – hara. Departemen Keamanan Publik Texas mencatat, terdapat 34 orang yang telah ditangkap pada kejadian tersebut. Bahkan, Universitas California Selatan menyatakan bahwa kampusnya ditutup dan meminta kepada Departemen Kepolisian Los Angeles untuk membubarkan demonstran. Para mahasiswa pun menyerahkan diri secara damai dan polisi menangkap mereka satu per satu beberapa jam setelah polisi kampus membongkar sebuah perkemahan kewalahan menghadapi para pengunjuk rasa. Mahasiswa juga melakukan demonstrasi di Universitas Brown, Rhode Island, Universitas Michigan di Ann Bor, Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Cambridge dan California State Polytechnic di Humboldt. Para pengunjuk rasa menuntut kampus – kampus untuk melepaskan aset – aset dari Israel dan berusaha untuk menekan pemerintah AS untuk mengendalikan serangan Israel kepada warga sipil di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 34 ribu orang, menurut Otoritas Kesehatan Palestina. (nas) Baca juga :

Read More

Gaya Dakwah Habib Husein Ja’far Al Hadar Mengakui Terinspirasi Cak Nun dan Gus Mus

Surabaya — 1miliarsantri.net : Pendakwah milenial, Habib Husein Ja’far Al Hadar mengakui gaya dakwahnya yang menonjolkan unsur budaya teraebut sangat dipengaruhi oleh tokoh-tokoh inspiratif seperti Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) dan KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus). “Sebenarnya kalau diperhatikan corak dakwah saya itu lebih bersifat kultural sehingga lebih banyak dipengaruhi oleh tokoh-tokoh kultural. Salah satu yang sangat berpengaruh itu adalah Emha Ainun Nadjib, Cak Nun,” ungkap Habib Husein kepada 1miliarsantri.net, Sabtu (27/4/2024). Dia menambahkan bahwa sejak SD sudah mendengarkan kaset-kasetnya Cak Nun, kemudian membaca bukunya Cak Nun Surat Buat Kanjeng Nabi itu di usia yang sangat kecil, karena ayah nya memiliki buku-bukunya Cak Nun. Kehadiran di majelis-majelis Maiyah yang dipimpin oleh Cak Nun dari Jawa Timur hingga Jakarta, melalui Kenduri Cinta, juga turut memberikan pengaruh yang kuat dalam perjalanan dakwah Habib Husein Ja’far. “Kemudian saya menjadi jamaah Maiyah. Hadir di majelis-majelisnya Cak Nun itu secara intensif sejak di Jawa Timur sampai di Jakarta melalui Kenduri Cinta. Jadi itu sangat berpengaruh,” lanjutnya. Lulusan Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga mengaku mengagumi sosok Syekh Mutawalli Sya’rawi, seorang ulama yang terkenal dengan gaya dakwah yang memukau dan sarat makna. Habib Husein Ja’far mengagumi cara Syekh Mutawalli membangun suasana dan menyampaikan pesan-pesan spiritual dengan kata-kata yang singkat, tetapi penuh daya gedor emosional dan spiritual. “Kalau harus menyebut pendakwah saya itu dari dulu menggemari gaya dakwahnya Syekh Mutawalli Sya’rawi. Bagaimana cara beliau membangun suasana, memakai diksi-diksi, kemudian dalam tanda petik ‘menyihir’ pendengarnya itu dengan kata-katanya yang singkat padat dan betul-betul punya daya gedor emosional dan spiritual yang sangat kuat,” ungkapnya. Dalam hal penulisan, Habib Husein Ja’far mengaku banyak terinspirasi dari karya-karya para sufi seperti Sayyed Hossein Nasr, Annemarie Schimmel, dan Karen Armstrong, baik yang berasal dari kalangan Muslim maupun non-Muslim. “Saya mungkin banyak terpengaruhi oleh penulis-penulis Sufi seperti Sayyed Hossein Nasr, Annemarie Schimmel, kemudian Karen Armstrong, baik Muslim maupun non-Muslim,” tuturnya. Habib Husein Ja’far menilai, buku-buku tersebut telah menjadi konsumsi penting bagi kelas menengah Muslim pada era 1990-an di Indonesia, di antaranya karya-karya dari cendekiawan seperti Kuntowijoyo dan KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus. “Saya kira ya, kalau orang hidup di era 90-an itu ada kelas menengah Muslim yang membaca buku-buku cendekiawan Muslim seperti itu, di antaranya juga kalau nama-nama di Indonesia ada Kuntowijoyo kemudian Gus Mus,” jelasnya. Namun, ia juga menyayangkan bahwa kelas menengah Muslim saat ini cenderung lebih fokus pada aspek ekonomi dibandingkan dengan aspek keagamaan atau keislaman. Nama-nama besar yang dahulu banyak diakses oleh masyarakat kini mulai jarang terdengar, sehingga kelas menengah Muslim menjadi kosong dalam hal konsumsi intelektual keagamaan. “Itu nama-nama yang kayaknya dulu diakses oleh mayoritas Muslim di Indonesia yang kemudian entah kenapa, nama-nama itu kemudian sekarang tidak ada lagi, sehingga kelas menengah Muslim itu menjadi kosong. Kelas menengah itu sekarang lebih ke bersifat ekonomi itu ketimbang keagamaan apalagi keislaman gitu,” pungkasnya. (har) Baca juga :

Read More

Anggapan Orang Jawa Dahulu, Ikut Garebek (Grebeg) Besar di Demak Disebut Setara dengan Naik Haji

Demak — 1miliarsantri.net : Hingga tahun 1930-an, orang Jawa masih mempunyai anggapan: menghadiri Garebek (Grebeg) Besar di Masjid Demak setara dengan naik haji. Lho lho lho, bagaimana urusannya? Pada masa lalu, Demak disepadankan dengan Makkah. Babad Sengkala memberitakan, ada pemberontakan di Mataram pada tahun 1522 Jawa yang dilakukan Adipati Mesir. Apakah Mesir di bawah kekuasaan Mataram? Tentu saja bukan. Jika Demak adalah Makkah, maka Mesir digunakan untuk menjuluki Pati. Jika dihitung dalam kalender Masehi, pemberintakan Adipati Mesir itu tetjadi tahun 1600. Mataram masih dipimpin oleh Panembahan Senopati, kakek Sultan Agung. Ada pula Madinah dan Al Quds untuk menyebut Kadilangu dan Kudus. Pada masa Kerajaan Demak, Sunan Kudus tak puas hanya menjadi penghulu keraton. Peran penghulu kurang luas. Ia menginginkan para wali memiliki peran yzng luas seperti yang berlaku di Giri. Ia mengundurkan diri sebagai penghulu lalu membangun negeri baru yang ia sebut Kudus. Kota suci ini diambil dari nama Al Quds yang ada di Palestina. Jika Kudus adalah Al Quds, mana Makkah yang menjadi kiblat bagi orang Jawa? Mana pula Madinah? Mana Mesir? Pati dirujuk sebagai Mesirnya orang Jawa. Kadilangu, tempat tinggal dan tempat makam Sunan Kalijaga sebagai Madinah. Lalu Demak menjadi Makkah bagi orang Jawa. Hingga tahun 1930-an, orang Jawa masih mempunyai anggapan: tujuh kali berturut-turut menghadiri Garebek Besar di Masjid Demak sepadan dengan naik haji. Pada 1922, penerintah kolonisl Belanda menetapkan kebutuhan minimal untuk naik haji sebesar 600 gulden-850 gulden. Pada 1927, untuk bisa makan di warung milik pengurus Muhammadiyah di Kramat, mahasiswa STOVIA di Batavia mengeluarkan 15 gulden per bulan. Penetapan kebutuhan minimal itu dilakukan agar tak ada yang nekat naik haji lalu mengandalkan belas kasihan orang lain selama hidup di Tanah Suci. Jadi, hanya orzng-orang yang mampu yang bisa pergi ke Makkah, Arab Saudi. Maka, orang-orang yang tak mampu ke Arab Saudi cukup menghadiri Garebek Besar di Makkah, Jawa Tengah, eh, di Demak, Jawa Tengah. Hingga 1937, Garebek (Grebeg) Besar di Demak itu yercatat masih selalu ramai didatangi orang. Di Demak ada masjid yang dibangun pada masa Raden Patah menjadi sultan Demak di abad ke-15. Pendirinya adalah para wali. Berbagai jenis kendaraan dari berbagai kota mengangkut, orang-orang yang ikut merayakan Garebek Besar di Masjid Demak,. Mereka seperti jamaah haji melakukan tawaf di Ka’bah, Masjidil Haram. Mereka juga melakukan ziarah ke makam Sunan Kalijaga di Kadilangu, Demak. Seperti ziarah ke makam Nabi di Madinah. Garebek Besar diadakan pada tanggal 10 bulan Besar, yaitu bulan menurut kalender Jawa. Sama dengan bulan Dzulhijjah dalam karender Hijriyah. Pada Garebek Besar 1937 itu, selain menggunakan kereta dan bus, ada pula yang menggunakan sepeda dari Semarang untuk mencapai Demak Jumlah pesepeda ini juga mencapai ribuan. Saat Garebek Besar diadakan, biasanya ada penyembelihan hewan kurban. Sekain di Demak, Garrbek Besar juga diadakan di Surakarta dan Yogyakarta. Pada Garebek Besar 1904 di Yogyakarta, ada 2.000 warga yang mfnerima dagung kurban. Ada 25 ekor kambing kurban dan 12 ekor sapi kurban yang dipotong pada saat Garebek Besar di Yogyakarta pada 1904 itu. Pada 1935 pemerintah kolonial menarik pajak pemotongan hewan kurban. Pimpinan Muhammadiyah bereaksi dengan menyerukan agar tak ada pemotongan hewan kurban karena pengenaan pajak pemotongan ini. Gambaran Garebek Besar di Demak pada 1937 juga terjadi pada 1924. Untuk mengangkut orang-orang yang akan “naik haji” ke Demak, disediakan kereta tambahan dari Semarang. Alun-alun Demak penuh dengan tenda. Bukan untuk tempat tidur para jamaah, eh pata pengunjung yang ikut merayakan Garebek (Grebeg) Besar, tapi untuk berjualan. Masyarakat Jawa memercayai, bagi yang tidak memiliki cukup uang untuk pergi ke Makkah, cukup menghadiri Garebek Besar di Masjid Demak tujuh kali berturut-turut. Itu sama dengan naik haji. (san) Baca juga :

Read More

Kecenderungan Zakat Semakin Kuat Sebagai Pilar Kekuatan Umat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Zakat secara spesifik bisa kita pandang sebagai pilar kekuatan umat dan bangsa. Hal itu tak perlu lagi pembuktian melalui riset, sejarah dan pengalaman bangsa Indonesia memberikan bukti akan hal tersebut. Apalagi kecenderungannya zakat akan semakin kuat sebagai pilar kekuatan umat. Terlebih kalau melihat angka potensi zakat yang mencapai Rp 300-an triliun. IDEAS dalam rilis terbaru menyebutkan prediksi potensi zakat fitrah 2024 mencapai Rp 5,3 triliun. Data tersebut menunjukkan potensi zakat yang sangat besar di Indonesia, dengan angka mencapai ratusan triliun rupiah dan prediksi potensi zakat fitrah tahun 2024 sebesar Rp 5,3 triliun. Ini menunjukkan peranan penting zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat dan kontribusi yang signifikan terhadap pembangunan sosial-ekonomi di Indonesia. Sisi yang penting kita beri perhatian adalah bagaimana zakat di Indonesia menjadi ekosistem yang tangguh. Ekosistem karena memang zakat tidak berdiri sendiri. Zakat setidaknya melibatkan tiga faktor utama, muzakki, lembaga amil zakat dan mustahik itu sendiri. Persoalannya sudah bisa kita petakan dengan mudah. Pertama bagaimana muzakki percaya kepada lembaga amil zakat. Kemudian, bagaimana lembaga amil zakat dapat mengangkat persoalan mustahik, terutama dari sisi ketersediaan bahan pokok, pemberdayaan, kesehatan, hingga pendidikan. Merujuk kepada potret zakat yang ideal di Indonesia, pemerintah sudah hadir dengan regulasi yang ada. Namun, perhatian terhadap zakat tidak cukup hanya pada sisi profesionalitas amil zakat di setiap lembaga, tetapi juga ruhiyah dari amil itu sendiri. Alasannya pengaruh mindset industrialisasi begitu kuat menguasai pola pikir sebagian besar orang. Sedangkan zakat bukan sebuah sarana yang peruntukannya untuk kepentingan bisnis, tetapi maslahat dari umat itu sendiri. Pada sisi yang lain, mustahik juga tidak cukup hanya mendapat bantuan demi bantuan secara berkelanjutan tanpa ada progres perubahan dalam hal mentalitas, daya juang, dan kemandirian. Baik secara mental, ruhiyah, maupun ekonomi. Lembaga amil zakat juga harus berpikir keras bagaimana mustahik ketika menerima bantuan tidak menjadi orang yang mentalnya senang menerima, enggan memberi, apalagi tergantung dengan pemberian. Jadi pada lingkaran muzakki, lembga amil zakat dan mustahik saja sudah terlihat apa yang harus kita perkuat bagi tumbuh kembangnya ekosistem zakat, sehingga zakat semakin hari semakin memberi bukti sebagai pilar kekuatan umat dan bangsa, baik dalam skala pembangunan manusia maupun sarana dan prasarana penunjang kemajuan sosial kemasyarakatan. Satu sisi yang boleh kita sebut kosong adalah orkestrasi zakat itu sendiri. Siapa yang bertindak sebagai pendayagunaan zakat yang berorkestrasi, menghasilkan irama dan nada yang harmoni untuk kemajuan umat. Sejauh ini Baznas bisa memainkan peran tersebut. Akan tetapi kebutuhan Baznas untuk juga aktif dalam penghimpunan, membuat iklim dunia zakat masih belum memiliki pemimpin yang mampu melakukan orkestrasi gerakan zakat di Indonesia secara lebih harmonis. Kementerian Agama mungkin bisa memainkan peran-peran tersebut. Hanya saja memang perlu semacam lembaga yang isinya adalah perwakilan dari segenap pimpinan lembaga amil zakat nasional, Baznas dan Kemenag secara formal dan kultural yang digulirkan secara berkelanjutan guna menemukan satu pola pendayagunaan yang lebih progresif. Festival Ramadhan yang digagas oleh Kemenag saat Ramadhan 1445 H bisa menjadi sebuah pemantik untuk lebih menghadirkan gerakan zakat yang orkestratif. Kemenag dapat memainkan peran ini secara strategis, sebagai pihak pemerintah yang mengayomi seluruh gerakan amil zakat di Tanah Air. Target dari adanya orkestrasi gerakan zakat untuk memberika bukti kepada bangsa bahkan dunia betapa pendayagunaan zakat yang harmonis benar-benar menjawab masalah. Saat zakat dikorelasikan dengan pembangunan berkelanjutan (SDGs), maka secara empiris orang dengan mudah dapat melihat buktinya secara langsung. Jika itu terjadi maka upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya zakat tidak lagi melalui forum sosialisasi teoritis, tetapi lebih kepada bukti dan data nyata. Oleh karena itu, hampir semua pihak rasanya sepakat bahwa kerjasama gerakan zakat swasta, Baznas dengan pemerintah dalam program-program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, agar distribusi zakat dapat lebih terarah dan bermanfaat adalah kebutuhan mendasar. Sembari hal itu menjadi agenda strategis jangka menengah dan panjang, lembaga amil zakat bagaimanapun tetap berkebutuhan untuk mendorong profesionalisme dan akuntabilitasnya. Karena itu langkah lembaga-lembaga zakat melalui sertifikasi dan pelatihan amil patut pemerintah apresiasi, dorong bahkan fasilitasi secara gratis. Sebab hal tersebut terkait dengan kebutuhan negara merealiasaikan angka potensi zakat yang ratusan triliun itu. Hal yang juga mendesak adalah hadirnya inovasi dalam program dan pemanfaatan zakat. Artinya gerakan zakat sangat berhajat untuk mengembangkan program-program inovatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini, seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Pada sisi yang lain, juga sangat membutuhkan rekayasa progresif dalam memanfaatkan zakat untuk proyek-proyek pengembangan masyarakat yang berkelanjutan dan memiliki dampak jangka panjang. Apabila langkah-langkah ini jadi komitmen semua pihak yang terorkestrasi dan diimplementasikan secara efektif, niscaya zakat tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan umat tetapi juga akan menguatkan peran zakat sebagai pilar pembangunan sosial-ekonomi di Indonesia. Dan, apakah itu sulit? Sepertinya hilal ke arah tersebut telah muncul. Dalam beberapa kali kesempatan bertemu dengan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Waryono Abdul Ghafur penulis menemukan indikasi kuat itu. Kalimat Prof Waryono, “Setelah saya mempelajari profil lembaga pengelola zakat, ternyata memiliki program yang sama yaitu pengembangan kualitas kemanusiaan. Karena itu, saya ingin seluruh lembaga pengelola zakat bekerja bersama pemerintah agar dampak dari hasil pengumpulan zakat dapat dirasakan lebih besar oleh masyarakat.” Jadi sudah saatnya seluruh pegiat zakat bersatu untuk pelipatgandaan manfaat zakat secara terstruktur, sistematis dan massif. Langkah itu juga relevan dengan masukan dari MUI untuk Kemenag yang dalam hal ini penting sekali memiliki peta jalan atau roadmap pengentasan kemiskinan dan pemerataan ekonomi, demi proses distribusi dana zakat yang lebih tepat sasaran dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan. Dengan demikian membangun ekosistem zakat memang penting, sekalipun memakan waktu karena butuh untuk berproses dan bertumbuh. Tapi kalau segera kita memulainya, insha Allah segera pula kita menuainya. (wink) Baca juga :

Read More

Pasukan Israel Semakin Membabi Buta Menyerang Warga Khan Younis

Gaza — 1miliarsantri.net : Warga setempat mengatakan pasukan Israel kembali di daerah timur Khan Younis dalam serangan kejut. Serangan ini memaksa pengungsi yang sempat pulang ke rumah mereka di reruntuhan selatan Jalur Gaza kembali mengungsi. Pihak berwenang Palestina mengatakan mereka menemukan ratusan jenazah di kuburan massal di halaman Rumah Sakit Nasser beberapa pekan setelah pasukan Israel menyerbu rumah sakit tersebut. Israel juga menggelar serangan udara ke Rafah yang menampung lebih dari setengah 2,3 juta populasi Gaza. Israel sempat menarik banyak pasukannya dari selatan Jalur Gaza bulan ini setelah pertempuran paling intens sepanjang perang yang berlangsung selama tujuh bulan. Usai pasukan Israel mulai mundur banyak warga yang pulang ke rumah mereka di lingkungan yang selama pertempuran tidak bisa dimasuki. Tidak hanya menemukan rumah mereka sudah menjadi puing-puing para pengungsi juga menemukan banyak jenazah di jalan-jalan. “Pagi ini banyak keluarga yang pergi dari sini dua pekan lalu untuk pulang ke rumah mereka di Abassan kembali, mereka terlalu ketakutan. Mereka mengatakan tank-tank bergerak ke area utara kota yang dihujani tembakan, dan mereka harus berlari menyelamatkan nyawa,” ungkap Ahmed Rezik lewat aplikasi pesan singkatnya, Jumat (26/4/2024). Kementerian kesehatan Gaza mengatakan Israel yang digelar usai serangan mendadak 7 Oktober 2023 lalu sudah menewaskan lebih dari 34 ribu orang Palestina. Ribuan orang diperkirakan masih terjebak di bawah puing-puing bangunan. Tim penyelamat mengenakan helm putih menggali kuburan massal di halaman Rumah Sakit Nasser dengan cangkul atau truk penggali. Tim penyelamat mengatakan, satu hari terakhir mereka menemukan 73 jenazah sehingga sudah 283 jenazah yang ditemukan di kuburan massal itu. Israel mengatakan mereka menggelar serangan ke dalam rumah sakit karena pejuang Hamas beroperasi di sana. Staf rumah sakit dan Hamas membantah tuduhan tersebut. “Kami memperkirakan akan menemukan 200 jenazah lain di kuburan massal yang sama dalam dua hari ke depan sebelum kami mulai mengerjakan dua kuburan lain,” kata direktur media Gaza Ismail Al-Thawabta. Ia mengatakan Israel melakukan eksekusi di dalam rumah sakit dan menutupi kejahatan itu dengan mengubur jenazah-jenazah korban pembunuhan tanpa peradilan itu dengan bulldozer. Namun, Israel membantah melakukan eksekusi. Banyak warga yang datang ke halaman rumah sakit untuk mencari anggota keluarga mereka yang hilang. Anggota keluarga Osama al-Shoubagy membawa jenazahnya yang ditemukan di halaman rumah sakit Nasser untuk dimakamkan dengan layak di samping saudara perempuannya. Al-Shoubagy pernah mendonorkan ginjalnya untuk saudaranya itu. “Anak perempuan saya yang masih kecil meminta saya untuk mengunjungi makam ayahnya. Saya mengatakan kepadanya segera setelah kami menguburkannya, kami akan mengunjunginya. Terima kasih Tuhan. Adegan itu sulit, tetapi kami mungkin akan merasa lega setelah menguburkannya,” kata istri al-Shoubagy, Soumaya. Soumaya memegang beberapa bunga kuning di tangannya dan tangan lainnya ia memegang tangan putri kecil mereka, Hind yang mengenakan baju olahraga Disney “Frozen” berwarna kuning pucat untuk mengucapkan selamat tinggal kepada ayahnya. “Ia mencintai saya, dan biasa membelikan barang-barang untuk saya, dan dia biasa mengajak saya keluar,” kata gadis kecil itu di sisi makam al-Shoubagy yang baru. Warga Gaza melaporkan Israel juga menggelar serangan udara di beberapa daerah lain, termasuk Rafah. Para dokter di kota itu melakukan operasi caesar untuk menyelamatkan seorang bayi dari rahim ibunya yang tewas dalam serangan udara Israel sebelumnya. Di Nusseirat, Gaza tengah, para pejabat mengatakan serangan udara merusak panel surya yang menjadi sumber tenaga listrik di rumah sakit. (zul) Baca juga :

Read More

Beberapa Jalur Rejeki Yang Didatangkan Oleh Allah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi (2344), disebutkan, ”Kalaulah kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, maka kalian akan diberikan rizki seperti halnya seekor burung. Burung tersebut pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang.” Hadis ini memberikan keyakinan kepada umat beragama untuk tidak meragukan bagaimana Allah akan melimpahkan rizki kepada hambanya yang memang memiliki kepercayaan yang besar kepada Allah. Begitu pun dalam alquran, ada beberapa jalur rizki yang juga sudah ditetapkan oleh Allah. Jalur jalur ini diinfokan dengan jelas agar hambanya memiliki keyakinan yang besar dan optimisme yang kuat bahwa rizki itu adalah ketentuan yang akan diberikan kepada hamba hambanya. Seperti yang tergambar di bawah ini: Ada jalur rizki yang sudah dijamin. Jalur ini terdapat dalam surat Hud, ayat 6. Ada juga rizki yang diberikan melalui jalur usaha. Ketentuan ini seperti dijelaskan secara gamblang dalam surat An-Najm ayat 39. Ada jalur bersyukur. Rizki itu akan dilewatkan jalur bersyukur. Ketentuan ini seperti yang termaktub dalam alquran surat Ibrahim ayat 7. Ada juga jalur rizki yang diberikan melalui jalur yang tidak terduga atau tidak disangka sangka. Ketentuan ini seperti tergambar dalam alquran surat At-talaq ayat 2-3. Ada juga jalur karena istighfar. Rizki itu akan dialirkan melalui jalur istighfar seperti yang sudah dijelaskan dalam alquran surat Nuh ayat 10-11. Ada juga rizki dialirkan melalui jalur menikah. Ketentuan ini seperti yang tergambar dalam alquran surat An-Nur ayat 32. Jalur lain, rizki itu dilewatkan melalui jalur anak. Ini seperti tergambar dalam alquran surat Al-Israa ayat 31. Dan jalur lain, rizki itu didatangkan dari jalur karena sedekah. Ketentuan ini termuat di dalam alquran surat Al-bakoroh ayat 245. (yan) Baca juga :

Read More

Arab Saudi Terbitkan Obligasi Untuk Proyek NEOM – Kota Masa Depan

Riyadh — 1miliarsantri.net : Arab Saudi tengah berupaya menerbitkan obligasi sebagai sumber tambahan pendanaan “kota masa depan”, Neom, menurut sumber yang dilaporkan oleh Bloomberg. NEOM, projek utama dalam visi Saudi 2030 diketahui sebagian besar didanai oleh Dana Investasi Publik (Public Investment Fund/PIF) negara, namun anggaran untuk tahun ini belum disetujui. Pembangunan NEOM yang memiliki nilai investasi mencapai US$1,5 triliun atau setara Rp24,367 triliun juga baru-baru ini mendapatkan pinjaman sebesar 10 miliar riyal (€2,51 miliar) dari sekelompok bank Saudi dan pinjaman terpisah sebesar 3 miliar riyal (€750 juta) untuk membiayai Sindalah, sebuah pulau wisata mewah di Laut Merah. Pendanaan tersebut masih belum cukup, sehingga Arab Saudi berencana menerbitkan obligasi syariah (sukuk) yang akan diterbitkan dalam mata uang lokal kerajaan. Saudi berupaya mendapatkan tambahan 5 miliar riyal (€1,25 miliar). HSBC Holdings Plc dan unit sekuritas Al Rajhi Bank dan Saudi National Bank telah ditugaskan untuk merencanakan penerbitan obligasi tersebut, yang mungkin mulai beredar pada akhir tahun ini, menurut Bloomberg. Program Visi Saudi 2030 adalah proyek ambisius yang dimulai oleh Pangeran Mohammed Bin Salman dalam upaya mendiversifikasi perekonomian negara dari minyak. Namun, realitas finansial dalam mencapai tujuannya mulai terlihat. Salah satunya The Line, gedung pencakar langit sepanjang 170 km yang dibangun di tengah gurun dan salah satu proyek terdepan NEOM, baru-baru ini diperkecil. Alih-alih menampung 1,5 juta penduduk, The Line kini diharapkan dapat menampung kurang dari 300.000 orang pada tahun 2030 dan hanya 2,4 km dari pembangunan kompleks yang diperkirakan akan selesai. Hal lain-nya yang menunjukan bahwa negara tersebut kekurangan pendanaan untuk Visi tersebut muncul pada bulan Maret, ketika Menteri Pariwisata Saudi Ahmed al-Khateeb mengumumkan rencana untuk melengkapi pendanaan negara sebesar US$800 miliar di industri pariwisata dengan investasi swasta sebesar US$60 miliar hingga US$80 miliar pada tahun 2030. Meskipun demikian, proyek-proyek lain Saudi dilaporkan tidak terpengaruh. Resor pegunungan NEOM khususnya, Trojena, akan segera dibangun, dan beroperasi pada tahun 2029, karena akan menjadi tuan rumah Asian Winter Games pada tahun 2029. Sebuah resor pulau mewah yang dibangun di Laut Merah juga seharusnya dibuka tahun ini. Selain NEOM, Saudi tengah mengembangkan beberapa mega proyek untuk mengubah Riyadh sepenuhnya pada akhir dekade ini, salah satunya maskapai penerbangan nasional baru, Riyadh Air, diluncurkan pada Maret 2023, dengan ambisi meningkatkan lalu lintas udara Arab Saudi hingga tiga kali lipat menjadi 330 juta penumpang pada tahun 2030 dan menjadikan negara tersebut sebagai pusat perjalanan regional. Selain itu, kampanye pariwisata yang menampilkan bintang sepak bola Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo telah dikembangkan untuk meningkatkan daya tarik internasional dari destinasi tersebut. Saudi baru-baru ini juga dikabarkan akan segera mempertimbangkan pencabutan sebagian larangan alkohol. (dul) Baca juga :

Read More

Kemenag Buka Pendaftaran Sekolah Penyuluh dan Penghulu Aktor Resolusi Konflik

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya mencegah konflik sosial berdimensi agama di tengah masyarakat. Salah satunya dengan melibatkan penghulu dan penyuluh agama untuk menjadi Aktor Resolusi Konflik. Untuk itu, Kemenag membuka pendaftaran Sekolah Penyuluh dan Penghulu Aktor Resolusi Konflik (SPARK) 2024, yang dimulai pada 1 Mei hingga 19 Mei 2024. Hal tersebut disampaikan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Kemenag. Terkait hal tersebut, Adib mengatakan, penanganan konflik sosial berdimensi keagamaan membutuhkan keberanian dan kecintaan pada perdamaian. “Pendaftaran dan seleksi kami buka pada 1 hingga 19 Mei 2024, hasil seleksi akan diumumkan pada 20 Mei dan kegiatannya digelar pada 27 Mei hingga 26 Juli 2024,” ujar Adib saat dikonfirmasi 1miliarsantri.net, Kamis (25/4/2024). Adib memaparkan, SPARK dirancang untuk mempertajam kepekaan dan kecakapan teknis para penyuluh dan penghulu dalam membuat keputusan ketika menghadapi atau mencegah konflik. “Program ini dirancang untuk meningkatkan kepekaan dan kecakapan teknis para penyuluh dan penghulu dalam menangani atau mencegah konflik sosial berdimensi keagamaan,” imbuhnya. Selain itu, Kemenag juga bekerja sama dengan Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan untuk menggelar kursus daring terbuka untuk umum (MOOC) di bidang deteksi dini. “Sertifikat dari kursus ini menjadi prasyarat bagi para penyuluh dan penghulu yang ingin mengikuti pelatihan SPARK,” lanjutnya. Sementara itu, Kasubdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik, Kemenag, Dedi Slamet Riyadi mengatakan, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya merekrut satu angkatan, SPARK tahun 2024 membuka enam angkatan yang dibagi dalam enam zona wilayah. “Langkah ini diambil untuk meningkatkan jumlah penyuluh dan penghulu yang terampil dalam resolusi konflik,” ujar dia. Dedi berharap, SPARK 2024 dapat menghasilkan penyuluh dan penghulu yang tidak hanya berani dan mencintai perdamaian, tetapi juga memiliki keahlian yang dibutuhkan untuk menginisiasi langkah-langkah pencegahan dan penanganan konflik sosial berdimensi keagamaan secara efektif. Berikut syarat yang harus dipenuhi: (wink) Baca juga :

Read More

Mengutamakan Menang Tapi Culas atau Kalah Secara Jujur

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam kompetisi marathon itu, pelari Kenya Abel Mutai, berada di garis terdepan dan hampir dipastikan memenangkan marathon tersebut. Akan tetapi beberapa jarak dari garis finish Abel agak bingung dan menyangka jika dia telah sampai di garis finish. Dia pun berhenti. Sementara itu di belakangnya pelari Spanyol, Ivan Fernandez, mengikutinya dengan cepat. Di saat dia melihat lawan larinya itu berhenti dia pun berteriak, berhenti dan mendekatinya. Diambilnya tangan dia dan diajak berlari bersama. Mendekati garis finish, Ivan sengaja lari lambat untuk memberikan kesempatan kepada Abel mencapai garis finish sebelum dirinya. Abel pun memenangkan marathon itu. Sementara Ivan harus puas di posisi kedua. Di saat wawancara Ivan ditanya oleh wartawan: “kenapa anda melakukan itu?” Dia jawab: mimpi saya adalah untuk melihat suatu ketika kita hidup dalam bermasyarakat saling mendorong untuk sukses dan menang bersama”. Wartawan kembali bertanya: “tapi kenapa anda membiarkan orang Kenya itu memenangkan pertandingan?”. Dijawabnya: “saya tidak membiarkan dia menang. Dia memang harusnya menang. Pertandingan ini memang dimenangkan oleh dia”. Wartawan kembali seolah memaksa Ivan untuk memberikan jawaban yang berbeda: “tapi anda harusnya menang”. Ivan melihat padanya dan menjawab: “Tapi lalu apa nilai kemenangan saya? Kemuliaan apa yang akan saya dapatkan dari kemenangan yang tidak seharusnya? Dan bagaimana Ibu saya menanggapinya?”. Beginilah nilai (kebenaran dan kejujuran) yang ditransfer dari generasi ke generasi. Nilai apa yang kita ajarkan kepada anak-anak dan generasi kita dengan berbagai ketidak jujuran yang pertontonkan tanpa malu dan dengan muka tebal kepada masyarakat luas? Kerakusan kepada dunia, termasuk kepada kekuasaan, menjadikan manusia kehilangan jatidiri dan nurani, buta dengan nilai kebenaran dan kejujuran. Dorongan ketamakan menjadikanya kehilangan rasa malu dan sensitifitas dalam mendemonstrasikan berbagai kebohongan, keculasan dan ketidak jujuran bahkan dengan berbagai rekayasa justifikasi yang dimanipulasi. Sesungguhnya prilaku kebohongan dan ketidak jujuran bukan sekedar memalukan dan menjijikkan. Tapi menjadi racun yang mematikan nurani dan rasa kemanusiaan generasi bangsa. Bahwa dengan mempertontonkan berbagai penyelewengan, kecurangan dan kebohongan, yang kemudian dibungkus dengan berbagai pembenaran yang direkayasa, menjadikan bangsa dan generasi masa depan mewarisi prilaku buruk yang berkepanjangan. Pada akhirnya jika ini dibiarkan berlanjut, bangsa itu akan menjadi bangsa yang bercirikan, berkarakter, bahkan beridentitas kebohongan, manipulasi dan prilaku culas. Bangsa yang akan tenggelam dalam jurang kehancurannya. Bangsa yang kerap melakukan berbagai rekayasa yang merusak, yang mengantar kepada kehancuran diri sendiri (self destruction). Namun secara terus menerus merasa benar dan mengaku melakukan kebaikan. Prilaku seperti ini dalam bahasa Al-Qur’an menjadi bagian dari “kemunafikan” (al-Baqarah: 11-12). (yan) Baca juga :

Read More

Beberapa Penyesalan Manusia Ketika Sudah di Akhirat

Surabaya — 1miliarsantri.net : Keberadaan manusia di dunia ini adalah suatu kesempatan yang diberikan untuk melakukan amal baik dan berbuat kebajikan. Manusia, sebagai makhluk yang diberi akal dan hati, memiliki tanggung jawab moral untuk memperbanyak amal baik demi menciptakan kedamaian di dunia ini dan mempersiapkan diri untuk kehidupan di akhirat. Allah telah memberikan penjelasan yang banyak dalam Alquran terkait dengan balasannya terhadap setiap manusia yang tidak taat dan beriman kepada Allah. Oleh karena itu, setiap manusia perlu menyiapkan bekal untuk di akhirat sebelum merasakan penyesalan-penyesalan seperti berikut ini: Pertama menyesal karena tidak berbuat baik dan beramal soleh selama di dunia Kehidupan dunia bagi umat Muslim bukanlah hanya sekadar tempat untuk mencari kesenangan duniawi semata, melainkan juga merupakan ladang amal untuk memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Jika semasa hidup umat Muslim tidak pernah berbuat baik dengan sesama, beramal sholeh, dan beriman kepada Allah, maka ia akan mendapatkan siksaan yang pedih di akhirat. Sebagaimana penyesalan manusia digambarkan dalam ayat berikut: يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ قَدَّمْتُ لِحَيَاتِيْۚ Dia berkata, “Oh, seandainya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini!” (QS Al Fajr: 24). Begitu pula digambarkan tentang manusia yang menyesali perbuatannya semasa di dunia tidak beriman kepada Allah. Berikut bunyi surat Al An’am ayat 27: وَلَوۡ تَرٰٓى اِذۡ وُقِفُوۡا عَلَى النَّارِ فَقَالُوۡا يٰلَيۡتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِاٰيٰتِ رَبِّنَا وَنَكُوۡنَ مِنَ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ Seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata, “Seandainya kami dikembalikan (ke dunia), tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman. (QS Al An’am: 27). Ayat ini menerangkan keadaan mereka di hari akhir nanti yang akan disaksikan oleh umat manusia. Ketika mereka dihadapkan ke muka api neraka, barulah mereka menyadari azab yang akan diterima dan timbul penyesalan dalam diri mereka atas kekafiran dan kelancangan mereka terhadap Allah dan Rasul-Nya selama di dunia. Maka pada saat yang sangat mengerikan dan dahsyat itu mereka mengajukan permohonan kepada Allah agar berkenan mengembalikan mereka ke dunia untuk bertobat dan beramal saleh serta beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, tidak lagi mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka berjanji akan menjadi orang mukmin. Ketika seorang Muslim tidak taat kepada Allah dan Rasul-Nya dalam kehidupan dunia, dia membuka diri terhadap konsekuensi yang serius, baik di dunia maupun di akhirat. Ketidaktaatan ini tidak hanya mempengaruhi hubungan individu dengan penciptanya, tetapi juga berdampak pada kehidupan sosial dan spiritualnya. Sebagaimana dijelaskan dalam surat Al Ahzab bahwa setiap manusia yang semasa hidupnya tidak taat terhadap ajaran Allah dan Rasul, maka akan mendapatkan siksaan yang pedih di akhirat. Sehingga mereka yang mendapat siksaan akan menyesali perbuatannya. يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوْهُهُمْ فِى النَّارِ يَقُوْلُوْنَ يٰلَيْتَنَآ اَطَعْنَا اللّٰهَ وَاَطَعْنَا الرَّسُوْلَا۠ Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka. Mereka berkata, “Aduhai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.” (QS Al Ahzab: 66). Ketiga, menyesal karena tidak mengikuti ajaran Rasulullah dan memilih ajaran temannya yang membawanya ke jalan buruk Manusia yang memilih mengikuti ajaran temannya yang sesat daripada mengikuti ajaran Rasulullah pasti akan merasakan kepahitan penyesalan di kemudian hari. Mereka akan menyadari bahwa pilihan yang mereka ambil telah membawa mereka ke dalam kegelapan dan jauh dari cahaya petunjuk Allah SWT. Penyesalan itu akan menyiksa jiwa mereka karena mereka menyadari bahwa mereka telah melewatkan kesempatan untuk mendapatkan petunjuk yang benar. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al Furqan ayat 28, yang berbunyi: يٰوَيْلَتٰى لَيْتَنِيْ لَمْ اَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيْلًا Oh, celaka aku! Sekiranya (dahulu) aku tidak menjadikan si fulan sebagai teman setia. (QS Al Furqan: 28). Pada hari kiamat, orang-orang zalim akan merasa penyesalan yang mendalam karena telah melalaikan kewajiban-kewajiban agama mereka selama hidup di dunia. Mereka menyesal karena dengan sombong mereka telah berpaling dari kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Mereka meratap dan menangis tersedu-sedu, menginginkan bahwa mereka telah mengikuti ajaran Rasulullah dengan tulus dan ikhlas di dunia. Namun, pada saat itu, penyesalan mereka tidak akan berguna lagi. Mereka juga menyesal karena telah salah memilih teman dan pengaruh dalam hidup mereka. Mereka menyadari bahwa kesalahan dalam memilih teman telah membawa mereka ke dalam kesesatan dan kebinasaan. Sehingga, mereka merasa bersalah karena telah membiarkan diri mereka dipengaruhi oleh orang-orang yang tidak membawa mereka ke jalan yang benar. Keempat, menyesal karena telah menyekutukan Allah dengan yang lainDalam surat Al Kahfi ayat 42 terdapat kisah seorang pekebun yang memiliki dua kebun subur. Namun, lama kelamaan ia menyombongkan apa yang ia miliki, sehingga Allah mengambil semua nikmatnya dengan merusak semua kebun-kebunnya. وَأُحِيطَ بِثَمَرِهِۦ فَأَصْبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيْهِ عَلَىٰ مَآ أَنفَقَ فِيهَا وَهِىَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا وَيَقُولُ يَٰلَيْتَنِى لَمْ أُشْرِكْ بِرَبِّىٓ أَحَدًا Harta kekayaannya dibinasakan; lalu ia membolak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang ia telah belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur itu roboh bersama para-paranya dan dia berkata: “Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku”. (QS Al Kahfi: 42). Melalui ayat ini, Allah menegaskan bahwa setiap orang yang menyekutukan Allah dengan apa pun, akan mendapatkan balasannya di akhirat. (yat) Baca juga :

Read More