Muhammadiyah Tarik Dana Rp13 Triliun, Begini Tanggapan BSI

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pimpinan Pusat (PP) Muhamadiyah secara resmi mengumumkan penarikan dana persyarikatan yang disimpan di BSI. Dana sebesar Rp13 triliun itu akan dialihkan. Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Wisnu Sunandar menekankan bahwa BSI berkomitmen untuk selalu melayani dan mengembangkan ekonomi umat. “BSI senantiasa berkomitmen memenuhi ekspektasi seluruh pemangku kepentingan dengan menerapkan prinsip adil, seimbang, dan bermanfaat (maslahat) sesuai syariat Islam,” kata Wisnu Sunandar dalam keterangan tertulis yabg diterima 1miliarsantri.bet, Junat (7/6/2024). Wisnu menegaskan BSI akan terus berusaha memberikan pelayanan terbaik dan berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. “Terkait pengalihan dana oleh PP Muhammadiyah, BSI berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dan siap berkolaborasi dengan seluruh stakeholder dalam upaya mengembangkan berbagai sektor ekonomi umat. Terlebih bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang merupakan tulang punggung ekonomi bangsa,” tambahnya. Wisnu mengatakan, BSI terus berkomitmen menjadi lembaga perbankan yang melayani segala lini masyarakat, baik institusi maupun perorangan. “BSI berupaya menjadi bank yang modern serta inklusif dalam memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip syariah,” terang Wisnu. Selain menggandeng PP Muhammadiyah, BSI sebelumnya juga menjalin kerja sama dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dan Perum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) dalam penyaluran pembiayaan kepemilikan rumah bersubsidi KPR Sejahtera FLPP kepada pegawai di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Diketahui, PP Muhammadiyah memutuskan untuk mengalihkan dana dan menginstruksikan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) untuk ikut memindahkan dananya dari BSI. (wink) Baca juga :

Read More

Bolehkah Mendoakan Ustad Yang Menghalalkan Musik

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sebuah video yang mempertontonkan seorang ustadz mendoakan orang yang menghalal kan musik meninggal dalam keadaan konser viral di sejumlah media sosial. “Ya Allah jadikanlah teman-temanku dan ustadz-ustadznya yang menghalalkan musik agar mereka mati dalam keadaan mendengarkan musik menyanyi mendengarkan konser dan yang semacam itu ya Allah ucapkan amin,” kata Ustadz tersebut dikutip Junat (7/6/2024). Tidak cukup, dia juga mendoakan ustadz yang membolehkan musik agar juga mati dalam keadaan mendengarkan musik. “Ya Allah jadikanlah ustad-ustad yang mengatakan bahwa mendengarkan musik itu boleh-boleh aja selama tidak melalaikan dari sholat agar mereka semua mati dalam keadaan mendengarkan musik ya Allah beserta orang-orang yang mendukungnya. Ucapkan amin,” ujar Muflih. Dalam kondisi ini, apakah kita boleh mendoakan buruk bagi orang lain? Allah SWT berfirman, “Allah tidak menyukai perkataan buruk, (yang diucapkan) secara terus-terang kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Mahamendengar, Mahamengetahui.” (QS An Nisa: 148) Dalam Tafsir Ibnu Katsir diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Allah SWT tidak suka dengan doa yang berisi ungkapan buruk kepada siapapun kecuali dia dizalimi. Karena itu, Allah SWT mengizinkan doa tersebut diucapkan tetapi hanya ditujukan kepada orang yang telah menzalimi dirinya. Tafsir al-Sa’di juga menyebutkan, dibolehkan bagi hamba untuk berdoa terhadap orang yang telah menganiaya dirinya selama hamba tersebut tidak berbohong atau tidak melebih-lebihkan penganiayaan yang dialami dirinya. Namun, memaafkan orang yang menzaliminya tentu jauh lebih baik. Lebih lanjut, ada beberapa bentuk doa dan hukumnya bagi orang yang dianiaya atau dizalimi kepada orang yang menzalimi sebagaimana dilansir dari laman Mawdoo. Pertama, berdoa agar sikap zalim yang dilakukan si penzalim itu dihilangkan, dan ini sangat mulia. Kedua, berdoa untuk kematian anak-anak dari si penzalim, termasuk juga keluarganya dan orang-orang yang memiliki hubungan dengannya, meskipun mereka tidak ada kaitannya apapun dengan tindakan zalim si pelaku. Doa semacam ini tidak diperbolehkan. Ketiga, berdoa agar orang berbuat zalim itu mengalami sakit yang luar biasa melebihi hukuman yang setimpal baginya. Ini juga tidak boleh. Keempat, berdoa agar pelaku zalim itu dikutuk untuk terus melakukan perbuatan dosa. Ini juga tidak boleh karena keinginan agar orang lain terjerembab dalam maksiat adalah juga bentuk dari maksiat itu sendiri. Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada saat itu, Prof Dr Hasanuddin AF menyampaikan, meski ada redaksi pembolehan untuk menyampaikan doa yang buruk kepada orang yang berbuat zalim, lebih baik jika orang yang dizalimi itu menyerahkan semua persoalan yang dihadapinya kepada Allah SWT. Artinya, itu momentum bagi orang yang dizalimi untuk meningkatkan ketakwaannya kepada Allah dengan melaksanakan berbagai bentuk ibadah. Hasanuddin menjelaskan, membalas kebaikan orang lain dengan kebaikan lagi itu sudah biasa. Sedangkan orang yang berbuat baik kepada orang yang tidak pernah berbuat baik kepada dirinya itu memiliki nilai yang lebih tinggi. Namun ada satu lagi yang lebih tinggi nilainya, yaitu membalas kejahatan orang lain dengan kebaikan. “Ini nilainya jauh lebih tinggi dari dua yang pertama tadi. Dan tentu memaafkan orang yang telah menzalimi kita itu jauh lebih baik, ini termasuk membalas kejahatan dengan kebaikan,” jelasnya. Apalagi, Hasanuddin mengatakan, Allah SWT dalam Alquran mengingatkan bahwa salah satu ciri orang yang bertakwa adalah orang yang memaafkan orang lain. Karena itu, sudah semestinya orang yang beriman adalah memaafkan orang yang telah berbuat jahat kepada dirinya. Allah SWT berfirman, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran 133-134) Sementara, hukum Islam mengenai musik tampaknya selalu hangat untuk diperbincangkan dari dulu sampai sekarang. Apalagi, seiring berkembangnya zaman, musik makin tumbuh di tengah masyarakat dengan beragam genre. Lantas, bagaimana sebetulnya pandangan Islam terhadap musik? Wakil Ketua Dewan Fatwa PB Al-Washliyah Dr Nirwan Syafrin menyampaikan penjelasan dengan membaginya pada tiga hal, yakni nyanyian, alat musik, dan musik itu sendiri, yang dalam hal ini bisa dikatakan sebagai perpaduan nyanyian dan alat musik. Pertama, soal nyanyian, yakni lantunan suara yang berirama. Nirwan mengatakan, para ulama berbeda pendapat mengenai hukum nyanyian. Ada yang mutlak membolehkan, mengharamkan, dan memakruhkan. “Untuk nyanyian seperti ‘Tala’ al-Badru ‘Alayna’ atau nasyid yang isinya mengajak pada kebaikan, bahkan lantunan ayat suci Alquran, para ulama membolehkan,” ujar pengajar filsafat dan pemikiran Islam di Universitas Ibn Khaldun Bogor itu kepada Republika, beberapa waktu lalu. Namun, ketika nyanyian tersebut bercampur dengan sesuatu yang haram, misalnya, disertai dengan minuman keras (miras) atau dinyanyikan di tempat yang penuh kemaksiatan, para ulama sepakat mengharamkannya. Rasulullah SAW pernah memuji sahabat bernama Abu Musa al-Asyari karena memiliki suara yang merdu. Nabi Muhammad SAW juga pernah menyaksikan orang-orang badui merayakan hari besar dengan bernyanyi dan beliau membiarkan Aisyah RA untuk menyaksikan pertunjukan tersebut. “Jadi, banyak ulama yang membenarkan nyanyian itu, dengan syarat tidak mengandung unsur keharaman, kesyirikan, kemaksiatan, kejahatan, kekufuran, dan kemunafikan,” kata dia. Kedua, mengenai musik, Nirwan memaparkan, memang ada ulama yang mengharamkannya secara mutlak. Pendapat ini mengharamkan musik secara mutlak dan bagi mereka mendengar musik sudah masuk kategori dosa besar sehingga apa pun jenis musiknya itu haram. “Namun, pendapat ini tidak mainstream. Kita juga tidak sepakat kalau terlalu berlebihan,” katanya. Menurut Nirwan, kalaupun ingin menyebut haram, seharusnya tingkat keharamannya tidak sampai pada dosa besar, tetapi masih bisa dihapuskan oleh kebaikan-kebaikan lain. Sehingga termasuk kategori kemaksiatan yang dosanya bisa gugur dengan wudhu lalu shalat. Namun, dia mengingatkan, musik menjadi haram jika di dalamnya terkandung berbagai keburukan sebagaimana yang telah dijelaskan. Ketiga, terkait alat musik. Sejumlah ulama klasik membolehkan beberapa jenis alat musik, seperti seruling dan alat musik yang dipukul. Sedangkan, pada zaman modern sekarang, alat-alat musik kian beragam. Mengutip pendapat Syekh Yusuf al-Qaradawi, Nirwan menyampaikan, keberadaan alat musik modern sekarang ini mutlak dibolehkan berdasarkan kaidah fikih ‘al-ashlu fil asy-yaa’i al-ibaahah’ (dasar segala sesuatu itu boleh). “Tidak ada dalil yang jelas mengharamkan alat-alat musik tertentu,” ujarnya. Terlepas dari perbedaan pendapat mengenai musik, Nirwan mengingatkan untuk tidak terlalu membesar-besarkannya. Umat Islam harus moderat dalam beragama. “Ini ada dalam ranah ikhtilaf, ranah di mana ulama berbeda pendapat. Jadi, kita juga harus bisa menyikapinya dengan baik. Kalau ada yang membolehkan, dia punya dalil dan yang mengharamkan juga…

Read More

Banyak Rumah Sakit di Palestina Tidak Berfungsi dengan Sempurna

Gaza — 1miliarsantri.net : Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi mengungkapkan, beberapa rumah sakit di Gaza, Palestina yang masih beroperasi dengan pelayanan sangat minim, termasuk salah satunya Rumah Sakit Indonesia di Gaza, yang sempat menjadi target serangan Israel, kini tidak beroperasi maksimal sejak November 2023. “Hanya beberapa rumah sakit yang masih memberikan pelayanan kesehatan itu pun sangat minim dan Rumah sakit Indonesia di Gaza sudah tidak berfungsi secara maksimal sejak November tahun lalu. Situasinya sangat memprihatinkan. Tidak ada satupun kalimat yang dapat menjelaskan bahwa kondisi bangsa Palestina mengalami perbaikan. Situasi makin memburuk,” ungkap Retno saat dikonfirmasi 1miliarsantri.net, Jumat (7/6/2024). Sementara layanan medis porak-poranda, Israel justru mengintensifkan serangan di Gaza, termasuk Rafah. Rafah adalah sebuah kawasan di selatan Jalur Gaza yang sebelumnya dinyatakan sebagai zona aman bagi warga Palestina. Retno menyebut, serangan Israel di Rafah, yang diklaim sebagai upaya memburu tokoh-tokoh Hamas, semakin memperparah situasi. Direktur Regional World Health Organization (WHO) untuk Mediterania Timur, Hanan Balkhy, menyebut adanya pemblokiran akses mendapatkan peralatan medis. “Kita berbicara tentang ventilator, bahan kimia pemurnian hingga air bersih,” kata Balkhy, dikutip dari kantor berita Palestina WAFA. Padahal, lanjut dia, sebanyak 11.000 pasien sakit kritis dan terluka memerlukan evakuasi medis segera. “Pasien yang keluar menunjukkan beberapa trauma yang sangat kompleks: patah tulang, organisme yang resistan terhadap berbagai obat, anak-anak yang sangat cacat,” ujarnya. Balkhy juga menyoroti dampak buruk jangka panjang terhadap kesehatan anak-anak akibat konflik ini. Perang telah merusak upaya-upaya kesehatan dasar masyarakat, seperti akses air bersih, makanan sehat, dan imunisasi rutin, membuat anak-anak rentan terhadap berbagai penyakit seperti campak, cacar air, diare, dan penyakit pernafasan. “Ini akan berdampak besar pada kesehatan mental. Ini akan menyebabkan sindrom stres pasca-trauma yang parah,” ujarnya. Lebih lanjut, Balkhy menyebut bahwa sebagian warga Gaza kini hanya bisa minum air limbah dan makan pakan ternak. “Anak-anak hampir tidak bisa makan, sementara truk berada di luar Rafah,” tambahnya. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah lama memperingatkan potensi kelaparan di Gaza, dengan sekitar setengah dari populasi atau 1,1 juta orang menghadapi tingkat kerawanan pangan yang sangat parah. Badan Kemanusiaan PBB United Nations Office for The Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) menyatakan bahwa kendala akses terus menghambat pengiriman bantuan kemanusiaan yang aman untuk menyelamatkan banyak nyawa di seluruh Gaza. “UNICEF memperingatkan bahwa jika pasokan nutrisi tidak dapat didistribusikan, pengobatan terhadap lebih dari 3.000 anak menderita kekurangan gizi akut akan terhenti,” tulis OCHA dalam keterangan resminya. (zul) Baca juga :

Read More

Pendirian Klinik Kesehatan Diharapkan Membantu Kesehatan Jamaah Haji

Madinah — 1miliarsantri.net : Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah Ali Machzumi mengatakan ide awal pendirian klinik ini adalah pihaknya melihat adanya jamaah haji yang memerlukan perawatan darurat sementara lokasi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) cukup jauh dari penginapan jamaah haji. Karena itu, kata dia, Keberadaan Klinik Kesehatan Sektor ini sangat bermanfaat dan letaknya yang dekat dengan hotel jamaah haji menginap membuat klinik ini mudah diakses oleh jamaah haji. “Di Madinah ini (KKHI) cukup jauh ketika jamaah di Madinah membutuhkan kedaruratan awal itu dalam kondisi crowded di jalan raya cukup lama. Sehingga klinik ini sangat bermanfaat,” urainya. Di samping itu, kata dia, kehadiran klinik kesehatan ini juga diharapkan bisa mengurangi kepadatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Menurut Ali, sebenarnya ide pembentukan klinik ini sudah muncul sejak tahun lalu. Idenya klinik didirikan di setiap hotel. Meski begitu, dengan adanya klinik skala sektor ini dan kondisi hotel yang tidak terlalu berjauhan, bisa dimanfaatkan untuk melakukan perawatan pada jamaah yang membutuhkan. “Jamaah yang dalam kondisi sangat darurat bisa langsung ditangani di klinik satelit ini,” bebernya. Ali berharap klinik ini meski baru terwujud di akhir gelombang pertama, sudah bisa berjalan di gelombang kedua. “Sehingga lebih memberikan manfaat kepada jamaah haji kita di gelombang kedua nanti karena waktunya cukup panjang nanti gelombang kedua kloter-kloter juga lebih banyak daripada gelombang pertama,” harapnya. Nantinya, kata Ali, klinik sejenis akan didirikan di semua sektor di Madinah yang mencakup lima sektor. “Kami komunikasikan terus. Semoga dalam satu atau dua hari ini akan ada progres di sektor lain,” imbuhnya. Penanggung Jawab Klinik Kesehatan Sektor 2, Dr Ricky Atrian mengatakan klinik memiliki fasilitas ruang perawatan dan ruang isolasi . Masing -masing ruang memiliki tiga bed. Selain itu, klinik juga dilengkapi sejumlah peralatan medis seperti neubilizer, EKG, dan alat infus. “Klinik ini untuk situasi emergency dan observasi. Jika nanti bekepanjangan nanti akan dirujuk ke rumah sakit,” pungkasnya. (dul) Baca juga :

Read More

Masjid Aisyah Jadi Tempat Favorite Pengambilan Miqot

Mekah — 1miliarsantri.net : Miqot adalah batas tempat bagi jamaah untuk memulai ibadah haji atau umrah. Jika ingin melakukan umrah lagi, jamaah haji yang tinggal di Mekah harus menuju titik miqat yang berada di luar Tanah Haram. Ada tiga titik tempat yang kerap dituju jamaah haji Indonesia ketika akan miqat di daerah yang berada di luar Tanah Haram, yaitu Masjid Aisyah di Tan’im, Masjid Ji’ranah, dan Masjid Hudaibiyah. Lokasi Miqat pertama yakni Masjid Aisyah yang berada di daerah Tan’im. Jarak antara masjid ini dengan Masjidil Haram sekitar tujuh kilometer. Jika berangkat dari wilayah Syisyah, hanya butuh waktu sekitar 10 menit untuk sampai ke masjid ini. Masjid ini selalu ramai dipenuhi jamaah calon haji yang akan melaksanakan ibadah umrah sunnah, termasuk jamaah asal Indonesia. Masjid Tan’im mempunyai dua menara setinggi 50 meter, area yang ditumbuhi rerumputan dan taman. Di sekitar taman, tampak bangunan setinggi tiga meter lebih yang menjadi pembatas antara tanah Haram dan tempat miqat Tan’im. Di bagian atasnya terdapat tulisan “Haram Ends Here”. Jamaah laki-laki yang mengambil miqat di Masjid Aisyah ini rata-rata sudah memakai pakaian ihram. Setelah salat dan niat ihram, mereka baru kemudian menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan umrah. Menurut pembimbing ibadah Daker Mekkah KH Miftah Faqih, masjid ini menjadi tempat istri Nabi Muhammad Saw Sayyidah Aisyah melakukan miqat pada 632 Masehi. Karena itu, masjid ini dinamakan Masjid Aisyah Ummul Mukminin. Sejarah mencatat, saat itu Rasulullah SAW bersama Aisyah dan sahabatnya akan melaksanakan Haji Wada’ dari Madinah. Rombongan haji yang dipimpin Rasulullah itu pun mengambil Miqat di daerah Bir Ali, kecuali Aisyah. Karena, Aisyah pada waktu itu masih dalam kondisi haid. “Namun Sayyidah Aisyah tidak ikut (Miqat), langsung ikut saja ke Makkah menjalani semua prosesi-prosesi kecuali tawaf,” ujar Kiai Miftah kepada 1miliarsantri.net, Kamis (6/6/2024). Begitu sampai di Makkah, Sayyidah Aisyah kemudian melapor kepada Rasulullah bahwa dirinya telah suci. Lalu, Rasulullah menyuruh Aisyah untuk mengambil Miqat yang terdekat dari pintu masuk Ka’bah. Dengan ditemani saudaranya yang bernama Abdurrahman bin Abu Bakar, Aisyah pun pergi ke daerah Tan’im untuk niat ihram. “Maka Tan’im di sini akhirnya menjadi miqat yang diambil oleh Aisyah pada tahun 9 Hijriah. Rasulullah sendiri tidak pernah miqat di Tan’im. “Yang miqat di sini adalah Aisyah,” ucap Kiai Miftah. Maka, lanjut dia, dalam sejarahnya daerah Tan’im ini dulunya sering disebut sebagai miqat umrah perempuan. Sementara, Masjid Ji’ronah yang berada di sebelah timur laut Kota Makkah, menjadi tempat miqat laki-laki. Jadi umroh sughro itu miqatnya di Tan’im, ada mikot qubro itu adanya di Ji’ronah,” jelas Ketua PBNU asal Gresik ini. Dengan padatnya jamaah di musim haji ini dan ketatnya peraturan pemerintah Arab Saudi untuk masuk Makkah, Kiai Miftah mengimbau jamaah Indonesia untuk mengambil miqat di Masjid Aisyah saja. “Kenapa? Karema aksesnya lebih gampang dan tentunya lebih murah. Dan jarak dari Masjidil Haram itu hanya 7,5 kilometer,” ujar Kiai Miftah. Meskipun Rasulullah tidak pernah mengambil miqat di Tan’im, tambah dia, tapi beliaulah yang mengintruksikan kepada Aisyah untuk mengambil miqat di daerah ini. “Dan ini sudah bisa menjadi landasan hukum sah dan tidaknya. Jadi ambil miqat di sini untuk umrah itu sah, tidak usah diragukan lagi,” pungkasnya. (drus) Baca juga :

Read More

Silsilah Kerajaan Islam Pertawa Gowa

Makassar — 1miliarsantri.net : Kerajaan Gowa Tallo atau Kerajaan Makassar merupakan kerajaan Islam di Sulawesi Selatan. Letak Kerajaan Gowa Tallo berada di wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kerajaan Gowa Tallo merupakan gabungan dari dua kerajaan yang berasal dari keturunan Kerajaan Gowa, yang didirikan oleh Tumanurung Bainea sekitar awal abad ke-14. Pada awal abad ke-15, Kerajaan Gowa dibagi menjadi dua, yaitu Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo. Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo bersatu pada masa pemerintahan Raja Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi Kallonna, kemudian gabungan dua kerajaan itu disebut Kerajaan Gowa Tallo atau Kerajaan Makassar. Kerajaan Gowa Tallo memasuki masa Islam dan berubah menjadi kesultanan pada akhir abad ke-16. Sejarah Kerajaan Gowa Tallo pada Masa Islam Kerajaan Gowa Tallo berpusat di Sombaopu (Makassar). Lokasi Sombaopu yang strategis membuat pedagang Maluku senang singgah dan berdagang di Kerajaan Gowa Tallo. Pada akhirnya, Sombaopu menjadi penghubung Malaka, Jawa, dan Maluku. Kerajaan Gowa Tallo telah berhubungan dengan Sultan Ternate yang sudah memeluk agama Islam. Agama Islam mulai masuk ke wilayah Sulawesi Selatan disebabkan dakwah Datuk RI Bandang dan Datuk Sulaiman dari Minangkabau. Pemimpin Gowa Tallo yang pertama masuk Islam adalah I Mangarangi Daeng Manrabbia (1593-1639 M) yang bergelar Sultan Alaudiin I. Seluruh rakyat kemudian selesai diislamkan dua tahun setelahnya. Pada saat, Kesultanan Gowa-Tallo bercorak Islam, rakyat sangat patuh pada aturan berdasarkan ajaran Islam. Siapa Nama Tokoh yang Terkenal dari Kerajaan Islam Gowa Tallo Sultan Malikussaid (1639-1653 M) Kejayaan Kasultanan Gowa Tallo berawal dari peran Karaeng Patingalloang, seorang mangkubumi yang menjalankan kekuasaan pada tahun 1639-1654. Di mana, ia mendampingi Sultan Malikussaid yang saat itu masih kecil. Pada saat Karaeng Patingalloang menjabat sebagai mangkubumi, nama Kerajaan Makassar terkenal dan menjadi perhatian sejumlah negeri. Karaeng Patingalloang berkongsi bersama Sultan Malikussaid dengan sejumlah pengusaha dagang dari Portugis dan Spanyol. Karena kepandaiannya, Karaeng Patingalloang diuluki sebagai cendekiawan dari Kerajaan Makassar. Karaeng Patingalloang wafat pada tanggal 17 September 1654 pada saat turut serta dalam barisan Sultan Hasanuddin melawan Balanda. Karaeng Patingalloang telah menyiapkan sekitar 500 kapal untuk menyerang Ambon sebelum meninggal. Sultan Hasanuddin (1653-1669 M) Kerajaan Islam Gowa Tallo memasuki masa kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Hasanudin yang dijuluki Ayam Jantan dari Timur. Pada saat itu, Sultan Hasanuddin berhasil memperluas wilayah kekuasaan dengan menguasai daerah-daerah subur dan daerah penunjang perdagangan. Daerah yang dikuasai hingga Nusa Tenggara Barat, sehingga Kerajaan Gowa Tallo dikenal sebagai negara maritim yang menjadi pusat perdagangan di Indonesia Timur. Dalam bidang sosial pemerintahan, Sultan Hasanudin berhasil memajukan pendidikan dan kebudayaan Islam. Alhasil, banyak murid yang belajar agama Islam ke Banten. Sultan Hasanuddin merupakan raja yang sangat anti dominasi asing. Dirinya menentang kehadiran VOC yang saat itu sudah berkuasa di Ambon. Kemudian, Sultan Hasanuddin memimpin peperangan melawan VOC di Maluku dan berhasil memporak-porandakan pasukan Belanda. Belanda yang menyadari kedudukannya semakin terdesak berupaya mengakhiri peperangan dengan melakukan politik adu domba antara Makassar dengan Kerajaan Bone (daerah kekuasaan Makassar). Rupanya, siasat politik adu domba yang dilakukan Belanda berhasil hingga Raja Bone yang bernama Aru Palaka mau bersekutu dengan VOC untuk menghancurkan Makassar. Perang yang telah berlangsung selama bertahun-tahun membuat Keraaan Makassar harus mengakui kekalahannya dan menandatangani Perjanjian Bonganya tahun 1667. Banyak pasal dalam perjanjian tersebut yang merugikan Makassar, namun harus diterima Sultan Hasanuddin. Sultan Hasanuddin turun tahta setelah dua hari dari perjanjian tersebut dan menyerahkan kekuasaannya pada Sultan Amir Hamzah. Perjanjian Bonganya merupakan awal kemunduran Kerajaan Gowa-Tallo. Hal tersebut dikarenakan, raja-raja setelah Sultan Hasanuddin bukan raja yang merdeka dalam menentukan politik kenegaraannya. (ndro) Baca juga :

Read More

Amalan yang Biasa dikerjakan Saat Bulan Dzulhijah

Surabaya — 1miliarsantri.net : Allah SWT amat mencintai amalan yang dilakukan hamba-Nya pada 10 hari pertama di bulan dzulhijah. Sebab itu terdapat anjuran memperbanyak amalan ibadah di hari-hari tersebut agar kita bisa terpilih menjadi orang-orang yabg beriman. Berikut amalan yang disyariatkan. “Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku“. Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Saw bersabda :“Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun“. [Hadits Muttafaqun ‘Alaih]. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah rahimahullah bahwa Nabi Saw bersabda:“Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya”. Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma. “Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid”. [Hadits Riwayat Ahmad].Imam Bukhari rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Ra keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha’, tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan : Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah”. Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya” [Hadits Muttafaqun ‘Alaihi]. “Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu”. [Muttafaqun ‘Alaihi]. “Jika kamu melihat hilal bulan Dzulhijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya”. Dalam riwayat lain :“Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban”.Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah.“….. dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan…”. [al-Baqarah/2 : 196]. Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban.Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan, janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti, nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama sepuluh hari. Baca juga :

Read More

Chile Bergabung dengan Afrika Selatan di Mahkamah Internasional

Chile — 1miliarsantri.net : Presiden Chile Gabriel Boric mengatakan bahwa negaranya akan bergabung dengan Afrika Selatan dalam kasus di Mahkamah Internasional (ICJ) yang menuduh Israel melakukan “genosida” di Gaza dalam perang melawan Hamas. Berbicara di hadapan Kongres Nasional, Boric mengecam “situasi kemanusiaan yang katastrofik” di Gaza dan menyerukan “respons tegas dari komunitas internasional.” “Chile akan menjadi pihak dan mendukung kasus yang diajukan Afrika Selatan melawan Israel di hadapan Mahkamah Internasional di Den Haag,” kata Boric. ICJ sedang mempertimbangkan kasus Afrika Selatan, namun sementara itu telah memberlakukan “tindakan sementara” yang memerintahkan Israel untuk melakukan segala upaya guna mencegah tindakan genosida selama kampanyenya melawan Hamas. Pengadilan PBB tertinggi bulan lalu memerintahkan Israel untuk menghentikan operasi militer di kota Rafah, Gaza selatan, tempat di mana warga Palestina yang terlantar mencari keselamatan dari ofensif militer Israel. Sebelum invasi Rafah dimulai, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan hingga 1,4 juta orang berlindung di kota tersebut. Sejak saat itu, satu juta orang telah melarikan diri dari daerah tersebut, menurut badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA. Chile telah mengakui Palestina sebagai negara sejak 2011, dan Boric sebelumnya mengatakan bahwa perang di Gaza “tidak memiliki pembenaran” dan “tidak dapat diterima.” Perang Gaza dipicu oleh serangan Hamas yang belum pernah terjadi sebelumnya pada 7 Oktober, yang mengakibatkan kematian 1.189 orang, sebagian besar warga sipil, menurut perhitungan AFP berdasarkan angka resmi Israel. Militan juga menyandera 252 orang, 121 di antaranya masih berada di Gaza, termasuk 37 orang yang menurut tentara Israel telah meninggal. Serangan balasan Israel telah menewaskan setidaknya 36.379 orang di Gaza, sebagian besar warga sipil, menurut kementerian kesehatan wilayah tersebut. (zul) Baca juga :

Read More

Sebanyak 5850 Warga Aceh Terima Wakaf Habib Bugak Arsyi di Mekah

Mekah — 1miliarsantri.net : Sebanyak 5.850 warga Aceh menerima dana wakaf dari Baitul Asyi — lembaga yang mengelola dana wakaf Habib Bugak Asyi, seorang warga Arab yang pernah tinggal di Aceh pada era tahun 1.800-an. Warga Aceh yang menerima wakaf itu terdiri dari 4.716 jamaah haji asal Aceh, ditambah 1.134 tenaga musiman (temus) dan mahasiswa asal Aceh. Pembagian dana itu dilakukan usai salat Asar di Baitul Asyi Misfalah, Mekah (2/6/2024). Pembagian dana dibagi menjadi beberapa tahap. Untuk tahap awal, dibagi kepada jamaah kloter 2. Masing-masing jamaah mendapatkan 1.500 riyal atau Rp6,5 juta dan satu mushaf Al-Quran. Para warga aceh mengaku senang dan terharu menerima wakaf ini. Cut Halimatussadiah, 53, jamaah asal Bireuen, Aceh, misalnya, mengaku senang dan terharu mendapatkan wakaf dari nenek moyang mereka. Wakaf itu katanya akan digunakan untuk hal yang bermanfaat. “Terharu, senang, Alhamdulillah. Uangnya mau diwakafin lagi, berbagi ke orang lain,” ucapnya. Hal yang sama diungkapkan oleh Khalidin, jamaah kloter 2 asal Bireuen. Dia mengatakan menerima wakaf bersama ibunya juga. Hasil wakaf Alquran akan disumbangkan ke Masjidil Haram. “Saya sangat senang. Untuk mama bilang Al-Qurannya mau diwakafkan ke Masjidil Haram,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Pemerintah Aceh, Yusrizal mengatakan pemerintah Aceh sangat mendukung kegiatan ini. Dia berharap wakaf ini bisa menjadi contoh bagi warga Aceh lain untuk terus berbuat kebaikan. “Memotivasi kita sekalian untuk tetap berwakaf sekecil apapun dalam bentuk apapun,” ucap Yusrizal di lokasi pembagian wakaf. Yusrizal mengatakan, pemerintah Aceh awalnya mendata warganya yang akan pergi haji tahun ini. Data tersebut lalu dikirimkan ke nadzir atau pengelola wakaf. Setelah itu data tersebut akan diproses untuk pemberian wakaf yang dilakukan setiap setahun sekali setiap musim haji. “Setelah dilakukan pendataan, pemerintah Aceh akan memberikan kartu kepada para penerima wakaf sebelum mereka berangkat ke Mekah. Kartu tersebut harus dibawa untuk ditukarkan saat menerima wakaf. “Pembagian wakaf ini ada kartunya dari Pemerintah Aceh,” ucapnya. Sementara itu Syekh Abdul Latif Baltou selaku nadzir wakaf Habib Bugak Asyi, mengatakan Habib Bugak sangat cinta kepada warga Aceh sehingga wakaf ini masih berlangsung meski 200 tahun sudah berlalu. “Habib Bugak sangat cinta kepada kita semua. Maka dari itu berdoalah (untuk beliau),” ucap Syekh Abdul. Dia juga berpesan kepada para jemaah haji asal Aceh untuk selalu menjaga waktu. Manfaatkan waktu selama di Tanah Suci ini untuk beribadah dan berbuat kebaikan. “Kalau lah di negeri kita di Aceh kita banyak makan, banyak bicara. Tetapi ketika kita berada di Kota Mekah sedikitkanlah hal itu. Perbanyaklah ketaatan kepada Allah SWT,” katanya. Wakaf itu berawal Habib Bugak Al Asyi dua abad lalu. Kala itu pada 1800-an, Habib Bugak yang berasal dari Arab Saudi pergi ke Aceh. Saat berada di Aceh, Habib Bugak memiliki gagasan untuk mengumpulkan uang untuk membeli tanah di Mekah untuk diwakafkan kepada jamaah haji asal Aceh. Dana tersebut berasal dari uang Habib Bugak dan juga urunan dari masyarakat Aceh kala itu. (drus) Baca juga :

Read More

Mengenal Dokter Kamal, Arsitek Lantai Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Jakarta — 1miliarssntri.net : Bagi umat Islam yang sudah menunaikan ibadah haji ataupun umroh, tentu sering bertanya tentang lantai di masjidil Haram dan Masjid Nabawi mengapa tidak terasa panas saat cuaca sangat panas? Terutama jamaah yang sedang menunaikan ibadah tawaf mengelilingi Ka’bah di siang hari dengan panas yang sangat terik, kaki kaki para jamaah tetap tidak merasa kepanasan. Lantai yang bisa menahan panas tersebut, karena memang didesain sejak awal untuk para jamaah agar saat ibadah tidak merasa terganggu. Arsitek yang mendesain lantai tidak panas ini adalah, ilmuan asal Mesir. Namanya Dr.Muhamad Kamal Ismail. Dr.Kamal ini yang memiliki marmer dingin, kubah listrik dan payung megah yang berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Dr Kamal adalah anak muda dan lulusan termuda di sekolah setingkat SMA di Mesir. Dalam sejarah Mesir, dia anak muda yang terdaftar dalam sekolah teknik kerajaan pertama yang kemudian di sekolahkan ke Eropa. Ia memperoleh tiga gelar dokter di bidang arsitektur Islam. Selain itu, ia juga anak termuda yang mendapatkan sel nil dan pangkat besi dari raja. Dr Kamal, menikah di usia 44 tahun, dan istrinya melahirkan anak laki-laki, namun tidak lama kemudian istrinya meninggal dunia. Setelah ditinggal istrinya, Dr Kamal memilih menyendiri dn memfokuskan beribadah kepada Allah. Ia hampir menghabiskan usianya 100 tahun untuk melayani dua masjid suci, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Apa yang dilakukan Dr Kamal ini jauh dari sorotan media massa. Ia asalah Insinyur pertama yang melakukan perencanaan pelebaran dua masjid suci di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah. Yang juga mengagumkan, saat bekerja untuk dua masjid suci tersebut, ia menolak untuk mendapat cek pembayaran dari raja arab, Abdullah Abdul Aziz bin Saud maupun dari perusahaan bin laden atas desain arsitekturnya. Ia hanya bilang,” Untuk apa saya menerima bayaran untuk sebuah pekerjaan saya di dua masjid suci, bagaimana saya nanti kalau menghadap Allah kalau untuk dua pekerjaan di masjid suci ini saya menerima bayaran.” Dokter genius ini, adalah sosok yang menemukan bahan batu marmer yang bisa dipakai untuk melapisi lantai yang ada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi agar lantai tersebut bisa menjadi lebih dingin sehingga membuat jamaah yang tawaf tidak merasa kepanasan. Batu marmer ini dideteksi doctor genius ini adanya hanya di gunung kecil di Yunani. Di gunung gunung lain tidak ada. Ia kemudian berangkat menuju Yunani untuk menandatangani kontrak pembelian batu marmer separo dari gunung tersebut. Meskipun marmer yang dibeli itu jumlahnya adalah separo dari satu gunung di Yunani, namun pemanfaatnya hanya untuk Masjidil Haram. Usai melakukan pembelian, Dr Kamal kembali ke Mekkah dan memulai melakukan pembangunan. Namun setelah selesai menuntaskan pembangunan di Masjidil Haram, Doktor genius ini diminta Raja Arab untuk melakukan pelapisan bahan marmer yang sama di Masjid Nabawi di Madinah. Setelah mendapat tugas dari Raja, ia merasa bingung karena bahan batu marmer itu hanya ada satu di gunung di Yunani dan separonya sudah dia beli. Tapi karena diperintah oleh Raja Arab, akhirnya ia berangkat kembali ke Yunani untuk menemui perusahaan yang menguasai gunung yang ada batu marmernya tersebut. Dia bertemu CEO perusahaan dan menyampaikan niatnya untuk membeli kembali separo sisa batu marmer dari gunung tersebut. Namun apa yang terjadi, menurut CEO, bahwa batu marmer sudah habis karena sudah dibeli semua oleh orang lain. Dokter Kamal penasaran siapa perusahaan yang membelinya. Ia bertanya kepada sekretaris perusahaan yang menjual batu marmer tersebut, namun jawabannya tidak tahu karena pembeliannya dilakukan sudah lama. Namun, sekretaris tersebut berjanji akan mencari data di filenya untuk mengetahui alamat perusahaan yang membeli separo dari sisa batu marmer di gunung Yunani tersebut dan segera melaporkan kepada Dr Kamal setelah menemukan datanya. Setelah ketemu data filenya, sekretaris perusahaan tersebut meyampaikan kepada Dr Kamal bahwa perusahaan yang membeli itu adalah perusahaan di Saudi Arabia. Dalam kondisi penasaran, kemudian ia kembali terbang ke Saudi Arabia untuk mencari perusahaan tersebut. Dan akhirnya bertemu perusahaan yang dicari. Dr Kamal ditemui oleh direktur Teknik. Namun saat ditanya tentang pembelian batu marmer dari Yunani tersebut, direktur Teknik mengatakan merasa sudah lupa karena pembeliannya dianggap sudah terlalu lama. Namun direktur Teknik mencoba menghubungi bagian Gudang dan dijelaskan bahwa batu marmer yang dibeli beberapa tahun lalu dari Yunani masih ada semua dan belum terpakai. Subhanalloh. Dokter kamal mulai menangis. Lalu dia menceritakian kisahnya mencari marmer dari Yunani tersebut yang tujuannya untuk pembangunan di dua Masjid Suci, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Saat itu, Doktor Kamal menyodorkan cek kepada direktur Teknik tersebut untuk mengisi jumlah uang yang diminta agar separo marmer dari gunung Yunani itu bisa dia beli. Ternyata Direktur Teknik tersebut tidak mau mengisi karena dia tahu ternyata batu marmer yang ada di Yunani itu memang dipersiapkan Allah untuk dua masjid suci. Direktur tersebut mempersilakan kepada Dokter Kamal untuk mengambil marmer tersebut dan dipergunakan untuk pembangunan dua masjid suci. Subhanalloh. Dr Kamal pun merasa lega karena bisa melanjutkan pembangunan di Masjid Nabawi sesuai perintah Raja Arab. Dr Kamal yang dikenal sangat religious tersebut, setelah bisa menuntaskan pembangunan di dua masjid suci, tidak lama kemudian Dr Kamal meninggal pada agustus 2008. Dan sampai sekarang jasanya bisa dinikmati seluruh umat Islam di seluruh dunia setiap menjalankan ibadah haji dan umroh. (rid) Baca juga :

Read More