Parenting Islami

Anak Zaman Sekarang Susah Lepas HP? Yuk Terapkan Pola Parenting Islami di Era Digital

Jakarta Timur – 1miliarsantri.net: Pernah nggak sih kamu ngerasa anak zaman sekarang kayak lahir bareng HP? Dari bangun tidur sampai mau tidur lagi, tangannya nggak pernah jauh dari layar. Main game, nonton YouTube, scroll TikTok, chatting, bahkan belajar pun lewat gadget. Kadang sebagai orang tua, kamu pengen nyuruh berhenti, tapi ujung-ujungnya malah berujung drama dan tangisan. Masalahnya, teknologi sekarang udah bukan sekadar hiburan, tapi bagian dari hidup. Dunia anak-anak sekarang memang beda banget dari zaman dulu. Tapi, Islam ternyata punya cara yang bijak banget buat menghadapi perubahan ini. Parenting Islami nggak berarti melarang total, tapi mengajarkan cara mengendalikan, bukan dikendalikan oleh teknologi. Emang gimana sih pola parenting Islami di zaman digital ini? Kita ada tips nih, yuk langsung intip dan terapkan! 1. Mulai dari Teladan, Bukan Teguran Anak itu peniru yang luar biasa. Apa yang dia lihat setiap hari, itu yang dia tiru. Kalau orang tuanya sibuk main HP, terus berharap anaknya nggak pegang HP, ya itu agak mustahil. Rasulullah SAW adalah contoh terbaik dalam mendidik dengan teladan. Beliau nggak hanya berkata, tapi juga mencontohkan. Jadi, langkah pertama dalam parenting islami di era digital adalah menjadi role model yang baik bagi anak. Misalnya seperti hal-hal kecil berikut: Anak nggak butuh ceramah panjang, mereka butuh panutan yang nyata. Kalau mereka melihat kamu bisa hidup tenang tanpa terus-menerus online, mereka akan belajar hal yang sama. Baca juga: Ngaji Online vs Ngaji Offline: Mana yang Lebih Efektif untuk Generasi Z Muslim? 2. Ajak Anak Ngobrol, Bukan Ngomel Kadang orang tua lupa kalau komunikasi dua arah jauh lebih efektif daripada sekadar perintah. Daripada ngomel, coba ajak ngobrol santai. Tanyakan kenapa mereka suka main HP, aplikasi apa yang paling mereka suka, atau siapa influencer favoritnya. Dari situ, kamu bisa paham dunia mereka dan pelan-pelan mengarahkan. Rasulullah  SAW juga selalu berdialog dengan penuh kelembutan. Beliau nggak pernah membentak anak muda, tapi menasihati dengan penuh kasih sayang. Nah, parenting Islami bisa meniru cara ini, menasihati dengan hati, bukan emosi. 3. Manfaatkan Teknologi Sebagai Media Belajar & Dakwah Kebanyakan anak suka bermain HP karena banyak hal seru di dalamnya. Tapi, bukan berarti semua hal itu buruk. Tugas orang tua adalah mengalihkan perhatian, bukan mematikan rasa ingin tahu sang anak. Ajak anak pakai HP untuk hal positif, seperti: Dengan begitu, anak akan belajar bahwa teknologi bukan musuh, tapi alat untuk mendekatkan diri pada Allah kalau digunakan dengan niat baik. 4. Ciptakan Zona Tanpa Gadget di Rumah Salah satu trik efektif agar anak tidak kecanduan HP adalah bikin aturan ringan di rumah, misalnya nggak main HP waktu makan, dan HP disimpan di luar kamar sebelum tidur. Ada satu hari dalam seminggu tanpa gadget, misalnya “Jumat Offline”. Kegiatan offline bisa diganti dengan hal-hal seru kayak masak bareng, piknik kecil, atau main board game keluarga. Tujuannya bukan melarang, tapi ngajak anak ngerasain bahwa kebahagiaan sejati bukan dari layar. 5. Doakan dan Dukung, Bukan Bandingkan Kadang, tanpa sadar, orang tua suka bilang “Lihat tuh anak si A, nggak kecanduan HP kayak kamu.” Padahal, perbandingan justru bikin anak ngerasa kecil dan nggak merasa dihargai. Parenting Islami menekankan kasih sayang dan doa, bukan perbandingan dan tekanan. Setiap malam, luangkan waktu sebentar buat mendoakan anak. Doa orang tua adalah senjata paling kuat. Nggak selalu langsung kelihatan hasilnya, tapi pasti bekerja. Baca juga: Hukuman Apa yang Pantas Bagi Pelaku Koruptor Dalam Pandangan Islam 6. Bangun Kegiatan Dunia Nyata yang Menyenangkan Anak-anak suka dunia digital karena dunia nyata seringkali membosankan. Maka, tugas orang tua adalah membuat dunia nyata jadi lebih seru, misalnya: Ketika mereka merasa hidup di dunia nyata juga menyenangkan, ketergantungan pada layar akan berkurang dengan sendirinya. 7. Bimbing, Bukan Menghakimi Ingat, dunia digital juga tempat anak mencari identitas dan ekspresi diri. Jangan langsung menghakimi kalau mereka posting foto atau nonton hal tertentu. Arahkan dengan sabar. Tunjukkan bahwa menjadi Muslim di dunia digital itu bukan berarti ketinggalan zaman, tapi justru keren, karena mereka tahu batas. Parenting Islami di era digital bukan berarti menjauh dari teknologi, tapi mengajarkan anak bagaimana hidup seimbang dengan teknologi. Islam mengajarkan wasathiyah (moderasi), dan itu berlaku juga di dunia digital. Anak-anak kita nggak butuh larangan tanpa alasan, tapi butuh bimbingan dengan cinta. Dengan keteladanan, komunikasi, dan doa, insyaallah mereka bisa tumbuh jadi generasi yang cerdas digital tapi tetap kuat imannya. Penulis : Vicky Vadila Muhti Editor : Thamrin Humris dan Ainun Maghfiroh Sumber foto: Ilustrasi

Read More
ngaji online

Ngaji Online vs Ngaji Offline: Mana yang Lebih Efektif untuk Generasi Z Muslim?

Jakarta Timur – 1miliarsantri.net:  Generasi Z Muslim tumbuh di era digital di mana hampir semua aktivitas bisa dilakukan lewat smartphone, termasuk belajar ilmu agama. Terdapat banyak platform ngaji online, mulai dari aplikasi ngaji online, kajian YouTube, hingga kelas interaktif via Zoom, semua tersedia hanya dengan sekali klik tanpa harus keluar rumah. Namun, pertanyaannya, apakah ngaji online benar-benar lebih efektif dibanding ngaji offline yang sudah ada sejak dulu? Oleh sebab itu, artikel ini akan membahas kelebihan dan kekurangan keduanya, serta memberikan gambaran bagaimana anak muda Muslim bisa memilih metode yang paling sesuai untuk memperdalam ilmu agama serta mengamalkannya di kehidupan sehari-hari. Ngaji Online: Belajar Agama di Ujung Jari Kemajuan teknologi membuat ngaji online semakin populer di kalangan Generasi Z Muslim. Platform seperti aplikasi Qur’an digital, kelas ngaji via Zoom, hingga channel YouTube ustadz ternama memberikan kemudahan untuk mengakses ilmu agama kapan saja. Selain itu, ada beberapa kelebihan lainnya dari Ngaji Online, seperti: Tapi meski begitu ada kekurangan juga dari Ngaji Online, seperti: Baca juga: Lagi Jalan-jalan? Awas! Jangan Sampai Paspor Ada di Koper Kabin, Ini Alasannya! Ngaji Offline: Aktivitas yang Tak Lekang Waktu Ngaji offline masih menjadi pilihan utama banyak kalangan, terutama di pesantren, masjid, dan majelis taklim. Metode tatap muka ini telah diwariskan turun-temurun dan terbukti efektif dalam menjaga kualitas bacaan dan pemahaman. Selain itu, Ngaji Offline punya beberapa kelebihan yang tidak ada di Ngaji Online, seperti: Di balik kelebihan sudah pasti ada kekurangan, dan Kekurangan Ngaji Offline bisa berupa: Untuk Generasi Z Muslim: Mana yang Lebih Cocok? Generasi Z dikenal multitasking, digital native, dan cepat bosan dengan metode konvensional. Oleh karena itu, ngaji online sering jadi pilihan utama karena lebih praktis dan sesuai dengan gaya hidup mereka. Akan tetapi, tetap ada hal-hal yang hanya bisa diperoleh lewat ngaji offline, terutama interaksi langsung dan keberkahan suasana majelis ilmu. Idealnya, anak muda Muslim tidak perlu memilih salah satu, tetapi menggabungkan keduanya dengan optimal. Gunakan ngaji online untuk memperluas wawasan, mendengarkan ceramah tematik, atau mengulang materi yang telah dipelajari. Sementara itu, ikuti ngaji offline secara rutin untuk menjaga kualitas bacaan Al-Qur’an dan mendapatkan bimbingan langsung dari ustadz atau ustadzah. Baca juga: Hukum Khalwat Menurut Al Qur’an dan Hadist! Muslim Wajib Paham dan Waspada Diri! Tips Mengoptimalkan Ngaji Online & Offline Agar hasil ngaji lebih maksimal, baik secara online maupun offline, Generasi Z Muslim bisa menerapkan beberapa langkah berikut: Perdebatan antara ngaji online vs ngaji offline sebenarnya bukan soal mana yang lebih baik, melainkan bagaimana mengoptimalkan metode keduanya. Generasi Z Muslim bisa memanfaatkan teknologi untuk belajar agama lebih luas, sambil tetap menjaga tradisi tatap muka yang penuh keberkahan. Ingat, tujuan utama dari ngaji bukan sekadar metode, tapi bagaimana ilmu-ilmu agama, Al-Qur’an, dan hadis bisa meresap dalam hati, diamalkan dalam hidup, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jadi, yuk mulai kombinasikan ngaji online dan ngaji offline agar perjalanan spiritualmu semakin kuat dan mantap di era digital ini. Jangan lupa niatkan hanya kerena Allah ya! Penulis : Vicky Vadila Muhti Editor : Thamrin Humris dan Ainun Maghfiroh Sumber foto: Ilustrasi

Read More

Sastra Santri: Merawat Tradisi Islam Nusantara Lewat Kata dan Karya

Bondowoso – 1miliarsantri.net : Sastra tidak hanya menjadi medium ekspresi keindahan bahasa, tetapi juga jembatan antara nilai, tradisi, dan spiritualitas. Dalam konteks Indonesia, sastra santri hadir sebagai salah satu bentuk kebudayaan yang tumbuh dari rahim pesantren, lembaga pendidikan Islam tradisional yang telah berperan besar dalam membentuk karakter dan peradaban bangsa. Melalui puisi, cerpen, kitab kuning, hingga karya modern, sastra santri menjadi cermin perjalanan Islam Nusantara yang kaya akan nilai toleransi, kearifan lokal, dan semangat kebangsaan. Sastra sebagai Jalan Spiritualitas dan Kebudayaan Sastra santri tidak bisa dilepaskan dari akar spiritualitas Islam yang kuat. Sejak masa Walisongo, tradisi literasi telah menjadi bagian dari dakwah dan pendidikan di pesantren. Teks-teks keagamaan, syair, dan hikayat ditulis untuk memperkenalkan nilai-nilai Islam dengan cara yang lembut, membumi, dan sesuai dengan konteks budaya lokal. Di banyak pesantren, membaca dan menulis bukan sekadar aktivitas akademik, tetapi juga ibadah intelektual. Santri diajarkan untuk memahami makna terdalam dari setiap kata dan menjadikannya sarana mendekatkan diri kepada Allah. Tak heran jika karya sastra santri sering mengandung pesan moral, tasawuf, serta ajakan untuk mencintai tanah air dan sesama manusia. Salah satu contoh klasik dari sastra santri adalah serat dan tembang Jawa bernuansa sufistik, seperti karya Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga, yang mengajarkan nilai spiritual dalam bahasa rakyat. Hingga kini, warisan tersebut terus hidup melalui karya para santri modern yang menulis puisi, novel, dan esai dengan semangat keislaman dan keindonesiaan. Pesantren Sebagai Pusat Literasi dan Kreativitas Pesantren selama ini dikenal sebagai pusat pengkaderan ulama, namun di sisi lain juga berfungsi sebagai ruang lahirnya sastrawan-sastrawan religius. Tradisi “ngaji kitab” yang disiplin melatih santri berpikir kritis, menulis sistematis, dan mengasah kepekaan bahasa. Tak sedikit santri yang kemudian melahirkan karya sastra bernilai tinggi, baik dalam bahasa Arab, Jawa, Sunda, maupun Indonesia. Kementerian Agama melalui berbagai program seperti Festival Literasi Pesantren (FLP) dan Musabaqah Qira’atul Kutub (MQK) telah memberikan ruang bagi santri untuk menampilkan karya tulis dan interpretasi kreatif terhadap teks keagamaan. Program ini menjadi bukti nyata bahwa pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga laboratorium kebudayaan dan literasi bangsa. Bahkan, beberapa pesantren di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sumatra telah mendirikan komunitas sastra santri yang aktif menulis antologi puisi dan cerpen. Mereka menyuarakan tema-tema seperti keikhlasan, perjuangan, cinta tanah air, dan perdamaian dunia. Ini menandakan bahwa tradisi literasi di kalangan santri terus berkembang dan relevan dengan zaman. Baca juga: Hari Dokter Nasional 2025: Sejarah hingga Bentuk Peringatan Islam Nusantara dalam Karya Sastra Salah satu kekuatan utama sastra santri adalah kemampuannya merawat Islam Nusantara, sebuah konsep Islam yang berpijak pada kearifan lokal, moderasi, dan harmoni budaya. Dalam karya sastra, nilai-nilai ini diwujudkan melalui simbol, bahasa, dan narasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Karya sastra santri sering kali menampilkan Islam yang ramah, bukan marah. Melalui kisah-kisah sederhana, para penulis santri mengajarkan makna keikhlasan, keadilan, kasih sayang, dan toleransi antarumat. Dengan demikian, sastra menjadi media dakwah kultural yang efektif dan menyentuh hati. Sastra santri juga memainkan peran penting dalam melawan arus globalisasi yang cenderung menyeragamkan budaya. Dengan tetap mengusung nilai-nilai lokal, karya santri memperlihatkan bahwa Islam dapat berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya. Mereka menunjukkan bahwa keindahan bahasa dapat menjadi jalan dakwah dan pelestarian budaya. Regenerasi dan Tantangan Sastra Santri di Era Digital Memasuki era digital, tantangan sastra santri semakin kompleks. Perubahan gaya hidup dan derasnya arus informasi membuat minat baca dan tulis di kalangan generasi muda berkurang. Namun, di sisi lain, teknologi juga membuka peluang baru bagi santri untuk memperluas jangkauan karya mereka. Banyak komunitas santri kini aktif di media sosial, menerbitkan e-book, dan membuat konten sastra berbasis digital. Dengan cara ini, sastra santri menemukan bentuk baru, tidak lagi terbatas di ruang pesantren, tetapi hadir di ruang publik global. Inovasi ini menunjukkan bahwa semangat literasi pesantren tetap hidup dan adaptif. Santri masa kini tidak hanya menulis di kertas, tetapi juga di layar dunia, menyebarkan pesan damai dan nilai Islam Nusantara ke seluruh penjuru. Baca juga: Hari Santri Nasional 2025: Sejarah, Tema dan Tujuan Peringatan Menjaga Tradisi, Membangun Peradaban Sastra santri adalah warisan sekaligus masa depan. Ia mengajarkan bahwa menulis bukan hanya soal estetika, tetapi juga bentuk pengabdian. Melalui kata dan karya, santri merawat tradisi Islam Nusantara yang damai, santun, dan penuh cinta. Dari pesantren, lahir generasi yang menjaga peradaban dengan pena, bukan pedang. Penulis: Glancy Verona Editor: Toto Budiman Ilustrasi by AI

Read More
Menteri Keuangan

Menteri Keuangan Dibuat Bingung! Data Simpanan Pemda Versi BI & Mendagri Beda Rp18 T

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa dana milik pemerintah daerah (Pemda) yang tersimpan di perbankan terus meningkat hingga akhir September 2025. Ia menyebut, jumlah dana mengendap tersebut naik 12,17%, dari Rp 208,6 triliun menjadi Rp 234 triliun. Menurut Purbaya, peningkatan ini disebabkan oleh belanja Pemda yang belum berjalan maksimal, sehingga uang daerah tidak segera terserap untuk kegiatan pembangunan. Tito Karnavian Menyanggah Data yang Disampaikan Purbaya Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Tito menegaskan bahwa data simpanan Pemda di perbankan tidak setinggi yang disebutkan Purbaya. Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI), simpanan Pemda per September 2025 memang tercatat sebesar Rp 233,97 triliun, tetapi setelah dicek langsung melalui rekening kas daerah, angka sebenarnya hanya sekitar Rp 215 triliun. Perbedaan Pencatatan Dana Mengendap Sebesar Rp 18 Triliun Perbedaan data antara Purbaya dan Tito ini menimbulkan tanda tanya besar. Purbaya mengaku bingung karena ada selisih Rp 18 triliun antara data BI dan data dari pemerintah daerah. Ia pun mempertanyakan ke mana dana tersebut mengalir. “Saya jadi bertanya-tanya, Rp 18 triliun itu ke mana? Karena data BI sudah sistematis dari seluruh bank di Indonesia. Mungkin Pemda yang kurang teliti menghitung,” ungkapnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2025 yang digelar Senin (20/10/2025). Baca juga: Gudang Garam Bangkrut! Sejarah Panjang Dari Kretek Rumahan hingga Konglomerasi Nasional! Permintaan Investigasi Selisih Dana Daerah Menanggapi hal itu, Purbaya meminta agar dilakukan investigasi mendalam terhadap perbedaan pencatatan dana mengendap Pemda di perbankan. Ia menekankan, bila dana selisih tersebut memang digunakan untuk menggerakkan perekonomian daerah, maka hal itu patut diapresiasi. Namun, bila ditemukan penyimpangan, pemerintah perlu segera menindaklanjuti agar keuangan daerah tetap transparan dan akuntabel. Dana Mengendap Pemda dan Pentingnya Transparansi Keuangan Kasus perbedaan data antara Purbaya dan Tito ini menunjukkan pentingnya transparansi pengelolaan dana pemerintah daerah. Selisih dana mengendap Pemda yang mencapai Rp 18 triliun harus segera dijelaskan agar tidak menimbulkan spekulasi negatif. Pada akhirnya, pengelolaan dana daerah yang akurat dan transparan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas fiskal serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Penulis : Ainun Maghfiroh Editor : Thamrin Humris Sumber foto: finance.detik.com Sumber artikel: https://www.cnbcindonesia.com/market/20251021072510-17-677724/purbaya-bingung-data-simpanan-pemda-versi-bi-mendagri-beda-rp18-t

Read More
Donald Trump

Donald Trump Beri Kesempatan! Hamas Akan Dibasmi Jika Langgar Gencatan Senjata dengan Israel

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menarik perhatian dunia setelah memberikan ultimatum keras kepada kelompok Hamas terkait gencatan senjata Gaza. Trump menegaskan bahwa Hamas diberi kesempatan untuk mematuhi kesepakatan damai yang telah dibuat, namun jika mereka melanggar, AS siap bertindak tegas. “Kami telah mencapai kesepakatan dengan Hamas agar mereka menjaga perilaku mereka. Jika mereka gagal, kami tidak akan ragu untuk membasmi mereka,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih saat menjamu Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, pada Senin waktu Washington. Pernyataan itu muncul setelah dua utusan AS bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di tengah meningkatnya ketegangan yang mengancam keberlangsungan gencatan senjata Gaza yang baru berjalan dua minggu. Amerika Tak Akan Terlibat Langsung, Israel Siaga Penuh Trump menegaskan bahwa pasukan Amerika tidak akan terlibat langsung dalam konflik di Gaza. Ia menyebutkan bahwa puluhan negara telah sepakat untuk bergabung dalam pasukan stabilisasi internasional yang akan membantu menjaga keamanan wilayah tersebut. “Jika saya meminta Israel untuk turun tangan, mereka akan masuk dalam dua menit,” ujar Trump dengan nada percaya diri. Namun, ia menambahkan bahwa pihaknya akan memberi waktu bagi Hamas untuk membuktikan komitmen mereka terhadap perdamaian. Menurut Trump, posisi Hamas kini semakin lemah. Dukungan Iran yang sebelumnya menjadi kekuatan utama mereka, diyakini tidak akan ikut campur setelah serangan besar yang dilakukan AS dan Israel pada awal tahun ini. Baca juga: Biadab! Israel Bayar Google Rp740 Miliar untuk Tutupi Berita Kelaparan Gaza Netanyahu Akui Pelanggaran Gencatan Senjata Gaza Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, justru secara terbuka mengakui bahwa negaranya telah melanggar gencatan senjata Gaza. Bahkan, ia menyatakan kebanggaannya karena pasukan Zionis menjatuhkan 153 ton bom ke wilayah tersebut. Kantor media Gaza melaporkan bahwa sejak kesepakatan gencatan diberlakukan pada 10 Oktober, Israel telah melakukan lebih dari 80 pelanggaran. Akibatnya, sedikitnya 97 warga Palestina tewas dan lebih dari 230 lainnya luka-luka. Meskipun begitu, Israel menyatakan masih berkomitmen pada perjanjian tersebut dan menuduh Hamas sebagai pihak yang lebih dulu menyerang. Namun, Hamas membantah tuduhan itu dan menegaskan tetap menghormati kesepakatan damai yang diinisiasi oleh Trump. Krisis di Timur Tengah kembali memanas setelah munculnya ancaman dan pelanggaran dalam gencatan senjata Gaza. Sementara Trump menekankan pentingnya komitmen damai dari Hamas, realitas di lapangan menunjukkan bahwa perdamaian sejati masih jauh dari harapan. Dunia kini menunggu apakah kesepakatan yang digagas oleh Trump mampu bertahan di tengah tekanan politik dan militer yang terus meningkat. Penulis : Ainun Maghfiroh Editor : Thamrin Humris Sumber foto: al24news.dz Sumber artikel: https://international.sindonews.com/read/1634945/42/trump-hamas-akan-dibasmi-jika-langgar-gencatan-senjata-dengan-israel-1761019835

Read More
Harga emas

Wow! Harga Emas Resmi Naik, Termurah Rp375 Ribu dan Termahal Rp2,085 Juta

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Harga emas perhiasan kembali menunjukkan kenaikan setelah sempat turun sehari sebelumnya. Jadi, jika kamu sedang mencari waktu yang tepat untuk menjual atau membeli emas, informasi ini penting banget buat kamu pantau. Berdasarkan data dari beberapa toko emas ternama seperti Rajaemas, Lakuemas, Kebundinar, dan Spesialgold, harga emas perhiasan hari ini mengalami penyesuaian yang cukup signifikan. Harga Emas Perhiasan di Rajaemas dan Lakuemas Di toko Rajaemas, harga emas perhiasan 24 karat dibanderol Rp2.085.000 per gram, sementara kadar 5 karat menjadi yang termurah di angka Rp375.000 per gram. Sementara itu, di Lakuemas, emas kadar 24 karat dijual dengan harga Rp1.888.000 per gram, dan untuk kadar 5 karat berada di sekitar Rp375.000 per gram. Kenaikan harga ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap investasi emas masih tinggi, meskipun fluktuasi pasar kerap terjadi. Baca juga: Memperingati Hari Santri Nasional 2025: Cerita Santri yang Selamat dari Runtuhnya Ponpes Al Khoziny Harga Buyback Emas Perhiasan Hari Ini 11 Oktober 2025 Selain harga jual, kamu juga perlu tahu harga buyback emas perhiasan mulai dari 11 Oktober 2025. Di toko Kebundinar, harga beli kembali (buyback) emas 24 karat mencapai Rp1.950.000 per gram, sementara di Spesialgold bahkan lebih tinggi yaitu Rp2.090.000 per gram. Harga buyback ini penting buat kamu yang ingin menjual emas lama untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli sebelumnya. Rincian Harga Emas Perhiasan Berbagai Karat Berikut gambaran singkat harga emas perhiasan hari ini di beberapa kadar: Harga bisa berbeda tergantung lokasi dan toko tempat kamu membeli. Baca juga: PNS Kini Punya Lebih Banyak Kesempatan Naik Pangkat, Ini Jadwal Terbarunya Pantau Selalu Harga Emas Perhiasan Hari Ini Dengan adanya kenaikan pada harga emas perhiasan hari ini, penting bagi kamu untuk terus memperbarui informasi sebelum melakukan transaksi. Baik untuk investasi maupun koleksi, memahami pergerakan harga bisa membantu kamu mengambil keputusan terbaik. Jangan lupa pantau update harga emas perhiasan hari ini setiap harinya agar kamu tidak ketinggalan perubahan harga di pasaran. Penulis : Ainun Maghfiroh Editor : Thamrin Humris Sumber foto: ilustrasi Sumber artikel: https://market.bisnis.com/read/20251011/235/1919395/harga-emas-perhiasan-hari-ini-11-oktober-naik-termahal-rp2085-juta-dan-termurah-rp375-ribu

Read More
iPhone 17

Resmi Dibuka! Ini Cara Pre-Order iPhone 17 dan iPhone Air Resmi Indonesia di iBox

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Kabar gembira buat kamu para penggemar Apple! Reseller resmi Apple Indonesia, iBox, resmi membuka pre-order iPhone 17 series dan iPhone Air mulai hari Jumat, 10 Oktober 2025. Antusiasme tinggi menyambut kehadiran seri terbaru ini, apalagi iPhone 17 dan iPhone Air akan mulai tersedia di toko iBox secara resmi pada 17 Oktober 2025. Dalam seri terbarunya, Apple menghadirkan iPhone 17, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro Max, serta iPhone Air yang menggantikan versi Plus dari generasi sebelumnya. Lalu, bagaimana cara kamu melakukan pre-order iPhone 17 di iBox dengan mudah? Yuk, lihat info lengkapnya di bawah ini! Cara Pre-order iPhone 17 dan iPhone Air di iBox Berikut langkah-langkah mudah untuk pre-order iPhone 17 dan iPhone Air di iBox secara resmi: Setelah pembayaran selesai, iPhone 17 kamu akan dikirim atau bisa diambil mulai tanggal 17 Oktober 2025, sesuai metode yang kamu pilih. Baca juga: UEA Serukan ‘Misi Internasional Sementara’ untuk Gaza Harga Resmi iPhone 17 dan iPhone Air di Indonesia Berikut daftar harga resmi iPhone 17 dan iPhone Air di Indonesia melalui iBox: iPhone 17 iPhone 17 Pro iPhone 17 Pro Max iPhone Air Itulah panduan lengkap mengenai cara pre-order iPhone 17 dan iPhone Air di iBox beserta daftar harga resminya di Indonesia. Jangan lewatkan kesempatan untuk jadi yang pertama memiliki seri terbaru iPhone ini. Yuk, segera kunjungi situs resmi iBox dan lakukan pre-order sekarang juga! Penulis : Ainun Maghfiroh Editor : Thamrin Humris Sumber foto: jambiindependent.disway.id Sumber artikel: https://www.kompas.com/tren/read/2025/10/10/170000565/dibuka-hari-ini-berikut-cara-pre-order-iphone-17-dan-iphone-air-resmi

Read More
Loker untuk WNI

Fantastis! Jepang Buka 4.000 Loker untuk WNI, Gaji Mencapai 55 Juta!

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Kabar baik buat kamu yang ingin mencari pengalaman kerja di luar negeri! Saat ini, Jepang membuka 40.000 loker untuk WNI di berbagai sektor seperti pertanian, kelautan, perawatan, hingga konstruksi. Kesempatan besar ini menjadi peluang emas bagi tenaga kerja Indonesia yang ingin meraih karier dengan gaji kerja di Jepang mencapai Rp25 juta hingga Rp55 juta per bulan. Menurut Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanegara, meski kuotanya tinggi, Indonesia baru mengirim sekitar 25.000 pekerja. Artinya, masih terbuka peluang besar untuk kamu yang ingin berkarier di Negeri Sakura. Baca juga: Foto Udara Pelabuhan Gaza Sebelum dan Sesudah Agresi: Bukti Kehancuran yang Tak Bisa Disembunyikan Gaji Kerja di Jepang dan Penghargaan untuk Pekerja Indonesia Menariknya, masyarakat Jepang sangat menghargai pekerja asal Indonesia. Keramahan, kedisiplinan, dan etos kerja tinggi membuat tenaga kerja Indonesia dianggap paling unggul dibanding negara lain. Inilah yang membuat gaji kerja di Jepang untuk WNI terus meningkat setiap tahunnya. Selain gaji yang menggiurkan, Jepang juga memberikan kesempatan bagi tenaga kerja untuk ikut program magang selama 3 hingga 5 tahun. Dalam periode itu, peserta magang bisa mempelajari teknologi, budaya kerja, dan keterampilan yang bisa diterapkan ketika kembali ke Indonesia. Program Pelatihan dan Kesempatan Bagi Transmigran Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Jepang kini menyiapkan program pelatihan bagi masyarakat di kawasan transmigrasi. Tujuannya agar lebih banyak warga yang siap bersaing dan bisa mengikuti standar kerja Jepang. Bahkan, Jepang berencana menambah tenaga di sektor pertanian dan hasil laut melalui skema magang tersebut. Program ini juga membuka peluang investasi baru di kawasan transmigrasi Indonesia. Jadi, setelah menyelesaikan masa kerja di Jepang, kamu bisa kembali ke daerah asal untuk membangun usaha dan mengembangkan komunitasmu. Baca juga: Info Loker Lulusan SMK Sederajat ‘PT Mesin Isuzu Indonesia’, Cek Syarat dan Cara Daftar Disini Cara Kerja, Syarat dan Prosesnya di Jepang Resmi dari laman kedutaan besar Jepang, Kalau kamu tertarik untuk bekerja di Jepang, ada beberapa tahapan yang perlu dipenuhi, yakni: Gaji Kerja di Jepang, Peluang Besar untuk Masa Depanmu Dengan gaji kerja di Jepang yang bisa mencapai Rp55 juta per bulan serta berbagai fasilitas dan pelatihan yang ditawarkan, kesempatan ini layak kamu pertimbangkan. Selain membuka jalan karier internasional, pengalaman ini juga bisa jadi bekal berharga untuk membangun masa depan yang lebih baik di tanah air. Penulis : Ainun Maghfiroh Editor : Thamrin Humris Sumber foto: ilustrasi Sumber artikel: https://money.kompas.com/read/2025/10/05/202202826/jepang-buka-40000-loker-untuk-wni-gajinya-capai-rp-55-juta

Read More