PBNU Meminta Maaf atas Kunjungan 5 Nahdliyin ke Israel

Jakarta — 1miliarsantri.net : Lima anggota organisasi Islam terbesar di Indonesia (NU) mendapat kecaman karena mengunjungi Israel dan bertemu dengan presiden Israel Isaac Herzog ketika perang di Gaza berkecamuk. Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan vokal mengutuk serangan Israel di Gaza, sekaligus memberikan bantuan kepada Palestina. Pemerintah Indonesia menjauhkan diri dari kunjungan lima aktivis Nahdlatul Ulama (NU) tersebut karena dianggap tidak mencerminkan sikap resmi pemerintah. “Kementerian Luar Negeri tidak dalam posisi untuk mengomentari kunjungan tersebut, yang sama sekali tidak terkait dengan posisi resmi pemerintah Indonesia,” kata juru bicara kementerian Roy Soemirat. Kunjungan tersebut terungkap setelah seorang peserta, ulama NU Zainul Maarif, berbagi foto grup dengan Herzog di Instagram pada tanggal 7 Juli, yang memicu gelombang kecaman yang memaksanya untuk menonaktifkan bagian komentar di akunnya. Selain Pak Zainul yang merupakan dosen filsafat Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), empat aktivis lain yang ditemui Pak Herzog adalah Pak Munawir Aziz, Ibu Nurul Bahrul Ulum, Pak Syukron Makmun, dan Ibu Izza Annafisah Dania. Belum diketahui kapan pertemuan itu terjadi, namun dalam caption Instagram-nya, Pak Zainul mengatakan mereka berbicara tentang konflik Hamas-Israel dan hubungan Indonesia-Israel. “Saya bukan demonstran, tapi filosof agama. Daripada berdemonstrasi di jalan dan memboikot, saya lebih memilih berdiskusi dan mengutarakan gagasan,” tulisnya. Menurut ulama NU Nadirsyah Hosen, program kunjungan ulama Indonesia ke Israel sudah berjalan bertahun-tahun namun cenderung menimbulkan kontroversi setiap kali perjalanannya diketahui publik. Pada tahun 2018, misalnya, tokoh NU Yahya Cholil Staquf dikritik karena bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dia adalah Ketua Umum NU saat ini setelah terpilih pada tahun 2021. Kunjungan terakhir kelima aktivis tersebut dikatakan dalam kapasitas pribadi mereka, namun para pemimpin NU dan Islam di Indonesia mengatakan mereka seharusnya tahu lebih baik. Meskipun mereka diundang secara pribadi melalui jaringan alumni Harvard untuk tujuan akademis dan startup, menurut Dr Nadirsyah, afiliasi mereka dengan NU akan menjadi alasan utama mereka diundang. “Kalau mereka hanya ‘aktivis dan cendekiawan’, saya yakin mereka tidak akan diundang bertemu presiden. Justru karena mereka anggota NU maka mereka diundang,” tulis Dr Nadirsyah yang juga merupakan associate professor di Melbourne Law School, di akun Instagram miliknya. Para pemimpin dan anggota NU harus menolak undangan tersebut selama konflik di Gaza masih berlanjut, katanya. “Yang diuntungkan (dari program kunjungan ini) hanya Israel dengan kunjungan NU,” ujarnya. Majelis Ulama Indonesia (MUI), sebuah badan yang terdiri dari para ulama terkemuka di negara itu, mengatakan mereka “sangat (menyesalkan)” kunjungan tersebut pada saat puluhan ribu warga Palestina telah dibunuh oleh Israel. Ketua NU Syafi Alielha mengatakan pertemuan tersebut menunjukkan kurangnya pemahaman mengenai kondisi geopolitik dan kebijakan NU, dan menambahkan bahwa pertemuan tersebut tidak mewakili organisasi tersebut. “Kami tidak tahu apa tujuannya dan siapa yang mensponsorinya. Ini tindakan yang patut disesalkan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dimuat di situs NU, Minggu (14/7/2024). Sekjen NU Saifullah Yusuf keesokan harinya mengatakan NU sedang meminta klarifikasi dan akan memanggil kelima aktivis tersebut untuk dimintai penjelasan. Jika terbukti melanggar salah satu prinsip organisasi, mereka dapat diberhentikan dari jabatannya di NU, katanya. Unusia juga mengatakan akan mengadakan sidang etik terhadap Zainul dan mengatakan kunjungan kelompok tersebut telah merusak reputasinya. “Unusia mendukung penuh kemerdekaan Palestina dan mengutuk keras praktik genosida yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina yang masih berlangsung,” demikian pernyataan universitas tersebut. Didirikan pada tahun 1926, NU mengusung aliran Islam moderat dan memiliki sekitar 91,2 juta anggota, berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri Indonesia tahun 2019. Organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia, Muhammadiyah, memiliki sekitar 60 juta anggota. Ini bukan pertama kalinya isu terkait Israel memicu kemarahan di Indonesia di tengah perang di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 39.000 orang, menurut otoritas kesehatan setempat. Pada bulan April, Kementerian Luar Negeri Indonesia menolak laporan media yang menyatakan bahwa negara tersebut akan menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel dengan imbalan keanggotaan di Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). (wink) Baca juga :

Read More

Sejak Ramai dihujat pada 2021 Israel Gencarkan Mesin Propagandanya

Tell Aviv — 1miliarsantri.net : Bukan rahasia lagi, propaganda sudah jadi senjata Israel sejak awal gerakan Zionis. Kerap kali ia jadi upaya membungkam kritik dunia di saat-saat negara itu melakukan kejahatan di Palestina seperti sembilan bulan belakangan. Namanya mesin perang, biayanya tentu tak sedikit. Laman berita Israel-Palestina, +972 Magazine melansir, kritik meluas atas serangan Israel ke Gaza pada 2021, jadi salah satu alasan gelontoran dana terkini. Merujuk investigasi the Seventh Eye pada Januari 2022, Kabinet Israel menyetujui sebuah proyek yang dapat menyuntikkan dana hingga 100 juta shekel untuk mendanai propaganda pemerintah secara diam-diam di Amerika Serikat dan negara-negara lainnya. Angka itu setara 30 juta dolar AS atau setara Rp 485 miliar dengan kurs terkini. Dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Yair Lapid, inisiatif ini untuk menghidupkan kembali rencana Kementerian Urusan Strategis Israel, yang sempat ditutup pada tahun 2021. Rencananya adalah untuk mentransfer uang secara tidak langsung ke organisasi asing yang akan menyebarkan propaganda Israel di negara tempat mereka beroperasi, sambil menyembunyikan fakta bahwa mereka didukung oleh pemerintah Israel. Proyek yang awalnya didirikan dengan nama “Solomon’s Sling” dan sekarang dikenal dengan nama “Concert” ini menjadi ujung tombak Kementerian Urusan Strategis dan mengubah wacana global tentang Israel, khususnya secara online. Misi Solomon’s Sling secara samar-samar digambarkan sebagai perjuangan melawan “delegitimasi” negara melalui “aktivitas kesadaran massa.” Dalam rencana awal, yang terungkap dalam serangkaian investigasi the Seventh Eye, Solomon’s Sling mendapat anggaran yang sangat besar sebesar 256 juta shekel atau 80 juta dolar AS. Setengah dari jumlah tersebut seharusnya berasal dari anggaran negara, dan setengahnya lagi dari individu kaya dan organisasi asing, terutama di Amerika Serikat. Prinsip yang mendasari penggunaan Solomon’s Sling, dan secara umum ketergantungan industri hasbara pada badan-badan sipil untuk menyebarkan pesan-pesan pemerintah, adalah bahwa hasbara yang kuno tidak lagi berfungsi. Ketika seorang diplomat atau juru bicara resmi ditempatkan di depan kamera dan diminta untuk menyampaikan daftar pokok pembicaraan pemerintah kepada pemirsa, pemirsa akan mengenali orang tersebut sebagai perwakilan dari pihak yang berkuasa, sehingga menyebabkan mereka tidak tertarik lagi. Dinamika yang sama terjadi ketika perwakilan negara menggunakan media sosial. Pada tahun 2015, pemerintah memutuskan untuk membangun kembali Kementerian Urusan Strategis, yang tadinya hampir kosong, menjadi badan serbaguna dan inovatif yang akan mengoordinasikan kegiatan hasbara tidak resmi Israel. Di bawah kepemimpinan Gilad Erdan, yang kini menjadi duta besar Israel untuk PBB, kementerian tersebut membangun jaringan organisasi, media, dan aktivis yang menyebarkan pesan-pesan politik atas nama pemerintahan Netanyahu dan lembaga keamanan. Ada yang melakukan hal tersebut dengan mengorbankan anggaran pemerintah, ada pula yang hanya karena alasan ideologis. Sementara sejak serangan 7 Oktober, pemerintah Israel meluncurkan kampanye propaganda besar-besaran yang secara strategis ditujukan kepada negara-negara Barat. Hal ini dalam upaya terkonsentrasi untuk membentuk opini publik internasional seiring dengan serangan brutal di Jalur Gaza yang terkepung. Kampanye multiaspek ini dilakukan di beberapa platform, termasuk X dan YouTube, dan melibatkan penyebaran iklan yang bermuatan emosi dan grafis, menurut analisis data yang dilakukan oleh media AS Politico. Jurnalis Sophia Smith, dalam thread di X, mencatat bahwa pemerintah Israel menghabiskan hampir 7,1 juta juta dolar AS hanya untuk iklan YouTube. Smith menggunakan alat analitik Semrush, sebuah platform yang memperkirakan pengeluaran kampanye iklan, bersama dengan pusat transparansi iklan Google. Menurut penelitiannya, kampanye tersebut secara eksplisit menargetkan Prancis, Jerman, dan Inggris, serta negara-negara lain, merilis total 88 iklan dalam waktu singkat dari 7 Oktober hingga 19 Oktober. Kampanye tersebut dengan jelas menyebut Hamas sebagai “kelompok teroris yang kejam,” dan menyamakannya dengan kelompok militan ISIS. Berbagai macam strategi manipulasi emosional digunakan. Iklannya berkisar dari yang menggambarkan bentuk-bentuk kekerasan yang parah hingga memainkan lagu pengantar tidur dengan latar belakang pelangi, memohon agar para orang tua berempati terhadap mereka yang anaknya terbunuh dalam serangan terhadap Israel. (ris) Baca juga :

Read More

Mbah Hasyim Asy’ari Sosok Bintang yang Mekar Bersama Umat

Surabaya — 1miliarsantri.net : Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy’ari itu merupakan sosok yang lengkap, bukan hanya “bintang” tapi juga sosok yang mau/suka “ronda” (bersama masyarakat). “Hadratussyaikh itu bukan hanya bintang atau mercusuar, tapi beliau juga suka ronda, gerilyawan, beliau mekar bersama masyarakat,” ungkap Ketua PW Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur Prof M Mas’ud Said MM PhD dalam bedah buku ‘KHM Hasyim As’ari: Pemersatu Umat Islam Indonesia’, Selasa (16/7/2024). Acara yang diselenggarakan oleh PC Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (Ikapete) Kota Surabaya itu juga dihadiri pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Wagub Jatim 2019-2024 Emil Dardak, Sekretaris PW Muhammadiyah Jatim Prof Bianto, Ketua Presnas Ikapete Pusat Prof DR H Masykuri MSi, dan pengurus Ikapete se-Jatim. Bedah buku dan peluncuran yang dipandu Ismail Nachu (Ketua ICMI Pusat) itu, Prof Mas’ud Said yang juga Direktur Pascasarjana Unisma itu menjelaskan sosok besar yang juga membesarkan masyarakat itu membuatnya berpengaruh besar di Nusantara, bukan hanya Indonesia. “Hadratusyaikh itu pernah di pondok-pondok besar seperti Bangkalan, Kediri (Lirboyo/Ploso), Sidoarjo (Siwalanpanji), dan sebagainya. Beliau juga mengajar dan mengarang 21-23 kitab. Beliau juga mendatangi petani pada setiap hari Selasa, dan juga pejuang,” katanya. Oleh karena itu, Ikapete kedepan memiliki tugas untuk mengembangkan ideologi Aswaja, penguatan organisasi NU secara strukturl dan kultural, baik di dalam maupun luar negeri, penguatan kolaborasi dan teknologi IT di pesantren dan NU. “Aswaja dan NU itu warisan Hadratussyaikh yang harus dijaga, bagi Ikapete ya wajib,” tegasnya. Dalam bedah buku itu, Sekretaris PW Muhammadiyah Jatim Prof Bianto mengapresiasi buku “KHM Hasyim As’ari: Pemersatu Umat Islam Indonesia” yang dinilai sangat akademis dan jauh dari aspek mistis atau klenik. “Sosok KHM Hasyim Asy’ari ditulis sangat manusiawi,” bebernya. Bagi Muhammadiyah sendiri, KHM Hasyim Asy’ari, NU, dan Tebuireng memiliki banyak “perjumpaan” (titik temu) dengan Muhammadiyah, karena “guru” KHM Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) di Mekkah juga sama (Syaikh Khatib Al-Minangkabawi). “Bahkan, H Hasan Gipo (ketua umum pertama PBNU) dan KH Mas Mansur (pendiri Muhammadiyah Jatim) juga masih saudara/sepupu. Pimpinan Muhammadiyah Jatim juga banyak yang alumni Pesantren Tebuireng, seperti mantan Ketua PWM Jatim Ustadz Abdurrahim Noer dan beberapa pimpinan daerah,” katanya. Sementara itu, Wagub Jatim 2019-2024 Emil Dardak menegaskan bahwa KHM Hasyim Asy’ari tidak perlu dibesarkan, karena sosoknya sudah “besar” di masyarakat, justru Ikapete yang perlu membesarkan pemikiran yang diwariskan. “Hadratussyaikh mementingkan keilmuan organik, bukan intelek menara gading. Warisan lain Hadratussyaikh yang penting adalah persatuan, khususnya sesama Islam, jangan sampai kita berkelahi sesama Islam hanya karena perbedaan yang tidak utama,” pungkas Emil. (har) Baca juga :

Read More

Unusia Segera Gelar Sidang Etik untuk Nahdliyin yang Temui Presiden Israel

Jakarta — 1miliarsantri.net : Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) segera menggelar sidang etik untuk salah seorang pengajarnya, yaitu Zainul Maarif yang ikut menemui Presiden Israel, Isaac Herzog. Zainul Maarif merupakan pengajar filsafat di Unusia yang turut menemui Presiden Israel bersama empat orang lainnya. “Unusia akan menggelar sidang etik terhadap Saudara Zainul Maarif untuk mempertanggungjawabkan aktivitas yang bersangkutan mengingat kunjungan tersebut berdampak langsung bagi reputasi Unusia dan bertentangan dengan dengan nilai-nilai yang dianut Unusia,” ujar Kepala Biro Humas Unusia, Dwi Putri, Rabu (17/7/2024). Unusia menganggap pertemuan Zainul Maarif dan Presiden Israel adalah pertemuan secara individual, sehingga tidak ada kaitan apa pun dengan kampus. “Pertemuan Saudara Zainul Maarif dengan Presiden Israel adalah aktivitas individual dan tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan Unusia sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan Perkumpulan Nahdlatul Ulama yang menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Indonesia,” jelas Dwi Putri. Dwi menegaskan bahwa Unusia mendukung sepenuhnya kemerdekaan Palestina dan mengecam keras praktik genosida oleh Israel terhadap bangsa Palestina yang sejak Oktober 2023 hingga kini masih berlangsung. Sebelumnya, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf mengatakan pihaknya akan memanggil lima orang nahdliyin yang bertemu dengan Presiden Israel,Isaac Herzog. Dalam pemanggilan tersebut, PBNU akan mengklarifikasi latar belakang pemberangkatan 5 tokoh muda itu. “Yang bersangkutan akan dipanggil untuk dimintai keterangan dan penjelasan lebih dalam tentang maksud tujuannya, latar belakang, dan siapa yang memberangkatkan, serta hal-hal prinsip lainnya,” kata Gus Ipul, Senin (15/7/2024). Selain itu, ia mengatakan bahwa PBNU juga segera memanggil pimpinan badan otonom (banom), serta lembaga tempat kelima orang tersebut mengabdi. Ia menjelaskan bahwa jika ditemukan unsur pelanggaran organisasi, maka bukan tidak mungkin kelima orang itu akan diberhentikan dari statusnya sebagai pengurus lembaga atau banom. (rid) Baca juga :

Read More

Badan Pengembangan Jaringan Internasional PBNU Kecam Kunjungan 5 Nahdliyin ke Israel

Jakarta — 1miliarsantri.net : Wakil Ketua Badan Pengembangan Jaringan Internasional Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (BPJI PBNU) Achmad Munjid mengecam dan mengkritik keras kunjungan lima Nahdliyin yang menemui Presiden Israel Isaac Herzog. Menurutnya, langkah tersebut sangat tidak tepat di tengah situasi global yang mengecam tindakan Israel terhadap Palestina. “Seluruh dunia yang berpikir waras sekarang sedang mengutuk Israel karena kejahatan kemanusiaan mereka, genosida terhadap rakyat Palestina. Seluruh dunia sedang menjauhi Israel, kita harus menghukum Israel yang sangat rasis, tak berperikemanusiaan, dan mengabaikan hukum internasional,” ujar Munjid, Rabu (17/7/2024). Peneliti Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian Universitas Gadjah Mada (PSKP UGM) tersebut menyoroti bahwa saat ini Israel berada dalam posisi terpojok di mata dunia. Hal ini kian kentara sejak demonstrasi besar-besaran di berbagai penjuru dunia yang menunjukkan bahwa Israel menjadi negara paria (paling hina). “Bahkan di Amerika, banyak pejabat yang mundur dari posisi dalam struktur administrasi Biden karena kebijakan dukungan terhadap Israel yang sama sekali tak bisa dipertanggungjawabkan secara hukum dan kemanusiaan. Gerakan boikot di mana-mana,” lanjut Munjid. Menurut Munjid, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, Indonesia seharusnya bersikap tegas dalam mengecam tindakan genosida Israel. “Kita harus menjauhi Israel dalam situasi seperti sekarang, jika tidak bisa ikut menghukumnya. Menjauhi itu tindakan yang paling minimal. Israel sedang butuh teman dan dukungan untuk terus membantai rakyat Palestina yang tak berdosa,” tegasnya. Munjid juga mempertanyakan tujuan dan manfaat dari kunjungan tersebut. Ia mengaku sangat menyayangkan kunjungan ke Israel yang tidak berafiliasi dengan PBNU itu. “Seluruh tindakan dan wacana yang bisa dipakai sebagai justifikasi kekerasan Israel akan mereka pakai. Buat apa ada orang-orang kita yang mendekat? Apa tujuannya? Atas nama siapa? Apa manfaatnya? Tak ada jawaban masuk akal yang bisa diterima,” tegasnya. “Saya sangat menyayangkan khususnya teman-teman yang berlatar belakang NU pergi ke sana, apalagi memposting foto dan video ke mana-mana. Saya sangat sedih dan malu melihat ini semua,” paparnya. Munjid menekankan bahwa para peserta kunjungan tersebut diundang dan pergi atas nama pribadi, bukan mewakili NU secara resmi. “Pertama, masing-masing peserta itu diundang dan pergi sebagai pribadi. Memang baju NU ‘dipakai’, tapi bukan lembaga NU. Mereka tidak ada yang mewakili NU secara resmi,” tambahnya. Dia menekankan bahwa seluruh dunia saat ini tengah mengutuk Israel dan tindakan serangan brutalnya terhadap Palestina. “Seluruh dunia yang berpikir waras sekarang sedang mengutuk Israel karena kejahatan kemanusiaan mereka, genosida terhadap rakyat Palestina. Kita harus menjauhi Israel, mengutuk, dan menghukum mereka yang rasis, tak berperikemanusiaan, dan mengabaikan hukum internasional,” pungkasnya. (wink) Baca juga :

Read More

Netanyahu Bersumpah Tingkatkan Tekanan pada Hamas

Gaza — 1miliarsantri.net : Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah pada hari Selasa untuk meningkatkan tekanan terhadap Hamas di Gaza yang dilanda perang, setelah Amerika Serikat mengkritik tingginya korban sipil dalam serangan-serangan terakhir. Netanyahu, dalam sambutannya pada acara peringatan resmi negara, membela pendekatan Israel selama perang yang telah berlangsung lebih dari sembilan bulan ini, dengan mengatakan “Hamas sedang dalam tekanan.” “Mereka berada di bawah tekanan yang semakin besar karena kita menyakiti mereka, melenyapkan komandan-komandan tinggi mereka dan ribuan teroris.” “Mereka berada di bawah tekanan karena kita tetap teguh dengan tuntutan kita, meskipun ada banyak tekanan,” tambahnya, yang tampaknya merujuk pada banyaknya keprihatinan internasional atas korban dalam perang sejak serangan Hamas 7 Oktober. “Ini adalah saat yang tepat untuk meningkatkan tekanan lebih lagi, untuk membawa pulang semua sandera – yang hidup dan yang mati – dan untuk mencapai semua tujuan perang,” kata Netanyahu. Komentarnya muncul saat Israel telah meningkatkan serangan ke wilayah Palestina yang terkepung, dengan tim penyelamat Gaza mengatakan tiga serangan udara dalam satu jam telah menewaskan lebih dari 40 orang pada hari Selasa. Pada akhir pekan, lebih dari 90 orang tewas dalam serangan bom Israel yang besar di zona aman, sebuah operasi yang menurut Netanyahu menargetkan kepala militer Hamas Mohammed Deif dan salah satu wakilnya. Menteri Pertahanan Yoav Gallant mengatakan dalam upacara tersebut bahwa tekanan militer Israel “memaksa para pemimpin organisasi teroris yang masih hidup untuk hanya mengurus kelangsungan hidup mereka sendiri.” “Tanpa kapasitas untuk memerintah, mengendalikan, dan memimpin, organisasi Hamas menjadi sekelompok geng teroris tanpa arah atau masa depan,” kata Gallant. Serangan Hamas 7 Oktober terhadap Israel mengakibatkan kematian 1.195 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan angka-angka Israel. Para militan juga menyandera 251 orang, 116 di antaranya masih berada di Gaza termasuk 42 yang menurut militer Israel telah meninggal. Ofensif militer Israel telah menewaskan setidaknya 38.713 orang, juga sebagian besar warga sipil, menurut angka-angka dari kementerian kesehatan di Jalur Gaza. (zul) Baca juga :

Read More

Bila Kita Ingin Maju dan Bersatu Jangan Khianati Konstitusi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Bangsa Indonesia telah mengalami pahit getirnya dijajah oleh Belanda dan Jepang. Oleh karena itu bangsa Indonesia tidak mau ada satu suku bangsa pun di dunia ini yang mengalami hal yang sama. Dalam pandangan bangsa Indonesia yang namanya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa. Oleh karena itu dalam mukadimah UUD 1945 para pendiri bangsa ini telah menjelaskan dengan tegas bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan nilai-nilai perikemanusiaan dan perikeadilan. Itulah sebabnya mengapa sampai hari ini negara Republik Indonesia tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel karena negara tersebut telah menjajah dan tidak mau memberikan kemerdekaan kepada rakyat dan bangsa Palestina. Bahkan Israel tidak hanya sekadar ingin menjajah tapi juga telah melakukan tindakan-tindakan yang terbilang sangat-sangat biadab dengan melakukan tindakan genosida atau membunuh sudah lebih dari 36.050 orang di Gaza sejak Oktober tahun lalu dan melukai setidaknya 81.026 orang akibat serangan yang mereka lakukan ke daerah Palestina tersebut. Keadaan semakin mengenaskan lagi karena kebanyakan dari mereka yang tewas dan terluka tersebut adalah kaum perempuan dan anak-anak. Oleh karena itu jika ada dari anak-anak bangsa ini yang bermesraan dengan Israel padahal negara zionis tersebut kita tahu telah berbuat zalim dan aniaya terhadap rakyat Palestina maka hal demikian merupakan pertanda bahwa mereka sudah tidak punya hati nurani dan tidak punya rasa perikeadilan serta perikemanusiaan. Mungkin saja mereka beralasan bahwa mereka melakukan hal tersebut adalah karena mereka ingin mengubah sikap Israel, rasa-rasanya hal itu bagaikan mimpi di siang bolong karena sekarang ini sudah lebih dari 146 negara yang mendukung kemerdekaan Palestina termasuk beberapa negara dari Eropa Barat yang selama ini merupakan sekutu Israel seperti Spanyol, Inggris dan Prancis serta lainnya sudah meminta Israel untuk mengakui kemerdekaan Palestina namun Israel tetap bersikukuh dan tidak mau memberikannya. Ini pertanda bahwa Israel memang punya niat jahat untuk terus menduduki dan menjajah Palestina bahkan kalau bisa mereka akan mendirikan sebuah negara baru yang disebut dengan Israel Raya yang meliputi beberapa negara yang ada di sekitarnya. Jadi berdasarkan hal demikian kita memang sangat menyesalkan ada oknum-oknum dari anak-anak bangsa ini yang berbuat di luar batas dengan menentang dan melecehkan konstitusi padahal mukadimah dari UUD 1945 itu seperti kita ketahui bersama merupakan jati diri kita sebagai bangsa. Dan bila jati diri kita sebagai bangsa sudah terkoyak maka untuk menjahit dan menyatukannya kembali jelas tidak mudah. Untuk itu kita berharap agar semua pihak menghormati dan menjunjung tinggi konstitusi supaya kita sebagai bangsa tetap bersatu dan negara yang sama-sama kita cintai ini bisa maju. (Pengamat sosial ekonomi dan keagamaan, serta Ketua PP Muhammadiyah) Baca juga :

Read More

Mengintip Belajar Mengaji di Madrasah Khazra Nottingham, Inggris

Nottingham –1miliarsantri.net : Sebagai orangtua yang menganut agama Islam dan tinggal di negara dengan penduduk mayoritas non-muslim, pastinya menginginkan anak-anak tetap bisa belajar tentang Islam. Seperti pasangan orangtua Azimmatul Ihwah dan Muayyad Nanang yang saat ini menetap di Nottingham lantaran tengah menjalani program studi doctoral di University of Nottingham. Imma mendaftarkan kedua buah hatinya, Rashna dan Araj di Madrasa Khazra yang letaknya tidak begitu jauh dari rumah tinggal mereka. Diungkapkannya bahwa tidak ada syarat khusus untuk para Muslim mendaftarkan anak-anak mereka belajar di sana. Hanya saja dengan tempat yang terbatas membuat madrasah ini menerapkan system “waiting list”. Berdasarkan data, Nottingham yang terdiri dari penduduk multikultural dan multikulturalisme, memiliki Muslim sebanyak 9 persen dari populasi penduduk. Jumlah total penduduk sendiri yakni 919,484 jiwa. Dari angka tersebut menunjukkan umat Muslim di sana tidak banyak. Hal ini menyebabkan pula tak banyak madrasa yang tersedia. Bisa dikatakan jumlah Madrasa yang ada tidak sebanding dengan umat Muslim di sana. Jadi siapapun yang ingin mendaftar harus menunggu giliran. “Tidak ada ujian masuk untuk penerimaan (hanya saja) sistemnya waiting list. Kami waktu tunggu hampir tiga bulan,” ujar wanita yang akrab disapa Imma. Awalnya hanya si sulung yang berkesempatan masuk madrasa lalu tidak lama, masih di bulan yang sama, sang adik pun diterima. Setelah mendapat keputusan diterima masuk di madrasa tersebut, anak-anak harus mengikuti ujian berupa baca tulis latin dan kemampuan membaca huruf hijaiyah atau Quran. “Ujian ini hanya untuk menentukan anak akan masuk level mana,” tambahnya. Lebih lanjut ia menambahkan, kegiatan belajar di madrasah dilakukan setiap hari Senin sampai Jumat. Dalam sehari ada dua jadwal yakni pukul 16.00-17.30 dan 18.00-19.30 waktu setempat. Untuk jadwal, tutur Imma, orangtua tidak bisa memilih. Keputusan masuk di kelas mana dan dapat di waktu yang mana merupakan keputusan mutlak dari pihak madrasa. “Karena ini disesuaikan dengan ketersediaan kelas.” Kedua buah hati diakui Imma dan Nanang begitu menikmati belajar di madrasa tersebut. Mereka dapat menikmati momen belajar Islam layaknya saat berada di Tanah Air. Setiap hari sepulang sekolah, Rashna dan Araj pergi ke madrasa dengan berjalan kaki. Kegiatan belajar mengajar disesuaikan dengan jadwal sekolah resmi atau regular yang telah ditetapkan Nottingham City Council. Jadi apabila sekolah sedang libur, madrasa pun libur.Namun ada libur tambahan di madrasa yakni saat perayaan hari raya umat Islam seperti Idul Fitri, Idul Adha dan hari Tasyrik. Biaya madrasa dikenakan sebesar £45 per bulan untuk satu anak. “Akan mendapat potongan sebesar £5 jika membayar tanggal 1-7 setiap bulannya,” ungkap Imma. Sekadar informasi jika dirupiahkan senilai kurang lebih Rp 945.000. Di Madrasa Khazra ini tidak hanya belajar membaca Al-Quran secara tartil, melainkan juga belajar mengenai aturan dan adab melakukan ibadah dalam agama Islam. Seperti cara berwudhu yang benar, sholat dan gerakannya yang benar sesuai tuntunan Rasulullah Saw. “Ada juga hapalan bacaan sehari-hari, fiqih, akhlaq, sirah, hadits, adab dan sebagainya. Ada buku pegangan juga yg dibeli dari sekolah untuk bahan belajar seperti Islamic curriculum (sesuai level kelas) dan Abridged Qa’idah dan Book of Dua and Surah.” Layaknya sekolah, di Madrasa Khazra juga diadakan tes di akhir term. Orangtua akan menerima rapor di akhir term. Madrasa Khazra sekaligus Masjid Khazra ini beralamat di Queensberry St, Radford, Nottingham NG60DG, United Kingdom. Masjid ini menyediakan tempat ibadah bagi komunitas Muslim setempat. Masjid Al-Khazra berdiri sebagai bukti persatuan dan keragaman komunitas Muslim Sunni Nottingham. Organisasi ini menyambut individu-individu dari berbagai latar belakang, terbuka bagi siapapun dan menghubungkan siapapun. Bahkan dalam situs resminya disebutnya, jika Anda jika Anda mencari tempat ibadah atau komunitas spiritual, Masjid Al-Khazra menawarkan suasana hangat dan inklusif untuk semua. (mom) Baca juga :

Read More

MPR RI Apresiasi Petugas Haji Mahasiswa Indonesia dari Mesir

Jakarta — 1miliarsantri.net : Presiden Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir, Rahmat Iqbal menyampaikan hasil Temu silaturahim Alumni Azhar Mesir dengan Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid, di Jakarta, Selasa (16/07/2024). Dalam kesempatan tersebut, Presiden PPMI menerangkan bahwa pihaknya membahas berbagai isu krusial yang berkaitan dengan regulasi mahasiswa baru dan petugas haji TEMUS (Tenaga Musiman mahasiswa) di Komisi 8 serta di Fraksi PKS di DPR. Dalam pertemuan di MPR tersebut Pertemuan membahas upaya perbaikan regulasi seleksi mahasiswa baru ke Mesir melalui Kementerian Agama. Hidayat Nur Wahid, yang juga mewakili Daerah Pemilihan Jakarta 2 dan WNI di Luar Negeri, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa Indonesia di Mesir yang telah memilihnya kembali sebagai anggota DPR. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas seleksi mahasiswa baru dan memperbaiki sistem TEMUS Haji, serta berkomitmen untuk menyampaikan aspirasi tersebut dalam rapat DPR. “Kami akan suarakan peningkatan jumlah petugas haji asal mahasiswa Indonesia di Mesir karena keberadaan mahasiswa dirasakan manfaatnya dan melayani jamaah haji sepenuh hati,” tegas Hidayat Nur Wahid. Tak hanya itu, Hidayat Nur Wahid juga berharap mahasiswa Indonesia di Mesir dapat berkontribusi lebih besar di pemerintahan Indonesia di masa mendatang. Rahmat Iqbal juga mengadakan komunikasi dengan anggota DPR dari Komisi 8, khususnya dari Partai Golkar dan partai lainnya, mengingat banyaknya isu pendidikan yang bersinggungan dengan kepentingan mahasiswa Indonesia di luar negeri. Pertemuan ini mencerminkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan mahasiswa Indonesia di Mesir serta mempererat hubungan antara pemerintah dan organisasi mahasiswa Indonesia di luar negeri. (rid) Baca juga :

Read More

Dua Nikmat yang Manusia Lalai

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dua kabilah Anshor yakni Bani Haristsah dan Bani Harist berseteru. Keduanya saling membanggakan nasab kabilahnya dengan bermegah-megahan soal keturunan dan hartanya. Bahkan, kedua kabilah saling membuktikan dengan mendatangi kuburan-kuburan nenek moyang mereka yang dikenal orang hebat. Dalam Kitab Asbabun Nuzul karya Jalaluddin Abdurrahman As-Suyuti, pertengkaran atau pembantahan kedua kabilah tersebut turun ayat 1-8 Surah At-Taakatsur. Dalam ayat 1 dan 2, “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.” As-Suyuti mengutip ucapan Ibnu Jabrir dari Ali berkata, “Kita ragu akan adanya siksa kubur. Kemudian Allah SWT menyakinkan mereka, dengan ayat ini.”Kekisruhan kedua kabilah itu pada 14 abad silam, masih dapat kita saksikan sampai hari ini. Banyak keturunan anak Adam ‘Alaihissalam (AS) yang dengan sadar atau tidak sadar kerap membanggakan anak keturunan dan harta mereka kepada orang lain, terlebih di berbagai platform media sosial. Terlepas dari pro dan kontra persoalan ini. Dalam Tafsir Ibnu Katsir pada penjelasan Surah At-Taakatsur tersebut, Allah SWT berfirman, kalian terlalu disibukkan oleh kecintaan pada dunia, kenikmatan dan berbagai perhiasannnya, sehingga lupa untuk mencari dan mengejar kehidupan akhirat. Hal tersebut terus menimpa manusia, hingga kematian menjemputnya, lalu manusia mendatangi kuburan dan menjadi salah satu penghuninya. Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Zaid bin Aslam dari ayahnya mengatakan, Rasulullah Sholallahu’alaihi wassalam (SAW) bersabda, “Bermegah-megahan telah melalaikanmu dari ketaatan, sampai kamu masuk ke dalam kubur, sampai kematian menjemput kalian.” Bermegah-megahan ini, menurut Al-Hasan Al-Bashri, dalam hal harta dan anak. Bukankah manusia dalam kehidupannya, tak terlepas dari harta dan anak. Mereka kerap membanggakan harta dan anak-anaknya. Padahal, soal harta ini, Rasulullah SAW bersabda, “Harta yang kamu makan akan habis, harta yang kamu pakai akan usang, tapi harta yang kamu sedekahkan akan menjadi tabunganmu,” (HR. Muslim). Ternyata harta yang sesungguhnya, ketika hari ini kita makan dan kita pakai. Sedangkan yang tidak kita makan dan tidak kita pakai pada hakekatnya bukan harta milik kita. Sementara harta yang disedekahkan, itulah harta yang kekal abadi di dunia hingga mengalir di akhirat. Ketika sampai di kubur, Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga hal yang mengantarkan jenazah, lalu dua diantaranya kembali sedang asatu lagi tetap bersamanya. Jenazah itu diantarkan oleh keluarga, harta, dan amalnya, lalu keluarga dan hartanya kembali pulang, sedangkan amalnya tetap bersamanya,” (HR. Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i). Pada asalnya, menurut Al-Quran sifat manusia itu ada 15. Yakni, lemah, terperdaya, lalai, penakut, bersedih hati, tergesa-gesa, suka membantah, berlebih-lebihan, pelupa, berkeluh kesah, kikir, kufur nikmat, zalim dan bodoh, berprasangka, dan berangan-angan. Dibandingkan makhluk lain, manusia diciptakan Allah SWT dalam wujud yang sempurna, namun banyak kekurangannya. Kekurangan manusia ini, sebagai dampak Allah SWT memberinya akan dan pikiran serta hati yang bening. Dalam kehidupannya, tinggal lagi manusia itu sendiri yang dapat mengendalikannya ke jalan yang lurus yang diridhoi Allah SWT. Untuk itu, Rasulullah SAW bersabda, “Dua nikmat yang banyak orang tertipu padanya, yakni nikmat sehat dan waktu luang,” (HR Bukhari, Tirmidzi, An-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah). Seseorang itu ketika diberikan kenikmatan (di dunia baik harta maupun anak keturunan) kebanyakan lupa akan nikmat tersebut berasal dari mana dan digunakan (dimanfaatkan) untuk apa. Pada dasarnya kenikmatan dan musibah itu akan silir berganti dirasakan, tinggal lagi bagaimana menyikapinya. Ketika nikmat itu hadir di kehidupan seseorang, sikat sebaiknya tetap bersyukur atas nikmat dari Allah SWT. Ketika nikmat itu dicabut dan musibah datang menimpanya, maka sikap seseorang itu bersabar hingga Allah SWT juga meridhoinya. Sama halnya dengan waktu luang yang sering lalai dari kehidupan manusia. Ketika seorang diberikan waktu luang seperti badan sehat jasmani dan rohani, lupa untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta Allah SWT dan menjalani perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Namun, ketika seseorang itu sakit, barulah ia akan sadar bahwa nikmat kesehatan dan waktu luang pada saat muda, pada saat sehat, pada saat gagah, atau pada saat diberikan kekuasaan dan jabatan, tidak digunakan untuk kemaslahatan pada dirinya dan orang lain. Bukankah dalam ayat 4 Surah Ad-Dhuha, Allah SWT berfirman, “Dan sungguh akhirat itu lebih baik bagimu darpada dunia.” Semoga kita semua sadar akan dua nikmat yang akan menyelamatkan kita di dunia terlebih di akhirat. (Iin) Baca juga :

Read More