Surat Curhatan Para Tenaga Medis di Gaza Untuk Presiden Amerika

Gaza –1miliarsantri.net : Sejak Oktober tahun 2023 lalu, Gaza berubah, dari kawasan kecil yang padat menjadi reruntuhan bangunan. Ditambah lagi, dari satu sudut ke lainnya pasti ada kesedihan. Ada yang menuangkannya dalam vandalisme bertuliskan nama-nama siapa saja yang pernah tinggal di reruntuhan itu. Lainnya, masih ada yang memaksakan diri tinggal di bawah puing-puing. Hancur sudah bangunan dan infrastruktur yang ada di sana. Banyak sudah mayat bergelimpangan. Manusia di sana tidak diperlakukan secara wajar. Pasukan IDF di sana membabi buta menyerang siapa saja yang mereka curigai tanpa ada kejelasan bukti pelanggaran hukum. Banyak anak-anak menjadi sasaran pemboman militer Israel, pasukan khusus yang kini terkenal sebagai pembunuh anak-anak tak berdosa. Mereka yang masih hidup ada yang mengalami luka hebat. Mereka bertahan, meski orang tua mereka sudah lebih disayang Allah nun jauh di Arasy. Sekitar 45 dokter dan perawat yang menjadi relawan di Gaza telah menulis surat yang ditujukan kepada pemerintahan Biden, yang tiba pada hari Kamis, yang menyatakan bahwa “Israel” telah merenggut nyawa lebih dari 90.000 warga Palestina selama genosida yang sedang berlangsung di Jalur tersebut dan menyoroti kejahatan perang pendudukan dan pelanggaran hukum humaniter internasional. “Presiden Biden dan Wakil Presiden Harris, solusi apa pun untuk masalah ini harus dimulai dengan gencatan senjata segera dan permanen,” kata surat setebal delapan halaman itu, menuntut Amerika Serikat untuk memberlakukan embargo senjata terhadap rezim pendudukan, serta menarik dukungan diplomatik, ekonomi, dan militernya hingga gencatan senjata dilaksanakan. “Jumlah korban tewas akibat konflik ini sudah lebih dari 92.000 orang, atau 4,2 persen dari total populasi Gaza,” tulis para petugas medis, sambil mengklaim jumlah korban tewas sebenarnya jauh lebih tinggi daripada angka yang disebutkan Kementerian Kesehatan Palestina, yang menunjukkan lebih dari 39.000 orang telah tewas . “Dengan hanya beberapa pengecualian yang sangat kecil, semua orang di Gaza sakit, terluka, atau keduanya,” kata para petugas medis, mengacu pada pekerja bantuan nasional, relawan internasional, dan warga sipil. Penembak jitu penjajah Israel sengaja menargetkan warga sipil, kata relawan kesehatan kepada The Guardian, menekankan dalam surat mereka bahwa mayoritas warga Palestina adalah wanita dan anak-anak . “Kami tidak dapat melupakan pemandangan kekejaman tak tertahankan yang ditujukan kepada wanita dan anak-anak yang kami saksikan sendiri,” imbuh mereka dalam surat tersebut. Pelanggaran hukum internasional oleh “Israel” juga digambarkan dalam surat tersebut, yang memperingatkan bahwa wabah sedang melanda Gaza akibat pemindahan paksa warga sipil yang sakit, kekurangan gizi akibat ulah penjajah Israel, dan kurangnya air bersih serta sanitasi. Para penanda tangan bantuan kesehatan menggambarkan rekan-rekan Palestina mereka sebagai “salah satu orang yang paling trauma di Gaza, dan mungkin di seluruh dunia,” karena komitmen mereka untuk terus bekerja meskipun kehilangan anggota keluarga dan rumah, dan menyoroti bahwa mereka sering bekerja berjam-jam tanpa bayaran sementara kekurangan gizi. “Israel telah menargetkan rekan-rekan kami di Gaza untuk dibunuh, dihilangkan, dan disiksa,” kata mereka. “Tindakan yang tidak bermoral ini sepenuhnya bertentangan dengan hukum Amerika, nilai-nilai Amerika, dan hukum humaniter internasional.” “‘Israel’ telah secara langsung menargetkan dan dengan sengaja menghancurkan seluruh sistem perawatan kesehatan Gaza,” demikian pernyataan surat tersebut, termasuk kisah individu para pekerja perawatan kesehatan yang menceritakan pengalaman mengerikan mereka selama pemboman dan serangan harian “Israel” di wilayah kecil tersebut. Empat puluh lima relawan kesehatan termasuk dokter bedah, dokter ruang gawat darurat, dan perawat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan lembaga bantuan lainnya yang baru-baru ini bekerja di rumah sakit di Jalur Gaza. Dokter bedah trauma dan perawatan kritis Feroze Sidhwa mengatakan dia “belum pernah melihat cedera yang begitu mengerikan, dalam skala yang begitu besar, dengan sumber daya yang begitu sedikit.” Praktisi medis yang bekerja di bangsal bersalin menggambarkan kejadian lahir mati dan kematian ibu yang biasa terjadi, yang sebenarnya dapat dicegah dalam keadaan normal. Seorang praktisi perawat anak menceritakan pengalamannya menyaksikan bayi-bayi yang sehat meninggal setiap hari akibat kelaparan yang disebabkan oleh ketidakmampuan ibu mereka untuk menyusui karena kekurangan gizi, dan kurangnya susu formula dan air bersih. “Kami berharap Anda dapat mendengar jeritan dan tangisan yang tidak akan pernah kami lupakan. Kami tidak percaya bahwa ada orang yang akan terus mempersenjatai negara yang dengan sengaja membunuh anak-anak ini setelah melihat apa yang telah kami lihat,” kata surat itu. (zul) Baca juga :

Read More

Dubes RI Tunisia Apresiasi Dukungan Universitas Zaitunah bagi Mahasiswa

Jakarta — 1miliarsantri.net : Duta Besar Republik Indonesia di Tunis, Tunisia, Zuhairi Misrawi mengapresiasi dukungan Universitas Zaitunah kepada mahasiswa Indonesia yang belajar di negara itu. Apresiasi tersebut disampaikan dalam acara apresiasi Rektor Universitas Zaitunah atas kelulusan para mahasiswa Indonesia di Fakultas Peradaban Islam, Universitas Zaitunah, Kamis (25/7/2024) lalu. Acara tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Zaitunah, Abdul Latif Bouazizi, dan beberapa dosen lainnya. Dalam kesempatan itu, Zuhairi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Rektor Universitas Zaitunah dan para dosen yang telah memberikan perhatian kepada para mahasiswa. “Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Rektor Universitas Zaitunah dan para dosen yang telah memberikan perhatian dan kasih-sayang tidak terbatas kepada para mahasiswa Indonesia,” tukas Zuhairi. Zuhairi mengaku bangga atas prestasi dan kelulusan mahasiswa Indonesia dalam setahun terakhir yang mengalami peningkatan signifikan, baik pada jenjang S1, S2, maupun S3. Hal itu, lanjutnya, dapat dicapai berkat perhatian para dosen Universitas Zaitunah kepada para mahasiswa dengan mendorong peningkatan kemampuan akademis mereka. “Sungguh, para mahasiswa Indonesia sangat beruntung karena mendapatkan bimbingan dan pembelajaran langsung dari para dosen yang mumpuni,” sambungnya. Sementara itu, Rektor Universitas Zaitunah, Abdul Latif Bouazizi, juga menyampaikan apresiasi atas ketekunan dan semangat para mahasiswa Indonesia yang menghasilkan prestasi membanggakan. “Kami melihat langsung bagaimana para mahasiswa Indonesia gigih dan tekun belajar. Dan, hari ini kita bisa melihat langsung hasilnya. Ketekunan dalam belajar ini yang membuat para mahasiswa Indonesia akan menjadi ulama, cendekiawan, dan pemimpin di masa mendatang. Mereka ini akan menjadi duta-duta Zaitunah dan Tunisia saat berkiprah di Indonesia. Sebab itu, kami sangat bangga,” ungkapnya. Di akhir acara, Zuhairi dan Rektor Universitas Zaitunah, serta para dosen memberikan sertifikat kelulusan dan hadiah bingkisan kepada para mahasiswa yang lulus. (wink) Baca juga :

Read More

Nama Belakang Istri Tidak Diperbolehkan Mencantumkan Nama Suami

Jakarta — 1miliarsantri.net : Tradisi masyarakat Arab selalu memberi nama anak-anaknya dengan satu suku kata saja. Misalkan, Muhammad, Ibrahim, Fatimah, Aisyah, dan sebagainya. Jika ada nama yang murakkab (dua kata) atau lebih, kata kedua adalah nama orang tuanya. Sedangkan, kata yang ketiga adalah nama kakeknya. Misalkan, Muhammad Husein Ya’qub. Berarti namanya adalah Muhammad, sedangkan Hasan adalah nama bapaknya dan Ya’qub adalah kakeknya. Tradisi seperti ini menjadi rancu jika dibawakan pada pola penamaan di Indonesia. Biasanya, nama-nama orang Indonesia terdiri dari dua, tiga, bahkan empat suku kata. Misalkan, Syahrul Gunawan, Oki Setiana Dewi, dan sebagainya. Syahrul Gunawan adalah satu orang. Gunawan bukanlah nama bapak dari si pemilik nama. Tradisi penamaan bangsa Arab tak hanya sebatas nama, tapi juga erat sekali kaitannya dengan nasab. Dalam nama orang Arab, nama ayah dan kakek langsung melekat pada nama anak. Tradisi ini berdasar dari syariat Islam yang sangat serius memperhatikan persoalan nasab. Termasuk dalam dosa besar jika mengklaim seseorang yang bukan dari garis keturunannya diakui sebagai nasabnya. Alasan ini juga yang menjadikan Islam membenci perzinaan karena akan mengaburkan nasab. Sebagaimana hadis Nabi SAW menyebutkan, “Barang siapa yang mengaku sebagai anak kepada selain bapaknya atau menisbahkan dirinya kepada yang bukan walinya, maka baginya laknat Allah SWT, malaikat, dan segenap manusia. Pada hari kiamat nanti, Allah tidak akan menerima darinya ibadah yang wajib ataupun yang sunah.” (HR Muslim dan Tirmidzi). Jadi, tidak boleh tidak, kata kedua dalam nama orang Arab harus nama ayahnya. Mencantumkan nama selain nama ayah pada kata kedua dari nama tersebut dianggap tabu. Mereka menyimpulkan, berarti si pemilik nama tidak jelas nasabnya atau tak tahu siapa ayahnya. Kesimpulan ini juga bermuara pada ketegasan syariat dalam urusan nasab. Masuknya budaya Barat soal penamaan yang banyak diadopsi masyarakat Tanah Air menampik tradisi Arab yang bersumber dari syariat ini. Di Barat, nama belakang istri diambil dari nama suami, seperti Michelle Obama, Hillary Clinton, dan sebagainya. Inilah yang ditiru masyarakat Indoensia. Jelas model penamaan gaya Barat menjadi sangat tabu bagi tradisi Arab. Apalagi jika dikaitkan dengan urusan nasab. Bagaimanakah syariat menyelesaikan hal ini? Ulama-ulama Timur Tengah dan mayoritas ulama kontemporer lainnya jelas mengharamkan model penamaan ala Barat tersebut. Seorang istri tetap harus memakai nama belakang ayahnya, bukan nama suaminya. Mereka berdalil dengan ayat Alquran, “Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka…” (QS al-Ahzab [33]: 5). Dalam asbabun nuzul dari ayat tersebut karena Nabi SAW memungut seorang anak angkat. Karena sayangnya Beliau SAW kepada Zaid, sang anak angkat, sampai-sampai Zaid dipanggil Zaid Muhammad atau Zaid bin Muhammad. Maka turunlah ayat ini yang melarang penyebutan nama demikian. Akhirnya Zaid dipanggil dengan Zaid bin Haritsah karena bapak kandungnya bernama Haritsah. Ayat ini menegaskan urusan penamaan seseorang tidaklah main-main dalam Islam. Jika anak angkat saja dilarang memakaikan nama ayah angkatnya sebagai nama belakangnya, apalagi seorang istri yang memakai nama belakang dari nama suaminya. Jelas hal ini diharamkan secara mutlak. Markaz al-Fatwa Arab Saudi dalam keluaran fatwanya Nomor 17398 menyebutkan, mencantumkan nama belakang istri dengan nama suaminya tidak diperbolehkan. Demikian juga nama-nama orang lain selain dari ayah kandungnya sendiri. Jika anak tersebut lahir di luar nikah (hasil perzinaan), cukup dipakaikan nama belakang dari nama ibunya. Tradisi penamaan orang Arab sebenarnya bersumber dari Alquran sendiri. Firman Allah SWT, “Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka. Itulah yang lebih adil pada sisi Allah. Dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu.” (QS al-Ahzab [33]: 5). Tradisi ini telah ada, tumbuh, dan berkembang bersama bangsa Arab bahkan sebelum adanya ajaran Islam yang dibawa Rasulullah SAW. Bangsa Arab sangat bangga jika mereka hafal ranji atau silsilah nasab mereka. Artinya, mereka adalah keturunan yang terpelihara. Dalam Alquran, Allah SWT juga menyebut nama-nama dengan mengikutsertakan nama belakang dari bapaknya. Misalnya dalam ayat, “Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya,” (QS al-Ahzab [33]: 12). Demikian juga Nabi Isa AS yang lahir tanpa ayah. Ia juga disebut kaumnya dengan nama belakang ibunya, sebagaimana dalam ayat Alquran, “Dan karena ucapan mereka, sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih Isa bin Maryam, Rasulullah.” (QS an-Nisa [4]: 156). Para istri yang suaminya adalah orang terpandang juga ingin ikut terkenal. Caranya dengan mencantumkan nama suami di belakang namanya. Namun, hal seperti ini ternyata tak diakomodasi dalam syariat Islam. Berbeda dengan anak, yang memang seyogianya memakai nama sang ayah di belakang namanya. Para istri Rasulullah SAW tak pernah memakai nama Muhammad di belakang nama mereka, walau agung dan tingginya kedudukan sang suami. Mereka tetap dipanggil Aisyah binti Abu Bakar, Hafshah binti Umar, Zainab binti Jahsy, dan seterusnya. Jika terpaksa menyebut nama suami, sebutlah si Fulanah istrinya si Fulan. Sebagaimana dicontohkan dalam ayat Alquran, “Allah membuat istri Nuh dan istri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir.” (QS at-Tahrim [66]: 10). Sekalipun khalayak mengetahui secara pasti, nama belakang si istri adalah suaminya, hal ini tetap tidaklah diperbolehkan. Misalkan, penyebutan nama istri presiden yang diikuti dengan nama suaminya sebagai seorang presiden. Tetap saja hal ini keliru dalam pandangan syariat. Pandangan inilah yang sudah mentradisi di kalangan Arab dari dahulu hingga saat ini. Dikhawatirkan pula, ada semacam penyelewengan nasab hanya gara-gara abai soal penyebutan nama. Hal ini punya konsekuensi serius dalam syariat. Sebagaimana hadis Nabi SAW menegaskan, “Siapa yang bernasab kepada selain ayahnya dan ia mengetahui bahwa ia bukan ayahnya, maka surga haram baginya.” (HR Bukhari). (Iin) Baca juga :

Read More

Gunung-gunung Juga Banyak ditemukan di Jazirah Arab

Jakarta — 1miliarsantri.net : Gunung-gunung di Indonesia umumnya berwarna hijau karena ditutupi rimbunnya pepohonan. Selain itu, gunung-gunung di Indonesia banyak yang aktif bahkan pernah meletus. Sedangkan di jazirah Arab, umumnya gunung terlihat tandus dan tidak ditutupi rimbunnya pepohonan. Apakah gunung-gunung di jazirah Arab aktif dan pernah meletus? Di seluruh wilayah barat Jazirah Arab dari Al-Nafud (gurun di Arab Saudi) di utara hingga ujung selatan Yaman, terdapat rangkaian gunung berapi. Keberadaannya adalah akibat runtuhnya Dataran Tinggi Afrika-Arab yang mengakibatkan munculnya Laut Merah sekitar 30 juta tahun yang lalu. Sebagian besar gunung berapi ini sekarang tidak aktif, namun beberapa di antaranya, terutama di Yaman selatan, masih hidup dan mungkin meletus jika kondisi geologisnya menyebabkan hal tersebut. Wilayah Kerajaan Arab Saudi sendiri terletak di atas 2.000 gunung berapi yang tidak aktif selama ribuan tahun. Ketika gunung berapi ini aktif, dengan ledakan dan lava yang tersebar, terbentuklah 13 gunung berapi yang dihasilkan oleh aliran vulkanik yang besar dan terjadi di masa lampau. Persentase terbesar dari anakan dan kawah gunung berapi tersebut terdapat di wilayah Madinah. Menurut situs Survei Geologi, dalam 6.000 tahun terakhir telah terjadi 11 letusan gunung berapi di Harrat Rahat, Arab Saudi. Letusan terakhir adalah letusan gunung berapi terkenal yang terjadi pada tahun 654 H, yang berlangsung selama lebih dari 52 hari. Salah satu gunung berapi yang terkenal di Kerajaan Arab Saudi adalah Jabal al-Qadr, yang terletak di jantung Harrat Khaybar. Jabal Al Qadr merupakan gunung vulkanik yang sudah punah dengan ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan bumi. Kawah gunung ini sangat dalam dan terdapat rongga-rongga besar. Dari kawah Gunung Al-Qadr, ada lava beku yang memanjang lebih dari 50 Km dalam pemandangan geologi yang langka. Di area yang sama terdapat kawah gunung berapi Jabal al-Abyad, dengan warna aneh dan formasi beragam, yang dapat dianggap sebagai salah satu landmark geologi langka di dunia. Dekat Taif, di tengah Harrat Kashab yang terkenal, terdapat kawah Gunung Berapi Al-Waaba atau yang disebut Tambang Tamiya. Ini adalah salah satu kawah gunung berapi terdalam di Kerajaan Arab Saudi, dengan kedalaman mencapai 240 meter dan diameter lebih dari 2.500 meter. Adapun gunung berapi di Yaman yang jumlahnya 11, lima di antaranya meletus dalam kurun waktu 1500 tahun terakhir. Pertama adalah Harrat Arhab yang meletus pada 500 M. Kedua, Bir Barhout yang meletus pada 905 M. Ketiga, Harrat Al-Sawad yang meletus 1253 M. Keempat, Harrat Dhamar yang meletus 1937 M. Adapun yang terakhir adalah gunung berapi Jabal Al-Tair yang meletus pada tahun 2007. Secara global, terdapat daftar gunung berapi yang menyebabkan kerusakan terbesar sepanjang sejarah modern. (jeha) Baca juga :

Read More

Contohlah Kesederhanaan Hidup Rasulullah SAW

Jakarta — 1miliarsantri.net : Siapa yang tak ingin berharta banyak? Hampir Kebanyakan orang pasti menginginkan mempunyai harta berlimpah yang akan digunakan untuk berbagai keperluan, mulai untuk memenuhi kebutuhan harian, hedon, foya-foya dan lainnya. Muncul sebuah pertanyaan terkait dengan harta dan Rasulullah SAW sebagai manusia terbaik di dunia dan teladan manusia. Orang sebaik dan semulia beliaumenginginkan berapa banyak harta? Terkait dengan hal ini, Hadits dari Abu Hurairah yang diriwayatkan Ibnu Majah menjelaskan hal tersebut. قَالَ مَا أُحِبُّ أَنَّ أُحُدًا عِنْدِي ذَهَبًا فَتَأْتِي عَلَيَّ ثَالِثَةٌ وَعِنْدِي مِنْهُ شَيْءٌ إِلَّا شَيْءٌ أَرْصُدُهُ فِي قَضَااءِ دَيْنٍ Sungguh, aku tidak menginginkan sekiranya emas sebesar gunung Uhud menjadi milikku, kemudian datang lagi yang ketiga, sedangkan aku memiliki sesuatu darinya, kecuali sesuatu yang memang aku persiapkan untuk sekedar membayar utang. Nabi yang mulia, kekasih Allah, ternyata tidak hidup bergelimang harta. Dia tidur di atas alas biasa sehingga menyebabkan badannya sakit. Rumahnya sangat sederhana, hanya terdiri dari beberapa ruangan sederhana. Pakaiannya juga demikian, sama seperti yang dikenakan orang-orang awam. Jadi, Nabi Muhammad bukanlah sosok orang yang berharta banyak. Apakah dia bisa memiliki banyak harta? Sangat bisa, tapi Rasulullah SAW lebih memilih kesederhanaan, apa adanya. Karena kesederhanaan membuat hati tenang, enak berdzikir, tidak dipusingkan dengan keduniaan, menguatkan empati kepada orang lain, dan pastinya, menjadi wasilah menuju keridhaan Allah. (yan) Baca juga :

Read More

UEA Serukan ‘Misi Internasional Sementara’ untuk Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Uni Emirat Arab (UEA) pada pekan lalu menyerukan “misi internasional sementara” untuk Gaza pasca-perang guna memulihkan ketertiban dan mengatasi krisis kemanusiaan di wilayah yang hancur tersebut. Seruan ini muncul setelah para pemimpin negara Arab dalam KTT pada bulan Mei mendesak pengerahan pasukan penjaga perdamaian PBB di seluruh wilayah Palestina yang diduduki, sebuah ide yang sangat ditentang oleh Israel. “Mengkonsolidasikan perdamaian dan keamanan serta mengakhiri penderitaan kemanusiaan harus dimulai dengan pengerahan misi internasional sementara di Gaza atas undangan resmi dari pemerintah Palestina,” ucap Menteri Negara UEA untuk Kerja Sama Internasional, Reem al-Hashimy, kepada kantor berita resmi WAM. Dia menambahkan, misi internasional ini akan bertanggung jawab untuk merespons krisis kemanusiaan secara efisien guna membangun hukum dan ketertiban dan membuka jalan untuk menyatukan kembali Gaza dan Tepi Barat di bawah satu Otoritas Palestina yang sah. Komentar tersebut muncul beberapa hari setelah wakil menteri luar negeri Lana Nusseibeh mengatakan kepada surat kabar Inggris Financial Times bahwa “UEA dapat mempertimbangkan untuk menjadi bagian dari pasukan stabilisasi bersama mitra Arab dan internasional atas undangan Otoritas Palestina yang telah direformasi.” Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak banyak berbicara tentang rencananya untuk Gaza pasca-perang, tetapi dalam pidatonya di hadapan Kongres AS pada hari Rabu (24/7/2024) pekan lalu, ia mengatakan Israel harus mempertahankan kendali atas masalah keamanan sementara tokoh-tokoh Palestina yang dapat diterima Israel mengelola urusan sipil. Washington telah berulang kali menyatakan bahwa mereka menentang pemerintahan Gaza pasca-perang baik oleh Israel maupun Hamas dan telah menyerukan agar Otoritas Palestina yang telah direformasi mengambil alih kendali. Otoritas Palestina tidak memiliki kehadiran di Gaza sejak Hamas merebut kendali penuh atas wilayah tersebut pada tahun 2007. Otoritas Palestina menjalankan kekuasaan terbatas di kota-kota Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel. (zul) Baca juga :

Read More

Prof Ahmad Izzudin Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Ilmu Falak Pertama di Indonesia

Semarang — 1miliarsantri.net : Pengurus Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Izzudin dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Falak Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang di Auditorium II Kampus III UIN Walisongo, Rabu (24/7/2024) lalu. Pengukuhan ditandai dengan penyerahan SK dan pengalungan samir oleh Rektor UIN Walisongo Semarang Prof Nizar Ali kepada Prof Ahmad Izzudin. Ahmad Izzudin secara resmi menyandang gelar Profesor Ilmu Falak terhitung sejak 1 Oktober 2023 dan memperoleh kenaikan pangkat/golongan sebagai Pembina Utama Muda/IV/c pada 1 April 2024. Dalam pengukuhannya sebagai Guru Besar Ilmu Falak, ia menyampaikan pidato berjudul Teori Arah Menghadap Kiblat: Upaya Mencari Teori Arah yang Relevan dan Akurat. Sebelumnya, ia merupakan sarjana dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN, sekarang UIN) Walisongo, Semarang pada 1997. Lalu gelar magisternya diraih di UIN Walisongo pada 2001 dan gelar doktoralnya ditamatkan di kampus yang sama pada 2011. Izzudin mengajar sejumlah mata kuliah di UIB Walisongo Semarang yakni Tarikh Tasyri, Fiqh Mawaris, Hisab Waktu Shalat dan Arah Kiblat, Qawaidul Fiqhiyah, Hisab Awal Bulan Kamariah Kontemporer, Hisab rukyat, Kajian Kitab Falak, Praktikum Ilmu Falak, Pengantar Ilmu Falak, Hisab Rukyat Klasik, Hisab Rukyat Kontemporer, Sejarah Perkembangan Ilmu Falak, dan Seminar Proposal. Izzudin saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang (2019-2024). Akademisi kelahiran Kudus, Jawa Tengah 52 tahun itu juga menjadi pengurus Lembaga Falakiyah PBNU masa khidmah 2022-2027. Ia juga aktif di beberapa lembaga. Di antaranya sebagai Ketua Umum Asosiasi Dosen Falak Indonesia (ADFI), Ketua Umum Asosiasi Pesantren Falak Indonesia (APFI), Sekretaris Komisi Fatwa MUI Provinsi Jawa Tengah, Koordinator Diklat Lembaga Falakiyah PBNU, Ketua Lajnah Falakiyah PWNU Jawa Tengah (2003- 2008), Sekretaris Bidang Ketakmiran Masjid Agung Jawa Tengah, Pengurus LPKBHI FSH UIN Walisongo, dan Tim Hisab Rukyat Kemenag RI. Selain aktif sebagai pengurus Lembaga Falakiyah PBNU dan pengajar di UIN Walisongo, Izzudin mendirikan Pesantren Life Skill Daarun Najaah, Ngaliyan, Semarang. Ia juga mengemban amanah sebagai Wakil Rais Syuriah PCNU Kota Semarang. Izzudin telah menerbitkan banyak karya, baik dalam bentuk artikel jurnal maupun pada surat kabar dan majalah, baik secara pribadi maupun berkolaborasi, yang diterbitkan pada skala nasional hingga internasional. Berikut karya-karya Prof Izzudin: (hud) Baca juga :

Read More

MUI Tegaskan Soal Transpuan Umrah Pakai Hijab dan Baju Syar’i

Jakarta — 1miliarsantri.net : Transpuan Isa Zega menjadi sorotan publik usai setelah fotonya saat umrah dengan mengenakan hijab dan gamis syar’i beredar di media sosial. Bahkan melalui unggahan di Instagram miliknya, @zega_real, Isa Zega berada di barisan jamaah wanita saat umrah. Terkait itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan menanggapi viralnya video Isa Zega yang umrah dengan memakai jilbab. DR KH Syamsul Bahri Abd Hamid Lc MA menjelaskan apa yang dilakukan Isa Zega adalah hal yang tidak dibenarkan dalam Islam. “Jika ia seorang laki-laki maka harus berpenampilan ke kodratnya sebagai seorang lelaki,” katanya dikutip dari laman MUI, Sabtu (27/7/2024). Kiai Samsul Bahri kemudian mengulas tentang transpuan dalam pandangan Islam. Ia menjelaskan, transgender dalam Islam dikenal dengan istilah Khuntsa, Mukhanats dan Mutarajjilah. “Mukhannats adalah laki-laki yang berperilaku maupun berpenampilan seperti perempuan, padahal fisiknya jelas seperti laki-laki asli. Mutarajjilah adalah perempuan yang perilaku dan penampilannya menyerupai laki-laki, padahal fisiknya jelas seperti perempuan asli” tambahnya. Sementara Khuntsa merujuk pada orang yang memiliki dua alat kelamin sekaligus dalam tubuhnya sejak lahir. Untuk kasus ini, biasanya harus ditangani medis sehingga diharapkan bisa menemukan kecenderungan sebagai laki-laki atau perempuan. Dari ketiga kriteria ini mukhannats dan Mutarajjilah adalah perkara yang sangat dilarang Allah dan Rasulullah sebagaimana sabda nabi, “Allah melaknat para perempuan yang menyerupai laki-laki, dan para lelaki yang menyerupai perempuan.” Dalam hadis lain disebutkan, “Allah melaknat perempuan yang mengenakan pakaian laki-laki dan laki-laki yang mengenakan pakaian perempuan.” Dari penjelasan hadits di atas, Kiai Syamsul Bahri menjelaskan bahwa perilaku Isa Zega termasuk mukhanats, yaitu seorang lelaki yanng menyerupai perempuan. “Maka Allah akan melaknatnya selama ia terus memakai pakaian yang menyerupai perempuan,” tegasnya. (yan) Baca juga :

Read More

Orang yang Kelak Bisa Sukses Biasanya Kesehariannya Amalkan 9 Kebiasaan Ini

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kita sering mendengar cerita tentang anak-anak muda yang berbakat dan sukses dalam semalam. Namun kenyataannya banyak orang mencapai prestasi paling signifikan ternyata di kemudian hari. Orang-orang ini, yang dikenal sebagai orang yang terlambat berkembang, tetapi membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk mengejar impian dan mencapai kesuksesan. Meskipun perjalanan mereka mungkin berbeda, orang-orang yang sukses terlambat berkembang sering kali memiliki kebiasaan sehari-hari yang berkontribusi pada kemenangan mereka pada akhirnya. Berikut kita akan mengeksplorasi sembilan kebiasaan dan bagaimana kebiasaan tersebut dapat membantu membuka potensi Anda, tanpa memandang usia atau latar belakang. Kebiasaan 1: Merangkul Pola Pikir Pertumbuhan Salah satu kebiasaan paling signifikan yang diadopsi oleh orang-orang yang terlambat berkembang adalah menerapkan pola pikir berkembang. Konsep yang dipopulerkan oleh psikolog Carol Dweck ini mengacu pada keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan kita dapat dikembangkan melalui dedikasi dan kerja keras. Orang yang terlambat berkembang melihat tantangan sebagai peluang untuk berkembang, bukan sebagai hambatan yang tidak dapat diatasi. Mereka memahami bahwa kemunduran adalah bagian alami dari proses pembelajaran dan menggunakannya sebagai batu loncatan untuk meningkatkan dan memperluas keterampilan mereka. Kebiasaan 2: Menetapkan Tujuan dan Prioritas yang Jelas Orang yang terlambat berkembang sering kali ahli dalam menetapkan tujuan dan prioritas yang jelas. Mereka memahami pentingnya memiliki target yang spesifik, terukur, dan dapat dicapai untuk dicapai. Dengan mendefinisikan tujuan-tujuan mereka dan memecahnya menjadi langkah-langkah yang dapat dikelola, mereka dapat memfokuskan energi mereka pada hal-hal yang paling penting dan menghindari teralihkan oleh tugas-tugas yang kurang penting. Kebiasaan 3: Pembelajaran Berkelanjutan dan Pengembangan Keterampilan Kebiasaan penting lainnya dari orang yang terlambat berkembang adalah komitmen mereka terhadap pembelajaran berkelanjutan dan pengembangan keterampilan. Mereka menyadari bahwa untuk mencapai tujuan mereka, mereka harus terus-menerus memperluas pengetahuan dan kemampuan mereka. Kebiasaan ini penting bagi mereka yang mengejar karier atau minat baru di kemudian hari, karena mereka mungkin perlu memperoleh keterampilan baru atau memperbarui keterampilan yang sudah ada agar tetap kompetitif. Kebiasaan 4: Menumbuhkan Ketahanan dan Ketekunan Jalan menuju kesuksesan jarang sekali mulus, dan orang yang terlambat berkembang sering kali menghadapi tantangan unik saat mengejar tujuan mereka di kemudian hari. Di sinilah kebiasaan memupuk ketahanan dan ketekunan berperan. Orang yang sukses terlambat berkembang dapat bangkit kembali dari kemunduran dan mempertahankan motivasi mereka dalam menghadapi kesulitan. Untuk membangun ketahanan, fokuslah pada pengembangan pandangan positif dan kelilingi diri Anda dengan individu-individu suportif yang percaya pada tujuan Anda. Saat menghadapi kemunduran, cobalah untuk mengubahnya sebagai pengalaman pembelajaran dan peluang untuk berkembang. Ingatlah bahwa kemajuan jarang sekali bersifat linier, dan tidak apa-apa untuk beristirahat saat diperlukan untuk mengisi ulang tenaga dan memfokuskan kembali. Kebiasaan 5: Berjejaring dan Membangun Hubungan Orang yang terlambat berkembang dan sukses memahami nilai jaringan dan membangun hubungan dalam bidang pilihan mereka. Mereka secara aktif mencari koneksi dengan orang lain yang memiliki minat yang sama dan dapat menawarkan bimbingan, dukungan, dan potensi kolaborasi. Dengan memupuk jaringan yang kuat, orang yang terlambat berkembang dapat membuka pintu terhadap peluang baru dan belajar dari pengalaman orang lain yang telah menempuh jalur serupa. Kebiasaan 6: Merangkul Kegagalan Sebagai Pengalaman Pembelajaran Salah satu kebiasaan paling penting yang diadopsi oleh orang-orang yang terlambat berkembang adalah kemampuan untuk menerima kegagalan sebagai pengalaman belajar. Mereka memahami bahwa kegagalan bukanlah keadaan permanen, melainkan bagian alami dari pertumbuhan. Dengan membingkai ulang kemunduran sebagai peluang untuk belajar dan memperbaiki diri, orang yang terlambat berkembang dapat mempertahankan motivasi mereka dan terus mengejar tujuan mereka dengan tekad baru. Untuk memupuk kebiasaan ini, dekati kegagalan dengan rasa ingin tahu, bukan menghakimi diri sendiri. Tanyakan pada diri Anda apa yang dapat Anda pelajari dari pengalaman tersebut dan bagaimana menerapkan pelajaran tersebut untuk upaya masa depan. Ingatlah bahwa bahkan individu yang paling sukses pun pernah menghadapi kegagalan pada suatu saat dalam hidup mereka, dan sering kali melalui tantangan inilah kita tumbuh dan belajar paling banyak. Kebiasaan 7: Menjaga Keseimbangan Kehidupan Kerja yang Sehat Orang yang terlambat berkembang menyadari pentingnya menjaga keseimbangan kehidupan kerja yang sehat. Mereka memahami bahwa mencapai tujuan memerlukan upaya berkelanjutan dari waktu ke waktu dan kelelahan dapat menggagalkan kemajuan mereka. Dengan memprioritaskan perawatan diri dan menetapkan batasan antara kehidupan profesional dan pribadi, orang yang terlambat berkembang dapat mempertahankan energi dan fokus yang diperlukan untuk mengejar impian mereka. Ingatlah bahwa mencapai kesuksesan adalah lari maraton, bukan lari cepat. Dengan menjaga diri sendiri dan menjaga gaya hidup seimbang, Anda akan lebih siap menghadapi tantangan dan peluang yang menghadang. Kebiasaan 8: Melatih Rasa Syukur dan Berpikir Positif Kebiasaan penting lainnya bagi orang yang terlambat berkembang adalah praktik bersyukur dan berpikir positif. Mereka memahami bahwa menumbuhkan pola pikir positif dapat berdampak besar pada kesejahteraan dan kemampuan mereka mencapai tujuan. Orang yang terlambat berkembang mempertahankan rasa perspektif dan optimisme, bahkan ketika menghadapi kesulitan, dengan berfokus pada hal-hal baik dalam hidup mereka dan mengungkapkan rasa syukur atas berkah yang mereka peroleh. Untuk menumbuhkan rasa syukur dan berpikir positif, cobalah memulai setiap hari dengan merenungkan tiga hal yang Anda syukuri. Saat menghadapi tantangan, berfokuslah pada peluang untuk berkembang dan belajar daripada memikirkan aspek negatifnya. Kelilingi diri Anda dengan pengaruh positif, baik itu buku yang membangkitkan semangat, mentor yang menginspirasi, atau orang-orang terkasih yang suportif. Kebiasaan 9: Mengambil Tindakan Konsisten dan Menerima Perubahan Yang terakhir, orang yang terlambat berkembang adalah ahli dalam mengambil tindakan yang konsisten dan menerima perubahan. Mereka memahami bahwa mencapai tujuan mereka memerlukan upaya berkelanjutan dan kemauan untuk beradaptasi dengan keadaan baru. Orang yang terlambat berkembang dapat mempertahankan momentum dan kemajuan dari waktu ke waktu dengan membagi tujuan mereka menjadi langkah-langkah yang dapat dikelola dan secara konsisten berupaya mencapainya, Menerima perubahan juga penting untuk meraih kesuksesan bagi orang yang terlambat berkembang. Untuk mencapai tujuan dan minat baru, Anda mungkin perlu keluar dari zona nyaman dan beradaptasi dengan lingkungan atau tantangan baru. Orang yang terlambat berkembang dan sukses memandang perubahan sebagai peluang untuk berkembang dan bersedia mengambil risiko yang diperhitungkan untuk mengejar impian mereka Studi Kasus: Dari Gairah Menjadi Profesi Stella, ibu dua anak berusia 45 tahun, selalu menyukai coklat. Sebagai seorang anak, dia berlatih bereksperimen dengan berbagai resep coklat di dapur keluarganya. Namun, kehidupan membawanya ke arah yang berbeda, dan dia mendapati dirinya bekerja di perusahaan yang membuatnya…

Read More

Alm Hamzah Haz Orang yang Telah Membiasakan Shalat Jama’ah

Bogor — 1miliarsantri.net : Mantan Wakil Presiden ke 9 RI Hamzah Haz meninggal dunia pada Rabu (24/7/2024) sekitar pukul 09.45 WIB. Sebelum nya jenazah disalatkan di masjid yang dibangun Hamzah Haz di Jalan Nenas, Bogor, kemudian dimakamkan di pemakaman keluarga di Bogor. Sejumlah tokoh tampak hadir di rumah duka, diantaranya Wapres ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) hingga Wakil Presiden ke-11 Boediono. Selain kedua tokoh ini, hadir Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Kepergian Hamzah Haz meninggalkan duka mendalam bagi orang-orang yang mengenalnya, khususnya bangsa Indonesia. “Selamat jalan, semoga Allah meridloi dan menerima amalnya sebagai bekal memenuhi panggilan-Nya. Mengampuni kesalahan dan dosanya, menempatkannya dalam alam kebahagiaan,” tulis mantan Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Maskuri. Senior Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini bersaksi, almarhum Hamzah Haz adalah orang yang telah membiasakan shalat jama’ah di Istana Wapres. “Saya menjadi saksi hidup, selain para saksi hidup lainnya, beliau telah membiasakan shalat jama’ah di istana wapres. Karena belum ada mushalla, beliau mengajak seluruh karyawan, mulai petugas kebersihan, staf, dan para ASN yang mengabdi di istana wapres,” ungkapnya. Maskuri melanjutkan, setidaknya jama’ah duhur dan ashar bila Hamzah Haz di Istana Wapres, selalu mengajak karyawan shalat berjamaah. “Almarhum mempunyai kebiasaan shalat di awal waktu dan berjamaah selalu beliau lakukan di mana pun,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Jumat (26/7/2024). Sekarang di lingkungan Istana Wapres sudah ada masjid, karena amal dari Hamzah Haz. Di setiap transit bandara, juga disediakan tempat shalat yang representatif. “Selamat jalan, semoga Allah pertemukan dengan para kekasih-Nya dan orang-orang soleh,” pungkasnya. (den) Baca juga:

Read More