Seratus Lebih Tentara IDF Ditembak Teman Sendiri

Tell Aviv — 1miliarsantri.net : Markas pasukan penjajahan Israel (IDF) melansir rincian kerugian mereka dalam agresi ke Gaza sejak 7 Oktober lalu. Dari rincian itu, terungkap bahwa lebih dari seratus tentara IDF terkena tembakan teman sendiri, termasuk 28 yang tewas. Sejak tanggal 7 Oktober, 689 tentara IDF telah tewas, dan 4.303 lainnya terluka, IDF melaporkan pada hari Sabtu dalam ringkasan terbaru data korban perang tersebut. Sejak tentara memasuki Gaza pada 27 Oktober, 329 tentara tewas dan 2.199 lainnya luka-luka. Menurut Jerusalem Post, dari mereka yang tewas 51 orang disebabkan oleh kecelakaan operasional, menurut data bulan Juni. Selain itu, 18 kematian disebabkan oleh jenis kecelakaan lain, lima akibat kesalahan tembakan, dan 28 akibat tembakan teman sendiri pada Agustus. Sejak awal perang, IDF melansir 2.586 orang luka ringan, 1.077 luka sedang, dan 640 luka berat. Jumlah tersebut belum termasuk mereka yang tidak dirawat di rumah sakit. Dari korban luka tersebut, 528 orang akibat kecelakaan yang melibatkan senjata, senjata api, bahan berbahaya, atau kebakaran; 70 orang akibat ditembak rekan sepasukan, 40 orang karena kesalahan tembakan, 60 orang karena kecelakaan di pinggir jalan, dan 167 orang karena jatuh atau kecelakaan kerja lainnya. Ynet melaporkan pekan lalu bahwa 10.000 tentara tewas atau terluka sejak pasukan IDF memasuki Gaza dan setiap bulan, sekitar 10.000 tentara berada dalam tekanan fisik atau psikologis, mengutip data Kementerian Pertahanan. Jerusalem Post menyatakan tidak dapat melihat data Kementerian Pertahanan Israel. IDF belum melaporkan mereka yang dirawat di rumah sakit karena tekanan psikologis. Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, menyiarkan adegan pada Jumat dari penyergapan kompleks yang dilakukan oleh para pejuangnya di lingkungan Tal al-Hawa, barat daya Kota Gaza. Al-Qassam menjelaskan, penyergapan yang disebut ‘Al-Baraa’ itu terjadi di sekitar Masjid Al-Baraa bin Azeb. Meski pelaksanaan penyergapan dilakukan pada 26 Juli, menurut kelompok tersebut, persiapannya dilakukan pada Desember lalu. Video tersebut menunjukkan pemantauan yang cermat terhadap pergerakan militer Israel dan penanaman alat peledak buatan (IED). Menurut Al-Qassam, sebuah pusat komando dan kendali menjadi sasaran rudal anti-personil TBG untuk memikat pasukan dan kendaraan pendudukan ke daerah penyergapan. Setelah kedatangan pasukan Israel, mereka dihadapkan dengan berbagai senjata dan perangkat, selain menargetkan tank dengan Al-Yassin 105′, menurut Al-Qassam. Akhirnya, ketika unit Israel maju ke selatan masjid, para pejuang dari Al-Qassam meledakkan sebuah bom besar. “Pejuang Al-Qassam berhasil menargetkan sebuah bangunan di mana pasukan Zionis yang terdiri dari 9 tentara dibentengi dengan dua peluru TBG, membunuh dan melukai anggota pasukan di lingkungan Tal Al-Sultan di sebelah barat kota Rafah di Jalur Gaza selatan. Helikopter terpantau mendarat untuk melakukan evakuasi,” demikian bunyi pernyataan Brigade al-Qassam. Brigade al-Qassam juga merilis rekaman melalui Almayadeen yang menunjukkan pejuang mereka melakukan penyergapan yang direncanakan dengan cermat yang menargetkan beberapa kendaraan militer Israel di George Street, sebelah timur Rafah di Jalur Gaza selatan. Rekaman tersebut, yang disiarkan pada Selasa, menggambarkan para pejuang al-Qassam berkerumun di atas peta Rafah, dengan salah satu pejuang menjelaskan bagaimana penyergapan bernama “Komandan Syahid Ismail Haniyeh” dilakukan. Penyergapan tersebut dilakukan untuk memberikan penghormatan kepada komandan Hamas yang syahid, Ismail Haniyeh, yang terbunuh oleh serangan rudal di wisma tamunya di Teheran, Iran, tempat ia menghadiri upacara pelantikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Seorang pejuang al-Qassam terlihat maju dengan alat peledak kuat menuju pengangkut personel lapis baja (APC) Namer Israel. Dia meletakkan perangkat itu di bawahnya dan meledakkannya beberapa detik setelah mundur. Sebelumnya, rudal dari sistem pertahanan udara Israel Iron Dome gagal mencegat serangan drone dari Lebanon yang diluncurkan kelompok Hizbullah, Selasa lalu. Salah satu rudal itu jatuh di wilayah sendiri dan menewaskan satu warga Israel. Pada Selasa tersebut, setidaknya dua kendaraan udara tak berawak enembus wilayah Israel, menyusul serangkaian peringatan yang dipicu di komunitas di Galilea Barat, termasuk Nahariya dan Acre. Salah satu kendaraan udara tak berawak dicegat, dan yang lainnya meledak di persimpangan dekat kota Mazra’a. IDF mengumumkan pada Rabu bahwa “penyelidikan awal menunjukkan bahwa sebuah pencegat meleset dari sasaran dan jatuh ke tanah, melukai beberapa warga sipil. Insiden tersebut sedang ditinjau.” Korban luka dievakuasi ke Galilee Medical Center di Nahariya dengan luka pecahan peluru, serta mereka yang menderita kecemasan dan cedera kepala. Hizbullah mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, dan mengatakan pihaknya telah meluncurkan “sekawanan drone” sebagai tanggapan atas serangan Israel di kota Mayfadoun di Lebanon selatan dekat Nabatieh, sekitar 30 kilometer utara perbatasan Lebanon dengan Israel, yang dilaporkan menewaskan setidaknya lima orang. Media Israel, Ynet Sabtu ini melansir, seorang korban luka akibat rudal yang meleset itu meninggal kemarin. Mikhail Samara (27), dari Kafr Yasif, yang terluka parah pada hari Selasa akibat roket pencegat di Rute 4 dekat Nahariya, meninggal karena luka-lukanya di rumah sakit Nahariya pada Jumat. Dalam serangan drone Hizbullah yang sama, 14 orang terluka, sebagian besar telah keluar dari rumah sakit. Insiden tersebut menunjukkan rentannya pertahanan udara Israel yang digadang-gadang sebagai yang paling canggih di dunia. Terlebih dalam menghadapi ancaman pembalasan dari Iran atas pembunuhan kepala biro politik Hamas Ismail Haniyeh di Teheran beberapa waktu lalu. Iran diketahui memiliki salah satu program pengembangan misil terbaik di Timur Tengah dan memiliki simpanan amunisi yang jauh lebih banyak dari Hizbullah di Lebanon. Hizbullah dalam serangan-serangan untuk menekan dihentikannya agresi ke Gaza mengeklaim hanya menyasar target militer. Kendati demikian, terbukti bahwa sistem Iron Dome tak selalu efektif dan justru membahayakan warga sipil Israel sendiri. Dengan latar ancaman itu, penduduk Mazra’a mengkritik keras kurangnya tempat berlindung untuk melindungi diri dari rudal dan drone yang diluncurkan dari Lebanon selatan. “Penduduk desa hidup dalam bahaya besar, sementara Nahariya, yang berjarak satu menit jauhnya, memiliki tempat berlindung yang cukup untuk seluruh warga,” kata mereka dilansir Ynet. “Desa ini mempunyai tempat berlindung di sekolah dan satu lagi di pusat komunitas, tapi ini hanya cukup untuk sejumlah kecil orang,” kata Mohammad Awad, seorang warga Mazra’a. “Kami menghadapi bahaya yang mengancam hidup kami dan kami tidak memiliki tempat aman untuk melindungi kami dari serangan rudal. Saat ini ledakan sangat dekat dengan kami, jika itu terjadi di lingkungan perumahan kami akan melihat korban, luka-luka dan kerusakan yang sangat signifikan. kerusakan.” (atk) Baca juga :

Read More

Yahya Sinwar : Total War Habisi Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Penunjukkan Yahya Sinwar sebagai pemimpin Hamas menggantikan almarhum Ismael Haniyeh, merupakan pernyataan sikap dari faksi terbesar pejuang di Jalur Gaza itu terhadap situasi di Palestina saat ini. Pengamat Timur Tengah Dina Sulaeman menilai, penunjukkan Sinwar dapat diartikan sikap semakin mengerasnya perlawanan Hamas terhadap Zionis Israel. Sekaligus, jawaban kepada internasional yang tak pernah konsisten mentaati beragam resolusi dan perjanjian untuk mengakui Palestina sebagai negara merdeka. “Yahya Sinwar ini, dia memastikan bahwa proses negosiasi yang dilakukan selama puluhan tahun terkait Palestina selama ini, tidak pernah berhasil, dan tidak membawa hasil,” ungkap Dina, Ahad (11/8/2024). Dina memambahkan, dunia internasional, atau komunitas inernasional, yang dimaksud itu seperti PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) dan juga negara-negara barat, dan juga negara-negara di kawasan, tidak pernah berhasil, dan tidak pernah konsisten dalam memaksa Zionis Israel untuk mematuhi berbagai perjanjian, berbagai resolusi terkait Palestina. Sebab itu, menurut Dina, penunjukkan Sinwar, yang merupakan tokoh nonkonformis di internal Hamas, merupakan penyampaian terbuka dari faksi bersenjata di Jalur Gaza tersebut, untuk hanya menjadikan medan peperangan, sebagai wadah satu-satunya yang tersisa dalam penyikapi brutalisme Zionis Israel di Tanah Palestina. Sehingga bagi Sinwar bahwa perjuangan bersenjata, adalah satu-satunya cara untuk penghapusan penjajahan, dan untuk kemerdekaan Palestina dari Zionis Israel. “Jadi terpilihnya Sinwar ini, memang artinya, akan terus berlanjut perjuangan bersenjata untuk kemerdekaan Palestina. Yang artinya, jalan untuk bernegosiasi (dengan Zionis Israel), sudah nyaris tertutup. Bagi Hamas saat ini, keputusan ada di lapangan, ada di medan peperangan,” kata Pengajar Hubungan Internasional dan Geopolitik Timur Tengah di Universitas Padjajaran (Unpad) itu. Karena menurut Dina, Sinwar, selama ini, salah-satu komandan Hamas yang tak pernah terdeteksi berada di luar zona perlawanan. “Karena Sinwar ini berada di Jalur Gaza. Dia (Sinwar) tidak ada di Qatar, atau di negara lain. Sementara negosiasi-negosiasi selama ini terjadinya di Qatar,” lanjut Dina. Penunjukkan Yahya Sinwar sebagai pemimpin baru bagi Hamas, menurut Dina, juga bakal memengaruhi Deklrasi Beijing. Deklrasi Beijing adalah perjanjian rekonsiliasi terbuka untuk penyatuan damai 14 faksi-faksi perjuangan di seluruh Tanah Palestina. Deklarasi Beijing berhasil diinisiasi oleh China, pada Juli 2024 lalu. Dua faksi terbesar yang turut serta menandatangani deklarasi tersebut adalah Hamas dan Fattah yang merupakan faksi politik terbesar kedua di Palestina. Jika Hamas selama ini terkenal sebagai faksi politik-bersenjata nonkooperatif di Jalur Gaza, adapun Fattah, faksi politik lunak yang berbasis di Ramallah. Sejak lama, kedua faksi besar di Palestina ini dikondisikan selalu tak bisa akur. Dalam Deklarasi Beijing, perwakilan dan negosiator Hamas saat itu, adalah Ismail Haniyeh yang punya pandangan kooperatif, dan terbuka untuk penyatuan faksi-faksi perjuangan di seluruh Palestina. Dina mengatakan Hamas di bawah kepemimpin Sinwar sekarang ini, diharapkan tetap komitmen mewarisi jalan damai Ismael Haniyeh untuk misi penyatuan faksi-faksi Palestina itu. “Kalau dikaitkan dengan Deklarasi Beijing, bukan berarti Sinwar tidak setuju meskipun bukan dia yang di sana, bukan berarti nantinya ada dualisme keputusan di Hamas. Menurut saya tidak,” tukas Dina. Hanya saja, kata Dina, penunjukkan Sinwar sebagai pemimpin baru bagi Hamas ini, merupakan situasi yang baru pasca-Deklarasi Beijing. “Yang harus diperhatikan, terpilihnya Sinwar ini, merupakan perkembangan baru di mana negosiator terdepan Hamas dalam Deklrasi Beijing itu (Ismail Haniyeh) dibunuh oleh Zionis Israel. Jadi negosiasi macam apa nantinya yang akan bisa diterapkan, ketika satu pihak dibunuh oleh pihak lain?,” beber Dina. Hamas mengabarkan penunjukkan Yahya Sinwar sebagai pemimpin baru menggantikan Ismail Haniyeh yang syahid, Rabu (31/7/2024) pekan lalu. Kantor berita Reuters mengabarkan, Sinwar resmi ditunjuk pada Selasa (6/8/2024) sebagai pemimpin faksi terbesar Gerakan Perlawanan Islam untuk Palestina di Jalur Gaza itu. “Gerakan Perlawanan Islam – Hamas, mengumumkan hasil pemilihan Yahya Sinwar sebagai Kepala Biro Politik Gerakakan Perlawanan Hamas, menggantikan Ismail Haniyeh yang telah wafat,” begitu pernyataan resmi Hamas yang dikutip dari Reuters, pada Rabu (7/8/2024) dini hari. (zul) Baca juga :

Read More

Daftar 11 PTKN Segera Jadi Universitas dan Institut

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sebanyak 11 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) segera bertransformasi menjadi universitas atau institut setelah dinyatakan memenuhi kriteria dan persyaratan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Kementerian Agama (Kemenag) dalam beberapa tahun terakhir terus mendorong PTKN untuk melakukan proses alih status. Bahkan, transformasi PTKN menjadi salah satu program prioritas tahun ini sebagaimana dibahas dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama di Semarang pada Februari 2024. Bersamaan itu, ada 11 PTKN yang melakukan proses transformasi, yakni sembilan Institut Agama Islam Negeri (IAIN), satu Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), dan satu Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAHN). Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta para pimpinan PTKN fokus dan serius dalam meningkatkan mutu pendidikan. Menag mengingatkan bahwa proses transformasi kelembagaan yang tengah berlangsung harus benar-benar diorientasikan pada upaya menjadikan PTKN semakin baik. “Saya minta PTKN fokus pada perluasan akses dan peningkatan mutu. Transformasi harus memberi dampak pada semakin terbukanya akses bagi generasi muda bangsa mendapat pendidikan tinggi yang baik dan bermutu,” ungkap Menag di Jakarta, Sabtu (10/8/2024). Menag bersyukur, proses transformasi 11 PTKN yang diuapayakan sejak 2023, telah menemukan titik terang. Menag Yaqut meminta, usaha memajukan PTKN, termasuk melalui proses transformasi ini, harus dijawab dengan kinerja bagi perluasan akses dan peningkatan kualitas. “Kita bersyukur, hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan KemenPANRB sudah terbit dan 11 PTKN telah dinyatakan memenuhi kriteria dan persyaratan. Kini, MenPANRB telah menyampaikan Permohonan Izin Prakarsa Penyusunan Rancangan Peraturan Presiden 11 PTKN ini,” terang Menag. Menag berharap Peraturan Presiden ini segera terbit dan sekaligus menandai disahkannya proses transformasi 11 PTKN dari institut menjadi universitas dan dari sekolah tinggi menjadi institut. Menurut Menag, transformasi menjadi salah satu upaya Kementerian Agama dalam meningkatkan mutu sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi keagamaan bagi umat. Sejalan dengan itu, ada empat aspek penting yang harus selalu menjadi perhatian PTKN. Pertama, peningkatan sumber daya manusia (SDM), baik dosen, tenaga administrasi, maupun civitas academica lainnya. Kedua, penataan aspek kelembagaan melalui penguatan mekanisme kerja dan penguatan unit usaha. Ketiga, peningkatan mutu akademik. Ini antara lain bisa ditandai dengan terus meningkatnya kualitas dan akreditasi jurnal ilmiah. “Peran PTKIN juga harus ditingkatkan dan jurnal sudah seharusnya berakreditasi unggul,” ujar Menag. Aspek keempat yang tidak kalah penting untuk dibenahi adalah administrasi, baik yang berkaitan dengan penyempurnaan peta jabatan, analisis jabatan, maupun analisis beban kerja. “Untuk konteks saat ini, dukungan teknologi informasi juga menjadi keharusan. Tansformasi harus mampu mewujudkan akselerasi dalam menciptakan sumber daya manusia yang berdaya saing global, beriman, dan bertakwa,” tegasnya. Berikut daftar 11 PTKN yang sedang diajukan izin prakarsa penyusunan Rancangan Perpres perubahan bentuk atau alih status: Baca juga :

Read More

RS Ridhoka Salma Bekasi Memberikan Pelayanan Kesehatan Berbasis Sedekah

Bekasi — 1miliarsantri.net : Masyarakat di wilayah Bekasi wajib tahu bahwa di Jl Raya Imam Bonjol, Cikarang Barat, Bekasi, ada rumah sakit bagus yang sangat unik dan istimewa. Rumah Sakit yang bernama Ridhoka Salma ini, hadir sebagai pionir dalam memberikan pelayanan kesehatan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan kekuatan sedekah. Rumah Sakit yang didirikan pada akhir tahun 2011 ini telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam membantu pasien dari berbagai latar belakang yang kurang mampu. Direktur Rumah Sakit Ridhoka Salma, Roziana Ghani, mengungkapkan filosofi yang menjadi landasan operasional rumah sakit adalah ketulusan membantu orang-orang yang tidak mampu. “Kami meyakini betul dengan membantu orang-orang yang tidak mampu, maka tanpa sadar kesulitan diri kita pun akan terpecahkan. Allah akan bantu solusinya,” terang Roziana Ghani. Ia menjelaskan, salah satu kebijakan yang membedakan Ridhoka Salma dengan rumah sakit lain, karena rumah sakit ini tidak meminta jaminan di awal kepada pasien yang masuk ke unit gawat darurat. “Prioritas utama adalah keselamatan pasien, bukan status finansial mereka. Kebijakan ini menurut dia, telah membantu banyak pasien dalam situasi darurat yang tidak memiliki jaminan kesehatan atau kemampuan finansial.,” tambahnya. Dijelaskan juga, Rumah sakit Ridhoka Salma telah menjalin kemitraan dengan “Komunitas Sedekah Rombongan” sejak tahun 2014. Kemitraan ini memungkinkan rumah sakit bisa membantu lebih banyak pasien kurang mampu dengan memberikan pelayanan kesehatan tanpa mempersulit proses administrasi. Sedekah Rombongan, menurut dia, adalah sebuah komunitas yang ada di setiap wilayah dan setiap area yang juga memiliki pimpinan masing-masing. Fungsi dari pimpinan Komunitas Sedekah Rombongan adalah membantu merujuk pasian kurang mampu ke rumah sakit Ridhoka Salma. Roziana Ghani menekankan pentingnya niat tulus dalam memberikan pelayanan: “Kami yakin sedekah tidak akan membuat kita miskin. Sedekah itu justru yang akan membuat kita ini dapat solusi. Ini yang disebut the power of sedekah.” Pendekatan ini, ia akui sendiri telah membawa dampak positif bagi rumah sakitnya. Dari awalnya hanya memiliki 30 tempat tidur pada tahun 2012, rumah sakit ini berhasil meningkatkan kapasitasnya menjadi 60 tempat tidur pada tahun 2014. Pada tahun 2016, rumah sakit ini juga berhasil menjalin kerjasama dengan BPJS Kesehatan. Kini, rumah sakit Ridhoka Salma makin berkembang pesat dengan fasilitas yang lengkap, dan yang membuat nyaman karena rumah sakit ini memberi kesan sangat religious, bersih dan sistem pelayanan yang sangat ramah. Ridhoka Salma juga dikenal dengan program sedekah hariannya dengan menyediakan makanan gratis setiap hari. Program ini didasarkan pada keyakinan bahwa sedekah makanan adalah salah satu bentuk sedekah terbaik yang dapat memberikan keberkahan bagi rumah sakit. Ia menjelaskan bahwa ketika seseorang dapat bantuan makanan, kemudian dimakan, maka, makanan tersebut menjadi sebuah energi besar yang menyebabkan seseorang menjadi sangat bersemangat. “Energi besar pada seseorang yang besar itulah yang kemudian memberi pengaruh positif terhadap rumah sakit Ridhoka Salma,” ungkapnya. Soal pengaruh positif, Roziana Ghani mengutip pengakuan jujur dari seorang dokter yang sudah bekerja selama 8 tahun di Ridhoka Salma. Menurutnya, dokter tersebut merasakan sesuatu yang berbeda karena meskipun fasilitas yang dimiliki Ridhoka Salma tidak selengkap rumah sakit lain yang sudah mapan, tetapi tidak ada satu pun pasien yang meninggal di meja operasi. Sementara, kata dokter tersebut, di rumah sakit lain, banyak didukung dengan fasilitas yang super lengkap ternyata masih banyak pasien yang meninggal di meja operasi. “Jadi kata dokter yang sudah 8 tahun bekerja di Ridhoka Salma merasa di rumah sakit ini banyak malaikatnya yang ikut menjaga, sehingga para dokter merasa nyaman dan kegiatan operasinya juga lancar dan berhasil,” ujar Ibu Ghani mengutip pengakuan dokter di rumah sakitnya yang kebetulan juga seorang non muslim. Meskipun non muslim, tetapi, dokter tersebut mengaku bisa merasakan aura positif yang terdapat di dalam rumah sakit. Hal positif lain yang juga bisa dilihat dari rumah sakit Ridhoka Salma, adalah komitmennya dalam menerapkan kebijakan pembayaran yang sangat fleksibel. Misalnya, ketika ada pasien yang tidak mampu membayar penuh, maka si pasien tersebut dapat melakukan pembayaran dengan sistem mengangsur. “Bahkan proses mengangsurnya bisa 10-12 kali. Dalam beberapa kasus, rumah sakit bahkan mengikhlaskan biaya pengobatan bagi pasien yang benar-benar tidak mampu,” sambungnya. Ia mengakui bahwa pendekatan berbasis sedekah ini juga berdampak positif pada pengembangan rumah sakit. Pemilik tanah di sekitar rumah sakit misalnya, bersedia menjual tanah mereka kepada Ridhoka Salma dengan pembayaran bertahap tanpa bunga. Padahal ada pihak lain yang bersedia membayar tanah-tanah di belakang rumah sakit tersebut dengan kontan alias cash. Tetapi, warga yang berada di belakang rumah sakit memilih memberikan tanahnya kepada pihak rumah sakit. “Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap misi rumah sakit yang kami bangun selama ini,” tukasnya. Ridhoka Salma juga menjadi salah satu dari sedikit rumah sakit di Bekasi yang memutuskan untuk beroperasi secara syariah. Meskipun hal ini membawa tantangan tambahan, namun rumah sakit ini tetap berkomitmen pada prinsip prinsip kesyariahan. Maka, dengan pendekatan uniknya, Rumah Sakit Ridhoka Salma telah membuktikan bahwa pelayanan kesehatan berbasis nilai-nilai kemanusiaan dan sedekah dapat membawa keberkahan dan pertumbuhan. “Rumah sakit ini menjadi contoh bagaimana sebuah institusi kesehatan dapat menggabungkan nilai-nilai kemanusiaan dengan pelayanan medis profesional, menciptakan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya. (yus) Baca juga :

Read More

Mencari Jejak Dinding Besi yang Dibangun untuk Menahan Yajuj Majuj

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam Alquran surah al-Kahfi ayat 96 disebutkan, Raja Dzulkarnain telah membangunkan sebuah dinding yang tinggi untuk membendung kaum perusak Yakjuj dan Makjuj. Banyak pakar sejarawan Muslim mengkaji di manakah sebenarnya bangunan itu? Patut kiranya umat Islam untuk mengetahui keberadaan bangsa Yakjuj dan Makjuj. Mengingat jika tembok ini runtuh, kedua bangsa perusak tersebut akan mengancurkan umat manusia di seluruh dunia. Beberapa ekspedisi telah diluncurkan untuk menelusuri keberadaan tembok Zulkarnain ini. Di antara temuan yang dirasa paling kuat, lokasi tembok Dzulkarnain diklaim berada di kawasan utara Georgia dan sebelah selatan Rusia. Tepatnya, berada di Pegunungan Kaukasus yang ada di bagian tengah Greater Caucasus Mountains. Para ilmuwan mendefinisikan, persisnya posisi tembok Zulkarnain ini berada di kaki Gunung Kazbek. Kawasan itu dikenali sebagai Lorong Dariel atau Daryal (Dariel Pass) yang ketinggiannya mencapai 3,950 kaki atau 1.204 meter dari permukaan laut. Kedudukannya ini dekat dengan Sungai Terek. Untuk menuju ke lorong tersebut, ada satu jalan yang mengarah ke sana. Lorong ini dibuat oleh tentara Georgia dan dipugar kembali oleh Rusia tahun 1850-an. Sejak dahulu, Lorong Dariel dikenal untuk tujuan menjelajah. Lorong ini juga dikenal dengan sebutan Gerbang Alan atau Gerbang Caucasia. Ada juga yang menyebutnya dengan Gerbang Iberia. Menurut sejarawan Muslim Abul Kalam Azad, ada satu timbunan besar berupa tembok yang dibuat dari besi bercampur tembaga di Bukit Qawqaz atau Pegunungan Kaukasus. Bendungan berupa dinding ini ada di kawasan yang cukup sempit antara dua bukit Darial (Dariel). Keadaan bukit itu curam dan membentang memanjang dari Laut Hitam hingga Laut Qazwain. Dinding yang menghubungkan dua bukit tersebut juga menghubungkan antara dua laut. Panjangnya 1.200 kilometer. Bukit Darial secara umum masih tidak terusik oleh tangan manusia. Abul Kalam menyebutkan, kondisinya masih teguh serta mempunyai bentuk berlapis-lapis. Menurut Abul Kalam, model pembangunan dinding ini mirip seperti dengan apa yang dikisahkan Alquran. Dalam surah al-Kahfi ayat 96 diceritakan, “Berilah aku potongan-potongan besi. Hingga ketika (potongan) besi itu telah (terpasang) sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, si Dzulkarnain berkata, ‘Tiuplah (api itu)! Ketika (besi) itu sudah menjadi seperti api’. Dia berkata, ‘Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atasnya (besi panas itu)’.” Abul Kalam mengatakan, pada tembok Darial itu didapati ada suatu timbunan tinggi yang terbuat dari perpaduan besi dan campuran tembaga. Penduduk setempat percaya, timbunan besi bercampur tembaga tersebut untuk menyumbat satu lubang yang ada di sana. Mereka takut untuk mengusiknya karena dari hikayat turun-temurun, mereka mendapati kisah tentang keberadaan Yajuj dan Majuj. Di samping pendapat ini, ada pula pendapat yang mengatakan bahwa dinding yang dibangun Raja Zulkarnain, yaitu tembok besar Cina. Tembok yang membentang sepanjang 21.196 kilometer di negeri Cina ini disebut sebagai hasil karya Raja Zulkarnain untuk membentengi bangsa Cina dari serangan bangsa Mongol dari utara. Namun, teori itu belum cocok seperti apa yang digambarkan Alquran. Dari segi pembangunan, dinding yang dibangun Raja Zulkarnain terbuat dari paduan besi dan tembaga. Sedangkan, tembok Cina terbuat dari batu. Dalam sejarah juga disebutkan, tembok Cina dibangun secara bertahap selama ratusan tahun dari Dinasti Han, Dinasti Ming, dan seterusnya. Bantahan seterusnya, Raja Zulkarnain mendapatkan wahyu dari Allah, sedangkan raja-raja dinasti Cina tersebut tentu saja tidak. Turis mengenakan masker berjalan di Tembok Besar Badaling yang hampir kosong, di Beijing, Cina, 26 Maret 2020 (dikeluarkan 27 Maret 2020). Cina telah membuka kembali bagian Badaling, salah satu bagian turis paling terkenal di Tembok Besar yang ditutup karena wabah virus corona. Sementara kasus baru Covid-19 di China telah menurun, penyakit ini sekarang menyebar secara dramatis ke seluruh dunia. Sejauh ini telah menewaskan lebih dari 22.000 orang di seluruh dunia. – (EPA-EFE/Roman Pilipey )Pendapat lain yang juga lebih mendekati tentang keberadaan tembok Zulkarnain, yaitu pendapat ilmuwan Muslim Abdullah Yusuf Ali. Ia menyebutkan, letak tembok Zulkarnain berada di distrik Hissar, Uzbekistan, tepatnya 240 km di sebelah tenggara Kota Bukhara. Posisinya ada di jalur utama antara Turkestan ke India. Tempat itu dikenal dengan nama Buzghol-khana atau babul hadid (pintu besi). Seorang pengembara asal Cina, Hiouen Tsiang, pada abad ke-7 pernah melewati dinding ini. Dalam memoarnya ia menceritakan, terdapat pintu berlapis besi di tempat itu. Hal yang sama juga didukung oleh Khalifah Bani Abbasiyah, al-Qatsiq yang mengutus satu tim ekspedisi menyelidiki tempat ini. Mereka mendapati sebuah gerbang yang terdapat di dua gunung selebar 137 m dengan kolom besar di kiri dan kanannya. Dinding ini, menurut penuturan mereka, terbuat dari balok-balok besi yang dicor dengan cairan tembaga. Di sinilah bergantung daun pintu raksasa yang menjadi penutup dari gerbang itu. Namun, kebenaran dari kisah tersebut masih terus diselidiki. (jeha) Baca juga :

Read More

Doa Untuk Pejabat yang Mempersulit Rakyat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Aisyah RA, Rasulullah SAW pernah mengucapkan doa yang diperuntukkan bagi pejabat. Namun, doa yang satu ini diperuntukkan bagi pejabat yang berbuat buruk dengan jabatannya, dan juga pejabat yang berbuat baik lewat jabatan yang diembannya. Aisyah RA meriwayatkan bahwa dirinya pernah mendengar Rasulullah SAW mengucapkan doa di rumahnya. Beliau SAW berdoa sebagaimana berikut ini: اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِن أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ، فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِن أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ، فَارْفُقْ بِهِ Allahumma man waliya min amri ummati syai’an fa syaqqo ‘alaihim fasyquq ‘alaihi, wa man waliya min amri ummati syai’an farofaqo bihim farfuq bihi “Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan untuk mengurusi umatku lalu dia mempersulit mereka, maka persulit jugalah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan untuk mengurusi umatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR. Muslim) Hadits itu menekankan bahwa jabatan di pemerintahan yang diemban oleh seseorang merupakan amanah berdasarkan nilai dan kompetensi yang disertai ilmu dan pemahaman. Jika seseorang yang telah diberi tanggung jawab atau jabatan yang membuatnya memiliki tanggung jawab, lalu mencelakakan atau mempersulit rakyatnya, maka celakalah pula ia dalam berbagai urusannya sebagai ganjaran. Sebaliknya, bila seseorang telah diberi amanah atau tanggung jawab memimpin rakyat lalu dengannya dia memberi pertolongan kepada rakyatnya sesuai perintah Allah dan rasul-Nya, maka urusan yang dihadapi dalam hidupnya juga akan diberi pertolongan. Al Rifqu dalam hadits tersebut berarti memimpin rakyat dengan penuh ketakwaan kepada Allah dan mengikuti tuntunan rasul-Nya serta bersikap baik kepada rakyat. Tidak menyulitkan rakyat dan justru memberi kemudahan kepada rakyatnya. Hadits tersebut mengandung doa dari Nabi Muhammad SAW agar Allah SWT memudahkan urusan seorang pejabat dan memperlakukannya dengan kebaikan, sebagaimana perlakuan baiknya kepada rakyat. Di dalam hadits ini juga terkandung peringatan untuk tidak mempersulit kehidupan rakyat, dan memperjuangkan kepentingan rakyat. Juga berupaya mencegah kerugian dan kesulitan yang dihadapi rakyat, serta tidak lalai terhadap keadaan rakyat. (yan) Baca juga :

Read More

Kebangkitan Pejuang Muda Palestina di Tepi Barat

Tepi Barat — 1miliarsantri.net : Pembantaian terus menerus dilakukan Israel di Gaza dan pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran membangkitkan perlawanan pejuang-pejuang muda Palestina di Tepi Barat. Perlawanan yang dilakukan pejuang lokal di berbagai wilayah Tepi Barat terus meningkat meski ditekan habis-habisan oleh Israel. Bagaimana riwayat gerakan perlawanan tersebut? Yang terkini, bentrokan meletus antara pejuang perlawanan Palestina dan pasukan pendudukan selama serangan mereka di sekitar kamp Balata di sebelah timur kota Nablus di Tepi Barat yang diduduki pada Rabu malam. Aljazirah Arabia melansir klip video yang menangkap suara tembakan otomatis yang dahsyat di kamp pengungsi Palestina yang terletak di sebelah timur Nablus. Kantor berita WAFA melaporkan bahwa pasukan Israel menyerbu kamp tersebut pada Rabu malam dan mendapat serangan dari pejuang perlawanan Palestina setempat. Brigade Al-Quds-Batalyon Nablus mengumumkan bahwa mereka menargetkan “pasukan pendudukan yang menyerbu Nablus dengan hujan peluru, dan kami terus menghadapi penjajah.” Bagaimana awalnya kebangkitan pejuang di Tepi Barat belakangan? Sedianya, kebangkitan itu sudah jauh sebelum Operasi Topan al-Aqsa pada Oktober 2023. Kamp pengungsi Jenin menjadi rumah bagi para pejuang yang membentuk kelompok perlawanan itu pada 202. Dilaporkan Aljazirah, ratusan pejuang bergabung di bawah panji Brigade Jenin yang terdiri atas para pejuang dari beberapa faksi bersenjata. Pejuang dari kelompok Jihad Islam Palestina, Fatah, dan Hamas juga diduga aktif di Jenin. Peningkatan jumlah pemuda Palestina yang mengangkat senjata ini seiring meningkatnya operasi militer Israel dan upaya untuk memperluas permukiman ilegal di Tepi Barat. Bersamaan dengan Gaza, Jenin kini menjadi simbol utama perlawanan Palestina. Brigade Jenin hanyalah salah satu kelompok yang baru muncul. Mereka menunjukkan kekecewaan yang meningkat terhadap Otoritas Palestina dan frustrasi terhadap pendudukan Israel yang sedang berlangsung. Para pejuang muda ini sangat terlokalisasi. Mereka beroperasi di parit kamp pengungsi dan kota tua. Sebagian besar pemuda berasal dari seantero Tepi Barat, dari gurun Jericho yang sepi hingga Nablus yang luas di utara dan pengungsi Jenin. Mereka sering terlihat membawa senapan M16 dan mengenakan balaclava agar tidak teridentifikasi. “Brigade Jenin adalah organisasi bersenjata Palestina yang muncul pada 2021 di Kota Jenin dan berbasis di kamp Jenin dan dianggap sebagai salah satu kelompok modern yang muncul di Tepi Barat. Sedangkan, Lion’s Den berbasis di Kota Nablus. Hari ini, beberapa dari mereka tiba di Jenin untuk membantu menghadapi penjajah di Jenin dan membantu perlawanan di sana,” terang Konsultan Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban Dr Ahed Abu Al Atta beberapa waktu lalu. Ia menyatakan, kelompok-kelompok baru ini tak terafiliasi dengan kekuatan tradisional, tapi mereka mendapatkan dukungan yang meluas. “Tentu saja faksi-faksi Palestina mendukung mereka. Tapi, mereka bekerja dengan semua orang Palestina. Dan orang-orang memfasilitasi mereka dengan segala kebutuhan, sangat mencintai mereka dan memberi mereka perlindungan,” sambung Dr Ahed. Ia juga mengindikasikan ada semacam ketakpuasan atas perkembangan negosiasi Pemerintah Palestina saat ini yang mendorong perlawanan tersebut. “Intifada membutuhkan unsur-unsur besar dan saat ini kendala terbesar bagi terbentuknya intifada adalah koordinasi keamanan dengan pendudukan oleh penguasa. Namun, peristiwa ini dapat menjadi indikasi berkembangnya aksi perlawanan,” lanjutnya. Menurutnya, perlawanan terkini akan punya dampak panjang. Setiap tekanan yang dihadapi warga Palestina, menurut Dr Ahed, akan membuat perlawanan Palestina semakin kuat, semakin kompak, dan semakin bertenaga. Sedangkan Dr Achmed Mohammed Omar al Madani, seorang warga Palestina yang juga pakar terkait konflik di wilayah tersebut mengingatkan bahwa Israel pernah melakukan tindakan pemberantasan serupa pada 2002. Saat itu, mereka berpikir telah mengenyahkan akar perlawanan di Jenin setelah membunuh ratusan orang di pengungsian tersebut. “Sekarang setelah 20 tahun, muncul generasi-generasi pejuang baru ini,” ungkapnya. Al Madani menjelaskan, kelompok bersenjata itu muncul dari ketidakpuasan dan keputusasaan akan kondisi terkini. Kekuatan-kekuatan politik di Palestina tak kunjung bisa menegosiasikan kemerdekaan. Sementara ada ancaman nyata dari Israel yang dipimpin kelompok sayap kanan yang tak ragu melancarkan perang dan pembunuhan. Selain itu, para pemukim ilegal Yahudi kian merangsek ke wilayah Tepi Barat dan melakukan serangan terhadap warga Palestina. “Jadi apa yang harus kami lakukan? Komunitas internasional tak bisa membantu kami, Otoritas Palestina tak bisa membantu kami. Kami tak punya pilihan selain mengangkat senjata!” ujar Al Madani berapi-api. Ia meyakini, perlawanan yang bangkit belakangan tak akan dengan mudah diberantas Israel. Pada 2002, Israel berpikir dengan memberantas perlawanan pejuang senior, anak-anak muda Palestina akan lebih moderat. Yang terjadi justru sebaliknya. “Mereka pernah mencoba pada 2002 tapi tak berhasil. Apalagi sekarang dengan teknologi seperti ini!? Apapun yang terjadi, ide perlawanan Palestina tak akan musnah sampai kami merdeka”. Aboud, seorang pemuda di Ramallah, mengiyakan harapan generasinya kepada para pejuang muda tersebut. Ia sudah tak peduli lagi dengan pertentangan antarfaksi di Palestina. “Singa-singa ini yang akan menyelamatkan kami semua. Sekarang giliran generasi kami berjuang untuk tanah air kami,” kata dia, dilansir the Christian Science Monitor. Dalia Hatuqa, kolumnis Foreign Policy yang berbasis di Tepi Barat, menganalisis, secara tradisional, kelompok militan Palestina berfungsi sebagai sayap bersenjata partai politik, seperti Hamas dan Fatah dari Otoritas Palestina. Operasi milisi mendukung tujuan politik partainya. Namun, selama intifada kedua, serangan serigala tunggal alias lone wolf lebih meluas. Sebagai buntut pemberontakan, dan di bawah tekanan intelijen Israel, banyak kelompok tradisional melihat barisan mereka menyusut dan struktur organisasi runtuh. Ini memberi jalan bagi model perlawanan yang terdesentralisasi, dengan sel-sel kecil dan faksi-faksi yang memisahkan diri mendominasi lanskap militan. Sejak 2022, para pejuang dari berbagai faksi tradisional mulai bekerja sama di bawah payung baru. Banyak pemuda memutuskan untuk mengambil tindakan sendiri setelah tumbuh dewasa melihat kubu pendudukan Israel, pengeboman rutin Jalur Gaza, dan pertumbuhan permukiman Israel. Mereka juga kecewa dengan Otoritas Palestina (PA), yang strategi politiknya tidak membuahkan hasil nyata selama hidup mereka. Lion’s Den alias Kandang Singa di Nablus dan Brigade Jenin adalah kelompok baru yang terbesar. Tetapi, kelompok yang lebih kecil juga muncul, seperti Brigade Balata di kamp pengungsi Balata dan Batalyon Osh al-Dababir (Sarang Lebah), juga di kamp Jenin. Lion’s Den secara teratur terlibat dalam bentrokan bersenjata dan penembakan terhadap tentara dan pemukim Israel di Tepi Barat. Oktober lalu, kelompok itu menembak dan membunuh seorang tentara Israel di wilayah pendudukan. Pada Februari, Batalyon Nablus, Sarang Singa, dan Brigade Martir al-Aqsha (sayap bersenjata Fatah) di Nablus mengatakan, anggota mereka telah menembak pasukan Israel yang menyerbu kota. Munculnya kelompok-kelompok ini tidak mengejutkan para pengamat jika mengingat tangan…

Read More

Kebo Iwa, Seorang Patih yang Rela Berkorban

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Kebo Iwa adalah seorang Patih atau Panglima Militer yang berasal dari Bali. Badannya besar, tubuhnya tinggi. Selain menguasai ilmu perang, ia juga menguasai ilmu arsitektur. Ia membangun berbagai tempat ibadah di Bali, dan seringkali mengangkut sendiri batu-batu besar dengan kekuatan fisiknya. Meskipun berbadan besar, Kebo Iwa tak pernah semena-mena menggunakan kekuatannya. Hatinya sangat mulia. Ia bahkan sering membantu warga yang mengalami kesulitan, misalnya dengan membuatkan sumur dengan jarinya yang sakti. Kebo Iwa juga merupakan patih yang setia. Ia pernah berjanji pada Sang Raja, selagi ia masih bernafas, Kerajaan Bali Aga tak akan diserahkan pada kerajaan manapun. Berita tentang kesaktian Kebo Iwa pun sampai ke telinga Mahapatih Gajah Mada. Gajah Mada adalah seorang patih dari Kerajaan Majapahit yang terkenal dengan sumpahnya untuk menyatukan nusantara, yaitu Sumpah Palapa. Gajah Mada, begitu mengetahui bahwa Kerajaan Bali Aga memiliki seorang patih yang sakti, segera mengatur siasat bersama Raja Tribuana Tungga Dewi. Mereka geram, karena kerajaan kecil itu tak juga takluk, sedangkan Kerajaan Daha yang merupakan induk dari Kerajaan Bali Aga, malah lebih dulu tunduk pada Majapahit. Gajah Mada pun berupaya mencari cara agar bisa menaklukkan kerajaan itu. Ia mengirimkan sebuah surat yang berisi ajakan agar Kerajaan Bali Aga bersedia menjadi sekutu Kerajaan Majapahit. Kebo Iwa pun diundang untuk hadir ke Kerajaan Majapahit sebagai tanda persahabatan. Raja Bali Aga menyambut hangat ajakan itu. Raja pun mengizinkan Kebo Iwa untuk berkunjung ke sana tanpa rasa curiga. Saat itu Kerajaan Bali Aga diperintah oleh Raja Sri Ratna Bumi Banten yang dikenal adil, bijaksana, dan dicintai oleh rakyatnya. Sesampainya Kebo Iwa di Majapahit, Gajah Mada segera menemui tamunya tersebut. Gajah Mada berkata, “Kami sedang mengalami paceklik. Rakyat kekurangan air bersih. Untuk itu, sudikah kiranya Patih Kebo Iwa membantu membuatkan sumur?” Kebo Iwa yang lurus hati itu pun bersedia membantu. Dengan jemarinya yang sakti, Ia mulai membuat lubang di tanah. Namun keanehan terjadi. Air tak juga muncul meskipun Kebo Iwa sudah menggali cukup dalam. Ia pun masuk ke dalam sumur buatannya untuk menggali lebih dalam lagi. Ia tak sadar bahwa sesungguhnya ada bahaya yang sedang mengintai. Begitu Kebo Iwa masuk ke dalam sumur, Gajah Mada segera memerintahkan prajuritnya untuk menimbun Kebo Iwa dengan tanah yang telah digalinya. Kebo Iwa dikubur hidup-hidup. Gajah Mada tersenyum, “Akhirnya, sebentar lagi Kerajaan Bali akan menjadi bagian dari nusantara,” batinnya. Namun beberapa saat kemudian, tanah bergerak dan keluarlah Kebo Iwa yang ternyata masih hidup. Kebo Iwa merasa dikhianati. Ia pun bertarung dengan Gajah Mada. Akan tetapi di tengah pertarungan, ia terngiang keinginan mulia Gajah Mada yang ingin mempersatukan nusantara. Di satu sisi ia ingin membantu Gajah Mada mewujudkan impiannya, namun di sisi lain ia juga teringat janjinya pada Raja Bali Aga bahwa Bali Aga tak akan dibiarkan jatuh ke tangan kerajaan lain selama ia masih bernyawa. Akhirnya, Kebo Iwa memutuskan untuk membantu mewujudkan mimpi Gajah Mada dengan mengatakan bahwa serbuk kapur bisa menghapus kesaktiannya. Mendengar hal itu, Gajah Mada pun segera memukul sebongkah batu kapur. Tak berapa lama, Kebo Iwa tumbang setelah terkena serbuknya. Berkat pengorbanan, keleluasaan dan kerendahan hati Kebo Iwa, Nusantara berhasil disatukan oleh Gajah Mada. (jeha) Baca juga :

Read More

Palestina-PBNU Minta Dunia Internasional Desak Israel Akhiri Agresi Militer

Jakarta — 1miliarsantri.net : Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun meminta agar dunia internasional mendesak Isarael untuk mengakhiri agresi militer di Palestina. Secara khusus, ia meminta agar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menghentikan agresi dan invasi demi ambisinya. Al Shun mengabarkan bahwa sampai detik ini, rakyat Palestina tengah merasakan penderitaan yang sudah begitu luar biasa. “Palestina meminta perhatian dunia terhadap situasi yang sedang berlangsung,” katanya saat jumpa pers bersama Ketua Umum Pengurus besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf Menurut Al Shaun, Israel sampai saat ini tidak menunjukkan perubahan atau inisiatif untuk perdamaian. “Kami siap untuk perdamaian; Presiden Mahmud Abbas telah jelas menyatakannya sampai sekarang dan siap untuk bernegosiasi dengan Netanyahu untuk mengakhiri konflik ini dan perang ini,” tegasnya. Oleh karena itu, tambah Al Shaun, Palestina meminta agar kekuasaan internasional segera mengakhiri pendudukan dan memperhatikan hak-hak rakyat Palestina yang memiliki hak untuk hidup dengan damai. Jika mengikuti media, kata Al Shun, mengenai pengeboman dan genosida, itu akan sulit percaya apa yang terjadi. Namun, jika melihat di lapangan, itu benar-benar terjadi. “Netanyahu dari Israel tampaknya ingin menciptakan atmosfer ketegangan dan ancaman territorial,” jelasnya. Al Shun kembali menegaskan bahwa saat ini kekuatan dunia internasional sudah semakin terlihat, tetapi pemimpin politik, khususnya dari negara-negara yang setia kepada Israel seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, dan negara-negara Eropa lainnya, belum menunjukkan tindakan yang berarti. “Apa akhir dari semua ini, dan siapa yang akan menjadi pihak yang kalah? Tanah Palestina untuk perdamaian. Ini adalah ketidakadilan. Jika ada keadilan, seharusnya tidak perlu ada pendudukan. Saya yakin tidak ada yang ingin rumahnya dicuri atau diambil oleh orang lain. Itulah yang terjadi di Palestina,” jelasnya. Sementara itu Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf bersama PBNU masih percaya dengan sistem peradilan internasional. Baginya, sistem tersebut relatif memiliki penyelesaian atas kejadian-kejadian secara global. “Kami percaya kepada sistem internasional karena sistem internasional inilah satu-satunya yang kita punya untuk memelihara stabilitas relatif dsari dinamika global saat ini,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

MUI Rilis Kriteria Produk Terafiliasi Israel

Jakarta — 1miliarsantri.net : Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) mengapresiasi langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menghadirkan kriteria produk yang terafiliasi Israel. Menurut Direktur Eksekutif YKMI Ahmad Himawan, kriteria itu akan menguatkan 10 daftar prioritas produk terafiliasi Israel yang pernah dirilis oleh YKMI. “YKMI sangat mendukung kriteria produk terafiliasi Israel dari MUI. Sebab, kriteria ini akhirnya memberikan landasan yang lebih kuat agar masyarakat Muslim dan konsumen Muslim menggunakan produk-produk nasional yang bukan produk terafiliasi Israel,” terang Himawan kepada 1miliarsantri.net, Jumat (9/8/2024). Dia pun menegaskan kriteria MUI itu menjawab keresahan umat. Pasalnya, kata dia, dengan kriteria itu masyarakat tidak lagi kebingungan dan bertanya-tanya mengenai kriteria dan definisi produk terafiliasi Israel. Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Ukhuwah Arif Fahrudin mengatakan terdapat lima kriteria produk yang terafiliasi Israel dan dapat menjadi panduan bagi masyarakat untuk tidak membeli produk tersebut. “Pertama, saham mayoritas dan pengendali perusahaan dikuasai oleh pihak-pihak yang memiliki afiliasi yang jelas dengan Israel. Kedua, pemegang saham pengendali perusahaan merupakan entitas asing yang memiliki bisnis aktif di Israel,” tambah Arif. Ketiga, sikap politik pengendali perusahaan mendukung politik genosida dan agresi Israel atas Bangsa Palestina. Berikutnya, nilai-nilai yang dianut produsen bertentangan dengan nilai-nilai luhur agama, Pancasila, dan UUD 1945, seperti LGBT, terorisme, dan ultra-liberalisme. Terakhir, sikap dan pernyataan politik dan ekonomi perusahaan, termasuk perusahaan global sebagai induknya yang masih mempertahankan investasi di Israel. “Ini bisa jadi acuan, panduan buat masyarakat bisa tahu mana saja produk, perusahaan yang terafiliasi. Dengan begitu, maka sepatutnya untuk tidak membeli atau mengonsumsi produk tersebut,” ujarnya. Arif menjelaskan kriteria tersebut merupakan turunan dari Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina. Karena itu, dia berharap gerakan boikot ini harus terus dilanjutkan secara masif, tidak hanya di kalangan umat Islam, tetapi bisa menyeluruh lintas agama sebagai bentuk perlawanan terhadap Israel. (wink) Baca juga :

Read More