Kemenag Bahas Kurikulum Pondok Pesantren Eks Jamaah Islamiyah

Jakarta — 1miliarsamtri.net : Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kurikulum Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Jamaah Islamiyah. FGD berlangsung di Jakarta dan diikuti perwakilan eks Jamaah Islamiyah, perwakilan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, sejumlah akademisi, jajaran Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD POntren), widyaiswara, dan utusan dari Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah. Hadir sebagai narasumber, Staf Khusus Menteri Agama Nuruzzaman. Selaku fasilitator, koordinator Jaringan Gusdurian Alissa Wahid. Direktur PD Pontren Basnang Said mengatakan, kurikulum baru diperlukan dalam rangka menciptakan santri-santriwati generasi muda yang mencintai NKRI. “Tujuannya adalah dalam rangka meluruskan pembelajaran pendidikan agama di pondok pesanten yang eks-eks Jamaah Islamiyah yang selama ini dianggap melenceng dari semangat NKRI. Dengan penyusunan kurikulum nanti ini, kita akan menyampaikan poin-poin penting apa yang kira-kira sebaiknya diajarkan oleh para pengasuh pesantren bagi santri-santri kita,” terang Basnang di Jakarta, Sabtu (31/8/2024). Basnang berharap FGD dapat merumuskan kurikulum yang baik untuk diajarkan di setiap pesantren yang terafiliasi JI. Kurikulum yang diajarkan itu senafas dengan kurikulum yang selama ini diajarkan di pondok-pondok pesantren milik Nahdlatul Ulama atau Muhammadiyah atau ormas lainnya. Selain kurikulum, lanjut Basnang, pengasuh pesantren eks Jamaah Islamiyah juga menjadi fokus perharian Kementerian Agama. Sebab, kurikulum yang dirumuskan juga harus dipastikan dapat diimplementasikan secara optimal. “Makanya ini nanti kita akan cek semuanya, siapa pengasuhnya, latar belakang pendidikannya apa, kalau pernah berlatar belakang kelompok- kelompok kanan bisa kita gembleng kembali supaya kembali ke wadah NKRI,” ungkapnya. Kemenag saat ini belum mengetahui secara persis jumlah data pesantren yang terafiliasi JI. Data tersebut masih dihimpun dan dihitung. Basnang memperkirakan jumlahnya ada puluhan. Jika ada pesantren yang belum berizin, itu akan diproses agar bisa mendapatkan izin resmi. “Setelah kemudian kira-kira pesantren itu kami ada dapatkan datanya, maka selanjutnya kami akan menglist mengecek di data Kementerian Agama. Yang belum berizin nanti tentu kami akan mengkoordinasikan dengan Kementerian Agama (tingkat) kabupaten kota dan provinsi,” pungkasnya. (wink) Baca juga :

Read More

Petinju Inggris Ditinggal Sponsornya Ketika Mengucap Syahadat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Petinju profesional Inggris, Jake Henty baru-baru ini membagikan kisahnya yang menyentuh hati tentang perpindahan agamanya ke Islam. Melalui sebuah podcast, Jake Henty mengungkapkan tantangan yang dihadapi usai menjadi seorang mualaf. “Islam sangat membantu dalam tinju, dari ajaran kedisiplinannya. Sebelum bertanding aku selalu shalat dan itu membuatku lebih percaya diri. Aku berusaha semampuku dan menyerahkan semuanya pada Allah,” terang Jake dalam podcast Da Bridge Official, dikutip Sabtu (31/8/2024). Dalam pengakuannya, petinju yang berasal dari Sidcup, Kent, Inggris ini kehilangan sponsor setelah memeluk Islam. Meski begitu Jake tetap berkomitmen pada keyakinan barunya itu. “Saya belum pernah mendapatkan cinta dan dukungan sebesar ini ketika saya menjadi seorang Muslim.” kata Jake dikutip dari MM News. Petinju muda ini memiliki karir amatir yang luar biasa sebelum menjadi seorang profesional. Ia menandatangani kontrak dengan Frank Warren dan Queensberry Promotions. Sebagai kelas welter super, Jake memenangkan tiga gelar nasional dan mewakili Inggris di kompetisi internasional selama lima tahun, mengumpulkan rekor mengesankan yaitu 50 pertarungan dengan hanya lima kekalahan. Sebelum Jake Henty, petinju Amerika Gervonta ‘Tank’ Davis juga masuk Islam du awal tahun ini. Mantan juara dunia tiga divisi berusia 29 tahun itu berpindah agama dari agama Kristen dan masih memiliki tato salib di lengan kanannya. Selain penghargaan tinju, Davis juga dikenal atas kerja amalnya. (Iin) Baca juga :

Read More

Berikut 7 Amalan Sederhana Ganjarannya Rumah di Surga

Jakarta — 1miliarsantri.net : Setiap Muslim tentu mengharapkan keberkahan, kesuksesan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Salah satu yang diharapkan setiap Muslim adalah memiliki rumah di akhirat kelak. Tahukah Anda bila ada beberapa amalan sederhana yang Allah Ta’ala janjikan kavling rumah di surga kelak? Berikut 7 amalan untuk mem-booking rumah atau istana di surga Membangun masjid memiliki keutamaan sendiri dalam Islam. Setiap Muslim yang mendirikan atau membantu pembangunan masjid maka ganjarannya adalah dibangunkan masjid di surga kelak. “Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah) Pendakwah Ustaz Abdul Somad mengatakan ada amalan yang mampu membooking satu tempat di surga, bila dikerjakan secara rutin. “Siapa yang salat 12 rakaat dibangunkan untuknya satu tempat di surga,” kata UAS dalam penggalangan ceramahnya di kanal Tamansurga.net, dikutip Rabu (28/8/2024). UAS mengutip sabda Rasulullah SAW dalam hadis riwayat muslim, “Barang siapa yang salat 12 rakaat di dalam sehari semalam maka dibangunkan baginya sebuah rumah di dalam surga.” (HR Muslim nomor 728). “Booking tempat dengan salat sunnah Rawatib 12 rakaat, dua rakaat sebelum Subuh, empat rakaat Dzuhur, dua rakaat setelah Dzuhur, dua rakaat setelah Maghrib, dan dua rakaat setelah Isya,” ujarnya. عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَهُوَ بَاطِلٌ بُنِيَ لَهُ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ وَمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَهُوَ مُحِقٌّ بُنِيَ لَهُ فِي وَسَطِهَا وَمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ بُنِيَ لَهُ فِي أَعْلَاهَا وَهَذَا الْحَدِيثُ حَدِيثٌ حَسَنٌ Artinya: Dari Anas bin Malik, ia berkata; Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang meninggalkan berbohong (dan berbohong pada waktu itu sesuatu yang tidak dibenarkan) maka akan dibangunkan untuknya rumah di sekitar surga, barangsiapa yang meninggalkan perdebatan (sedang dia orang yang berhak untuk berdebat) maka akan dibangunkan untuknya rumah di tengah surga, dan barangsiapa yang memperbagus akhlaknya maka akan dibangunkan rumah untuknya di bagian yang paling atas.” “Barang siapa yang menutupi suatu celah (dalam shaf), niscaya Allah akan mengangkat derajatnya karena hal tersebut dan akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga.” (HR. Al-Muhamili dalam Al-Amali, 2: 36. Disebutkan dalam Ash-Shahihah, no. 1892) Dari Fadhalah bin ‘Ubaid radhiyallahu ‘anhu, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَنَا زَعِيمٌ وَالزَّعِيمُ الْحَمِيلُ لِمَنْ آمَنَ بِي وَأَسْلَمَ وَهَاجَرَ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ وَأَنَا زَعِيمٌ لِمَنْ آمَنَ بِي وَأَسْلَمَ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى غُرَفِ الْجَنَّةِ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَلَمْ يَدَعْ لِلْخَيْرِ مَطْلَبًا وَلَا مِنْ الشَّرِّ مَهْرَبًا يَمُوتُ حَيْثُ شَاءَ أَنْ يَمُوتَ “Aku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk islam dan berhijrah dengan sebuah rumah di pinggir surga, di tengah surga, dan surga yang paling tingggi. Aku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk Islam dan berjihad dengan rumah di pinggir surga, di tengah surga dan di surga yang paling tinggi. Barangsiapa yang melakukan itu, maka ia tidak membiarkan satu pun kebaikan, dan ia lari dari setiap keburukan, ia pun akan meninggal, di mana saja Allah kehendaki untuk meninggal.” (HR. An-Nasa’i, no. 3135. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan) Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang shalat Dhuha empat raka’at dan shalat sebelum Zhuhur empat raka’at, maka dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Ath-Thabrani). Rasulullah SAW pernah bersabda, “Siapa yang membaca qul huwallahu ahad sampai ia merampungkannya (surat Al-Ikhlas) sebanyak sepuluh kali, maka akan dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Ahmad). (yan) Baca juga :

Read More

PBB Berjuang Kirim Bantuan di Tengah Evakuasi Massal

Gaza — 1miliarsantri.net : Operasi bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jalur Gaza terus berlanjut pada hari Selasa, sehari setelah seorang pejabat senior PBB mengatakan upaya kemanusiaan telah terhenti karena perintah evakuasi baru Israel memaksa penutupan pusat operasi utama PBB. Juru bicara PBB Stephane Dujarric tampak meredakan pernyataan pejabat PBB tersebut, yang berbicara pada hari Senin dengan syarat anonim. Ketika ditanya apakah kondisi di Gaza telah menyebabkan penghentian pengiriman bantuan PBB pada hari Senin, Dujarric mengatakan kepada wartawan: “Kondisi di Gaza kemarin membuat pekerjaan kami sangat, sangat sulit.” “Kami melakukan apa yang kami bisa dengan apa yang kami miliki. Kami telah mengatakan sejak awal – ini adalah pengiriman bantuan dengan memanfaatkan setiap peluang, mengisi setiap celah yang bisa kami isi. Jadi setiap situasi dinilai hari demi hari, jam demi jam,” ungkapnya. Kepala keamanan PBB Gilles Michaud mengatakan pada hari Selasa bahwa selama akhir pekan, militer Israel hanya memberi peringatan beberapa jam kepada lebih dari 200 personel PBB untuk pindah dari kantor dan tempat tinggal mereka di Deir Al-Balah di Gaza tengah. Dia mengatakan “waktunya tidak bisa lebih buruk lagi” dengan kampanye vaksinasi polio besar-besaran yang akan segera dimulai yang membutuhkan sejumlah besar staf PBB untuk masuk ke Gaza. “PBB bertekad untuk tetap berada di Gaza,” katanya dalam sebuah pernyataan. Pengiriman bantuan kemanusiaan terus berlanjut – sebuah prestasi luar biasa mengingat kami beroperasi di batas teratas risiko yang dapat ditoleransi,” sambungnya. International Rescue Committee mengatakan pada hari Selasa bahwa perintah evakuasi baru oleh Israel telah memaksa mereka dan kelompok kemanusiaan lainnya untuk “menghentikan operasi bantuan, selama situasi yang sudah gawat bagi warga sipil.” “Sangat penting agar para aktor kemanusiaan dapat melanjutkan pekerjaan mereka, tanpa ancaman dari pengungsian atau operasi militer. Kami mendesak semua pihak untuk melindungi warga sipil dan memfasilitasi akses kemanusiaan setiap saat,” tulis organisasi tersebut di X. Perang saat ini di wilayah Palestina dimulai pada 7 Oktober 2023, ketika gerilyawan Hamas menyerbu komunitas Israel, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menculik sekitar 250 sandera, menurut hitungan Israel. Sejak saat itu, militer Israel telah meratakan sebagian besar wilayah Palestina, mengusir hampir seluruh 2,3 juta penduduknya dari rumah mereka, menimbulkan kelaparan dan penyakit yang mematikan serta menewaskan setidaknya 40.000 orang, menurut otoritas kesehatan Palestina. Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB mengatakan pada hari Selasa bahwa penduduk Gaza semakin diperintahkan oleh Israel “untuk berkumpul di dalam zona yang ditentukan Israel di Al Mawasi, yang hanya mencakup sekitar 41 kilometer persegi atau sekitar 11 persen dari total luas Gaza.” Kantor tersebut mengatakan kepadatan penduduk, dengan kepadatan 30.000 hingga 34.000 individu per kilometer persegi (77.000 hingga 87.000 per mil persegi), telah memperburuk kekurangan sumber daya penting seperti air, sanitasi dan perlengkapan kebersihan, layanan kesehatan, perlindungan dan tempat tinggal. (zul/AP) Baca juga :

Read More

Debat Kiai Imaduddin Versus Rabithah akan Berlangsung

Jakarta — 1miliarsantri.net : Rabithah Alawiyah akan menggelar acara debat terkait soal nasab habaib di Indonesia pada 9 September 2024. Acara tersebut akan menghadirkan KH Imaduddin Utsman, pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum yang dikenal mengkritisi sistem pencatatan keturunan Nabi Muhammad dari jalur alawiyyin (Ba’lawi) di Indonesia. Dari sisi Rabithah, Ketua Maktab Daimi (lembaga otonom mengenai pencatatan nasab), Habib Syaikhon bin Abdulqodir Assegaf juga akan dihadirkan dalam debat tersebut. Dalam diskusi nantinya akan membedah serta menjawab tulisan Kiai Imad yang “Membatalkan nasab Baalawi”. Acara diskusi yang mengangkat tema “Keabsahan Nasab Ba’alawi“ tersebut akan digelar di Kantor DPP Rabithah Alawiyah Jakarta pada 9 September 2024 mendatang. Rabithah Alawiyah pun sudah secara resmi mengundang KH Imaduddin Utsman untuk menghadiri diskusi atau debat soal nasab habaib di Indonesia. Hal ini diumumkan secara resmi melalui akun resmi media sosial organisasi dakwah tersebut. Dalam video yang diunggah akun instagram @Rabithah_Alawiyah tampak perwakilan dari Rabithah Alawiyah, Hamdy bin Alwy Assegaf mendatangi langsung lokasi Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum yang berlokasi di Kampung Cempaka, Desa Kresek, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Jumat (23/8/2024). Rabithah pun sudah merilis informasi berupa tata tertib yang harus dipatuhi oleh semua pihak dalam acara debat pada 9 September. Baca juga :

Read More

Bacalah Doa Setelah Mengaji

Jakarta — 1miliarsantri.net : Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang dengan membacanya kita akan mendapat banyak keutamaan. Salah satu keutamaan dari membaca Al-Quran adalah satu hurufnya diganjar dengan 10 kebaikan. عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ ». “Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469). Setelah membaca Al-Qur’an dianjurkan untuk berdoa. Sebab doa-doa yang dipanjatkan usai mengaji berpeluang diijabah Allah SWT. “Kalau habis ngaji, habis baca Qur’an jangan segera ditutup lalu kita lanjut aktivitas. Doa dulu. Berdoa minta sama Allah. Allahummarhamna Bil Quran’ Ya Allah rahmati kami dengan Al-Qur’an dan jadikan Qur’an ini petunjuk buat kami, cahaya buat kami,” kata Ustad Irfan Rizki Haas dalam penggalan video yang dibagikan, dikutip Jumat (30/8/2024). Setelah itu, kata Ustad Irfan Rizki, mintalah pada Allah Ta’ala beberapa hal ini. “Jadi habis baca Qur’an, doa. Minta sama Allah yang terbaik. Minta agar hidup kita diperbaiki. Minta agar kita istiqomah sampai husnul khotimah, minta agar kita bisa tobat sebelum wafat. Minta agar rezeki yang Allah karuniai kepada kita jadi rezeki yang barokah. Berdoa sama Allah. Habis baca Qur’an minta sama Allah SWT,” pungkas Ustad Irfan Rizki. (yan) Baca juga :

Read More

Penaklukan yang Sukses Ini Pernah Dinubuatkan Rasulullah SAW

Surabaya — 1miliarsantri.net : Rasulullah SAW pernah menubuatkan beberapa penaklukan penting dalam sejarah Islam. Rasulullah telah menyatakan terlebih dahulu berbagai penalukan yang akan terjadi di masa depan, yang kemudian terbukti benar. Nubuat Rasulullah tentang penaklukan yang sukses dilakukan umat Islam telah dijelaskan dalam hadits berikut ini: عن جابر بن عبدالله قال إنه أثناء حفر الخندق خارج المدينة لصد جيش مقبل، عرض لنا صخرة في مكان من الخندق لا تأخذ فيها المعاول، وقد أصاب النبي صلى الله عليه وسلم وأصحابه جهد شديد حتى ربط النبي صلى الله عليه وسلم على بطنه حجرا من الجوع، قال فشكوا إلى رسول الله صلى الله عليه و سلم فجاء رسول الله صلى الله عليه و سلم قال عوف وأحسبه قال وضع ثوبه ثم هبط إلى الصخرة فأخذ المعول فقال بسم الله فضرب ضربة فكسر ثلث الحجر وقال الله أكبر أعطيت مفاتيح الشام والله انى لأبصر قصورها الحمر من مكاني هذا ثم قال بسم الله وضرب أخرى فكسر ثلث الحجر فقال الله أكبر أعطيت مفاتيح فارس والله انى لأبصر المدائن وأبصر قصرها الأبيض من مكاني هذا ثم قال بسم الله وضرب ضربة أخرى فقلع بقية الحجر فقال الله أكبر أعطيت مفاتيح اليمن والله انى لأبصر أبواب صنعاء من مكاني هذا. عن أبي ذر(رضي الله عنه) أن الرسول صلى الله عليه وسلم قال: ستفتحون مصر، وهي أرض يسمى فيها القيراط، فاستوصوا بأهلها خيرا، فإن لهم ذمة ورحما، فإذا رأيت رجلين يقتتلان في موضع لبنة فاخرج منها” Artinya: (Dari Jabir bin Abdullah, dia mengatakan bahwa ketika menggali parit di luar kota untuk mengusir tentara yang mendekat, dia menunjukkan kepada kita sebuah batu di suatu tempat di parit yang tidak bisa diambil dengan sekop, dan para sahabatnya begitu kelelahan hingga Nabi Muhammad SAW mengikatkan batu ke perutnya karena lapar dan memberinya kedamaian, dan Rasulullah SAW datang. Dia berkata, ‘Beliau mengenakan bajunya, lalu turun ke batu dan mengambil beliung (kapak).’ Beliau berkata, ‘Bismillah’ dan beliau memukul, memecahkan sepertiga dari batu itu, dan berkata, ‘Allahu Akbar aku diberi kunci Syam, dan demi Allah, saya bisa melihat istana merahnya dari tempat ini’. Kemudian beliau berkata, “Bismillah”, dan memukul lagi, memecahkan sepertiga dari batu itu. Beliau berkata, “Allahu Akbar, aku telah diberikan kunci ke Persia. Demi Allah, saya dapat melihat kota-kota dan melihat istana putihnya.” Kemudian dia berkata, “Bismillah,” dan memukul lagi, merobohkan sisa batu itu, “Allahu Akbar, saya telah diberikan kunci ke Yaman. Demi Allah, saya bisa melihat gerbang Sana’a dari tempat saya ini.” Dari Abu Dzar ra, sesungguhnya Rasulullah SAW juga bersabda: ‘Kalian akan menaklukkan Mesir, yang merupakan tanah di mana Qirat disebut, jadi bersikap baiklah kepada rakyatnya, karena mereka memiliki komitmen dan kasih sayang. Jika kalian melihat dua orang laki-laki berkelahi di tempat batu bata, keluarlah dari sana’). Nubuwat Rasulullah di atas disampaikan saat Perang Khandaq yang terjadi pada tahun 627 Masehi (5 Hijriah). Apa yang Rasulullah kabarkan dalam hadits ini terjadi beberapa waktu kemudian. Negeri pertama yang berhasil ditundukkan adalah Yaman. Penaklukan Yaman oleh umat Islam merupakan bagian dari ekspansi Islam yang terjadi pada era Nabi Muhammad SAW. Penaklukan ini berlangsung pada masa pemerintahan gubernur Yaman saat itu, Badzan bin Sasan. Awalnya, Badzan menerima surat dari Raja Persia yang menolak ajakan Rasulullah, Kisra Abrawiz. Isinya, raja yang mengaku Tuhan itu menginstruksikan agar Badzan menangkap dan membawa Nabi Muhammad SAW kepadanya. Namun, Badzan justru sedikit tertarik pada ajaran tauhid, walakin ia masih ragu-ragu meninggalkan agama Majusi. Dia lalu berpesan kepada utusannya, jika betul wahyu yang disampaikan Nabi Muhammad SAW bahwa Kisra meninggal, maka dia akan memeluk Islam. Satu setengah bulan kemudian, datanglah utusan dari istana Persia ke Sana’a (Yaman) yang mengabarkan kematian Kisra tepat pada waktu yang telah diramalkan sebelumnya oleh Rasulullah SAW. Penguasa kafir itu beserta saudara-saudaranya tewas ditikam anaknya sendiri yang bernama Syiraweh. Setelah menerima kabar tersebut, Badzan bin Sasan mengumumkan beriman kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Seluruh rakyatnya kemudian mengikutinya, mengucapkan dua kalimat syahadat. Sejak saat itu, Yaman berada dalam naungan kedaulatan Islam. Penaklukan negeri Syam oleh umat Islam merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam. Penaklukan Syam berlangsung sekitar 6-7 tahun, dimulai tahun 12 Hijriyah era khilafah Abu Bakar hingga tahun 19 Hijriyah pada masa Khalifah Umar. Sebelum penaklukan Islam, Syam merupakan bagian dari Kekaisaran Bizantium, salah satu kekaisaran terbesar di dunia pada saat itu. Syam memiliki populasi yang cukup besar, termasuk komunitas Kristen dan Yahudi, serta merupakan pusat perdagangan dan budaya yang penting. Damaskus adalah salah satu kota pertama yang ditaklukkan oleh pasukan Muslim. Setelah pertempuran sengit, kota ini akhirnya menyerah dan menjadi salah satu pusat administrasi dan militer utama umat Islam di Syam. Pada awal abad ke-7, Persia berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Sassaniyah, yang saat itu merupakan salah satu kekaisaran terbesar dan paling kuat di dunia. Namun, Sassaniyah mengalami penurunan kekuatan akibat konflik internal, perang yang berlarut-larut dengan Kekaisaran Bizantium, serta pergolakan sosial dan ekonomi di dalam negeri. Perang Qadisiyyah (636 M) adalah pertempuran yang menentukan antara pasukan Muslim yang dipimpin oleh Sa’ad bin Abi Waqqas dan pasukan Sassaniyah. Pasukan Muslim berhasil meraih kemenangan besar, yang membuka jalan menuju ibu kota Sassaniyah. Setelah meraih kemenangan dalam beberapa pertempuran, wilayah Persia secara bertahap berada di bawah kendali Muslim. Penaklukan Persia memiliki dampak besar dalam sejarah Islam dan Persia. Wilayah Persia menjadi bagian dari Kekhalifahan Islam dan memberikan kontribusi penting dalam perkembangan peradaban Islam, termasuk dalam bidang ilmu pengetahuan, sastra, dan administrasi. Meskipun penduduk Persia akhirnya mengadopsi Islam, banyak aspek budaya dan tradisi Persia yang bertahan dan terintegrasi ke dalam dunia Islam. Penaklukan ini juga mengakhiri Kekaisaran Sassaniyah, yang merupakan salah satu peradaban besar di dunia saat itu. Penaklukan Persia merupakan salah satu contoh bagaimana umat Islam berhasil memperluas wilayahnya dengan strategi militer yang efektif, keteguhan iman, serta kepemimpinan yang kuat. Penaklukan Mesir ini terjadi pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, di bawah kepemimpinan panglima Amr bin Ash pada tahun 641 M. Mesir kemudian menjadi salah satu pusat kekuatan Islam dan menyebarkan pengaruh Islam ke wilayah-wilayah sekitarnya. Penaklukan dimulai ketika pasukan Muslim memasuki Mesir pada tahun 639 M melalui rute yang sekarang dikenal sebagai Semenanjung Sinai. Amr bin Ash memimpin pasukan kecil yang awalnya terdiri dari sekitar 4 ribu orang (sumber lain…

Read More

Putra Mahkota Arab Gelar Pertemuan Darurat

Riyadh — 1miliarsantri.net : Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Riyadh untuk membahas eskalasi militer yang sedang berlangsung di Gaza dan sekitarnya. Hal ini dilaporkan oleh Kantor Berita Saudi (SPA) pada hari Selasa. Selama pertemuan tersebut, MBS menegaskan kembali komitmen Arab Saudi untuk terlibat dengan pihak internasional dan regional guna membantu meredakan situasi. Dia juga menekankan dukungan Kerajaan bagi rakyat Palestina dalam upaya mereka mendapatkan hak-hak yang sah, kehidupan yang bermartabat, serta perdamaian yang adil dan berkelanjutan. Menurut SPA, diskusi ini dihadiri oleh pejabat tinggi Saudi, termasuk Menteri Pertahanan Pangeran Khalid bin Salman dan Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan. Hadir pula Kepala Intelijen Umum Khalid bin Ali al-Humaidan, serta Duta Besar Saudi untuk Yordania dan Duta Besar non-residen untuk Palestina, Naif bin Bandar al-Sudairi. Dari pihak Palestina, pertemuan ini dihadiri oleh Sekretaris Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina Hussein al-Sheikh, Kepala Intelijen Umum Majid Faraj, Penasihat Diplomatik Dr. Majdi al-Khalidi, dan Duta Besar Palestina untuk Arab Saudi Bassem al-Agha. (dul) Baca juga :

Read More

UIN Gus Dur Kembangkan Bank Sampah dan Budi Daya Magot

Jakarta — 1miliarsantri.net : Tim Universitas Islam Negeri KH Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) memberikan pendampingan pada pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi di Kampung Moderasi Beragama binaannya, Desa Kutorojo, Pekalongan. LP2M UIN Gus Dur Bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kabupaten Pekalongan, mengembangkan program bank sampah, sekaligus budidaya magot. Hal ini juga disinergikan dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa UIN Gus Dur. Penguatan program bersama warga Kampung Moderasi diisi oleh Nur Wahyu Kuningsih selaku Ketua Kawasan Permukiman Dinas Perkim LH, serta Harosi, mahasiswa peserta KKN ke-82 UIN Gus Dur. Nur Wahyu menyampaikan Teknik Pembentukan dan Pengelolaan Bank Sampah, mulai dari aspek administrasi, strategi pengelolaan, dan seterusnya. Sementara Harosi, menyampaikan teknik pengelolaan sampah, terkait budidaya magot yang dihasilkan dari sampah organik. “Ini merupakan tahapan lamnjutan dari pembentukan relawan bank sampah, serta praktek pemilahan sampah,” terang Harosi. Kepala Desa Kutorojo Dul Ajat mengatakan, sampah merupakan persoalan lingkungan yang sudah meresahkan di Kutorojo. Program pengelolaan sampah merupakan sesuatu yang mendesak, terlebih karena ada program pengembangan wisata Goa Macan. Karenanya, dia mengaku sangat mendukung program ini. “Lebih dari itu, magot yang dihasilkan dari sampah organik, dapat dimanfaatkan untuk pakan ikan sebagai salah satu usaha BUMDES,” sebutnya. Kepala Pusat Moderasi Beragama Nanang menambahkan, sampah yang awalnya menjadi beban, merusak lingkungan, kini dapat disulap menjadi berkah jika dikelola. Sampah non organik seperti kertas, plastik, logam, dan kardus dapat dijual dan menghasilkan uang. Sampah organik menghasilkan magot (belatung). “Kotoran magot bisa menghasilkan pupuk organik untuk tanaman. Sangat bermanfaat untuk masyarakat Kutorojo yang mayoritas menggantungkan hasil pertanian di satu sisi, serta kelangkaan pupuk di sisi lain,” ujarnya. “Magotnya sendiri mengandung kandungan protein tinggi, sehingga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak seperti ikan, ayam, dan burung,” sambungnya. Ditanya apa rahasia mengubah sampah dari beban menjadi berkah? Kata Nanang, kuncinya adalah inisiatif warga untuk melakukan kebiasaan memilah sampah. “Inilah aspek utama pemberdayaan; menumbuhkan kesadaran kritis warga, untuk melakukan gerakan bersama lintas agama, mengatasi persoalan kehidupan sehari-hari,” papar Nanang. Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Jauhar Ali menyampaikan, program pengelolaan sampah merupakan salah satu alternatif yang bisa dikembangkan setiap kelompok KKN UIN Pekalongan. Tapi, tentu saja berbasis pada inisiatif dan partisipasi warga setempat. Ketua LP2M Imam Kanafi mengatakan, visi kemanusiaan yang melekat pada Gus Dur, selaku ikon kampus UIN Pekalongan memberi spirit untuk terus mendampingi masyarakat menyelesaikan persoalan kehidupan sehari-hari. Keilmuan menurutnya harus membumi, serta memiliki aplikasi nyata pada kehidupan sehari-hari. (rid) Baca juga :

Read More

Siapa yang Mendapat Kedudukan Terhormat di Hari Kiamat?

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ada keutamaan bagi seseorang yang mencintai orang lain karena Allah. Dia akan diganjar kedudukan terhormat di hari kiamat. Rasulullah shollallohu’alaihi wasallam bersabda: الْمُتَحَابُّونَ فِي اللَّهِ عَلَى كَرَاسِيَّ مِنْ يَاقُوتٍ حَوْلَ الْعَرْشِ “Orang-orang yang saling mencinta karena Alloh, mereka berada pada kursi-kursi Yaqut (permata) di sekitar ‘Arsy.” Buya H Muhammad Alfis Chaniago dalam Indeks Hadits dan Syarah I menjelaskan, di antara orang yang mendapat kedudukan terhormat kelak di hari kiamat adalah orang-orang yang saling mencintai di antara mereka karena Allah. Dan, bukan karena hal lainnya. “Karena pada dasarnya rasa cinta itu berasal dari Allah, maka cintailah saudara kita, istri kita dan anak kita karena Allah,” tulis Buya Alfis. Menurut Buya Alfis, mencintai seseorang karena Allah adalah cinta yang tulus. Sedangkan cinta yang didasari bukan karena Allah adalah cinta yang bersifat materi. “Cinta seperti ini hanya akan melahirkan kerusakan dan permusuhan,” tutup Buya Alfis. (Iin) Baca juga :

Read More