Menag Siap Beri Penjelasan Terkait Polemik Haji 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan kesiapannya untuk membuka seluruh fakta terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024 di tengah kontroversi yang kian memanas. Pernyataan ini disampaikan Yaqut sebagai respons atas berbagai tuduhan yang dilontarkan Panitia Khusus (Pansus) Haji DPR. “Kami siap memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya kepada publik mengenai proses penyelenggaraan haji tahun 2024,” ujar Yaqut di Jakarta, Kamis (12/9/2024). Menag menekankan bahwa Kementerian Agama telah menjalankan tugasnya dengan penuh integritas dan transparansi. Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk menghadapi proses hukum jika ditemukan bukti pelanggaran dalam penyelenggaraan haji. “Jika ada temuan pelanggaran, siapapun yang terlibat harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Yaqut, menunjukkan komitmennya terhadap penegakan hukum. Pernyataan Menag ini muncul di tengah polemik terkait dugaan penyimpangan dalam proses pemberangkatan jemaah, khususnya mengenai fenomena sekitar 3.500 jemaah yang diduga dapat berangkat tanpa melalui masa tunggu yang lazim. Namun, meski telah menyatakan kesiapannya untuk memberikan penjelasan, tindakan Menag Yaqut justru menimbulkan tanda tanya baru. Pansus Haji DPR mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakhadiran Yaqut dalam dua pemanggilan yang telah dilakukan. Marwan Jafar, anggota Pansus Haji dari Fraksi PKB, mengonfirmasi bahwa Menag telah dua kali tidak memenuhi undangan pemeriksaan. “Kami akan mengirimkan undangan ketiga, berharap beliau hadir kali ini,” ujar Marwan. Ketidakhadiran Menag ini semakin diperparah dengan adanya perbedaan keterangan mengenai alasan ketidakhadirannya. Pihak Kementerian Agama menyatakan bahwa Yaqut sedang menghadiri MTQ di Kalimantan Timur pada saat pemanggilan terakhir. Namun, Marwan mengklaim telah menemukan dokumen internal Kemenag yang menunjukkan bahwa Yaqut sebenarnya dijadwalkan menghadiri rapat koordinasi di kantornya di Jakarta. “Kami menemukan surat internal Kemenag yang menunjukkan Pak Menteri sebenarnya ada di Jakarta, bukan di Kaltim seperti yang diklaim,” ungkap Marwan. Situasi ini telah memicu pertimbangan untuk mengambil langkah lebih tegas dari pihak DPR. Pansus Haji kini berencana mengirimkan undangan ketiga dalam minggu ini. Marwan bahkan menegaskan kemungkinan meminta bantuan kepolisian jika Menag kembali mangkir, “Jika mangkir lagi untuk ketiga kalinya, sesuai UU MD3, kami mungkin akan meminta bantuan kepolisian untuk membawa Menteri.” Di tengah kontroversi ini, Kementerian Agama tetap bersikukuh bahwa penyelenggaraan haji 2024 telah dilakukan sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku. Namun, ketidakhadiran Menag dalam pemanggilan Pansus dan perbedaan keterangan mengenai keberadaannya telah membuka babak baru dalam polemik ini. Sementara itu, Marwan Jafar tetap kukuh dengan pendiriannya mengenai dugaan penyimpangan dalam penyelenggaraan haji. Ia juga mengisyaratkan kemungkinan keterlibatan pihak berwenang dalam dugaan gratifikasi. “Data yang kami miliki menunjukkan adanya kejanggalan dalam proses seleksi dan pemberangkatan jemaah,” ungkap Marwan. Perlu diingat bahwa pembentukan Pansus Haji bertujuan untuk menginvestigasi berbagai permasalahan yang muncul selama musim haji 2024. Selain mengadakan rapat, tim DPR juga telah melakukan inspeksi mendadak ke Kantor Kemenag pada 4 September lalu, menunjukkan keseriusan mereka dalam menggali informasi. Kontroversi ini telah menarik perhatian publik dan memicu perdebatan di berbagai kalangan. Banyak pihak menuntut adanya investigasi menyeluruh untuk mengungkap kebenaran di balik tuduhan-tuduhan tersebut, serta mengharapkan kehadiran Menag Yaqut dalam pemanggilan berikutnya untuk memberikan klarifikasi langsung. Masyarakat kini menantikan perkembangan lebih lanjut dari situasi ini, berharap agar transparansi dan keadilan dapat terwujud dalam penyelesaian masalah penyelenggaraan haji 2024. Kehadiran atau ketidakhadiran Menag Yaqut dalam panggilan ketiga Pansus Haji DPR akan menjadi momen krusial yang dapat menentukan arah penyelesaian kontroversi ini. (wink) Baca juga :

Read More

Wapres Berharap Kampus Antisipasi Kebutuhan Ilmu Pengetahuan Masa Depan

Surabaya — 1miliarsantri.net : Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin meminta kampus sebagai pencetak generasi unggul masa depan memproyeksikan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pendidikan yang tepat untuk lima, sepuluh, bahkan dua puluh tahun mendatang. “Perguruan tinggi, sebagai penghasil riset dan penelitian yang kreatif dan inovatif, juga perlu berkolaborasi dengan pemerintah dan swasta dalam penyusunan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, sehingga melahirkan generasi berdaya saing,” pinta Wapres saat memberikan pidato kunci pada International Conference on Applied Sciences, Education, and Technology (iConASET) di Kampus B Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Surabaya, Jawa Timur, Rabu (11/09/2024). Pada kesempatan ini, Wapres juga menyampaikan beberapa pesan strategis kepada perguruan tinggi terkait upaya menciptakan lingkungan akademik yang berkualitas tinggi guna menghadapi tantangan dunia modern yang semakin kompleks dan dinamis. Pertama, ia menginstruksikan kampus-kampus agar mengembangkan riset dan penelitian yang relevan dengan kebutuhan zaman dengan tetap menjadikan ajaran agama sebagai fondasi utama. “Inovasi yang dihasilkan [harus] dapat memenuhi tuntutan teknologi dan sosial dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan moral,” pesannya. Wapres Minta Kampus Antisipasi Kebutuhan Ilmu Pengetahuan Masa Depan Kedua, meminta perguruan tinggi agar membangun peluang kerja sama dengan dunia usaha dalam mengaplikasikan hasil riset, sekaligus menyiapkan lulusan dalam memasuki lapangan kerja. “Kerja sama ini dapat membuka kesempatan bagi institusi untuk mendapatkan umpan balik langsung dari industri, yang berguna dalam menyempurnakan riset dan kurikulum,” tegasnya. Ketiga, mengarahkan agar perguruan tinggi lebih kreafif dalam membangun sumber pendanaan dan pengembangan riset, sehingga penelitian, publikasi, dan inovasi yang dihasilkan semakin terjaga kontinuitasnya. “Manfaatkan keunggulan Society 5.0 untuk meningkatkan daya saing dan kualitas riset yang dihasilkan,” pintanya. Menurut Wapres, Society 5.0 saat ini menjadi isu kontemporer yang mengubah interaksi manusia sehari-hari menjadi kian terdigitalisasi. Society 5.0 menyajikan teknologi kecerdasan buatan, internet of things, dan big data, yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup manusia, melalui pelayanan pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik yang lebih efisien dan terintegrasi. “Konsep ini menjadi faktor penting dalam peningkatan kualitas hidup bangsa Indonesia,” urainya. Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengungkapkan, dirinya optimis pelaksanaan iConASET dapat berdampak pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di jenjang perguruan tinggi. “Ini penting, karena perguruan tinggi merupakan intellectual capital berharga bagi Jawa Timur. Terlebih, Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang memiliki jumlah perguruan tinggi terbesar di Indonesia,” tegasnya. Hal ini, sambung Adhy, sejalan dengan pesan yang disampaikan Wapres saat menghadiri acara The 5th International Seminar and Conference on Global Issues 2021, bahwa institusi pendidikan tinggi telah mampu menjaga relevansi dan eksistensinya sebagai pencetak SDM yang unggul, berdaya saing global, dan berakhlak mulia. “Di sisi kewenangan Pemprov, saat ini di Jawa Timur terdapat 4.058 lembaga SMA, SMK, dan SLB baik negeri maupun swasta. Dengan jumlah siswa aktif 1,3 juta orang, dan potensi lulusan lebih dari 300 ribu per tahun. Potensi ini harus diupayakan agar lulusannya mendapatkan wadah yang sesuai, utamanya bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi,” terangnya. Rektor Unusa Achmad Jazidie melaporkan, iConASET merupakan seminar rutin dua tahunan. Penyelenggaraan tahun ini adalah yang ketiga kalinya. “Alhamdulillah, sejak kegiatan pertama hingga pelaksanaan tahun ketiga, jumlah peserta dan pematerinya terus bertambah baik dari Unusa maupun dari luar Unusa, termasuk dari luar negeri,” ungkapnya. Menurut Jazidie, seminar ini akan mengulas 131 paper yang terdiri dari 90 paper berasal dari internal Unusa dan 41 paper eskternal. Dari Unusa sendiri, fakultas terbanyak yang menyertakan paper adalah Fakultas Keperawatan dan Kebidanan yang menyumbang 38 paper, disusul Fakultas Kesehatran 25 paper, Fakultas Ekonomi Bisnis dan Teknologi Digital 14 paper, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 10 paper, dan Fakultas Kedokteran 3 paper. “Produktivitas jumlah ini sangat ditentukan oleh seberapa lama fakultas itu hadir di Unusa. Fakultas Keperawatan dan Kebidanan memang fakultas tertua di Unusa dan menjadi cikal bakal berdirinya kampus Unusa, yang fokus pada bidang kesehatan. Oleh karena itu, di Unusa baik dosen maupun jumlah mahasiswanya sebagian besar, lebih dari 75% adalah perempuan,” paparnya. Jazidie menambahkan, tahun ini sebanyak 14 perguruan tinggi di bawah Nahdlatul Ulama (PTNU) mengirimkan delegasinya yang sebagian besar berasal dari Pulau Jawa. Ia mengharapkan seminar ini dapat menjadi ajang kolaborasi global yang memperkuat peran akademisi dalam memecahkan masalah dunia. “Pendidikan tinggi harus mampu menjembatani kebutuhan industri dan perkembangan teknologi modern. iConASET menghadirkan kesempatan untuk mengintegrasikan riset dengan solusi praktis di berbagai bidang, seperti kesehatan, energi, pendidikan, dan industri,” ujarnya. Selain Wapres, hadir Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) M. Nuh dan beberapa narasumber dari luar negeri pada seminar ini, di antaranya Prof. Dr. Nordin Bin Mamat dari Universiti Pendidikan Sultan Idrus Malaysia, Prof. Mu. Naushad Shamim Ahnad dari King Saud University Saudi Arabia, dan Prof. Dr. Erol Kam dari Istanbul Technical University Turki. (har) Baca juga :

Read More

Beberapa Hal Menyebabkan Mandi Wajib

Jakarta — 1miliarsantri.net : Mandi menurut bahasa berarti menuangkan air pada sesuatu. Sedang menurut istilah mandi (al-Ghuslu) adalah menuangkan air sampai merata kepada seluruh tubuh dengan cara yang telah ditentukan oleh syara’. Dasar hukum mandi wajib ialah firman Allah, “Dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kami sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) …” (Q.S.al-Maidah/5: 6). Selain itu dalam hadis disebutkan, “Rasulullah SAW. bersabda: Apabila datang bulan (menstruasi), maka tinggalkanlah salat dan apabila telah selesai haid, maka mandilah kamu”. (H.R. al-Bukhari, Muslim, an-Nasai, at-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad). Hal-Hal yang Mewajibkan Mandi Wajib Pertama, telah melakukan hubungan seksual (baik mengeluarkan atau tidak mengeluarkan sperma). Hal ini didasarkan kepada hadis Nabi SAW diriwayatkan Abu Hurairah RA: “Dari Nabi SAW. Beliau bersabda: Apabila seseorang duduk di antara cabang yang empat kemudian bersungguh-sungguh, maka ia wajib mandi”. (H.R. Al-Bukhari, Muslim, an-Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad). Kedua, mengeluarkan sperma (air mani) baik ketika tidur (mimpi) atau dalam keadaan terjaga. Hal ini didasarkan pada hadis Nabi SAW diriwayatkan ‘Aisyiyah RA: Dari Aisyah ra. dari Nabi SAW. beliau bersabda: Apabila salah seorang diantara kamu bangun tidur kemudian ia melihat sesuatu yang basah sedang ia tidak tahu apakah ia mimpi, maka baginya wajib melakukan mandi (besar). Dan apabila ia sadar bahwa dirinya mimpi tapi tidak mengeluarkan sperna, maka ia tidak terkena wajib mandi (besar)”. (H.R. Ibnu Majah). Ketiga, terhentinya darah haid atau nifas. Seorang wanita yang telah kedatangan bulan (menstruasi) kemudian setelah melalui beberapa waktu darah haidnya terhenti (tidak keluar lagi), maka baginya wajib melakukan mandi (besar). Begitu pula apabila seorang wanita yang telah melahirkan, dan setelah ± 40 hari darahnya berhenti, maka baginya wajib melakukan mandi (besar). Hal ini didasarkan pada hadis Nabi SAW yang disampaikan kepada Aisyah RA: “Nabi SAW bersabda: Apabila datang bulan, maka tinggalkanlah salat dan apabila darah haid telah selesai, maka mandilah dan salatlah”. (H.R. al-Bukhari). Keempat, menghadiri salat Jumat. Berdasarkan hadis riwayat ‘Aisyah RA: “Manusia datang menghadiri Jum’at dari rumahrumah mereka yaitu dari Al-‘Awaaliy. Mereka datang dengan mengenakan mantel dan debu juga menimpa mereka. Maka keluarlah bau tidak sedap dari badan mereka. Salah satu di antara mereka mendatangi Rasulullah SAW, yang saat itu beliau ada di sisiku. Lalu Rasulullah SAW bersabda: Seandainya kalian bersuci (mandi) untuk hari kalian ini”. (H.R. Al-Bukhari dan Muslim). Tata Cara Mandi Wajib Cara mandi tersebut didasarkan pada hadis Rasulullah SAW sebagai berikut: “Dari Aisyah ra. ia berkata: Adalah Rasulullah SAW. apabila beliau mandi janabat, maka memulai dengan membasuh kedua tangannya kemudian menuangkan air dengan tangan kanan ke tangan kiri lalu membersihkan kemaluannya. Setelah itu berwudu seperti berwudu akan melakukan salat. Kemudian beliau megambil air dan memasukkan jari-jarinya dipangkal rambutnya sehingga apabila beliau merasa bahwa sudah merata, kemudian beliau menyiramkan air untuk kepalanya tiga tuangan, lalu meratakan keseluruh badannya kemudian membasuh kedua kakinya”. (H.R. Bukhari Muslim). Berdasarkan keterang hadis di atas dan hadis lainnya, tata cara pelaksanaan mandi wajib adalah sebagai berikut, yaitu: Baca juga :

Read More

Beberapa Peristiwa Perang Semasa Hidup Rasulullah SAW

Surabaya — 1miliarsantri.net : Agama Islam meski disampaikan secara damai dan lembut tetap tidak bisa menghindari peperangan dengan kaum musyrikin. Ada banyak peristiwa-peristiwa perang di zaman Rasulullah Muhammad SAW. Ustad Ahmad Sarwat Lc dalam buku berjudul Islam Agama Perdamaian menjelaskan tentang peristiwa-peristiwa perang di zaman Nabi. Meski banyak peristiwa perang, dalam bukunya Ustad Ahmad menegaskan dan menyimpulkan Islam adalah agama perdamaiannya. Di dalam kitab Sirah Nabawiyah, isinya bertabur dengan banyak kisah-kisah perang. Perang ini terjadi pada 17 Ramadhan 2 Hijriyah, bertepatan dengan 13 Maret 624 Masehi. Pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan Quraisy dari Makkah yang berjumlah 1.000 orang. Setelah bertempur habis-habisan sekitar dua jam, pasukan Muslim menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy. Kemudian mereka mundur dalam kekacauan. Dr. Musthafa As-Siba’i dalam kitabnya Sirah Nabawiyah Durus Wa ‘Ibar menyebutkan bahwa perang Uhud terjadi pada Sabtu, 15 Syawal 3 Hijriyah. Kekuatan pasukan Muslimin awalnya 1.000 orang, namun berkurang menjadi hanya tinggal sekitar 700 orang. Sementara pasukan musyrikin Makkah berkekuatan 3.000 orang dengan perbekalan dan kendaran lengkap. Al-Mubarakfuri di dalam kitabnya Ar-Rahiq Al-Makhtum menyebutkan bahwa tidak kurang dari 70 ayat Alquran telah turun dalam peristiwa perang Uhud ini. Ayat Alquran turun pada setiap momen dari kejadian perang itu, episod demi episod. Yang paling banyak turun ayat dalam Surah Ali Imran, khususnya mulai dari ayat 121 hingga ayat 179. Dinamakan perang Khandaq yang artinya parit karena strategi bertahan di dalam kota Madinah menggunakan parit yang digali sepanjang 5 kilometer. Perang ini juga dinamakan dengan perang Ahzab, karena pihak musuh merupakan gabungan kekuatan para musuh Islam. Pihak musuh di antaranya kaum musyrikin Makkah, beberapa kelompok dari kaum Yahudi dan orang-orang munafikin di dalam Madinah. Perang Ahzab ini juga menjadi nama salah satu surah di dalam Alquran, yakni surat ke-33. Al-Waqidi di dalam kitab Al-Maghazi menyebutkan bahwa peristiwa perang ini terjadi pada Selasa, 8 Dzulhijjah 5 Hijriyah. Sementara, Dr. Ali Muhammad Ash-Shalabi dalam bukunya Ghazawat Ar-Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: Durus wa Ibar wa Fawaid mengutip pendapat Ibnu Saad menuliskan bahwa pasukan Ahzab dikalahkan pada Rabu bulan Dzulhijjah 5 Hijriyah. Berbeda dengan Al-Waqidi dan Ash-Shalabi, Dr. Musthafa As-Siba’i dalam kitabnya Sirah Nabawiyah Durus wa ‘Ibar menyebutkan bahwa perang Khandaq terjadi pada bulan Syawal 5 Hijriyah. Perang Bani Quraidhah terjadi pada akhir perang Khandaq. Ini adalah peristiwa dikepungnya benteng milik Bani Quraidhah dan dibunuhnya semua penghuninya, karena mereka telah berkhianat. Awalnya ketika Rasulullah SAW pulang dari perang Khandaq dan hendak meletakkan baju perangnya, tiba-tiba datang Malaikat Jibril yang membawa perintah Allah untuk meneruskan perang mengepung Benteng Yahudi Bani Quraidhah. Meski banyak peristiwa perang di zaman Nabi, Ustaz Ahmad menegaskan, bukan berarti intisari kehidupan Rasulullah SAW hanya soal perang saja. Perang Khaibar terjadi pada tahun ketujuh Hijriyah. Rasulullah SAW berangkat meninggalkan Madinah menuju ke Khaibar di awal bulan Muharam, sepulang dari perjalanan umrah yang terhambat di Hudaibiyah. Dr. Musthafa As-Siba’i dalam kitabnya Sirah Nabawiyah Durus Wa ‘Ibar menyebutkan bahwa perang ini terjadi pada akhir Muharram 7 Hijriyah. Dinamakan perang Khaibar karena terjadinya di suatu daerah milik Yahudi bernama Khaibar, berjarak 160 kilometer di utara Madinah yang merupakan tanah subur penghasil kurma terbaik di dunia. 6 Perang Mu’tah (8 Hijriyah) Perang Mu’tah terjadi di suatu tempat yang bernama Mu’tah. Yakni suatu desa di sebelah tenggara Laut Mati, di arah perjalanan ke negeri Syam. Saat ini tempat tersebut bernama Kurk. Perang ini juga menjadi tonggak pertama kali di mana pasukan Muslim bergerak jauh untuk perang ke luar batas jazirah Arab. Perang Mu’tah terjadi pada bulan Jumadil Awal 8 Hijriyah. Beberapa bulan sebelum terjadi peristiwa pembebasan Kota Makkah di bulan Ramadhan tahun itu. Penguasa Bushra merupakan bawahan Kaisar Heraklius. Penyebab perang Mu’tah karena dibunuhnya utusan yang membawa surat dari Rasulullah Muhammad SAW kepada para penguasa Bushra. Melalui surat itu Nabi mengajak penguasa Bushra memeluk Islam. Seharusnya utusan pembawa pesan tidak boleh dibunuh. Namun Al-Harits bin Umair Al-Azdi sang pembawa surat Nabi itu dipenggal kepalanya oleh Syarhabil bin Amr Al-Ghassani. Sebuah kesalahan besar yang mereka lakukan. Dibunuhnya pembawa surat mengakibatkan perang besar. Rasulullah SAW mengirimkan 3.000 pasukan dipimpin oleh Zaid Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Rawahah Ridwanullahi ‘alaihim jami’an. Ketiganya mati syahid dalam perang itu. Kepemimpinan kemudian berganti kepada Khalid bin Walid, yang baru saja masuk Islam. Pada perang ini, di pihak orang kafir Arab yang dibantu kerajaan Romawi, jumlah pasukannya mencapai angka yang sangat fantastis, yakni 200 ribu pasukan. Bila pasukan Muslim hanya berjumlah 3.000 orang, maka perbandingannya adalah 1 orang melawan 66 orang. Sebuah perbandingan yang tidak masuk akal. Perang Hunain ini terjadi ketika Rasululah SAW masih di Makkah saat membebaskannya di bulan Ramadhan 8 Hijriyah. Perang ini terjadi sekitar dua pekan setelah penaklukan Makkah atau empat pekan setelah Nabi meninggalkan Madinah. Sebanyak 12 ribu orang pasukan Muslimin tidak berangkat dari Madinah, justeru bergerak dari Makkah pada 5 Syawal kemudian tiba di Hunain pada 10 Syawal 8 Hijriyah di sore hari. Lawan yang dihadapi pada perang Hunain ini adalah kaum Tsaqif dan Hawazin. Perang Tabuk sebenarnya merupakan sambungan dari perang sebelumnya yaitu perang Mu’tah. Rasulullah SAW mendengar kabar bahwa Bizantium dan sekutu Ghassaniyah telah menyiapkan pasukan besar untuk menginvasi Hijaz dengan kekuatan sekitar 40 ribu sampai 100 ribu orang. Di lain pihak, Kaisar Romawi Heraklius menganggap bahwa kekuasaan kaum Muslimin di Jazirah Arab berkembang dengan pesat. Maka daerah Arab harus segera ditaklukkan sebelum orang-orang Muslim menjadi terlalu kuat dan dapat menimbulkan masalah bagi Bizantium. Untuk melindungi umat Islam di Madinah, Rasulullah melakukan aksi preventif dan menyiapkan pasukan yang terdiri dari 70 ribu orang. Ini adalah jumlah pasukan terbanyak yang pernah dimiliki umat Islam. Maka pada bulan Rajab 9 Hijriyah, Nabi memaklumatkan perang Tabuk. Enam bulan setelah peristiwa pengepungan Thaif. Meski banyak peristiwa perang di zaman Nabi, Ustaz Ahmad menegaskan, bukan berarti intisari kehidupan Rasulullah SAW hanya soal perang saja. (jeha) Baca juga :

Read More

Kolonel Israel Pemfitnah Pejuang Palestina Terluka Parah di Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Jebakan pejuang Palestina berhasil melukai seorang perwira Israel, Kolonel Golan Vach, di Gaza Tengah. Perwira itu sempat mendapat perhatian internasional atas klaim palsunya tentang pemenggalan kepala bayi dan insiden pemerkosaan dalam serangan Topan al-Aqsa pada 7 Oktober silam. Kolonel tersebut terluka setelah sebuah terowongan runtuh menimpanya di Gaza tengah menurut Quds News Network. Dalam insiden itu, operasi perlawanan meledakkan terowongan jebakan setelah memancing pasukan pendudukan Israel ke dalamnya, menyebabkan mantan komandan IOF berada dalam kondisi kritis. Pada 2023, tak lama setelah Operasi Topan Al-Aqsa dilancarkan, Vach mengaku secara pribadi telah melihat Hamas memenggal kepala bayi dan memperkosa perempuan. Narasi yang ia sebarkan dan jadi berita sampul media-media barat kemudian dibantah oleh para pemukim Israel sendiri yang selamat dari Petunjuk mematikan Hannibal yang diberlakukan oleh pasukan penjajahan Israel (IDF) hari itu. Sementara, Adina Moshe (72 tahun) yang sempat ditahan oleh faksi Perlawanan Palestina di Gaza, mengungkapkan bahwa militer pendudukan Israel tidak memiliki pengetahuan nyata tentang infrastruktur terowongan gerakan perlawanan. Selama wawancara untuk stasiun televisi Israel Channel 12 pada Ahad, Moshe mengatakan bahwa dinas keamanan Israel Shin Bet memintanya untuk menggambar peta terowongan setelah dia dibebaskan dalam perjanjian pertukaran tahanan. “Shin Bet meminta saya untuk menggambar peta terowongan di Gaza karena mereka tidak tahu apa-apa tentang terowongan tersebut,” kata Moshe kepada seorang pewawancara. Badan keamanan telah mengirim seorang insinyur untuk berbicara dengan Moshe sebelumnya, di mana dia mengatakan kepadanya bahwa terowongan di Jalur Gaza adalah “labirin bawah tanah yang luas yang membentang di seluruh wilayah.” Colonel Golan Vach, the Israeli officer who gained international attention for his false claims about beheaded babies and rape incidents in the October 7th Hamas military operation, has reportedly been killed in Gaza. Dia juga mengatakan kepada insinyur tersebut bahwa operasi militer saja tidak akan membantu mengambil kembali tawanan yang tersisa. “Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berbohong, dan baik dia maupun militer tidak mengetahui apa pun tentang terowongan Hamas di Gaza,” tambah tawanan yang dibebaskan itu. Menurut Channel 12, ketika Moshe diminta membuat sketsa terowongan, dia menjawab bahwa dia bukan seorang seniman. Dia juga diminta menjelaskan terowongan, jalurnya, lokasinya, serta perangkat komunikasi dan kabel yang dipasang di dalamnya. Perlu dicatat bahwa Moshe berpartisipasi dalam protes yang menuntut pemerintah Israel mencapai perjanjian gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tahanan dengan perlawanan Palestina. (zul) Baca juga :

Read More

Kemenag dan Baznas Beri Bantuan 1.000 Madrasah Swasta

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program Madrasah Layak Belajar (MLB). Program ini akan memberikan bantuan kepada seribu madrasah swasta. Peluncuran dihadiri 191 pengurus madrasah, negeri dan swasta. “Proram ini tentunya sangat bermanfaat menjadi motivasi bagi kita semua untuk meningkatkan kualitas madrasah di masing-masing daerah. Ini menjadi jawaban atas kebutuhan pendidikan anak-anak kita,” terang Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar siswa madrasah di seluruh Indonesia. Program ini menjadi stimulan agar madrasah bergerak dan berinovasi sesuai kemajuan zaman. Wamenag berusaha mendorong madrasah agar mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi, salah satunya melalui transformasi digital. Tujuannya, agar daya tarik dan minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya di madrasah terus terjaga. “Kita berharap dengan program yang diberikan Baznas menjadi sebuah nafas segar. Semoga pemerintah Kabupaten/Kota dapat mengikuti inisiasi dari Baznas,” lanjutnya. Wamenag berharap, penerima program Madrasah Layak Belajar dapat menjalankan amanah yang diberikan sehingga memperoleh output sesuai yang diharapkan. Ketua Baznas Noor Achmad menjelaskan, program MLB merupakan bantuan kepada madrasah swasta, khususnya yang berada di lingkungan tidak mampu. Bantuan ini berupa perbaikan sarana dan prasarana ruang kelas dan sanitasi untuk meningkatkan kualitas madrasah. “Baznas melalui program ini akan menggulirkan stimulan untuk 1.000 madrasah. Jadi 1.000 madrasah yang masing-masing akan mendapatkan stimulasi 25 juta,” ungkap Noor Achmad. Kiai Noor menambahkan, MLB merupakan salah satu program utama Baznas. Ini sesuai visi Baznas, yaitu menjadi lembaga utama dalam mensejahterakan umat. Program ini juga digelar dalam rangka melaksanakan misi ketiga Baznas, yaitu mendistribusikan dan mengoptimalkan pendayagunaan ZIS untuk pengentasan kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan. “Kami meyakini bahwa kesejahteraan akan kita capai melalui proses pendidikan. Kami meyakini bahwa pendidikan adalah tangga utama seseorang untuk meningkatkan kesejahteraan umat di Indonesia,” sebutnya. Menurut data Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag, terdapat 217.021 total ruang kelas madrasah. Dari data ini, 162.579 ruang kelas dalam kondisi baik. Sementara 29.465 kelas rusak ringan,17.787 rusak sedang, dan 158 rusak berat. Melihat kondisi ini, Baznas terpanggil untuk menjadi bagian dari solusi dalam meningkatkan sarana dan prasarana madrasah. “Insya Allah ke depan kami komitmen untuk terus melakukan kualitas maupun kuantitas. Maka mohon didoakan semoga kinerja BAZNAS semakin optimal dan semakin banyak menebar manfaat untuk Indonesia,” urainya. Direktur KSKK Madrasah M. Sidik Sisdianto bersyukur atas program kerja sama Kemenag dengan Baznas ini. “Pastinya sangat bermanfaat dan dibutuhkan madrasah di seluruh Indonesia yang memilik kategori yang telah ditetaokan panitia,” pungkasnya. (wink) Baca juga :

Read More

Gelar Festival Ekonomi Syariah, BI Jatim Target Transaksi UMKM Rp2 Miliar

Surabaya — 1miliarsantri.net : Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2024 akan digelar Jumat (13/9/2024) hingga Minggu (15/9/2024) di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Jawa Timur menarget bisa menghasilkan transaksi untuk UMKM Showcase Rp 2 miliar dan dikunjungi 80 ribu orang. Menurut Kepala KPw BI Jatim, Erwin Gunawan Hutapea, FESyar ini adalah bagian dari tiga fokus utama Bank Indonesia dalam konteks pendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. “Tiga fokus utama itu digitalisasi, mendorong pertumbuhan UMKM dan mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. FESyar ini bagian dari fokus ketiga kami,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Selasa (11/9/2024). Pihaknya mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah karena BI yakin ekonomi dan keuangan syariah itu merupakan salah satu motor pertumbuhan ekonomi. Dia mengatakan, untuk mendorong perkembangan ekonomi dan keuangan syariah itu harus dilakukan dengan pendekatan yang sifatnya end to end. Jadi pendekatan bersifat komprehensif sehingga bicara tidak hanya sektor keuangan tapi kita bicara halal lifesyle mulai dari kegiatan produksi kemudian fasilitasinya oleh sistem keuangan sampai kegiatan konsumsi pendekatan harus end to end. FESyar ini, kata Erwin, merupakan etalase untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dan nanti puncaknya akan digelar di Jakarta yakni Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF). FESyar di Jawa Timur ini merupakan FESyar Jawa yang merupakan gabungan dari KPw BI di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Kalau di Jawa pasti FESyar digelar di Jawa Timur atau Surabaya karena sejarah ISEF itu berasal dari Surabaya. Kalau di pulau lain FESyar-nya digelar bergilir dari satu provinsi ke provinsi yang lain,” tuturnya. FESyar tahun 2024 ini memang sengaja tidak digelar di hotel atau pusat perbelanjaan seperti sebelumnya. Kali ini di Masjid Nasional Al Akbar yang merupakan ikon dari pusat peradaban Islam. Sisi kegiatan banyak ysng dilakukan mulai seminar talkshow, lomba-lomba mulai dari TK hingga remaja, dewasa hingga profesional..Ada etalase khusus UMKM Syariah, ada Business Matching, Syariah Forum serta lainnya. Tujuannya untuk mempertemukan pelaku bisnis syariah dengan dunia perbankan syariah dan juga dengan investor dan buyer dari dalam dan luar negeri. Di ajang ini juga didatangkan Habib Syekh untuk takbir Akbar, ada juga Gus Iqdam untuk memberikan tausiah serta puncaknya akan hadir grup band GIGI dari Jakarta. Deputi Kepala KPw BI Jatim, Noor Nugroho menambahkan kegiatan FESyar ini secara garis besar akan dikelompokkan menjadi tiga kegiatan. Pertama Syariah Forum dimana akan ada 9 sesi dalam bentuk talkshow, edukasi mengenai ekonomi dan keuangan syariah.. Kedua adalah Businesss Matching. Yang akan mempertemukan UMKM syariah dengan perbankan untuk pembiayaan. Juga mendatangkan mitra dari dalam dan luar negeri. Dan yang ketiga adalah Syariah Ekonomi Fair yang akan ada saat opening hingga penutupan kegiatan. “Jadi jangan lewatkan kegiatan ini karena akan sangat bermanfaat untuk masyarakat,” pungkas Nugroho. (har) Baca juga :

Read More

UAH : Istighfar, Kunci Surga yang Sering Terlupakan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam sebuah ceramah yang menyentuh hati, Ustad Adi Hidayat mengungkapkan rahasia amalan yang jarang dibicarakan namun memiliki kekuatan luar biasa dalam kehidupan seorang muslim. Amalan tersebut adalah istighfar, yang tidak hanya membuka pintu cinta dan ridha Allah SWT, tetapi juga memberikan berbagai kemudahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Ustad Adi Hidayat yang biasa disebut UAH ini menekankan bahwa istighfar memiliki peran penting dalam membentuk hubungan yang kuat antara hamba dan Sang Pencipta. “Istighfar bukan hanya dapat mengantarkan kita kepada cinta Allah SWT, pada keridhaan Allah SWT, pada rahmat dan surganya Allah SWT, tetapi juga memberikan beragam kemudahan dalam berkehidupan,” terang Ustad Adi Hidayat, Rabu (11/9/2024). Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa amalan istighfar memiliki dampak yang nyata dalam kehidupan duniawi. Mulai dari kelancaran rezeki, kedamaian hati, ketenangan jiwa, hingga berbagai keringanan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Bahkan, istighfar dipercaya dapat menjadi solusi dari berbagai permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan. Pentingnya istighfar dalam kehidupan seorang muslim sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Nuh ayat 10-12, yang artinya: “Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.’” Ayat tersebut menggambarkan bagaimana istighfar dapat membuka pintu keberkahan dan kemudahan dalam hidup. Ustad Adi Hidayat menegaskan bahwa amalan ini seringkali terlupakan, padahal memiliki keutamaan yang begitu besar. “Teman-teman, amalan itu adalah istighfar, amalan itu adalah istighfar,” tegas Ustad Adi Hidayat, mengingatkan akan pentingnya menjadikan istighfar sebagai rutinitas dalam kehidupan sehari-hari. Dalam ajaran Islam, istighfar tidak hanya sebatas memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Lebih dari itu, istighfar merupakan bentuk pengakuan akan kelemahan diri sebagai manusia dan penegasan akan kebesaran Allah SWT. Dengan melakukan istighfar secara konsisten, seorang muslim diharapkan dapat meningkatkan kualitas spiritualnya dan memperkuat hubungannya dengan Allah SWT. Para ulama juga sepakat bahwa istighfar memiliki banyak keutamaan. Selain membersihkan jiwa dari dosa, istighfar juga dapat menenangkan hati, melapangkan dada, dan bahkan diyakini dapat mendatangkan rezeki yang tidak disangka-sangka. Dalam konteks kehidupan modern yang penuh tantangan, amalan istighfar menjadi semakin relevan. Di tengah hiruk-pikuk dunia yang seringkali membuat kita lupa akan tujuan hidup yang sesungguhnya, istighfar dapat menjadi pengingat akan kebesaran Allah SWT dan keterbatasan diri kita sebagai manusia. Ustad Adi Hidayat mengajak umat Islam untuk menjadikan istighfar sebagai amalan rutin dalam kehidupan sehari-hari. Beliau meyakini bahwa dengan membiasakan diri beristighfar, seorang muslim tidak hanya akan mendapatkan ketenangan batin, tetapi juga kemudahan dalam menjalani berbagai aspek kehidupan. Dia juga mengingatkan bahwa istighfar bukanlah amalan yang sulit dilakukan. Setiap muslim dapat memulainya dengan mengucapkan “Astaghfirullah” (aku memohon ampun kepada Allah) secara rutin, baik dalam shalat maupun di luar shalat. Dengan konsistensi dan keikhlasan, insya Allah keutamaan istighfar akan dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. (yan) Baca juga :

Read More

Korban Tewas Perang Gaza Capai 40.988 Jiwa

Gaza — 1miliarsantri.net : Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa sedikitnya 40.988 orang telah tewas dalam perang antara Israel dan militan Palestina yang kini memasuki bulan ke-12. Angka ini mencakup 16 kematian dalam 24 jam terakhir. Kementerian juga menyatakan bahwa 94.825 orang telah terluka di Jalur Gaza sejak perang dimulai ketika militan Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober lalu. Konflik berkepanjangan ini telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang luar biasa bagi penduduk Gaza. Ribuan warga sipil, termasuk anak-anak dan lansia, menjadi korban dalam pertempuran yang tak kunjung usai. Infrastruktur vital seperti rumah sakit, sekolah, dan pemukiman warga hancur akibat serangan udara dan pertempuran darat. Masyarakat internasional terus menyerukan gencatan senjata dan upaya perdamaian untuk mengakhiri penderitaan warga Gaza. Namun, kedua belah pihak masih belum mencapai kesepakatan yang dapat menghentikan pertumpahan darah ini. Krisis kemanusiaan di Gaza semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Akses terhadap makanan, air bersih, dan layanan kesehatan menjadi sangat terbatas. Banyak pengungsi terpaksa hidup dalam kondisi yang memprihatinkan di kamp-kamp darurat yang sesak. Perang ini telah memicu ketegangan di seluruh kawasan Timur Tengah dan memicu protes di berbagai negara. Upaya diplomatik terus dilakukan untuk mencari solusi damai, namun hingga saat ini belum membuahkan hasil yang signifikan. (zul) Baca juga :

Read More

Kompetisi Sains Madrasah, Diikuti Siswa Siswi Non Muslim Juga

Ternate — 1miliarsantri.net : Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2024 di Ternate, Maluku Utara, ternyata tidak hanya diikuti siswa muslim. Ada juga sejumlah siswa dari berbagai latar belakang agama yang ikut berkompetisi dalam ajang tahunan ini. Bertempat di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, KSM 2024 menunjukkan sisi inklusifnya dengan melibatkan peserta dari sekolah umum dengan latar belakang agama yang berbeda. Ini menjadikan KSM sebagai contoh nyata keberagaman dalam dunia pendidikan. Salah satu sorotan dari KSM 2024 adalah partisipasi tim dari SMP Darma Yudha Riau, yang terdiri dari siswa beragama Islam, Kristen, dan Buddha. Kehadiran mereka ikut memberi warna inklusi dan keberagaman yang diusung KSM tahun ini. KSM 2024 membawa angin segar dengan menghadirkan kategori baru untuk madrasah inklusif, madrasah di daerah terpencil (wilayah 3T), dan madrasah dengan siswa berkebutuhan khusus. Langkah ini menegaskan komitmen KSM untuk membuka akses dan kesempatan bagi semua peserta tanpa memandang latar belakang. Dari Tingkat Kecamatan hingga NasionalProses menuju KSM 2024 dimulai dari tingkat kecamatan, dilanjutkan ke kabupaten, dan akhirnya ke tingkat provinsi atau nasional. Setiap tahapan kompetisi membutuhkan persiapan yang matang dan kerja keras. Tim dari SMP Darma Yudha Riau menjalani proses yang menantang, dari mempelajari materi hingga beradaptasi dengan format soal KSM yang sering berubah. Meskipun menghadapi tantangan, terutama dalam hal integrasi Islam dalam soal-soal, peserta dari sekolah umum ini menunjukkan dedikasi tinggi. Misalnya, Bryan, siswa beragama Kristen. “Kadang kami mendapatkan soal terkait ayat-ayat Al-Qur’an atau jumlah ayat dalam surat tertentu. Kami sering bertanya kepada teman kami yang beragama Islam untuk memahami soal tersebut.” Bagi Bryn dan Felicia, tantangan terbesar adalah beradaptasi dengan konteks Islam dalam soal matematika dan IPA. Meskipun demikian, mereka tetap berusaha keras dengan memanfaatkan buku-buku pelajaran dan melakukan latihan di perpustakaan untuk mempersiapkan diri. “Untuk menghadapi soal sains, kami menggunakan buku-buku kami sendiri dan berlatih di perpustakaan. Kami belajar dan beradaptasi dengan konteks yang mungkin belum familiar bagi kami,” ujar mereka. Dukungan Penjurian dan Harapan Masa DepanPeserta KSM 2024 mengapresiasi dukungan dan keterbukaan penjurian, yang memfasilitasi komunikasi dan memberikan bimbingan selama kompetisi. Mereka berharap agar KSM di masa depan terus mendukung keberagaman dan membuka kesempatan bagi semua sekolah. “Kompetisi ini adalah tantangan yang menyenangkan dan memotivasi kami untuk belajar lebih banyak. Kami berharap KSM akan terus memberikan kesempatan yang adil dan mendukung keberagaman,” tambah salah satu peserta.(ion) Baca juga :

Read More