Gus Ghofur Ajak Tokoh Agama Berperan Aktif dalam Pilkada 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Ghofur Maimoen mengajak masyarakat dan tokoh agama berperan aktif pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. “Pilkada ini adalah gawe (hajatan) politik bersama setelah periodik yang harus diikuti oleh warga negara. Tidak boleh apatis atau menarik diri karena ini menyangkut kepentingan umum, ” terang Gus Ghofur. Gus Ghofur mengatakan meskipun ada sebagian orang yang tidak menyukai politik, mereka tetap perlu memahami bahwa politik dalam wajah baik adalah tentang menata publik dan memilih pemimpin yang tepat. “Memilih pemimpin yang baik berarti ikut andil dalam menata publik yang lebih baik. Sumber daya ekonomi yang mungkin terbatas bisa didistribusikan dengan adil jika kita memiliki pemimpin yang tepat,” tuturnya. Menurut Pengasuh Pesantren Al Anwar 3 Sarang, Rembang itu, Indonesia adalah negara majemuk dengan ragam pandangan dan kecenderungan yang berbeda dalam masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi tokoh-tokoh masyarakat, termasuk ulama dan kiai perlu ambil bagian dalam politik guna memastikan bahwa tatanan publik tetap baik. “Kalau masyarakat dibiarkan memilih pemimpin yang tidak pas, nanti nilai-nilai yang diambil tidak sepadan atau kurang baik. Kemudian sumber ekonomi yang terbatas bisa diperebutkan. Kalau itu tidak dipegang oleh orang yang pas, pasti nanti error,” ulasnya. Tak bisa dipungkiri, sisi buruk politik adalah perebutan kekuasaan yang seringkali diwarnai oleh permusuhan dan tindakan tidak terpuji. Dalam konteks Pilkada misalnya perebutan kekuasaan adalah hal yang tak terhindarkan, karena jabatan seperti bupati, gubernur, hingga presiden hanya bisa diisi oleh satu orang, sementara banyak pihak memiliki kepentingan untuk mendapatkannya. “Di sini peran ulama, kiai, sangat diperlukan agar perebutan itu tidak mengarah kepada hal-hal yang sangat negatif,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Visi Arab 2030 Tentang Pelayanan Haji Menyiapkan Fasilitas Berkelas

Jeddah — 1miliarsantri.net : Sepanjang transformasi Arab Saudi, satu hal tetap sama: dedikasi dan layanan Kerajaan terhadap Dua Masjid Suci dan para peziarah. Program Pengalaman Peziarah berupaya untuk memperkaya perjalanan spiritual para peziarah. Di jantung dunia Arab dan Islam, Arab Saudi memiliki hak istimewa untuk melayani Dua Masjid Suci. Jutaan peziarah dari seluruh dunia dan di Kerajaan ini mengikuti ibadah haji dan umrah setiap tahun. Program Pengalaman Peziarah menyediakan fasilitas kelas dunia, infrastruktur yang lebih baik, dan layanan digital bagi para peziarah untuk memastikan setiap individu diberkati dengan pengalaman spiritual istimewa yang tidak akan pernah mereka lupakan. Diluncurkan pada tahun 2019, Program Pengalaman Haji merasa terhormat untuk melayani jutaan jamaah haji di Arab Saudi dan menyambut mereka yang bepergian ke Kerajaan dari seluruh penjuru dunia. Melalui analisis mendalam tentang perjalanan, kebutuhan, dan harapan jamaah haji, Program ini telah bekerja sama dengan lembaga pemerintah dan sektor swasta untuk memastikan bahwa jamaah haji dan umrah dapat mengalami perjalanan iman mereka yang sepenuhnya transformatif. Program ini telah mendigitalkan dan menyederhanakan layanan di semua titik ziarah, mulai dari visa elektronik yang tersedia bagi jamaah haji asing hingga peluncuran kereta cepat Haramain yang memudahkan dan membuat transportasi antara Bandara Jeddah dan Tempat-Tempat Suci menjadi mudah dan nyaman. Program ini tidak hanya bekerja untuk memastikan logistik yang lancar, tetapi juga sangat bangga dalam menyediakan pengalaman budaya yang mendalam. Inisiatif yang memulihkan dan mengembangkan situs-situs Islam bersejarah memainkan peran penting dalam perjalanan spiritual jamaah haji dengan memungkinkan mereka untuk mengunjungi dan menikmati tempat-tempat yang sangat penting. Program ini merupakan model kelincahan dan keunggulan strategis serta infrastruktur, yang bertindak cepat untuk menjamin keberhasilan perjalanan haji (Manasik) dengan menjaga dari segala ancaman dan memiliki personel yang sangat terampil. Seiring dengan pemulihan dunia, Program ini berkomitmen untuk meningkatkan jumlah jamaah haji agar melampaui jumlah sebelum pandemi, dengan tujuan menampung 15 juta jamaah umrah internasional setiap tahunnya pada tahun 2025. Untuk mencapai tujuan ini, Program ini percaya bahwa dukungan sektor swasta sangat penting dalam meningkatkan status Kerajaan sebagai tujuan Islam dan budaya modern bagi para jamaah haji. (dul) Baca juga :

Read More

Jawaban Rasulullah SAW Saat Ditanya tentang Kitab Taurat Nabi Musa

Surabaya — 1miliarsantri.net : Syekh Allamah Muhammad bin Umar an-Nawawi al-Banteni dalam Kitab Syarah Kasyifah as-Saja Fi Syarhi Safinah an-Naja menyampaikan ada banyak kitab-kitab yang diturunkan Allah. Tetapi wajib mengetahui empat kitab secara tafshil, yaitu Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa Alaihissalam, Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud Alaihissalam, Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa Alaihissalam, dan Alquran yang diturunkan kepada makhluk terbaik Rasulullah Muhammad SAW. Dalam Kitab Syarah Kasyifah as-Saja Fi Syarhi Safinah an-Naja diceritakan. Abu Dzar bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, apa itu lembaran-lembaran (kitab Taurat) Musa?” Rasulullah menjawab, “Lembaran-lembaran Musa mengandung nasihat-nasihat. Di antaranya adalah aku heran dengan orang yang meyakini adanya kematian, bagaimana bisa ia merasa senang-senang? Aku heran dengan orang yang meyakini adanya neraka, bagaimana bisa ia tertawa-tawa?” “Aku heran dengan orang yang melihat dunia dan melihat bagaimana dunia mengontang-antingkan pengikutnya, bagaimana ia bisa merasa tenang-tenang saja mengejar dunia? Aku heran dengan orang yang meyakini adanya qodar, bagaimana bisa ia tidak terima atau marah dengan keadaan nasibnya? Aku heran dengan orang yang meyakini adanya penghitungan amal (hisab), bagaimana bisa ia tidak beramal?” Syekh Nawawi al-Banteni dalam kitab yang ditulisnya menjelaskan bahwa di dalam Kitab Taurat disebutkan, Wahai anak cucu (Nabi) Adam, janganlah takut dengan kekuasaan seseorang selama kekuasaan-Ku masih tetap dan Kekuasaan-Ku akan selalu tetap serta tidak akan sirna selama-lamanya. Hai anak cucu Adam, Aku telah menciptakanmu agar kamu beribadah kepada-Ku. Oleh karena itu janganlah kamu bermain-main. Hai anak cucu Adam, janganlah kamu takut dengan rezeki yang sedikit selama gedung-gedung rezeki-Ku itu penuh dan banyak. Dan sesungguhnya gedung-gedung rezeki-Ku itu tidak akan sirna atau habis selama-lamanya. Wahai anak cucu Adam, Aku telah menciptakan langit dan bumi. Aku tidaklah lemah dalam menciptakan semuanya. Apakah kamu menganggap-Ku lemah untuk memberikan satu roti yang Aku bagikan setiap waktu kepadamu? Hai anak cucu Adam, sebagaimana Aku tidak menuntutmu dengan amal besok, maka janganlah kamu menuntut-Ku dengan rezeki besok. Hai anak cucu Adam, wajib atasmu melakukan kefardhuan untuk-Ku dan wajib atas-Ku memberikan rezeki kepadamu. Kemudian apabila kamu tidak mentaati kefardhuan-Ku maka Aku tetap memberimu rezeki sesuai apa yang telah ditetapkan. Hai anak cucu Adam, apabila kamu ridho dengan apa yang telah Aku bagikan untukmu maka sungguh kamu telah memuaskan tubuhmu dan hatimu. Dan apabila kamu tidak ridho dengan apa yang telah Aku bagikan untukmu, maka Aku menguasakan dunia untuk mengalahkanmu, sehingga kamu akan bingung di dunia sebagaimana binatang-binatang liar merasa bingung di lahan yang lapang. Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, kamu tidak akan memperoleh dari dunia kecuali apa yang telah Aku bagikan kepadamu dan kamu disisi-Ku adalah orang yang tercela. (yat) Baca juga :

Read More

28 Mahasiswa Asing Studi Banding Kerukunan Beragama di Masjid Al Akbar Surabaya

Surabaya — 1miliarsantri.net : Sebanyak 28 mahasiswa dari Jepang, Filipna, Thailand, Laos, Amerika, Swedia, Kanada, Mesir, Uzbekistan studi banding tentang kerukunan umat beragama di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS). Mereka yang merupakan peserta program “CommTECH (Community and Technological Camp)” ITS Surabaya itu berkunjung ke MAS dengan didampingi M Haris Gigih Pratama MA dari Tim “International Office” ITS dan diterima langsung Ketua BPP MAS DR KHM Sudjak MAg di Ruang Perpustakaan MAS, Selasa. “Tahun ini, program Commtech memang bertema kerukunan umat beragama dan mereka belajar tentang hal itu ke beberapa komunitas agama di Indonesia selama dua minggu, termasuk ke Masjid Al-Akbar,” tutur M Haris Gigih Pratama MA, ketua rombongan. Menurut Gigih, Masjid Al-Akbar dianggap komunitas penting, karena Indonesia adalah negara mayoritas Muslim. “Jadi, mereka ingin tahu bagaimana upaya Masjid Al-Akbar merawat kerukunan umat beragama,” katanya. Selain ingin tahu bagaimana kelompok mayoritas Muslim merangkul minoritas di Masjid Al-Akbar, puluhan mahasiswa asing itu juga ingin tahu kontribusi Masjid Al-Akbar untuk masyarakat sekitar, terutama masalah lingkungan (green) dan ekonomi (festival ekonomi). Menjawab keingintahuan itu, Ketua Badan Pelaksana Pengelola (BPP) MAS DR KHM Sudjak MAg menjelaskan MAS yang dibangun tahun 1995 dan diresmikan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada tahun 2000 itumemiliki “tagline” yakni “Masjid Ramah untuk Semua” atau Islam Rahmatan lil alamin. “Jadi, Masjid Al-Akbar itu Ramah untuk Semua, karena itu masjid ini memiliki komunitas lansia, komunitas ibu-ibu atau emak-emak, komunitas GenZI (Generasi Z Islami), dan komunitas semua usia, termasuk ramah untuk non-muslim,” lanjutnya. Tentang Ramah untuk Non-Muslim itu, ia menjelaskan kelompok non-muslim bisa bertamu secara bebas ke Masjid Al-Akbar, asalkan mengenakan pakaian yang pakaian menyesuaikan dengan peraturan dalam Islam. Selain itu, Masjid Al-Akbar yang bertetangga dengan Gereja Katholik Mahakudus juga sering menjalin kerja sama. “Kerja sama dengan pihak gereja itu, antara lain kerja sama dalam hal parkir, misalnya kalau Idulfitri, maka parkir di Masjid Al-Akbar tidak cukup, sehingga perlu lokasi parkir cadangan dengan meminjam halaman gereja. Sebaliknya kalau gereja punya acara besar juga bisa pinjam parkir di Masjid Al-Akbar,” sambungnya. Ia menambahkan Masjid Al-Akbar sebagai masjid nasional juga tidak membedakan golongan dalam Islam, apakah NU, Muhammadiyah, dan lainnya, bahkan khotib (juru khutbah) dari semua kalangan juga bisa, asalkan inti ceramah adalah rahmatan lil alamin dan fokus pada materi ukhuwah (persaudaraan), termasuk ukhuwah wathoniyah. (har) Baca juga :

Read More

Al-Azhar Bikin Gebrakan Baru: Luncurkan Program Pembelajaran Hybrid Mahasiswa Asing

Mojokerto — 1miliarsantri.net : Dalam perhelatan Multaqa ke VIII yang dihadiri oleh ratusan alumni Al-Azhar Mesir dari berbagai daerah di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Rektor Universitas Al-Azhar, Prof. Dr. Salamah Daud, mengumumkan kabar gembira mengenai peluncuran program pembelajaran hybrid bagi mahasiswa asing. Program ini memberikan kesempatan bagi para calon mahasiswa dari berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk mengikuti pendidikan dari salah satu universitas tertua dan paling bergengsi di dunia secara daring dan luring. Program hybrid yang ditawarkan Fakultas Ilmu-ilmu Kesilaman dan Bahasa Arab bagi Mahasiswa Asing (Kulliyatul Ulum Al-Islamiyyah wal Arabiyyah lil Wafidin) memungkinkan para mahasiswa untuk menempuh dua tahun pertama secara online dan dua tahun terakhir secara langsung di kampus Universitas Al-Azhar, Kairo. Program ini didesain untuk memberikan fleksibilitas belajar yang lebih tinggi, terutama bagi mereka yang mengalami kendala akses fisik ke Mesir pada masa-masa awal pendidikan. “Kami sangat bangga dapat memberikan solusi pendidikan yang fleksibel dan terjangkau bagi mahasiswa asing, tanpa mengurangi kualitas pendidikan yang selama ini menjadi ciri khas Al-Azhar,” terang Prof. Dr. Salamah Daud yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Pusat Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (PP OIAA). “Dengan metode hybrid ini, kami berharap semakin banyak pelajar dari berbagai negara yang dapat menikmati pembelajaran dari para ulama terkemuka Al-Azhar dan mendapatkan ijazah yang diakui secara internasional.” Keunggulan Program Hybrid Al-Azhar 1) Kurikulum dari Al-Azhar. Semua mata kuliah, diktat, dan pengajar berasal langsung dari Universitas Al-Azhar. 2) Ijazah Setara Mahasiswa yang mengikuti program hybrid ini akan mendapatkan ijazah yang sama dengan mereka yang belajar langsung di kampus Al-Azhar, Kairo. 3)Biaya Terjangkau Biaya kuliah online adalah USD 1.500 per tahun (dua semester), sedangkan biaya belajar offline di Kairo adalah USD 1.000 per tahun. 4)Moderat dalam beragama*: Al-Azhar dikenal dengan pendekatan Ahlussunah wal Jamaah yang moderat dan relevan dengan masyarakat Indonesia. OIAA Cabang Indoensia menyambut baik inisiatif ini. “Ini adalah peluang luar biasa bagi para peminat studi Islam untuk belajar langsung dari sumber yang kredibel dan terpercaya,” pungkas Muchlis Hanafi, Sekjen OIAA cabang Indonesia. (tin) Baca juga :

Read More

Sampaikan Pesan Humanis, NU Goes Global

Washington — 1miliarsantri.net : Dalam kunjungan bersejarah ke Amerika Serikat, KH Yahya Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Yahya, membawa misi perdamaian dan harmoni global. Sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), beliau memulai rangkaian pertemuan strategis di Washington DC. Gus Yahya memukau para pakar di The Heritage Foundation, sebuah think tank berpengaruh di lingkaran Partai Republik. Selama lebih dari dua jam, ia memaparkan visi tentang peran krusial Indonesia dan NU dalam dinamika geopolitik, terutama di kawasan Indo-Pasifik dan dunia Islam. Jeff Smith, Direktur Pusat Studi Asia di lembaga tersebut, menyatakan komitmennya untuk mendukung kerja sama dengan Indonesia dan NU di masa depan. Perjalanan diplomasi berlanjut dengan jamuan makan siang bersama Peter Berkowitz, mantan pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri AS. Berkowitz, yang pernah hadir dalam Forum R20 di Bali, memuji inisiatif NU dan berjanji menghubungkan Gus Yahya dengan jaringan strategis di AS. Sore harinya, The Atlantic Council menjadi saksi pemaparan Gus Yahya tentang urgensi integrasi dunia Islam ke dalam sistem global. Frederick Kempe, Presiden dan CEO The Atlantic Council, mengakui pentingnya peran NU dalam dinamika global dan menyatakan dukungannya terhadap inisiatif-inisiatif NU di kancah internasional. Puncak hari pertama ditandai dengan makan malam bersama tokoh-tokoh kunci dari berbagai sektor, termasuk media, politik, dan teknologi. Gus Yahya menguraikan konsep “fiqih peradaban” dan pentingnya menguatkan kembali prinsip-prinsip dasar Piagam PBB untuk mencegah eskalasi konflik global. Agenda padat berlanjut pada Selasa (17/9/2024) dengan seminar bertajuk “A Multi-Religious Path Towards Middle East Peace” di The Washington Institute for Near East Policy. Kunjungan ke Kementerian Luar Negeri AS dan pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Uzra Zeya menjadi penutup sebelum Gus Yahya bertolak ke New York untuk agenda selanjutnya. Lawatan Gus Yahya ini menegaskan komitmen NU dalam mempromosikan perdamaian dan harmoni global, sekaligus memposisikan Indonesia sebagai aktor penting dalam diplomasi internasional. (riz) Baca juga :

Read More

Jerman Stop Pengiriman Senjata ke Israel

Berlin — 1miliarsantri.net : Jerman telah menghentikan ekspor senjata baru ke Israel di tengah kekhawatiran humanitarian yang meningkat. Berdasarkan analisis data dan sumber dekat Kementerian Ekonomi, keputusan ini diambil saat Jerman menghadapi tantangan hukum terkait ekspor senjata. Pada tahun lalu, Jerman menyetujui ekspor senjata senilai 326,5 juta euro ke Israel, termasuk peralatan militer dan senjata perang. Angka ini meningkat 10 kali lipat dibandingkan tahun 2022. Namun, persetujuan ekspor tahun ini mengalami penurunan drastis. Dari Januari hingga 21 Agustus, hanya 14,5 juta euro yang disetujui, dengan kategori “senjata perang” hanya mencapai 32.449 euro. Seorang sumber dekat kementerian mengutip pejabat senior pemerintah yang menyatakan bahwa mereka telah menghentikan proses persetujuan lisensi ekspor senjata ke Israel. Hal ini dilakukan sambil menunggu penyelesaian kasus hukum yang menyatakan bahwa ekspor tersebut melanggar hukum humanitarian. Kementerian Ekonomi Jerman belum menanggapi permintaan komentar terkait hal ini. Dalam pembelaan terhadap dua kasus hukum, satu di Mahkamah Internasional dan satu di Berlin yang diajukan oleh European Center for Constitutional and Human Rights (ECCHR), pemerintah Jerman menyatakan bahwa tidak ada senjata perang yang diekspor di bawah lisensi yang dikeluarkan sejak serangan Hamas pada 7 Oktober, kecuali suku cadang untuk kontrak jangka panjang. Serangan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 41.000 warga Palestina sejak 7 Oktober, menurut kementerian kesehatan Gaza. Konflik ini juga mengakibatkan pengungsian sebagian besar populasi yang berjumlah 2,3 juta jiwa, menyebabkan krisis kelaparan, dan memunculkan tuduhan genosida di Mahkamah Internasional, yang dibantah oleh Israel. Masalah ekspor senjata telah menciptakan ketegangan dalam pemerintahan Jerman. Kanselir tetap mendukung Israel, sementara Kementerian Ekonomi dan Luar Negeri yang dipimpin Partai Hijau semakin mengkritik pemerintahan Netanyahu. Tantangan hukum di seluruh Eropa juga menyebabkan sekutu Israel lainnya menghentikan atau menangguhkan ekspor senjata. Inggris bulan ini menangguhkan 30 dari 350 lisensi ekspor senjata ke Israel karena kekhawatiran bahwa Israel mungkin melanggar hukum humanitarian internasional. Pada Februari, pengadilan Belanda memerintahkan Belanda untuk menghentikan semua ekspor suku cadang pesawat tempur F-35 ke Israel karena kekhawatiran penggunaannya dalam serangan terhadap target sipil di Gaza. Pemerintahan Presiden Joe Biden tahun ini juga sempat menghentikan pengiriman beberapa bom ke Israel setelah adanya kekhawatiran AS tentang penggunaannya di Gaza yang padat penduduk. Namun, pengiriman tersebut kemudian dilanjutkan kembali. Persetujuan dan pengiriman jenis senjata lain, dalam sistem yang lebih presisi, terus berlanjut karena pejabat AS berpendapat bahwa Israel membutuhkan kapasitas untuk membela diri. Alexander Schwarz, pengacara di ECCHR yang telah mengajukan lima gugatan terhadap Berlin, mengatakan bahwa penurunan signifikan dalam persetujuan untuk tahun 2024 menunjukkan keengganan nyata, meskipun mungkin sementara, untuk memasok senjata ke Israel. “Namun, saya tidak akan menafsirkan ini sebagai perubahan kebijakan yang disengaja,” tambah Schwarz. (flo)

Read More

Kisah Islamnya Sayyidina Shuhaib RA

Surabaya –1miliarsantri.net : Sayyidina Shuhaib RA dan Sayyidina ‘Ammar RA memeluk lslam dalam waktu yang sama. Pada waktu itu, Baginda Nabi SAW sedang berada di rumah Sayyidina Arqam Rodhiyatlahu ‘anhu. Kedua orang ini berangkat dari tempat yang berbeda untuk menemui Baginda Nabi SAW. Secara kebetulan mereka berdua bertemu di depan pintu rumah Sayyidina Arqam Radhiyallohu ‘onhu. Keduanya saling menanyakan maksud kedatangan masing-masing. Ternyata maksud kedatangan mereka berdua sama, yakni untuk memeluk lslam dan berusaha mengambil keberkahan dari Baginda Nabi Shallollahu’alaihi wasallam. Sayyidina Shuhaib Radhiyallohu ‘anhu pun masuk lslam. Setelah ia masuk lslam, ia juga mengalami penderitaan seperti Kaum Muslimin yang jumlahnya masih sangat sedikit dan lemah. la disakiti dengan berbagai macam cara. Akhirnya, karena tidak tahan menanggung penderitaan itu, ia berniat untuk hijrah. Namun, Kaum Kafir Quraisy sangat tidak suka bila orang-orang lslam pergi ke tempat lain dan hidup dengan tenang. Apabila orang-orang kafir itu mendengar ada orang lslam yang akan berhijrah, mereka akan berusaha menghalang-halanginya. Orang-orang kafir Quraisy pun mengirim serombongan orang untuk mengejar dan menangkap Sayyidina Shuhaib. Sayyidina Shuhaib RA membawa satu wadah yang penuh dengan anak panah. la berseru kepada Kaum Kafir Quraisy, “Dengarkanlah! Kalian tahu aku pemanah yang paling mahir di antara kalian. Selama masih tersisa satu anak panah padaku, kalian tidak dapat mendekatiku. Jika anak-anak panah ini habis, akan kugunakan pedangku untuk melawan kalian, sehingga pedang ini terlepas dari tanganku. Setelah itu, berbuatlah semampumu. Tetapi, jika kalian mau, sebagai ganti nyawaku, kalian akan kuberitahu tempat hartaku di Makkah, dan akan aku berikan kepada kalian kedua budak perempuanku. Ambillah semuanya.” Kaum Kafir menyetujui usul tersebut. Sayyidina Shuhaib Radhiyallohu ‘anhu menyerahkan hartanya, kemudian melepaskan diri. Terhadap kejadian ini, maka turunlah ayat Al-Qur’an: وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَشْرِى نَفْسَهُ ٱبْتِغَآءَ مَرْضَاتِ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ رَءُوفٌۢ بِٱلْعِبَادِ Wa minan-nāsi may yasyrī nafsahubtigāa marḍātillāh, wallāhu raụfum bil-‘ibād Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. Ketika itu, Baginda Nabi SAW sedang berada di Quba. Saat melihat kedatangan Sayyidina Shuhaib, beliau bersabda, “Sangat beruntung perniagaanmu, wahai Shuhaib.” Sayyidina Shuhaib, “Suatu ketika, Baginda Rasulullah SAW sedang memakan kurma, dan aku menyertai beliau makan. Ketika itu, salah satu mataku sedang sakit, lalu Baginda Nabi SAW berkata, ‘Hai Shuhaib, matamu sakit, tetapi kamu memakan kurma?’ Aku menjawab, ‘Ya Rasulullah, aku makan dengan sebelah mataku yang sehat ini.’ Baginda Rasulullah tertawa mendengar jawabanku.” Sayyidina Shuhaib banyak membelanjakan harta di jalan Allah Subhaonahu woto’olo, sehingga Sayyidina Umar Radhiyallahu’anhu pernah berkata kepadanya, “Engkau telah berlebih-lebihan, wahai Shuhaib!” Sayyidina Shuhaib menjawab, “Aku tidak menggunakannya untuk hal yang sia-sia.” Ketika Sayyidina Umar Radhiyollohu ‘anhu hampir wafat, ia berwasiat agar Sayyidina Shuhaib Rodhiyallohu ‘anhu mengimami sholat jenazahnya. (yat) Baca juga :

Read More

Kemenag Harap Pesantren Jadi Ujung Tombak Penguatan Moderasi Beragama

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pondok pesantren diharapkan menjadi ujung tombak penerapan moderasi beragama. Harapan ini disampaikan Staf Khusus Menteri Agama Abdul Rochman pada Penguatan Nilai-Nilai Moderasi Beragama bagi Pendidik pada Pesantren Salafiyah di Jakarta. Abdul Rochman, mengingatkan pentingnya cara pandang keberagamaan yang dimiliki masyarakat muslim Indonesia yang moderat ini, sebagai bentuk syukur bangsa ini atas karunia Tuhan YME. “Kita wajib bersyukur atas wujud Negara Kesatuan Republik Indonesia. Meskipun negara kita bukan negara yang berdasarkan agama, tetapi semua warga negara bebas untuk memeluk agama dan beribadah sesuai dengan keyakinan dan agama masing-masing,” paparnya. Menurutnya, sebagai umat Islam kita wajib mensyukuri atas adanya undang-undang yang beraroma agama yang mengatur perkawinan, zakat, wakaf, jaminan produk halal, ekonomi dan perbankan syariah, dan peraturan perundang-undangan lainnya. Lebih lanjut Cak Adung—panggilan akrab Abdul Rochman—menyampaikan bahwa setidaknya ada empat indikator utama seseorang dinilai moderat dalam beragama, yaitu komitmen terhadap bangsa dan negara, menentang segala bentuk kekerasan, menolak sikap intoleran, dan menghargai kearifan lokal (local wisdom). “Pesantren harus menjadi ujung tombak dalam menerapkan spirit moderasi beragama ini. Tidak bisa dibayangkan, jika pesantren yang menjadi tempat menjadikan putra-putra bangsa agar mutafaqqih fiddin? Lebih mengecewakan lagi jika pesantren tidak menghasilkan lulusan sebagaimana yang diidamkan?” sambung Adung. Kasubdit Pendidikan Kesetaraan pada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren yang juga Ketua Pokja Moderasi Beragama Ditjen Pendidikan Islam Anis Masykhur menegaskan bahwa pesantren harus menjadi agen penguatan moderasi beragama. Sebab, moderasi beragama mustahil untuk diimplemetasikan tanpa ada pengetahuan ilmu agama yang luas. Dan, pesantren adalah “kawah candradimuka”, tempat penggodokan dan pengkajian ilmu agama. Anis menambahkan, ada sembilan kata kunci yang harus selalu diingat sebagai indikator umat yang moderat (ummatan wasatha). “Sembilan kata kunci ini diambil dari definisi moderasi beragama dan indikatornya, yaitu kemanusian, kemaslahatan umum, keadilan, berimbang, taat konstitusi, anti kekerasan, komitmen kebangsaan, toleransi, dan penghormatan kepada tradisi” pungkas Anis. (rid) Baca juga :

Read More

Gus Baha: Mukjizat Nabi Muhammad Tak Seperti Nabi Sebelumnya

Jakarta — 1miliarsantri.net : Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) menjelaskan perbedaan mukjizat Nabi Muhammad dan nabi-nabi sebelumnya yaitu kebanyakan mukjizat Nabi Muhammad berupa al-ardul basyariyah, memiliki sifat-sifat sebagaimana manusia biasa. Artinya, rasul memiliki sifat-sifat seperti memiliki rasa lapar, haus, sakit, tidur, sedih, senang, berkeluarga, dan lain sebagainya. Hal ini membuat Rasulullah mudah ditiru oleh umatnya. Ketika Rasulullah ingin khutbah, ia langsung mengambil kayu yang ada di depannya dan berdiri sebagai tanda. “Perbedaan mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad dan nabi-nabi sebelumnya yaitu mukjizat Nabi Muhammad bersifat basyariyah atau manusia. Sedangkan mukjizat nabi sebelumnya dahsyat-dahsyat,” terang Gus Baha Nabi sebelumnya mendapatkan mukjizat bisa komunikasi dengan hewan, bisa mengeluarkan unta dari batu, membelah lautan, dan lain sebagainya. Menurutnya, Allah menjelaskan sifat Nabi Muhammad, seseorang yang pernah yatim dan dirawat Allah. Pernah tidak jadi nabi, lalu diangkat. Pernah miskin lalu dikayakan. Allah menceritakan kehidupan sehari-hari, tapi Nabi Muhammad senang. Agama ini akan enak, karena sesuai dengan keseharian kita, Rasulullah pernah ditanya, apa itu Islam, lalu dijawab yang memberikan makan. Ini penting disampaikan agar agama ini mudah,” imbuhnya. Ulama asal Rembang ini menambahkan, orang kafir dulu pernah meminta mukjizat agar Allah turun dan menggandeng Nabi Muhammad, lalu mengumumkan bahwa ini nabi. Lalu tidak dituruti. Allah tidak menuruti, karena orang yang menolak Nabi Muhammad sebagai nabi adalah angkuh. Ketika ada mukjizat pun dia akan minta yang lain, tapi belum tentu beriman. “Karena sebanyak apapun mukjizat nabi, jika secara sosial tidak cocok maka tidak akan bisa diterima masyarakat. Mudah diterima oleh semua kalangan. Jadi lewat ngaji ini saya ingin menyampaikan, kamu yang ingin keramat tidak usah ingin aneh-aneh, biasa saja tapi masuk surga,” jelasnya. Selain itu, Nabi disamakan dengan manusia pada umumnya, meskipun tetap tidak sama pada hakikatnya agar tidak ada ucapan bahwa tidak bisa meniru karena itu nabi dan bisa melakukannya. Tidak hanya Nabi Muhammad, Allah pun menjelaskan sifatnya secara sederhana yaitu dzat yang menghilangkan rasa lapar dan takut. Allah swt berfirman: الَّذِيْٓ اَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ ەۙ وَّاٰمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍ Allazi at’amahum min jū'(in), wa amanahum min khauf(in) Yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut “Allah menjelaskan dirinya dengan sederhana, sesuai keseharian kita. Di Indonesia kita aman-aman saja, makan dan ngaji tidak ditangkap. Ini paling disukai Rasulullah. Jadi saya berpesan, setelah ngaji ini yang ingin keramat, tinggalkan. Biasa saja, tapi masuk surga,” tandasnya. (yan) Baca juga :

Read More