Kiat Agar Niat Sedekah Jauh dari Riya

Surabaya — 1miliarsantri.net : Sedekah merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Allah SWT menjanjikan pahala besar bagi mereka yang bersedekah dengan ikhlas. Namun, dalam prosesnya bisa jadi muncul godaan riya, yaitu melakukan kebaikan agar dilihat atau dipuji orang lain. Riya adalah penyakit hati yang dapat menghapus pahala sedekah. Untuk menjaga agar niat sedekah tetap murni dan jauh dari riya, berikut adalah 6 kiat yang bisa dilakukan: Langkah pertama agar terhindar dari riya adalah dengan meluruskan niat sebelum melakukan sedekah. Niatkan sedekah semata-mata hanya untuk mendapatkan ridha Allah SWT, bukan untuk mendapatkan pujian, penghargaan, atau pengakuan dari orang lain. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dengan niat yang ikhlas, sedekah yang dilakukan akan menjadi amal yang bernilai di sisi Allah SWT. Salah satu cara terbaik untuk menghindari riya adalah dengan menyembunyikan sedekah. Tidak semua sedekah harus dilakukan secara terbuka atau diketahui orang lain. Allah SWT memuji mereka yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi dalam Al-Qur’an: “Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” (QS.Al-Baqarah: 271). Dengan bersedekah secara tersembunyi, kita terhindar dari godaan untuk ingin dipuji atau diperhatikan oleh orang lain. Keikhlasan dalam beribadah adalah hal yang sangat penting dan memerlukan bantuan dari Allah SWT. Salah satu cara agar niat sedekah jauh dari riya adalah dengan selalu berdoa memohon keikhlasan. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk selalu memohon perlindungan dari riya. Terkadang, pujian dari orang lain bisa memicu munculnya rasa bangga diri dan riya. Untuk menjaga niat sedekah tetap murni, usahakan untuk menghindari atau tidak terlalu memperhatikan pujian dari orang lain. Jangan terlalu berfokus pada bagaimana orang lain menilai perbuatan kita. Sebaliknya, fokuskan perhatian pada bagaimana Allah SWT menilai amalan kita. Jika ada orang yang memuji, kembalikan pujian itu kepada Allah dengan mengucapkan “Alhamdulillah” dan tetap menjaga hati agar tidak terjerumus dalam riya. Mengendalikan hati merupakan tantangan besar, terutama ketika seseorang sudah terbiasa bersedekah secara terbuka. Godaan untuk merasa bangga dan senang dipuji akan selalu ada. Oleh karena itu, penting untuk selalu introspeksi dan mengamati diri sendiri. Jika ada perasaan bangga atau ingin dipuji, segera ingatkan diri bahwa tujuan sedekah adalah hanya untuk Allah SWT. Latih diri untuk selalu mengingat kematian dan akhirat, di mana segala amal hanya akan diterima jika dilakukan dengan ikhlas. Ini akan membantu mengatasi rasa ingin dipuji oleh manusia. Sedekah yang dilakukan secara konsisten, baik dalam jumlah kecil atau besar, akan membantu seseorang menjaga niatnya tetap lurus. Ketika bersedekah sudah menjadi kebiasaan yang konsisten, seseorang akan lebih fokus pada amal itu sendiri dan bukan pada bagaimana orang lain melihatnya. UCare Indonesia menyediakan platform sedekah online melalui bantusesama, sehingga dapat memudahkan sahabat untuk kontinu dalam bersedekah kapan saja dan dimana saja. Menjaga niat sedekah agar jauh dari riya memang memerlukan usaha, introspeksi, dan doa. Dengan meluruskan niat, menyembunyikan sedekah, berdoa untuk keikhlasan, serta konsisten dalam bersedekah, kita bisa menjaga amal ini tetap bersih dan diterima di sisi Allah SWT. Semoga Allah senantiasa membimbing hati kita untuk selalu ikhlas dalam beramal, termasuk dalam bersedekah. (yat) Baca juga :

Read More

Kisah Al-Biruni Menghitung Keliling Bumi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menurut perhitungan modern, seperti dicatat Sigurd Humerfelt dalam “How WGS 84 Defines Earth” (2010), keliling bumi di area khatulistiwa adalah 40.075,017 km. Dengan memanfaatkan kalkulasi trigonometri, seorang saintis Muslim dari abad ke-11, al-Biruni, menemukan bahwa keliling bumi adalah 40.225 km. Angka itu bila dibandingkan dengan hasil temuan kini hanya menyimpang sekira 0,38 persen. Dengan perkataan lain, akurasi sang polymath Muslim sangat besar, yakni mencapai 99,62 persen. Al-Biruni menemukan pula radius bumi, yakni 6.339,6 km. Hingga abad ke-16 M, akademisi Eropa Barat belum mampu mengukur jarak demikian, seperti yang dilakukan Muslim genius tersebut. Maka, bagaimana metode yang diterapkan sang al-Ustadz fii al-‘Ulum (Gurunya Banyak Ilmu) untuk sampai pada hasil demikian? Heriyanto menjelaskan, pertama-tama al-Biruni—seperti halnya para ilmuwan Muslim terdahulu maupun sezamannya—berprinsip bahwa bumi ini berbentuk bulat seperti bola. Ia juga menunjukkan, planet ini berputas pada porosnya. Kemudian, al-Biruni mesti menemukan data penting, yakni jarak jari-jari bumi. Sebab, nilai pi sudah ditemukan oleh matematikawan sebelumnya, termasuk Muhammad bin Musa al-Khwarizmi (780-847). Selain itu, besaran tinggi gunung juga telah diketahui. Untuk menyederhanakan kalkulasi, bentuk bola itu dilukiskan dalam bentuk dua dimensi, yaitu lingkaran. Katakanlah, O adalah titik pusat bumi. Titik A adalah titik di permukaan Bumi yang menjadi kaki gunung yang tinggi. Titik P berarti titik puncak gunung. Titik B adalah titik di permukaan bumi yang merupakan titik singgung garis P dengan horizon bumi—titik S. Kedua titik P dan S membentuk garis PS. Titik A dan B berada pada bidang permukaan bumi yang ketinggiannya sama dengan permukaan laut (h = 0 meter). Garis AP adalah tinggi gunung. Garis OB tegak lurus dengan garis PS. Ini sesuai dengan dalil geometri, sebuah garis yang menyinggung lingkaran akan tegak lurus dengan jari-jari lingkaran yang melalui titik singgung garis tersebut dengan lingkaran (titik B). Al-Biruni lalu menentukan data sudut elevasi, yakni sudut penglihatan dari P ke arah permukaan laut (h = 0). Dengan perkataan lain, sudut itu adalah yang terbentuk antara garis PS dan garis OAP. Adapun sudut elevasi yang ditemukannya, tutur Heriyanto, disimbolkan dengan huruf “α” (alpha). Garis AP adalah tinggi gunung (h). Al-Biruni mengadakan observasi di banyak tempat, khususnya kawasan Pegunungan Himalaya dan Hindukush. Gunung-gunung di sana rata-rata memiliki ketinggian puncak antara 6.000–7.000 m. Dengan mengetahui data (h) dan sudut elevasi, al-Biruni dapat menghitung jari-jari bumi (R). Ia menggunakan Dalil Sinus, yakni “panjang sisi a : panjang sisi b : panjang sisi c = sin A : sin B : sin C.” Karena itu, “garis OB : garis OP = sin OPB : sin OBP.” Garis OB adalah R. Adapun OP adalah R ditambah (h). Lambda adalah sudut OPB. Sedangkan sudut OBP adalah 90 derajat, yang memiliki sin sama dengan 1. Karena tinggi (h) dan sudut elevasi sudah diketahui, nilai R pun dapat dicari. Dari sana, keliling bumi pun bisa ditentukan dengan rumus “keliling = 2.π.R.” Hasilnya, al-Biruni mengatakan, jarak keliling bumi adalah 25 ribu 2/7 mil atau setara 40.225 km. (jeha) Baca juga :

Read More

Ahmad Soffa, Pelaku UMKM Rembang Populerkan Sirop Buah Kawista

Tuban — 1miliarsantri.net : Tren minuman kekinian dengan berbagai rasa, mendorong Ahmad Soffa (40 tahun), pegiat UMKM asal Rembang mengembangkan usaha sirop dari buah kawista. Usaha Ahmad ini didukung Rumah BUMN (RB) Rembang yang dikelola PT Semen Gresik, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG). Ahmad Soffa berhasil menjual ribuan botol sirop buah kawista ke wilayah Rembang, Blora, Pati hingga Tuban, Jawa Timur. Menurut pria yang akrab disapa Soffa ini, buah kawista yang dikenal dengan aroma dan rasa uniknya, kian sulit ditemukan. “Saya melihat potensi di sini, bukan hanya dari sisi bisnis, tapi juga bagaimana menjaga warisan Rembang. Pohon penghasil buah kawista di Rembang sekarang mulai sulit ditemukan karena jarang ada pihak yang membudidayakan, sementara buah kawista adalah salah satu identitas daerah ini, dan saya ingin masyarakat tetap bisa menikmatinya,” ungkap Ahmad Soffa kepada 1miliarsantri.net, Senin (22/9/2024). Soffa mengisahkan, ia memulai usaha produksi sirop kawista dengan merk Sonaya pada Agustus 2023 lalu dengan dorongan dari kerabat dekat serta orang tua. Berbekal resep turunan dari orang tuanya yang diproduksi untuk konsumsi pribadi, kini Soffa mampu menjual hingga 4.000 botol sirop kawista dalam setahun, dengan harga Rp19.000 per botol sirop. “Berawal dari produksi dengan porsi kecil 10 botol yang dijual ke kerabat, sampai akhirnya meningkat seiring permintaan kerabat dari pembeli-pembeli sebelumnya. Alhamdulillah, sekarang ada kemajuan, selain karena peran reseller juga, banyak dari orang lokal Rembang membeli dalam jumlah banyak untuk dijadikan oleh-oleh keluarga di luar kota, terutama pada momen Ramadan kemarin,” ujar Soffa. Dia menambahkan, produk siropnya dibuat dengan fokus pada kualitas dan keaslian rasa. Tanpa menggunakan bahan pengawet buatan, Soffa memastikan bahwa setiap botol sirop diproses dengan komposisi yang tepat. Ia berharap produknya dapat dinikmati masyarakat sebagai bentuk pelestarian buah khas Rembang. “Sirop kawista Sonaya diproduksi tanpa bahan pengawet pabrikan, pencampuran komposisi yang pas dengan menggunakan gula tebu premium. Saya berusaha menjaga cita rasa asli kawista setelah melalui beberapa kali eksperimen resep, agar masyarakat bisa menikmati rasa sirop kawista yang autentik,” jelas Soffa. Keberhasilan Soffa tidak terlepas dari peran Rumah BUMN Rembang PT Semen Gresik. Sejak bergabung pada bulan Januari 2024 lalu, Soffa merasakan berbagai manfaat, antara lain ilmu untuk melakukan pembukuan keuangan yang efektif, peningkatan omzet, hingga desain kemasan. Produknya juga masuk dalam program Hampers Berkah UKM Rembang pada Idul Fitri 1445 H lalu. “RB Rembang banyak membantu saya dalam mengembangkan usaha ini, mulai dari pelatihan hingga dukungan pasar melalui display produk di workshop RB Rembang. Sekarang, produk kami lebih dikenal dan permintaan terus meningkat. Saya berharap, dengan dukungan berkelanjutan dari RB Rembang, akan lebih banyak pelaku usaha lokal yang bisa mengembangkan potensi bisnis dan menjaga nilai lokal yang ada.” tambah Soffa. Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, sebagai perusahaan BUMN, SIG berkomitmen untuk terus mendukung kemajuan dan pengembangan UMKM melalui berbagai program pembinaan, untuk menggerakkan perekonomian daerah. Karena sejak dulu, UMKM telah terbukti menjadi salah satu penyokong perekonomian. “UMKM memegang peranan penting dalam perekonomian karena mendukung pemberdayaan masyarakat dalam hal pengentasan pemasalahan sosial seperti pengangguran dengan membuka lapangan pekerjaan. Kami berharap, dengan pendampingan yang berkelanjutan, akan lebih banyak UMKM dapat berkembang, berdaya saing, mandiri dan mampu menembus pasar nasional hingga global, sehingga mampu memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi bangsa dan negara,” tutur Vita Mahreyni. Selama empat tahun, RB Rembang telah membantu lebih dari 400 mitra UMKM dan mencatatkan transaksi senilai Rp3,9 miliar. Melalui pelatihan dan pendampingan, RB Rembang terus menjadi mitra strategis bagi para pengusaha lokal yang ingin mengembangkan usahanya, seperti yang dialami Ahmad Soffa. (lau) Baca juga :

Read More

Erdogan Siap ‘Gempur’ PBB demi Palestina

Gaza — 1miliarsantri.net : Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan akan terbang ke New York akhir pekan ini untuk berbicara di Sidang Umum PBB ke-79. Dalam pidatonya, dia diperkirakan akan menyerukan keadilan bagi Palestina, terutama Gaza yang tengah diserang Israel. Sidang tahunan ini akan menjadi panggung bagi para pemimpin negara dari berbagai penjuru dunia untuk menyuarakan pendapat mereka. Erdogan sendiri sudah 14 kali hadir dalam forum bergengsi ini. Presiden Turki itu terkenal dengan slogannya “Dunia lebih besar dari lima”, merujuk pada lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Dia kerap menekankan perlunya reformasi di lembaga internasional tersebut. Dalam pidatonya, Erdogan akan mendorong keanggotaan penuh Palestina di PBB serta pengakuan dari lebih banyak negara. Dia juga akan mendesak komunitas internasional meningkatkan tekanan terhadap Israel terkait serangan brutalnya di Gaza yang hampir genap setahun. Erdogan akan menegaskan pentingnya negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya demi perdamaian dan stabilitas kawasan. Turki selama ini memang vokal mengkritik Israel. Erdogan bahkan pernah menyamakan PM Benjamin Netanyahu dengan Adolf Hitler dan menuduh Tel Aviv melakukan genosida. Pada Mei lalu, Turki menghentikan perdagangan dengan Israel sebagai protes atas serangan di Gaza. Bulan Agustus, Ankara secara resmi bergabung dengan inisiatif Afrika Selatan untuk membawa Israel ke Mahkamah Internasional atas tuduhan genosida. Di forum PBB nanti, Erdogan akan mengajak negara-negara dunia mendukung upaya meminta pertanggungjawaban Israel atas “kejahatan terhadap kemanusiaan” yang dilakukannya. Dalam pidatonya di Sidang Umum PBB 2019 lalu, Erdogan sudah memperingatkan bahwa Israel berupaya “mengambil sisa-sisa Palestina”. Dia mengkritik ketidakmampuan PBB merealisasikan keputusan-keputusan yang diambil untuk menghentikan pelanggaran Israel di Palestina. Sambil menunjukkan peta perubahan wilayah Palestina sejak 1947, Erdogan menjelaskan bagaimana Palestina terus menyusut seiring ekspansi Israel selama puluhan tahun. “Israel tidak akan puas,” katanya saat itu. Konflik berdarah terbaru antara Israel-Palestina dipicu serangan Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan 1.200 orang Israel dan menyandera sekitar 250 orang. Serangan balasan Israel ke Gaza telah menewaskan lebih dari 41.000 warga Palestina dan mengungsikan hampir seluruh penduduk yang berjumlah 2,3 juta jiwa. Turki juga memperingatkan bahwa Israel mungkin akan menyerang negara-negara lain di kawasan setelah menghancurkan perlawanan Palestina. Erdogan mewanti-wanti agar waspada terhadap langkah ekspansionis pemerintahan Netanyahu yang bisa memicu konflik lebih besar di Timur Tengah. Dalam pidatonya nanti, Erdogan juga akan kembali mengajak komunitas internasional mengakui kemerdekaan Republik Turki Siprus Utara (RTSU) serta menjalin hubungan diplomatik, politik dan ekonomi dengannya. RTSU telah terisolasi secara internasional sejak menyatakan kemerdekaan dari administrasi Siprus Yunani di selatan pada 1983. Hal ini terjadi setelah intervensi militer Turki untuk melindungi warga Turki Siprus dari kudeta Siprus Yunani yang bertujuan menganeksasi pulau itu ke Yunani. Di sela-sela KTT, Erdogan akan bertemu para pemimpin negara dan perwakilan lain untuk membahas isu-isu krusial yang mendominasi agenda internasional, termasuk Gaza. Menlu Hakan Fidan, yang gencar melakukan upaya diplomatik untuk gencatan senjata di Gaza, juga akan mendampingi Erdogan ke New York. Fidan dijadwalkan menghadiri pertemuan ketiga kelompok kontak Gaza yang dibentuk November tahun lalu pada KTT luar biasa gabungan Liga Arab dan Organisasi Kerjasama Islam (OIC). (zul) Baca juga :

Read More

Mukjizat Rasulullah: Keajaiban dalam Kesederhanaan

Rembang — 1miliarsantri.net : Dalam sebuah pengajian KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha menyoroti keunikan mukjizat Rasulullah Muhammad SAW. Berbeda dengan para nabi terdahulu yang dianugerahi mukjizat luar biasa, Rasulullah justru diberkahi dengan keistimewaan yang lebih manusiawi. “Mukjizat Rasulullah bersifat basyariyah, artinya sangat manusiawi,” ungkap Gus Baha. Beliau juga menjelaskan bahwa Nabi Muhammad memiliki karakteristik yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari umatnya. Gus Baha memaparkan bahwa Rasulullah mengalami berbagai kondisi yang dialami manusia pada umumnya. Mulai dari rasa lapar, haus, sakit, hingga emosi seperti sedih dan gembira. Bahkan dalam hal ibadah, Nabi Muhammad mencontohkan cara yang sederhana dan mudah ditiru. “Ketika hendak berkhutbah, Rasulullah cukup mengambil sebatang kayu di dekatnya sebagai mimbar. Ini menunjukkan bahwa ajaran Islam sangat praktis dan sesuai dengan keseharian kita,” jelas Gus Baha. Lebih lanjut, ulama kelahiran Rembang ini menekankan bahwa kesederhanaan ini justru menjadi kekuatan dakwah Rasulullah. “Agama ini menjadi lebih mudah diterima karena selaras dengan kehidupan sehari-hari umat,” tambahnya. Gus Baha juga mengaitkan hal ini dengan firman Allah SWT yang menggambarkan diri-Nya sebagai Dzat yang menghilangkan rasa lapar dan ketakutan. “Allah menjelaskan diri-Nya dengan cara yang sederhana, sesuai dengan pengalaman kita sehari-hari,” ujarnya. Di akhir ceramahnya, Gus Baha berpesan kepada jamaah agar tidak terlalu mengejar hal-hal yang dianggap keramat. “Yang terpenting adalah menjalani kehidupan dengan baik dan berusaha masuk surga,” tutupnya. Ceramah Gus Baha ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk menghargai kesederhanaan dan nilai-nilai praktis dalam beragama, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW. (hud) Baca juga:

Read More

FESyar Jawa 2024 Bantu UMKM Naikkan Omzet

Surabaya — 1miliarsantri.net : Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2024 mencatatkan total transaksi penjualan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar Rp 5,2 miliar selama penyelenggarannya dalam 3 hari sejak Jumat (13/9/2024) hingga Ahad (15/9/2024) lalu di Masjid Al-Akbar Surabaya. Selain itu, transaksi business matching secara offline maupun online yang melibatkan 26 lembaga pembiayaan, 3 e-commerce, dan 20 potential buyer tercatat senilai Rp 23,59 miliar. Selama tiga hari penyelenggaraan FESyar Jawa, jumlah pengunjung hingga 15 September 2024 mencapai 89.555 orang. Jumlah ini mencakup pengunjung secara langsung di lokasi acara (Seminar, Talkshow, Showcase UMKM, Business Matching & Coaching, Donor Darah, Jalan Berkah, Lomba, Fashion Show), serta pengunjung (jamaah). FESyar Jawa 2024 merupakan bagian dari rangkaian acara menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-11 yang akan diselenggarakan pada 30 Oktober – 3 November 2024 di Jakarta. Turut berpartisipasi dalam FESyar Jawa 2024, unit bisnis Pondok Pesantren (PP) Sunan Drajat Lamongan Jawa Timur. Pengurus Perekonomian unit bisnis PP Sunan Drajat Zuhair mengatakan, sejak bergabung menjadi UMKM binaan Bank Indonesia (BI) pada 2020, omzet keseluruhaan Perekonomian PP Sunan Drajat mengalami peningkatan signifikan. Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2024 mencatatkan total transaksi penjualan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar Rp 5,2 miliar selama penyelenggarannya dalam 3 hari sejak Jumat (13/9/2024) hingga Ahad (15/9/2024) di Masjid Al-Akbar Surabaya. – “Selama 4 tahun menjadi binaan BI, omzet keseluruhan Perekonomian (unit bisnis) PP Sunan Drajat dalam sebulan bisa mencapai Rp 10 miliar hingga Rp 15 miliar. Sebelumnya dari sejak didirikan pada 2015 hingga sebelum 2020 omset kami sangat kecil,” terang Zuhari di sela-sela Pameran FESyar Jawa 2024. Saat ini, unit bisnis PP Sunan Drajat memiliki beberapa unit bisnis mulai dari pelayanan barang dan jasa. Salah satu yang menjadi penopang bisnis adalah Toko Serba Ada (Toserba) yang sudah memiliki 13 cabang di wilayah Jawa Timur. Zuhair menambahkan saat ini, Perekonomian PP Sunan Drajat sudah memiliki 700 karyawan. “Untuk Toserba Sunan Drajat, salah satu pusatnya di Pacitan, dan kami saat ini sudah memiliki 13 cabang dan akan terus bertambah setiap bulannya. Selain itu kami juga memiliki beberapa travel umroh resmi dan membawahi 12 UMKM yang sudah memiliki sertifikasi halal,” tutur Zuhair. Dengan adanya gelaran FESyar Jawa 2024, lanjut Zuhair, diharapkan unit bisnis dan produk dari PP Sunan Drajat bisa dikenal oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Ia juga berharap perekonomian syariah di Indonesia terus berkembang mewujudkan Indonesia sebagai pusat perekonomian syariah dunia. “Mudah-mudahan dengan adanya FESyar Jawa 2024 ini bisa menopang perekonomian para UMKM ya, dan otomatis dengan pendapatan bertambah juga yang membantu perekonomian emak-emak yang menyanting di rumah supaya dapurnya tetap mengebul,” harap Tiwi. Tiwi menambahkan, selama menjadi UMKM binaan BI, dirinya memiliki berbagai kesempatan yang sangat berharga, salah satunya adalah membuka jalannya memasarkan batik Trenggalek lebih luas. “Saat ini memang belum ekspor ya, tapi dengan sering mengikuti kegiatan pameran seperti ini membuat kami semakin dikenal, doakan agar mimpi kami tersebut dapat terwujud,” pungkasnya. (har) Baca juga :

Read More

Kisah Islamnya Sayyidina Shuhaib RA

Surabaya –1miliarsantri.net : Sayyidina Shuhaib RA dan Sayyidina ‘Ammar RA memeluk lslam dalam waktu yang sama. Pada waktu itu, Baginda Nabi SAW sedang berada di rumah Sayyidina Arqam Rodhiyatlahu ‘anhu. Kedua orang ini berangkat dari tempat yang berbeda untuk menemui Baginda Nabi SAW. Secara kebetulan mereka berdua bertemu di depan pintu rumah Sayyidina Arqam Radhiyallohu ‘onhu. Keduanya saling menanyakan maksud kedatangan masing-masing. Ternyata maksud kedatangan mereka berdua sama, yakni untuk memeluk lslam dan berusaha mengambil keberkahan dari Baginda Nabi Shallollahu’alaihi wasallam. Sayyidina Shuhaib Radhiyallohu ‘anhu pun masuk lslam. Setelah ia masuk lslam, ia juga mengalami penderitaan seperti Kaum Muslimin yang jumlahnya masih sangat sedikit dan lemah. la disakiti dengan berbagai macam cara. Akhirnya, karena tidak tahan menanggung penderitaan itu, ia berniat untuk hijrah. Namun, Kaum Kafir Quraisy sangat tidak suka bila orang-orang lslam pergi ke tempat lain dan hidup dengan tenang. Apabila orang-orang kafir itu mendengar ada orang lslam yang akan berhijrah, mereka akan berusaha menghalang-halanginya. Orang-orang kafir Quraisy pun mengirim serombongan orang untuk mengejar dan menangkap Sayyidina Shuhaib. Sayyidina Shuhaib RA membawa satu wadah yang penuh dengan anak panah. la berseru kepada Kaum Kafir Quraisy, “Dengarkanlah! Kalian tahu aku pemanah yang paling mahir di antara kalian. Selama masih tersisa satu anak panah padaku, kalian tidak dapat mendekatiku. Jika anak-anak panah ini habis, akan kugunakan pedangku untuk melawan kalian, sehingga pedang ini terlepas dari tanganku. Setelah itu, berbuatlah semampumu. Tetapi, jika kalian mau, sebagai ganti nyawaku, kalian akan kuberitahu tempat hartaku di Makkah, dan akan aku berikan kepada kalian kedua budak perempuanku. Ambillah semuanya.” Kaum Kafir menyetujui usul tersebut. Sayyidina Shuhaib Radhiyallohu ‘anhu menyerahkan hartanya, kemudian melepaskan diri. Terhadap kejadian ini, maka turunlah ayat Al-Qur’an: وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَشْرِى نَفْسَهُ ٱبْتِغَآءَ مَرْضَاتِ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ رَءُوفٌۢ بِٱلْعِبَادِ Wa minan-nāsi may yasyrī nafsahubtigāa marḍātillāh, wallāhu raụfum bil-‘ibād Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. Ketika itu, Baginda Nabi SAW sedang berada di Quba. Saat melihat kedatangan Sayyidina Shuhaib, beliau bersabda, “Sangat beruntung perniagaanmu, wahai Shuhaib.” Sayyidina Shuhaib, “Suatu ketika, Baginda Rasulullah SAW sedang memakan kurma, dan aku menyertai beliau makan. Ketika itu, salah satu mataku sedang sakit, lalu Baginda Nabi SAW berkata, ‘Hai Shuhaib, matamu sakit, tetapi kamu memakan kurma?’ Aku menjawab, ‘Ya Rasulullah, aku makan dengan sebelah mataku yang sehat ini.’ Baginda Rasulullah tertawa mendengar jawabanku.” Sayyidina Shuhaib banyak membelanjakan harta di jalan Allah Subhaonahu woto’olo, sehingga Sayyidina Umar Radhiyallahu’anhu pernah berkata kepadanya, “Engkau telah berlebih-lebihan, wahai Shuhaib!” Sayyidina Shuhaib menjawab, “Aku tidak menggunakannya untuk hal yang sia-sia.” Ketika Sayyidina Umar Radhiyollohu ‘anhu hampir wafat, ia berwasiat agar Sayyidina Shuhaib Rodhiyallohu ‘anhu mengimami sholat jenazahnya. (yat) Baca juga :

Read More

Serangan Israel Bikin Gempar, Pemimpin Hizbullah Ngamuk

Gaza — 1miliarsantri.net : Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, mengecam keras tindakan Israel yang menurutnya telah “melanggar semua garis merah”. Pada Kamis lalu, Nasrallah mengakui bahwa kelompoknya menerima “pukulan telak yang belum pernah terjadi sebelumnya” akibat peledakan ribuan alat komunikasi oleh Israel. Nasrallah menyatakan bahwa Israel bermaksud membunuh setidaknya 5.000 orang dalam waktu dua menit dengan meledakkan ribuan pager pada Selasa dan perangkat walkie-talkie pada Rabu. “Musuh menggunakan metode sipil yang dipakai banyak orang, tanpa peduli siapa yang membawanya,” ucap Nasrallah dalam pidato televisi, sementara pesawat tempur Israel memecahkan kecepatan suara di atas Beirut. Meskipun Israel belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, Hizbullah menuduh mereka telah meledakkan perangkat komunikasi nirkabel yang menewaskan 37 orang dan melukai ribuan lainnya. Laporan media dan sumber keamanan menyebutkan bahwa serangan itu kemungkinan dilakukan oleh agen mata-mata Mossad. “Tak diragukan lagi, kami telah menerima pukulan keamanan dan kemanusiaan yang besar, belum pernah terjadi dalam sejarah perlawanan di Lebanon,” kata Nasrallah, bersumpah bahwa kelompoknya akan membalas serangan Israel. Ia menegaskan bahwa kejadian ini bisa disebut sebagai “deklarasi perang”. Pemimpin kelompok yang didukung Iran itu mengungkapkan bahwa mereka menerima “pesan melalui saluran resmi dan tidak resmi yang menyatakan bahwa tujuan serangan adalah untuk menghentikan dukungan terhadap Gaza”. Meski demikian, Nasrallah tetap bersikukuh bahwa “perlawanan” di front Lebanon tidak akan berhenti kecuali perang di Gaza dihentikan. Hizbullah mulai baku tembak dengan Israel pada 8 Oktober, sehari setelah sekutu Palestina mereka, Hamas, menyerang Israel selatan, memicu perang Gaza. Puluhan ribu orang telah mengungsi dari kedua sisi perbatasan. Hamas melakukan salah satu serangan paling mematikan terhadap Israel pada Oktober lalu, yang menewaskan setidaknya 1.000 warga Israel. Sebagai balasan, Israel melancarkan operasi militer di Jalur Gaza. Dalam beberapa pekan terakhir, Israel menyatakan ingin fokus pada front utara, dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersumpah pada hari Rabu untuk mengembalikan puluhan ribu penduduk yang dievakuasi dari daerah perbatasan ke rumah mereka. Namun, Nasrallah memperingatkan Netanyahu dan Menteri Pertahanan Gallant bahwa Israel “tidak akan bisa mengembalikan penduduknya ke utara,” kecuali perang Gaza dihentikan. (zul) Baca juga :

Read More

Indonesia dan Italia Teken Perjanjian Pengakuan Produk Halal Pertama di Eropa

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menandatangani Mutual Recognition Agreement (MRA) Jaminan Produk Halal (JPH) dengan Halal Italia di Palazzo Castiglioni, Milan. Perjanjian ini menjadi landasan saling pengakuan sertifikat halal antara Kementerian Agama RI dengan Halal Italia, sekaligus yang pertama di Eropa. Penandatanganan difasilitasi oleh Associazione Italiana Commercio Estero (AICE), asosiasi pedagang terbesar di Italia. “Penandatanganan MRA ini dimaksudkan untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Italia, melalui Halal Italia sebagai salah satu Lembaga Sertifikasi Halal yang sesuai dengan standar Indonesia,” terangnya. Menag Yaqut menegaskan bahwa mulai Oktober 2024, beberapa jenis produk yang masuk dan beredar di Indonesia wajib memiliki sertifikasi halal, sesuai amanat Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. “Ini juga dapat memperkuat integrasi pasar regional dan meningkatkan aksesibilitas produk halal bagi lebih banyak konsumen. Sehingga konsumen dapat memiliki kepercayaan penuh terhadap produk halal yang mereka beli dan konsumsi,” imbuhnya. Lebih lanjut, Menag Yaqut menjelaskan transformasi sertifikasi halal dari yang semula bersifat sukarela menjadi wajib, dan dari yang semula dikelola oleh organisasi masyarakat menjadi kewenangan negara. “Halal dapat dianggap sebagai konsep universal, relevan bagi semua orang, dan tidak terbatas hanya pada komunitas Muslim. Halal menandakan komitmen terhadap gaya hidup yang sehat,” ungkapnya. Sekretaris Jenderal AICE, David Doninotti, menyatakan bahwa MRA tersebut adalah peristiwa bersejarah, tidak hanya di Milan, namun juga di Eropa. Ia menggarisbawahi peran AICE dalam memperkuat hubungan komersial dengan Indonesia selama 20 tahun terakhir. CEO Halal Italia, Hamid Distefano, mengapresiasi proses yang telah dilalui menuju penandatanganan MRA. “MRA ini merupakan langkah bersejarah dalam memperkuat hubungan antara Indonesia dan Italia tidak hanya pada tingkat komersial tetapi dalam perspektif membangun jembatan spiritual dan persaudaraan antara komunitas Islam di Barat dan di Timur,” ungkapnya. Perjanjian ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi perdagangan produk halal antara Indonesia dan Italia, serta menjadi model bagi kerjasama serupa dengan negara-negara Eropa lainnya di masa depan. (wink) Baca juga :

Read More

Gus Ghofur Ajak Tokoh Agama Berperan Aktif dalam Pilkada 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Ghofur Maimoen mengajak masyarakat dan tokoh agama berperan aktif pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. “Pilkada ini adalah gawe (hajatan) politik bersama setelah periodik yang harus diikuti oleh warga negara. Tidak boleh apatis atau menarik diri karena ini menyangkut kepentingan umum, ” terang Gus Ghofur. Gus Ghofur mengatakan meskipun ada sebagian orang yang tidak menyukai politik, mereka tetap perlu memahami bahwa politik dalam wajah baik adalah tentang menata publik dan memilih pemimpin yang tepat. “Memilih pemimpin yang baik berarti ikut andil dalam menata publik yang lebih baik. Sumber daya ekonomi yang mungkin terbatas bisa didistribusikan dengan adil jika kita memiliki pemimpin yang tepat,” tuturnya. Menurut Pengasuh Pesantren Al Anwar 3 Sarang, Rembang itu, Indonesia adalah negara majemuk dengan ragam pandangan dan kecenderungan yang berbeda dalam masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi tokoh-tokoh masyarakat, termasuk ulama dan kiai perlu ambil bagian dalam politik guna memastikan bahwa tatanan publik tetap baik. “Kalau masyarakat dibiarkan memilih pemimpin yang tidak pas, nanti nilai-nilai yang diambil tidak sepadan atau kurang baik. Kemudian sumber ekonomi yang terbatas bisa diperebutkan. Kalau itu tidak dipegang oleh orang yang pas, pasti nanti error,” ulasnya. Tak bisa dipungkiri, sisi buruk politik adalah perebutan kekuasaan yang seringkali diwarnai oleh permusuhan dan tindakan tidak terpuji. Dalam konteks Pilkada misalnya perebutan kekuasaan adalah hal yang tak terhindarkan, karena jabatan seperti bupati, gubernur, hingga presiden hanya bisa diisi oleh satu orang, sementara banyak pihak memiliki kepentingan untuk mendapatkannya. “Di sini peran ulama, kiai, sangat diperlukan agar perebutan itu tidak mengarah kepada hal-hal yang sangat negatif,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More