Bolehkah FOMO dalam Islam? Intip Hukumnya di sini Yuk Biar Lebih Bijak!
Habib Jafar pernah menyebutkan, FOMO bisa menjadi energi spiritual bila diorientasikan pada amal shalih. Allah berfirman dalam Q.S. At-Taghabun ayat 16: “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu.”
Ayat ini mengajarkan kita untuk bersemangat mengikuti perkembangan, namun tetap dalam batas kemampuan dan ketakwaan. Dengan begitu, FOMO tidak lagi menjadi beban, melainkan dorongan agar kamu terus tumbuh dalam hal positif.
Mengubah Pengalaman FOMO Menjadi Jalan Spiritual
Ada banyak kisah nyata bagaimana FOMO bisa diarahkan pada kebaikan. Misalnya, saat seseorang melihat konten tentang jamaah umroh yang membagikan makanan di Tanah Suci, lalu timbul perasaan, “Aku juga ingin melakukan hal yang sama.” Rasa takut ketinggalan itu kemudian berubah menjadi semangat berbagi, hingga melahirkan kebahagiaan batin.
Di sinilah letak perbedaannya. FOMO pada tren dunia sering kali hanya menghasilkan kelelahan, sementara FOMO dalam ibadah justru membawa kedamaian. Saat kamu merasa takut tertinggal dalam amal shalih, itulah tanda bahwa jiwa sedang diarahkan menuju ridha Allah.
Baca juga: Yuk Cobain! Bisnis Sampingan (Side Hustle) Halal Ini Bikin Dompet Tebal Tanpa Takut Riba!
Bijak Menyikapi FOMO dalam Islam
Pada akhirnya, FOMO dalam Islam adalah pengingat bagi kita semua. Jika ia membuatmu sibuk mengejar dunia, maka hati akan lelah tanpa henti. Tetapi jika ia membuatmu takut tertinggal dalam kebaikan, maka itu adalah motivasi yang mendekatkanmu kepada Allah.
Kamu tidak perlu ikut semua tren hanya demi pengakuan. Yang lebih penting adalah bagaimana memastikan diri tidak tertinggal dalam perjalanan menuju Tuhan. Karena ketenangan sejati tidak datang dari kepuasan dunia, melainkan dari ketulusan dalam berlomba-lomba melakukan kebaikan.
Penulis : Iftitah Rahmawati
Editor : Thamrin Humris dan Ainun Maghfiroh
Sumber foto: Ilustrasi
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


