Wujudkan Eco-Pesantren, Adaro Lakukan Program Konservasi Bambu di Kalimantan Selatan

Dengarkan Artikel Ini

Selain penguatan kelembagaan juga diberikan berbagai praktik pertanian alami bagi kalangan ponpes dengan harapan ilmu yang diterima bermanfaat untuk pengembangan budidaya bambu dan tanaman lain.

Sementara, Perwakilan Self Learning Institute, Mochammad Irvan Efrizal, menjelaskan, budidaya bambu di Ponpes Al Islam sangat mendukung untuk mewujudkan Eco-Pesantren. Budidaya bambu yang terintegrasi dengan pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam di sekitarnya bagian dari pembelajaran bagi santri.

“Santri dapat menjadi agen perawat dan pelestari lingkungan sebagai langkah konkrit dalam menjawab tantangan krisis ekologi saat ini,” jelas Irvan.

Penanaman bambu sendiri adalah upaya untuk menjawab tantangan krisis ekologi yang terjadi saat ini dan juga sebagai upaya perbaikan kualitas lingkungan. Mengingat bambu salah satu tanaman yang menghasilkan 62 ton oksigen per hektare dan dapat menyerap 88 ton karbondioksida dalam setahun.

Selain itu, bambu adalah tanaman yang dapat mengkonservasi air dan dalam satu rumpunnya dapat menyimpan hingga 5.000 liter air. Irvan menyebutkan, adanya kawasan konservasi bambu di Ponpes Al Islam maka kualitas udara dan cadangan air untuk kebutuhan pondok pesantren dan masyarakat sekitar akan menjadi lebih baik. (gun)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca