Waspadai! Ini Induk Penyakit Hati yang Harus Dihindari
Tanda-Tanda Riya’
- Beramal hanya ketika ada orang yang melihat.
- Merasa kecewa jika amalnya tidak dipuji.
- Lebih mengutamakan penilaian manusia dibanding keridhaan Allah.
Cara Menghindari Riya’
- Selalu memperbarui niat sebelum beramal.
- Menyembunyikan amal kebaikan jika memungkinkan.
- Mengingat bahwa pujian manusia tidak akan menambah pahala di sisi Allah.
3. Ujub, Takabur, dan Fakhr
Ujub adalah merasa kagum pada diri sendiri, takabur adalah merasa lebih tinggi dari orang lain, sedangkan fakhr adalah membanggakan diri secara berlebihan. Ketiga sifat ini sangat berbahaya karena membuat seseorang meremehkan orang lain. Iblis terlaknat menjadi contoh pertama sifat takabur. Ketika Allah memerintahkannya untuk sujud kepada Nabi Adam, ia berkata:
انا خير منه خلقتني من نار وخلقته من طين
“Aku lebih baik darinya, Engkau menciptakanku dari api sedangkan Engkau menciptakannya dari tanah.” (QS. Al-A’raf: 12).
Ciri-Ciri Takabur
- Tidak mau menerima kebenaran jika datang dari orang lain.
- Meremehkan pendapat orang.
- Mudah tersinggung ketika dinasihati.
Cara Mengobati Ujub dan Takabur
- Melihat anak kecil, ingat bahwa mereka belum memiliki dosa, sedangkan kita sudah banyak berbuat salah.
- Melihat orang tua, sadar bahwa amal mereka lebih banyak karena umur mereka lebih panjang.
- Melihat orang alim, yakin bahwa mereka lebih berilmu.
- Melihat orang bodoh, pahami bahwa dosa mereka lebih sedikit karena ketidaktahuan.
- Melihat orang kafir, jangan sombong karena bisa jadi suatu saat mereka masuk Islam dengan amal yang lebih baik daripada kita.
Dengan pola pikir seperti ini, hati akan lebih rendah hati, jauh dari ujub, takabur, dan fakhr.
Baca juga: Gua Hira, Tempat Sejarah Sangat Penting Bagi Umat Islam
Pentingnya Membersihkan Hati dari Induk Penyakit
Membersihkan hati adalah kewajiban setiap Muslim. Sebab, amal yang dikerjakan tanpa hati yang bersih bisa kehilangan nilainya di sisi Allah. Seseorang bisa saja rajin beribadah, tetapi jika hatinya penuh hasad, riya’, dan ujub, maka amalnya terancam tidak diterima.
Allah berfirman dalam QS. Asy-Syu’ara: 88-89:
“(Yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
Induk penyakit hati yang terdiri dari hasad, riya’, dan ujub merupakan tiga sifat tercela yang wajib dijauhi. Hasad membuat manusia iri terhadap nikmat orang lain, riya’ merusak niat ibadah, sementara ujub dan takabur menumbuhkan kesombongan yang hanya memperbesar dosa.
Mengobati penyakit hati membutuhkan latihan, kesabaran, dan muhasabah diri secara terus-menerus. Caranya adalah dengan memperbanyak syukur, memperbarui niat, menanamkan kerendahan hati, serta selalu berdoa agar Allah menjaga hati kita.
Pada akhirnya, yang menentukan kemuliaan seorang hamba bukanlah pujian manusia, melainkan bagaimana ia menghadap Allah dengan hati yang bersih. Oleh sebab itu, mari kita berusaha membersihkan diri dari induk penyakit hati agar mendapatkan ridha Allah SWT dan husnul khatimah di akhir hayat.
Penulis: Imam Zakaria
Editor: Ainun Maghfiroh
Sumber foto: Ilustrasi
Sumber artikel: Manhal lathif, Sayyid Muhammad bin ‘Alawi al-Maliky
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


