Suhu Panas Ekstrem Penyebab Banyaknya Jamaah Haji Wafat
“Anda meminta jantung untuk melakukan lebih banyak pekerjaan daripada yang biasanya dilakukan,” kata Jay.
Ia menambahkan, bagi seseorang dengan kondisi jantung, kondisi tersebut sama seperti seseorang dengan otot kaki yang lemah atau mengelami cedera tapi harus berlari mengejar bus. “Pasti ada sesuatu yang akan terjadi.”
Faktor ketiga adalah dehidrasi yang berbahaya. Jay mengatakan saat orang berkeringat, mereka kehilangan cairan hingga ke titik yang dapat membuat ginjal mengalami tekanan berat.
Profesor kesehatan masyarakat dari Universitas Harvard dan dokter ruang gawat darurat di Rumah Sakit Umum Massachusetts Dr Renee Salas mengatakan, dehidrasi dapat berkembang menjadi syok, menyebabkan organ-organ tubuh berhenti bekerja karena kekurangan darah, oksigen dan nutrisi, yang menyebabkan kejang-kejang dan kematian.
“Dehidrasi bisa sangat berbahaya dan bahkan mematikan bagi semua orang jika sudah cukup parah – tetapi sangat berbahaya bagi mereka yang memiliki kondisi medis dan sedang dalam pengobatan tertentu,” ungkap Salas.
Jay mengatakan dehidrasi juga mengurangi aliran darah dan memperbesar masalah jantung. (drus)
Baca juga :
- Gempa Bumi M5.2 Kembali Mengguncang Pulau Flores dan Sekitarnya
- Peluang Emas! Pendaftaran Beasiswa Santri BAZNAS 2026 Resmi Dibuka, Kuota 2.500 Orang
- RESPALDA Al Huda Rawasapi Bawa Pulang Dua Prestasi dari LKBB PION XV SMAN 5 Bekasi
- Update Gempa Susulan Flores M7,7: Tembus 10.232 Kejadian, Pola Mulai Menurun
- Banjarnegara Diguncang Gempa Darat M2.5, Tidak Berpotensi Taunami
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


