Sosok Kiai Zuhri Zaini Yang Selalu Tersenyum
Probolinggo – 1miliarsantri.net : Penampilan nya cukup sederhana, namun tetap bersahaja. Tutur kata begitu lembut, halus dan santun membuatnya disukai dan dicintai banyak orang. Setiap melihatnya aura kesejukan dan ketenangan terpancar di dalam dirinya. Kemana-mana memakai baju kokoh, peci dan sarung berwarna putih seakan telah menjadi ciri khasnya. Hari-harinya dipenuhi dengan aktivitas bermanfaat, seperti mengajar dan membimbing santri-santri serta mengayomi masyarakat sekitarnya.
Itulah KH Zuhri Zaini putra kelima dari pasangan KH Zaini Mun’im dan Nyai Nafi’ah. Beliau lahir di Probolinggo, Jawa Timur pada 5 Oktober 1948. Karier pendidikannya beliau habiskan di Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, sebuah pesantren yang didirikan langsung oleh ayahanda Kiai Zuhri, KH Zaini Mun’im. Mulai dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah hingga ke Perguruan Tinggi, dan akhirnya menyandang gelar BA (singkatan dari Bachelor of Arts).
Di pesantren asuhan ayahandanya ini Zuhri mudah mempelajari pelbagai ilmu pengetahuan, khususnya tentang ilmu-ilmu keislaman. Misalnya, ilmu gramatika bahasa Arab melalui kitab, seperti Jurumiyah, Mutammimah, Alfiyah dan Ibnu Aqil. Juga kitab-kitab Fiqh, semisal Safinatun Najah, Sullamut Taufiq, Fathul Qorib, Fathul Mu’in dan lain sebagainya.
Merasa tidak puas hanya belajar di pesantrennya sendiri, meski telah menyandang gelar BA, Zuhri muda akhirnya melanjutkan pengembaraan intelektual ke Pesantren Sidogiri Pasuruan selama 3 tahun. Di pesantren inilah, beliau belajar langsung tentang ilmu-ilmu keislaman kepada (alm) KH Cholil Nawawi, salah satu pengasuh pesantren tertua tersebut.
Berkat didikan langsung keluarga dengan ditopang semangat tinggi dalam menimba ilmu pengetahuan, tidak heran jika Kiai Zuhri tumbuh menjadi sosok yang sangat mahir dan alim, khususnya di bidang ilmu agama. Bahkan, kealimannya tersebut sudah masyhur di kalangan masyarakat terutama wilayah Jawa Timur. Terbukti, dalem Kiai Zuhri nyaris tak pernah sepi dari para tamu yang setiap waktu selalu berdatangan dengan maksud dan tujuan berbeda-beda.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


