RS Ridhoka Salma Bekasi Memberikan Pelayanan Kesehatan Berbasis Sedekah
“Jadi kata dokter yang sudah 8 tahun bekerja di Ridhoka Salma merasa di rumah sakit ini banyak malaikatnya yang ikut menjaga, sehingga para dokter merasa nyaman dan kegiatan operasinya juga lancar dan berhasil,” ujar Ibu Ghani mengutip pengakuan dokter di rumah sakitnya yang kebetulan juga seorang non muslim. Meskipun non muslim, tetapi, dokter tersebut mengaku bisa merasakan aura positif yang terdapat di dalam rumah sakit.
Hal positif lain yang juga bisa dilihat dari rumah sakit Ridhoka Salma, adalah komitmennya dalam menerapkan kebijakan pembayaran yang sangat fleksibel. Misalnya, ketika ada pasien yang tidak mampu membayar penuh, maka si pasien tersebut dapat melakukan pembayaran dengan sistem mengangsur.
“Bahkan proses mengangsurnya bisa 10-12 kali. Dalam beberapa kasus, rumah sakit bahkan mengikhlaskan biaya pengobatan bagi pasien yang benar-benar tidak mampu,” sambungnya.
Ia mengakui bahwa pendekatan berbasis sedekah ini juga berdampak positif pada pengembangan rumah sakit. Pemilik tanah di sekitar rumah sakit misalnya, bersedia menjual tanah mereka kepada Ridhoka Salma dengan pembayaran bertahap tanpa bunga. Padahal ada pihak lain yang bersedia membayar tanah-tanah di belakang rumah sakit tersebut dengan kontan alias cash. Tetapi, warga yang berada di belakang rumah sakit memilih memberikan tanahnya kepada pihak rumah sakit.
“Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap misi rumah sakit yang kami bangun selama ini,” tukasnya.
Ridhoka Salma juga menjadi salah satu dari sedikit rumah sakit di Bekasi yang memutuskan untuk beroperasi secara syariah. Meskipun hal ini membawa tantangan tambahan, namun rumah sakit ini tetap berkomitmen pada prinsip prinsip kesyariahan. Maka, dengan pendekatan uniknya, Rumah Sakit Ridhoka Salma telah membuktikan bahwa pelayanan kesehatan berbasis nilai-nilai kemanusiaan dan sedekah dapat membawa keberkahan dan pertumbuhan.
“Rumah sakit ini menjadi contoh bagaimana sebuah institusi kesehatan dapat menggabungkan nilai-nilai kemanusiaan dengan pelayanan medis profesional, menciptakan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya. (yus)
Baca juga :
- Gempa Bumi M5.2 Kembali Mengguncang Pulau Flores dan Sekitarnya
- Peluang Emas! Pendaftaran Beasiswa Santri BAZNAS 2026 Resmi Dibuka, Kuota 2.500 Orang
- RESPALDA Al Huda Rawasapi Bawa Pulang Dua Prestasi dari LKBB PION XV SMAN 5 Bekasi
- Update Gempa Susulan Flores M7,7: Tembus 10.232 Kejadian, Pola Mulai Menurun
- Banjarnegara Diguncang Gempa Darat M2.5, Tidak Berpotensi Taunami
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


