Quraish Shihab : Orang Tua Harus Bisa Menjadi Sahabat Bagi Anak
Orang tua, sambungnya, harus mampu mendidik anak-anaknya, menjelaskan bahaya-bahaya yang mungkin dialami anak seperti saat ini yang sedang marak, yakni isu LGBT. Agama tidak menyetujui itu. Namun, kita bisa bergandengan tangan untuk memberi tahu bahwa hal tersebut berdampak buruk, bukan justru diam.
“Orang yang diam dalam menghadapi keburukan itu seperti setan yang membisu. Jadi kita bisa memberitahu anak dengan cara yang baik. Jangan bersikap seperti bangau yang meletakkan matanya di tanah atau menyembunyikan kepalanya. Orang tua harus memberitahu sesuatu yang dirasa ada kekeliruan sehingga dapat diobati,” tuturnya.
Buya Quraish menegaskan, yang paling bertanggung jawab atas anak adalah orang tuanya, kemudian baru sekolah. Anak memang semestinya lebih dekat dengan orang tua dibanding gurunya.
Prof Quraish melanjutkan, orang tua menjadi salah jika merasa malu tidak mau memberikan pelajaran sekalipun terkait seks. Kita jangan mengandalkan orang lain meskipun itu adalah guru agama.
“Di dalam Al-Qur’an cara mengajarkan seksualitas adalah dengan berterus terang tetapi dengan bahasa yang bersih. Kemudian menyadari bahwa itu adalah sesuatu yang normal pada waktunya, sehingga ada pembatasan yang harus dilakukan manusia. Karena kalau tidak dibatasi akan berbahaya,” pungkasnya. (rim)
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


