Puluhan Guru Ngaji, jamaah Majelis Taklim Hingga Dhuafa Ikuti Program Operasi Katarak Gratis
“Kegiatan saya sehari-hari itu ke Majelis Taklim. Tapi ketika mendapatkan gejala (katarak) ini, untuk membaca pun sulit. Diperlukan lampu senter agar saya bisa membaca lebih jelas,” ungkap Warti.
Warti mengatakan, gejala penyakit mata katarak yang dideritanya ini sudah dialaminya bertahun-tahun.
“Dulu sempat hendak dioperasi, namun takut. Tapi ketika sekarang saya mendengar bahwa teknik operasi yang dilakukannya adalah teknik modern, yang 15-25 menit beres, maka atas izin Allah saya memberanikan diri,” kata Warti.
Warti berharap, pasca proses pemulihan dari operasi ini, untuk bisa memanfaatkan anugerah yang diberikan Allah di sisa usianya. Khususnya mengisi waktu untuk mengaji. (den)
Baca juga :
- Relawan Kemanusiaan Gempa Flores-NTT ‘Ahmad Zaki Ali’ Wafat Saat Salurkan Bantuan
- Penyintas Gempa Flores: Jangan Saling Mencakar dalam Situasi Saat Ini
- Hujan Jakarta Hari Ini Mengguyur Cempaka Putih, Pengendara Diminta Waspada Jalan Licin
- Masjid Pantai Bali Kembali Jadi “Bumi Perkemahan”, Hadirkan Konsep Masjid Out of The Box
- MTs & SMP Islam Al-Huda Rawasapi Bersama RW 09 Jatimulya Gelar Upacara HUT RI ke-81
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


