Poin Penting Seputar Ikhlas dan Riya
- Adapun ikhlas dalam mencari pahala berarti kehendak untuk memperoleh keuntungan akhirat dengan melakukan kebaikan
- Kebalikannya adalah riya atau keinginan mendapatkan keuntungan dunia dengan amal akhirat, baik mengharap dari Allah SWT maupun dari manusia
- Al-Ghazali menjelaskan, hal yang diperhitungkan dalam perilaku riya adalah apa yang diinginkan, bukan dari siapa
- Selain itu, kedua bentuk keikhlasan di atas mempunyai pengaruh yaitu bahwa keikhlasan dalam beramal menjadikan amal sebagai sarana mendekatkan diri pada Allah SWT (taqarrub), dan keikhlasan mencari pahala membuat amal diterima serta memperoleh pahala berlimpah
- Sebaliknya, lanjut Al-Ghazali, kemunafikan itu merusak amal dan mengeluarkannya dari posisi taqarrub. Sementara riya mengakibatkan ditolaknya amal.
Lantas pada posisi ikhlas yang bagaimana, dan dalam perbuatan taat yang manakah ia harus berada?
- Menurut sebagian ulama, amal itu ada tiga macam. Pertama, amal yang mengandung kedua macam ikhlas di atas sekaligus. Kedua, ibadah lahir yang murni. Ketiga, ibadah yang tidak mengandung keikhlasan mencari pahala tetapi mengandung keikhlasan beramal, yaitu hal-hal mubah yang diambil sebagai bekal.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

