PBNU Meminta Maaf atas Kunjungan 5 Nahdliyin ke Israel

Dengarkan Artikel Ini

“Yang diuntungkan (dari program kunjungan ini) hanya Israel dengan kunjungan NU,” ujarnya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI), sebuah badan yang terdiri dari para ulama terkemuka di negara itu, mengatakan mereka “sangat (menyesalkan)” kunjungan tersebut pada saat puluhan ribu warga Palestina telah dibunuh oleh Israel.

Ketua NU Syafi Alielha mengatakan pertemuan tersebut menunjukkan kurangnya pemahaman mengenai kondisi geopolitik dan kebijakan NU, dan menambahkan bahwa pertemuan tersebut tidak mewakili organisasi tersebut.

“Kami tidak tahu apa tujuannya dan siapa yang mensponsorinya. Ini tindakan yang patut disesalkan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dimuat di situs NU, Minggu (14/7/2024).

Sekjen NU Saifullah Yusuf keesokan harinya mengatakan NU sedang meminta klarifikasi dan akan memanggil kelima aktivis tersebut untuk dimintai penjelasan.

Jika terbukti melanggar salah satu prinsip organisasi, mereka dapat diberhentikan dari jabatannya di NU, katanya.

Unusia juga mengatakan akan mengadakan sidang etik terhadap Zainul dan mengatakan kunjungan kelompok tersebut telah merusak reputasinya. “Unusia mendukung penuh kemerdekaan Palestina dan mengutuk keras praktik genosida yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina yang masih berlangsung,” demikian pernyataan universitas tersebut.

Didirikan pada tahun 1926, NU mengusung aliran Islam moderat dan memiliki sekitar 91,2 juta anggota, berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri Indonesia tahun 2019. Organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia, Muhammadiyah, memiliki sekitar 60 juta anggota.

Ini bukan pertama kalinya isu terkait Israel memicu kemarahan di Indonesia di tengah perang di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 39.000 orang, menurut otoritas kesehatan setempat.

Pada bulan April, Kementerian Luar Negeri Indonesia menolak laporan media yang menyatakan bahwa negara tersebut akan menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel dengan imbalan keanggotaan di Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

(wink)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca