Masjid Berkubah Pertama di Tanah Jawa
Masjid yang berdiri di depan alun-alun Tuban tersebut memiliki keistimewaan lain. Sekitar sepuluh meter dari masjid, berdiri Museum Kembang Putih yang menyimpan berbagai benda bersejarah seperti kitab Al-Quran kuno terbuat dari kulit, keramik Cina, pusaka, sarkofagus, dan sebagainya.
Bentuk asli bangunan masjid yang masih ada sampai sekarang ini adalah tempat untuk pengimaman, selebihnya bangunan ini sudah tidak berbekas lagi.
Masjid Agung Tuban dibangun kembali pada 1894 dan diresmikan oleh Bupati Tuban Raden Tumenggung Kusumodikdo. Pendirian masjid ini hasil dari swadaya masyarakat dengan pemerintah daerah kala itu.
Pada perkembangannya, dilakukan penambahan bangunan pada masa pemerintahan Bupati Juwairi Martoprawiro (1985-1991). Setelah selesai dilaksanakan pemugaran dan penambahan masjid Agung Kabupaten Tuban yang selanjutnya diresmikan oleh wakil Gubernur KDH. TK I Jatim Trimarjono SH pada tahun 1987.
Renovasi besar-besaran dilakukan pada masa Bupati Hj. Haeny Relawati Rini Widyastuti yang menjabat selama dua periode (2001-2006 dan 2006-2011).
Bangunan yang direnovasi besar-besaran terdiri dari ruang bangunan utama untuk salat lima waktu/ salat Jum’at dan ruang bangunan pelengkap seperti tempat wudlu, penitipan sepatu/sandal, kantor pengurus, perpustakaan, gudang, ruang penjaga, dan Taman Pendidikan Al-Quran.
Saat ini masjid Agung Tuban menjadi salah satu tujuan wisata religi bagi jamaah yang melakukan perjalanan, baik ziarah walisongo maupun mereka yang sekedar istirahat sembari berfoto dan menikmati kuliner tuban yang ada disekitar masjid. (lai)
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


