Keseimbangan Hubungan Vertikal dengan Allah SWT dan Horizontal Dengan Sesama Makhluk
Dalam khutbah pada haji Wada’, Rasulullah SAW mengingatkan, “Sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kalian haram (untuk ditumpahkan, dirampas, dan dicemarkan), seperti haramnya hari kalian ini, di negeri ini (Makkah) dan bulan kalian ini.” (HR al-Bukhari).
Islam sangat menjaga hak hidup setiap umat manusia. Rasulullah SAW menegaskan, mencaci sesama Muslim merupakan tanda kefasikan dan membunuh sesama Muslim adalah kekufuran (HR al-Bukhari dan Muslim).
Perbuatan zalim akan menjadi senjata pemusnah bagi seluruh amal kebaikan yang dikumpulkan semasa di dunia.
Secara horizontal, bukan hanya hubungan dengan sesama manusia yang harus diperhatikan, tetapi juga hubungan dengan makhluk lain sebagai sesama ciptaan Allah SWT.
Ada dua kisah dalam hadis sahih yang menceritakan tentang dua orang yang memperlakukan hewan dengan cara berbeda. Keduanya mendapat balasan yang berbeda sesuai dengan perbuatannya.
Kisah pertama, sebagaimana diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Seorang wanita pezina telah mendapatkan ampunan. Dia melewati seekor anjing yang menjulurkan lidahnya di pinggir sumur karena kehausan. Melihat ini, si wanita pelacur itu melepaskan sepatunya lalu mengikatnya dengan penutup kepalanya, lalu dia mengambilkan air untuk anjing tersebut. Atas kebaikannya itu dia mendapatkan ampunan dari Allah Azza wa Jalla.” (HR al-Bukhari).
Kisah kedua, sebagaimana diriwayatkan Abdullah bin Umar, Rasulullah SAW bersabda, “Ada seorang wanita disiksa karena seekor kucing yang dia kurung hingga mati kelaparan, lalu dengan sebab itu dia masuk neraka. Dia tidak memberinya makan dan minum ketika mengurungnya, dan dia juga tidak melepaskannya supaya ia bisa memakan serangga tanah.” (HR al-Bukhari dan Muslim).
Dari kedua kisah ini, kita dapat mengambil pelajaran bahwa memperlakukan hewan dengan cara baik atau buruk ada ganjarannya. Jika dengan hewan saja kita diharuskan untuk berlaku baik, maka sudah tentu dalam hubungan dengan sesama manusia harus baik pula.
Kesalehan yang bernilai adalah keseimbangan hubungan secara vertikal dengan Allah SWT dan secara horizontal dengan sesama makhluk. Perpaduan antara kesalehan individual dengan kesalehan sosial akan melahirkan keharmonisan dalam kehidupan. (yat)
Baca juga :
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


