Kecintaan Rasulullah SAW Terhadap Anak, Patut Kita Tauladani

Dengarkan Artikel Ini

Kasih Sayang untuk Semua Anak
Kasih sayang Rasulullah kepada anak-anak tidak terbatas pada anak dan cucunya saja. Cakupan rahmat dan kasih sayang beliau meliputi semua anak, dan beliau menunjukkan perhatian dan kelembutan yang sama kepada anak-anak sahabatnya.

Hadis yang diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid ra. berikut ini menunjukkan aspek kemanusiaan dari kepribadian Rasulullah:

“Rasulullah biasa mendudukkan aku di atas (salah satu) pahanya dan mendudukkan Al-Hasan bin `Ali di atas pahanya yang lain, lalu memeluk kami dan berkata, “Ya Allah! Kasihanilah mereka, sebagaimana aku juga menyayangi mereka.” (HR. Bukhari)

Ungkapkanlah Cinta
Rasulullah mencium Al-Hasan bin Ali ketika Al-Aqra bin Habis At-Tamimi duduk bersamanya. Al-Aqra` berkata, “Aku memiliki sepuluh orang anak dan belum pernah mencium salah satu dari mereka.” Nabi memandangnya dan berkata, “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih kepada orang lain, maka ia tidak akan diperlakukan dengan penuh belas kasih.” (Al-Bukhari)

Nabi selalu memperhatikan pikiran dan perasaan setiap orang. Hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berikut ini membuktikan sifat beliau yang penuh perhatian:

Nabi bersabda, “(Kebetulan) saya memulai shalat dengan niat untuk memanjangkannya, tetapi ketika mendengar tangisan seorang anak, saya memendekkan shalat karena saya tahu bahwa tangisan anak itu akan membangkitkan gairah ibunya.” (HR. Bukhari)

Nabi selalu sabar dan penuh perhatian terhadap anak-anak dan sangat berhati-hati untuk tidak menyakiti perasaan mereka yang lembut. Diriwayatkan dari Abu Qatadah:

“Rasulullah datang kepada kami sambil menggendong Umamah, putri Abi Al-`Ash (cucu perempuan Nabi) di atas bahunya. Beliau salat, dan ketika hendak rukuk, beliau meletakkannya. Ketika beliau berdiri, beliau mengangkatnya.” (HR. Bukhari)

Dalam hadis lain, diriwayatkan dari Ummu Khalid, “Aku pergi menemui Rasulullah bersama ayahku dan aku mengenakan baju kuning. Rasulullah berkata, “Sanah, Sanah!” (`Abdullah, sang perawi, mengatakan bahwa sanah berarti “baik” dalam bahasa Etiopia).

Saya kemudian mulai bermain-main dengan meterai kenabian (di antara pundak Nabi). Ayah saya menegur saya dengan keras karena hal itu.

Rasulullah berkata, “Tinggalkan dia.” Nabi kemudian memohon kepada Allah agar memanjangkan umurnya sebanyak tiga kali. (HR. Bukhari).

Dalam riwayat lain, kita melihat toleransi Nabi terhadap anak-anak. Diriwayatkan dari Aisyah, “Nabi memangku seorang anak di pangkuannya… lalu anak itu mengencinginya, maka beliau meminta air dan menyiramkannya ke tempat kencingnya.” (HR. Bukhari)

Terakhir, hadis berikut ini menekankan bahwa umat Islam harus sadar untuk memperlakukan anak laki-laki dan perempuan mereka dengan adil, “Bertakwalah kepada Allah dan perlakukanlah anak-anak kalian [yang masih kecil maupun yang sudah besar] secara adil.” (Al-Bukhari dan Muslim)

(yus)


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca