Kamarudin Amin : 2050 Islam Jadi Agama Mayoritas
Kamaruddin juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Menteri Agama, Yaqut Cholil Qaumas atau Gus Menteri, yang terus memberikan arahan dan mendorong untuk membangun kemitraan berkelanjutan dengan ormas-ormas keagamaan untuk menjalankan program-program strategis di Kemenag.
“Berbagai pertemuan yang diselenggarakan merupakan bagian untuk mewujudkan kemitraan strategis, kolaboratif produktif, dan hubungan yang mesra antara pemerintah dengan masyarakat sipil sebagai syarat utama terwujudnya kehidupan kebangsaan yang harmonis dan apresiatif terhadap nilai-nilai keragaman dan demokrasi,” lanjutnya.
Dia juga menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara yang paling majemuk atau plural di dunia. Kendati demikian, Indonesia memiliki tingkat stabilitas sosial politik yang baik karena ada kontribusi fundamental dari ormas-ormas keagamaan yang menjadi fondasi infrastruktur sosial.
Kamaruddin menilai, ormas Islam adalah infrastruktur sosial yang sangat kokoh di Indonesia, sehingga Indonesia mempunyai daya tahan terhadap paham atau ideologi trans-nasional.
“Ini sesuatu yang sangat membanggakan yang harus kita rawat dan jaga bersama. Kemajuan teknologi informasi yang bisa masuk ke anak-anak kita, sinergi antara pemerintah dan ormas tentu menjadi hal yang sangat penting,” ujar Kamaruddin.
Menurut dia, pemerintah Indonesia dan ormas Islam mempunyai visi yang sama, sinergi yang maksimal, dan hubungan yang mesra.
“Acara silaturahim ini dimaksudkan untuk membangun dan mempererat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dengan ormas-ormas keagamaan Islam. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama di Indonesia. Hal itu bisa terwujud manakala pemerintah dan ormas-ormas Islam bekerja bersama,” kata Kamaruddin.
Dia menambahkan, Islam Indonesia memiliki kekhasan tersendiri karena ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al-Irsyad, Mathla’ul Anwar, Jamiat Khair, Syarikat Islam, dan lainnya berperan penting dalam proses berbangsa dan bernegara. Mereka berkontribusi baik sebelum maupun setelah Indonesia merdeka dan mengisi kemerdekaan. (wink)
Baca juga :
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


