Juru Kunci Senior Ka’bah ke 77 Meninggal Dunia

Dengarkan Artikel Ini

Senior “juru kunci Kabah” disebut kabîr al-sadanah. Bentuk jamak/plural dari sâdin. Dipegang oleh anggota keluarga tertua dari segi umur. Jelang musim haji 1434 H/ 2013, beberapa media Arab Saudi melansir polemik tentang penggantian ‘gembok’ Kabah yang dilakukan oleh badan pengelola masjidilharam.

Tanpa sepengetahuan juru kunci senior. Surat protes pun dilayangkan kepada Raja Abdullah bin Abdul Aziz. Ini dianggap intervensi terhadap kewenangan sidânah dan hijâbah yg dimandatkan Alquran dan Rasulullah SAW.

Jangankan Raja. Istri Nabi, Aisyah, pun dilawan. Suatu ketika, Aisyah ingin masuk ke dalam Kabah. Tetapi, tidak diizinkan oleh Utsman bin Thalhah dengan alasan “malam hari”.

Kabah tidak pernah dibuka di malam hari, baik pada masa jahiliyah maupun pada masa Islam. Nabi membenarkan Usman dan memerintahkan Aisyah untuk berada di Hijir Ismail, karena “itu pun –sabda Nabi—bagian dari Kabah”.

Nabi pun pernah ‘dilawan’. Sebelum hijrah. Nabi pernah meminta agar dibukakan pintu ka`bah. Usamah sang juru kunci menolak dengan kasar. Dengan nada mengancam, Nabi pun berkata, “Semoga suatu satu nanti engkau akan melihat kunci ini di tanganku. Ketika itu aku mampu memberinya kepada siapa pun yang aku kehendaki.”

Dengan ketus Usamah menjawab, “Kalau itu terjadi, itu berarti suku Quraisy ketika itu telah binasa.” Jawab Nabi, “Tidak! Bahkan ketika itu suku ini akan sejahtera dan mulia”.

Lihatlah, betapa digdaya sang juru kunci. Dari dulu hingga kini. (drus)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca