GusDurian dan UNESCO Latih Tokoh Agama Menyampaikan Kampanye Damai di Sosial Media

Dengarkan Artikel Ini

“Karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat membekali pengetahuaan dan keterampilan yang dibutuhkan serta efektif mengatasi disinformasi dan ujaran kebencian, sekaligus melindungi kebebasan berekspresi di komunitas dan ruang yang lebih luas,” katanya.

Suaib, salah seorang peserta dari Makassar mengaku sangat antusias mengikuti agenda ini. Sebab baginya, media sosial telah menjadi ruang yang sangat efektif untuk menyebarkan pesan-pesan damai menuju pemilu 2024.

“Bagi saya kegiatan ini sangat penting. Selain menunjang aktivitas saya selaku pegiat sosial, media sosial menjadi ruang strategis untuk menyampaikan pesan-pesan damai, apalagi jelang tahun politik 2024,” ungkap Koordinator Wilayah Gusdurian Sulawesi, Maluku, dan Papua itu.

Hal senada diungkapkan Indah Trianingsih darii Lembaga Naluri Budaya Leluhur menyampaikan ketertarikannya mengapa ia mengikuti agenda pelatihan yang digelar Gusdurian dan UNESCO ini. Salah satunya, karena ia ingin lebih memahami seluk beluk dunia digital.

“Setelah mengikuti kegiatan ini saya ingin membagikan pengalaman dan materi yang saya dapatkan ke komunitas penghayat di daerah saya pada khususnya dan seluruh Indonesia pada umumnya,” ujarnya.

Selanjutnya, Indah berkomitmen agar warga komunitas aliran penghayat bisa mendukung kampanye pemilu damai. Pelatihan ini diikuti oleh 20 tokoh lintas agama atau keyakinan dari berbagai wilayah di Indonesia. (yus)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca