Bisnis Karpet Yang Ditekuni Mulai Dari Nol, Sekarang Beromzet Miliaran Rupiah
“Dari hasil keuntungan karpet itu, sekitar Rp700.000, saya bagi menjadi 20 persen untuk jasa jual, 40 persen untuk pengelola, dan 40 persen untuk pemodal,” jelas Heru.
Ia pun menawarkan sistem tersebut pada pembeli pertama. Di mana sang pembeli ditawarkan keuntungan 60 persen untuk jasa jual dan pemodal sementara Heru mendapat 40 persen. Inilah cikal bakal bisnis Heru yang diawali tanpa modal sama sekali.
Usaha Heru makin dikenal orang saat dirinya mulai berjualan lewat internet. Bahkan, nama HJ Karpet langsung muncul saat orang mengetik kata “karpet” di mesin pencarian.
Pesanan mulai banyak berdatangan, mulai dari Aceh hingga Papua. Heru akhirnya memberlakukan sistem keagenan agar bisnisnya makin menyebar.
Seiring itu, Heru berani mengakuisisi pabrik karpet. Saat ini pria yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Nahdliyin ini memiliki beberapa cabang di Indonesia dengan 150 karyawan.
“Saya yakin semua orang, semua pebisnis pemula, itu pasti di awal bicara masalah modal. Padahal setelah kita jalani, modal bukanlah utama. Yang utama adalah keberanian mengubah mental. Dari mental miskin menjadi mental kaya. Mental menerima jadi mental memberi,” pungkasnya. (fat)
Baca juga :
- Selamat Hari Bhayangkara: 80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat
- Breaking News: Argentina Tutup Fase Grup Piala Dunia FIFA 2026 dengan Kemenangan 3-1 atas Yordania di AT&T Stadium
- Piala Dunia FIFA 2026: Afrika Selatan Lolos Dampingi Meksiko Menuju Fase Gugur
- Formasi Drone “Ubur-Ubur” Iran Diduga Lumpuhkan F-15 Amerika, Pengakuan Pilot Picu Kekhawatiran Baru soal Perang Drone
- Wisuda Bimba Opung ASA Kidz Station 2026: Momen Haru, Ceria, dan Penuh Kenangan dalam Pelepasan Generasi Hebat
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


