Alumni Pesantren Nurul Jadid Probolinggo Fokus Pemberdayaan Ekonomi 

Dengarkan Artikel Ini

Hal senada disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid bahwa bahwa fungsi pesantren itu di titik tafaqquh adalah pendidikan dan pengkaderan, tetapi di titik untuk memberi peringatan (inzar) barangkali juga bisa dimulai pada proses sejak di pesantren adalah dimensi pelayanan masyarakat dan dakwah

Menurut Kiai Hamid, kita memikirkan bagaimana dua peran lainnya, pelayanan kemasyarakatan dan dakwah itu bisa dilakukan secara sistemik dan sistematis. Kita yakin bahwa watak dan karakter santri pada dasarnya itu seperti apa yang pernah didawuhkan pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo yaitu; “Kalau warga nuruljadid tidak berjuang di masyarakat, maka ia telah berbuat maksiat”

Selanjutnya, Ia menambahkan, paling tidak berbuat sesuai dengan kondratnya sebagai manusia, bahwa dalam ultimate goal berbuat sesuatu, melakukan peran transformatif di masyarakat, maka ketika dia hanya berbuat untuk dirinya, dia telah melanggar fitrah dasarnya, karena itu dia telah berbuat maksiat.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca