3 Guru Besar UGM Terbitkan 12 Seri Buku Kuliner Indonesia
Chef Ragil Imam Wibowo, pendiri Nusa Gastronomi Indonesia memulai pembahasan dengan menyoroti bagaimana buku-buku ini melanjutkan warisan Mustika Rasa yang telah dipublikasikan pada tahun 1967.
Baginya, buku ini bisa menjadi tameng untuk melindungi kebanggaan terhadap makanan Indonesia dari pengaruh luar negeri.
“Makanan Indonesia sudah banyak ‘dikolonisasi’ oleh masakan asing, sehingga buku ini menjadi primbon penting untuk mempertahankan dan mempromosikan kekayaan kuliner kita,” tegasnya.
Ia juga berharap agar buku-buku ini dapat dijadikan sebagai bahan ajar life skill di sekolah-sekolah dasar, sebagaimana yang diterapkan di Jepang.
“Di Jepang, anak-anak SD sudah dikenalkan pada life skill untuk kehidupan, termasuk ilmu tentang gastronomi. Saya sangat berharap Indonesia dapat menerapkan hal serupa, karena semua yang diuraikan dalam buku ini sangat mumpuni, mulai dari bahan, cara memasak, hingga penyajian yang modern,” imbuhnya.
Para pembicara dan pembahas sepakat bahwa kuliner adalah bagian integral dari jati diri bangsa Indonesia. Dengan upaya memperkenalkan dan melestarikan warisan kuliner, maka kita turut menjaga keberlanjutan budaya dan identitas bangsa di tengah arus globalisasi yang kian menggerus budaya bangsa.
Oleh karena itu, buku-buku kuliner Indonesia yang ditulis para tiga orang Guru Besar ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi para akademisi, praktisi dan generasi muda. (wid)
Baca juga :
- BREAKING NEWS: Gempa M6,4 Guncang Simalungun, Sumatera Utara, BMKG Sebut Tidak Berpotensi Tsunami
- BREAKING NEWS: Gempa M7,7 Guncang Flores NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami
- Jumat Sehat, Bersih & Berkarya, MTs dan SMP Islam Al-Huda Peringati HUT Pramuka ke-65
- MTs dan SMP Islam Al-Huda Rawasapi Ucapkan Selamat Hari Pramuka ke-65
- Santri Rumah Tahfidz Opung dan Pramuka: Menempa Karakter, Mengabdi untuk Negeri


