Renungan Peristiwa G30S/PKI di Ma’had Darul Hijrah Salam: Santri Kokoh, Banteng Penjaga Islam dari Bahaya Laten Komunis
“…. Justru itu kita para santri adalah benteng terakhir umat Islam kita seharusnya bisa berkostribusi pada negeri, kita tidak boleh kalah dengan orang-orang di luaran sana. Kita harus mengembalikan keperkasaan santri, mengembalikan kejayaan Islam serta membuktikan Islam adalah rahmatan lil-‘alamin,” demikian orasi yang disampaikan akhinaa Arsyi menutup tausiyah.
Acara Inti Pemutaran Film Dokumenter G30S/PKI

Setelah dibakar semangatnya, kini para santri menonton film dokumenter G30S/PKI. Bersama-sama mereka menyaksikan betapa kejamnya kaum komunis kepada bangsa mereka sendiri. Walaupun film dokumenter G30S/PKI selalu diputar setiap tahunnya, tetap saja memberikan atmosfer yang sama, yakni atmosfer mencekam dan tragis. Terlebih saat di-scene aksi penculikan dan pembunuhan 7 (tujuh) Jenderal AD, hingga akhirnya ditemukan jenazahnya di dalam sumur maut lubang buaya, Cipayung, Jakarta Timur.
Tatkala berakhir film tersebut, para santri diarahkan untuk pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat tahajjud dan kemudian dilanjutkan berdoa bersama untuk keselamatan bangsa. Mereka tak melupakan dengan rutinitas itu, mau sesibuk apapun kegiatan yang diberikan, dan memang sudah seharusnya untuk selalu mengingat Allah, kapanpun dan dimanapun mereka berada.
Baca juga : Kemeriahan Rangkaian Kegiatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Ma’had Tahfidzul Qur’an Darul Hijrah Salam
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

