Kemenag Ajak Baznas Turut Serta Menangani Kerusakan Lingkungan

Bandung — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) mengajak Lembaga Amil Zakat (LAZ) untuk turut serta dalam menangani kerusakan lingkungan. Salah satunya dengan melakukan pengelolaan zakat dan wakaf untuk mendukung peninkatan kualitas lingkungan. Ajakan ini disampaikan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Waryono Abdul Ghafur pada Rapat Koordinasi Lembaga Amil Zakat Rumah Zakat, di Bandung, Jawa Barat. “Krisis lingkungan cepat atau lambat akan memengaruhi manusia. Ini yang harus dipetakan. Kontribusi kita ada di mana? Menurut saya, isu humanitarian ada kaitannya dengan lingkungan,” terang Waryono kepada 1miliarsantri.net, Sabty (20/1/2024). Rapat Koordinasi LAZ Rumah Zakat ini turut dihadiri Wakil Ketua BAZNAS Mokhamad Mahdum, Ketua Umum Dewan Pengurus Humanitarian Forum Indonesia M. Ali Yusuf, Ketua Umum Forum Zakat Bambang Suherman, dan Chief Excecutive Officer Rumah Zakat, Ivan Nugraha. Waryono menjelaskan, pentingnya isu lingkungan bisa menjadi dasar dalam pengelolaan zakat dan wakaf karena memiliki dampak besar dalam keberlangsungan hidup manusia. Ia mencontohkan bagaimana petani tidak nyaman bertani karena faktor kekeringan air, di satu sisi ia mengisahkan warga yang terdampak banjir bandang akibat penebangan hutan. “Pengelolaan zakat dan wakaf juga perlu memiliki program berdampak baik terhadap lingkungan,” sambungnya. Karenanya, isu lingkungan ini juga erat dengan fokus humanitarian yang menjadi salah satu prinsip pengelolaan zakat dan wakaf. “Isu lingkungan ini, menurut mazhab baru ditambahkan menjadi salah satu dari Maqashid Syariah, yang semula lima ditambah Hifzul Bi’ah atau menjaga lingkungan,” pungkas Waryono. (den) Baca juga :

Read More

PP Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 1445 Hijriah jatuh Pada Senin 11 Maret 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan awal 1 Ramadhan 1445 Hijriah/2024 Masehi jatuh pada Senin, 11 Maret 2024. Keputusan tersebut berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid. “Di wilayah Indonesia tanggal 1 Ramadhan 1445 H jatuh pada hari Senin Pahing, 11 Maret 2024 M,” demikian bunyi surat Majelis Tarhih dan Tajdid PP Muhammadiyah yang diterima di Jakarta, Jumat (19/1/2024) Surat ketetapan tersebut ditandatangani oleh Wakil Ketua dan Wakil Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Hamim Ilyas dan Atang Solihin. Berdasarkan surat itu, PP Muhammadiyah memandang pada hari Ahad, 29 Syakban 1445 H, bertepatan dengan 10 Maret 2024, ijtimak menjelang Ramadhan 1445 H terjadi pada pukul 16:07:42 WIB. Tinggi bulan pada saat matahari terbenam di Yogyakarta (¢ = -07° 48′ LS dan l= 110° 21′ BT ) = +00° 56′ 28” (hilal sudah wujud). Pada saat matahari terbenam, ahad, 10 Maret 2024, di wilayah Indonesia bulan berada di atas ufuk (hilal sudah wujud) kecuali di wilayah Maluku Utara, Papua, Papua Barat, dan Papua Barat Daya. Majelis Tarjin dan Tajdid PP Muhammadiyah juga menetapkan 1 Syawal 1445 H dan 1 Zulhijah 1445 H. Untuk 1 Syawal 1445 H/Idul Fitri 2024, pada hari Senin, 29 Ramadhan 1445 H, yang bertepatan dengan 8 April 2024, ijtimak jelang Syawal 1445 H terjadi pada hari Selasa, 30 Ramadhan 1445 H, bertepatan dengan 9 April 2024, pukul 01:23:10 WIB. Tinggi bulan saat matahari tenggelam tanggal 9 April 2024 di Yogyakarta (¢=-07° 48′ LS dan l = 110° 21′ BT ) = +06° 08′ 28″ (hilal sudah wujud), dan di wilayah Indonesia pada saat matahari terbenam bulan berada di atas ufuk. “Di wilayah Indonesia, tanggal 1 Syawal 1445 Hijriah jatuh pada hari Rabu Pahing, 10 April 2024 Masehi,” tulis surat tersebut. Sementara 1 Zulhijah 1445 Hijriah jatuh pada Sabtu, 8 Juni 2024, Hari Arafah (9 Zulhijjah) pada Minggu, 16 Juni 2024, dan Idul Adha pada Senin, 17 Juni 2024. (rid) Baca juga :

Read More

Harlah Muslimat NU Dihadiri 150 Ribu Jamaah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) bakal mengadakan peringatan hari lahir (harlah) ke-78 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Sabtu (20/1/2024). Kegiatan yang berisi doa bersama ini rencananya akan dimulai pukul 00.00 dan dihadiri oleh 150 ribu Muslimat NU dari dalam dan luar negeri serta warga NU, ANSOR, Fatayat NU, PERGUNU, dan elemen Banom, lajnah dan lembaga NU lainnya. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengajak para kader Muslimat NU di seluruh daerah untuk sama-sama menyukseskan agenda tersebut. “Ini agenda kita bersama. Mari, kita bersama sama menyukseskan dengan hadir dan kita niatkan doa bersama untuk kemaslahatan bangsa dan negara yang kita cintai ini,” terang Khofifah kepada 1miliarsantri.net, Kamis (18/1/2024). Khofifah mengungkapkan, 150 ribu warga dengan 2995 armada bus itu hanya anggota Muslimat NU, belum jajaran NU dan Banom lainnya yang hadir dari berbagai provinsi di Indonesia. Sebanyak 34 Pengurus Wilayah (PW) dan 534 Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU siap menghijaukan Stadion GBK. Selain itu, perhelatan ini juga akan dihadiri PCI Muslimat NU yang mengkonfirmasi hadir dari 11 negara, antara lain, Malaysia, Hong Kong, Taiwan, Tiongkok, Jerman, Inggris, Jepang, dan wilayah lainnya. Dengan total ratusan ribu jamaah tersebut, acara ini diharapkan menjadi momentum besar yang melibatkan seluruh jajaran Muslimat NU serta elemen NU dan Banom, lembaga dan perangkat lainnya. “150 ribu itu dari jamaah Muslimat NU saja yang berasal dari seluruh Indonesia ditambah dari Muslimat NU Cabang Istimewa di luar negeri seperti Malaysia, Hongkong, Taiwan, Tiongkok, Jerman, Saudi Arabia, Mesir, Inggris,” papar dia. Harlah ke-78 Muslimat NU ini mengangkat tema “Membangun Ketahanan Keluarga Untuk Menguatkan Ketahanan Nasional”. Karenanya, Khofifah menegaskan bahwa kegiatan utama dalam acara tersebut meliputi dzikir, doa, dan shalawat, serta tadarus Al-Qur’an dengan target khataman sebanyak 2024 kali. Jumlah tersebut mengacu pada tahun terkini, yakni 2024. Kegiatan ini bakal dihadiri Presiden Joko Widodo, para ulama, tokoh-tokoh NU meliputi pimpinan syuriyah dan tanfidziyah PBNU, dan pimpinan Muslimat NU beserta pengurusnya akan hadir. Ia menambahkan, peringatan Harlah ke-78 ini diharapkan dapat menjadi momentum doa bersama untuk kemaslahatan Indonesia dan menunjukkan kesatuan Muslimat NU dalam mendukung nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan. “Kita berdoa untuk keselamatan bangsa Indonesia. Mudah-mudahan dengan itu, Allah memberikan rahmat dan karunia menjadi bangsa dan negara yang Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr,” pungkasnya. (Iin) Baca juga :

Read More

Baznas Lombok Timur Salurkan Infaq Kemanusiaan Palestina Sebesar Rp 1.026 Miliar

Mataram — 1miliarsantri.net : Pemerintah dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lombok Timur menyalurkan infaq kemanusiaan Palestina sebesar Rp1,026 miliar pada BAZNAS RI di Jakarta, Senin (15/1/2024). Ketua BAZNAS RI KH Noor Achmad mengapresiasi pemerintah dan BAZNAS Kabupaten Lombok Timur akan komitmennya mendukung masyarakat Palestina. “Kami ucapkan terima kasih, kami akan menyampaikan komitmen dari masyarakat Kabupaten Lombok dan menyalurkan bantuan sebesar Rp1 miliar ini bagi masyarakat Palestina,” ujar Kiai Noor secara daring. Dalam waktu dekat, kata Kiai Noor, tim BAZNAS akan kembali ke Mesir untuk melanjutkan penyaluran bantuan yang bekerja sama dengan lembaga filantropi Mesir yaitu Mishr Al-Kheir, Bayt Zakat Wa As-Shadaqat, Egyptian Red Crescent Society (ERCS). BAZNAS juga akan bekerja sama dengan Hayatun Karimah, lembaga kemanusiaan yang diinisiasi oleh Presiden Mesir, untuk penyaluran bantuan. “Dengan kerja sama ini, penyaluran bantuan kita kepada saudara-saudara kita di Palestina akan lebih mudah. Karena sekarang ini satu-satunya pintu yang dibuka hanya melalui Pintu Rafah, Mesir. Hingga saat ini alhamdulillah bantuan masyarakat Indonesia untuk Palestina masih mengalir,” jelasnya. Menurut Kiai Noor, BAZNAS berkomitmen akan menyalurkan bantuan untuk Palestina dalam tiga tahap yakni pada tahap tanggap darurat, pemulihan, dan rekonstruksi. “Insya Allah kita akan membangun kembali masjid, perumahan, RS Indonesia, sekolah dan lainnya bagi masyarakat Palestina.” tambah Kiai Noor. Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur Hasni MAK, berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat Palestina yang berada dalam situasi sulit. “Kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban penderitaan saudara-saudara kita di Palestina yang saat ini berada dalam situasi yang sulit. Izinkan juga kami menyampaikan salam bagi masyarakat Palestina. Kami, masyarakat Lombok Timur berkomitmen untuk terus mendukung dan mendoakan kemerdekaan masyarakat Palestina,” ujar Hasni. Hasni juga menyampaikan, bantuan yang disalurkan merupakan tahap awal, dan penggalangan dana masih terus berlangsung untuk membantu masyarakat Palestina. (ham) Baca juga :

Read More

Pertama Kali Wali Kota Laurel Amerika Dijabat Seorang Wanita Muslimah

New Jersey — 1miliarsantri.net : Politikus muslimah kembali mencatat prestasi di kancah politik Amerika Serikat. Fauzia Janjua, seorang muslimah keturunan Pakistan-Amerika mengukir sejarah dengan menjabat sebagai wali kota Mount Laurel di New Jersey, AS. Upacara pengambilan sumpah nya di Aula Kotapraja pada pekan lalu. Anggota majelis Carol Murphy, perwakilan negara bagian New Jersey, memberikan sumpah jabatan kepada Janjua. “Saya merasa terhormat menjadi wali kota wanita Pakistan dan Muslim pertama dalam sejarah Mount Laurel. Ini adalah kebanggaan bagi saya dan seluruh komunitas Pakistan,” ucap Fauzia Janjua, Senin (15/1/2024). Fauzia Janjua merupakan keturunan Pakistan yang lahir di AS setelah migrasi ayahnya pada tahun 1970-an. Dalam pidato pelantikan, Fauzia menyatakan komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat. Dia menyebut komitmen tersebut menyulut gairah dalam hidupnya. “Komitmen saya terhadap pelayanan masyarakat telah menjadi gairah seumur hidup, berfokus pada pengajaran tahanan dan anak-anak yang kurang mampu,” ungkapnya. Fauzia mendirikan LSM dengan tujuan meningkatkan kehidupan serta keinginan nya benar-benar mengabdi pada masyarakat. “Bercermin pada perjalanan politik saya, semuanya dimulai di partai gubernur negara bagian di mana seorang wanita mengenali potensi kepemimpinan saya,” tutupnya. (riz) Baca juga :

Read More

Kisah Ummi Salamah Sukses Jualan Jamu Akar Jawi hingga Merambah ke Mancanegara

Semarang — 1miliarsantri.net : Komitmen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dalam memajukan UMKM terbukti melahirkan pengusaha sukses. Salah satunya Ummi Salamah, produsen jamu Akar Jawi. Dia mendapat pembinaan dan pendampingan Rumah BUMN (RB) yang dikelola PT Semen Gresik sebagai anak usaha SIG di Rembang, Jawa Tengah. Ummi Salamah, warga Pamotan, Rembang, Jawa Tengah, merintis usaha Akar Jawi pada 2011 dengan membuat masker wajah untuk mengatasi jerawat pada mukanya. Berbekal ilmu dan pengalaman meracik bahan alami saat masih kuliah Jurusan Farmasi Jamu di salah satu perguruan tinggi negeri di Yogyakarta, Ummi Salamah mencoba meracik masker untuk perawatan wajahnya. “Pertama-tama saya buat untuk keperluan sendiri. Tapi ternyata teman dan tetangga banyak yang minat. Dari situ saya mulai buat lebih banyak untuk dijual. Bahkan sampai masuk supermarket di Yogyakarta. Pada 2013 karena terkendala izin, masker wajah produksi kami tidak boleh dipasarkan di toko besar. Akhirnya, saya berinovasi membuat minuman berbahan rempah tradisional dengan modal Rp200 ribu saat itu,” ungkapnya kepada 1miliarsantri.net, Ahad (14/1/2024). Ummi Salamah mengungkapkan, resep minuman rempah diperoleh dari ibu mertua yang berprofesi sebagai penjual jamu, kemudian disesuaikan dengan selera “lidah” masyarakat Rembang. Pada awalnya, Ummi Salamah menjalankan usaha Akar Jawi untuk mengisi waktu luang. Sampai pada 2020, dia mendapat informasi tentang RB Rembang dan memutuskan untuk bergabung. “Awalnya saya titip produk untuk dijual di RB Rembang, syukurlah hasil penjualannya memuaskan. Saya juga dapat pendampingan pemasaran, pembukuan, membuat database pelanggan, sampai diajak ke pameran-pameran yang menambah pengalaman dan membuat produk saya dikenal luas. Bahkan produk minuman rempah Akar Jawi yang diikutsertakan dalam pameran Tong Tong Fair di Belanda pada 2022 lalu habis terjual,” tambahnya. Keseriusan dalam mengembangkan usaha membuahkan hasil. Saat ini, Akar Jawi telah jauh berkembang. Dibantu oleh 3 karyawan dalam proses produksi dan pemasaran di rumah produksi “Omah Jamu Iqtaja”, Akar Jawi telah memproduksi beragam varian minuman rempah, meliputi kunyit asem, jahe merah, kunyit, kunyit putih, temu lawak, jahe sereh, dan wejeh (jamu pelancar ASI). Kegiatan pemasaran dan penjualan yang dilakukan secara masif, baik offline maupun online dengan memanfaatkan platform media sosial dan marketplace, membuat Akar Jawi sukses memperluas pasar dan menjaring pelanggan dari luar Rembang, seperti Boyolali, Yogyakarta, Magelang, Purwakarta dan Kalimantan. Bahkan, ada pembeli untuk dijual kembali (reseller) ke Malaysia. Menurut Ummi Salamah, minuman rempah Akar Jawi banyak digemari karena dibuat dengan bahan alami terbaik yang didapat langsung dari petani di Pamotan, Banyuurip, Sulang dan Pancur serta diolah dengan proses kristalisasi yang menghasilkan minuman rempah tanpa endapan, tanpa bahan pengawet atau tambahan lainya, sehingga enak, segar dan menyehatkan. Usaha yang semakin berkembang telah mengerek omzet Akar Jawi 4 kali lipat lebih besar dari awal berdiri, atau tumbuh 300%. Kini Ummi Salamah bisa meraup omzet hingga Rp20 juta setiap bulannya. “RB Rembang sangat bagus untuk pengembangan UMKM di Rembang karena membantu pemasaran dan penjualan. Fasilitasnya juga lengkap, mulai dari galeri untuk display produk UMKM, ruang pertemuan, studio mini untuk pemotretan produk, dan komputer untuk edit gambar. Semoga RB Rembang terus eksis sehingga dapat memberikan manfaat bagi lebih banyak UMKM,” urainya. Sementara itu Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, RB Rembang adalah wadah pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas yang menjadi rumah bagi para pelaku UMKM untuk berkumpul, berdiskusi dan berkreasi guna meningkatkan kompetensi dan daya saing usaha. Sejak didirikan pada 2020, kini RB Rembang memiliki mitra binaan sebanyak 371 UMKM yang seluruhnya telah mendapat kualifikasi “Naik Kelas”, dengan total penyerapan tenaga kerja sebanyak 1,527 orang. (hud) Baca juga :

Read More

Al Qur’an Melarang Orang Beriman Menganggap Rendah Sesama Manusia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pemilihan Presiden 2024 tinggal beberapa hari lagi. Para kandidat sudah melewati tahapan debat Capres-Cawapres. Untuk konteks Indonesia, umat muslim sebagai warga mayoritas memiliki andil besar agar pemilu terlaksana dengan damai dan tidak memecah belah bangsa. Sebab itu, sebagai pengingat bagi kita semua, al-Quran telah jauh-jauh hari memerintahkan kepada umat beriman untuk tidak meremehkan, menjelekkan, dan merendahkan sesama. Terlebih bila motif tersebut berasal dari hanya beda pilihan calon presiden saja. Allah berfirman: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik699) setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim (Al-?ujur?t [49]:11) Sepenggal ayat di atas telah dijelaskan oleh para mufasir terkemuka. Ibnu Asyur, mufasir kelas dunia asal Tunisia misalnya, menerangkan dalam karya tafsirnya at-Tahrir wa at-Tanwir bahwa ayat tersebut memiliki sababun nuzul atau sebab ayat tersebut diturunkan. Ada beberapa riwayat mengenai penyebab ayat di atas turun, salah satunya adalah riwayat yang menyatakan ayat di atas turun karena ada sebagian istri Nabi yang mengejek Shafiyyah binti Huyay, hanya karena istri Nabi yang satu ini berasal dari keturunan Yahudi. Lalu turunlah ayat di atas untuk menegur ejekan tersebut. Menurut Ibnu Asyur dapat dipahami tatanan kata larangan dalam ayat di atas bermakna sebuah keharaman. Artinya, haram bagi orang-orang beriman merendahkan yang lainnya. (Lihat selengkapnya at-Tahrir wa at-Tanwir Juz 26, hal 246) Di ajang pemilu seperti ini, kemungkinan mencibir antar sesama semakin terbuka. Lebih-lebih dengan bantuan media sosial di zaman sekarang, orang-orang semakin mudah untuk merendahkan orang lain yang berbeda pilihan dengannya. Merespons kemungkinan ini, Majelis Ulama Indonesia menerbitkan 8 Taujihat (Arahan) demi melahirkan Pemilu yang ideal. Dua di antaranya adalah: Pertama, MUl menyerukan semua pihak agar senantiasa menjaga kesatuan dan persatuan dalam Pemilu 2024 dengan mengutamakan kepentingan bersama sebagai bangsa, menghindari politik golongan dengan tetap menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah yang didasari pelaksanaan nilai-nilai agama. Kedua, MUI menyerukan kepada media massa, media elektronik, dan media online untuk bersikap netral dan pro aktif mendidik masyarakat agar tidak terpengaruh oleh berita bohong (hoax), dan ujaran kebencian (hate speech), sehingga mampu menciptakan pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menghadapi informasi selama proses pelaksanaan Pemilu 2024. Semoga kita yang berislam dan beriman menjunjung tinggi perintah Al-Quran di atas. Dalam konteks Pemilu, tidak pantas bagi kita melanggar perintah Al-Quran dengan menjelekkan sesama hanya karena berbeda pilihan di surat suara. (yan) Baca juga :

Read More

Peringatan Harlah ke-101 NU Akan di Gelar Akhir Januari di Yogyakarta

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-101 NU pada akhir Januari 2024 di Yogyakarta. Keputusan tersebut berdasarkan Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU di kantor PBNU lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (10/1/2024) lalu. Wakil Ketua Umum PBNU H Amin Said Husni mengatakan, peringatan Harlah ke-101 NU bertepatan dengan tanggal 16 Rajab 1445 H atau 28 Januari 2024. “Kita akan memperingati harlah ke-101 menurut kalender hijriah atau ke-98 menurut masehi yang kebetulan antara kalender masehi dan hijriahnya itu berdekatan. Tanggal 16 rajab, tanggal lahir NU menurut kalender hijriah itu tanggal 28 Januari, sedangkan peringatan harlah menurut kalender masehi itu kan 31 Januari,” terang Amin Said kepada media. Amin Said menyampaikan, tema Harlah Ke-101 NU adalah Memacu Kinerja, Mengawal Kemenangan Indonesia. “Filosofi tema ini adalah bahwa momentum peringatan harlah ke-101 ini harus dimanfaatkan untuk memacu kinerja jam’iyah (keorganisasian),” tuturnya. Ia menjabarkan, rangkaian kegiatan harlah akan dipusatkan di Yogyakarta, dimulai sejak Senin, 29 Januari 2024 dengan Halaqah Nasional tentang Strategi Peradaban Nahdlatul Ulama, di Pondok Pesantren Krapyak KH Ali Maksum. Kegiatan selanjutnya adalah Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama yang akan berlangsung di lokasi yang sama pada Selasa, 30 Januari 2024. “Dua kegiatan ini akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Krapyak. Jadi, Halaqah dan Konbes itu tempat pelaksanaannya di Pondok Pesantren Krapyak di Yogyakarta,” tambahnya. Amin Said yang juga Ketua Steering Committee Harlah ke-101 NU itu menyampaikan, partisipan dalam Halaqah Nasional dan Konbes NU melibatkan seluruh utusan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia, baik jajaran syuriyah maupun tanfidziyah, serta dihadiri oleh undangan dari ulama dan tokoh masyarakat dengan total peserta diperkirakan mencapai 500 orang. Ia menuturkan bahwa jajaran panitia saat ini tengah mempersiapkan segala sesuatu, termasuk rancangan peraturan-peraturan perkumpulan (Perkum) yang akan dibahas dalam Konbes. Adapun rancangan Perkum mencakup bahstul masail, sistem pendidikan Nahdlatul Ulama, serta penyelenggaraan rumah sakit dan klinik Nahdlatul Ulama. Pada kesempatan tersebut, lanjut Amin Said, juga akan dibahas penyempurnaan atau revisi beberapa Perkum yang sudah ada agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan terkini Perkumpulan Nahdlatul Ulama. “Tim ini akan mempersiapkan segala sesuatunya antara lain rancangan mengenai peraturan-peraturan perkumpulan atau Perkum yang akan dibahas di Konbes nanti,” ujarnya. Dia menyebut, puncak Harlah ke-101 NU akan diselenggarakan pada 31 Januari 2024 di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta. Ia menambahkan, acara tersebut juga akan menjadi momentum peresmian gedung baru UNU Yogyakarta. “Puncak peringatan harlah tahun 2024 ini dilaksanakan di kampus Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta, peresmian gedung kampus UNU Yogyakarta oleh Presiden Jokowi, sekaligus peletakan batu pertama kampus baru UNU Yogyakarta yang merupakan kembaran dari kampus yang sudah ada dan merupakan bantuan dari Yang Mulia Muhammad Bin Zayed (MBZ) dari UEA,” jelas Amin Said. (rid) Baca juga :

Read More

Baznas Gandeng Unusa Kolaborasi Mengadakan Penyediaan Pasokan Air Bersih di Pondok Pesantren

Jakarta — 1miliarsantri.net : Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia menggandeng Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) untuk menyediakan pasokan air bersih yang memadai di pondok pesantren (Ponpes). Selain itu juga mengatasi tantangan ketersediaan air bersih di lingkungan pendidikan santri di wilayah Jabodetabek. Kegiatan ini melibatkan Perhimpunan Pengembangan dan Masyarakat (P3M). Unusa memiliki research center kelas dunia yang fokus untuk menangani masalah kesehatan lingkungan pesantren di Indonesia yaitu, Center for Environmental Health of Pesantren (CEHP). Salah satu produk teknologi tepat guna yang dihasilkan oleh CEHP Unusa adalah UNU-Water. UNU-Water merupakan sistem filtrasi air yang mudah, murah dan menggunakan bahan dasar yang tersedia di sekitar pesantren. UNU-Water telah teruji mampu menjernihkan berbagai jenis air limbah dan air sungai sehingga layak untuk keperluan higyne sanitasi seperti mandi, mencuci, wudhu serta juga mampu untuk menyediakan air minum bagi pesantren. Sistem ini telah dipasang di beberapa pesantren di Jawa Timur sejak pertama kali diperkenalkan tahun 2021. CHEP Unusa memiliki komitmen untuk menyediakan air bersih untuk sekitar 16.000 pesantren tradisional di Indonesia. Oleh karena itu, kerjasama dengan beberapa pihak perlu dilakukan sehingga seluruh pesantren tradisional di Indonesia dapat memiliki air bersih yang layak bagi santrinya. Akhir tahun 2023, tepatnya 29 Desember 2023, Unusa diundang ke Baznas dengan inisiasi oleh P3M. Hadir dalam pertemuan itu adalah Ketua Baznas RI, Prof. KH. Noor Ahmad, Rektor Unusa Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng, Ketua CEHP yang juga ketua LPPM UNUSA Achmad Syafiuddin, Ph.D, Direktur P3M KH Sarmidi Husna beserta tim, dan staff Baznas RI. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa Baznas RI akan memanfaatkan UNU-Water untuk dipasang di beberapa pesantren di Jabodetabek. Dalam konteks keberlanjutan program, Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng, mengungkapkan, kerjasama ini bukan hanya mengenai pemberian bantuan, tetapi juga tentang memberdayakan Ponpes agar dapat mengelola sumber daya air bersih secara mandiri. Ini sejalan dengan visi Unusa sebagai agen perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dalam rangka memberikan penjelasan yang lebih rinci mengenai program kolaboratif ini, Ketua CEHP yang juga Ketua LPPM UNUSA, Achmad Syafiuddin, Ph.D, mengungkapkan pentingnya pendekatan holistik yang diusung dalam proyek ini. Beliau menekankan bahwa upaya penyediaan air bersih tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga melibatkan edukasi dan pelatihan untuk memberdayakan masyarakat pesantren. Dalam konteks manajemen air, Syafiuddin menjelaskan bahwa CEHP Unusa akan memberikan pendampingan dan pelatihan kepada masyarakat pesantren. Hal ini mencakup aspek-aspek seperti pemeliharaan sumber air, pengelolaan limbah, dan pentingnya menjaga kebersihan air yang disediakan. “Kami ingin memastikan bahwa ponpes memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk dapat mengelola sumber daya air bersih secara efisien dan berkelanjutan,” tambahnya. Achmad Syafiuddin menyoroti pentingnya edukasi terkait kebersihan lingkungan. “Tidak hanya soal air bersih, tetapi juga tentang bagaimana mempertahankan kebersihan lingkungan di sekitar ponpes. Ini mencakup pengelolaan sampah, sanitasi, dan perilaku hidup sehat,” terangnya. Dalam konteks ini, CEHP Unusa juga akan melibatkan mahasiswa dan dosen Unusa untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada masyarakat pesantren. “Melibatkan mahasiswa dan tenaga pengajar kami adalah langkah strategis. Mereka akan menjadi agen perubahan dalam proses edukasi ini, membawa inovasi dan semangat untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan,” jelas Syafiuddin. Sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan, Syafiuddin menegaskan bahwa CEHP Unusa akan terus memantau dan mengevaluasi dampak program ini. “Kami tidak hanya ingin memberikan solusi sementara, tetapi juga menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Monitoring dan evaluasi akan menjadi bagian penting dari langkah-langkah kami untuk memastikan program ini mencapai tujuannya dalam jangka panjang,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Konser Amal Opick Berhasil Mengumpulkan Total Donasi Sebesar Rp808 juta

Jakarta — 1miliarsantri.net : Penyanyi religi Aunur Rofiq Lil Firdaus, lebih dikenal dengan Opick, sukses menggelar konser amal bertajuk “Munajat Cinta” di dua kota, Hamamatsu dan Tokyo di Jepang, pada 6-7 Januari 2024 lalu. Konser “Munajat Cinta” menjadi kali pertama pelantun “Tombo Ati” dan pencipta lagu “Dealova” itu di Negeri Sakura. Dalam konser amal tersebut berhasil mengumpulkan total donasi sebesar Rp808 juta yang akan disalurkan ke Pesantren Tahfidzul Qur’an Marhamah di Bangka, Provinsi Bangka Belitung. “Yang terpenting hari ini kita bergembira, ada shalawat, saling menasihati, saling berbagi, menginspirasi. Alhamdulillah, semoga semua bahagia dan senang,” ungkap Opick, dikutip Rabu (10/1/2024). Opick berharap konser amal tersebut selain sebagai ajang silaturahmi juga menjadi tempat bermuhasabah bagi setiap penonton yang hadir. “Pertama jadi ruang silaturahmi, itu kan pahalanya besar. Harapannya, kita semua bisa saling memperbaiki diri untuk jadi cermin kita hari ini… orang yang (ada) di depanmu adalah cerminanmu. Jadi introspeksi, muhasabah dan menghitung diri sendiri, memperbaiki diri,” terangnya. Selama konser, Opick membawakan beberapa lagu andalannya seperti “Ya Maulana”, “Rapuh”, “Bila Waktu Tlah Berakhir” dan “Alhamdulillah”. Selain menyanyikan lagu-lagu religi, “Munajat Cinta” juga diisi dengan dakwah, shalawat dan doa untuk Palestina, juga pesan-pesan bagi para WNI, terutama minoritas Muslim di Jepang. “Sederhana saja bila kamu menemukan Allah, kamu akan memenangkan Allah dalam pertempuran hari-harimu. Menangkan Allah dalam suka dukamu, dalam sepi dan bisingmu, temukan Allah, maka kau akan menemukan segalanya. Kalau kau kehilangan Allah, maka kau kehilangan segalanya meskipun kamu dalam tanda kutip sukses. Tanpa Allah, kau sia-sia,” katanya. Opick juga berharap akan ada konser-konser amal serupa di Jepang di masa mendatang. Selain WNI, konser tersebut juga dihadiri warga Jepang. WNI asal Makassar, Rifqa, mengaku mengagumi lagu-lagu Opick yang menemani masa kecilnya, terutama saat bulan suci Ramadhan. “Alhamdulillah kayak nge-charge iman. Pada saat lagu pertama itu, nangis banget, kayak kita di dunia ini sementara aja. Suka lagu-lagunya Opick karena betul-betul mendekatkan diri kita kepada Tuhan, kepada Allah, kepada Islam lagi. Semoga menjadi amal jariah untuk beliau,” ujar diaspora yang berprofesi sebagai perawat itu. Konser amal ini terselenggara atas kolaborasi Ikatan Perawat Muslim Indonesia (IPMI) dan Keluarga Muslim Indonesia (KMI) Hamamatsu, Jepang dan bekerja sama dengan Tsiqoh Peduli Indonesia. (Iin) Baca juga :

Read More