Tim ITS Kembangkan Aplikasi MeccaBot Untuk Jamaah Haji

Surabaya — 1miliarsantri.net : Tim dari Program Studi (Prodi) Inovasi Digital di bawah Departemen Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengenalkan pengembangan sebuah aplikasi bernama MeccaBot. Aplikasi ini diluncurkan setelah penyempurnaan dari inovasi sebelumnya, yakni Mecca WABot menjadi aplikasi mobile MeccaBot. Ketua tim Ir Achmad Holil Noor Ali MKom menyampaikan bahwa penyempurnaan aplikasi ini dilandasi atas beberapa masukan pengguna Mecca WABot yang sebelumnya hanya lewat bot WhatsApp (WA). Aplikasi mobile MeccaBot ini sudah terintegrasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) RI, sehingga doa saat ibadah sudah ditujukan untuk semua golongan. “Karena sebelumnya banyak pengguna dari berbagai golongan dan doa ibadahnya berbeda-beda, jadi kami integrasikan di aplikasi mobile ini,” terang Holil kepada 1miliarsantri.net, Senin (3/6/2024). Holil menambahkan jika aplikasi MeccaBot ini akhirnya juga bisa menjawab keresahan jemaah yang sering tersesat saat menjalankan ibadah. Di aplikasi ini sekarang sudah bisa menjadi penanda titik awal jemaah hanya dengan swafoto (selfie) yang bisa diakses lewat bot, sehingga mereka tidak perlu tersesat saat ingin kembali ke tempat awal. “Foto ini nanti bisa kembali dilihat jemaah dan dapat dipilih setiap kali mereka ingin kembali ke tempat tersebut,” terang Kepala Prodi Inovasi Digital ITS tersebut. Tak hanya itu, MeccaBot kini juga bisa diakses dalam bahasa Inggris, sehingga memungkinkan untuk jemaah haji dan umrah internasional bisa turut mengakses dan memanfaatkan teknologi aplikasi ini. “Karena sebelumnya di Mecca WA Bot hanya tersedia untuk bahasa Indonesia, kini kami mengembangkan agar jemaah seluruh dunia bisa menggunakan juga,” tambahnya. Menurut Holil, fitur-fitur lain yang ada pada aplikasi MeccaBot ini juga lebih banyak. Di antara adalah fitur panduan umrah dengan pengembangan terdapat lokasi halte transportasi umum di Mekkah, fitur amalan yang dapat dilakukan saat ibadah, fitur petunjuk lokasi tempat ziarah, napak tilas Rasulullah, kawasan dan hotel, tempat oleh-oleh, rute perjalanan, dan masih masih banyak lagi. Meskipun aplikasi ini akhirnya banyak melakukan pengembangan, namun MeccaBot tetap dapat diakses tanpa menyita banyak ruang penyimpanan. Besar penyimpanan dari aplikasi ini nantinya hanya 50 megabyte. “Karena aplikasi ini ditujukan untuk mempermudah ibadah seluruh kalangan, kami tidak ingin hanya karena ruang penyimpanan mereka di HP yang terbatas jadinya kesulitan dalam mengakses,” ungkapnya. Aplikasi MeccaBot ini sekarang sedang dalam tahap verifikasi rilis di platform Playstore. Ketika aplikasi ini nantinya rilis, maka pada saat itu juga seluruh jemaah ibadah haji dan umrah di seluruh dunia bisa mendownload dan menggunakan aplikasi ini secara langsung. “Kami ingin seluruh jemaah dapat menggunakan aplikasi ini saat beribadah, dan bisa memberikan saran pada kolom yang telah tersedia di aplikasi untuk evaluasi kami ke depannya,” tutur Holil. Tim pengembangan aplikasi yang dipimpin Holil ini beranggotakan para mahasiswa Departemen Sistem Informasi ITS yakni Luthfi Hakim Irawan, Fathia Rahmanisa Dzakiyyarani, Hanny, dan Kahfin Ilham, serta dosen Departemen Sistem Informasi ITS Rizal Risnanda Hutama SKom MKom. Tim ini telah berhasil mendapat dana inkubator ITS untuk mengembangkan aplikasi tersebut menjadi sebuah perusahaan startup. “Dana ini akan kami maksimalkan untuk pengembangan aplikasi yang lebih luas,” pungkas Holil optimistis. (har) Baca juga :

Read More

Perketat Masuknya Haji Ilegal Masuk Makkah, Arab Saudi Lakukan Pemeriksaan di Lima Titik

Mekah — 1miliarsantri.net : Pemerintah Arab Saudi memperketat masuknya jamaah calon haji (Calhaj) Indonesia yang akan menuju Makkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji. Setidaknya ada lima titik check point (pos pemeriksaan) yang harus dilalui jamaah yang datang dari Madinah maupun Jeddah. Pemerintah Arab Saudi memperketat jalur masuk Makkah itu untuk mengantisipasi kedatangan jamaah haji ilegal yang tidak memiliki visa haji. Sehingga, proses ibadah pada puncak haji nanti bisa berjalan dengan aman dan lancar. Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Nasrullah Jasam mengatakan, jamaah yang datang dari Jeddah akan melewati dua titik check point. “Kalau dari Jeddah ke Makkah ini ada dua (check point). Jadi, pertama di Shumaisi. Dan yang kedua yang pas biasa cek orang umroh itu, di daerah Zaidi,” terang Nasurullah saat dikonfirmasi di Kantor Daker Makkah, Ahad (2/6/2024). Nasrullah sendiri hampir setiap hari melakukan perjalanan dari Jeddah ke Makkah. Menurut dia, pihak keamanaan Arab Saudi juga selalu melakukan pemeriksaan terhadap dirinya. “Hampir tiap hari saya ke Makkah. Itu di Shumaisi itu ada check point rutin dari pemerintah Arab Saudi. Karena saya punya tasreh murur untuk izin masuk Makkah, itu bukan hanya diperlihatkan kertasnya saja, tapi dicocokkan dengan alat yang mereka punya,” ucap dia. Jika surat izin yang dibawanya itu sesuai dengan alat tersebut, maka baru bisa lewat menuju Makkah. Jika tidak cocok, kata dia, maka biasanya akan dibelokkan ke luar area itu. “Jadi kami pun yang di Arab Saudi itu ketika masuk ke Makkah, itu mendapatkan pemeriksaan yang cukup ketat, dan tiap hari diperiksa,” kata Nasrullah. Sementara itu, untuk jalur Madinah-Makkah lebih ketat lagi. Karena, jamaah harus melewati tiga kali check point, yaitu di daerah setelah Dzul Hulaifah (Bir Ali), pertengahan jalur Madinah-Makkah, dan di daerah Jumum. “Kalau dari Madinah, malah sejak ngambil Miqat di Bir Ali sudah dicek. Belum lagi nanti beberapa check point, mungkin kalau gak salah ada tiga,” pungkasnya. (dul) Baca juga :

Read More

Fakta Sejarah Dua Bukit Safa Marwah

Makkah — 1miliarsantri.net : Bagi yang pernah melaksanakan haji dan umrah, tentu tidak asing dengan dua bukit yang berada di sisi sebelah timur Masjidil Haram yang juga termasuk salah satu tempat dalam rangkaian ibadah haji dan umrah, yaitu bukit Shafa dan Marwa. Dua bukit ini ternyata memiliki sejumlah fakta menarik, apa saja fakta menarik itu ? Berada di sebelah timur Masjidil Haram dengan jarak sekitar 130 meter dari Ka’bah, ternyata bukit Shafa awalnya bersambung dengan bukit Abu Qubays, di sisi selatan dan bukit Marwa berjarak sekitar 300 meter dari Ka’bah bersambung dengan bukit Qa’ayqa’an, berhadapan dengan bukit Shafa ada di sebelah utaranya. Sehingga bisa disimpulkan bahwa Ka’bah terletak di lembah tandus yang dipenuhi dengan bukit dan pasir, seperti halnya yang bisa disaksikan di Makkah. Bukit Shafa dan Marwa kemudian dipisahkan dari bukit lainnya ketika adanya perluasan Masjidil Haram pertama oleh Kerajaan Arab Saudi pada sekitar tahun 1955-1956, dan menjadikan keduanya menjadi satu bagian dari Masjidil Haram. Antara kedua bukit itu, terdapat jalan untuk melakukan Sa’i yang lazim disebut sebagai Mas’a. Kata “shafa” berasal dari kata shafa’ atau shafwan atau shafwa’ yang identik dengan makna “lembut” atau “murni”, sedangkan dalam kaitannya dengan penamaan bukit ini, mengandung makna sebagai bukit bebatuan yang besar, keras, dan halus, bercampur dengan kerikil dan pasir. Sedangkan kata “marwa” setidaknya memiliki dua asal kata dengan dua versi sejarah penamaan yang berbeda, yaitu mar’ah (wanita) karena mengenang ibunda Isma’il, yaitu Hajar yang berjuang mencari air untuk putranya. Versi lain adalah bahwa kata “Marwa” berasal dari kata “marwu” yang merujuk pada perbukitan dengan batu berwarna putih atau terang. Beberapa sumber mengungkap bahwa batu-batu dari bukit Marwa dahulu bisa digunakan sebagai pemantik api. Shafa-Marwa dan Darul Arqam Di masa lalu, bukit Shafa dan Marwa memang tidak banyak ditinggali oleh penduduk Makkah karena keduanya adalah bebatuan keras yang sulit untuk dibangunkan rumah. Akan tetapi para penduduk Makkah banyak yang bertempat tinggal di bawah kedua bukit itu, salah satunya adalah rumah al-Arqam bin Abi al-Arqam atau yang biasa disebut sebagai Dar al-Arqam yang terletak di bawah bukit Shafa. Darul Arqam atau Rumah al-Arqam merupakan tempat berkumpulnya Nabi Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam– dan para sahabat ketika periode dakwah pertama atau secara sembunyi-sembunyi, di dalamnya diajarkan pokok-pokok ajaran Islam dan menjadi tempat Umar bin Khaththab masuk Islam. Karena fungsi itulah, nama Darul Arqam menjadi salah satu program kaderisasi di Muhammadiyah, bahkan menjadi nama khas di beberapa masjid dan pesantren Muhammadiyah. Di atas bukit Shafa pula, bermula dakwah secara terang-terangan, ketika Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– berseru “Ya Shobahah” dan berorasi di hadapan kaum Quraisy, dan saat itu pula Nabi juga mendapat penolakan dari Abu Lahab, pamannya sendiri. (zid) Baca juga :

Read More

Masjid Al-Bina Masjid yang Full Experiences

Jakarta — 1miliarsantri.net : Masjid Al-Bina yang berdiri kokoh di area pintu satu Gelora Bung Karno, adalah bentuk sisi lain dari sebuah religiusitas kawasan sport di pusat tengah kota. Kawasan yang hijau itu menjadi tampak Islami dan penuh kedamaian. Di lengkapi dengan area parkir yang luas, dan dikelilingi pepohonan yang menjadi lebih asri membuat masyarakat yang sedang berolahraga tidak perlu khawatir ketika harus break untuk menjalankan ibadah sholat. Bukan hanya mereka yang sedang berolahraga, bagi kalangan pekerja di perkantoran atau pun yang sedang jalan-jalan ke mal sekitar senayan, menjadi lebih nyaman untuk berniat sholat karena ada fasilitas tempat sholat yang terbuka di area strategis di pinggir jalan Asia Afrika. Ini bukti keramahan Jakarta dan relegiusitas Jakarta. Masjid yang didirikan pada 14 Desember 2001, termasuk masjid yang menyenangkan. Fasilitas toilet sangat bersih, fasilitas tempat wudhu yang cukup banyak, dan didukung dengan kapasitas air yang sangat cukup, sehingga saat mengambil air wudhu merasa segar dan puas. Begitu pun saat berada di dalam masjid, mendapatkan suasana sejuk sehingga mendekatkan ibadah menjadi lebih khusuk. Saat berdoa dan dzikir pun merasa ingin berlama lama. Sekilas, dessain Masjid Al-Bina seperti desain masjid-masjid di Turki. Bangunannya berdenah persegi. Sedangkan bagian atap segi delapan dengan kubah dome yang tidak terlalu tinggi.. Selain itu, masjid ini juga dilengkapi dengan menara-menara yang bercorak biru, sehingga menguatkan persepsi masjid di Turki. Hal lain yang mungkin tidak disadari, tangga naik ke masjid, dibuat berjumlah 17 tangga, yang menggambarkan jumlah rakaat sholat lima waktu. Hanya, memang tangga tangga tersebut memberi kesan tinggi. Ada baiknya dari pihak Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) memikirkan fasilitas tambahan berupa lift, agar jamaah yang udzur tidak terlalu kesulitan untuk menaiki tangga. Namun, secara umum Masjid Al-Bina, berhasil memberikan kesan yang memuaskan bagi setiap pribadi yang sudah mencoba sholat di masjid tersebut. Mengapa? Ada pengalaman-pengalaman yang didapatkan selain sholat. Bisa dibuktikan sendiri, ketika pertama kali ke Masjid Al-Bina, tentu pandangan mata akan tertuju ke mana-mana. Melihat taman-taman hijau di sekitar masjid, melihat fasilitas olahraga yang lengkap dan juga bisa memandangi Gedung Gedung yang tinggi. Jadi, Masjid Al-Bina bisa disebut masjid yang full experiences. (fat) Baca juga :

Read More

Pulau Kecil ini Sangat Bergantung Kehidupan pada AI

Malta — 1miliarsantri.net : Malta adalah sebuah pulau kecil di Laut Mediterania, sangat bergantung pada teknologi AI (Artificial Intelegence). Dunia usaha, universitas, dan pemerintah menggunakan AI sebagai cara untuk mengotomatisasi tugas, meningkatkan pendidikan, dan bahkan mengatasi kemacetan lalu lintas pada jam sibuk. Negara ini memiliki populasi lebih dari 500.000 jiwa, namun sudah memiliki 56 startup AI, menurut pelacak startup Tracxn Technologies. Itu berarti 1 startup untuk setiap 9.500 orang. Sementara itu, Amerika Serikat, yang memiliki populasi lebih dari 330 juta jiwa, memiliki sekitar 24.000 startup AI berdasarkan hitungan Tracxn. Atau 1 untuk setiap 14.000 penduduk. Negara ini telah lama menjadi berita utama sebagai tempat menarik bagi wisatawan kaya. Program “paspor emas” yang memberikan kewarganegaraan kepada orang asing yang kaya dengan imbalan menginvestasikan sejumlah uang di negara tersebut merupakan program paspor asing kedua yang paling banyak dicari oleh orang Amerika pada tahun lalu. Mereka juga mulai mengucurkan dana untuk kecerdasan buatan sebelum perlombaan senjata AI yang dipicu oleh ChatGPT dimulai. Pada tahun 2019, Malta menguraikan visinya untuk menjadi “Landasan Peluncuran AI Terbaik” pada tahun 2030. Tujuannya adalah agar Malta menjadi “tempat di mana perusahaan dan pengusaha lokal dan asing dapat mengembangkan, membuat prototipe, menguji, dan menskalakan AI, dan pada akhirnya memamerkan nilai inovasi mereka di seluruh negara yang siap untuk diadopsi.” AI akan menjadi “batu loncatan dari Malta ke dunia”. Upaya-upaya tersebut sempat terhenti antara pandemi dan pergantian pemerintahan politik. Kini, berdasarkan Undang-Undang AI Uni Eropa — undang-undang AI yang berlaku umum di kawasan ini, yang melarang kasus penggunaan yang tidak dapat diterima — Malta sedang menyusun strategi AI baru. Demikian ssperti dikutip dari Bloomberg. Pihak-pihak yang menjadi pusat upaya baru ini berfokus pada penerapan teknologi secara aman. Mereka mengembangkan inisiatif untuk memerangi perpindahan pekerjaan dan kerangka etika, misalnya. Pandangan ke depan dalam menyadari pentingnya AI telah membuat Malta unggul dalam bidang AI, dan Malta terus menjadi pemimpin dalam industri ini hingga sekrang.” Alexiei Dingli, seorang profesor kecerdasan buatan di Universitas Malta, yang memimpin penelitian di Malta upaya, termasuk proyek kemacetan lalu lintas, kepada Bloomberg. (run) Baca juga :

Read More

Cuaca di Mekah Panas, Jamaah Diharapkan Memakai APD

Makkah — 1miliarsantri.net : Jamaah haji Indonesia mulai memadati Mekah Al-Mukaromah. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melaporkan, sebanyak 52.482 jamaah haji Indonesia sudah memasuki kota Mekah. Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekah Khalilurrahman mengingatkan jamaah haji senantiasa menjaga kesehatan diri setibanya di Makkah. Saat ini cuaca di Kota Mekah cukup panas dibandingkan di Indonesia dan jamaah masih memiliki masa tunggu yang cukup panjang hingga puncak haji. “Cuaca di Mekah cukup ekstrim. Jika siang, bahkan suhunya menembus 42 derajat celcius. Jangan banyak melakukan aktivitas di luar saat siang hari. Jaga kesehatan hingga hari Arafah nanti. Karena haji adalah Arafah,” pesan Kadaker Mekah Khalilurrahman, Selasa (28/5/2024). Kasi Kesehatan Daker Mekah, Nurul Jamal menyampaikan ada beberapa hal yang harus diperhatikan jamaah saat beraktivitas di tengah cuaca panas Makkah. “Pertama, jangan lupa membawa dan menggunakan alat pelindung diri (APD), seperti payung, topi, kacamata, dan masker saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari,” himbau Jamal saat ditemui di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekah. Kedua, minum air yang cukup. “Jangan tunggu haus. Minum sesering mungkin. Kalau perlu minum oralit agar elektrolitnya cepat terganti,” tutur Jamal. Ketiga, bawa semprotan air bila beraktivitas di luar ruang. Gunakan ini untuk membasahi bagian tubuh yang terpapar sinar matahari langsung. “Keempat, ini yang penting juga, jangan beraktivitas berlebihan terutama jalan kaki di siang hari. Misalnya, jangan memaksakan umrah di siang hari. Ini bisa berakibat fatal jika dipaksakan,” pungkasnya. (dul) Baca juga :

Read More

Alumni Unej Berkomitmen Berikan yang Terbaik Untuk Masyarakat

Jember — 1miliarsantri.net : Keluarga Alumni Universitas Jember (Kauje) berkomitmen memberikan kontribusi kepada masyarakat Indonesia termasuk almamater melalui berbagai inovasi dan karya-karya yang dihasilkan. Ketua Umum Pimpinan Pusat Kauje Muhammad Sarmuji mengatakan, pada ajang reuni alumni Universitas Jember, diharapkan mampu membangkitkan potensi para alumni untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat. “Ini bagian dari usaha kita untuk membangkitkan potensi alumni Universitas Jember. Kontribusi terhadap almamater dan juga kepada masyarakat,” ungkap Sarmuji, di Kota Malang, Jawa Timur, Senin (27/5/2024). Sarmuji menjelaskan, ajang reuni yang dibalut dengan pelaksanaan Jalan Gembira Nasional ke-2 Kauje di kawasan Stadion Gajayana, Kota Malang itu bertujuan untuk memunculkan energi baru dari para alumni Universitas Jember. Menurutnya, lulusan Universitas Jember merupakan kelompok minoritas kreatid yang mampu membaur dengan masyarakat dan memberikan kontribusi nyata. Para alumni Universitas Jember, banyak berkarya untuk masyarakat. “Dan kita harap alumni Universitas Jember, menjadi minoritas kreatif, menjadi kelompok elit yang organik, yang membaur dengan masyarakat dan memberikan kontribusi nyata,” harapnya. Ia menambahkan, salah satu bentuk kontribusi alumni Universitas Jember untuk masyarakt adalah dengan memproduksi beras fortifikasi yang bisa membantu penanganan stunting. Inovasi tersebut, merupakan bukti nyata kontribusi salah satu alumni Universitas Jember. “Beras yang dihasilkan bisa diperuntukkan untuk mengatasi stunting. Itu bisa bermanfaat, itu akan kita fasilitasi supaya bisa tampil,” sambungnya. Direktur Utama Perum Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA Akhmad Munir menambahkan, saat ini alumni Universitas Jember sudah menunjukkan kualitas dan mampu memberikan kontribusi besar kepada masyarakat. Menurutnya, para alumni Universitas Jember tersebut saat ini banyak berkontribusi pada sektor pemerintahan, swasta termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Diharapkan, para alumni tersebut akan terus mengisi pembangunan Indonesia ke depan. “Para alumni sudah menunjukkan kualitasnya dan bisa berkontribusi besar kepada beberapa sektor baik di pemerintahan, swasta dan BUMN. Harapannya, ke depan, para alumni ini terus mengisi dan berkontribusi untuk pembangunan bangsa,” kata Munir. Dalam ajang reuni yang diramaikan dengan kegiatan Jalan Gembira Nasional tersebut, diikuti kurang lebih 4.800 alumni Universitas Jember. Para alumni itu, datang dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Sulawesi Selatan hingga Jakarta. (fq) Baca juga :

Read More

Baznas Tidak Akan Gunakan Dana ZIS Jika Dilibatkan Program Makan Gratis

Jakarta — 1miliarsantri.net : Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyatakan tidak akan menggunakan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), jika dilibatkan dalam program makan siang dan minum susu gratis untuk anak, yang diusung oleh pemerintahan terpilih. “Program makan siang gratis ini kami pastikan tidak akan menggunakan dana zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan oleh masyarakat ke Baznas,” kata Ketua Baznas RI Noor Achmad dalam keterangan di Jakarta, Ahad (26/5/2024). Noor melanjutkan pihaknya justru akan memberdayakan para mustahik dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia melalui binaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas. Ia menegaskan pihaknya tidak akan pernah mengkapitalisasi program makan siang gratis dengan objek mustahik yang makan, tapi justru melibatkan mustahik yang menyediakannya. “Justru kalau sudah dikapitalisasi, kami tidak bisa terlibat. Kami berusaha memberdayakan mustahik. Para mustahik boleh saja mengambil keuntungan, sementara kami hanya mendampingi,” ungkapnya. Menurut Noor, program makan siang gratis harus banyak dinikmati mustahik, sehingga tidak ada lagi orang tanpa asupan gizi dan protein yang memadai, apalagi sampai ada yang kelaparan, yang sesuai dengan tujuan Baznas dalam menyejahterakan masyarakat. “Jangan sampai ada program besar seperti itu, tapi justru banyak mustahik yang menganggur. Ini menurut kami jangan sampai terjadi,” ujarnya. Noor menjelaskan banyak program unggulan Baznas yang tersebar di pelosok negeri, yang bisa menopang kesuksesan program makan siang gratis, salah satunya Balai Ternak Baznas yang kini ditargetkan mencapai 35 titik balai ternak. Kemudian, sambungnya, Baznas juga memiliki Program Lumbung Pangan Baznas, yang telah berperan penting dalam menyuplai kebutuhan beras zakat fitrah Baznas ke seluruh Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Noor juga menyebut sepanjang triwulan pertama 2024 lebih dari 66 ribu mustahik telah diberdayakan oleh Baznas/Lembaga Amil Zakat (LAZ) dalam bidang ekonomi, yang diklaim sangat mungkin bertambah jika para mustahik dilibatkan dalam program makan siang gratis. “Kalau terealisasikan, maka akan menjadi pergerakan ekonomi umat di tingkat bawah dan terbangun ta’awuniyah yaitu saling tolong menolong dan kegotongroyongan, yang dilandasi nilai-nilai ketuhanan serta terbangunnya moral umat yang penuh dinamika untuk maju dan saling menghargai,” tutup Noor Achmad. (wink) Baca juga :

Read More

Sebanyak 66.364 Santri PKPS Ikuti Ujian Kesetaraan Nasional Berbasis Komputer

Surabaya — 1miliarsantri.net : Ujian Kesetaraan Nasional (UKN) pada Pondok Pesantren Salafiyah penyelenggara Pendidikan Kesetaraan (PKPPS) berlangsung sejak Maret 2024. Ada tiga tahap UKN, jenjang Ulya (4 – 7 Maret 2024), Wustha (6 – 8 Mei 2024), dan Ula (21 – 23 Mei 2024). Total ada 66.364 santri yang terdaftar ikut UKN berbasis computer (Computer Based Test atau CBT). Tingkat partisipasi santri dalam UKN CBT 2024 ini hamper 100 %. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding UKN CBT 2023 yang partisipasinya ada pada kisaran 35%. “Bagi Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, perkembangan ini sangat drastis dan membanggakan,” terang Plt. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono saat dikonfirmasi 1miliarsantri.net, Sabtu (25/5/2023). “Tentunya yang demikian ini memenuhi ekspektasi Kementerian Agama yang berupaya meningkatkan literasi digital pesantren sebagai salah satu program prioritasnya,” ujarnya. Hal senada disampaikan Plt Dirjen Pendidikan Islam Abu Rokhmad. Menurutnya, peningkatan literasi digital di pesantren sangat penting dan itu harus dapat dibuktikan secara terukur. Abu Rokhmad berharap permasalahan sistem pendataan pesantren juga bisa segera diselesaikan. “Saya berharap persoalan data pesantren ini bisa menjadi kegiatan prioritas yang segera diselesaikan. Sebab, saat ini data pesantren dipisahkan dari pelaporan data pendidikan Islam yang ada di EMIS,” harap Abu Rokhmad. Kasubdit Pendidikan Kesetaraan Anis Masykhur menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah mengembangkan SIKAP atau Sistem Informasi Ketenagaan dan Administrasi Pesantren. Ke depan, SIKAP akan disempurnakan untuk menjadi rumah data ketenagaan, kesantrian, kelembagaan, dan kurikulum pesantren. Pelaksanaan ujian yang berbasis computer (bahkan android) ini, kata Anis, selanjutnya diikuti dengan keharusan memasukkan data nilai santri, baik nilai akumulasi dalam rapot maupun hasil ujian nasional. Data ini akan menjadi Rapor dan Ijazah Digital (RID). Proses integrasi RID ini juga mencapai target. “Satu minggu setelah pelaksanaan ujian nasional tingkat Ulya dan Wustha, prosentase pengintegrasian mencapai rata-rata 91%. Ini berarti, minggu ini diharapkan mencapai 100%,” ujarnya lebih lanjut. Integrasi RID dalam SIKAP akan menjadi sumber informasi tentang capaian kompetensi santri pada kelompok mata pelajaran umum maupun dirasah Islamiyah, termasuk juga capaian penguasaan turats (kitab kuning). Bentuk capaian tersebut dapat dilihat dalam transkrip ijazah atau bukti penyelesaian studi lainnya pada sebuah jenjang tertentu pada satuan pendidikan pesantren. “Kesuksesan ini tidak terlepas dari soliditas tim di bawah komando Masithoh Hasbi, “korlap” digitalisasi pendidikan pesantren salafiyah. Perkembangan positif ini akan diperluas pada satuan pendidikan pesantren lainnya,” pungkasnya. (har) Baca juga :

Read More

Tips Sehat ala Rasulullah SAW

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam Islam kesehatan termasuk bagian dari nikmat Allah SWT yang paling besar dan patut disyukuri. Sebab kita tahu bahwa orang yang didera keluhan atau rasa sakit tentu akan merasa kurang nyaman dalam menjalani kehidupan. Belum lagi kalau harus berobat atau ikhtiar mencari obatnya, tentu harus menyiapkan biaya yang tidak bisa diduga sebelumnya. Oleh karena itu manusia harus banyak bersyukur atas nikmat sehat yang disadangnya, agar pemberian Allah kepadanya semakin bertambah. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah senang melihat bekas nikmat yang Ia berikan kepada hamba-Nya.” (HR. Turmudzi dan Hakim, Imam Suyuthi meng-hasan-kannya). Lalu seperti apa wujud rasa syukur yang harus kita lakukan? Dengan menjaga keberlangsungan nikmat sehat itu sendiri, dengan kata lain memelihara kesehatan secara berkesinambungan. Apabila kekuatan dan kesehatan saja merupakan nikmat Allah yang besar dan anugerah-Nya yang melimpah, maka sangatlah pantas bagi orang yang diberi rizqi itu untuk menjaganya dan melindunginya dari hal-hal yang membahayakan. Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “ Ada dua nikmat yang di dalamnya banyak orang tertipu: sehat dan senggang” (HR. Bukhari). Mengutip dari berbagai sumber, cara menjaga kesehatan dalam Islam yaitu: “Bersiwak itu membersihkan mulut dan menyebabkan ridha Tuhan (Allah)”(HR. Ahmad, Nasa-i, Ibnu Hibban, Hakim. Juga Baihaqi dari „Aisyah ra., dan Ibnu Majah dari Abu Umamah al-Bahily). Selain kebersihan tubuh, tempat-tempat penting seperti rumah kita, masjid dan sebagainya haruslah menjadi contoh dalam hal perhatian pada kebersihan dan kesehatan. Kebersihan tempat mandi, tempat wudhu, toilet, tempat sepeda, tempat sandal, tempat sampah, lantai dan lain-lain haruslah menjadi prioritas utama. Wajib hukumnya seorang muslim menjaga kebersihan karena kebersihan adalah sebagian dari iman. Bahkan diriwayatkan oleh Thabrani dari Hudzaifah bin Usaid, “Barangsiapa mengganggu kaum muslimin di jalan-jalan mereka, maka layak mendapat laknat mereka.” Hadis lainnya terkait hal ini yaitu “Jauhilah dua kutukan atau dua macam orang yang dikutuk: orang yang membuang kotoran di jalan orang dan di tempat berteduh” (HR.Muslim, Abu Dawud, Ahmad). Nabi Muhammad SAW menganjurkan olahraga yang baik seperti berenang, menembak (memanah), menunggang kuda, dan lari (atletik). Hadits Muttafaq ‘alaih menyebutkan bahwa Nabi SAW mohon perlindungan kepada Allah dari ketidakberdayaan dan pemalas. Beliau menjadikan bangun pagi dengan bersemangat sebagai sifat seorang mukmin yang multazim (konsekuen pada agamanya). “Syetan mengikat pada tengkuk salah seorang dari kalian sebanyak tiga ikatan jika ia sedang tidur…” (HR.Bukhari kitab Tahajjud III/24). Beliau dalam sejarah juga pernah lomba lari dengan Aisyah RA, isteri beliau sendiri.(HR. Ahmad dan Abu Dawud). Semua ini mendidik kita agar membiasakan diri giat dan cekatan, bukan pemalas, dan semua itu menyehatkan tubuh kita. (yan) Baca juga :

Read More