Dahsyatnya Membaca Surah Yasin

Jakarta — 1miliarsantri.net : Surah Yasin disebut juga sebagai jantung Al-Qur’an. Dari Anas radhiyallahu anhu mengatakan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassallam pernah bersabda: Sesungguhnya segala sesuatu itu mempunya kalbu (inti) dan kalbu Al-Qur’an adalah surat Yasin. Sementara menurut Al Ghazali, surah Yasin dinamakan jantung Al-Qur’an karena inti uraiannya berkisar tentang keimanan yang baru dapat dinilai benar dengan pengakuan terhadap Hari Akhir. Terdapat banyak hadits yang menyebut keutamaan membaca surah Yasin. Berikut beberapa keutamaan membaca surah Yasin seperti disebutkan dalam hadits: Dalam buku “Tafsir Ibnu Katsir – Surah Yasin” disebutkan kemuliaan membaca surah Yasin terutama pada malam hari dapat melunturkan dosa-dosa. Al-Hafiz Abu Ya’la mencatat bahwa Abu Hurairah telah berkata, “Rasulullah SAW pernah bersabda, “Barang siapa membacakan Ya Sin pada malam hari, maka setelah bangun waktu subuh ia diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT, dan siapa pun membacakan Ha Mim di mana Ad-Dukhan (Asap) disebutkan, maka setelah bangun waktu subuh ia diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT.” Baca juga:Hati Hati Dengan Ipar, Rasululloh Sampai Bilang Ipar Itu Maut loh Hadist ini dari Ma’qil bin Yasar, dia berkata: Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Bacakanlah surah Yasin pada orang yang hampir mati di antara kalian.” (HR Abu Daud, Ibnu Majah, An-Nasa’i dalam Amal Al-Yaum wa Al-Lailah. Kata Ibnu Hajar dalam Bulugh Al-Maram hadits ini dianggap shahih oleh Ibnu Hibban). Hadits ini serupa dengan anjuran Rasulullah SAW untuk mentalqin orang-orang yang mati dengan kalimat ‘La ilaha illallah’. Surah Yasin yang dibacakan untuk orang yang tengah menghadapi ajalnya dimaksudkan untuk memohon agar rahmat dan berkah diturunkan baginya. Ini juga dimaksudkan agar rohnya keluar dengan mudah. Dalam surah Yasin menyebutkan tentang tauhid, akhirat, berita gembira berupa surga bagi ahli tauhid. “Dikatakan (kepadanya), ‘Masuklah ke surga!’Ia berkata: ‘Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui, apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan.” (QS Yasin 26–27). Menurut Ibnu Qayyim, ayat-ayat dalam surat Yasin itu membuat ruh menjadi gembira sehingga mayit akan menyukai perjumpaan dengan Allah sebagaimana Allah pun menyukai perjumpaan dengannya. Di masyarakat Indonesia, membaca Surah Yasin saat malam Jumat sudah menjadi tradisi dan kultur yang mendarah daging. Umumnya surah Yasin dibaca setelah Maghrib atau Isya. Meski tak memiliki hari khusus untuk dibaca, namun membaca Surah Yasin pada malam Jumat terdapat dalam salah satu hadits. . من قرأ سورة يس والصافات ليلة الجمعة أعطاه الله سؤله “Barangsiapa membaca surat Yasin dan al-Shaffat di malam Jumat, Allah mengabulkan permintaannya.” (HR Abu Daud dari al-Habr). Membaca kalam Ilahi memiliki keutamaan memberikan ketenangan jiwa, termasuk mendengarkannya. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Isra ayat 82. نُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا Artinya: Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. Sebagian ulama ada yang berpendapat dengan membaca surah Yasin akan memudahkan segala urusan. “Ibnu Abbas berkata (diriwayatkan), barangsiapa yang membaca surah Yasin ketika berada di waktu pagi niscaya diberikan kepadanya kemudahan hari itu hingga ia berada di waktu sore, dan barangsiapa yang membacanya pada awal malam niscaya diberikan kepadanya kemudahan malam itu hingga ia berada di waktu pagi” [H.R. ad-Darimi No. 3285] (yan) Baca juga :

Read More

Jamaah Haji Singapura Keluhkan Panasnya Cuaca di Tanah Suci

Singapura — 1miliarsantri.net : Warga Singapura yang menunaikan ibadah haji tahun ini harus berjuang melawan panas terik, cuaca kering, dan kerumunan massa yang super padat. Mereka yang kembali ke rumah pada Selasa (25/6/2024) setelah menyelesaikan serangkaian ibadah haji di Tanah Suci mengingat suhu yang melebihi 50 derajat Celcius saat mereka melakukan ritual keagamaan di ruang terbuka. Ibadah haji tahunan, yang jatuh pada bulan Juni tahun ini, telah menyebabkan lebih dari 1.300 kematian dari 1,8 juta jamaah di seluruh dunia, menurut pihak berwenang Saudi. Suhu mencapai 51,8 derajat Celcius di Masjidil Haram di Mekah pekan lalu, menurut laporan media yang mengutip Pusat Meteorologi Nasional negara tersebut. Haji adalah salah satu dari lima rukun Islam, dan semua umat Islam yang memiliki kemampuan harus menyelesaikannya setidaknya satu kali. Karena tingginya permintaan, negara-negara diberi kuota jamaah untuk mencegah kepadatan yang berlebihan. Mirip dengan tahun 2023, Singapura mendapat alokasi 900 tempat tahun ini. Calon jamaah dapat memilih lebih dari 20 paket yang disetujui yang ditawarkan oleh delapan agen perjalanan resmi untuk perjalanan antara 3 Juni dan 7 Juli. Gelombang pertama jamaah Singapura yang menyelesaikan haji kembali pada hari Senin (24/6/2034). Menanggapi pertanyaan CNA (channel news asia), Dewan Agama Islam Singapura (MUIS) mengatakan jamaah haji Singapura secara umum dalam kondisi kesehatan yang baik. Dua agen perjalanan yang dihubungi CNA memiliki sekitar 320 jamaah. Ada yang menderita batuk dan demam, namun tidak ada yang menderita penyakit serius. Para peziarah disarankan untuk menjaga diri mereka tetap terhidrasi dan menghindari aktivitas di luar ruangan ketika suhu mencapai puncaknya sekitar tengah hari, kata MUIS dan agen perjalanan. Mereka juga diminta untuk tetap sehat dan bugar dalam persiapan perjalanan mereka beberapa minggu sebelumnya. Agen perjalanan juga telah melatih petugas medis untuk menemani rombongan mereka. Direktur Layanan & Perjalanan Noor Mohamad, Juyda Noor Mohamad, yang mendampingi rombongan turnya, mengatakan suhu rata-rata berkisar 43 hingga 47 derajat Celcius hampir setiap hari. Agensinya menangani lebih dari 100 jamaah berusia 30 hingga 77 tahun. Ada pula yang menderita batuk dan sakit tenggorokan. Agensi Halijah Travels mengatakan demam, infeksi saluran pernapasan atas, tumit pecah-pecah, dan lecet akibat berjalan adalah hal yang umum terjadi pada jamaah haji. “Kadang-kadang jamaah mengalami dehidrasi, jadi kami memberikan mereka rehidrasi jika diperlukan (melalui infus di fasilitas medis),” terang General Manager Haffidz Abdul Hamid. Dokter hewan Hasnul Ismail, yang masih menjalani ibadah haji, mengatakan kepada CNA bahwa dia berolahraga secara teratur dan mengontrol pola makannya di rumah, tetapi masih jatuh sakit dan diberi antibiotik minggu lalu. Dr Hasnul, yang dijadwalkan kembali pada 5 Juli, mengatakan cuacanya terasa lebih panas dibandingkan perjalanan sebelumnya pada tahun 2012 dan 2014. Alat penyiram air dan kabut air di luar masjid, serta ventilasi di area terlindung membantu mengatasi panas, tambah pria Singapura berusia 53 tahun yang menjalankan praktik dokter hewan di Malaysia. “Berkeliling mengelilingi Ka’bah di bawah terik matahari musim panas bisa menjadi sebuah tantangan,” kata Dr Hasnul, mengacu pada bangunan di tengah Masjidil Haram Mekkah yang dilingkari para peziarah. Tapi ada petugas yang berpatroli dan menyemprotkan air di sana-sini, warga Samaria yang Baik Hati juga melakukan hal yang sama atau hanya individu yang menuangkan atau menyemprot diri mereka sendiri dengan air.” Grup tur pertama Noor Mohamad Services & Travel kembali pada Selasa sore dan mereka disambut dengan pelukan dan air mata dari anggota keluarga dan teman di Bandara Changi. Salah satu yang kembali adalah Ibu Rugaiyah Alkhatib, yang telah menyelesaikan haji pertamanya. “Bagi saya, bagian tersulit dari ibadah haji adalah melaksanakan ibadah haji di tengah kerumunan hampir 2 juta jamaah dalam cuaca lebih dari 50 derajat Celcius,” ungkap pria berusia 29 tahun, yang merupakan petugas kesejahteraan sukarelawan untuk perjalanan tersebut. . Selama kursus persiapannya, Halijah Travels terus memberi tahu para peziarah tentang kemungkinan kondisinya. “Kami menginformasikan kepada mereka untuk mengurangi ekspektasi mereka… Diperkirakan akan terjadi kerumunan besar, kemacetan, dan panas ekstrem,” kata Haffidz, seraya menyebutkan bahwa wilayah seukuran Orchard Road dan Marina Bay dapat dipadati oleh 1,8 juta orang. Guru penitipan anak, Norhashikin, menganggap kerumunan itu sebagai tantangan selama ritual di mana para peziarah melempar kerikil untuk melambangkan rajam setan. “Yang lain dari negara lain, suka dorong satu sama lain, jadi kita harus (berdiri) kuat,” papar pria berusia 58 tahun yang tidak menyebutkan nama lengkapnya. Halijah Travels menangani 220 jamaah dengan usia rata-rata 55 hingga 65 tahun, dengan yang tertua adalah wanita berusia 83 tahun. Beberapa diantaranya memiliki kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya sehingga harus ditangani saat bepergian tetapi telah dinyatakan layak untuk bepergian, kata Mr Haffidz. Peziarah Muhammad Sofwat, 38, yang melakukan perjalanan bersama rombongan yang anggotanya berusia antara 50 hingga lebih dari 60 tahun, mengatakan bahwa mereka naik bus dan taksi untuk jarak jauh namun terkadang harus berjalan kaki jarak pendek sekitar 2 km. “Mereka mudah lelah. Bagi kami itu sangat singkat, tetapi bagi mereka, mereka pasti kelelahan,” beber petugas manajemen logistik sambil membagikan video yang menunjukkan beberapa jamaah didorong dengan kursi roda untuk beberapa bagian perjalanan. Namun perjalanan ini sulit bahkan bagi wisatawan muda seperti Rugaiyah, yang harus memastikan dirinya tetap terhidrasi sebelum dan sesudah setiap ritual, dan mengemas es instan saat cuaca sangat panas. “Menyelesaikan ritual ini, sambil memastikan bahwa kesejahteraan dan keselamatan jamaah kami dijaga dengan baik di setiap langkahnya, merupakan tantangan namun benar-benar merupakan pengalaman yang memuaskan,” pungkasnya. (tim) Baca juga :

Read More

Jamaah Haji Gelombang Dua Sudah Diberangkatkan ke Madinah

Mekah — 1miliarsantri.net : Jamaah haji Indonesia gelombang 2 mulai didorong dari Makkah ke Madinah pada Rabu (26/6/2024) lalu. Sebanyak 6.950 jamaah haji Indonesia yang diberangkatkan. Mereka tergabung dalam 17 kelompok terbang (kloter). “Alhamdulillah Rabu lalu jamaah haji Indonesia gelombang kedua sudah diberangkatkan dari Kota Makkah menuju Madinah,” ujar Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Khalilurrahman saat diwawancaral di Kantor Daker Makkah, Arab Saudi, Minggu (30/6/2024). Setelah melaksanakan ibadah di Madinah, baru mereka akan dipulangkan ke Tanah Air. Khalil pun mengimbau kepada jamaah yang akan berangkat ke Madinah untuk mematahi jadwal keberangkatan yang telah ditetapkan oleh petugas haji di Makkah. “Jangan sampai jamaah masih melaksanakan ibadah sunnah ataupun ibadah yang lainnya di Masjidil Haram pada saat berangkatan,” harap Khalil. Sementara itu, salah satu jamaah yang diberangkatkan dari Hotel Yaqub Al Qoqandi I Makkah, Zulkifli mengaku merasa berat meninggalkan kota suci Makkah. Apalagi, ia harus menunggu 12 tahun lamanya untuk sampai ke Tanah Suci. “Sedih rasanya meninggalkan Makkah, entah kapan ke sini lagi,” ucap jamaah asal Batam itu. Zulkifli bersama jamaah lainnya tergabung dalam kloter 12 embarkasi BTH. Selama berada di Makkah hingga puncak haji, dia pun mengaku mendapatkan pelayanan yang memuaskan dari para petugas haji. “Dari awal keberangkatan sampai di sini, saat puncak haji semua terlayani dengan baik,” ungkap Zulkifli. Sebagaimana diketahui, proses kepulangan jamaah haji Indonesia dari Makkah sudah dimulai sejak Jumat (21/6/2024) lalu. Mereka dipulangkan melalui King Abdulaziz International Airport di Jeddah maupun Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz di Madinah. Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) pada Rabu (26/6/2024) pagi, sebanyak 84 kloter sudah dipulangkan ke Tanah Air. Total jamaah haji reguler tercatat sebanyak 553 kloter. (drus) Baca juga :

Read More

Kemenag Sulut Tingkatkan Kualitas Layanan Haji di Embarkasi Balikpapan

Balikpapan — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Utara akan meningkatkan kualitas layanan haji di Embarkasi Balikpapan, Kalimantan Timur guna memberikan kenyamanan bagi jamaah dalam menjalankan ibadah. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Utara H Sarbin Sehe, di Manado, Selasa, pihaknya selain meningkatkan layanan haji juga memberikan apresiasi kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan atas keberhasilan mereka dalam memberangkatkan jemaah haji tahun 1445 H. “Kami mengapresiasi kualitas layanan yang telah diberikan kepada seluruh jamaah, terutama jamaah haji asal Sulawesi Utara. PPIH Embarkasi Balikpapan telah menunjukkan dedikasi dan profesionalisme yang luar biasa dalam melayani para jamaah haji. Hal ini patut diapresiasi,” ujar Kakanwil. Selain itu, dirinya juga menyetujui rencana peningkatan layanan keamanan bagi jamaah calon haji. Menurutnya, layanan keamanan yang baik akan sangat membantu bagi jamaah. Namun demikian, ia meminta untuk tetap mempertimbangkan aspek syiar dan humanisme di asrama haji. “Keamanan memang penting, namun jangan sampai mengabaikan nilai-nilai syiar dan humanisme yang harus kita jaga,” kata Kakanwil yang didampingi Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) H Wahyuddin Ukoli. Kakanwil menyampaikan kondisi umum Sulawesi Utara yang dikenal dengan masyarakatnya yang plural dan majemuk, namun tetap harmonis dalam keberagaman, sehingga ia menitipkan pesan agar Moderasi Beragama dapat diimplementasikan dalam pelayanan jamaah haji di Asrama Embarkasi Balikpapan. “Saya berharap semangat Moderasi Beragama yang kita jalankan di Sulawesi Utara dapat diterapkan juga di sini, apalagi kepala staf penyelenggara haji di Sulut banyak yang nonMuslim tetapi sangat antusias mengawal keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji,” jelasnya. Rapat evaluasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan haji di masa mendatang, khususnya dalam proses pemberangkatan dan pemulangan jamaah. (ndar) Baca juga :

Read More

Pemerintah Tajikistan Memaksa Memotong Jenggot Pria Muslim

Tajikistan — 1miliarsantri.net : Tak hanya soal busana Muslimah yang dilarang, tetapi Tajikistan benar-benar ‘menggila.’ Salah satu kebijakan yang menua kontroversi selama kurang lebih satu decade ini adalah larangan memelihara jenggot. Alhasil atas dalih mencegah radikalisme, pemerintah Tajikistan tak ragu untuk memotong secara paksa jenggot pria Muslim. “Mereka menyebutku salafi, radikal, musuh bersama. Dua dari mereka memegang tanganku lalu sebagian lainnya mencukur jenggotku secara paksa,” kata seorang pria Muslim, Djovid Akramov, sebagaimana dikutip dari arsip BBC 2016 lalu. Akramov mengatakan dirinya dihentikan polisi Tajikistan di luar rumahnya, bersama dengan putranya yang berusia tujuh tahun, bulan lalu – dan dibawa ke kantor polisi di Dushanbe di mana ia dicukur secara paksa. Dia menjadi salah satu dari ratusan ribu pria di Tajikistan yang ditangkap dalam beberapa tahun terakhir karena memelihara jenggot. Mencukur jenggot adalah bagian dari kampanye pemerintah yang menargetkan tren yang dianggap “asing dan tidak sesuai dengan budaya Tajikistan”. Ketika pada 2015 misalnya, dalam kurang dari satu pekan saja, polisi di wilayah Khatlon, Tajikistan, mengatakan bahwa mereka telah mencukur jenggot hampir 13 ribu pria sebagai bagian dari “kampanye anti-radikalisasi”. Mereka juga diambil sidik jarinya pada tahun itu sebelum dicukur. Di mata pendukung pemerintah, Pembatasan yang jelas pada jenggot mendapat public. Saidmukarram Abdulqodirzoda, Ketua Dewan Islam Tajikistan yang ditunjuk oleh negara. “Tindakan ini dibenarkan oleh kebutuhan akan keamanan dan kemampuan untuk mencocokkan foto paspor dengan wajah orang yang sebenarnya. Inisiatif ini akan membantu mengidentifikasi [warga Tajik] dengan lebih baik,” kata Abdulqodirzoda, dengan mencatat keberadaan anggota “kelompok etnis yang berbeda dari negara tetangga, Afghanistan.” Pendekatan serupa dilaporkan baru-baru ini, terhadap para migran Tajik yang melakukan perjalanan ke Rusia. Para penjaga Rusia di perbatasan Kazakhstan-Rusia menuntut orang-orang Tajik mencukur jenggot mereka, bahkan memberikan pisau cukur listrik untuk melakukannya. Sekitar 97 persen orang Tajik adalah Muslim, tetapi kegiatan keagamaan sangat dibatasi selama tujuh dekade di bawah dominasi Soviet. Selain larangan jenggot panjang bagi pria, para pejabat Tajikistan juga memberlakukan aturan berpakaian yang ketat terhadap gaya berpakaian “impor”, termasuk kerudung, yang dikenal dengan hijab, bagi wanita. Rahmon adalah pendukung utama kehidupan budaya sekuler bagi 8,5 juta penduduk Tajikistan, yang telah menyumbangkan jumlah militan yang sangat besar kepada ISIS dan kelompok-kelompok radikal lainnya di Suriah dan Irak pada tahun-tahun sebelumnya. Rahmon memberikan pidato yang disiarkan di televisi pada 2017 di mana ia mendesak warga Tajikistan untuk tidak memelihara jenggot atau mengenakan hijab. “Cintailah Tuhan dengan hati,” katanya, bukan melalui “atribut eksternal” seperti jenggot. Kampanye pemerintah ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memerangi radikalisasi, di tengah kekhawatiran bahwa Asia Tengah dapat mengikuti jejak negara-negara seperti Afghanistan, Irak, atau Suriah yang mengarah ke ekstremisme. Diperkirakan antara 1.500 hingga 4.000 warga Asia Tengah telah bergabung dengan berbagai kelompok militan Islam di Suriah, pada Juni 2015. Langkah melarang jenggot dipandang sebagai bagian dari kampanye pemerintah yang lebih luas untuk menentang adopsi praktik-praktik budaya Islam dalam masyarakat Tajik, dan untuk melestarikan tradisi-tradisi sekuler. Sementara itu, Tajikistan resmi melarang penggunaan hijab untuk Muslimah pada 19 Juni 2024 lalu. Hal ini seiring dengan disahkannya undang-undang baru yang mengatur pakaian Islami dan perayaan Idul Fitri oleh parlemen negara tersebut. RUU yang disetujui oleh majelis tinggi parlemen itu, Majlisi Milli, pada 19 Juni, muncul setelah bertahun-tahun diberlakukannya tindakan keras tidak resmi terhadap hijab di negara mayoritas Muslim tersebut. Berikut ini sejumlah fakta seputar pelarangan hijab yang diberlakukan Tajikistan : Pertama, tindakan keras pemerintah terhadap hijab dimulai pada 2007, meluas ke semua institusi publik dan menyebabkan penggerebekan pasar dan denda di jalan. Pada 2015 misalnya, Polisi mengatakan bahwa selama setahun terakhir, mereka telah menutup sekitar 160 toko yang menjual jilbab, dan meyakinkan 1.773 wanita untuk berhenti mengenakan jilbab. Kedua, pada 2018, pemerintah juga mengeluarkan buku panduan setebal 376 halaman, berjudul ‘Buku Panduan Pakaian yang Disarankan di Tajikistan’, yang menguraikan apa yang harus dikenakan perempuan di negara itu untuk berbagai kesempatan. Daftar tersebut menguraikan bahan, panjang dan bentuk pakaian yang dapat diterima. Buku ini juga melarang pakaian hitam di pemakaman; sebagai gantinya, buku ini merekomendasikan pakaian biru dengan jilbab putih untuk acara-acara seperti itu. Ketiga, jilbab disebut busana asing. Presiden Emomali Rakhmon juga memperingatkan orang-orang Tajik: “Jangan menyembah nilai-nilai asing, jangan mengikuti budaya asing. Kenakan pakaian dengan warna dan potongan tradisional, bukan hitam.” “Bahkan saat berkabung, wanita Tajik harus mengenakan pakaian putih, bukan hitam,” katanya. Keempat, berdasarkan undang-undang baru, individu yang mengenakan jilbab atau pakaian keagamaan terlarang lainnya dapat dikenakan denda yang besar hingga 7.920 somoni (sekitar 700 dolar AS). Perusahaan yang mengizinkan karyawannya mengenakan pakaian terlarang berisiko dikenakan denda sebesar 39.500 somoni (3.500 dolar AS). Pejabat pemerintah dan pemimpin agama akan menghadapi denda yang lebih besar yaitu 54 ribu-57.600 somoni (4.800 dolar AS sampai 5.100 dolar AS) jika ditemukan melakukan pelanggaran. Kelima, pelarangan hijab ini merupakan bagian dari serangkaian 35 tindakan yang berkaitan dengan agama, dalam sebuah langkah yang digambarkan oleh pemerintah sebagai “melindungi nilai-nilai budaya nasional” dan “mencegah takhayul dan ekstremisme”. Keenam, setelah pertama kali melarang jilbab di lembaga-lembaga publik, termasuk universitas dan gedung-gedung pemerintah, pada tahun 2009, rezim di Dushanbe mendorong sejumlah aturan formal dan informal yang dimaksudkan untuk mencegah negara-negara tetangga menggunakan pengaruh mereka, namun juga memperkuat kontrol mereka terhadap negara tersebut. Ketujuh, sebelum larangan tersebut, pemerintah telah bekerja keras untuk mempromosikan budaya dan cara berpakaian Tajik. Pada September 2017, pemerintah mengaktifkan pesan kepada pengguna ponsel, mendesak mereka untuk mengenakan pakaian nasional Tajik. Pesan-pesan itu berbunyi: “Mengenakan pakaian nasional adalah suatu keharusan!”, “Hormati pakaian nasional,” dan “Mari kita jadikan ini sebagai tradisi yang baik untuk mengenakan pakaian nasional.” Kedelapan, meskipun larangan hijab sekarang resmi, Tajikistan telah melihat beberapa pembatasan yang disahkan dalam hal berpakaian dan penampilan. Pada 2007, kementerian pendidikan Tajikistan melarang pakaian Islami dan rok mini gaya Barat bagi para siswa. Larangan tersebut akhirnya diperluas ke semua institusi publik. Kesembilan, Presiden Rahmon memulai perang salibnya terhadap jilbab pada 2015, ketika ia menyebutnya sebagai “tanda pendidikan yang buruk.” Kesepuluh, mendapat penolakan. Langkah ini telah membuat marah banyak kelompok advokasi Muslim dan juga warga negara, yang berpendapat bahwa orang harus bebas memilih pakaian yang ingin mereka kenakan. “Sangat penting untuk memiliki kebebasan untuk memilih pakaian kita sendiri. Seharusnya tidak ada hukum yang memerintahkan kita untuk…

Read More

Jelang Kepulangan, Masih Banyak Jamaah Haji Lakukan Tawaf Wada

Mekah — 1miliarsantri.net : Jamaah Haji Indonesia telah memasuki fase kepulangan ke Tanah Air. Namun, sebagian jamaah haji Indonesia ternyata masih ada yang semangat melaksanakan ibadah sunah di Masjidil Haram. Bahkan, pada hari kepulangan masih ada jamaah yang melaksanakan tawaf Wada. Namun, Kepala Daker Makkah, Khalilurrahman mengimbau kepada jamaah haji Indonesia untuk tidak melakukan ibadah sunnah atau tawaf pada hari kepulangan. Sehingga, jamaah tidak tertinggal saat pemberangkatan ke Jeddah atau ke Madinah. “Jangan ada jamaah yang berpikiran untuk melaksanakan ibadah di Masjidil Haram dengan alasan apapun, baik itu alasannya ingin melaksanakan ibadah tawaf sunnah kah ataupun tawaf wada,” terang Khalil saat diwawancara di Daker Makkah, Kamis (27/6/2024) Jika jamaah haji sudah mengetahui kepulangan satu hari sebelumnya, kata dia, maka laksanakanlah tawaf wada pada malam harinya. Karena, dua jam sebelum pemberangkatan, jamaah sudah harus siap menunggu di lobi hotel. “Jangan ketika sudah mengetahui jadwal pemberangkatan jam 08.00 baru melaksanakan tawaf wada jam 06.00 atau jam 07.00,” sambung Khalil. Menurut dia, masih ada jamaah yang berpikiran sempit terkait pelaksanaan tawaf. Mereka beranggapan bahwa jika setelah tawaf kembali lagi ke hotel, maka tawaf wada-nya tidak sah. Padahal, menurut Khalil, tidak demikian. “Jangan ada jamaah yang melaksanakan tawaf wada lagi. Karena kalau jamaah sudah melaksanakan tawaf wada tidak perlu mengulangi sampai dua kali. Tawaf wada yang dilaksanakan sah walaupun jarak antara keberangkatan jamaah dengan tawaf wada itu ada lebih dari enam atau tujuh jam. Jadi tidak perlu ada pengulangan. Tawaf wada sah,” lanjutnya. Dia menuturkan, pada masa kepulangan ini kloter-kloter awal telah diberangkatkan dari Kota Makkah menuju Jeddah dan juga ada yang ke Kota Madinah. “Hari ini kita akan memulangkan kloter-kloter dari Kota Makkah menuju Jeddah dan juga dari Madinah. Yang dari Madinah kita akan memulangkan lima kloter,” ungkap Khalil. Dia pun mengimbau kepada jamaah haji Indonesia untuk mematuhi jadwal yang telah diketapkan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. “Terkait dengan jadwal keberangkatan yang telah PPIH sampaikan kepada sektor dan kloter agar menjadi panduan jamaah haji untuk mempersiapkan keberangkatan. Setidaknya dua jam sebelum bis tiba, jamaah sudah siap di hotel untuk mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa ke bus,” kata Khalil. Selain itu, tambah dia, juga perlu mempersiapkan bekal minum atau makanan ketika akan berangkat ke Jeddah maupun ke Madinah. Hal ini untuk mengantisipasi adanya keterlambatan bus atau kendala lainnya di dalam perjalanan. “Sehingga jika persiapannya cukup, maka tidak akan mengganggu kesehatan jamaah haji,” jelas Khalil. Kemudian yang tidak kalah penting, tambah dia, jamaah haji juga senantiasa berkomunikasi dengan petugas kloter, baik ketua kloter, pembimbing ibafah kloter, dan juga petugas kesehatan. “Jadi seandainya ada dokumen-dokumen yang kurang lengkap agar segera dikomunikasikan kepada petugas kloter, agar nantinya petugas kloter bisa menyampaikan kepada sektor dan sektor bisa menyampaikan kepada Daker Makkah,” pungkasnya. (drus) Baca juga :

Read More

Juru Kunci Senior Ka’bah ke 77 Meninggal Dunia

Mekah — 1miliarsantri.net : Di tengah euforia usai puncak ibadah haji menyeruak kabar duka. Tidak banyak yg tahu. Bahkan, mungkin saat diumumkan sholat jenazah di Masjidil Haram. Setiap usai sholat Fardhu. Juru kunci senior Kabah, Dr Saleh bin Zain Al-Abidin Al-Syaibi, meninggal di Makkah, Jumat 15 Dzulhijjah bertepatan 21 Juni 2024. Jenazah disholatkan usai sholat subuh, Sabtu 16 Dzulhijjah 1445, di Masjidil Haram. Al-Syaibi adalah juru kunci yang ke-77 sejak penaklukan Makkah oleh Rasulullah SAW pada tahun ke-6 H atau ke-109 sejak zaman Qusayy bin Kilab (400-480 M). Kakek keempat Rasulullah SAW. Menjabat juru kunci senior sejak 1980. Menggantikan sang paman, Syeikh Abdullah al-Syaibi. Profesinya almarhum terakhir juga sebagai dosen di Universitas Ummul Qura Makkah. Juru kunci adalah profesi kehormatan yg diemban keluarga besarnya, Bani Syaibah. Beliau cicit keturunan Syaibah bin Utsman bin Abi Thalha. Kepada sang buyut, Rasulullah SAW pernah bersabda, seraya serahkan kunci Kabah: خذوها يابني طلحة بأمانة الله سبحانه تالدة خالدة لا ينزعها منكم إلا ظالم “Ambillah, hai Bani Thalhah, selama-lamanya. Tidak ada yang bisa mengambilnya darimu kecuali penindas (orang zalim)”. Sabda tersebut diucapkan ketika ada yg hendak merebut pengelolaan Ka’bah darinya. Sementara, Alquran menetapkan wewenang itu melalui firman-Nya: إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا “Allah perintahkan kamu untuk menunaikan/menyerahkan amanah kepada yg berhak …”. (QS an-Nisa ayat 58) Profesi juru kunci disebut “sidaanah”. Profesi paling bergengsi dan tertua di kota Mekkah. Merekalah yang berwenang memegang kunci Kabah dan segala yang terkait dengan Kabah, membuka dan menutup pintu, memberikan izin atau tidak kepada yang akan memasukinya, mengganti kiswah Kabah, mencucinya dan melumurinya dengan wangi-wangian. Banyak yg mengira itu dilakukan pemerintah kerajaan. Secara teknis mungkin ya. Kerajaan punya anggaran berlimpah. Tetapi, harus seizin dan dihadiri juru kunci. Senior “juru kunci Kabah” disebut kabîr al-sadanah. Bentuk jamak/plural dari sâdin. Dipegang oleh anggota keluarga tertua dari segi umur. Jelang musim haji 1434 H/ 2013, beberapa media Arab Saudi melansir polemik tentang penggantian ‘gembok’ Kabah yang dilakukan oleh badan pengelola masjidilharam. Tanpa sepengetahuan juru kunci senior. Surat protes pun dilayangkan kepada Raja Abdullah bin Abdul Aziz. Ini dianggap intervensi terhadap kewenangan sidânah dan hijâbah yg dimandatkan Alquran dan Rasulullah SAW. Jangankan Raja. Istri Nabi, Aisyah, pun dilawan. Suatu ketika, Aisyah ingin masuk ke dalam Kabah. Tetapi, tidak diizinkan oleh Utsman bin Thalhah dengan alasan “malam hari”. Kabah tidak pernah dibuka di malam hari, baik pada masa jahiliyah maupun pada masa Islam. Nabi membenarkan Usman dan memerintahkan Aisyah untuk berada di Hijir Ismail, karena “itu pun –sabda Nabi—bagian dari Kabah”. Nabi pun pernah ‘dilawan’. Sebelum hijrah. Nabi pernah meminta agar dibukakan pintu ka`bah. Usamah sang juru kunci menolak dengan kasar. Dengan nada mengancam, Nabi pun berkata, “Semoga suatu satu nanti engkau akan melihat kunci ini di tanganku. Ketika itu aku mampu memberinya kepada siapa pun yang aku kehendaki.” Dengan ketus Usamah menjawab, “Kalau itu terjadi, itu berarti suku Quraisy ketika itu telah binasa.” Jawab Nabi, “Tidak! Bahkan ketika itu suku ini akan sejahtera dan mulia”. Lihatlah, betapa digdaya sang juru kunci. Dari dulu hingga kini. (drus) Baca juga :

Read More

Satu Persatu Jamaah Haji Meninggalkan Kota Suci

Mekah — 1miliarsantri.net : Puncak pelaksanaan ibadah haji 1445 H/2024 M telah berakhir. Jamaah haji Indonesia gelombang 1 pun mulai dipulangkan ke tanah air. “Alhamdulillah puncak haji sudah usai. Hari ini kita mulai memberangkatkan jemaah dari Makkah untuk kembali ke Tanah Air,” kata Direktur Bina Haji Kementerian Agama Arsad Hidayat saat dikonfirmas kepulangan jemaah SOC 02, di Makkah, Selasa (25/6/2024). Direktur Bina Haji Kementerian Agama Arsad Hidayat menerangkan, ada perbedaan skema kepulangan jemaah gelombang 1 di tahun ini. Sebanyak 49 kelompok terbang (kloter) gelombang I akan dipulangkan melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. “Tahun ini, tidak semua jemaah gelombang I dipulangkan melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Ada 49 kloter yang akan dipulangkan melalui Madinah. Termasuk SOC 02 yang kita antar pagi ini,” jelas Arsad Hidayat. Arsad menyampaikan, SOC 02 termasuk jemaah kloter awal yang segera dipulangkan usai wukuf. “Alhamdulillah seluruh persiapan kaitan dengan rencana kepulangan ini sudah siap,” tukas Arsad. “Bahkan untuk penimbangan barang bagasi yang biasa dilakukan sekitar 48 jam sebelum keberangkatan, untuk SOC 2 karena masuk kategori keberangkatan awal itu ditimbang sebelum pelaksanaan wukuf,” imbuhnya. Di tempat terpisah, Kepala Daerah Kerja Madinah Ali Machzumi menerangkan hari ini direncanakan ada enam kloter gelombang pertama yang akan tiba di Madinah untuk selanjutnya diberangkatkan ke tanah air. “Mereka akan transit 1 malam, lalu 22 Juni diberangkatkan ke Indonesia,” kata Ali. Berikut daftar 49 kloter jemaah haji gelombang I yang akan kembali dari Bandara AMAA, Madinah: (drus) Baca juga :

Read More

Suhu Panas Ekstrem Penyebab Banyaknya Jamaah Haji Wafat

Mekah — 1miliarsantri.net : Lebih dari 1.000 jamaah haji meninggal dunia tahun ini di tengah panas ekstrem Arab Saudi. Cuaca panas ekstrem di Saudi diduga menjadi pemicu banyaknya jamaah haji yang meninggal dunia. Lalu, sebenarnya kenapa panas ekstrem dapat mengancam nyawa seseorang? Suhu tubuh saat beristirahat biasanya sekitar 37 derajat Celcius. Profesor kesehatan University of Sydney, Australia, Ollie Jay mengatakan, suhu tersebut hanya berjarak 4 Celcius dari malapetaka berupa sengatan panas. Direktur perawatan darurat di Rumah Sakit Houston Methodist Neil Gandhi mengatakan, selama gelombang panas, siapa pun yang datang dengan demam 38 derajat Celsius atau lebih tinggi dan tidak ada sumber infeksi yang jelas akan diperiksa untuk mengetahui apakah mereka mengalami kelelahan akibat panas atau sengatan panas yang lebih parah. “Secara rutin akan melihat suhu inti lebih besar dari 39, 40 derajat selama beberapa waktu,” kata Gandhi. Ia menambahkan satu atau tiga derajat lagi, pasien tersebut berisiko tinggi mengalami kematian. Jay mengatakan ada tiga hal yang membuat panas ekstrem berisiko kematian bagi seseorang. Pertama adalah peningkatan suhu tubuh secara kritis yang menyebabkan organ tubuh gagal berfungsi. Jay menambahkan, ketika suhu tubuh bagian dalam menjadi terlalu panas, tubuh mengalihkan aliran darah ke kulit untuk mendinginkannya. Namun, hal tersebut mengalihkan darah dan oksigen dari perut dan usus, dan dapat memungkinkan racun yang biasanya terkurung di area usus bocor ke dalam sirkulasi. “Hal itu memicu serangkaian efek. Pembekuan di seluruh tubuh dan kegagalan beberapa organ dan pada akhirnya, kematian.” Namun, kata Jay, pembunuh yang lebih mematikan akibat panas adalah ketegangan pada jantung, terutama bagi orang-orang yang memiliki penyakit kardiovaskular. Hal ini dimulai dengan darah yang mengalir deras ke kulit untuk membantu melepaskan panas inti. Hal ini menyebabkan tekanan darah turun. Jantung merespons dengan mencoba memompa lebih banyak darah agar Anda tidak pingsan. “Anda meminta jantung untuk melakukan lebih banyak pekerjaan daripada yang biasanya dilakukan,” kata Jay. Ia menambahkan, bagi seseorang dengan kondisi jantung, kondisi tersebut sama seperti seseorang dengan otot kaki yang lemah atau mengelami cedera tapi harus berlari mengejar bus. “Pasti ada sesuatu yang akan terjadi.” Faktor ketiga adalah dehidrasi yang berbahaya. Jay mengatakan saat orang berkeringat, mereka kehilangan cairan hingga ke titik yang dapat membuat ginjal mengalami tekanan berat. Profesor kesehatan masyarakat dari Universitas Harvard dan dokter ruang gawat darurat di Rumah Sakit Umum Massachusetts Dr Renee Salas mengatakan, dehidrasi dapat berkembang menjadi syok, menyebabkan organ-organ tubuh berhenti bekerja karena kekurangan darah, oksigen dan nutrisi, yang menyebabkan kejang-kejang dan kematian. “Dehidrasi bisa sangat berbahaya dan bahkan mematikan bagi semua orang jika sudah cukup parah – tetapi sangat berbahaya bagi mereka yang memiliki kondisi medis dan sedang dalam pengobatan tertentu,” ungkap Salas. Jay mengatakan dehidrasi juga mengurangi aliran darah dan memperbesar masalah jantung. (drus) Baca juga :

Read More

Fadli Zon Dukung Rencana Kunjungan Ke Rafah

Zanzibar — 1miliarsantri.net : Komite Eksekutif organisasi Parlemen Dunia (Inter-Parliamentary Union/IPU) menggelar pertemuan rutin ke-293 di Zanzibar, Tanzania pada tanggal 18 – 21 Juni. Pertemuan dihadiri Delegasi dari 12 negara yang mewakili grup-grup Geopolik yang ada di IPU. Hadir sebagai anggota Komite Eksekutif mewakili Asia Pasifik dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) yaitu Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Dr. Fadli Zon dari Fraksi Gerindra. Pertemuan Komite Eksekutif ke-293 tersebut membahas agenda-agenda strategis organisasi IPU kedepan, serta berbagai persoalan internal yang penyelesaiannya membutuhkan keputusan kolektif Komite Eksekutif. Pada kesempatan itu, Fadli Zon menyampaikan dua hal penting. Pertama, terkait dengan alokasi Dana Solidaritas Parlemen yang akan diberikan sebagai bantuan untuk parlemen-parlemen yang negaranya sedang mengalami kesulitan finansial sehingga berhalangan untuk dapat aktif di IPU, serta negara yang parlemennya belum menjadi anggota IPU karena keterbatasan kemampuan finansial. Terkait dengan Dana Solidaritas Parlemen, Fadli Zon mendukung adanya alokasi bantuan untuk negara-negara Pasifik, sebagaimana yang baru-baru ini diterima oleh Parlemen Vanuatu. Sedangkan untuk permasalahan kedua, Ketua BKSAP DPR RI itu meminta agar Sekretaris Jenderal IPU dapat memberikan laporan berkala mengenai perkembangan persiapan rencana keberangkatan Delegasi IPU ke Rafah, dalam rangka mendorong gencatan senjata segera. “Saya kira rencana kunjungan ke Rafah ini merupakan bentuk tanggung jawab IPU sebagai Organisasi Parlemen Se-Dunia untuk mengupayakan penghentian segera kekerasan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia, khususnya terhadap rakyat Palestina”. Demikian ditegaskan Fadli Zon yang juga menjabat Wakil Ketua Umum DPP Gerindra tersebut. Fadli juga meminta, agar Sekretariat IPU dapat mengikutsertakan perwakilan dari Komite Eksekutif pada rencana kunjungan tersebut. (luk) Baca juga :

Read More