Warga Denmark Melarang Pembakaran Al Qur’an

Denmark — 1miliarsantri.net : Serangkaian aksi pembakaran Alquran yang dilakukan oleh kelompok sayap kanan Denmark, Danske Patrioter, telah memantik kecaman dunia internasional, terutama negara-negara Muslim. Aksi pembakaran dilakukan di depan gedung kedutaan besar (kedubes) negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), termasuk Indonesia. Merespons kejadian itu, Indonesia telah berkali-kali mengirimkan nota protes kepada Pemerintah Denmark. Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Denmark Dewi Savitri Wahab mengatakan setiap kali ada pembakaran di depan KBRI Kopenhagen, pemerintah Indonesia selalu memberikan nota protes. “Setiap kali terjadi pembakaran Alquran, kita langsung mengirimkan nota diplomatik kepada Kemenlu Denmark. Sejauh ini kita sudah mengirimkan tujuh nota protes,” katanya kepada media, Jumat (18/08/2023). Dewi menambahkan, setiap mengirimkan nota protes, pemerintah Denmark menegaskan aksi tersebut dilakukan beberapa individu, tidak merepresentasikan pandangan atau posisi Pemerintah Denmark. Pemerintah Denmark juga menegaskan pembakaran Alquran tidak mewakili pandangan masyarakat Denmark secara umum. Hal ini diperkuat dengan jajak pendapat yang dilakukan oleh agency megaphone untuk TV 2 Denmark. Hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa dari sekitar 1.098 responden masyarakat Denmark, 51 persen menyetujui adanya larangan aksi pembakaran atribut-atribut suci agama. Sementara 39 persen lainnya tidak menyetujui karena dikhawatirkan hal itu akan memberikan batasan pada kebebasan berekspresi. “TV 2 Denmark ini termasuk stasiun televisi arus utama, jadi saya kira cukup bisa dipandang untuk merepresentasikan nuansa atau pandangan masyarakat Denmark. Jadi, aksi pembakaran ini tidak mewakili pandangan mayoritas masyarakat Denmark.” pungkasnya. (tyo-reu) Baca juga :

Read More

Masjid Syekh Karim al Makhdum Bukti Syiar Islam Pernah ada di Filipina

Filipina — 1miliarsantri.net : Masjid Syekh Karim al Makhdum di Tawi-Tawi disebut sebagai masjid tertua sekaligus masjid terkuat di Filipina. Masjid ini tetap berdiri kokoh meski mengalami banyak upaya penghancuran selama enam abad terakhir. Penduduk setempat mengisahkan, masjid ini dibangun oleh pedagang Arab dan misionaris Makhdum Karim di tahun 1380. Masjid Syekh Karimul pun menjadi salah satu yang tertua di Asia Tenggara. “Pendirian Masjid Syekh Karim al Makhdum pada abad ke-14 mengantarkan awal Islamisasi di Filipina,” kata dekan Institut Studi Islam di Universitas Filipina, Prof Julkipli Wadi, dilansir dari Arab News, Rabu (16/08/2023). Ia mengatakan, Islam di Filipina terjadi 200 tahun sebelum mengenal agama Kristen. Pondasi Masjid Syekh Karim al Makhdum masih terawat dengan baik. Pilar kayu keras Ipil berusia 638 tahun disebut kuat dan tahan terhadap sinar matahari dan hujan. Bahkan, penduduk desa percaya bila pilar-pilar masjid dihancurkan maka seluruh Pulau Simunul akan tenggelam. “Legenda menyebutkan ada berbagai upaya untuk menghilangkan pilar tua masjid. Untuk beberapa alasan, upaya itu tidak berhasil. Oleh karena itu, beberapa orang tua berpikir bahwa pilar-pilar itu adalah sumber berkah dan orang-orang mulai mengambil potongan-potongannya dan menggunakannya sebagai jimat,” kata Prof Wadi. Berbagai upaya perusakan tersebut membuat pemerintah daerah melindungi pilar dengan kaca plastik. Sehingga orang tidak mengukirnya. Selama invasi Jepang tahun 1941, masjid itu sempat dibakar. Namun, selain pilar masjid, semuanya berubah menjadi abu. Masjid Syekh Karim al Makhdum pun dibangun kembali di tahun 1960-an, dengan pekerjaan restorasi yang dilakukan juga baru-baru ini. Pada 2013, Presiden Benigno S. Aquino menandatangani Undang-Undang Republik yang menyatakan Masjid Syekh Karimul Makhdum sebagai tonggak sejarah nasional. Pendiri masjid, Sheikh Makhdum adalah salah satu dari tujuh pendakwah legendaris yang tiba melalui laut dan memperkenalkan Islam ke Mindanao dan Sulu. Mereka semua berasal dari cabang Naqsybandi, ordo Sufisme Sunni utama, atau mistisisme Islam yang tumbuh subur di Asia Tengah dan akhirnya menyebar ke anak benua India, khususnya Gujarat saat ini—kawasan strategis Jalur Sutra yang menghubungkan Cina, India, dan dunia Islam abad ke-13 dan ke-14. “Ini adalah bukti fisik Islam yang bertahan lama di negara ini,” kata Prof Darwin Absari dari Institut Studi Islam Universitas Filipina. “Ini menghubungkan negara dengan komunitas Muslim yang lebih besar di Asia Tenggara dan seluruh dunia Islam.” Setiap 7 November, daerah Otonomi Bangsamoro di Muslim Mindanao, di mana Tawi-Tawi menjadi bagiannya, merayakan Hari Sheikh Karimul Makhdum sebagai hari libur nasional. Populasi muslim di Filipina sekitar 6 persen dari 110 juta penduduk, di mana mayoritas beragama Katolik. Sebagian besar penganut Islam di Filipina bermukim di pulau selatan Mindanao dan kepulauan Sulu. Masjid Tawi-Tawi menjadi sumber kebanggaan bukan hanya bagi provinsi kecil itu tetapi seluruh wilayah muslim selatan. Keberadaannya menyiratkan bahwa Islam “mengakar kuat di provinsi ini,” kata Prof. Nasser Kadil dari Mindanao State University. “Menjadi sumber kebanggaan memiliki masjid tertua dan menyiratkan bahwa Syekh Makhdum dan kelompoknya pertama kali mendarat di Tawi-Tawi, oleh karena itu Islam (di wilayah ini) dimulai di Tawi-Tawi.” (fq/reu) Baca juga :

Read More

Merebak Corona Versi Baru, Pemerintah Arab Saudi Menghimbau Jamaah Umrah Wajib Mengenakan Masker

Jeddah — 1miliarsantri.net : Otoritas keamanan publik Kerajaan Arab Saudi meminta kepada seluruh jamaah umrah untuk memakai masker saat mengunjungi tempat-tempat suci. Imbauan tersebut menyusul laporan global adanya varian baru virus corona yang menyebar ke seluruh dunia. Pekan lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan sedang melacak Covid varian baru. Disebutkan, kasus baru di dunia mencapai 1,5 juta sejak 10 Juli hingga 6 Agustus 2023. Angka ini naik 80 persen dibandingkan 28 hari sebelumnya. EG.5 atau Eris merupakan varian turunan Omicron yang terdeteksi di 51 negara, di antaranya Amerika Serikat, China, Korea Selatan, dan Jepang. Meskipun risiko keseluruhannya rendah, dilihat dari fitur genetik, karakteristik pelepasan kekebalan, dan perkiraan tingkat pertumbuhan, Eris dapat menyebar hingga menyebabkan lonjakan kasus. Atas dasar itu, Pemerintah Arab Saudi menyarankan kepada seluruh jamaah umrah untuk memakai masker demi perlindungan kesehatan selama berada di Tanah Suci. Hal tersebut disampaikan Otoritas Keamanan Arab Saudi melalui media sosial resmi. “Mengenakan masker di Dua Masjid Suci, di Makkah dan Madinah dan sekitarnya, melindungi Anda dan orang lain dari infeksi penyakit.” cuit Otoritas Keamanan pada Ahad (06/08/2023) lalu. Direktur Umum WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pihaknya masih terus melacak penyebaran virus baru itu. Tiga bulan lalu WHO menyatakan masa darurat kesehatan global telah berakhir. Sejak itu, jumlah kasus yang dilaporkan, rawat inap, dan kematian secara global terus menurun. Jumlah negara yang melaporkan data ke WHO pun menurun secara signifikan. Dalam sebulan terakhir, hanya 25 persen yang melaporkan kematian akibat Covid-19 serta 11 persen yang melaporkan rawat inap dan masuk unit perawatan intensif. “Terlepas dari peningkatan ini, WHO terus menilai risiko Covid-19 terhadap kesehatan masyarakat global masih tinggi. Virus terus beredar di semua negara, terus membunuh dan terus berubah,” tambahnya. WHO pun menerbitkan rekomendasi untuk negara-negara dunia, termasuk memperbarui program Covid-19 nasiona untuk bergerak menuju pengelolaan penyakit jangka panjang yang berkelanjutan. WHO mendesak negara-negara dunia untuk melanjutkan pengawasan kolaboratif demi mendeteksi perubahan signifikan pada virus, serta tren keparahan penyakit dan kekebalan populasi. Tedros mengimbau semua negara untuk melaporkan data Covid-19, terutama kematian dan penyakit parah, urutan genetik, dan efektivitas vaksin. Pemerintah harus terus menawarkan vaksinasi terhadap penyakit ini, terutama untuk kelompok yang paling berisiko, dan memastikan akses yang setara ke vaksin, tes, dan pengobatan. Diketahui, hampir tujuh juta orang meninggal akibat Covid-19, dan ada lebih dari 769 juta kasus yang dikonfirmasi di seluruh dunia. (dul)

Read More

Sejarah Adanya Tentara Bayaran Islam

Jakarta — 1miliarsantri.net : Tentara bayaran pada masa modern ini ada di mana-mana. Ini misalnya terjadi pada masa perang invasi Amerika Serikat ke Irak. Dalam perang Ukraina versus Soviet kini jasa tentara bayaran juga dipakai. Bahkan, di Indonesia pada masa lalu, kolonial Belanda memakai jasa mereka. Dalam perang Jawa, banyak tentara bayaran dari berbagai negara Eropa termasuk dari negara Afrika. Tangsi tentara bayaran zaman Belanda itu dahulu berada di Purworejo. Tempat itu merupakan tangsi tentara berkulit hitam asal Afrika. Komplek itu kini menjadi markas tentara TNI konpi serbu pasukan infantri. Bila dirunut lagi dengan mengacu pada sejarah juga terjadi sejak era zaman Romawi, Persia, hingga Ottoman. Sedangkan khusus dalam masa kekhalifahan dari sekian banyak variasi dan bentuk ilmu militer peninggalan peradaban Islam, salah satunya adalah munculnya fenomena tentara bayaran sebagai penopang utama sebuah kekuasaan. Hal ini misalnya terjadi pada Kekhalifahan Fatimiyah di Mesir. Masa pemerintahan dinasti ini berlangsung hampir dua abad lamanya, antara tahun 909 M hingga 1171 M. Nama Fatimiyah yang mereka pakai sebagai klaim bahwa penguasa dinasti ini adalah masih keturunan Nabi Muhammad Saw dari garis putrinya: Fatimah. Mereka terpaksa memakai tentara bayaran karena dinasti yang memusatkan pemerintahannya di Mesir ini adalah penganut Syiah Ismailiyah. Padahal, waktu itu pengikut syiah adalah kelompok minoritas di kota itu. Penduduk Mesir sebagian besar menganut Islam dengan mazhab Suni. Jadi, tentara bayaran oleh Kekhalifahan Fatimiyah dipakai sebagai jalan keluar untuk melanggengkan kekuasaan karena warga Mesir memang tidak suka kepadanya. Selain itu, legiun ini juga dipakai sebagai alat untuk membasmi berbagai pemberontakan. Lalu dari manakah anggota tentara bayaran itu berasal? Ada dua kelompok besar tentara bayaran milik Kekhalifahan Fatimiyah. Pertama, adalah resimen kulit hitam atau Zawila. Anggota legiun tentara ini direkrut dengan cara membeli dari pasar budak yang pada saat itu banyak bermunculan di Afrika, terutama di pusatnya yang berada di dekat Danau Chad. Kelompok tentara bayaran kedua adalah divisi yang anggotanya berasal dari Eropa Sakalaba atau yang kerap dipanggil dengan sebutan Bangsa Slav. Bangsa ini memang saat itu bernasib sangat malang. Sebagai bangsa termiskin di Eropa Timur, mereka akhirnya harus menjadi budak untuk bertahan hidup. Bahkan, kata slave dalam bahasa Inggris yang berarti budak, awalnya merujuk kepada nama bangsa ‘Slav’ (Slavia) ini. Para penguasa Fatimiyah mendapatkan tenaga militer bangsa Slav, dengan cara membeli dari pasar budak yang berada di sekitar wilayah Italia. Sebagi tentara bayaran kemampuan bertempur mereka jelas tak perlu diragukan lagi. Baik bangsa Slav maupun Zawila sudah lama dikenal sebagai bangsa yang jago bertempur. Kekuasaan Fatimiyah ini kemudian memanfaatkan kemampuan tempurnya untuk menaklukkan berbagai wilayah, seperti Sisilia (948 M), Mesir (969 M), dan Sijilmasat serta Fez pada tahun 978 M. Mereka menyerbu tempat itu dengan dukungan kekuatan pasukan bayaran yang jumlahnya cukup besar, yakni mencapai 50 ribu hingga 100 ribu orang. Namun, selain punya kemampuan tempur yang mumpuni, ternyata beberapa orang di antara para legiun bayaran itu banyak mempunyai kemampuan berpikir yang cukup memadai. Salah seorang di antaranya adalah Jauhar. Dia adalah mantan budak Romawi keturunan Yunani Sisilia. Ketika menaklukkan Mesir, seorang Khalifah Fatimiyah memerintahkan Jauhar (orang barat memanggilnya Jawhar) membangun kota baru, yang diberi nama Kairo (kini ibu kota Mesir modern). Batu pertama pembangunan kota itu diletakkan sendiri oleh Jauhar. Sementara itu, sebagai puncak restasi dari legiun bayaran ini adalah ketika mereka berhasil menguasai pusat Dinasti Abbbasiyah, yakni Kota Baghdad pada tahun 1058 M. Salah satu hasil rampasan perang yang sempat didapatkan sebagai tanda takluk dari penguasa Baghdad saat itu adalah sebuah jubah peninggalan Nabi Muhammad Saw. Kemampuan tempur yang tinggi dari bangsa Slav itu masih bisa dijejaki hingga 900 tahun kemudian. Pada Perang Dunia I dan II, banyak bangsa Slav yang terlibat dalam perang paling berdarah itu. Tapi berbeda tujuannya dengan dahulu, kini mereka ikut berperang bukan untuk mendapatkan bayaran semata. Mereka terlibat dalam pertempuran dengan tujuan meraih kemerdekaan. (yan) Baca juga :

Read More

Konferensi Islam Internasional di Mekah, dihadiri Para Ulama serta Para Mufti dan Dai Seluruh Dunia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis menghadiri Konferensi Internasional tentang Konsolidasi dan Koordinasi Tokoh Umat Islam di Arab Saudi. Konferensi ini dihadiri 83 negara, para ulama’ para mufti dan da’i internasional. Menurut Cholil Nafis, pembahasan utama konferensi ini merekatkan persatuan umat Islam di seluruh dunia atas asas keagamaan Islam yang moderat (wasathi), toleran dan inklusif. “Tema diulas sedari awal pembukaan oleh para ulama agar bisa menyelaraskan antara ajaran Islam yang ideal dan kenyataan umat yang penuh dinamika,” kata Cholil kepada media, Senin (14/08/2023). Persoalan yang muncul di masyarakat hingga menjadi perpecahan adalah fanatik buta terhadap golongannnya sendiri yang kadang disertai dengan mengkafirkan kelompok lain yang berbeda pendapat. Pemahaman seperti ini, agama menjadi malapetaka karena kesalahan dalam memahami teks agama. Di sesi kedua, konferensi internasional di Mekkah mengulas tentang kenyataan dan harapan hubungan antara dunia Islam dan Kerajaan Arab Saudi. Bahkan dipersilahkan untuk mengajukan kritik sebagai harapan dan upaya memperbaiki hubungan dan memperkuat kerjasama antar lembaga keumatan dan kemasyarakatan umat di dunia Islam. Sesi lain mendiskusikan tentang wasathiyatul Islam secara konsepsional dan praktiknya di beberapa negara. Kami dari Indonesia memaparkan tentang wasathiyatul Islam yang sdh menjadi arus utama faham keagamaan. Hal ini menjadi tema Muktamar NU dan Muhammadiyah juga Musyawarah Nasional MUI. Pada prinsipnya Indonesia mampu menjaga kesatuan dan persatuan dengan banyak ragam etnis dan agama karena mayoritas umat berpaham Islam wasathi. Jikalau ada peristiwa terorisme dan ekstrimisme bahkan pengeboman karena masih ada sebagian umat yang punya paham eksklusif dan biasanya tak berafiliasi dengan organasasi kemasyarakatan Islam besar di Indonesia. Kenyataan ekstrimisme di tengah-tengan umat menjadi tugas ulama dan tokoh umat utk terus menyerukan damai dan memahami Islam yang benar “Sebenarnya sumber ekstrimisme, baik kiri maupun kanan itu karena paham agama yg tidak proporsional. Biasanya memahami ajaran Islam yang salah antara keleluasaan agama (rukhshah) dan ketetapan yang pasti dalam agama (‘azimah),” tambahnya. Ekstrim kiri karena menggampangkan agama sehingga apapun bisa dipahami di luar teks atas nama kemaslahatan. Sedangkan yg ekstrim kanan krn terlalu ketat dalam memahami agama sehingga agama dipahami secara harfiyah tekstual bahkan melupakan realita kehidupan. Makanya Rasulullah SAW mengingatkan, “rusaklah orang-orang yang keterlaluan”. Karenanya, MUI menyampaikan tentang 10 kriteria wasathiyatul Islam agar menjadi pegangan dunia Islam dalam memberi fatwa dan membimbing umat. Yaitu seimbang dalam memahami teks dan konteks, bisa membedakan mana wilayah penyimpangan (inhiraf) yang harus diamputasi dan wilayah perbedaan (khilafiyah) yang harus ditoleransi, bisa berpikir dinamis yang menyeimbangkan antara ajaran agama yang baku dan ajaran Islam yang dinamis. Cara ber-Islam yang wasathi ini akan selalu sesuai dengan perkembangan zaman dan manpu membangun peradaban..Dunia Islam kini sedang menghadapi paham keagamaan yang ekstrim, dan saat bersamaan menghadapi sekularisasi, ateisme dan Islamofobia. Dunia yang mengecil dengan teknologi informasi yang membanjir dari berbagai penjuru menjadi tantangan berat tokoh agama dalam membimbing umat. (rid) Baca juga :

Read More

Hancurnya Kota Kecil Muslim Miskin di India oleh Buldoser

Haryana — 1miliarsantri.net : Minggu terakhir, Nuh, sebuah kota kecil miskin di negara bagian utara Haryana, India telah menjadi timbunan batu dan puing setelah pihak berwenang menghancurkan ratusan rumah dan toko dengan buldoser. Menurut sensus India 2011, banyak bangunan yang hancur adalah milik umat Islam. Umat Islam merupakan 77 persen dari populasi lokal distrik tersebut. Seperti dilansir Time pada Minggu (13/08/2023), penghancuran dilakukan setelah bentrokan sengit antara umat Hindu dan Muslim pada 31 Juli dan berlanjut selama tiga hari, menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai beberapa lainnya. Mereka mulai ketika penduduk Muslim Nuh mulai melempari batu ke kelompok Hindu garis keras yang melewati kota selama prosesi keagamaan, dipicu oleh desas-desus bahwa seorang warga Hindu yang terkenal akan hadir. Situasi meningkat menjadi kerusuhan jalanan, dengan massa yang marah dari kedua komunitas merusak properti dan membakar mobil sebelum pihak berwenang turun tangan. Kelompok masyarakat sipil mengatakan penghancuran di Nuh hanyalah salah satu contoh di antara banyak bagaimana buldoser telah menjadi alat ekstra-yudisial utama yang digunakan oleh politisi dari Partai Bharatiya Janata (BJP) nasionalis Hindu yang berkuasa untuk menghancurkan rumah, bisnis, dan tempat ibadah ribuan umat Islam. Buldoser adalah cara BJP untuk mengelak dari hukum dan institusi demi mewujudkan tujuan (nasionalis-Hindu),” kata Ali Khan Mahmudabad, seorang ilmuwan politik di Universitas Ashoka di Delhi. Di banyak negara bagian yang diatur oleh BJP, terutama di India utara, penghancuran tidak hanya menjadi taktik umum untuk meredam perbedaan pendapat Muslim, tetapi buldoser telah berkembang sebagai simbol nasionalis Hindu. Mereka tampil selama kemenangan pemilihan, dalam parade kendaraan hias di India dan luar negeri, di atas paket keripik, dan di beberapa lagu kebangsaan Hindu. Laki-laki muda bahkan membuat tato simbol di lengan mereka untuk merayakan BJP. “Dalam arti tertentu, itu juga merupakan simbol dari apa yang disebut pendukung BJP sebagai ‘keadilan cepat’,” kata Mahmudabad. Di Nuh, buldoser mulai bekerja setelah Menteri Dalam Negeri Haryana, Anil Vij, mengatakan pada 3 Agustus bahwa buldoser juga bisa menjadi bagian dari tindakan perbaikan terhadap mereka yang terlibat dalam kekerasan. Pihak berwenang kemudian mengatakan lapak dan bangunan semen dibangun secara ilegal, tuduhan yang dibantah oleh banyak warga. Pada hari Senin, pengadilan tinggi Punjab dan Haryana menghentikan penghancuran dan mempertanyakan apakah pemerintah BJP, melalui penggunaan buldosernya, melakukan pembersihan etnis terhadap Muslim Nuh. “Ini adalah satu-satunya contoh di mana pengadilan turun tangan untuk mengatakan ini salah. Yang menunjukkan bagaimana institusi tidak dapat turun tangan untuk mengendalikan pelanggaran partai yang berkuasa,” kata Asim Ali, seorang peneliti politik di Pusat Penelitian Kebijakan di Delhi. (sin/reu) Baca juga :

Read More

Kematian Husnul Khotimahnya Sinead O’Connor

Dublin — 1miliarsantri.net : Wafatnya penyanyi Sinead O’Connor memang mengejutkan banyak pihak. Sosok mualaf yang menganti nama Islam dengan nama Shudaha Sadaqat ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia di apartemennya di London pada Rabu (26/07/2023) lalu. O’Connor yang merupakan ibu empat anak itu ditemukan tak bernyawa oleh petugas Polisi Metropolitan London di apartemennya, tak jauh dari Coldharbour Lane di Brixton. Kematian penyanyi berusia 56 tahun itu memicu banjir penghormatan dari para penggemar, orang terkenal, aktivis hak asasi manusia, tetangganya, dan politisi, termasuk Taoiseach Leo Varadkar. Lebih dari 3.000 orang diperkirakan berkumpul untuk mengantarkan Sinead O’Connor ke peristirahatan terakhirnya dan prosesi pemakaman O’connor dilakukan secara Islami. Mereka yang hadir di kota asal Sinead, Dublin, Irlandia, menangis sambil menyanyikan “Nothing Compares to U”. Keluarga penyanyi yang meninggal pada usia 56 tahun itu mengadakan upacara peringatan pribadi pada Selasa (08/08/2023) pagi yang dihadiri oleh Presiden Irlandia, Michael D Higgins; dan perdana menteri Leo Varadkar. Bintang seperti Bono, Edge dan Bob Geldof, juga tampak hadir. Kepala Imam di Pusat Islam Irlandia, Syaikh Dr Umar Al-Qadri, mengatakan kepada Daily Mail bahwa O’Connor akan dimakamkan secara Islami sesuai dengan perpindahan agamanya, merujuknya dengan nama barunya, Shuhada Sadaqat. “Pemakaman jelas pribadi (untuk) keluarga, dan itu adalah upacara yang sangat mengharukan, dan saya rasa itu benar-benar mencerminkan kepribadian Sinead yang indah. Itu sangat spiritual dan mencerminkan identitas Irlandianya serta identitas Muslimnya,” terang Syekh Dr Umar al-Qadri. Dia bersama anggota komunitas Muslim lainnya melakukan sholat jenazah untuk O’Connor. Ia juga mengatakan, O’Connor tidak pernah menjauh dari Allah SWT, tidak seperti orang lain yang memiliki kesulitan dan cobaan dalam hidup mereka. “Dia adalah manusia yang luar biasa, bukan hanya seorang musisi hebat, artis, tetapi yang akan menyentuh hati jutaan orang karena suaranya tetapi juga karena hatinya yang luar biasa. Dia selalu memiliki iman dan keyakinan yang kuat kepada Tuhan,” kata Syekh Dr Umar al-Qadri. Kematian indah yang disertai dengan pengakuan orang-orang terdekat merupakan salah satu tanda husnul khatimah? Dilansir dari Elbalad, tanda husnul khotimah bisa dilihat dari riwayat kehidupan almarhum saat masih bernyawa. Seberapa besar kebaikannya kepada sesama, seberapa besar sumbang asihnya kepada agama, Tanah Airnya, keluarganya, hingga masyarakatnya. “Dia adalah manusia yang luar biasa, bukan hanya seorang musisi hebat, artis, tetapi yang akan menyentuh hati jutaan orang karena suaranya tetapi juga karena hatinya yang luar biasa. Dia selalu memiliki iman dan keyakinan yang kuat kepada Tuhan,” kata Syekh Dr Umar al-Qadri. Kematian indah yang disertai dengan pengakuan orang-orang terdekat merupakan salah satu tanda husnul khatimah? Dilansir dari Elbalad, tanda husnul khotimah bisa dilihat dari riwayat kehidupan almarhum saat masih bernyawa. Seberapa besar kebaikannya kepada sesama, seberapa besar sumbang asihnya kepada agama, Tanah Airnya, keluarganya, hingga masyarakatnya. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa kesaksian kerabat atau orang-orang di sekitarnya adalah salah satu tanda dari husnul khatimah. Nabi Muhammad ﷺ bersabda: فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ خَيْرًا وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ وَمَنْ أَثْنَيْتُمْ عَللَيْهِ شَرًّا وَجَبَتْ لَهُ النَّارُ أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ Artinya: Rasulullah SAW pun bersabda, “Siapa yang telah kalian puji dengan kebaikan, maka telah wajib baginya surga. Dan siapa yang telah kalian cela dengan keburukan, maka telah wajib pula baginya neraka. Kalian adalah syuhadaullahi (para saksi Allah) di muka bumi, kalian adalah syuhadaullahi (para saksi Allah) di muka bumi.” (HR Muslim). Beberapa hari terakhir menjelang kematiannya, O’Connor mengatakan kepada penggemar bahwa dirinya telah menjadi sasaran penguntit. “Ingat, jika manusia bukan merupakan makhluk yang menjijikan, kita semua akan berada di surga,” kata O’Connor, yang terkenal dengan lagu “Nothing Compares 2 U”, dalam cicitannya. O’Connor juga memiliki akun resmi di Instagram, tetapi pesan terakhirnya tampaknya sudah berselang lebih dari enam tahun lalu. Dia mengatakan, “Cintailah kehidupan yang kamu miliki dan syukuri apa adanya!” Dikutip dari AceShowbiz, Senin (31/07/2023), pada 12 Juli lalu, O’Connor juga mengungkapkan tentang penguntitan yang dilakukan oleh seorang wanita. “Ada satu penguntit. Wanita. Kekerasan: sekali lagi, JANGAN PERNAH terlibat dengan siapa pun yang mengaku mengenal saya tanpa bertanya kepada manajemen saya,” ujarnya. Salah satu pengikutnya menjawab, “Ya, saya dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai Anda. Kedengarannya bukan Anda, sedang mencari alamat email agar saya dapat bergabung dengan grup VIP untuk mendapat tiket.” Beberapa hari kemudian O’Connor juga memperingatkan penggemar tentang pria yang dia yakini mengincar pengikutnya. (gyt/red) Baca juga :

Read More

Jumlah Pelajar Muslim di India Meningkat Drastis

New Delhi — 1miliarsantri.net : Angka pendaftaran siswa Muslim di institusi perguruan tinggi India beberapa waktu belakangan ini mengalami peningkatan signifikan. Hal tersebut disampaikan Menteri Persatuan Negara untuk Pendidikan India, Subhas Sarkar. Sarkar menjelaskan, untuk tahun akademik 2016-17, sebanyak 1.739 juta siswa Muslim terdaftar. Angka tersebut melonjak menjadi 1.922 juta untuk tahun akademik 2020-2021. Pertumbuhan tidak terbatas pada pendaftaran siswa saja. Jajaran pendidik Muslim juga membengkak. Jumlah guru dari komunitas Muslim meningkat dari 67.215 pada tahun akademik 2016-17 menjadi 86.314 pada tahun akademik 2020-2021. “Jumlah guru dari komunitas Muslim juga meningkat secara signifikan menjadi 86.314 pada 2020-2021 dari 67.215 pada 2016-2017,” ujar Sarkar, dikutip dari India Today, Kamis (09/08/2023). Sarkar pun membagikan statistik dari Survei Pendidikan Tinggi Seluruh India, 2020-21. “Sesuai Survei Pendidikan Tinggi Seluruh India (AISHE), 2020-2021, pendaftaran siswa Muslim meningkat menjadi 1.922 juta pada 2020-2021 dari 1.739 juta pada 2016-2017,” imbuhnya. Jumlah guru dari komunitas Muslim menunjukkan peningkatan yang signifikan menjadi 86.314 pada 2020-2021 dari 67.215 pada 2016-2017, sebagaimana dilaporkan dalam AISHE, 2020-21,” terangnya. “Pemerintah mendorong siswa minoritas melalui berbagai inisiatif,” tambah Sarkar. Sarkar mengakui bahwa angka putus sekolah anak-anak Muslim tidak sepenuhnya sejalan dengan pertumbuhan positif tadi. Sementara beberapa siswa dalam komunitas Muslim berkembang secara pendidikan, berkontribusi pada peningkatan partisipasi pendidikan tinggi, kehadiran mereka di pendidikan dasar dan menengah menyusut di beberapa negara bagian. Terlepas dari tantangan ini, perjalanan menuju kemajuan pendidikan bagi siswa Muslim terus berlanjut. Seperti diketahui, sejak kemerdekaan India pada tahun 1947, perjalanan menuju pembangunan menyeluruh dalam komunitas Muslim melalui pendidikan menemui banyak kendala. Namun, dalam beberapa dekade terakhir terlihat kemajuan bertahap pemuda Muslim di bidang pendidikan. Statistik yang muncul menyoroti tren yang penuh harapan, membangkitkan optimisme dalam sektor pendidikan. (kin/reu) Baca juga :

Read More

Ribuan Orang Melakukan Penghormatan Terakhir Untuk Sinead O’Connor

Dublin — 1miliarsantri.net : Sebanyak 3.000 orang lebih berkumpul untuk mengantarkan penyanyi Sinead O’Connor (56) ke peristirahatan terakhirnya. O’connor dimakamkan secara Islami. Mereka yang hadir di sepanjang jalan kota asal Sinead, Dublin, Irlandia, menangis sambil menyanyikan “Nothing Compares to U”. Keluarga penyanyi muallaf itu mengadakan upacara peringatan pribadi pada Selasa (08/08/2023) pagi yang dihadiri oleh Presiden Irlandia, Michael D Higgins; dan perdana menteri Leo Varadkar. Bintang seperti Bono, Edge dan Bob Geldof, juga tampak hadir. Kepala Imam di Pusat Islam Irlandia, Syaikh Dr Umar Al-Qadri, mengatakan kepada Daily Mail bahwa O’Connor akan dimakamkan secara Islami sesuai dengan perpindahan agamanya, merujuknya dengan nama barunya, Shuhada Sadaqat. “Pemakaman jelas pribadi (untuk) keluarga, dan itu adalah upacara yang sangat mengharukan, dan saya rasa itu benar-benar mencerminkan kepribadian Sinead yang indah. Itu sangat spiritual dan mencerminkan identitas Irlandianya serta identitas Muslimnya,” terang Syekh Dr Umar al-Qadri. Dia bersama anggota komunitas Muslim lainnya melakukan sholat jenazah untuk O’Connor. Ia juga mengatakan, O’Connor tidak pernah menjauh dari Allah SWT, tidak seperti orang lain yang memiliki kesulitan dan cobaan dalam hidup mereka. “Dia adalah manusia yang luar biasa, bukan hanya seorang musisi hebat, artis, tetapi yang akan menyentuh hati jutaan orang karena suaranya tetapi juga karena hatinya yang luar biasa. Dia selalu memiliki iman dan keyakinan yang kuat kepada Tuhan,” tambah Syekh Dr Umar al-Qadri. Dia mengatakan, O’Connor berbakat dengan suara yang menggerakkan generasi anak muda, serta dapat membuat para pendengar menangis dengan resonansi dunianya. Suara O’Connor membawa nada harapan untuk menemukan jalan pulang. “Orang-orang Irlandia telah lama menemukan pelipur lara dalam lagu dari penderitaan di tempat yang lebih rendah ini, dan Sinead tidak terkecuali, dan dalam berbagi pelipur lara itu, dia membawa kegembiraan bagi banyak orang di seluruh dunia,” ucap Syekh Dr Umar al-Qadri. Keluarga O’Connor meminta orang-orang yang ingin mengucapkan selamat tinggal terakhir untuk berdiri di sepanjang tepi laut Bray di Co Wicklow, saat iring-iringan melewati jam makan siang, diiringi suara Bob Marley dan Natural Mystic Wailers. Seorang pekemah Volkswagen memimpin mobil jenazah yang membawa O’Connor dalam perjalanan terakhirnya, dengan para pelayat melemparkan bunga ke atap mobil itu. Bunga hydrangea biru dan mawar menutupi dan mengelilingi petinya. Kemudian mobil berhenti di luar bekas rumahnya selama beberapa menit sehingga pelayat dapat memberikan penghormatan. Banyak yang melangkah ke jalan untuk menyentuh kendaraan. O’Connor merupakan seorang ibu dari empat anak yang meninggalkan tiga anaknya yang masih hidup. Ia ditemukan meninggal dunia di flat penthouse miliknya di Herne Hill pada 26 Juli 2023. (tri-reu) Baca juga :

Read More

Duo Pemimpin Tangguh Samarkand

Baghdad — 1miliarsantri.net : KZ Ashrafyan dalam artikelnya, “Central Asia under Timur from 1370 to the Early 15th Century” mengatakan, Timur Lenk berperan besar dalam kebangkitan peradaban Islam di Asia tengah. Sebagai penguasa, ia cerdas dan menyukai perkembangan ilmu dan seni. Sebagai panglima perang, ia amat tangguh dan–sering kali–digambarkan kejam. Bagaimanapun, tokoh yang mendaku berdarah Mongol itu menjuluki dirinya sendiri, Syaifullah atau ‘pedang Allah.’ Selama 35 tahun memimpin, Timur berhasil merebut berbagai wilayah di sekitar Laut Kaspia, lembah Sungai Ural dan Volga. Seluruh Persia hingga kawasan Irak utara dan bahkan Baghdad berhasil dikendalikannya. Di sisi timur, ia berhasil menduduki daerah hingga perbatasan Pegunungan Hindu Kush. Tidak jauh berbeda dengan para tokoh militer Mongol, Timur Lenk menerapkan taktik yang kejam. Sebagai contoh, serbuannya atas Isfahan. Rakyat setempat dan penguasa lokal enggan menyerahkan pajak pada Samarkand. Maka kota tersebut diserbunya. Sekira 200 ribu warga tempatan dibantainya. Bagaimanapun bengisnya, Timur Lenk cukup visioner dengan tidak gegabah dalam menyapu suatu daerah. Saat melakukan penyerbuan, ia menghindari tindakan apa pun yang berpotensi merusak tempat-tempat ibadah serta pusat-pusat keilmuan, termasuk madrasah dan perpustakaan. Kemudian, warga lokal yang berasal dari kalangan ulama, cendekiawan, ilmuwan, dan seniman dibiarkannya hidup. Mereka lantas diajak atau dipaksa hijrah ke ibu kota, yakni Samarkand. Dengan begitu, Timur menjadikan pusat kerajaannya bergeliat dengan pelbagai aktivitas keilmuan dan seni. Semasa hidupnya, sang penakluk menjadi patron banyak ilmuwan dan seniman terkemuka. Sebut saja, sejarawan Ibnu Khaldun dan penyari Persia, Hafez. Kelak, para penerus takhta Dinasti Timuriyah juga mengikuti jejaknya dalam mendukung kemajuan sains dan seni di Samarkand. Di antara mereka adalah Ulugh Beg, yang berkuasa pada periode 1411-1449. Cucu Timur Lenk itu berkontribusi besar bagi perkembangan astronomi serta ilmu matematika, khususnya pencarian tentang trigonometri. Pada masanya, terjadi pendirian banyak madrasah di Samarkand dan Bukhara. Timur Lenk meninggal pada Februari 1405. Ia dan anak keturunannya berjasa besar, antara lain, dalam mengangkat kebudayaan Persia dan Turki dalam konteks peradaban Islam di Asia. Kedudukan bahasa Persia menjadi mirip bahasa Arab. Apabila dahulu, pada era Umayyah dan Abbasiyah, Arab menjadi bahasa pemersatu, kini peran itu diambil bahasa Persia. Kalau pada masa silam mercusuar peradaban yang terkemuka adalah Baghdad, kini fungsinya dimiliki Samarkand dan kota-kota sekitar, termasuk Bukhara dan Merv. Dalam periode duo-penguasa ini, Timur Lenk dan Ulugh Beg, Samarkand berkembang amat pesat. Hampir separuh aktivitas perdagangan di Asia berputar di kota tersebut. Pada masa itu, pasar-pasar setempat menjadi titik temu pelbagai komoditas dari Cina, India, Nusantara, dan sebagainya. Beragam produk seperti kulit, linen, rempah-rempah, sutera, dan batu mulia mudah ditemukan di sana. Kemajuan juga ditandai dengan pembangunan banyak monumen dengan nuansa yang megah dan indah. Sebagai contoh, Gur e Amir, yakni bangunan besar yang dimaksudkan sebagai kompleks kuburan bagi jasad Timur Lenk. Konstruksi dengan kubah setinggi 30 meter itu di kemudian hari memengaruhi gaya arsitektur khas Mughal, seperti tecermin pada kompleks Taj Mahal di Agra (India) serta Taman Babur di Kabul (Afghanistan). Nama lengkapnya adalah Muhammad Taragai Ulugh Beg. Dialah penguasa Dinasti Timuriyah dalam periode antara tahun 1447 dan 1449. Namanya dikenang luas tidak hanya sebagai raja, tetapi juga ilmuwan. Cucu Timur Lenk itu berhasil menjadikan ibu kota negerinya, Samarkand, sebagai pusat peradaban Islam yang maju pada masanya. Perhatiannya tercurah besar pada perkembangan ilmu pengetahuan dan sains. Bukan hanya memfasilitasi para cerdik cendekia, peneliti, dan sarjana yang berkiprah di Timuriyah. Dirinya juga terlibat langsung dalam beberapa riset, khususnya dalam bidang astronomi dan matematika. Sosok yang namanya diabadikan menjadi salah satu kawah di bulan itu memang menampilkan diri sebagai umara yang ‘ulama. Ia mendirikan banyak madrasah, perpustakaan, rumah sakit, dan laboratorium di wilayah kerajaannya, khususnya Samarkand. Salah satu legasinya yang paling berkesan adalah observatorium. Di sanalah tempat para saintis mengamati benda-benda langit dengan bantuan alat-alat, semisal teleskop atau teropong besar. Observatorium Ulugh Beg berdiri di Samarkand pada 1420. Pembangunannya bermula dari sebuah kunjungan yang dilakukan sang raja Timuriyah ke Observatorium Maragha. Bangunan yang berlokasi di Maragha—sekitar Provinsi Azerbaijan Timur, Iran, kini—tersebut kala itu dipimpin seorang ilmuwan Persia, Nashiruddin Tusi. Pada waktu itu, observatorium tersebut merupakan yang paling lengkap dan terkenal di seluruh Eurasia. Sesudah lawatan itu, Ulugh Beg menjadi sangat bersemangat untuk mendirikan bangunan serupa di Samarkand. Untuk itu, ia mengundang puluhan ahli astronomi dan pakar matematika dari berbagai penjuru dunia. Mereka diminta untuk merancang sebuah observatorium yang lebih hebat dari kepunyaan Negeri Maragha. Hasilnya sangat menakjubkan. Dengan dukungan Nashiruddin Tusi, pusat penelitian fenomena langit itu tidak hanya dilengkapi berbagai perlengkapan yang paling canggih pada masanya. Di sana, terdapat pula perpustakaan dengan koleksi yang meliputi ratusan ribu buku. Dengan meriset di sana, Ulugh Beg menghasilkan banyak karya ilmiah. Di antaranya adalah Zij-I Sultani, yakni tabel astronomi yang memuat gambaran serta deskripsi sekitar seribu bintang, serta pelbagai benda langit lainnya. Kitab itu terbit pada tahun 1437 dalam bahasa Persia. Hingga abad ke-18, Observatorium Ulugh Beg masih menjadi satu institusi yang dihormati oleh pakar astronomi dunia. Sayangnya, kompleks ilmu pengetahuan itu sempat dirusak pada 1449 oleh sebuah kerusuhan lokal. Jauh kemudian, tepatnya pada 1908 bangunan itu ditemukan kembali. Kini, yang tersisa darinya “hanya” bagian fondasi dengan beberapa konstruksi yang masih tegak berdiri. (ris)

Read More