Palestina Menyatakan Kehadiran Israel di Tepi Barat Seperti di Neraka

Gaza — 1miliarsantri.net : Sumber Palestina mengatakan pasukan Israel menyerbu ibukota administratif Palestina di Ramallah, daerah pendudukan Tepi Barat. Seorang remaja berusia 16 tahun tewas dalam operasi terbesar ke kota itu dalam beberapa tahun terakhir. Militer Israel mengatakan terjadi kerusuhan antara warga Palestina yang melempar bom molotov dengan tentara yang menembakan peluru tajam. Saksi mata di Ramallah mengatakan pasukan Israel membawa lusinan kendaraan militer ke pusat pemerintah Otoritas Palestina yang dipimpin Presiden Mahmoud Abbas. Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan pasukan Israel menembak dan membunuh Mustafa Abu Shalbak yang berusia 16 tahun di kamp pengungsian Am’ari. Kantor berita Palestina Wafa melaporkan konfrontasi pecah saat pasukan Israel menyerbu kamp pengungsian tersebut. “Di mana peluru tajam ditembakan ke remaja-remaja Palestina (melukai Abu Shalbak di leher dan dada),” terang Wafa dalam laporannya, Rabu (6/3/2024). Militer Israel mengatakan pasukan keamanannya menggelar operasi kontra-terorisme selama enam jam di kamp pengungsian tersebut. Mereka mencari dua buronan, menginterogasi dan menyitara “bahan-bahan menghasut yang disebarkan Hamas.” “Selama operasi, berkembang kerusuhan dengan kekerasan, di mana tersangka melempar batu dan bom molotov ke pasukan keamanan Israel yang meresponnya dengan peluru tajam, tembakan teridentifikasi,” kata militer Israel. Seorang petugas keamanan perbatasan Israel mengalami luka ringan dalam kerusuhan tersebut. Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan pihak berwenang Israel membuat kehidupan rakyat Palestina di Tepi Barat menjadi “neraka tak tertahankan” dengan tindakan-tindakan seperti penyerbuan, penahanan, dan pembatasan pergerakan. Kementerian memperingatkan “resiko resiko” hal ini memicu “kekerasan dan anarki” di Tepi Barat. Kekerasan melonjak di seluruh Tepi Barat selama perang Israel di Gaza. Sudah 400 orang Palestina tewas dalam bentrokan dengan tentara dan pemukim Israel. Israel juga rutin menyerbu daerah Palestina yang diduduki pada 1967 itu. Saksi mata mengatakan pasukan Israel juga menghancurkan jalan utama menuju kamp pengungsian Nur Shams di daerah Tulkarm di Tepi Barat. “Setiap kali mereka masuk kamp mereka menghancurkan lebih banyak dari sebelumnya,” ujar salah satu warga kamp yang juga merupakan ketua lembaga advokasi warga Palestina yang ditahan di penjara Israel, The Palestinian Prisoners Club, Ibrahim Hamarsheh. Ia mengatakan pasukan Israel juga menghancurkan jalan-jalan kamp dengan bulldozer. Wafa melaporkan pasukan Israel juga menyerbu Kota Nablus di Tepi Barat dan meledakan sebuah rumah yang sebelumnya Israel tuduh menyerang seorang ibu keturunan Inggris-Israel dan dua putrinya pada bulan April lalu di Tepi Barat. Pria itu Moaz al-Masri tewas dibunuh tentara Israel di Nablus bulan Mei lalu. The Palestinian Prisoners Club mengatakan pasukan Israel sudah menangkap setidaknya 55 orang Palestina dalam penyerbuan-penyerbuan di Tepi Barat kemarin malam. (zul/AP) Baca juga :

Read More

UNRWA Menyatakan Sebagian Besar Warga Sipil di Gaza Sangat Membutuhkan Bantuan Kemanusiaan

Gaza — 1miliarsantri.net : Inilah kisah di antara anak-anak yang bermain di jalan di kamp pengungsi Aida dekat Betlehem di daerah pendudukan Tepi Barat, terdapat Ahmad Damaseh, 10 tahun, yang bercita-cita menjadi seorang dokter saat ia besar nanti. Ia generasi keempat dari keluarga Damaseh yang tinggal di kamp pengungsi ini sejak nenek moyangnya melarikan diri dari peristiwa Nakba dari Yerusalem, Deir Aban, 75 tahun yang lalu, ketika sekitar 750 ribu orang Palestina diusir dari rumah mereka untuk membuka jalan bagi pembentukan negara Israel. Pusat dari mimpi Damaseh adalah badan PBB yang telah membantu para pengungsi Palestina di daerah pendudukan dan negara-negara tetangga. Badan Bantuan Pengungsi PBB untuk Palestina (UNRWA) menyediakan tenda pertama bagi keluarga Damaseh di Aida. Wakil kepala Departemen Urusan Pengungsi PLO Anwar Hammam mengatakan UNRWA bertanggung jawab atas 702 sekolah yang menyediakan pendidikan bagi 500 ribu anak dan siswa. Badan ini memberikan bantuan kepada 400 ribu orang yang tinggal di kamp pengungsi Aida. Inti dari misi UNRWA adalah membantu pengungsi Palestina sampai mereka dapat kembali ke rumah mereka, sesuatu yang ditolak Israel selama beberapa generasi. Israel juga telah mengarahkan pandangannya pada UNRWA, yang kini berada di ambang kehancuran karena pendanaannya ditarik dan lebih banyak berita utama yang menyiratkan Israel dan Amerika Serikat (AS) ingin mengakhiri mandatnya. Setelah Israel menuduh UNRWA memiliki hubungan dengan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas serangan yang dilakukan Brigade Al Qassam dan pejuang Palestina bersenjata lainnya di Israel selatan pada tanggal 7 Oktober lalu, banyak donor besar dan negara donor yang menyediakan lebih dari 80 persen pendanaan UNRWA menarik dukungan keuangan mereka. Hanya beberapa negara, termasuk Belgia, Norwegia, Irlandia, dan Arab Saudi, yang telah berjanji untuk melanjutkan pendanaan. Donor terbesar, termasuk Amerika Serikat (AS), Inggris, Jerman dan Spanyol, sudah menghentikan pendanaannya. Untuk saat ini, penduduk Aida mengatakan, impian mereka tertunda dan mungkin akan hilang selamanya. Kamp pengungsi Aida, yang terletak di antara Betlehem, Beit Jala dan Yerusalem, merupakan rumah bagi lebih dari 8.000 pengungsi Palestina, dua sekolah untuk anak laki-laki dan perempuan serta klinik yang melayani para pengungsi dari semua kamp di dekat Betlehem. Selama tujuh setengah dekade, empat generasi keluarga Damaseh telah memegang harapan untuk kembali ke desa asal mereka. Sejak Nakba keluarga Damaseh mengandalkan UNRWA untuk mendapatkan makanan, perawatan kesehatan dan pendidikan selama bertahun-tahun. Kini, mereka takut akan apa yang akan terjadi pada mereka jika badan tersebut dipaksa untuk menghentikan semua operasinya dalam waktu dekat, seperti yang sudah diperingatkan. “Tidak ada entitas Palestina atau internasional yang mampu memikul tanggung jawab atas kamp-kamp tersebut, baik dalam hal pendidikan maupun kesehatan,” ungkap ayah Ahmad, Muhammad seperti dikutip dari Aljazirah, Selasa (5/3/2024). Seperti warga lainnya, ia sangat yakin penghentian pendanaan untuk UNRWA merupakan bagian dari rencana yang lebih besar untuk menindas warga Palestina. “Sebagai pengungsi, kami tahu ada rencana politik besar untuk mengakhiri keberadaan UNRWA, mencegah hak untuk kembali. Ini adalah sesuatu yang tidak akan kami biarkan. Anak saya, Ahmed, akan belajar di sekolah kamp Aida sampai dia kembali ke desa asal kami,” tambahnya dengan nada menantang. Keluarga Damesh mengatakan jika UNRWA menghilang maka hilang pula impian mereka untuk kembali ke rumah. Sebaliknya, kemungkinan besar kamp-kamp ini akan diserap sebagai kota di bawah Otoritas Palestina yang lebih luas. Sementara ayah Ahmad sangat mengkhawatirkan masa depan pendidikan putranya dan bagi cita-citanya untuk belajar kedokteran, neneknya, Haleema Damaseh, 70 tahun, mengkhawatirkan layanan kesehatan. Sebelum perang di Gaza dimulai Oktober lalu, layanan yang ditawarkan klinik-klinik UNRWA sudah berkurang. Muhammad mengatakan UNRWA hanya memberikan perawatan medis dan resep untuk kondisi kronis. Layanan itu akan berhenti jika UNRWA tidak dapat lagi beroperasi. “Klinik UNRWA berhenti menyediakan obat diabetes yang saya butuhkan. Jadi, anak saya membelinya dengan harga hampir 100 dolar AS per bulan,” kata Haleema. Ia khawatir hal ini tidak akan berkelanjutan untuk jangka panjang. Terutama dengan krisis ekonomi yang parah di daerah pendudukan Tepi Barat akibat tindakan keras di wilayah Palestina sejak perang pecah. Tindakan keras ini mencakup pemblokiran jalan, penggerebekan di kamp-kamp dan kota-kota dan jam malam yang ketat. Lapangan pekerjaan anjlok dan harga-harga melonjak, sementara Otoritas Palestina berjuang untuk membayar gaji pegawai negeri. Kepala Komite Populer untuk Pelayanan di Aida, bagian dari Departemen Urusan Pengungsi PLO, Saeed al-Azha menjelaskan kamp-kamp tersebut sering diserbu. Penggerebekan dan penangkapan semakin sering akhir-akhir ini, memperparah kondisi para pengungsi Palestina. Ia memperingatkan kondisi akan semakin memburuk jika pendanaan untuk operasi UNRWA ditangguhkan. “Para pengungsi Palestina akan berjuang untuk tidak kehilangan UNRWA. Mereka akan mengambil sikap di lima wilayah di mana badan tersebut bekerja, di Gaza, Yordania, Lebanon, dan Suriah, selain daerah pendudukan Tepi Barat. UNRWA memiliki arti penting secara politis sebagai saksi dari peristiwa Nakba dan warga Palestina tidak ingin kehilangan lembaga yang diamanat PBB sebelum para pengungsi mendapatkan hak mereka untuk kembali ke rumah mereka yang dirampas pada 1948,” tambahnya. Direktur Operasi UNRWA di Wilayah Tepi Barat Adam Pollock mengatakan penghapusan UNRWA dan layanannya “akan menjadi resep untuk meningkatkan ketegangan, terutama mengingat populasi pemuda di kamp-kamp lebih dari 30 persen”. (zul/AP) Baca juga :

Read More

Media Israel Selalu Kaitkan Indonesia Ada Hubungan Diplomatik dengan Zionis

Gaza — 1miliarsantri.net : Pekan ini, sebuah media Israel membuat kabar menghebohkan. Dilansir dari laman Jewishinsider.com, Israel dan Indonesia dikabarkan berencana mengumumkan pembentukan hubungan diplomatik pada pertengahan Oktober 2023 lalu. Namun menurut pemberitaan tersebut, rencana pembentukan hubungan diplomatik tertunda karena perang di Gaza. Informasi tersebut berdasarkan sumber yang terlibat dalam negosiasi. Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri Israel saat itu yakni Eli Cohen dan Presiden Indonesia Joko Widodo telah menyetujui draf final kesepakatan untuk pertukaran kantor dagang. Dari pemberitaan tersebut juga disebutkan bahwa Andi Widjajanto serta Direktur Jenderal Kemenlu dan salah satu pemain kunci Israel, Ronen Levy bertemu di Yerusalem pada September. Pertemuan itu juga dihadiri Dan Shapiro, yang saat itu menjabat sebagai penasihat senior Departemen Luar Negeri AS untuk integrasi regional. Mereka bertemu untuk merampungkan naskah perjanjian tersebut. Istana telah membantah rumor tersebut. Koordinator Staf Khusus Presiden RI, Ari Dwipayana menampik kabar bahwa Indonesia berencana menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Israel. “Terkait pemberitaan yang diangkat oleh https://jewishinsider.com/2024/02/israel-indonesia-normalization-state-department/, yang menyebutkan bahwa Indonesia memiliki rencana untuk menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Israel. Disampaikan pernyataan sebagai berikut: Informasi yang disampaikan itu sama sekali tidak benar,” kata Ari dalam keterangannya, Senin (4/3/2024). Ari juga membantah kabar bahwa Presiden Jokowi mengirim utusan khusus untuk berbicara dengan Israel terkait rencana tersebut. Ari menyebut bahwa Presiden hanya menugaskan Menteri Luar Negeri untuk semua urusan yang terkait hubungan luar negeri. “Tidak benar Presiden sampai mengirim utusan khusus untuk berbicara dengan Israel. Untuk urusan Luar Negeri, Presiden menugaskan pada Menlu atau atas koordinasi dengan Menlu,” tegasnya. Kabar bahwa Indonesia disebut-disebut akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel buka kali pertama. Pada Desember 2020, media Israel mengaitkan dua negara yakni Oman dan Indonesia akan memperbaiki hubungan diplomatik dengan Israel. Sumber diplomatik mengatakan kepada The Jerusalem Post bahwa Indonesia dan Oman adalah negara yang paling mungkin menjalin hubungan dengan Israel. Sumber yang tidak disebutkan jati dirinya itu mencatat bahwa pekerjaan atas nama normalisasi dengan negara-negara tersebut berada pada tahap yang lebih maju daripada dengan negara lain. Oman memiliki hubungan tingkat rendah dengan Israel dari 1994-2000. The Jerusalem Post melaporkan Indonesia tidak pernah memiliki hubungan dengan Israel, meski memiliki hubungan terselubung, kontak perdagangan tingkat rendah, dan hubungan antara para pemimpin negara. Namun kabar tersebut telah dibantah oleh Pemerintah RI. Israel punya alasan tersendiri mengapa ingin memiliki hubungan dengan Indonesia. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pernah menyatakan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat penting. Karena itu, mereka berkeinginan untuk meningkatkan hubungan diplomatik dengan Indonesia. “Indonesia adalah sangat-sangat penting untuk kami. Negara yang sangat penting. Penduduk Indonesia lebih dari 200 juta orang. Ada Muslim. Ada puluhan juta warga Kristen. Kita ingin melihat mereka ke sini. Kita ingin memiliki hubungan luar biasa dengan mereka,” ujarnya dalam konferensi internasional wartawan Kristen, seperti yang dikutip dari The Times of Israel. Selama ini Indonesia menjadi salah satu negara terdepan yang membela Palestina. Berulangkali lobi dan kecaman dilancarkan oleh Indonesia untuk mengecam ulah kejam zionis, termasuk serangan ke Gaza yang sudah berlangsung sejak Oktober 2024. Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi telah memberikan pernyataan lisan di Mahkamah Internasional (ICJ) tentang status dan konsekuensi hukum pendudukan Israel atas Palestina, Jumat (23/2/2024). Dalam pernyataannya, Retno menyoroti kekejaman yang terus dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina tanpa mempedulikan aturan hukum internasional. Dalam persidangan di ICJ, Retno tampil menggunakan kain tradisional Palestina, keffiyeh, yang diselendangkan pada lehernya. Keffiyeh diketahui telah menjadi simbol perlawanan Palestina. Dalam pernyataan pembukanya, Retno segera mengangkat krisis di Jalur Gaza. “Kita semua telah menyaksikan bencana kemanusiaan yang sedang berlangsung di Gaza dan eskalasi yang terjadi di seluruh wilayah tersebut, yang semakin menguatkan seruan global untuk mengatasi akar permasalahannya: pendudukan ilegal Israel di Palestina. Pendudukan Israel yang melanggar hukum serta kekejamannya harus dihentikan, dan hal ini tidak boleh dinormalisasi atau diakui,” ucap Retno di hadapan panel hakim ICJ. Dia menekankan, Israel tidak memiliki niatan untuk menghormati dan mematuhi kewajiban hukum internasionalnya. “Perdana Menteri (Israel) Benjamin Netanyahu bahkan berkata, saya kutip, ‘Tidak ada seorang pun yang akan menghentikan kami, baik Den Haag (ICJ), maupun pihak lain’,” ujar Retno. Menurut Menlu, pernyataan Netanyahu tercermin dalam tindakan Israel di Gaza. “Rupanya, kematian hampir 30 ribu jiwa tidaklah cukup bagi Israel, karena negara ini hampir melancarkan serangan lagi terhadap Rafah, yang pernah menjadi satu-satunya pintu gerbang bantuan kemanusiaan yang menyelamatkan jiwa ke Gaza,” pungkasnya. (zul/AP) Baca juga :

Read More

Pembunuhan Massal di Gaza Perlu Penyelidikan Independen

Gaza — 1miliarsantri.net : Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres mengatakan pembunuhan terhadap lebih dari 100 pencari bantuan kemanusiaan di Gaza membutuhkan penyelidikan independen. Pasukan Israel melepaskan tembakan ke warga yang menunggu konvoi bantuan kemanusiaan di dekat Kota Gaza. Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan lebih dari 100 orang tewas dan lebih dari 700 lainnya terluka dalam peristiwa Kamis (29/2/2024) lalu, namun Israel membantah jumlah korban yang diungkapkan Kementerian Kesehatan Gaza dan mengatakan korban tewas ditabrak dan dilindas truk bantuan. Menjelang pertemuan negara-negara Karibia di Saint Vincent dan Grenadine, Guterres mengatakan ia “terkejut” pada episode terbaru perang Israel di Gaza yang sudah menewaskan lebih dari 30 ribu rakyat Palestina. Merespon pertanyaan mengenai kegagalan resolusi gencatan senjata di Dewan Keamanan PBB, Guterres mengatakan memburuknya perpecahan geopolitik “mengubah kekuatan veto menjadi instrumen efektif yang melumpuhkan tindakan Dewan Keamanan.” “Saya sangat yakin kami membutuhkan gencatan senjata kemanusiaan dan kami membutuhkan pembebasan sandera tanpa syarat dan segera dilakukan dan kami harus memiliki Dewan Keamanan yang dapat mencapai tujuan-tujuan ini,” ungkap Guterres, Ahad (3/3/2024). Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, jumlah korban tewas dalam serangan Israel ke Gaza menjadi 30.500 orang. Angka ini termasuk 115 orang yang tewas ditembak tentara Israel saat mereka sedang menunggu bantuan kemanusiaan di Bundaran Nabulsi, dekat Kota Gaza. Serangan udara, laut dan darat Israel juga mengubah Gaza menjadi puing-puing. Sebagian besar dari 2,3 juta populasinya terpaksa mengungsi, banyak yang harus mengungsi berkali-kali. Bantuan ke utara Gaza jarang terjadi dan kerap berlangsung kacau. Bantuan harus melewati zona militer aktif. Tapi PBB mengatakan di daerah itu banyak orang yang kelaparan, video-video memperlihatkan warga putus asa mengelilingi truk-truk pasokan. PBB dan lembaga kemanusiaan lainnya mengeluh Israel menghalangi upaya mereka mengirimkan bantuan kemanusiaan ke bagian utara Gaza serta membatasi pergerakan dan komunikasi. Direktur komunikasi lembaga bantuan pengungsi PBB untuk Palestina (UNRWA) Juliette Touma mengatakan rata-rata truk bantuan masuk ke Gaza turun 50 persen. “Jam berdetak cepat menuju kelaparan, kelaparan parah dan beberapa kasus kelaparan akut,” pungkasnya. (zul) Baca juga :

Read More

Sebanyak 30 Ribu Tentara Israel Alami Gangguan Mental

Gaza — 1miliarsantri.net : Sebanyak 30 ribu tentara Israel dilaporkan telah menghubungi hotline kesehatan mental sejak pecahnya perang di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023. Hal ini disampaikan dalam pernyataan militer Israel terkait masalah kesehatan mental yang dialami tentara-tentara mereka. Dalam pernyataan itu juga disebutkan sekitar 85 persen tentara yang melakukan perawatan psikologis telah kembali bertugas aktif. “Sekitar 200 tentara diberhentikan dari militer karena masalah psikologis yang mereka derita akibat perang,” terang pihak militer Israel dalam pernyataan, dikutip Sabtu (2/3/2024). Korps Medis tentara Israel berencana meresmikan pusat kesehatan mental baru bagi tentara pada Kamis, di tengah kekhawatiran tentara mengalami gangguan stres pascatrauma (PTSD) akibat perang Gaza. Pusat kesehatan mental yang baru akan mencakup sebuah klinik untuk mengobati PTSD di kalangan tentara. Sementara itu Kepala Departemen Klinis Penyakit Mental Angkatan Darat Israel Yekhiel Levechitz, pada awal Februari ini mengatakan sekitar 3.000 tentara telah diperiksa oleh para ahli kesehatan mental sejak 7 Oktober 2023. Sejak 7 Oktober, tentara Israel telah mendirikan dua pusat kesehatan mental di bagian selatan negara tersebut. Militer Israel menyediakan hotline khusus yang dapat digunakan tentara untuk mengakses psikolog dan psikiater. Setelah mendapatkan perawatan psikologis yang ditentukan oleh otoritas medis tentara, mereka segera bergabung kembali untuk melaksanakan tugas militernya di Gaza. Desember 2023 pun, sedikitnya 500 tentara Israel yang didiagnosis menderita C sejak awal agresi pendudukan terhadap Gaza. Pusat-pusat rehabilitasi terpaksa dibuka untuk merehabilitasi sejumlah besar tentara yang terluka secara psikologis maupun fisik dalam pertempuran sengit di Jalur Gaza. Israel telah melancarkan serangan mematikan di Jalur Gaza menyusul serangan Hamas pada 7 Oktober. Adapun pengeboman Israel yang terjadi kemudian telah menewaskan hampir 29.954 warga Palestina dan melukai lebih dari 70 ribu orang akibat kehancuran massal dan kekurangan kebutuhan pokok. Perang Israel telah menyebabkan 85 persen penduduk Gaza terpaksa mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan. Sementara 60 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut telah rusak atau hancur, menurut PBB. Di Mahkamah Internasional, Israel dinyatakan telah melakukan genosida. Keputusan sementara pada bulan Januari memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan tindakan genosida dan mengambil tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza. (zul/AP) Baca juga :

Read More

Akibat Kekurangan Gizi dan Makanan, Sejumlah Anak di Gaza Meninggal

Gaza — 1miliarsantri.net : Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan enam anak telah meninggal karena dehidrasi dan kekurangan gizi di Gaza utara, wilayah Palestina yang terkepung. Situasi kemanusiaan semakin buruk di wilayah kantong yang terkepung penjajah Israel tersebut. Dua anak meninggal di Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza, kata kementerian pada hari Rabu (28/2/2024). Sebelumnya dilaporkan bahwa empat anak meninggal di Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara, sementara tujuh lainnya masih dalam kondisi kritis. “Kami meminta badan-badan internasional untuk segera melakukan intervensi untuk mencegah bencana kemanusiaan di Gaza utara,” terang juru bicara Kementerian Kesehatan Ashraf al-Qudra dalam sebuah pernyataan, ketika serangan Israel di Gaza terus berlanjut. Dia menambahkan, komunitas internasional saat ini sedang menghadapi ujian moral dan kemanusiaan untuk menghentikan genosida di Gaza. Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan Ahmed al-Kahlout mengatakan bahwa rumah sakit tersebut tidak dapat beroperasi karena kekurangan bahan bakar untuk menjalankan generatornya. Pada hari Selasa, Rumah Sakit Al-Awda di Jabalia juga tidak beroperasi karena alasan yang sama. Dalam sebuah video yang diposting di Instagram dan diverifikasi oleh unit verifikasi Sanad Al Jazeera, jurnalis Ebrahem Musalam menunjukkan seorang bayi di tempat tidur di dalam departemen anak di Rumah Sakit Kamal Adwan, ketika listrik masuk dan keluar. Musalam mengatakan anak-anak di departemen tersebut menderita kekurangan gizi dan kekurangan susu formula, dan peralatan yang diperlukan tidak berfungsi karena pemadaman listrik terus-menerus akibat kekurangan bahan bakar. Kelompok Hamas pada hari Rabu mengatakan bahwa penutupan Rumah Sakit Kamal Adwan akan memperburuk krisis kesehatan dan kemanusiaan di Gaza Utara, yang sudah berada di ambang kelaparan karena Israel terus memblokir atau mengganggu misi bantuan di sana. Pada hari Rabu, Israel mengatakan konvoi 31 truk yang membawa makanan telah memasuki Gaza utara. Kantor militer Israel yang mengawasi urusan sipil Palestina, Koordinasi Kegiatan Pemerintah di Wilayah (COGAT), juga mengatakan hampir 20 truk lainnya memasuki wilayah utara pada hari Senin dan Selasa. Ini adalah pengiriman bantuan besar pertama dalam sebulan ke wilayah yang hancur dan terisolasi, dimana PBB telah memperingatkan akan adanya kelaparan yang semakin parah. Israel telah menahan masuknya bantuan ke Gaza selama berminggu-minggu, dimana pengunjuk rasa Israel mengambil bagian dalam demonstrasi yang menyerukan agar bantuan tidak diizinkan masuk ke wilayah tersebut, bahkan ketika kelaparan dan penyakit menyebar. Para pejabat PBB mengatakan perang Israel selama berbulan-bulan, yang telah menewaskan hampir 30.000 orang di Gaza, juga telah mendorong seperempat dari 2,3 juta penduduknya ke ambang kelaparan . Project Hope, sebuah kelompok kemanusiaan yang mengoperasikan klinik di Deir el-Balah di Gaza tengah, mengatakan bahwa 21 persen wanita hamil dan 11 persen anak-anak di bawah usia lima tahun yang dirawat dalam tiga minggu terakhir menderita kekurangan gizi. “Orang-orang melaporkan hanya makan roti putih karena buah, sayuran, dan makanan padat nutrisi lainnya hampir mustahil ditemukan atau terlalu mahal,” kata Project Hope. Dalam komunike bersama pada hari Rabu, Qatar dan Perancis menekankan penolakan mereka terhadap serangan militer Israel di Rafah di Gaza selatan dan menggarisbawahi “penolakan mereka terhadap pembunuhan dan kelaparan yang diderita oleh rakyat Palestina di Jalur Gaza”. Mereka menyerukan pembukaan semua penyeberangan ke Gaza, termasuk di utara, “untuk memungkinkan para pelaku kemanusiaan melanjutkan aktivitas mereka dan terutama pengiriman pasokan makanan dan menjanjikan upaya bersama sebesar $200 juta untuk mendukung penduduk Palestina”. Jan Egeland, sekretaris jenderal Dewan Pengungsi Norwegia, juga mengatakan Israel harus mengizinkan truk bantuan masuk ke Gaza untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang mengerikan. “Ratusan truk bantuan mengantri untuk menyeberang ke Gaza di penyeberangan Rafah dan Kerem Shalom [Karem Abu Salem] menuju penduduk sipil yang kelaparan,” kata Egeland dalam sebuah postingan di media sosial, dengan sebuah video yang menunjukkan sejumlah truk bantuan berbaris. Menurutnya, belum ada satu hari pun pihak nya berhasil menyeberangkan 500 truk yang dibutuhkan. Sistem ini rusak dan Israel bisa memperbaikinya demi orang-orang yang tidak bersalah. Kelompok bantuan medis Doctors Without Borders, juga dikenal sebagai Medecins Sans Frontieres (MSF), mengatakan bahwa para pekerja medis berjuang untuk melayani ratusan ribu pengungsi di Gaza yang hidup dalam kondisi mengerikan tanpa tempat tujuan. “Layanan kesehatan telah diserang dan hancur. Seluruh sistem sedang runtuh. Kami bekerja dari tenda dan mencoba melakukan apa yang kami bisa. Kami merawat yang terluka. Dengan adanya pengungsian, luka-luka masyarakat pun ikut tertular. Dan saya bahkan tidak berbicara tentang luka mental. Orang-orang putus asa. Mereka tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan,” tutup Meinie Nicolai dari MSF. (zul/AZ) Baca juga :

Read More

Ventilator RS Nasser Tidak Berfungsi Setelah Generator Berhenti Beroperasi

Gaza — 1miliarsantri.net : Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan tim medis di Rumah Sakit Nasser, Kota Khan Younis tidak bisa memberikan layanan dan perawatan kesehatan. Rumah sakit itu merupakan fasilitas medis terbesar kedua di Khan Younis. Kementerian mengatakan ventilator tidak berfungsi setelah generator rumah sakit berhenti beroperasi karena pasokan air terputus dan limbah meluap. Lebih dari 120 pasien membutuhkan evakuasi. “Kami menyerukan institusi internasional untuk menekan (Israel) membebaskan semua personel kesehatan dan mengambil tindakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak Kompleks Medis Nasser,” kata kementerian di aplikasi kirim-pesan Telegram seperti dikutip Aljazirah, Kamis (29/2/2024). Sebagian penghuni rumah sakit sudah dievakuasi setelah Israel mengepung fasilitas medis itu selama seminggu yang diikuti dengan penyerbuan awal bulan ini. Saat muncul kekhawatiran terdapat puluhan pasien dan staf yang masih terjebak ketika pasukan Israel mengintensifkan pengeboman di daerah tersebut. Sebelumnya pada Senin (26/2/2024) kemarin dilaporkan militer Israel masih menembakan Rumah Sakit Nasser di meski militer mengatakan mereka sudah mengakhiri operasi di dalam rumah sakit itu. Tapi penembak jitu masih berada di sana dan menembak apa pun yang bergerak di dekatnya. Dikutip dari Aljazirah, militer Israel juga masih memblokir konvoi yang membawa bantuan, bahan bakar dan pasokan air untuk masuk ke dalam rumah sakit. Sebelumnya militer Israel melakukan penangkapan massal sekitar 200 orang di dalam dan sekitar rumah sakit termasuk para staf dan pasien. Sampai saat ini nasib mereka masih belum diketahui dan tidak ada yang tahu mereka dibawa ke mana dan apa yang terjadi pada mereka. Militer Israel juga melanjutkan serangan ke Rafah dengan menembak sebuah rumah di utara daerah itu. Kantor berita Palestina melaporkan serangan tersebut menewaskan empat orang termasuk seorang perempuan dan anak. Sejumlah orang juga terluka dalam serangan itu. Karena pasukan Israel terus menembaki bagian timur Rafah banyak warga yang terpaksa kembali mengungsi. (zul/AJ) Baca juga :

Read More

Hamas Sedang Pelajari Proposal Gencatan Senjata Jelang Ramadhan

Gaza — 1miliarsantri.net : Kelompok PasukanHamas sedang mempelajari proposal kerangka kerja yang diajukan oleh Israel, Amerika Serikat (AS), Qatar dan Mesir di Paris untuk gencatan senjata dan pertukaran tahanan di Gaza. Palestina belum secara resmi mengomentari proposal tersebut, yang disepakati beberapa hari lalu di ibu kota Prancis setelah perundingan yang dimediasi. Presiden AS Joe Biden telah memperkirakan penghentian pertempuran bisa terjadi dalam waktu satu pekan. Namun untuk saat ini, konflik yang telah menewaskan hampir 30 ribu orang di wilayah kantong tersebut, masih terus berlanjut, dengan pertempuran yang terus berlanjut dan sebagian besar dari 2,3 juta penduduk menderita kelaparan. Proposal tersebut mencakup penghentian permusuhan yang dapat berlangsung selama enam pekan, menurut laporan Al Jazeera, Selasa (27/2/2024). Hal ini akan memungkinkan pembebasan 40 tawanan Israel yang ditahan oleh Hamas dengan imbalan 400 warga Palestina yang saat ini berada di penjara Israel. “Itu mencakup perempuan, anak-anak, pria lanjut usia, dan mereka yang mungkin menderita kondisi medis. Hal ini akan melibatkan reposisi militer Israel untuk memungkinkan lebih banyak orang bergerak bebas melalui Jalur Gaza,” kata Willem Marx dari Al Jazeera yang melaporkan dari Yerusalem Timur. “Ini termasuk penghentian pengintaian udara oleh militer Israel hingga delapan jam sehari. Hal ini merupakan sesuatu yang kami lihat dalam rangkaian pertukaran tahanan terakhir [November lalu] di mana drone dipindahkan dari wilayah di mana tahanan mungkin akan dibebaskan,” sambungnya. Reuters mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan rumah sakit dan toko roti di Gaza akan diperbaiki dan sebanyak 500 truk bantuan akan diizinkan memasuki daerah kantong tersebut setiap hari sebagai bagian dari perjanjian. Kantor berita tersebut juga melaporkan, kerangka tersebut mengusulkan pemulangan bertahap semua warga sipil Palestina yang menjadi pengungsi. Kecuali laki-laki dalam usia dinas militer, ke Jalur Gaza utara, dan reposisi pasukan Israel menjauh dari daerah padat penduduk di daerah kantong tersebut. Delegasi Israel dan Hamas dilaporkan berada di ibu kota Qatar, Doha, untuk melakukan negosiasi lebih lanjut namun terpisah. Mediator dilaporkan berharap untuk mencapai kesepakatan sebelum dimulainya bulan suci Ramadhan, yang kemungkinan akan dimulai pada 10 Maret 2024. “Ramadhan akan segera tiba dan sudah ada kesepakatan dari pihak Israel bahwa mereka juga tidak akan melakukan kegiatan selama Ramadhan, untuk memberi kita waktu untuk mengeluarkan semua sandera,” kata Biden dalam komentar yang disiarkan di TV AS pada Selasa pagi. Hamas belum memberikan komentar resmi, namun sumber dilaporkan mengatakan kepada Reuters bahwa komentar Biden tentang penghentian pertempuran adalah “terlalu dini” dan masih ada kesenjangan besar yang perlu dijembatani. (zul/AJ) Baca juga :

Read More

Banyaknya Kecaman Berbagai Pihak Tentang Narasi Pemusnahan Rakyat Palestina

Gaza — 1miliarsantri.net : Umat Muslim, Demokrat dan pengguna media sosial menyatakan ketidaksenangan mereka terhadap pernyataan Perwakilan Partai Republik Andy Ogles dari Tennessee, yang menanggapi pertanyaan seorang aktivis tentang kematian anak-anak Palestina di Gaza dengan menyatakan bahwa “kita harus membunuh mereka semua”. Dilansir dari aljazeera, yang dikutip Selasa (27/2/2024), Dewan Penasihat Muslim Amerika (AMAC) telah mengeluarkan rilis dengan tegas mengecam Ogles dan menulis bahwa pernyataannya sama saja dengan menganjurkan “pemusnahan rakyat Palestina”. Rilis tersebut juga diterbitkan mengingat adanya serangan anti-Muslim di Tennessee sejak Israel memulai pemboman dan blokade tanpa pandang bulu di Gaza pada bulan Oktober, AMAC menulis: “Retorika seperti itu tidak hanya menjijikkan tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai kita sebagai sebuah negara. Retorika seperti itulah yang terus menumbuhkan iklim politik di mana ideologi ekstremis berkembang, memberdayakan neo-Nazi untuk berparade secara terbuka di jalan-jalan dan membiarkan sentimen genosida tidak tertandingi. Hal ini tidak dapat ditoleransi lagi. Sebagai warga negara Tennessee, kami berhak mendapatkan keterwakilan yang lebih baik dari mereka yang terpilih.” Di platform media sosial yang dikenal sebagai X, kecaman yang ditujukan kepada Ogles bahkan lebih buruk lagi, dengan salah satu pengguna menulis: “Sebut nama mereka dan buat mereka malu! Sapa Andrew ‘Saya pikir kita harus membunuh mereka semua’ Ogles. Kotoran yang luar biasa ini adalah anggota kongres AS.” Pengguna lain, yang memposting sebagai Saira Rao, menulis: “Andrew Ogles, salah satu anggota Kongres, mengatakan hal ini dengan lantang. ‘Saya pikir kita harus membunuh mereka semua.’ Ia menyatakan KAMI [Amerika] bertanggung jawab atas pembunuhan semua warga Palestina [genosida]. Kongres + Biden + Seluruh Kabinet adalah PENJAHAT PERANG, Palestina akan bebas.” Sebagai informasi, Komentar Ogles merupakan tanggapan terhadap seorang aktivis pro-Palestina yang mengajukan pertanyaan saat keduanya berjalan melalui koridor di Gedung Capitol Amerika Serikat. “Saya telah melihat rekaman tubuh anak-anak yang dicabik-cabik,” kata aktivis tersebut kepada Ogles. “Itu adalah uang pembayar pajak saya yang akan membom anak-anak itu.” Ogles menjawab dengan blak-blakan: “Tahukah Anda? Jadi, menurutku kita harus membunuh mereka semua jika itu membuatmu merasa lebih baik. Hamas dan Palestina telah menyerang Israel selama 20 tahun. Sudah waktunya untuk kita membayarnya.” Akhirnya, Ogles menoleh ke arah kamera dan mengucapkan komentar terakhir sebelum pergi: “Matilah Hamas!” Perlu diketahui, menurut otoritas kesehatan Palestina, pasukan Israel telah membunuh lebih dari 12.400 anak di Gaza sejak 7 Oktober. Kemudian lebih dari 600.000 anak-anak saat ini terjebak di kota Rafah di perbatasan Mesir, dan pasukan Israel bersiap untuk menyerang. Selain itu, para pejabat organisasi amal bernama Save the Children mengatakan bahwa hampir 10 anak Palestina di Gaza setiap hari telah kehilangan satu atau kedua kaki mereka sejak Oktober. (zul/AP) Baca juga :

Read More

Sniper Al Qassam Klaim Tembak Mati Perwira Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Brigade Al-Qassam mengumumkan bahwa para penembak jitunya menewaskan seorang perwira Israel di Kota Gaza. Para pejuang pembebasan Palestina itu juga menyasar kendaraan lapis baja pengangkut personel tentara Zionis itu pada Sabtu (24/2/2024) malam waktu setempat. Kelompok sayap bersenjata Hamas tersebut, dalam pernyataan terpisah di Telegram, mengatakan para pejuangnya berhasil menembak seorang perwira Zionis dengan senapan Qassam Ghoul di daerah Zaytoun selatan Kota Gaza. Hamas membagikan gambar di Telegram yang diberi keterangan: “57 misi dilakukan penembak jitu Al-Qassam, termasuk 34 misi dengan senapan Ghoul.” Pada 2014, Al-Qassam pertama kali merilis video tentang senapan sniper baru bernama Ghoul yang diproduksi secara lokal di Jalur Gaza. Mereka mengaitkan nama senapan tersebut dengan Adnan Al-Ghoul, salah seorang pemimpin unit manufakturnya yang dibunuh Israel di Kota Gaza pada 22 Oktober 2004. Dalam pernyataannya pada video yang diposting di situs mereka pada saat itu, Brigade Al-Qassam mengatakan senjata baru itu adalah senapan kaliber 14,5 mm dengan jangkauan mematikan hingga 2 km (1,2 mil). Mereka mengatakan senjata tersebut adalah salah satu produk Al-Qassam yang diproduksi secara lokal. Brigade Al-Qassam menyatakan dalam pernyataan terpisah bahwa para pejuangnya juga menyasar tank Merkava Israel dengan bom tandem. Mereka juga menyerang kendaraan lapis baja pengangkut personel dengan alat peledak di daerah Zaytoun selatan. Aksi mereka menimbulkan korban jiwa, termasuk satu tewas dan satu terluka. Sebelumnya pada Sabtu pagi, tentara Israel mengumumkan tewasnya seorang perwira baru di jajarannya. “Petugas Eyal Shominov, 24, dari daerah Karmiel, komandan kompi di Batalion Terguncang (424), Brigade Givati, tewas dalam pertempuran di Jalur Gaza utara,” bunyi pengumuman itu. Tentara Israel tidak mengungkapkan rincian tambahan mengenai pertempuran yang menyebabkan kematian Shominov. Menurut data di situs militer mereka, 577 perwira dan tentara telah terbunuh sejak 1990-an. (zul/Rp) Baca juga :

Read More