Rektor Unair Surabaya Luncurkan ISNU Airlangga untuk Resolusi Jihad Kekinian

Dengarkan Artikel Ini

Surabaya — 1miliarsantri.net : Rektor Unair Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE.,MT., Ak., CA., bersama beberapa pimpinan PWNU Jatim, serta ISNU Jatim, tokoh dan kiai NU di Surabaya, meluncurkan “ISNU Airlangga” di Kampus B Unair, Surabaya, Sabtu (26/10/2024). Kegiatan ini untuk reinterpretasi “Resolusi Jihad” era kekinian.

Di hadapan ratusan Nahdliyyin Airlangga yang menandai puncak peringatan Hari Santri 2024 itu, Rektor Unair Prof. Dr. Mohammad Nasih berharap adanya sinergi dan kolaborasi kekuatan-kekuatan intelektual NU, baik di Unair maupun kampus lainnya, untuk meraih goal yang dicita-citakan bersama.

“Ibarat lidi kalau cuma satu ya tidak dianggap apa-apa dan tak bisa berbuat banyak, tetapi ketika menjadi sapu, maka ada banyak hal yang dapat dikerjakan dan disumbangsihkan kepada almamater, masyarakat, bangsa dan negara,” ungkap Prof Nasih.

Menurut Prof Nasih, Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratush Syeikh KHM Hasyim Asy’ari sebagai muassis (pendiri) NU, perlu dilakukan re-interpretasi untuk disesuaikan dengan kondisi kekinian dan ISNU Airlangga bisa memainkan perang signifikan dalam konteks itu.

“Perlu diketahui, dalam konteks SDG’s untuk pengentasan kemiskinan, Unair merupakan kampus dengan peringkat pertama di dunia yang dinilai sukses mencapai No Poverty. Karena itu, dalam kaitan berdirinya ISNU Airlangga ini, maka upaya lebih luas dan masif, saya kira dapat dilakukan ke depannya sehingga kiprahnya menjadi lebih fokus tapi substantif, dengan semangat Resolusi Jihad memerangi kemiskinan,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Prof Nasih mengapresiasi peluncuran ISNU Airlangga yang dipadukan dengan talkshow bertema “Menyambung Juang Intelektual, Merengkuh Masa Depan Finansial” yang digagas dengan menggandeng KMNU Unair dan PWNU Jatim.

Talkshow itu menampilkan tokoh yang mewakili teoretisi dan praktisi, yakni Prof. Dr. Muhammad Madyan, SE., M.Si., M.FIN (Unair); Ning Dr. Fatin Fadhilah Hasib, SE., M.SEI (Unair/moderator); H.A. Hakim Jayli, M.Si (Direktur Utama TV9 dan Wakil Ketua PWNU Jatim); dan H. Yusuf Adnan Kikin, S.Kom., M.M., M.BA (Direktur NU Online Jatim/Wakil Bendahara PWNU Jatim).

Dalam kesempatan itu, Prof Madyan menegaskan pentingnya manajemen anggaran bagi seorang santri dan mahasiswa santri sehingga mampu membedakan dengan itu mana yang menjadi kebutuhan, mana yang menjadi keinginan.

Dengan memiliki manajemen anggaran, kata Wakil Rektor Unair Bidang Sumber Daya itu, santri atau mahasiswa bisa terhindar dari pinjaman online (pinjol) atau aplikasi paylater lainnya yang kerapkali menjebak dengan bunga kecil tapi harian sehingga jatuhnya sangat tinggi per tahunnya itu.

“Mengapa bunga pinjol itu kesannya kecil. Ya karena harian hitungannya tapi jatuhnya lebih dari 100 persen per tahun. Untuk itu, jangan terjebak pada trap Pinjol yang nampak mudah mencairkan dana pinjaman, tapi bunga tinggi karena risiko sudah include di dalamnya,” sambungnya.

Karena itu tanpa kemampuan manajerial yang bagus dalam mengelola anggaran, santri dan atau mahasiswa bisa terjebak pada pinjol yang dalam data terbaru sebagaimana dikutip oleh Ning Fatin bahwa pengakses pinjol terbesar ketiga berada pada rentang usia 19-34 tahun.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca