Poisoning Babies: Aktivis Surabaya Demo Gambar Bayi Terbungkus Plastik

Dengarkan Artikel Ini

Selain menekan Australia, Ecoton mendesak pemerintah Indonesia untuk memperketat pengawasan impor plastik dan menegakkan kebijakan Extended Producer Responsibility (EPR) agar produsen bertanggung jawab penuh pada daur hidup produknya.

Meski Indonesia memiliki standar limbah impor, pelaksanaannya sering dinilai tidak konsisten. Tiza Mafira dari Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik menegaskan, “Regulasi ada, tapi pelaksanaannya lemah. Pemerintah pusat dan daerah harus satu suara.”

Di tingkat global, aksi ini mendukung Perjanjian Global Plastik (Global Plastic Treaty) yang sedang dirundingkan di Jenewa. Jika perjanjian tersebut mengikat secara hukum, Indonesia dapat memainkan peran strategis sebagai negara berkembang yang menjadi korban perdagangan limbah plastik, sekaligus menjadi penggerak diplomasi lingkungan internasional.

Aktivis menilai Surabaya bisa menjadi titik balik perjuangan melawan ketimpangan ekologis, dengan menggabungkan kekuatan masyarakat sipil, akademisi, dan pemerintah dalam satu visi: menghentikan aliran limbah plastik berbahaya dari luar negeri.

Simbolisasi Visual yang Menggugah Kesadaran Publik

Aksi ini menegaskan pentingnya pendekatan visual dalam menyampaikan pesan lingkungan. Simbol bayi terbungkus plastik tidak hanya menggugah emosi, tetapi juga menjadi metafora kuat bahwa polusi plastik adalah krisis yang menyentuh kehidupan paling mendasar.

Dengan pesan seperti “poisoning babies” terpampang di ruang publik, demonstrasi ini tidak hanya mengkritik sistem perdagangan limbah global, tetapi juga mengajak warga kota untuk merenungkan peran pribadi dalam rantai konsumsi plastik.

Pesan yang dibawa para aktivis di Surabaya adalah jelas mengenai isu limbah plastik bukan hanya masalah lingkungan, melainkan masalah kesehatan publik, keadilan sosial, dan kedaulatan negara.

Penulis: Faruq Ansori

Editor: Glancy Verona

Foto by AI


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca