Menggali Makna Hantu Laut dalam Pameran Biennale Jatim XI

Jeng Laut karya Sjafril
Hantu, juga berarti sesuatu yang tidak ada atau menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu. Seperti tradisi yang masih ada di daerah pesisir. Mereka percaya dengan adanya kekuatan roh, dengan pelarungan bunga atau abu ke laut. Meminta jodoh, kekayaan, jabatan ke seseorang yang dianggap pintar, melalui perantara roh leluhur mereka.
Kondisi Lingkungan Pesisir saat ini

Malam di Pesisir Utara dan Pangkalan Taksi karya Mujib Darjo
Lingkungan pesisir sudah mengalami perubahan selaras dengan pertumbuhan industrialisasi di kota ini. Ada yang beralih profesi, ada juga yang berkompromi dengan perubahan tersebut. Seperti karya Mujib Darjo yaitu malam di pesisir utara dan pangkalan taksi.
Karya tersebut menceritakan hantu laut sebagai masalah sosial yang dihadapi masyarakat pesisir saat ini. Dimana mereka ada yang beralih menjadi penyedia jasa taksi untuk para nelayan. Karena mencari ikan tidak seperti dulu, wilayah pesisir sudah tercemar dan tidak layak. Sehingga mereka harus mencari ikan ke area tengah laut, yang tingkat pencemaran airnya rendah.
Selain isu lingkungan dan sosial, pameran ini juga menyuguhkan tradisi yang ada di daerah pesisir pantai, yaitu ritual agama islam. Melalui majelis toreqot dengan berdzikir, wirid, puasa, dll. Kentalnya agama islam di wilayah pesisir, tak membuatnya lupa akan hubungannya dengan alam. Sehingga mereka masih menggunakan debu untuk tayamum, biji kacang sebagai tasbih.
Baca juga : Spirit Muslim Merawat Lingkungan: Jihad Ekologis dalam Menjaga Alam
Dari Pameran Binnale Jatim XI, kita dapat melihat makna hantu laut secara luas. Melalui sudut pandang yang berbeda setiap seniman, ada yang memaknai sebagai sesuatu yang tidak ada tapi memiliki hubungan erat. Ada yang menghantui dalam kehidupan sosial, ataupun kecemasan kondisi alam.
Lewat pameran ini, pengunjung disadarkan akan isu-isu sosial, lingkungan, tradisi yang sedang terjadi. Dengan turut menjaga hubungan yang baik antara manusia dan alam, akan membawa perubahan yang positif untuk keberlangsungan hidup generasi selanjutnya. (**)
Penulis : Zubaidatul Fitriyah
Editor : Toto Budiman & Iffah Faridatul Hasanah
Foto : Dokumentasi 1MS
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


