Kasidah Nusantara Makin Bergaung, Ini 6 Grup Terbaik Pilihan Kemenag 2025
“Kami berharap setiap penampilan tidak hanya memukau dari segi seni, tetapi juga mampu menginspirasi masyarakat dalam menebarkan kebaikan dan nilai-nilai Islami,” ujarnya.
Wida menekankan pentingnya sinergi lintas generasi. Grup kasidah yang digawangi anak muda bekerja sama dengan para seniman berpengalaman demi menjaga kualitas sekaligus keberlanjutan tradisi. Menurutnya, aspek adab dan etika penampilan mendapat perhatian serius dari juri, sebab hal itu sama pentingnya dengan suara maupun aransemen musik.
“Hal ini bertujuan agar pesan yang disampaikan lebih menyentuh dan membangun karakter audiens,” tambahnya.
Lebih jauh, Wida menyampaikan harapannya agar gema kasidah bisa melampaui batas nasional. “Melalui kasidah, nilai-nilai moral dan spiritual dapat tersampaikan dengan cara yang indah dan menyentuh hati masyarakat, sebagai simbol Islam yang damai, sejuk, dan harmonis,” katanya.
Baca Juga : Bantuan operasional Kemenag 2025
Panggung Besar di Kendari
Puncak Festival Seni Budaya Islam 2025 di Kendari nanti akan mengusung tema “Kasidah Kolaborasi.” Konsep ini memadukan harmoni musik, kreativitas, dan semangat kebersamaan dalam satu panggung. Kemenag sengaja merancangnya agar mampu menarik perhatian generasi muda, terutama milenial dan Gen Z, yang kini lebih akrab dengan musik modern.
Melalui kasidah, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian dari perjalanan budaya Islam Nusantara. Perpaduan tradisi dengan sentuhan kekinian menjadi cara efektif untuk menjaga agar seni kasidah tetap hidup dan relevan di tengah arus globalisasi.
Festival ini pun bukan hanya perayaan seni, melainkan juga ruang silaturahmi nasional. Dari Bali hingga Sumatra Utara, dari Banten hingga Kalimantan, semua bertemu dalam satu panggung kasidah yang penuh syiar kebaikan. Pertanyaannya, dari enam nama yang sudah terpilih, mana yang jadi favoritmu?
Kasidah Nusantara yang kian bergaung melalui ajang pemilihan enam grup terbaik pilihan Kemenag 2025 menjadi bukti bahwa seni bernuansa religius ini tetap relevan dan dicintai masyarakat. Lebih dari sekadar hiburan, kasidah adalah medium dakwah, pengikat silaturahmi, sekaligus cerminan identitas budaya bangsa. (**)
Penulis: Satria S Pamungkas
Editor: Toto Budiman & Glancy Verona
Ilustrasi by AI


