Hari Santri 2025: Pesantren Didorong Berdaya di Sektor Wisata Religi
Pemerintah, melalui Kementerian Agama, berkomitmen mendukung pesantren agar lebih berdaya di sektor wisata dan ekonomi kreatif. Dukungan tersebut mencakup pelatihan pengelolaan pariwisata, digitalisasi promosi, serta akses permodalan bagi unit usaha pesantren.
Program seperti Santripreneur, Pesantren Go Digital, dan Pesantren Produktif menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam menjadikan pesantren sebagai pusat ekonomi umat. Dengan demikian, pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga ekosistem sosial-ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.
Wibowo menegaskan bahwa arah pembangunan pesantren ke depan harus sejalan dengan misi moderasi beragama dan kemandirian ekonomi. “Pesantren harus mampu menjadi model pembangunan berkelanjutan, mengajarkan nilai-nilai spiritual sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar,” tuturnya.
Sinergi Santri, Pemerintah, dan Masyarakat
Dalam momentum Road to Hari Santri 2025, kolaborasi antara pesantren, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama. Banyak daerah kini mulai mengangkat identitas pesantren sebagai bagian dari branding wisata lokal. Contohnya, di beberapa kota santri seperti Tasikmalaya, Kudus, dan Pekalongan, kegiatan keagamaan seperti haul, festival santri, dan ziarah wali telah menjadi agenda rutin yang menarik wisatawan.
Dengan dukungan infrastruktur, promosi digital, dan kemitraan lintas sektor, pesantren dapat menjadi destinasi wisata yang bukan hanya menawarkan pengalaman religius, tetapi juga edukatif dan inspiratif.
Baca juga: Sastra Santri: Merawat Tradisi Islam Nusantara Lewat Kata dan Karya
Menyongsong Hari Santri 2025: Pesantren Sebagai Lentera Peradaban
Peringatan Hari Santri ke-10 tahun 2025 menjadi momentum refleksi dan aksi nyata bagi dunia pesantren. Dari lembaga pendidikan tradisional, pesantren kini berkembang menjadi kekuatan sosial-ekonomi yang relevan dengan tantangan zaman.
Dengan semangat “Dari Pesantren untuk Dunia”, pesantren diharapkan terus menjadi pusat inspirasi, tempat ilmu, iman, dan amal berpadu membangun peradaban. Dan melalui sektor wisata religi, pesantren dapat menunjukkan wajah Islam Indonesia yang sejuk, inklusif, dan berdaya guna bagi bangsa serta dunia.
Penulis: Glancy Verona
Editor: Toto Budiman
Ilustrasi by AI
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


