Guru Besar UIN Walisongo Jelaskan Pentingnya Peran Kaum Santri
Semarang — 1miliarsantri.net : Indonesia resmi memiliki pemimpin baru, Presiden H. Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Pun juga jajaran kabinet Merah Putih juga telah diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto yang waktunya bertepatan dengan Peringatan Hari Santri Nasional 2024, 22 Oktober 2024.
Menyambut pemerintahan baru dan Hari Santri Nasional, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Prof Syamsul Ma’arif menjelaskan pentingnya peranan santri dalam mendukung program Pemerintah Indonesia. Menurutnya, santri tidak hanya piawai dalam persoalan agama, namun juga mampu mendudukkannya dalam bingkai kemajemukan Indonesia, yakni Bhinneka Tunggal Ika.
“Saya rasa para santri sangat merepresentasikan kemampuan Indonesia dalam mengelola perbedaan untuk menuju masa depan yang lebih baik, demokratis, harmonis, dan toleran. Para santri selama ini sudah teruji dari perspektif sejarah, ideologi dan keyakinannya. Kaum santri di Indonesia memiliki dua amanah, yaitu diniyah dan wathaniyah,” terang Prof. Syamsul di Semarang, Rabu (30/10/2024).
Amanah diniyah, terangnya, memiliki makna bahwa seorang santri haruslah berpegang teguh pada prinsip keagamaannya sesuai dengan yang dibekali dari pesantren. Sedangkan wathaniyah berarti santri harus memahami kerangka berpikir dan tujuan pendirian negara Indonesia yang mewadahi berbagai suku, agama, dan golongan.
Ketua FKPT Jawa Tengah periode 2022-2025 tersebut menambahkan bahwa pemahaman santri akan urusan kenegaraan tidak perlu diragukan, terbukti dengan adanya beberapa santri yang dipercaya menjabat banyak posisi penting, bahkan hingga tingkat kementerian.
“Wajar manakala para santri itu diapresiasi dan diberi kepercayaan penuh. Selain memberi semangat baru, penempatan santri pada banyak posisi penting secara tidak langsung adalah bentuk pengakuan terhadap eksistensi mereka. Harapannya, santri tidak lagi dipandang semata-mata mengurusi formalistik keagamaan, tetapi mereka memiliki peran dan tanggung jawab hampir di segala bidang, demi membangun kemanusiaan dan peradaban,” ungkap Prof Syamsul.
Selain itu, Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Semarang ini juga mengulas beberapa kelebihan yang dimiliki oleh kaum santri, diantaranya adalah kemampuan berdialektika namun tetap menjaga kesantunan dan persahabatan.
Andaikata ada perbedaan pendapat atau bahkan perdebatan, para santri tetap mudah untuk merangkul dan menjalin silaturahmi, sehingga kehidupan demokrasi di Indonesia menjadi lebih sejuk dengan cita rasa Islam yang dibawa oleh para santri.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


