95 Persen Umat Islam Taati Fatwa MUI tentang Dukungan Palestina

Dengarkan Artikel Ini

“Fatwa MUI sangat bermanfaat bagi komitmen Perjuangan Palestina, dan sekaligus dukungan luar biasa, bahwa Palestina tidak sendiri dalam perjuangannya”, tegas Dubes.

Sementara itu Ahli hukum Tata Negara Jimly Asshiddiqi, dalam kesempatan seminar tersebut menjelaskan, salah satu pihak yang bertanggung jawab atas agresi Israel adalah Amerika Serikat.

“Makanya sangat bisa dipahami kalau ada gerakan untuk memboikot produk-produk Amerika, dan diasosiasi sebagai pihak yang terafiliasi dengan agresi Israel”, tegasnya.

Co-inisiator BDS Indonesia menegaskan, inisiasi boikot atas beberpa produk yang terlibat agresi Israel muncul dari Tepi Barat, berikutnya meluas menjadi gerakan sosial yang bersifat global.

“Kita terus lakukan inisiasi untuk mendukung Palestina dengan cara menyajikan data valid agar boikot bisa efektif dengan target sasaran yang secara nyata mendukung agresi Israel. Data dikaji dan disampaikan kepada masyarakat. Kita sangat berterima kasih dengan fatwa MUI, yang bisa menjadi pijakan dalam mengedukasi masyarakat”, tegas syauki.

Di bagian akhir, CEO Haus! Ghufron Syarif menyatakan dengan tegas komitmen kepatuhannya terhadap fatwa MUI, dengan mengganti bahan baku produksi dari yang selama ini terafiliasi dengan agresi Israel ke produk yang aman.

“Ada salah satu produk andalan kami, yang memberikan kontribusi lebih 30 persen penghasilan kami, yang harus kami ganti. Alhamdu lillah, langkah ini didukung orang tua dan karyawan. Karyawan kami lebih 1.500 orang”, tegasnya.

Mengimomentari Lanching Pusfahim sebagai Pusat Studi Baru di lingkungan UIN Jakarta, Prof Jimli berharap semoga PUSFAHIM menjadi lokomotif keilmuan dalam membuat sejarah kajian hukum Islam yang dipelopori oleh UIN untuk kebaikan bangsa. (Iin)

Baca juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *