Beberapa Rumah Sakit yang Menjadi Sasaran Target Zionis Israel

Dengarkan Artikel Ini

Gaza — 1miliarsantri.net : Serangan militer Israel di Gaza, Palestina menargetkan fasilitas umum, tak terkecuali rumah sakit. Sejumlah rumah sakit di Gaza dilaporkan kolaps akibat serangan zionis Israel dan menyebabkan pasokan bahan bakar yang menipis.

Salah satu nya adalah Rumah Sakit Al-Shifa, pusat medis terbesar di Gaza ini pun tak luput dari serangan zionis Israel. Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan bahwa buldoser dan tank Israel telah menyerbu kompleks medis tersebut dari pintu barat.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, serangan militer Israel ke RS Al-Shifa sama sekali tidak dibenarkan. Ia menegaskan, rumah sakit bukanlah medan pertempuran.

“Rumah sakit bukanlah medan pertempuran. Kami sangat khawatir dengan keselamatan staf dan pasien. Melindungi mereka adalah hal yang terpenting,” ungkap Tedro pada konferensi pers di Jenewa.

Dia menyatakan, WHO telah kehilangan kontak dengan petugas kesehatan di RS Al-Shifa. Baginya, fasilitas kesehatan, petugas kesehatan, ambulans dan pasien harus dijaga dan dilindungi tidak hanya dari segala tindakan perang, tetapi juga selama perencanaan militer.

Berikut beberapa kondisi RS di Gaza yang kolaps imbas dari serangan Israel sejak 7 Oktober 2023

RS Al-Shifa
Serangan udara dan kurangnya pasokan medis, makanan, air bersih, dan bahan bakar telah mengganggu sistem kesehatan di Gaza. Rumah sakit telah beroperasi jauh melebihi kapasitasnya, lantaran melonjaknya jumlah pasien serta pengungsi warga sipil yang mencari perlindungan.

Al-Shifa, rumah sakit dengan kapasitas 700 tempat tidur itu telah berada di bawah kepungan Israel selama sepekan terakhir, sejak Kamis (9/11/2023). Dilansir WAFA, Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa buldoser dan tank Israel telah menyerbu kompleks medis tersebut dari pintu barat.

WHO bahkan mengatakan, pihaknya telah kehilangan kontak dengan petugas di RS Al-Shifa selama tiga hari terakhir. WHO belum menerima informasi terkini mengenai jumlah kematian atau cedera di Gaza sehingga mempersulit mereka untuk mengevaluasi fungsi sistem kesehatan.

Setidaknya terdapat 2.300 orang yang masih berada di dalam rumah sakit, sekitar 650 pasien, 200-500 staf dan sekitar 1.500 orang yang berlindung. RS Indonesia RS Indonesia yang terletak di Beit Lahiya, Gaza Utara lumpuh setelah pasokan bahan bakar dan persediaan obat-obatan habis.

Direktur RS Indonesia Atef al-Kahlot mengatakan, rumah sakit dengan 110 tempat tidur itu hanya beroperasi pada 30-40 persen dari kapasitasnya. Ia kemudian meminta bantuan komunitas internasional.

“Kami menyerukan kepada orang-orang terhormat di dunia, jika ada di antara mereka yang masih tersisa, untuk memberikan tekanan pada pasukan pendudukan untuk memasok Rumah Sakit Indonesia dan rumah sakit lainnya di Jalur Gaza,” katanya.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca